Produksi mobil RI diproyeksi melonjak 50%


Produksi mobil RI diproyeksi melonjak 50%
Selasa, 30/03/2010 16:18:57 WIBOleh: Siti Munawaroh
JAKARTA (Bisnis.com): Produksi mobil Indonesia pada tahun ini diproyeksikan melonjak 50,6% menjadi sekitar 700.000 unit dibandingkan dengan realisasi 2009, seiring kenaikan penjualan kendaraan roda empat di pasar domestik dan ekspor.

Pada tahun lalu realisasi produksi mobil di Indonesia hanya 464.816 unit, anjlok 22,6% dibandingkan dengan posisi 2008 yakni 600.628 unit, karena tekanan krisis finansial global. Seiring penurunan produksi tersebut, utilisasi industri otomotif nasional pada tahun lalu terpangkas 53,5%.

Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan melihat perkembangan selama 3 bulan terakhir, penjualan mobil domestik sampai akhir tahun ini diproyeksikan mencapai 560.000 unit-600.000 unit.

Adapun volume ekspor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) pada tahun ini diprediksi mencapai 100.000 unit.

“Produksi mobil mengikuti turun naiknya penjualan domestik dan ekspor. Tahun ini produksi kita [Indonesia] diperkirakan 700.000 unit. Meski demikian utilisasi produksi masih di bawah kapasitas terpasang yang ada,” katanya dalam jumpa pers penyelenggaraan The Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010, hari ini.

Sesuai data Gaikindo, kapasitas terpasang industri otomotif nasional saat ini sebesar 868.000 unit. Dengan asumsi produksi 2010 mencapai 700.000 unit, tingkat utilisasi industri mobil masih berada di kisaran 80,6%. Sudirman menambahkan sebanyak 12 merek saat ini melakukan kegiatan produksi [perakitan] kendaraan di dalam negeri, dimana secara rinci terdiri atas 9 merek Jepang, 1 merek Korea Selatan dan 2 merek Jerman.

Terkait penjualan domestik, Sudirman menegaskan pasar mobil nasional terus menunjukkan tren kenaikan selama 3 bulan terakhir. Volume pasar kendaraan roda empat di Indonesia pada Januari lalu mencapai 52.707 unit dan meningkat menjadi 55.483 unit pada Februari.

“Semester I ini tampaknya penjualan akan terus dipacu, mengingat banyak faktor yang kurang menentu pada paruh kedua 2010, seperti rencana kenaikan tarif dasar listrik, baja, dan pajak kendaraan,” jelasnya.

Mengenai ekspor, Sudirman menuturkan kinerja ekspor mobil CBU rakitan lokal meningkat tajam dari 30.974 unit (2006) menjadi 60.260 unit (2007), lalu menembus 100.982 unit pada 2008. Seiring pengaruh krisis global, ekspor mobil CBU Indonesia melemah menjadi 56.669 unit pada tahun lalu.

“Angka ekspor terpengaruh dengan kondisi ekonomi negara tujuan. Kami harapkan juga ikut segera pulih pada tahun ini. Di dalam negeri, pemerintah diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat, membangun infrastruktur nasional dan situasi politik tetap kondusif,” pungkasnya. (mrp

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers

%d bloggers like this: