Kemenhut bangun bibit rakyat di 8.000 desa


Kemenhut bangun bibit rakyat di 8.000 desa
Senin, 19/04/2010 17:34:48 WIBOleh: Erwin Tambunan
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun kebun bibit rakyat (KBR) di 8.000 desa dengan anggaran Rp400 miliar untuk menunjang program menanam 1 Miliar Pohon Indonesia.

“Kegiatan KBR ini dikelola sendiri oleh masyarakat, pemerintah daerah yang mengawasi,” ungkap Direktur Jenderal Rehabilitasi dan Perhutanan Sosial (Dirjen RLPS), Indriastuti, hari ini.

Dia menjelaskan KBR sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat yang diawasi pemerintah daerah. “KBR ini akan di kelola rakyat, pemerintah daerah yang mengawasi.”

Menurut dia, pemerintah pusat menganggarkan dana Rp400 miliar untuk pembangunan 8.000 kebun bibit di seluruh Indonesia. “Kita upayakan pembentukan KBR ini simple, mudah tidak membebani rakyat. Kementerian Kehutanan buatkan kebijakan/syaratnya, pengawasan dan pelaksanaan di daerah/desa terkait dengan dana Rp400 miliar artinya Rp50 juta per KBR,” kata Indri.

Indri menambahkan pemerintah pusat sudah dan menetapkan 8.000 desa yang merupakan usulan daerah. “Kita tetapkan satu provinsi, atau satu kabupaten tetapi desa tempat KBR akan di bangun itu daerah yang menentukan. Sudah di petakan, 8.000 desa ini akan tersebar di 291 kabupaten seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut dia, keberadaan KBR ini diharapkan bisa menunjang program rehabilitasi lahan dan hutan (RHL) yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan. RHL, katanya, masih akan terus di jalankan selama 30 juta ha lahan kritis belum tertanami pohon kembali.

Program ini juga diberlakukan untuk merehabilitasi 30 juta ha lahan kritis, 13 juta ha di antaranya berada di dalam kawasan hutan, dan sisanya di luar kawasan hutan.

Program RHL, lanjut Indri, tetap menjadi fokus Kementerian Kehutanan menghutankan kembali lahan kritis mengingat hutan primer tinggal 25% saja dari total luas hutan 138 juta ha. “Tutupan hutan di Jawa saja tidak sampai 20%, padahal harusnya mencapai 30%,” jelasnya.

Sementara itu Kementerian Kehutanan mengusulkan penambahan dana Rp675 miliar pada Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010.

Dana itu, menurut Menhut Zulkifli Hasan, sebenarnya tidak memadai mengingat masih banyak pekerjaan sektor kehutanan yang membutuhkan biaya besar terutama yang terkait dengan rehabilitasi dan reboisasi.

“Sebenarnya kebutuhan kita itu Rp2,5 triliun untuk merehabilitasi setidaknya 30 juta ha lahan kritis itupun tidak cukup, tetapi dalam badan anggaran DPR kemarin usulan kita hanya di setujui Rp675 miliar, mudah-mudahan ini bisa terealisasi,” ujar Menhut Zulkifli.

Dia menambahkan dana Rp675 miliar itu dibagi menjadi beberapa item yang dialokasikan untuk pekerjaan di dua direktorat jenderal. “Ada alokasi Rp500 miliar untuk rehabilitasi dan reboisasi termasuk penyiapan bibit untuk penanaman 1 Miliar Pohon, dan ada dana Rp100 miliar untuk penanganan kebakaran lahan hutan serta penanggulangan bencana sebesar Rp75 miliar,” ungkapnya.(yn)


Site Meter

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: