Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan 2000 ?


Oh Trio macan..yang bikin geger.. ternyata seorang laki-laki yang berprofesi sebagai konsultan “palu gada” (politik, hukum, dan bisnis) atau broker politik yang menghabiskan waktunya bertwitter ria ..,

Ini Trio Macan ??

RABU, 23 MEI 2012 | 14:32 WIB
Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan 2000?
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah.

Siapa pemilik akun dengan pengikut 60 ribu lebih yang tayang perdana sejak 1 April 2011? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia, Selasa 22 Mei 2012. Ia bersedia mengakui sebagai pemilik akun yang namanya ditulis sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini. Ia pun bersedia menjelaskan latar belakangnya dalam berkicau, termasuk bahan kicauannya. Namun, untuk saat ini, ia meminta nama aslinya tidak dipublikasikan dulu. “Nanti saja menjelang 2014,” katanya.

Pengikutnya sering menyapa “Ade Ayu Sasmita” dengan “mbak”. Padahal ia sebenarnya seorang laki-laki berkulit cokelat, suka tertawa lepas, dan tak henti merokok Sampoerna A-Mild. Pertemuan kami di sebuah hotel di Jakarta Utara ini adalah untuk kedua kalinya. Dan dalam dua kali ketemu, dia selalu sibuk menerima telepon guna membicarakan pelbagai proyek di sela obrolan. “Pekerjaan saya konsultan politik, hukum, dan bisnis,” katanya.

“Ade Ayu Sasmita” punya latar belakang aktivis. Ia mengatakan pernah berhadapan dengan polisi, bahkan dipenjara. Ia mengatakan istrinya tahu hobinya menebar pernyataan di media sosial.

Dalam pertemuan di satu hotel di Jakarta Pusat, “Ade Ayu Sasmita” meyakinkan kepada Tempo sebagai pemilik akun TrioMacan 2000. Dia menyalakan iPad-nya, lalu ia menuliskan sebaris cuit yang didiktekan Tempo. Sedetik kemudian cuit itu tayang di timeline.

+++++++++++++++++++++

RABU, 23 MEI 2012 | 16:47 WIB
30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Pemilik akun anonim di Twitter, TrioMacan2000, mengatakan tak takut identitasnya terbuka. “Ada 30 orang yang tahu. Makin lama, makin banyak yang tahu,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 22 Mei 2012.

Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah.

Siapa pemilik akun dengan pengikut 60 ribu lebih yang tayang perdana sejak 1 April 2011? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia, Selasa 22 Mei 2012. Ia bersedia mengakui sebagai pemilik akun yang namanya ditulis sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini. Ia pun bersedia menjelaskan latar belakangnya dalam berkicau, termasuk bahan kicauannya. Namun, untuk saat ini, ia meminta nama aslinya tidak dipublikasikan dulu. “Nanti saja menjelang 2014,” katanya.

Sang Macan mengatakan tidak takut jika pada akhirnya identitasnya terbuka. “Masalahnya apa kalau ketahuan? Aku dari dulu sudah begini. Hahaha…”

Ditanya apakah pernah bergiat di bidang intelijen, pria 40-an tahun ini menjawab, “Nantilah itu. Yang pasti, tak ada intel pensiun. Hahaha…”

Ia lalu berkata soal pengalamannya, “Dulu aku pernah ditahan waktu kasus Kedung Ombo (kasus Kedung Ombo adalah penolakan warga atas pembangunan waduk di Jawa Tengah pada 1989 yang menenggelamkan 37 desa di Sragen, Boyolali, dan Grobogan). Aku ditahan, tapi tidak pernah diadili. Aku waktu itu pakai kaos gambar Soeharto berbadan babi.”

Dalam pertemuan di satu hotel di Jakarta Pusat, “Ade Ayu Sasmita” meyakinkan kepada Tempo sebagai pemilik akun TrioMacan 2000. Dia menyalakan iPad-nya, lalu ia menuliskan sebaris cuit yang didiktekanTempo. Sedetik kemudian cuit itu tayang di timeline.

Bagja dan Pramono

+++++++++++++++++++++++++++

RABU, 23 MEI 2012 | 16:35 WIB
TrioMacan Klaim Cuitnya Info Intelijen
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Pemilik akun Twitter TrioMacan 2000 menyatakan memperoleh bahan untuk cuitannya dari pelbagai sumber. Sebagian besar, ia menyebutnya “sumber A1″. “Waktu aku tweet Gayus (Tambunan) ketipu di penjara, aku dengar dari sumbernya langsung,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 22 Mei 2012.

Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah. Siapa pemilik akun yang mencantumkan identitas sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia. (baca:Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan2000? )

“Ade Ayu Sasmita” mengatakan kicauannya di Twitter sebagai “informasi intelijen, mentah, setengah masak, dan butuh konfirmasi.” Namun beberapa seri kicauannya sebenarnya seringkali mengutip berita yang sudah dimuat di media massa, termasuk Majalah Tempo.

Soal pilihannya menggunakan Twitter, Sang Macan mengatakan, “Efektivitas Twitter besar. Kalau Facebook, tak kuat. Pejabat tidak main Facebook.” Sang Macan mengatakan hanya memiliki satu akun, yang “Kadang juga tidak terurus.”

Dia menyebutkan, pada Pemilihan Presiden 2009, dia sempat mengelola 30 akun Facebook. Antara lain “Oposisi Jalanan”, “Suara Reformasi”, “Suara Guru”, “Suara Rakyat”. Semuanya untuk menghantam salah satu calon presiden. Ditanya alasannya menyerang calon itu, ia berkata sambil tertawa, “Karena dia tipu aku. Hahaha…”

Pengikutnya sering menyapa “Ade Ayu Sasmita” dengan “mbak”. Padahal ia sebenarnya seorang laki-laki berkulit cokelat, suka tertawa lepas, dan tak henti merokok Sampoerna A-Mild. Pertemuan Tempo dengan dia di sebuah hotel di Jakarta Utara ini adalah untuk kedua kalinya. Dan dalam dua kali ketemu, dia selalu sibuk menerima telepon guna membicarakan pelbagai proyek di sela obrolan. “Pekerjaan saya konsultan politik, hukum, dan bisnis,” katanya.

BAGJA dan PRAMONO

++++

Sumber soal triomacan 2000 dari Jarar Siahaan  http://www.jararsiahaan.net/2012/11/triomacan2000.html

Pengakuan @TrioMacan2000

 
 
 
 
Akun Twitter @TrioMacan2000 tiba-tiba hilang. Wartawan wawancarai Raden Nuh, salah satu penulis di @TrioMacan2000. Ada juga pemilik akun itu yang jelas-jelas menunjukkan bahwa dirinya menulis kasus korupsi di media sosial bukan semata-mata demi memberantas korupsi, melainkan juga karena kepentingan pribadi. Ya, ia mengaku sendiri! Ada lagi: soal imbalan Rp1 miliar per tahun dari media pers untuk pasok bahan berita korupsi pejabat.
Twitter @TrioMacan2000 Raden Nuh Abdul
Raden Nuh (kiri) & Abdul Rasyid (berkacamata, staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian). Gambar: Berita Satu

Kemarin, 27 November 2012, hampir semua situs pers nasional memberitakan raibnya akun Twitter @TrioMacan2000 (Ade Ayu Sasmita) yang sejak 2011 gencar menulis skandal korupsi dan politik. Sebelumnya beberapa pejabat publik di Jakarta protes karena merasa difitnah oleh akun itu, dan ada yang mengadu ke Polri, seperti Jaksa Agung Muda Pengawas, Marwan Effendy. Dua hari sebelum Twitter @TrioMacan2000 raib, polisi mengatakan akan segera mengumumkan siapa di balik akun itu [taut].

Umar Syadat, staf khusus Menteri Dalam Negeri, mengatakan bahwa pemilik akun @TrioMacan2000 mulai ketakutan. “Pasti ketakutan, karena polisi sudah mengancam akan segera menangkap dia,” katanya kepada Viva News [taut]. Umar meminta polisi menindak akun-akun anonim lain yang menyebar fitnah di Twitter. “Itu banyak, tak hanya @TrioMacan2000.”

Twitter baru TrioMacan2000 @AdeAyuSasmita? Bukan!

Kemarin siang Jarar Siahaan .net melihat akun lain di alamat @AdeAyuSasmita, dengan nama triomacan2000, yang mengaku sebagai pengganti akun @TrioMacan2000.

Akun @AdeAyuSasmita menulis: “Akun sy @TrioMacan2000 Dibajak ama org org ICAL, tim mereka di wisma Bakrie kuningan, skrg sy make akun ini” [taut] dan “Org2 ICAL sdh suspend akun saya” [taut].

Benarkah? Hampir pasti: bohong, itu Macan palsu!

Bila akun Twitter ditangguhkan, teks yang muncul adalah “Account suspended“. Tapi, kemarin, saat mengunjungi profil twitter.com/TrioMacan2000, JararSiahaan.Net melihat pesan dari Twitter: “Sorry, that page doesn’t exist!

Akun @TrioMacan2000, menurutku, bukan dibajak pihak lain atau ditangguhkan Twitter, tapi dinonaktifkan sendiri oleh pengelolanya. Aku sengaja mencoba mendaftarkan akun baru dengan nama pengguna @TrioMacan2000, tapi tidak bisa, karena menurut Twitter, alamat itu sudah terpakai. Jadi, @TrioMacan2000 tidak/belum dihapus, melainkan hanya dinonaktifkan oleh pemiliknya.

Kicauan akun @AdeAyuSasmita berupa twit-twit otomatis (judul-judul berita pers) dengan memakai aplikasi sejenis TwitterFeed, danlink-link berita yang ditwitkan memakai link iklan via Bit.ly—dua hal yang bukan kebiasaan Trio Macan 2000. Pengelola Twitter @TrioMacan2000 yang asli, berdasarkan arsip twitnya yang kulihat di situs-situs lain, selalu menulis twit dengan kalimat sendiri, bukan twit otomatis berisi judul berita pers.

Jadi, akun @AdeAyuSasmita ini cuma memanfaatkan kesempatan. Banyak orang yang kesasar mengiranya benar-benar Trio Macan 2000. Makin banyak follower, makin banyak yang mengeklik tautan-tautan Bit.ly-nya, dan makin banyak pula uang iklan yang masuk ke kantongnya. Pintar dia!

•••
[Pembaruan: tanggal 29 November 2012, akun @TrioMacan2000 sudah aktif kembali. Mereka mengaku hanya tidak aktif selama beberapa hari terakhir karena sibuk. Jadi, akun itu sempat raib bukan karena dihapus atau dibajak pihak lain.]

Trio Macan Twitter Ade Ayu Sasmita
@AdeAyuSasmita mengaku sebagai Twitter triomacan2000 yang baru. Palsu!

Siapa nama 3 pemilik Twitter @TrioMacan2000

Tiga nama yang acap diduga sebagai pemilik/penulis Twitter @TrioMacan2000 adalah Abdul Rasyid, Syahganda Nainggolan, dan Raden Nuh.

Abdul Rasyid adalah staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian. Ia membantah kaitannya dengan akun Twitter itu dan telah mengadukannya kepada polisi. Tapi, ia mengaku pernah berteman dengan Syahganda Nainggolan dan Raden Nuh. “Saya kenal Syahganda karena sama-sama aktivis di Jakarta dan Bandung. Sedangkan Raden Nuh teman kuliah di Universitas Sumatera Utara,” katanya, seperti dikutip Kompas [taut].

Syahganda Nainggolan adalah Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle. Ia pun membantah sebagai pengelola akun Trio Macan 2000 [taut]. “Saya bukan tipe orang yang menggunakan cara-cara di Twitter untuk suatu pendapat, apalagi menyembunyikan identitas asli,” kata Syahganda.

Yang ketiga, Raden Nuh (foto di atas, berkaus putih), berlatar belakang sebagai aktivis. Ia sendiri sudah diwawancarai wartawanBerita Satu, dan ia mengaku sebagai salah satu pemilik akun @TrioMacan2000. Hal ini makin dikuatkan oleh kicauan Twitter Trio Macan 2000 dua minggu lalu yang masih bisa dilihat arsipnya di Chirpstory [taut]: “Tadi malam seorang yg mengaku bernama Liberty wartawan @Beritasatu SMS Bang Raden Nuh, salah satu senior kami & penggagas Akun TM2000.”

Raden Nuh mengatakan kepada Berita Satu [taut]: Kami ini jaringan komunitas publik. Di dalamnya ada staf khusus menteri, pensiunan polisi, jenderal, jenderal pengurus partai, bekas orang BAIS (Badan Analisa Intelijen Strategis), bekas orang BIN (Badan Intelijen Negara), dan anggota DPR.

Raden Nuh, pemilik Twitter Trio Macan 2000

Berdasarkan berita-berita di atas, yang bisa “dipastikan” sebagai pemilik @TrioMacan2000 barulah Raden Nuh. Aku tidak tahu apakah ia juga yang dimaksud dalam berita Tempo. WartawanTempo pernah dua kali mewawancarai langsung salah seorang pemilik akun pseudonim itu [taut 1 dan taut 2], tapi tidak menuliskan namanya. Tempo menulis tentang sosok lelaki tersebut [kutipan secara acak]:

Laki-laki berkulit cokelat, suka tertawa lepas, dan tak henti merokok Sampoerna A-Mild. Pertemuan Tempo dengan dia di sebuah hotel di Jakarta Utara ini adalah untuk kedua kalinya. Dan dalam dua kali ketemu, dia selalu sibuk menerima telepon guna membicarakan pelbagai proyek di sela obrolan. “Pekerjaan saya konsultan politik, hukum, dan bisnis,” katanya.

Komentar JararSiahaan.net: perhatikan bahwa ia berkaitan dengan proyek. Percayalah, tidak ada manusia yang benar-benar antikorupsi jika berkutat dalam bidang proyek.

Dalam pertemuan di satu hotel di Jakarta Pusat, “Ade Ayu Sasmita” meyakinkan kepada Tempo sebagai pemilik akun TrioMacan2000. Dia menyalakan iPad-nya, lalu ia menuliskan sebaris cuit yang didiktekan Tempo. Sedetik kemudian cuit itu tayang di timeline.
Ia pun bersedia menjelaskan latar belakangnya dalam berkicau, termasuk bahan kicauannya. Namun, untuk saat ini, ia meminta nama aslinya tidak dipublikasikan dulu. “Nanti saja menjelang 2014,” katanya.

Komentar JararSiahaan.net: kenapa mesti “menjelang 2014″? Itu masa pemilihan presiden berikutnya. Dulu aku pernah berkeciak di Twitter @ja_rar bahwa akun bernama samaran ini tidak mustahil tawar-menawar dengan calon presiden yang akan dibela pada 2014 untuk menghajar calon lain. Hipotesis itu berdasarkan fakta bahwa, antara lain, awalnya @TrioMacan2000 memuji calon Gubernur DKI Jokowi dan mencaci Fauzi Bowo tapi kemudian berbalik haluan, dan semula menghajar Anas Urbaningrum sebelum kemudian memuji Anas.

Twitter @TrioMacan2000 (Ade Ayu Sasmita) tidak murni antikorupsi

Jadi, publik di Twitter patut mencurigai ketulusan @TrioMacan2000 sebagai aktivis antikorupsi. Selain karena hal-hal di atas, mari simak fakta lain.

Salah satu pemilik akun @TrioMacan2000 kepada Tempo [taut] mengatakan:

Soal pilihannya menggunakan Twitter, “Efektivitas Twitter besar. Kalau Facebook, tak kuat. Pejabat tidak main Facebook.”
Pada Pemilihan Presiden 2009, dia sempat mengelola 30 akun Facebook, antara lain Oposisi Jalanan, Suara Reformasi, Suara Guru, Suara Rakyat. Semuanya untuk menghantam salah satu calon presiden. Ditanya alasannya menyerang calon itu, ia berkata sambil tertawa, “Karena dia tipu aku. Ha-ha-ha ….”

Perhatikanlah kata-katanya di atas. Sangat jelas, ia bukan aktivis antikorupsi yang tanpa pamrih.

Ia mengaku menulis di Twitter, dan bukan lagi Facebook, supaya diketahui/dibaca oleh pejabat. Orang yang benar-benar antikorupsi harusnya beralasan, “Aku pakai Twitter supaya lebih banyak rakyatyang tahu kebusukan pejabat.” Perbedaannya pada kata pejabat danrakyat. Mungkin bagi awam, kalimat itu sepele. Tidak! Dari kalimatnya itu kita bisa mencium gelagat tak baik: agar pejabat mengenalnya, takut padanya, dan “menjalin pertemanan” dengannya.

Lalu, ditanya wartawan Tempo mengapa ia menyerang salah satu calon presiden di Facebook, “Karena dia tipu aku.” Nah, ketahuan! Ia menulis kasus-kasus politik dan korupsi karena ia sendiri punya kepentingan pribadi. Kata-kata “karena dia tipu aku” bisa bermakna banyak, contohnya: si calon presiden tidak menepati janjinya memberikan uang atau hadiah mobil.

Cara @TrioMacan2000 cari uang dari twit-twit korupsi

Situs Berita Satu menulis dalam artikel [taut] berjudul Jejak @TrioMacan2000 Menguangkan Kicauan:

Salah satu yang didekati TrioMacan2000 adalah terpidana kasus cek pelawat. Kerabat dekat terpidana itu bercerita mengenai upaya pendekatan TrioMacan2000. Mereka menawarkan paket-paket kicauan untuk membela. Satu paket sekitar Rp500 juta. “Apa yang saya ceritakan sehari sebelumnya langsung ditwit besoknya. Misalnya, baju yang akan dipakai keluarga kami di sidang besok batik, besoknya TrioMacan2000 ngetwit hal yang sama,” katanya.
TrioMacan2000 sempat menghubungi seorang petinggi Partai Nasdem. Akun ini menawarkan jasa pencitraan melalui media sosial, namun Partai Nasdem menganggap sepi tawaran itu. “Gagal mendapatkan ikan kakap, TrioMacan2000 menyerang Nasdem,” kata lingkaran satu Partai Nasdem.

Minta Rp1 miliar/tahun dari media pers?

Ada lagi yang menarik. Dua pekan lalu Berita Satu berbantah dengan @TrioMacan2000 tentang biaya berita investigatif Rp1 miliar per tahun untuk Trio Macan 2000.

Tanggal 14 November 2012, Berita Satu menulis berita [taut]: Raden Nuh dan seorang temannya pernah bertemu dengan dua orang petinggi sebuah media pers. Raden Nuh menawarkan jasa program investigasi kepada media itu. TrioMacan2000 berjanji menyuplai data kasus-kasus korupsi. Sebagai imbalan, Raden meminta bayaran setahun Rp1 miliar. Ia mengaku mendapatkan data dari polisi, TNI, dan Badan Intelijen Negara. Raden Nuh @TrioMacan2000 berkali-kali menyebut KPK busuk. Tawaran itu ditolak si pejabat media. “Dengan anggaran per bulan hampir Rp100 juta, kita bisa bikin program sendiri yang lebih baik. Apalagi itu datanya tidak jelas. Belum lagi kredibilitas TrioMacan2000 yang meragukan.”

Pihak @TrioMacan2000 membantah berita itu lewat twit-twitnya [taut]. Sang Macan mengatakan, justru media itulah, Berita Satusendiri, yang meminta Trio Macan 2000 untuk bekerja sama. Pengusaha Peter Gontha, bos Berita Satu yang juga Komisaris Independen PT Garuda Indonesia dan ikut mendirikan RCTI danSCTV, meminta bertemu dengan mereka. Macan menulis: “Bbrp bulan yg lalu, @Petergontha, yg dianggap senior dan tokoh yg dihormati oleh admin2 TM2000 mengundang bbrp admin TM2000 ke kantornya.”

Beberapa hari kemudian, tulis Macan, seorang wartawan senior menyampaikan kepada mereka bahwa Peter Gontha menawarkan kerja sama antara Berita Satu dan TrioMacan2000 dalam memproduksi berita investigatif, khususnya kasus korupsi. Karena, kata Gontha, berita yang mereka siarkan selama ini kurang berkualitas. “Untuk mendukung kerjasama tsb @Beritasatu menyediakan dana operasional 1 milyar per tahun utk 2-3 berita dlm 1 bulan.”

Wartawan Berita Satu pun kembali membantah tulisan-tulisan @TrioMacan2000 itu [taut].

Setelah aku membaca perdebatan kedua pihak lewat tautan di atas, kesimpulanku: belum pasti siapa yang benar dan salah. Tidak mustahil pihak media itulah yang menawarkan kerja sama kepada si Macan.

Asal tahu saja: aktivis tidak lebih licik ketimbang wartawan. Kami kaum pers lebih lihai dalam hal tipu muslihat (baca: bersilat lidah). Bahkan tak jarang [oknum] wartawan, termasuk petinggi manajemennya, lebih busuk daripada politikus busuk—”rahasia dapur media” yang takkan pernah diakui.

•••
Imbau teman-temanmu di Twitter agar waspada terhadap akun-akun bernama samaran dan anonim yang teriak-teriak sebagai antikorupsi. Publik tidak sepatutnya mem-follow (mengikuti) akun semacam Trio Macan 2000. Penulis dengan identitas jelas/asli saja bisa berbohong, apalagi awanama atau bernama palsu.

Akidah jurnalisme yang kuanut sejak 1994 ini mungkin bisa bermanfaat bagi pemakai media sosial Twitter: semakin kabur identitas narasumber, semakin besar kemungkinan dia berkata dusta; semakin lengkap narasumber menyebutkan identitasnya, semakin besar kemungkinan dia berkata jujur.[www.jararsiahaan.net]

++++++++++++++

Ini Percakapan Umar Syadat dan Raden Nuh, Admin @TrioMacan2000

Sejumlah nama disebut. Mulai Nugroho Jayusman sampai Hatta Radjasa.

ddd
Selasa, 28 Mei 2013, 14:07Edy Haryadi
Raden Nuh, salah satu admin @triomacan2000
Dr Umar Syadat Hasibuan (twtrland)(Umar Syadat)

VIVAnews – Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan bukan satu-satunya korban akun anonim @TrioMacan2000. Menteri Syarief mengadukan akun anonim itu ke polisi setelah merasa keluarganya difitnah oleh akun yang bersembunyi di balik nama fiktif Ade Ayu S itu. Polda Metro Jaya kini sedang menindaklanjuti laporan itu. (Baca Kasus @TrioMacan2000, Polda akan Periksa Menteri Syarief).

Sebelumnya, akun itu pernah menyasar Dr Umar Syadat Hasibuan, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri. Perkara ini terjadi pada 30 Juni 2012. Karena kesal difitnah di jejaring sosial media Twitter, Umar pun mencari tahu siapa orang di balik @TrioMacan2000. Umar pun berhasil menemui salah satu admin @TrioMacan2000, Raden Nuh, di sebuah rumah sakit swasta. 

Saat itu sempat terjadi bentrok fisik. Lalu Umar Syadat dan Raden Nuh berdialog. Dialog itu direkam diam-diam oleh Umar. Di rekaman ini, Raden mengaku dia memang salah satu admin @Triomacan2000. Yang menariknya, pada salah satu tweet-nya, @TrioMacan2000 mengakui bentrok itu. Akun @TrioMacan2000 juga mengakui mereka yang bertengkar dengan Umar Syadat adalah admin mereka.

Di sini sejumlah nama disebutkan Raden Nuh. Seperti nama mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Jayusman dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. Juga Staf Khusus Menko Perekonomian Abdul Rasyid dan Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, yang disebut Raden Nuh juga pernah menjadi admin @TrioMacan2000.

Bagaimana perbincangan selengkapnya, berikut transkrip pembicaraan antara Dr Umar Syadat dan Raden Nuh selama hampir 9 menit itu:

Umar Syadat : Ini kejadian. Waktu itu tahun masih aku pindah 1999. Gua becanda sama alumni 1999. Terus tiba-tiba aku dibilang, eh Mar aku nggak tega nyakiti kau. Kau terima duit kan dari Lukman Edy (Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal 2007-2009) Rp500 juta di Hotel Grand Melia. Gua diam, gua blok. Terakhir @TrioMacan2000 ganggu gua. Gua dibilang melarikan duit Rp500 juta dan mobil Lukman Edy. Dan cuma Syahganda (Nainggolan) yang tahu aku dan Mendagri menemui Bachtiar Hamzah di penjara. Di situ aku mulai curiga dia.

Raden Nuh :  Jadi begini, kami ini kan ramai. Kami ini tim. Kami ini dibina oleh Pak Nugroho Jayusman (Catatan redaksi: Kepada wartawan VIVAnews Nugroho Jayusman membantah dia membina Raden Nuh. Selengkapnya baca:  Memburu @TrioMacan2000). Kan begitu. Dibawalah kami kumpul. Ramai kan. Ada beberapa orang dengan latar macam segala macam. (Dalam pertemuan itu) apa yang akan kami buat. Temanya adalah korupsi. Di situ juga ada orang KPK. Ngobrolah kami segala macam. Lalu bagaimana? Sudah. Akhirnya sudah kami jalankan. Sudah kami jalankan. Jadi ente nuduh aku, aku jadi heran. Kenapa ke aku?

Umar Syadat: Aku punya alasan. Kujawab. Dua hari yang lalu Bang (Abdul) Rasyid (Staf Khusus Menko Perekonomian) telepon aku. Aku tanya Bang Rasyid. Bang tolong jawab yang jujur, siapa @TrioMacan2000. Dia jawab, “Demi Allah. Demi Rasulullah aku nggak bohong. @TrioMacan2000 itu Raden Nuh.” Makanya gua marah. Aku bilang sama dia, eh masalah apa aku sama dia, sama Raden Nuh. Kenapa dia jelek-jelekin aku.

Raden Nuh: Nah itu dia….

Umar Syadat: Nah yang buat aku makin marah dibilang bahwa ‘Mar, pesantren Bapakmu terima suap Rp 1 miliar dari PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) di Jambi.’ Apa maksudnya itu?

Raden Nuh:
 Demi Allah aku tidak pernah mengatakan itu. Ngerti pun tidak aku.

Umar Syadat: Terus siapa?

Raden Nuh:  Nah, makanya coba kami (admin @TrioMacan2000) kumpul. Kita coba kumpul. Kita akan tanya siapa yang menulis. Jadi begini, di luar kami ada juga orang lain. Ada tiga orang lain. Aku tidak perlu sebut namanya.  Salah satu orang adalah bintang satu Bareskrim. Dia di bawah Napoleon Bonaparte. Anggotanya Napoleon Bonaparte. Kemarin saja kita masih ketawa-ketawa, sama siapa? (tanya Raden Nuh pada dua temannya). Itu yang karaoke bareng. Staf Menkopolkam. Jakobus, Jan Jakobus.

Umar Syadat: Tapi ini harus diselesaikan. Aku tidak bisa terima.

Raden Nuh:
  Jadi begini, ini akan kita selesaikan. Tapi aku harus cari dulu, siapa yang bicara itu. Paling tidak mereka harus kita minta pertanggunganjawabnya.  Minta maaf lah. Kan begitu. Tapi tolong dicek, kalau ada buktinya tolong dikirim.

Umar Syadat: Ada, ada buktinya.  Nanti aku kirim.

Raden Nuh: Ya, kirim biar aku tahu persis siapa yang tahu informasi ini. Karena informasi itu mahal.

Umar Syadat: Dan Bang Ade masih marah, karena @TrioMacan2000 bilang dia mafia direksi di BUMN. Itu siapa yang bicara? Harus tanggungjawab kalian. Aku ini sama dia (Raden Nuh) baik. Terakhir kita ketemu di mana? Di karaoke.

Raden Nuh: Ya di Hotel Borobudur mau karaoke. 

Umar Syadat:  Tapi kenapa gua di-bully di situ. Kalau aku cuma di-bully dibilang aku terima duit, tidak ada masalah. Ini bapak aku. Sama seperti ibu ente yang sekarang sakit. Bapakku sekarang sedang sakit stroke. Siapa yang tidak marah?

Raden Nuh: Betul. Betul. Kita pun mau mati pun jadi. Cuma ente salah orang. Aku dari dulu sama kau tidak ada persoalan.

Umar Syadat: Cuma enggak enak tadi. Kau beginiin aku. Aku memang memfoto. Tapi yang kufoto itu foto dinding. Mau kutunjukkan fotonya?

Raden Nuh: Bukan begitu. Kami ini dapat pesan kami ini tidak boleh terbuka.

Umar Syadat: Kalau kalian nggak terbuka, kenapa kalian mau diwawancara Tempo dan JPNN(Jawa Pos News Network)?

Raden Nuh:  Untuk Tempo itu khusus yang datang cuma dua orang. Aku sama Buyung. Cuma berdua saja yang boleh. Kenapa, karena aku sudah dikenal orang di luar.

Umar Syadat: Sakit loh Bang. Kalau abang difitnah sakit juga kan?

Raden Nuh: Makanya sekarang kita sedang cari. Coba ente bayangkan, sampai jam 3 pagi masih ada yang main (@TrioMacan2000).

Umar Syadat: Nggak enak loh difitnah seperti itu….

Raden Nuh: Cuma ente salah sasaran.

Umar Syadat: Aku punya alasan menuduh kau. Bang (Abdul) Rasyid tadi malam bilang sama aku. Mati ditabrak mobil kalau aku bohong. Bahwa yang disebut @TrioMacan2000 itu abang.

Raden Nuh: Jadi begini. Syahganda (Nainggolan) kan ribut dengan Hatta (Menko Perekonomian Hatta Radjasa). Syahganda (lewat @TrioMacan2000) menyerang Hatta. Hatta marah. Sejak Hatta memarahi Rasyid (Abdul Rasyid, Staf Khusus Menko Perekonomian), si Rasyid nggak mau main itu lagi, enggak mau main@TrioMacan2000 lagi. Aku nggak tahu, mungkin dia (Rasyid) main lempar saja. Tapi Syahganda (Nainggolan) juga ada timnya, 4-5 orang.

Umar Syadat: Kalau Rasyid dan Syahganda aku sudah kenal lama. Bukan kenal sehari. Tapi masalahnya kenapa sih aku yang harus di-bully, bukan orang lain. Yang kedua, aku nggakpernah nganggu @TrioMacan2000. Titik. Yang paling sakit hati aku bapakku dibilang terima suap Rp1 miliar. Itu aku nggak bisa terima.

Raden Nuh: Aku cari. Nanti aku akan cari (siapa pelakunya). Kalau bisa diingat-ingat, kapan itu dilakukan, supaya kami tahu apakah kami sudah bergabung.

Umar Syadat: Dua bulan yang lalu. 

Raden Nuh: Kalau dua bulan yang lalu kami sudah bergabung (dalam @TrioMacan2000). Nanti kucari siapa orangnya. Jadi kapan kita ketemu lagi. Kalau bisa satu minggu lagi lah.

Umar Syadat: Tahu nggak, aku ini mendendam, mendendam sedendam-dendamnya. Aku difitnah. Di @TrioMacan2000 itu dibilang aku melarikan mobil Lukman Edy (Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal 2007-2009). Terus dibilang aku melarikan uang Rp500 juta. Dua bulan yang lalu. Setelah itu, setelah dua tweet itu, dibilang lagi aku menjual alat e-KTP ke kepala daerah ke Bupati Serdang Bedage. Apa maksudnya itu? Yang namanya proyek e-KTP itu terkontrol di Dirjen Minduk. Kenapa aku dituduh menjual alat e-KTP ke Sumatera Utara. Apa salahku?

Raden Nuh: Ya sudah nanti kita bereskan semua. Ini cuma kesalahpahaman saja.

 

++++++++++++++

 

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 06:56 WIB

Indonesia Tak Perlu @TrioMacan2000

Indonesia Tak Perlu @TrioMacan2000

Akun twitter @TrioMacan2000. twitter/screenshot

 

Topik

 

TEMPO.COJakarta–Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando mengatakan masyarakat Indonesia tidak memerlukan akun sosial @triomacan 2000. Menurut dia, masyarakat Indonesia membutuhkan media yang benar-benar memberitakan tanpa ada kebohongan.

“Karena triomacan2000 itu black campaign tidak ada verifikasi,” ucap Ade ketika ditemui seusai diskusi “Kiprah Media Massa”, Rabu, 12 Juni 2013. Apalagi, kata dia, akun tersebut tidak jelas siapa yang membuat atau menyebarkan informasi. Jika berani, triomacan2000 seharusnya membuka identitasnya.

Ade menuturkan, kebutuhan masyarakat atas informasi harusnya dipenuhi oleh media massa. Media boleh memberitakan baik atau buruknya suatu tokoh asal berimbang dan tidak menipu. Menurut Ade, berita buruk suatu tokoh berbeda dengan kampanye hitam seperti yang dilakukan oleh akun twitter @triomacan2000.

Menurut Pimpinan Redaksi KBR 68 H, Heru Hendratmoko, mewujudkan media massa yang baik seperti yang dituturkan Ade, tidak mudah. Media massa sedang menghadapi tantangan profesionalisme dengan pemilik modal. Proyeksi belanja iklan tahun ini, dia prediksi mencapai 124 triliun . Jika dilihat dari iklan, kata Heru, sangatlah menguntungkan media massa.

“Bohong, jika dalam pemilu media tidak menginginkan keuntungan,” ucap Heru. Untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, Heru mengatakan, media perlu membebaskan program berita dari campur tangan pihak lain.

SUNDARI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers

%d bloggers like this: