Archive for January, 2013

January 31, 2013

Ekspor Toyota Naik 61,42 Persen

Kompas Kamis, 31 Januari 2013
 
 

OTOMOTIF

 

 

Jakarta, Kompas – Total volume ekspor mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia selama 2012 mencapai 61.890 unit. Jumlah ini meningkat 61,42 persen dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar 38.342 unit.

”Kenaikan ekspor ini karena meningkatnya permintaan, seperti dari Arab Saudi dan Thailand,” kata Kepala Hubungan Luar PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Irwan Priyantoko, di Jakarta, Rabu (30/1).

Sebagai gambaran, ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) Innova dan Fortuner ke Arab Saudi meningkat dari 17.691 unit pada 2011 menjadi 27.936 unit tahun 2012. Pada periode sama, ekspor Innova ke Thailand meningkat dari 3.780 unit menjadi 6.696 unit. Ekspor Fortuner ke Filipina meningkat dari 6.729 unit tahun 2011 menjadi 12.659 unit tahun 2012.

Selama tahun 2012 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia memproduksi 92.886 unit Innova, naik 37,63 persen dibandingkan dengan 67.488 unit pada 2011. Produksi Fortuner meningkat 61,79 persen, yakni dari 38.314 unit tahun 2011 menjadi 61.989 unit pada 2012. Total produksi untuk kedua mobil tersebut pada 2012 sebanyak 154.875 unit dan hampir 40 persen di antaranya, yakni 61.890 unit, diekspor.

”Kami belum memproyeksikan berapa persentase yang akan diekspor untuk tahun ini, tetapi ada ekspektasi agar persentasenya dapat ditingkatkan di masa mendatang,” kata Direktur Urusan Luar dan Perusahaan (Director External and Corporate Affairs) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia I Made Dana M Tangkas.

Tercatat ada 18 negara tujuan ekspor mobil utuh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia pada 2012, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Bahrain, Qatar, Lebanon, Jordania, Yaman, Suriah, Ghana, Nigeria, Angola, Filipina, Thailand, Brunei, Afrika Selatan, dan Singapura.

Ekspor dalam bentuk mobil rakitan (completely knocked down) meningkat dari 30.260 unit pada 2011 menjadi 33.160 unit tahun 2012. Negara tujuan ekspor mobil rakitan adalah Vietnam, Malaysia, Mesir, dan Filipina. (CAS)

January 31, 2013

Sikap Suswono dalam Kasus Suap Daging Luthfi Hasan

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 16:07 WIB

 

TEMPO.COJakarta – Menteri Pertanian Suswono mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menyelesaikanpemeriksaan kasus dugaan suap impor daging sapi. Apalagi, saat ini kantor Direktorat Jenderal Peternakan masih disegel oleh KPK.

“Saya baru tahu disegel dan tidak tahu disegel itu untuk apa, silakan tanya ke KPK. Tapi saya perintahkan Dirjen Peternakan untuk memberikan fasilitas penuh kepada KPK, agar cepat terungkap,” kata Suswono di kantor Kementerian Perekonomian, Kamis, 31 Januari 2013.

Suswono mengatakan, persoalan ini sangat sensitif jika tak diselesaikan, karena terjadi pada tahun politik menjelang pemilihan umum. “Khawatirnya ada aspek-aspek di luar persoalan hukum,” ujarnya.

Ia berharap segera ada hasil dari KPK agar pegawainya bisa bekerja dengan nyaman. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menjelaskan, masalah kuota impor daging sapi sebenarnya sudah selesai.

“Saya selalu sampaikan, impor daging maupun hortikultura ada rumus penetapan kuotanya,” ujarnya. “Bahkan saya minta juga kepada Dirjen Peternakan agar jangan sampai ada izin-izin impor yang disalahgunakan, sebetulnya dijual oleh broker.”

Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya menangkap Ahmad Fathanah di sebuah hotel di Jakarta. Saat ditangkap, ditemukan uang yang diduga uang suap, sejumlah Rp 1 miliar, dari dua pengusaha impor daging sapi, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy, bos PT Indoguna Utama. Uang tersebut diduga terkait dengan penganggaran impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Dari hasil pemeriksaan, KPK menemukan hubungan khusus antara Ahmad Fathanah dan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq. Fathanah disebut-sebut merupakan pengelola keuangan presiden PKS tersebut. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Lutfi sebagai tersangka suap kasus impor daging sapi.

AYU PRIMA SANDI

January 31, 2013

Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

Yusuf Supendi. TEMPO/Aditia Noviansyah

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 11:19 WIB

TEMPO.COJakarta – Bekas Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Yusuf Supendi, mengaku tidak terlalu kaget dengan penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus suap impor daging. Apalagi, kekisruhan impor daging sapisudah dua kali diangkat oleh majalah Tempo.

“Kenapa harus kaget?” kata Yusuf saat dihubungi Tempo, Kamis, 31 Januari 2013. Dia bertanya-tanya kenapa Luthfi Hasan terlibat. Apakah karena motivasi pribadi atau urusan partai. “Saya menduga dua-duanya,” kata dia.

Menurut Yusuf, Luthfi memiliki tiga istri yang harus dinafkahi. Ini bisa menjadi alasan pribadi kenapa yang bersangkutan akhirnya menerima suap impor daging. Alasan kedua, menurut Yusuf, adalah untuk mendanai partai.

Sebelumnya, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi senilai Rp 1 miliar. Komisi antirasuah sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Kasus ini bermula dari ditangkapnya Ahmad Fathanah, yang diduga staf pribadi Luthfi, di Hotel Le Meridien di Jakarta. Saat penangkapan, ditemukan uang Rp 1 miliar yang ditengarai berasal dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, dua pengusaha PT Indoguna Utama, importir daging sapi.

Dia meminta ada pendalaman, mengenai berapa persen yang disetorkan ke kas partai. Selain itu, KPK diminta menyelidiki berapa persen uang suap ini yang masuk ke bos besar partai. Namun, Yusuf enggan menyebutkan nama bos besar partai. “Anda sudah tahu, kan?”
424913_10151283937153884_760994566_n
Yusuf Supendi adalah salah satu pendiri PKS. Dialah yang pada Maret tahun lalu menuding para pentolan PKS terlibat dalam sejumlah perkara rasuah. Yusuf antara lain mengungkapkan bahwa Luthfi menerima dana dari Jusuf Kalla sebesar Rp 34 miliar saat pemilihan presiden pada 2004. Tudingan ini sudah dibantah Luthfi, yang ketika itu sebagai bendahara umum.

Kedua, Yusuf mengatakan mengenai penggelapan dana Rp 10 miliar rupiah oleh Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta saat Pilkada DKI 2007. Ketiga, Yusuf mengungkapkan Ketua Majelis Syuro PKS, pejabat tertinggi di PKS, Hilmi Aminuddin, sangat gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri sendiri. Anis dan Hilmi sudah membantah tudingan tersebut.

WAYAN AGUS PURNOMO

++++++++++++++++++++

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 11:57 WIB

Skandal Suap PKS, Hilmi Aminudin Diminta Mundur

TEMPO.COJakarta – Pendiri Partai Keadilan, cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera, Yusuf Supendi, meminta Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin mundur dari jabatannya. Pengunduran diri sebagai bentuk tanggungjawab atas kasus suap yang menerpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

“Harus ada sikap radikal,” kata Yusuf kepadaTempo, Kamis, 31 Januari 2013. Dia menyebutkan, petinggi partai dakwah harus legowo meninggalkan jabatannya. Pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kondisi partai. “Kecuali sudah siap menanggung segala risiko.”

Sebelumnya, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi senilai Rp 1 miliar. Komisi antirasuah sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Kasus ini bermula dari ditangkapnya Ahmad Fathanah, yang diduga staf pribadi Luthfi, di Hotel Le Meridien di Jakarta. Saat penangkapan, ditemukan uang Rp 1 miliar yang ditengarai berasal dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, dua pengusaha PT Indoguna Utama, importir daging sapi.

Yusuf menyebutkan sejumlah orang yang mesti legowo mundur dari partai. Misalnya, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, Presiden Luthfi Hasan Ishaaq, Sekretaris Jenderal Anis Matta, Ketua Dewan Syariah Pusat Surrahman Hidayat, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Untung Wahono, dan Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman.

Dia meminta kader PKS berani bersuara lebih kritis. Selama ini banyak kader yang rela berkorban agar petinggi PKS bisa duduk sebagai anggota Dewan. Tetapi begitu menjabat, kata Yusuf, kader-kader yang sudah berjuang ini dilupakan. “Kader harus kritis, jangan takut dipecat,” ucap Yusuf.

Dia sebenarnya tidak terlalu kaget dengan tertangkapnya Luthfi Hasan. Sebab, isu suap di Kementerian Pertanian sudah lama bergulir. Termasuk ketika diangkat Majalah Tempo pada 2011 dan 2012. Dia juga mendesak Menteri Pertanian Suswono mengundurkan diri dari jabatannya. “Tirulah Andi Malarangeng.”

Yusuf berharap KPK menelusuri aliran uang suap ini. Suap ini kemungkinan besar tidak hanya mengalir untuk kepentingan pribadi Luthfi, yang memiliki tiga istri sehingga perlu uang banyak untuk nafkah. Tapi tidak menutup kemungkinan ada dana yang mengalir ke partai. “Juga berapa persen ke ‘Big Boss’.”

Yusuf Supendi adalah salah satu pendiri PK. Dialah yang pada Maret tahun lalu menuding para pentolan PKS terlibat dalam sejumlah perkara rasuah. Yusuf antara lain mengungkapkan bahwa Luthfi menerima dana dari Jusuf Kalla sebesar Rp 34 miliar saat pemilihan presiden pada 2004. Tudingan ini sudah dibantah Luthfi, yang ketika itu sebagai bendahara umum.

Kedua, Yusuf menyebutkan penggelapan dana Rp 10 miliar rupiah oleh Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta saat Pilkada DKI 2007. Ketiga, Yusuf mengungkapkan Ketua Majelis Syuro PKS, jabatan tertinggi di PKS, Hilmi Aminuddin, sangat gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri sendiri. Baik Anis maupun Hilmi sudah membantah tudingan tersebut.

WAYAN AGUS PURNOMO | BOBBY CHANDRA

+++++++++++++++++++

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 11:55 WIB

Suap Daging, Nama Suripto dan Hilmi Ikut Terseret

TEMPO.COJakarta – Kasus suap terkait izin impor daging sapi Kementerian Pertanian tak hanya menyandung Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq. Laporan Majalah Tempo pada Maret 2011 dan  Juni 2011menemukan keterlibatan dua petinggi PKS lain, yakni Suripto dan Hilmi Aminuddin.

Suripto adalah bekas Sekjen Kementerian Kehutanan yang juga orang dekat Hilmi Aminuddin. Sedangkan Hilmi adalah Ketua Dewan Syuro PKS. Dalam laporan Majalah Tempo, edisi Maret 2011, disebutkan mengenai sepak terjang seorang pengusaha impor daging sapi bernama Basuki Hariman. Dia mengimpor daging dengan bendera CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama.

Menurut sumber Tempo, Basuki sering menekan pejabat Kementerian Pertanian untuk memberikan kuota impor daging sapi untuk perusahaannya. Dia memanfaatkan kedekatannya dengan Suripto, yang pernah menjadi anggota Majelis Syuro PKS.

Dalam laporan utama Tempo itu, Suripto mengaku kenal dengan Basuki, namun membantah membukakan pintu untuk pengusaha itu. Basuki juga membantah tudingan kalau dia berperan sebagai makelar kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

Pada edisi Juni 2011, Tempo kembali menurunkan laporan utama mengenai skandal impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Kali ini, ada pemain baru dalam impor daging sapi yakni Sengman Tjahja. Dia mengimpor daging untuk kepentingan PT Indoguna Utama, perusahaan yang kini dua direkturnya ditangkap KPK.

Masuknya Sengman ke Kementerian Pertanian dibawa oleh Ridwan Hakim, anak keempat Hilmi Aminuddin. Ini dibenarkan mantan Dirjen Peternakan Prabowo Respatiyo. “Iya, Sengman dibawa Iwan (begitu Ridwan Hakim biasa disapa–),” kata Prabowo. Hilmi sendiri membantah tuduhan ini. Demikian juga dengan Sengman Tjahja

January 31, 2013

Dahlan Iskan Minta Direksi BUMN Tak ‘Cengeng’ Karena Sudah Digaji Tinggi

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 31/01/2013 10:57 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta para direksi perusahaan pelat merah berpikir kreatif dan mencari jalan keluar sendiri dalam menyelesaikan persoalan di internal korporasi.

Mantan bos PLN ini tidak akan mencampuri berbagai urusan korporasi di perusahaan pelat merah. Hal ini karena direksi BUMN telah digaji tinggi untuk menyelesaikan persoalan korporasi, sehingga diminta tidak cengeng dan tergantung pada pemerintah.

“Menterinya nggak peduli mau hidup mau mati (perusahaan). Silakan, soalnya (direksi) sudah digaji besar karena dibayar untuk itu (menyelesaikan persoalan dan tidak cengeng),” tutur Dahlan di di depan pejabat dan direksi BUMN saat peresmian Bank Sinar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Bahkan ia berharap, setiap BUMN diminta tak bergantung pada Penyertaan Modal negara (PMN). Karena menurut Dahlan, PMN hanya ditujukan untuk BUMN strategis dan penugasan khusus.

“Jangan harapkan PMN, kecuali industri strategis persenjataan, asuransi itu PMN otomatis seperti Askrindo dan Jamkrindo. Saya mau yang lain tidak ada lagi (yang berpikir minta PMN),” cetusnya.

January 30, 2013

Sudah 2 Kali Kapal Sewaan Pertamina Ketahuan Selundupkan Minyak

 

Maling “BBM berdasi”

Rista Rama Dhany – detikfinance
Rabu, 30/01/2013 17:33 WIB
 
 
 
Jakarta - MT Zenena bukan merupakan kapal sewaan pertama Pertamina yang tertangkap menyelundupkan BBM. September lalu ada MT Martha Global yang tertangkap ketika menyelundupkan minyak 35.000 kiloliter (KL) dari Riau ke Malaysia.

Pada Minggu (23/9/2012), MT Martha Global bermuatan 35.000 KL minyak mentah tertangkap Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepulauan Riau yang akan diselundupkan ke Malaysia. Super tangker tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Bea Cukai BC8005 di perairan internasional-Laut Natuna. Nilai potensi kerugian negara yang diakibatkan dari penyelundupan tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Super tanker bernama MT Martha Global berbendera Indonesia dengan muatan 35 juta liter (35 ribu kiloliter) minyak mentah Indonesia yang ingin diselundupkan ke Malaysia. Super tangker tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Bea Cukai BC8005 di perairan internasional-Laut Natuna,” kata Kasi Operasi Bea Cukai Kepri Adhi Pramono saat itu.

Kemudian Selasa (29/1/2013) lalu, Kapal sewaan Pertamina dari PT SKR, yakni MT Zenena, tertangkap tangan melakukan penyelundupan solar subsidi sebanyak 600 KL ke kapal berbendera singapura.

“Baru saja tertangkap di perairan Batam Kapall Tengker MT Zenena milik Pertamina bermuatan solar bersubsidi 3.600 yang sedang menyelundupkan ke Kapal MT Cahaya berbendera Singapura sebanyak 600 ton, ketika ditangkap solar sudah mengalir ke kapal MT Cahaya sebanyak 30 ton. Saat ini kapal tersebut diamankan bea cukaii dan polisi perairan Batam, oknum Pertamina terlibat,” tandas Direktur BBM BPH Migas, Djoko Siswanto.

Djoko mengatakan, model penyelundupan minyak dan BBM subsidi melalui laut seringkali terjadi. Menurutnya cara ampuh untuk mengatasi penyelundupan ini adalah dengan menaikkan harga BBM subsidi atau menghapusnya sekaligus.

January 30, 2013

Pailit, Batavia Air Stop Operasi Mulai Pk. 00.00

RABU, 30 JANUARI 2013 | 22:02 WIB

 

 

TEMPO.COJakarta – Batavia Air menyatakandengan keluarnya putusan pailit, kegiatan operasional bisnis penerbangan Batavia Air ditutup mulai pukul 00.00 malam ini. Surat Pemberitahuan Stop Operasi sudah dikirimkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti Singayuda Gumay. 

“Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah menunjuk empat kurator,” kata Public Relations Manager Batavia Air, Elly Simanjuntak, melalui keterangan resmi, Rabu, 30 Januari 2013.

Keempat kurator tersebut adalah Turman Panggabean dan Andra Reinhard Sirait dari firma Duma & Co., Permata N. Daulay dari firma Daulay & Partners, serta Alba Sukma Hadi dari firma Sukma & Partners.

Para kurator tersebut akan membantu menangani urusan dari dampak penutupan usaha Batavia Air. Tim kurator yang dipilih Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akan menangani berbagai dampak diberhentikannya kegiatan bisnis Batavia Air, termasuk urusan refund atau endorse tiket penumpang, kargo, pajak, penyelesaian masalah karyawan, serta mitra seperti agen travel dan kreditur.

“Para penumpang yang sudah memiliki tiket Batavia Air dan belum terbang bisa melapor ke kantor perwakilan Batavia Air,” ujarnya. Para penumpang bisa melakukan pencatatan proses refund yang akan dibawa kepada tim kurator.

Seluruh karyawan Batavia Air, menurut Elly, mulai 31 Januari 2013 diberhentikan secara hormat, kecuali yang ditunjuk sebagai tim pemberesan. Semua kewajiban karyawan yang diberhentikan akan diurus oleh tim sumber daya manusia kepada kurator, sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 pasal 165.Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti Singayuda Gumay, mengungkapkan Batavia Air digugat pailit oleh International Lease Finance Corporation (ILFC) yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Perusahaan penyewaan pesawat itu memiliki dua Airbus 330.

Pesawat jenis itulah yang menjadi awal gugatan kepada Batavia Air. ILFC menggugat karena timbul utang besar oleh Batavia Air dengan menyewa pesawat tersebut. “Itu pemicu Batavia Air dipailitkan,” kata Herry.

MARIA YUNIAR

January 30, 2013

Kronologi Kasus Suap Daging Sapi Impor Terkait Anggota DPR Luthfi Hasan

Lies, Sex and Corruption
Rabu, 30/01/2013 21:12 WIB

Moksa Hutasoit – detikNews

Jakarta – KPK mengungkap kasus suap daging impor. 4 Orang dijadikan tersangka yakni AAE, JE, A Fathanah, dan anggota DPR Luthfi Hasan Ishak. KPK mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada serah terima uang. Tim KPK pun bergerak.

“Serah terima dilakukan oleh pihak yang diduga menerima proyek itu dengan salah satu orang yang dekat dengan anggota DPR,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Berikut kronologi penangkapan itu:

Selasa (29/1)

- Siang Hari

KPK menerima informasi ada serah terima uang terkait proses impor daging. Informasi itu yakni adanya serah terima uang dari Juard Effendi dan Arya Arby Effendi dari PT Indoguna Utama ke orang dekat anggota DPR Luthfi Hasan, Ahmad Fathanah. Suap terkait izin impor daging. Saat ini daging sapi impor memang tengah dibatasi. Suap untuk memuluskan jatah keran daging impor.

Serah terima uang dilakukan di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu. Tim KPK melakukan pemantauan di kantor itu, dan ternyata ada serah terima uang dari Juard dan Arya ke Ahmad Fathanah.

- Sore

Usai penyerahan, Ahmad Fathanah dengan membawa uang Rp 1 miliar pecahan seratus ribu bergerak ke Hotel Le Meridien. Di sana sudah menunggu seorang mahasiswi berinisial M berusia 19 tahun. KPK tak merinci apa yang dilakukan kedua orang ini di hotel.

- Pukul 20.20 WIB

KPK mengintai Ahmad dan sang mahasiswi di hotel. Setelah itu, saat keduanya keluar dari hotel, sedang di basement dan berada di mobil, KPK menangkap keduanya. Di jok belakang disita uang Rp 1 miliar. Keduanya langsung dibawa ke KPK.

- Pukul 22.30 WIB

KPK menangkap Juard dan Arya di rumah di kawasan Cakung, Jaktim. Penangkapan terkait suap. Keduanya pun langsung dibawa ke KPK. Ada juga 2 orang lain yang diamankan yakni sopir PT IU dan sopir Ahmad. Sopir itu seperti mahasiswi M hanya saksi.

Rabu (30/1)

- Pagi

KPK melakukan penggeledahan di PT Indoguna dan melakukan penyitaan sejumlah barang. KPK juga memberkan police line di perusahaan itu. Hingga sore KPK melakukan pemantauan di sejumlah lokasi.

- Pukul 20.00 WIB

KPK menetapkan tersangka Juard, Arya, Ahmad, dan Luthfi Hasan. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap menyuap.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan.

(mok/ndr)

++++++++++++++++
RABU, 30 JANUARI 2013 | 14:52 WIB

Suswono Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Daging

TEMPO.COJakarta – Menteri Pertanian Suswono membantah dirinya terlibat dalam dugaan kasus suap proyek impor daging sapi dari dua perusahaan, yakni PT Indoguna dan PT BNA. “Tidak, saya tidak terlibat. Kemarin saya rapat di sini sampai jam 11.00, ada rapim,” katanya di Kementerian Pertanian, Rabu, 30 Januari 2013.

Suswono pun membantah jika dirinya diduga bekerja sama dengan petinggi partai untuk merealisasikan suap proyek impor daging tersebut. “Tidak pernah, saya bekerja profesional. Silakan saja tanya pada dirjen-dirjen di sini,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam proyek korupsi kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Proyek tersebut diduga melibatkan Suswono dan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq. 

Suswono mengatakan, penangkapan yang dilakukan KPK tersebut pasti akan berlanjut dengan proses hukum yang sewajarnya. “Tentu kalau menangkap kan ada dasarnya. Makanya tentu sesegera mungkin diproses hukum,” katanya.

Politikus PKS ini mendesak agar KPK membuka kasus dugaan suap proyek kuota impor. “Artinya, dia sudah punya alat bukti, kan. Nah, jadi saya dukung penuh. Justru saya minta dibuka seluas-luasnya,” katanya. Ia mengaku tidak mengetahui PT Indoguna dan PT BNA karena jumlah perusahaan pengimpor cukup banyak.

Sekali lagi Suswono menegaskan bahwa dia selalu bersikap profesional dalam berhubungan dengan importir. “Saya bahkan sudah bilang ke Dirjen. Importir yang mau menjual surat dicoret saja. Importir harus betul-betul mereka yang menjadi pelaku usaha yang benar dan memenuhi syarat,” katanya.

ANANDA TERESIA

++++++++++++++++++++++++++++

RABU, 30 JANUARI 2013 | 14:52 WIB

Suswono Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Daging

TEMPO.COJakarta – Menteri Pertanian Suswono membantah dirinya terlibat dalam dugaan kasus suap proyek impor daging sapi dari dua perusahaan, yakni PT Indoguna dan PT BNA. “Tidak, saya tidak terlibat. Kemarin saya rapat di sini sampai jam 11.00, ada rapim,” katanya di Kementerian Pertanian, Rabu, 30 Januari 2013.

Suswono pun membantah jika dirinya diduga bekerja sama dengan petinggi partai untuk merealisasikan suap proyek impor daging tersebut. “Tidak pernah, saya bekerja profesional. Silakan saja tanya pada dirjen-dirjen di sini,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam proyek korupsi kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Proyek tersebut diduga melibatkan Suswono dan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq. 

Suswono mengatakan, penangkapan yang dilakukan KPK tersebut pasti akan berlanjut dengan proses hukum yang sewajarnya. “Tentu kalau menangkap kan ada dasarnya. Makanya tentu sesegera mungkin diproses hukum,” katanya.

Politikus PKS ini mendesak agar KPK membuka kasus dugaan suap proyek kuota impor. “Artinya, dia sudah punya alat bukti, kan. Nah, jadi saya dukung penuh. Justru saya minta dibuka seluas-luasnya,” katanya. Ia mengaku tidak mengetahui PT Indoguna dan PT BNA karena jumlah perusahaan pengimpor cukup banyak.

Sekali lagi Suswono menegaskan bahwa dia selalu bersikap profesional dalam berhubungan dengan importir. “Saya bahkan sudah bilang ke Dirjen. Importir yang mau menjual surat dicoret saja. Importir harus betul-betul mereka yang menjadi pelaku usaha yang benar dan memenuhi syarat,” katanya.

ANANDA TERESIA

___________

Rabu, 30/01/2013 21:41 WIB

Uang yang Disiapkan untuk Kasus Suap Daging Diduga Capai Rp 40 M

Gagah Wijoseno – detikNews

Jakarta – KPK menemukan uang Rp 1 miliar dalam kasus suap impor daging sapi. Uang itu diamankan dari jok mobil Ahmad Fathanah. Diduga kasus yang menyeret anggota DPR Luthfi Hasan itu bukan hanya Rp 1 miliar.

“Rp 1 M itu hanya DP, totalnya uang yang harus disiapkan mencapai Rp 40 M,” jelas penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/1/2013).

Uang itu terkait perizinan impor daging sapi. Saat ini pemerintah tengah memperketat izin daging sapi. Nah, suap ini diduga agar melancarkan dan menambah kuota keran impor.

Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi tak mau berkomentar soal besaran uang ini. Proses pemeriksaan masih dilakukan. Dia juga menjelaskan soal pasal yang dikenakan pada orang-orang yang terlibat. Mereka yang terlibat yakni Juard Effendi dan Arya Arby Effendi, Ahmad Fathanah, dan anggota DPR Luthfu Hasan.

“JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999,” papar Johan.

Sementara itu, Luthfi Hasan yang dimintai konfirmasi soal kasus ini hanya menjawab diplomatis. “Saya pelajari dulu,” tegas Luthfi di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jaksel.

(ndr/trq)

+++++++++++++++++

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 10:07 WIB

Partai Putih di Pusaran Impor Daging

TEMPO.COJakarta – Kasus daging sapi impormerupakan kasus lama yang seolah tak akan terurai sampai sekarang. Majalah Tempopernah mengungkap soal daging ini dalam dua kali laporan utama dua tahun lalu, yaitu Impor Renyah ‘Daging Berjanggut’ dan Partai Putih di Pusaran Impor Daging.

Inilah cuplikan Partai Putih di Pusaran Impor Daging yang terbit pada 6 Juni 2011.

Sepanjang pekan lalu Prabowo Respatiyo Caturroso jarang pulang ke rumahnya di kawasan Serpong, Tangerang. Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian itu memilih ngumpet di rumah koleganya di Jakarta Selatan. Rupanya, Prabowo sedang menghindar dan bermain kucing-kucingandengan sejumlah importir daging sapi. Beberapa pemain impor daging terus mendesaknya agar segera mengeluarkan surat pemberitahuan pemasukan alias surat izin mengimpor. “Saya dijepit dari kiri dan kanan,” kata Prabowo kepada Tempo lewat sambungan telepon pekan lalu.

Direktorat Jenderal Peternakan merupakan satu-satunya lembaga yang mengeluarkan kuota impor daging sapi. Selasa pekan lalu sejatinya batas terakhir bagi direktorat jenderal ini untuk menerbitkan surat izin mengimpor daging sapi jatah semester kedua 2011 kepada 55 importir. Tapi, Prabowo baru menandatangani sebagian surat izin tersebut.

Berdasarkan cetak biru Kementerian Pertanian, pada 2011 impor daging sapi dipatok sebesar 72 ribu ton. Realisasi impor semester pertama telah mencapai 39 ribu ton. Menurut Prabowo, ada kemungkinan angka impor daging membengkak menjadi 93 ribu ton karena tingginya permintaan masyarakat. Tahun lalu, impor daging sapi menembus 119 ribu ton atau senilai Rp 5 triliun.

Bisnis daging impor memang lumayan menggiurkan. Seorang importir membeli daging impor dengan harga rata-rata Rp 40 ribu per kilogram. Di supermarket, pasar tradisional, atau perhotelan Indonesia, daging impor ini dijual Rp 60-70 ribu sekilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Itu berarti margin keuntungan kotor sekitar Rp 30 ribu per kilogram atau ada jatah Rp 2-3,6 triliun buat semua pemain daging, dari importir sampai pedagang eceran. Tak mengherankan jika kuota impor daging sapi menjadi rebutan pengusaha. Segala cara dikerahkan, termasuk mendatangkan daging impor secara ilegal.

Masalahnya, kata sumber Tempo, bukan hanya pengusaha yang tergiur gurihnya bisnis daging impor ini, makelar pun juga ikutan. Sang calo berusaha mendekati Direktorat Jenderal Peternakan, meminta surat izin impor buat perusahaan tertentu. Bisik-bisik di kalangan importir daging, broker alias makelar tersebut bisa memperoleh komisi Rp 1.000-3.000 per kilogram. Sekilas nilai komisi ini kecil. Tapi, lantaran jumlah impornya gede, miliaran rupiah bisa dikantongi. Praktek percaloan inilah yang membuat Prabowo memilih ngumpet.

Pemain daging yang menguber-uber Prabowo antara lain Basuki Hariman dan Tafakur Rozak Soedjo. Basuki adalah pemilik CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama. Ia sudah lama malang-melintang di Kementerian Pertanian. Tujuh tahun lalu, Basuki tersandung kasus pemalsuan. Daging asal India dikemas ulang, lantas dijual di dalam negeri sebagai daging Australia. Padahal, impor daging hanya boleh dari Australia dan Selandia Baru (Lihat juga: Impor Renyah Daging Berjanggut).

Sumber Tempo mengungkapkan, Basuki bisa lolos karena merapat ke Suripto, anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera. Basuki bisa mengenal mantan anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara, kini Badan Intelijen Negara, itu lantaran bersahabat dengan Rozak Soedjo, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Alam Watch. Rozak bekerja satu atap dengan Suripto. “Ya, Rozak anak buah saya,” kata Suripto kepada Tempo di Jakarta. Suripto sudah lama bersahabat dengan Basuki setelah dikenalkan oleh Ustad Haris Thahir, Ketua Umum Dzikir SBY Nurussalam. Tapi Suripto membantah merekomendasi Basuki. “Saya tidak pernah meminta ini dan itu,” ujarnya.

Namun, menurut sumber tadi, Prabowo merasa Basuki dan Rozak terus mengejarnya. Pada Senin dan Selasa pekan lalu, misalnya, mereka menunggu Prabowo di lantai enam gedung Direktorat Jenderal Peternakan, Jalan R.M. Harsono, Jakarta Selatan. “Mereka menunggu di ruangan staf Prabowo,” ujarnya. Pada saat bersamaan, Prabowo merasa tekanan semakin kuat lantaran munculnya pemain baru, yakni Sengman Tjahja.

Menurut sumber Tempo, Sengman masuk melalui Ketua Majelis Syura PKS Ustad Hilmi Aminuddin. Perantara Sengman tak lain Ridwan Hakim, biasa dipanggil Iwan, anak keempat Hilmi Aminuddin.

Prabowo membenarkan semua cerita ini. “Ya, betul. Sengman diantar Iwan,” ujarnya. Sejumlah pengusaha perdagingan mengerutkan kening ketika  mendengar nama Sengman. “Saya tak pernah dengar orang ini berbisnis daging,” kata Budi Mulyono, seorang distributor daging. Benar. Sengman tak punya sejarah main daging. Sengman lebih banyak berbisnis retail dan properti di Sumatera Selatan. Selengkapnya baca majalahTempo edisi Partai Putih di Pusaran Impor Daging.

SUNUDYANTORO, AGOENG WIJAYA, RETNO SULISTYOWATI, ANGGA SUKMA WIJAYA (BANDUNG)

Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan  

Luthfi Hasan Ishaq. TEMPO/Imam Sukamto

RABU, 30 JANUARI 2013 | 21:19 WIB

Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan

TEMPO.COJakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, Selasa malam, 29 Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, wanita ini diduga sedang bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. “Mereka sedang berdua-duaan,” ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.

Menurut sumber tersebut, wanita yang usianya diperkirakan 20 tahunan itu berasal dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta Selatan. Keberadaannya disinyalir terkait dengan gratifikasi seks. “Masih didalami kemungkinan ke arah itu,” kata sumber.

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sumber Tempo menyebutkan LHI diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Selain LHI, yang juga anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, KPK menetapkan sejumlah tersangka lainnya.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

Tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathoni), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama), dan AAE (salah seorang Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang itu ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Luthfi Hasan Ishaaq belum dapat dimintai konfirmasi ihwal keterlibatannya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid terkejut mendengar kabar ditetapkannya Luthfi sebagai tersangka. “Ini informasi resmi atau bukan?” ujar Hidayat. “Nanti kami mengklarifikasi kasus ini.

Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di kantor Dewan Pimpinan Pusat, mengatakan, dalam rapat, tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. “Ini rapat rutin DPP setiap minggu,” katanya.

TRI SUHARMAN | SATWIKA MOVEMENTI

January 30, 2013

TNI Capai Kekuatan Minimum 38% pada 2014

 

 

Prajurit TNI menyiapkan senjata mesin multi laras buatan Dislitbangad pada pameran alat peralatan pertahanan (Alpalhan) yang digelar bersamaan dengan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2013 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1). Rapim TNI yang digelar hingga Rabu (30/1) mengambil tema “Melalui Rapim TNI 2013, Kita Perkuat Komitmen dan Semangat Revitalisasi Alutsista TNI Guna Memantapkan Profesionalisme dan Eksistensi Peran Strategis TNI di Bidang Pertahanan. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13)

29 Januari 2013, Jakarta: Upaya membangun kekuatan dasar minimum atau yang biasa disebut minimum esential force (MEF) terkait revitalisasi alat utama sistem senjata (alutsista) baru akan tercapai 38% pada 2014 atau saat Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II berakhir.

Demikian ditegaskan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam keterangan persnya pada acara Rapim TNI Tahun 2013 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (29/1).

Menurut Agus, target pencapaian 38% dari seluruh rencana strategis modernisasi alutsista sangat realistis dan bisa dicapai pada 2014. “Sampai 2012 kan kita berhasil mencapai 30% MEF. Diperkirakan sampai 2014, bisa tercapai 38%. Ini optimistis bisa kami capai,” jelas Agus.

Ia menjelaskan, Rapim TNI yang kali ini secara khusus mengambil tema soal mengenai komitmen dan semangat revitalisasi alutsista TNI guna memantapkan profesionalisme dan eksistensi peran strategis TNI di bidang pertahanan.

“Maka itu, arahan dan komitmen yang didorong dalam rapim kali ini adalah konsisten jalankan rencana strategis (renstra) sesuai yang diprogramkan dalam Renstra 2010-2024. Kalau semua pihak memegang komitmen yang sama, tentu target MEF 38% di 2014 bisa tercapai, dan 100% di 2024,” beber Agus.

Dalam seluruh proses itu lanjutnya, pemerintah tetap mengupayakan proses alih teknologi atau kerja sama produksi dengan negara-negara produsen sambil memberdayakan industri pertahanan dalam negeri untuk pengadaan alutsissta yang dimungkinkan pengadaannya.

“Semua kami tempuh. Tujuannya tentu selain modernisasi alutsista, juga pada saatnya bisa mandiri dalam proses pengadaannya karena industri pertahanan dalam negeri sudah mampu,” papar Agus.

Sampai saat ini, modernisasi alutsista TNI yang sudah tercapai antara lain untuk matra TNI-AD berupa Panser APS-2 Pindad, Kendaraan Taktis Pendobrak, Heli Latih Dasar, Heli Serbu, Main Battle Tank 157 unit, Tank Support 10 unit, Meriam 155 MM Ceaser 37 Pucuk, Roket MLRS Astros II, dan Rudal Arhanud Mistral 8.

Untuk TNI-AL misalnya Kapal Patroli, Kapal Cepat Rudal, Kapal Bantu Cair Minyak, Sea Raider, Heli Angkut Sedang, bridge simulator, baterai kapal selam, meriam 30 mm 7 barel, meriam Kal 40 mm, Multy Launch Rocket System, Torpedo kasel diesel elektrik, dan kapal angkut tank.

Sementara untuk matra TNI-AU, yang sudah tercapai antara lain 24 pesawat F-16, pesawat pengganti AS-202 dan T-34C, pesawat C212-200, helikopter Nas-332, pesawat pengganti Hawk MK 53, pesawat pengganti OV-10, pesawat Sukhoi Su-27/30, pesawat transpor pengganti F-27, Helikopter Full Combat Sar, dan pesawat tempur taktis Super Tucano.

Sumber: Metrotv News

January 29, 2013

Nasabah Tajir di Indonesia Terus Meningkat, Tumbuh 40% per Tahun

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Selasa, 29/01/2013 10:41 WIB

Jakarta - Jumlah nasabah kaya terus meningkat antara 30-40% per tahunnya di Indonesia. Hingga akhir 2012 kemarin nasabah kaya di perbankan telah mencapai 1,1 juta.

“Empat tahun lalu baru sekitar 600.000-an orang,” kata Kepala Biro Riset Infobank Eko B Supriyanto dalam seminar perbankan bertema “Peluang dan Tantangan Perbankan Indonesia Menuju Pasar Bebas Asean 2020″, di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ia memaparkan, nasabah premium rata-rata membelanjakan US$ 10-US$ 20 per hari dan berpenghasilan US$ 50 ribu per tahun atau Rp 37,5 juta per bulan (asumsi Rp 9.000 per dolar AS). “Nasabah kaya tumbuh 30-40% rata-rata per tahunnya,” kata Eko.

Eko menjelaskan, berdasarkan asumsi dari Credit Suisse mendefinisikan kekayaan sebagai nilai aset keuangan dan non keuangan dikurangi utang rumah tangga. Data yang digunakan adalah data pertengahan 2011. Lembaga ini memprediksi, jumlah nasabah kaya di Indonesia meningkat dua kali lipat pada tahun 2016 mendatang.

Sementara pada tahun 2015, di Indonesia akan terdapat 99 ribu orang dengan nilai kekayaan minimal US$ 1 juta (Rp 8,52 miliar).

Artinya, Indonesia menempati urutan ke tujuh dunia, di atas Malaysia dan Filipina. Private Banking terkemuka asal Swiss ini merilis risetnya per Agustus 2011.

Selain itu, menurut Merrill Lynch dan Capgemini, di Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan populasi orang kaya terbesar ke empat setelah Hongkong, Vietnam, dan Sri Lanka. Pertumbuhan orang kaya di Indonesia mencapai 23,8% setahun.

January 29, 2013

Lion Air Terima Dua Pesawat Lagi

Selasa,
29 Januari 2013
 

TRANSPORTASI UDARA

 

 

Jakarta, Kompas – Lion Air telah menerima dua pesawat Boeing 737-900 ER New Generation, di Jakarta, Minggu (27/1). Kedua pesawat itu merupakan pesawat ke-80 dan ke-81 dari 413 pesawat yang dipesan Lion Air dari Boeing.

”Untuk tahun 2013, Lion Group akan mendatangkan 36 pesawat,” kata Edward Sirait, Direktur Umum Lion Group, di Jakarta, Senin (28/1).

Dari 36 pesawat ini, sebanyak 12 pesawat tipe ATR 72-600 akan diberikan untuk Wings Air. Adapun 24 pesawat tipe B 737-900 akan diberikan ke Malindo 9 pesawat, Lion Air 11 pesawat, dan Batik Air 4 pesawat. Batik Air, kata Edward, akan dioperasikan April 2013. Batik Air berbeda dari Lion Air karena memberikan layanan penuh dilengkapi dengan fasilitas hiburan di pesawat dan kursi yang lega.

”Sasaran Batik Air adalah kelas menengah atas. Karena ekonomi semakin baik, masyarakat tidak lagi hanya menumpuk uang. Mereka juga ingin menikmati hidup,” kata Edward.

Secara terpisah, Chief Executive Officer Group AirAsia Tony Fernandes dalam siaran persnya menyebutkan, AirAsia telah memesan 475 pesawat dan 114 di antaranya sudah beroperasi. Rasio kepemilikan pesawat AirAsia itu merupakan rasio kepemilikan tertinggi dibandingkan dengan maskapai mana pun di Asia. Keseimbangan AirAsia tetap solid. Net gearing ratio, yaitu tingkat utang yang sudah dikurangi kas berbanding modal, adalah 1,03 kali. Saldo kas yang melebihi 2 miliar ringgit Malaysia atau setara Rp 6,355 triliun.

AirAsia akan fokus pada penerbangan yang kurang dari tiga jam. Rute pendek ini memberikan pendapatan yang lebih baik karena mampu mencakup lebih banyak sektor untuk dilayani.

” AirAsia menghentikan penerbangan panjang yang berdurasi lebih dari lima jam. Misalnya, Kuala Lumpur-Kolombo sudah dihapus. Begitu juga dengan rute dari Singapura menuju negara- negara berpopulasi tinggi seperti China dan India. Tetapi kami akan mengembangkan ke Vietnam, Kamboja, Laos, dan lainnya,” kata Tony. (ARN)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers