Pindad Gandeng KS Produksi Senjata TNI


08/02/2010 – 16:49
Pindad Gandeng KS Produksi Senjata TNI

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Depok – PT Pindad menggandeng PT Krakatau Steel untuk pemenuhan bahan baku laras senapan serbu (SS) TNI berbagai varian

“Selama ini, bahan baku untuk laras, kita impor dari Jerman, Italia dan beberapa negara lainnya,” kata Direktur Sistem Senjata PT Pindad Slamet Irianto di Depok, Senin (8/2).

Ia mengemukakan, penjajakan kerja sama dengan PT KS telah berlangsung empat bulan terutama untuk memastikan actual material, fisik, dimensi dan lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI.

Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya memproduksi senapan serbu dengan jangkauan efektif 300 meter, sesuai kebutuhan TNI. “Jadi, kita harus selaraskan lagi dengan yang bahan baku yang PT KS, apakah mendukung untuk itu atau tidak,” katanya.

Slamet mengatakan, saat ini PT Pindad memiliki kapasitas produksi 14.000 pucuk senjata per tahun. Namun, daya serap TNI hanya berkisar 10.000 per tahun.

“Kita tidak dapat memasok kepada TNI begitu saja, karena semua tergantung anggaran yang tersedia. Jadi, kita baru adakan setelah ada permintaan sekian banyak atau dalam jumlah tertentu,” katanya.

Slamet menambahkan, selain memasok kebutuhan militer dalam negeri, PT Pindad juga melakukan impor senjata seperti senapa serbu SS-1 dan SS-2 berbagai varian ke Malaysia, Singapura dan Filipina.

Dalam lomba tembak Piala Kasad 2010 itu, PT Pindad menampilkan sejumlah senjata dan amunisi yang diproduksi seperti pistol G-2 Elite, G-2 Combat, P2-V2, SS-1 dan SS-2 berbagai varian, senapan runduk SPR1, SPR2 dan SPR3 dan lainnya.

Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat dan wartawan diperkenankan melakukan tembakan uji coba produk-produk senjata tersebut. [*/cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile lang
“Selama ini, bahan baku untuk laras, kita impor dari Jerman, Italia dan beberapa negara lainnya,” kata Direktur Sistem Senjata PT Pindad Slamet Irianto di Depok, Senin (8/2).

Ia mengemukakan, penjajakan kerja sama dengan PT KS telah berlangsung empat bulan terutama untuk memastikan actual material, fisik, dimensi dan lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI.

Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya memproduksi senapan serbu dengan jangkauan efektif 300 meter, sesuai kebutuhan TNI. “Jadi, kita harus selaraskan lagi dengan yang bahan baku yang PT KS, apakah mendukung untuk itu atau tidak,” katanya.

Slamet mengatakan, saat ini PT Pindad memiliki kapasitas produksi 14.000 pucuk senjata per tahun. Namun, daya serap TNI hanya berkisar 10.000 per tahun.

“Kita tidak dapat memasok kepada TNI begitu saja, karena semua tergantung anggaran yang tersedia. Jadi, kita baru adakan setelah ada permintaan sekian banyak atau dalam jumlah tertentu,” katanya.

Slamet menambahkan, selain memasok kebutuhan militer dalam negeri, PT Pindad juga melakukan impor senjata seperti senapa serbu SS-1 dan SS-2 berbagai varian ke Malaysia, Singapura dan Filipina.

Dalam lomba tembak Piala Kasad 2010 itu, PT Pindad menampilkan sejumlah senjata dan amunisi yang diproduksi seperti pistol G-2 Elite, G-2 Combat, P2-V2, SS-1 dan SS-2 berbagai varian, senapan runduk SPR1, SPR2 dan SPR3 dan lainnya.

Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat dan wartawan diperkenankan melakukan tembakan uji coba produk-produk senjata tersebut. [*/cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile lang

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: