13 Waduk Dibangun Tahun Ini


Selasa,
07 Mei 2013
 

PENGAIRAN

 

 

SEMARANG, KOMPAS – Kementerian Pekerjaan Umum akan memulai pembangunan 13 waduk pada tahun 2013 di seluruh Indonesia. Pembangunan waduk diperlukan sebagai upaya pemanfaatan air permukaan yang selama ini banyak terbuang.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan hal itu pada Senin (6/5) seusai peringatan Hari Air Dunia tingkat nasional di Kanal Banjir Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Pelaksana Tugas Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi.

”Manajemen air kita perlu ditingkatkan. Secara struktural, perlu dibangun waduk. Selain itu, langkah nonstruktural seperti penghijauan dan membenahi perilaku manusia. Tahun ini kita akan membangun lagi 13 waduk. Dalam waktu 3 sampai 5 tahun waduk-waduk itu sudah dapat beroperasi,” kata Djoko.

Djoko menyebutkan, seluruh waduk tersebut akan dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia berharap, jika memungkinkan biaya pembangunan waduk tidak berasal dari dana pinjaman. Pembangunan 13 waduk tersebut merupakan kelanjutan dari proyek 11 waduk yang dimulai sejak 2009.

Pembangunan waduk tersebut mendesak, mengingat selama ini kerap terjadi banjir saat musim hujan, tetapi kekeringan di musim kemarau. Djoko menyebutkan, kejadian banjir terus naik dari 442 kali di tahun 2010 menjadi 554 kali pada tahun 2011.

Bibit Waluyo dalam kesempatan itu juga meminta semua pihak untuk menghentikan penggunaan air tanah. ”Jangan lagi ambil air bawah tanah. Di Kota Semarang muka tanah terus turun karena air terus diambil. Waduk Jatibarang nantinya akan menyediakan air untuk kebutuhan masyarakat Kota Semarang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jateng Prasetyo Budi Yuwono mengungkapkan, potensi sumber daya air di Jateng mencapai 65 miliar meter kubik per tahun. Namun, dari jumlah tersebut, baru sebesar 20 persen yang termanfaatkan, sisanya terbuang percuma ke laut.

Jateng memiliki 38 waduk. Delapan waduk di antaranya waduk besar. Jumlah tersebut belum termasuk embung-embung yang tersebar di berbagai wilayah. Meski demikian, waduk, danau, dan embung yang ada, belum cukup untuk menampung banyaknya air. (UTI)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers

%d bloggers like this: