Pasal KUHP dan 6 jurus untuk menghadapi preman debt collector


Tindak Pidana yang sering dilakukan oleh Preman Debt Colektor adalah tindak pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana adalah:

1. Pasal 368 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

(2) Ketentuan Pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

Penjelasan Pasal 368 adalah sebagai berikut :

a. Kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan” (afpersing).

Pemeras itu pekerjaannya: 1) memaksa orang lain; 2) untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang; 3) dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. (pada Pasal 335, elemen ini bukan syarat).

b. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan;

1) Memaksa adalah melakukan tekanan kepada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan; 2) Melawan hak adalah sama dengan melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum; 3) Kekerasan berdasarkan catatan pada Pasal 89, yaitu jika memaksanya itu dengan akan menista, membuka rahasia maka hal ini dikenakan Pasal 369.

c. Pemerasan dalam kalangan keluarga adalah delik aduan (Pasal 370), tetapi apabila kekerasan itu demikian rupa sehingga menimbulkan “penganiayaan”, maka tentang penganiayaannya ini senantiasa dapat dituntut (tidak perlu ada pangaduan);

d. Tindak pidana pemerasan sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan pada Pasal 365 KUHP. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian si pelaku sendiri yang mengambil barang yang dicuri, sedangkan dalam hal pemerasan si korban setelah dipaksa dengan kekerasan menyerahkan barangnya kepada si pemeras.

2. Pasal 369 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.

3. Pasal 378 KUHP

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

PENGGOLONGAN PREMAN SEBAGAI TARGET OPERASI :

(a) PREMAN YANG MENGGANGGU KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN (MABUK-MABUKAN, MENGGANGGU LALU LINTAS, RIBUT-RIBUT Dl TEMPAT UMUM).

(b) PREMAN YANG MEMALAK (MEMINTA DENGAN PAKSA) Di LOKASI UMUM (MISALNYA MENJUAL MAJALAH SECARA PAKSA, MENGEMIS DENGAN GERTAKAN, MENDORONG MOBIL MOGOK MINTA UANG DENGAN PAKSA, MEMALAK MASYARAKAT / PERSEORANGAN YANG MENAIKKAN DAN MENURUNKAN BAHAN BANGUNAN Dl PABRIK / iNDUSTRI / KOMPLEK PERUMAHAN, PARKIR LIAR DENGAN MEMINTA UANG SECARA PAKSA, DAN LAIN-LAIN SEJENIS)

(c) PREMAN DEBT COLLECTOR (PENAGIH UTANG DENGAN MEMAKSA / MENGANCAM NASABAH, MENYITA DENGAN PAKSA, MENYANDERA)

(d) PREMAN TANAH (MENGUASAI / MENDUDUKI LAHAN / POPERTY SECARA ILLEGAL YANG SEDANG DALAM SENGKETA DENGAN MEMAKSAKAN KEHENDAK SATU PIHAK)

(e) PREMAN BERKEDOK ORGANISASI (ORGANISASI JASA KEAMANAN, PREMAN TENDER PROYEK DAN ORGANISASI MASSA ANARKIS)

Sumber: Kompolnas

 

 

++++++++++++++++++

 

6 Jurus Sakti Menghadapi Debt Collector

  • Penulis :
  • C. Windoro AT.
  • Sabtu, 9 April 2011 | 13:43 WIB
Ilustrasi | SHUTTERSTOCK
626

 

17

JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah enam jurus sakti dalam menghadap debt collector alias penagih utang saat cicilan sepeda motor, mobil, perumahan, bank, BPR, koperasi, kartu kredit, atau cicilan utang Anda macet.

Berikut tips dalam menghadapi mereka:

1. Sapalah dengan santun dan minta mereka menunjukkan identitas dan surat tugas. Tanyakan kepada mereka, siapa yang menyuruh mereka datang dan minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini.

Jika mereka tak bisa memenuhi permintaan Anda dan Anda ragu pada mereka, persilakan mereka pergi. Katakan, Anda mau istirahat atau sibuk dengan pekerjaan lain.

2. Jika para penagih utang bersikap santun, jelaskan bahwa Anda belum bisa membayar karena kondisi keuangan Anda belum memungkinkan. Sampaikan kepada penagih utang bahwa Anda akan menghubungi yang terkait langsung dengan perkara utang piutang Anda. Jangan berjanji apa-apa kepada para penagih utang.

3. Jika para penagih utang mulai berdebat meneror, persilakan mereka ke luar dari rumah Anda. Hubungi pengurus RT, RW, atau polisi. Sebab, ini pertanda buruk bagi para penagih utang yang mau merampas mobil, motor, atau barang lain yang sedang Anda cicil pembayarannya.

4. Jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan Anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4junto Pasal 335.

Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri.

Ingatkan kepada mereka, kendaraan cicilan Anda misalnya, adalah milik Anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata.

Kasus ini menjadi kasus pidana kalau para penagih utang merampas barang cicilan Anda, meneror, atau menganiaya Anda. Untuk menjerat Anda ke ranah pidana, umumnya perusahaan leasing, bank, atau koperasi akan melaporkan Anda dengan tuduhan penggelapan.

5. Jika para penagih utang merampas barang Anda, segera ke kantor polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi Anda. Tindakan para penagih utang ini bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.

6. Jangan titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada polisi. Tolak dengan santun tawaran polisi. Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.

Berkonsultasi hukumlah kepada Lembaga Perlindungan Konsumen, Komnas Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha, atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

Site Meter

About these ads
Tags:

20 Comments to “Pasal KUHP dan 6 jurus untuk menghadapi preman debt collector”

  1. Saya memiliki lahan warisan dari kakek, dan ketika ada pelebaran jalan untuk kepentingan umum lahan kami terkena pelebaran tersebut, dengan tanpa meminta izin dan persetujuan saya, masyarakat ber alasan untuk kepentingan umum … yang menjadi permasalahan bahwa lahan sebelah kanan jalan tidak terkena pelebaran dengan alasan bahwa lahan tersebut telah ditanami tanaman keras,seperti pohon kelapa dan pohon jati, sehingga lahan kami yang terus menjadi korban, sedangkan lahan kami berbentuk L mengikuti jalan, ketika kami tegur justru mereka marah.. yang mau saya tanyakan apakah dibenarkan hal tersebut??? dan apakah kami bisa menuntut semua ini??? terima kasih.

  2. mental penjahat yang pemalas itu.., mao duit tapi ga mao keluar keringat..,( ngutang ga mao bayar) ha..ha..ha..,

  3. SUMPAH PALSU DAN KETERANGAN PALSU

    Pasal 242

    (1)� Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

    (2) Jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa atau tersangka, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

    (3) Disamakan dengan sumpah adalah janji atau penguatan yang diharuskan menurut aturan-aturan umum atau yang menjadi pengganti sumpah.

    (4) Pidana pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 4 dapat dijatuhkan.

  4. kami merasah tidak nyaman atas perlakuan seorang dari orang tua siswa kami datang kesekolah memcacimaki kami dan mengancam membakar sekolah.hanya karena anaknya cedera ringan diwaktu sekolah dan di sekolah.kami tidak tau siapa pelakunya.kami berusaha mengusut tapi hasilnya nihil.kemungkinan besar anaknya sendiri secara tidak sengaja melakukannya. kami juga ikuti anak sampai di rumah sakit memastikan status lukanya.menurut keterangan dokter bahwa insya Allah akan sembuh 1 minggu kemudian.tiba-tiba orang tunya membawa anaknya beroabat ke dokter yang lain yang jauh dari daerah kami dengan ongkos perjalanan biaya kurang lebih Rp 250.000 PP dan setelah kembalinya menagih kami Tiga Juta lebih tampa bukti apa-apa.Kami disekolah sudah 1 bulan lebih merasa terganggu dengan hal ini.kami minta bantuan untuk meluruskan permasalahan ini .supaya peroses Belajar mengajar berajalan dengan nyaman kembali

  5. Premanisme harus di sikat di negeri ini, apalagi diduga di bekingi oleh oknum aparat….

  6. Saya pernah mengalami peristiwa yg sangat tidak mengenakan dlm hidup saya. Kejadiannya seperti yg tertera di pasal 368. Memang mereka tdk secara langsung melakukan kekerasan fisik terhadap saya, namun dgn bersikeras utk mengambil Barang Jaminan tanpa memberikan jeda waktu utk saya berpikir itu sdh termasuk katagori pemaksaan dg kekerasan psikis atau kekerasan non fisik. Ketika saya bertanya utk yg terakhir kalinya “Bung, kalau anda terus memaksa mau membawa motor ini tapi saya Ĵūğå tidak mau menyerahkan, apa yg akan bung lakukan?” Terus mereka jawab “bagai manapun caranya saya akan berusaha utk mengembalikan brg jaminan ini”. Apakah itu sdh termasuk katagori kekerasan psikis berupa ancaman yg mungkin membuat perasaan & hati saya jadi tidak tenang…??

  7. Good post. I learn something new and challenging on sites I stumbleupon everyday.
    It will always be interesting to read articles from other writers
    and practice a little something from their sites.

  8. Maaf sblumnya ketika itu datang debt colecctor yg mengaku dr bank HSBC dimana sy punya piutang KK yg sudah sy serahkan pihak ketiga (kuasa hukum) dgn membentak dan memaksa agar segera membayar hutang sy kepada Istri saya saat itu saya berada di luar kota,sangat arogan pihak debt colector tsb,mohon petunjuk….

  9. sebaik nya anda mencari kuasa hukum yang benar 2 menjembatani masalah anda ,bukan hanya makan uang saja dan dengan ada nya kuasa hukum bukan berarti anda tidak membayar ,itu nama nya ngemplang dan penipuan bung.maaf

  10. mohon petunjuk. apabila kami yang mempunyai hak atas tanah tertentu dan kemudian diakui oleh orang lain dengan alasan tanah tersaebut milik orang tersebut dengan bukti surat hiba dari orang laing selembar foto copy surat hiba tanpa ada surat pendukung klain nya dan beliau dengan halus memerintah ke kami untuk tidak menggarap tanah tersebut sebelum selesai . mohon petunjuk kasus ini bisa dimasukkan ke pasal berapa?

  11. Sy saat ini sdg tersiksa oleh intimidasi dan ancaman dari bekas partner bisnis. Awalnya memang sy punya hutang kepada dia, tp saat ini sudah lunas. Selama proses penagihan dia selalu menagih dengan cara menyuruh saya utk segera melunasinya dgn cara apapun. Dan d

  12. Sy saat ini sdg tersiksa oleh intimidasi dan ancaman dari bekas partner bisnis. Awalnya memang sy punya hutang kepada dia, tp saat ini sudah lunas. Selama proses penagihan dia selalu menagih dengan cara menyuruh saya utk segera melunasinya dgn cara apapun. Dan dia selalu memaksa disediakan saat itu jg. Jika tidak sy harus menanggung konsekuensinya. Walaupun saat itu sy sdh sampaikan belum mampu. Tp alhamdulillah skrg sudah lunas. Permasalahan ternyata tdk berhenti sampai di situ. Dia memaksa sy utk mengembalikan dana yg dia setorkan sbg modal kerja sama. Padahal sy sdh lakukan pekerjaan itu semaksimal yg sy mampu. Dan selama pekerjaan itu berlangsung sy belum pernah mendapatkan profit kerja samanya. Katanya nanti kita hitung. Hingga akhirnya bisnis itu tdk bisa dilanjutkan dan kandas sy blom menerima profit selain pinjaman (yg sdh sy lunasi). Dia melakukan intimidasi dan ancaman melalui telpon dan SMS. Apa yg harus sy lakukan ?

  13. saya membutuhkan bantuan LPK. Domisili saya di Lamongan, Jawa Timur.
    Adakah yang bisa bantu saya , ataukah ada referensi buat saya.
    terimakasih

  14. jangan takut jika kita berhutang ke leasing utk cicilan kendaraan motor/mobil/truk/bus karena sebenarnya jika kita tdk mampu membayar maka akan ada pihak asuransi yg akan melunasinya dengan syarat kita harus membuat surat kepailitan dari notaris yg berkompeten dan pihak asuransi itu sudah kita bayar bersama dengan DP kendaraan. jadi persetan dengan debt collector yg tdk punya urusan apapun dengan kita coba2 mengatur urusan hutang-piutang kita dengan leasing…ingat jangan jadi orang bodoh tertipu dgn mulut debt collector…jadilah konsumen yg cerdas paham hukum. utk menghadapinya tdk perlu menggunakan pengacara atau kuasa hukum

  15. debt colektor adalah preman jalanan yg sering memaksa org yg pnya utang yg tak mengerti jalan hukum.

  16. Hey there! This post couldn’t be written any better! Reading
    this post reminds me of my good old room mate!
    He always kept talking about this. I will forward this article
    to him. Pretty sure he will have a good read. Thanks
    for sharing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers

%d bloggers like this: