2013, Tol Depok-Antasari Dikonstruksi


JAKARTA – PT Citra Wasspphutowa

menargetkan proyek jalan tol Depok-

Antasari mulai dikonstruksi

2013. Saat ini, perseroan memprioritaskan

untuk membebaskan lahan

proyek tol Depok-Antasari seksi I dan

II.

“Penyelesaian pembayaran ganti

rugi seluruh kebutuhan lahan proyek

tahap I pada kuartal I-2013,” kata Direktur

Utama Citra Wasspphutowa

Tri Agus Riyanto, di Jakarta, akhir pekan

lalu.

Menurut Agus, pemerintah melalui

Badan Layanan Umum, Badan

Pengatur Jalan Tol/BPJT, telah

mengalokasikan dana sebesar Rp 378

miliar untuk membiayai pengadaan

tanah tol Depok-Antasari tahap I (Antasari-

Sawangan) sepanjang 12 kilometer.

Sedangkan, dana land capping

untuk ruas tol tersebut mencapai Rp

10 miliar.

Jalan tol Depok Antasari tahap I

melewati wilayah Kota Jakarta Selatan

di lima kelurahan, yakni Cilandak

Barat, Cilandak Timur, Pondok Labu,

Ciganjur, dan Cipedak. Selain itu, proyek

tol melintasi wilayah Kota Depok

di lima kelurahan, yakni Pangkalan

Jati Baru, Gandul, Krukut, Grogol,

dan Rangkapan Jaya Lama. Luasan lahan

yang perlu dibebaskan dan telah

diidentifikasi mencapai 108 hektare

(ha).

“Saat ini, kegiatan inventarisasi dan

musyawarah berlangsung di beberapa

kelurahan guna mendukung pelaksanaan

pembayaran ganti rugi lahan,”

jelas dia.

Lahan Arifin Panigoro

Di sisi lain, PT Citra Waspphutowa

telah membayar ganti rugi lahan milik

pengusaha nasional Arifin Panigoro

yang dilewati tol Depok-Antasari

 

Ketua Tim Pembebasan Tanah

(TPT) Ditjen Bina Marga Kementerian

Pekerjaan Umum Ambardi Efendi

mengatakan, lahan milik Arifin berada

di wilayah Depok seluas lebih

dari 1 ha.

“Luas lahan milik Pak Arifin lebih

dari 1 ha senilai Rp 18,2 miliar. Harga

tersebut ditentukan oleh tim appraisal

independen dan pihak pemilik

sudah menyetujui sehingga kami segera

membayar ganti rugi tersebut,”

kata Ambardi.

Dikonfirmasi terpisah, Arifin Panigoro

mengatakan, dirinya merelakan

lahan tersebut, karena harganya sangat

wajar dan tanah bakal digunakan

untuk kepentingan publik.

“Saya pikir masyarakat tidak perlu

mengambil kesempatan dengan menaikkan

harga setinggi-tingginya. Saya

kira harga yang diberikan sudah

lebih baik dan layak, karena itu masyarakat

bisa segera melepas kepemilikan

lahannya untuk kepentingan

bersama,” ungkap dia.

Dia menuturkan, wilayah Jakarta

dan sekitarnya masih membutuhkan

pengembangan akses jalan baik tol

maupun nontol. Hal itu sejalan dengan

pertumbuhan kendaraan bermotor

yang sudah melebihi kapasitas

jalan.

Sementara itu, Citra Wasspphutowa

memiliki hak konsesi terhadap jalan

tol Depok-Antasari sepanjang 21,54

kilometer (km) selama 40 tahun.

Perusahaan berhak menetapkan tarif

rata-rata golongan I sebesar Rp 1.168

per km. Sedangkan, Pemegang saham

Citra Wasspphutowa adalah PT Citra

Marga Nushapala Persada (CMNP)

sebesar 62,5% serta PT Waskita Karya,

PT Hutama Karya, dan PT Pembangunan

Perumahan masing-masing sebesar 12,5%. (imm)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers

%d bloggers like this: