Horeeee.. Biaya Sekolah Pilot Turun!


Kontan online Senin, 09 Agustus 2010 | 13:43

PAJAK PESAWAT LATIH

Horeeee.. Biaya Sekolah Pilot Turun!

JAKARTA. Biaya sekolah penerbang atau pilot dipastikan bisa segera turun. Pasalnya, Direktorat Fasilitas Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengizinkan seluruh sekolah penerbang di Indonesia untuk mendapatkan fasilitas pembebasan segala jenis pajak untuk mendatangkan pesawat latih.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perhubungan Dedi Darmawan berani memastikan hal tersebut usai menerima sepucuk surat dari instansi yang dipimpin Thomas Sugijata tertanggal 22 Juli 2010.

Inti dari Surat bernomor S-936/BC.3/2010 itu adalah Kemenkeu bisa memberikan fasilitas pembebasan bea masuk untuk barang yang diimpor oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemerintah Pusat atau Daerah sepanjang impor tersebut berguna untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Badan Diklat dapat ditetapkan sebagai lembaga yang dapat diberikan pembebasan bea masuk berdasarkan KMK 143/KMK.05/1997 dengan mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan disertai rekomendasi Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Perhubungan,” ujar Dedi mengutip surat tersebut, Senin (9/8).

Dengan keputusan tersebut, Dedi memastikan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug bisa memanfaatkan fasilitas pembebasan pajak untuk pesawat latih yang diimpornya. Terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM) sebesar 10%, Pajak Penghasilan (PPh) 2,5% dan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 10%.

“Tapi, kami juga mengupayakan agar fasilitas pembebasan pajak ini juga berlaku untuk sekolah penerbangan swasta, sehingga biaya untuk mencetak pilot tidak mahal,” jelasnya.

Ia melanjutkan, baik STPI Curug maupun sekolah penerbangan swasta lainnya harus mengikuti prosedur yang sama bisa ingin mendapatkan fasilitas tersebut. Yaitu meminta rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Efek langsung dari pembebasan pajak tersebut menurutnya akan dirasakan langsung sekolah penerbangan swasta yang mengimpor langsung pesawat latihnya. Sementara sekolah penerbangan yang dimiliki Pemerintah akan diuntungkan karena pihak ketiga yang mengimpor pesawat tidak perlu repot menyediakan anggaran khusus untuk membayar pajak tersebut.

“Setahu saya yang sudah mengajukan permohonan rekomendasi ke Ditjen Perhubungan Udara baru Universitas Nurtanio (PTDI) Bandung untuk pembebasan bea masuk mesin pesawat latih,” ujar Dedi.

Badan Diklat dan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menurutnya sudah memproses pemberian fasilitas bebas pajak untuk pesawat latih sejak JAnuari 2010. Di saat dua helikopter latih yang diimpor STPI Curug tidak diperkenankan dioperasikan Ditjen Bea dan Cukai karena belum menyelesaikan kewajiban pajaknya.

“Sekarang dengan kebijaksanaan bea cukai, dua helikopter tersebut sudah diinstal, dan sudah melakukan ground test. Dalam waktu dekat helikopter itu akan dilakukan fly test,” pungkasnya.

Selama ini, pajak yang tinggi mengakibatkan mahalnya biaya pendidikan pilot di Indonesia sehingga menciutkan minat calon siswa untuk mengikuti sekolah penerbangan. Akibatnya sekolah penerbangan juga membatasi jumlah lulusan yang diwisudanya setiap tahun karena sepi peminat.

Padahal jika PPNBM dihilangkan, biaya pendidikan pilot bisa berkurang 30% sampai 40%. Saat ini biaya pendidikan penerbang di Indonesia selama 12 bulan sampai 18 bulan berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 600 juta.

“Saat ini sekolah pilot di Indonesia ada 10. Sementara kebutuhan pilot kita per tahunnya sebanyak 400. STPI Curug hanya bisa menghasilkan 160 penerbang setiap tahun, sisanya sebisa mungkin disediakan sekolah swasta. Tapi kalau belum memenuhi terpaksa pakai pilot asing,” jelas Dedi.

About these ads

7 Comments to “Horeeee.. Biaya Sekolah Pilot Turun!”

  1. Tingginya biaya kuliah penerbangan hanya bisa di nikmati oleh anak-anak yang mampu,sedangkan anak-anak yg tidak mampu tidak dapat merasakan kuliah di penerbangan. Dampaknya jumlah penerbang menurun dan anak bangsapun hanya sebagai penonton di negaranya sendiri

  2. Adanya indikasi korupsi dan insiden pendidikan di nam flying school pangkal pinang disebabkan instruktur terbang nam fs yaitu imam mahendra yang memintai uang kepada tiap siswa penerbang nam fs, per siswa dimintai sebesar 1,5 juta rupiah,alasannya untuk uang entertaintment dan uang sogok suap service para cekker dari dkuppu kemenhub RI yang datang saat ujian ppl dan cpl flight tolong diusut kpk. Imam mahendra pernah mengalami accident menggunakan pesawat latih pk-fam milik nam fs di bandara depati amir pangkal pinang dengan mematahkan roda pesawat di runway 34 entry bravo tolong diusut knkt dan cabut flight instructor milik imam mahendra. Imam mahendra mengintimidasi dan melakukan tindak pidana dengan melemparkan botol ke muka siswa penerbang di apron nam flying school saat latihan dan imam mahendra membawa ketiga temannya untuk diterbangkan bersama dengan pesawat latih milik nam fs,padahal ketiga temannya bukan siswa penerbang nam fs dan tidak memiliki spl,ppl,atau cpl sangat membahayakan tolong diusut dkuppu kemenhub RI Agar segera dicabut FI lisencenya yang dipakainya dengan sewenang-wenang. Imam mahendra menghasut kepala sekolah nam fs bpk soenaryo untuk memecat siswa penerbang yang memiliki student record yang baik tidak pernah insiden dan accident malahan ppl flight milik siswa penerbang yang ditahan bpk soenaryo dipaksa tukar dengan student record yang dimiliki siswa penerbang. Bpk soenaryo juga menerima calon pilot yang nilai psikotestnya kurang,tapi setelah jadi pilot dapat ppl flight 120 jam,sisa 30 jam terbang lagi mendapat cpl ir malah dipecat dengan alasan yang tidak jelas hanya berdasarkan hasutan Imam mahendra. Sebaiknya bpk soenaryo mundur dan diganti sebagai kepala sekolah nam fs agar tidak merugikan siswa penerbang dan sriwijaya airlines karena bpk soenaryo sudah lanjut usia dan overconfidence dan mementingkan kepentingan pribadi saja karena anak kandungnya baru masuk angkatan III nam fs. Bpk soenaryo juga pernah memerintahkan siswa penerbang nam fs angkatan II untuk membakar sampah di lingkungan sekolah nam fs menggunakan fuel mobgas sehingga siswa penerbang terbakar tubuhnya sehingga cacat sampai sekarang tolong dipenjarakan bpk soenaryo sebagai kepala sekolah nam fs oleh kepolisian. Karena bpk soenaryo selalu salah dalam mengambil keputusan, sampai membangun warung dimodalinnya untuk tempat para siswa penerbang yang merokok,tapi dibangun di jarak 1 meter samping timbunan puing drum2 fuel mobgas milik nam fs yang dekat dengan bandara depati amir pangkal pinang sangat membahayakan dapat terjadi ledakan dan sekolah nam fs dapat ditutup dkuppu. Sebaiknya diganti segera bpk soenaryo mundur sebagai kepala sekolah nam fs. Demi kemajuan industri penerbangan di Indonesia, Terimakasih

  3. Mene’, mene’, teke’l ufarsin.

  4. saya setuju dengan program ini. karna yang saya ketahui indonesia membutuhkan pilot yang lebih banyak untuk 2015 mendatang. alangkah baiknya untuk biaya operasional sekolah penerbangan di indonesia diturunkan agar minat penerbang semakin bertambah. dan dapat memenuhi pilot2 yang dibutuhkan oleh pesawat pesawat yang semakin banyak di luncurkan. sehingga penwrbangan di indonesia semakin menambah kemajuan.

  5. semestinya pemerintah memberikan kemudahan untuk anak yang kurang mapu untuk menempuh pendidikan di STPI…

  6. untuk terbang crosscountry nam flyingschool bersama instruktur terbang imam mahendra hanya muterin daratan kecil tidak pernah landing alasan kepala sekolah bpk soenaryo tidak ada security clearence jadi untuk transisi single engine “loncat” ke boeing kualitas pilotnya ? dapat membahayakan penumpang ? solusinya untuk keselamatan dan keamanan serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penerbangan sebaiknya diganti kepala sekolahnya dan diaudit instrukturnya oleh pihak-pihak yang berwenang untuk kebaikan masa depan pilot dan penumpang di Indonesia

  7. pengen sekolah pilot .. tapi mahal bget gtuu.. ga jdi dah..kluarga ane kagak mampu :( :(
    pdhl ane pengen jdi pilot :( :( … nasib org kagak punya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 82 other followers

%d bloggers like this: