Kementerian Agama Terkorup


Nama kementrian agama lebih baik diganti jadi kementrian HAJI.. gimana dengan sang Mentri Agama nya??

Memalukan kementrian AGAMA tapi juara 1 Korupsi.. apa kata dunia?

Menurut Ridwan Saidi,  sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bahwa   kementrian agama juara 1 soal Korupsi.   Memang dari fakta sejarah berdiri Republik Indonesia di  tahun 1954   Departemen Agama, sudah menjadi   PIONIR untuk urusan Korupsi,   Pada saat departemen yang lain masih meraba raba anggaran mana untuk dikorup, kementrian Agama sudah  selesai melaksanakan ibadah korupnya..  terutama urusan Haji. selanjutnya lihat saja cuplikannya  di Youtube..

 

IKHLAS BERAMAL BERKORUPSI= DEPAG

Selasa,
29 November 2011
Kementerian Agama Terkorup
Banyak Suap dan Gratifikasi dalam Penyelenggaraan Haji

Jakarta, Kompas – Hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan, Kementerian Agama menduduki peringkat terbawah dalam indeks integritas dari 22 instansi pusat yang diteliti. Peringkat terburuk selanjutnya karena banyak praktik suap dan gratifikasi adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Nilai ketiga kementerian tersebut jauh di bawah standar integritas pusat yang mencapai 7,07. Angka indeks integritas pusat (IIP) Kementerian Agama hanya 5,37, Kemnakertrans 5,44, serta Kementerian Koperasi dan UKM 5,52.

Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, rendahnya angka indeks integritas menunjukkan bahwa masih banyak praktik suap dan gratifikasi dalam pelayanan publik. ”Belum ada perbaikan,” kata Jasin saat mengumumkan hasil Survei Integritas Sektor Publik Indonesia 2011 di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/11).

Instansi yang disurvei KPK sebanyak 22 instansi pusat, 7 instansi vertikal, dan 60 instansi daerah. Survei juga dilakukan terhadap 507 unit layanan. Jumlah responden dalam survei sebanyak 15.540. KPK menyerahkan hasil survei ini kepada Presiden dan DPR.

Indikator untuk menentukan IIP antara lain besaran gratifikasi, frekuensi pemberian gratifikasi, kebiasaan pemberian, kebutuhan pertemuan di luar prosedur, keterbukaan informasi, dan keterlibatan calon.

Penyelenggaraan haji

Jasin mencontohkan, di Kementerian Agama, yang dinilai banyak suap dan gratifikasi adalah pendaftaran perpanjangan izin penyelenggaraan ibadah haji khusus dan perpanjangan izin kelompok bimbingan ibadah haji. Adapun di Kemnakertrans adalah izin menggunakan tenaga kerja asing serta di Kementerian Koperasi dan UKM adalah pelayanan data akses pasar domestik.

Instansi pusat dengan IIP tertinggi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal. Instansi yang masuk 10 besar terbaik selain Badan Koordinasi Penanaman Modal di antaranya Kementerian Kesehatan, PT Jamsostek, dan Kementerian Perindustrian.

Untuk instansi daerah, peringkat terendah adalah Pemerintah Kota Metro, Lampung (3,15), didiikuti Pemkot Depok (3,19), Pemkot Serang (3,54), dan Pemkot Semarang (3,61).

Salah satu bukti Kota Semarang masuk peringkat buruk dalam indeks integritas adalah tertangkapnya Sekretaris Daerah Kota Semarang Akhmad Zaenuri bersama dua anggota DPRD Kota Semarang, Agung PS dari Fraksi PAN dan Sumartono dari Fraksi Demokrat, oleh KPK beberapa waktu lalu. Ketiga pejabat tersebut disangka terlibat suap dalam pembahasan Rancangan APBD 2012.

Untuk mengungkap kasus tersebut, KPK telah memeriksa lima pejabat Pemkot Semarang. Tidak tertutup kemungkinan pula, kata Juru Bicara KPK Johan Budi, KPK memeriksa Wali Kota Semarang Soemarmo HS dan anggota DPRD Kota Semarang yang lain.

Menurut Direktur Polldev Institute Malang, yang juga mantan pengurus Malang Corruption Watch, Zia Ul Haq di Malang, Jawa Timur, celah kolusi yang berujung praktik korupsi muncul di setiap kota dan kabupaten. Bukan tidak mungkin praktik ini terjadi di hampir semua kota dan kabupaten.

”Korupsi dalam bentuk kolusi untuk mengegolkan anggaran yang harus dengan persetujuan DPRD dapat diyakini terjadi di mana-mana. Hanya kebetulan saja di Kota Semarang ada yang melapor ke KPK sehingga KPK bisa mendapat temuan yang sangat akurat sampai bisa menangkap basah pelaku,” katanya.

Hal seperti itu, menurut Zia Ul Haq, tidak bisa dibiarkan sebagai perkara hukum saja, tetapi harus dimanfaatkan sebagai kajian untuk mengevaluasi pola penyusunan anggaran daerah. Harus dibuat sistem baru penyusunan anggaran. (ray/ody/who)
++++++++++++++++++

JUM”AT, 06 JULI 2012 | 09:05 WIB
KPK Periksa 8 Proyek Kementerian Agama
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Tortama V Badan Pemeriksa Keuangan, Heru Kresna Reza, menjelaskan ada delapan proyek pengadaan yang diperiksa KPK. “Ada delapan yang diperiksa oleh KPK. Kami memeriksa selain dari delapan itu,” kata Heru kepada Tempo, Kamis 5 Mei 2012.

Kedelapan proyek yang dimaksud adalah peralatan laboratorium komputer, sarana buku perpustakaan MTS, sarana buku perpustakaan MA, peralatan laboratorium IPA untuk MTS, peralatan laboratorium IPA untuk MA, pengembangan sistem komunikasi MA, pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi dan sarana sumber belajar berbasis integral (integrasi modul hardware).

Ia menyebutkan menurut laporan keuangan tahun 2010, realisasi belanja terkait paket pengadaan Kementerian Agama mencapai Rp 1,152 triliun.

Heru menjelaskan, pihaknya sempat hendak melakukan pemeriksaan rutin terhadap kedelapan proyek, tapi akhirnya mundur. “Pemeriksaan rutin saja. Kebetulan saat ditanya (data) ini mana, oh sudah diambil KPK. Kami yang lain, itu saja,” Heru berujar.

BPK tak ikut memeriksa proyek pengadaan laboratorium untuk madrasah pada tahun anggaran 2010 lantaran KPK sudah lebih dulu mengambil data terkait proyek ini.

+++++++++++++++++++++++

Proyek Pengadaan Al-Quran Bengkak 44 Kali Lipat
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Nilai proyek pengadaan Al-Quran membengkak hingga 44 kali lipat sejak 2009. Kementerian Agama mengakui, selain kualitas cetakan lebih bagus, jumlahnya pun melonjak. Pada 2009, nilai kontrak pengadaan kitab suci umat Islam ini sebesar Rp 2,5 miliar. Tiga tahun kemudian, anggarannya menjadi Rp 110 miliar. Selain untuk mushaf Al-Quran dan terjemahannya, dana itu untuk mencetak tafsir, juz amma, dan terjemahan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementerian Agama, Abdul Djamil, beralasan kebutuhan Al-Quran amat besar, yaitu 2 juta eksemplar per tahun. Angka tersebut dipatok berdasarkan rata-rata jumlah pasangan yang menikah setiap tahun. Asumsinya, setiap keluarga baru membutuhkan satu mushaf Al-Quran. “Yang dicetak oleh Kementerian Agama tidak pernah mencukupi kebutuhan,” katanya.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, menduga ada niat menggelembungkan dana pengadaan Al-Quran. “Terlalu mahal, cenderung mark-up,” katanya.

2009
Anggaran pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama mencapai Rp 2,5 miliar dengan jumlah 78.079 buah.

2010
Proyek serupa menelan dana Rp 3,2 miliar dengan jumlah 170.250 buah.

2011
Total anggaran pengadaan Al-Quran pada 2011 adalah Rp 25 miliar yang dikucurkan dalam dua tahap. Dari APBN murni, anggarannya sebesar Rp 4,5 miliar untuk pengadaan 225.045 buah Al-Quran. Pada tahap kedua, dalam APBN Perubahan, nilai kontrak membengkak menjadi Rp 20,5 miliar untuk pengadaan sebanyak 653 ribu eksemplar Al-Quran.

2012
Tahun ini nilai anggaran melonjak hingga 44 kali lipat dibanding angka pada 2009. Seperti tahun lalu, anggaran dikucurkan dalam dua tahap dengan total anggaran Rp 110 miliar. Adapun jumlah Al-Quran yang dicetak adalah 2 juta buku.

++++++++++
UM”AT, 06 JULI 2012 | 07:35 WIB
Setengah Juta Al-Quran Teronggok di Gudang
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 653 ribu Al-Quran menumpuk di gudang milik PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, pemenang proyek tender penggandaan Al-Quran 2011, di daerah Bekasi, Jawa Barat. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Sapto Amal Damandari, mengatakan kitab yang belum dibagikan itu termasuk dalam proyek tahun lalu.

Pada 2011, pengadaan Al-Quran oleh Kementerian Agama dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 225.045 buah dengan biaya Rp 4,5 miliar. Sedangkan tahap kedua menelan dana Rp 20,5 miliar, untuk pengadaan 653 ribu Al-Quran.

Menurut Sapto, pemeriksaan oleh tim BPK dilakukan pada Juni. Tim akan bertugas selama 50 hari kerja. Pemeriksaan dilakukan karena banyaknya Al-Quran yang menganggur.

Majelis Ulama Indonesia mengingatkan agar Kementerian Agama ikut mengawasi distribusi Al-Quran yang dibagikan secara gratis. “Jangan sampai ternyata separuh masih ada di gudang,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan.

Ketika dimintai konfirmasi, Direktur Urusan Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Ahmad Jauhari, mengaku belum mengetahui temuan BPK. “Menurut anak buah saya, sudah didistribusikan semua,” katanya, Kamis malam 5 Juli 2012.

Jauhari menduga Al-Quran yang masih mengendap di gudang ada kemungkinan adalah bagian dari proyek pengadaan tahun ini yang belum sempat dibagikan. Sebelumnya ia menyatakan, setelah dicetak, Al-Quran langsung didistribusikan ke kantor-kantor wilayah di setiap provinsi dan 150 kantor kabupaten.

Sejumlah daerah mengaku sudah menerima. Sumatera Barat, misalnya, mendapat 9.380 buah pada Maret lalu. Di Yogyakarta, 28 ribu Al-Quran sudah disebar ke seluruh wilayah. Adapun di Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat, Eusabius Binsasi, mengaku belum menerima.

Anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Muhammad Baghowi, menyayangkan banyaknya Al-Quran yang belum dibagikan. “Ini berarti distribusi tidak berjalan,” katanya kemarin.

Kisruh pengadaan Al-Quran membuat Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan Komisi akan mengusut pengadaan Al-Quran, selain kasus suap yang membelit anggota Dewan, Zulkarnaen Djabar. Komisi antirasuah ini menemukan indikasi dugaan pelanggaran dalam proses pengadaan kitab suci agama Islam ini. “Dalam proses penyelidikan, ditemukan beberapa unsur yang termasuk perbuatan melawan hukum,” katanya, Kamis 5 Juli 2012.

MARTHA T. | GADI MAKITAN | SUBKHAN | RUSMAN | YOHANES SEO | ANANG ZAKARIA | ANDRI L. | S.G. WIBISONO | DEWI RINA

++++++++++++++++++++

akibatnya nonggol monster macam MMI

UM”AT, 06 JULI 2012 | 05:13 WIB
Protes Versi Pemerintah, MMI Terjemahkan Quran
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO , Medan: Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. Karena itu, MMI menerbitkan sendiri Al-Quran dengan terjemahan versi mereka

MMI menganggap terjemahan Al-Quran versi mereka lebih baik dari terjemahan versi pemerintah. “Sejak Maret 2012 di Aceh dan Sumatera Utara telah terjual 600 eksemplar Al-Quran versi MMI,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2012.

Zulkarnain menyebutkan, terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. “Yang paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain.

Terjemahan itu, lanjut Zulkarnain, sangat terkesan Islam itu radikal. ”Semestinya terjemahannya arti tafsiriah. Pemerintah menerjemahkannya kata demi kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.

Kepala Bidang Qurais Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulfan Arif enggan memberikan komentar soal itu. Dihubungi Tempo, Zulfan berkilah hal itu sudah lama.

Mengenai penerimaan Al-Quran, Zulfan tidak tahu. “Tanya kepada Kabid Pondok Pesantren dan Pengembangan Masjid, Jaharudin,” kata dia.

Jaharudin yang mengaku tengah berada di Batam, tidak hafal dengan jumlah Al-Quran yang diterima oleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. ”Sudah 4 hari saya di Batam, saya tidak berani menyebutkannya karena takut salah, bisa gawat,” kata dia.

Jaharudin melanjutkan, sejak tiga hari lalu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah meminta laporan penyaluran Al-Quran. ”Laporannya telah dikirim oleh staf, hari ini, mereka sudah keluar kantor dan tidak ingat jumlahnya,” ujar Jaharudin.

Kementerian Agama, sebut Jaharudin, kerap memberikan Al-Quran ke Kanwil Kemenag Sumatera Utara. ”Berdasarkan permintaan, Al-Quran dibagikan ke masyarakat dan masjid-masjid,” kata Jaharudin.

Tudingan MMI soal terjemahan Al-Quran bukan kali pertama disampaikan. Pada April 2011, Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, mengatakan bom bunuh diri di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada medio April 2011 adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Ia menilai pemerintah salah menerjemahkan Al-Quran selama puluhan tahun. Kesalahan terjemahan pada sekitar 3.400 ayat itu diduga memicu tindakan radikalisme.

Kementerian Agama membantah tuduhan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bahwa terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan 3.400 ayat Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia.

SOETANA MONANG HASIBUAN

Komentarnya :

Assalamaualaikum wrwb.

Saya kaget membaca berita bahwa di Depag,pimpinan Syuryadarma Ali,yang memaki maki
Lady Gaga tidak bermoral dan melarang Lady Gaga utk mengadakan pertunjukan konser di Jkt.

ALLAH menghukum lansung Syuryadarma Ali(Depag) dgn perbuatan keji,korupsi
di rumah nya sendiri.

Saya setuju DEPAG di bubarkan saja,merusak cintra Islam.Yg merusak Islam,bukan non Islam, tapi orang2 yang mengaku pembela moral Islam. Mereka2 itu muslim MUNAFIK. Termasuk MUI,FPI yg memaki maki tamu dr luar negeri.

Al quran yang di cetak itu sebaiknya di tarik kembali,kemungkinan ada ayat2 yg dipalsukan oleh manusiaSyaitan yang kerjanya adalah perusak.

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-islam.htm

Site Meter

About these ads

5 Comments to “Kementerian Agama Terkorup”

  1. Berantas & bersihkan sampai tuntas. Cuma kesehatan kok bs masuk terbaik pdhal layanan kesehatan yg gratis obat generik doang.

  2. Uang korupsi kalau diikhlaskan = amal : sesuai dengan simbol logo departemen paling korup (departemen agama)

  3. Sebagai Rakyat Jelata kami hanya berharap agar Supremasi Hukum tetap berjalan tanpa tendeng aling dalam memberantas segala bentuk kebiadaban di Tanah Air Tercinta ini.

  4. Saran :ganti sistem ganti rezim,terapkan syariat Islam di bawah naungan Khilafah!!! The best solution to solve all the problems that exist now.

  5. TUNTASKAN KORUPSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers

%d bloggers like this: