Archive for ‘Airfast’

May 29, 2012

Airfast Indonesia Tidak Berniat Beli Sukhoi

+++++++++++++++++
Korban Sukhoi: Gatot Purwoko Pilot Senior Airfast Indonesia Tidak Berniat Beli Sukhoi

Meski salah satu kru maskapai ikut, tidak sertamerta perusahaan akan membelinya.
JUM’AT, 11 MEI 2012, 08:55 WIB Antique

Pesawat Sukhoi Super Jet 100. (REUTERS/Benoit Tessier/Files)
BERITA TERKAIT
Seluruh Korban Sukhoi akan Dibawa ke RS Polri
VIDEO: Mengintip Spesifikasi Sukhoi SJ-100
Dua Opsi Evakuasi Korban Pesawat Sukhoi
Skenario SAR Atasi Medan Terjal Gunung Salak
Tim Evakuasi Hampir Tiba di Lokasi
VIVAnews – PT Airfast Indonesia menyatakan tidak berniat memesan atau membeli pesawat jenis Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia. Dalam tur promosinya di Indonesia, pesawat itu mengalami musibah, karena jatuh di Gunung Salak, Rabu siang 9 Mei 2012, setelah dinyatakan hilang kontak pukul 14.33 WIB.

“Perusahaan tidak berniat memesan pesawat buatan Rusia tersebut,” kata salah seorang staf sekretaris perusahaan PT Airfast Indonesia, saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat 11 Mei 2012.

Menurutnya, meski salah satu kru maskapai ikut dalam pesawat naas tersebut, tidak sertamerta menyatakan bahwa Airfast Indonesia berniat membeli pesawat yang mulai dibuat tahun 2007 tersebut. “Memang kru kami ikut dalam uji coba Sukhoi itu, tapi perusahaan tidak mengatakan karena berniat beli,” tambahnya.

Seperti diketahui, PT Trimarga Rekatama sebagai agen yang menangani Sukhoi di Indonesia merilis daftar 50 penumpang pesawat Sukhoi SuperJet-100 (SSJ-100).
Daftar penumpang terdiri dari undangan Trimarga untuk kalangan pebisnis maskapai, wartawan, dan kru pesawat. Di antara nama tersebut, terdapat Gatot Purwoko dari Airfast Indonesia. Lengkapnya silakan buka tautan innior Airfast, Terbang Sejak 1974
Ikbal – detikNews
Kamis, 10/05/2012 11:29 WIB

Jakarta Salah satu penumpang Sukhoi Superjet100 yang jatuh di Gunung Salak, Gatot Purwoko, merupakan pilot senior. Saat ini di rumahnya mulai ramai didatangi kerabat, termasuk Bondan Winarno, karena Gatot juga gemar berwisata kuliner.

“Pak Gatot sudah lama di Airfast, dari tahun 1974. Dia penerbang senior Indonesia, sekarang sudah tidak terbang lagi, sudah di kantor,” kata adik Gatot, Jarot Utomo, kepada wartawan di rumah duka, Jalan Poncol Indah, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Kamis (10/5/2012).

Keluarga baru tahu Gatot ikut dalam rombongan Sukhoi Superjet100 setelah melihat informasi pesawat hilang di televisi. Lalu saat televisi menayangkan daftar nama penumpang, keluarga langsung mengontak Airfast dan dibenarkan. “Keluarga baru tahu Pak Gatot ikut pesawat itu setelah ada di televisi,” papar Jarot.

Saat ini Gatot mempunyai dua orang anak yaitu Cipta Anggita yang kini menjadi dokter spesialis, dan Jalu yang masih kuliah. Selain aktif di dunia kedirgantaraan, Gatot juga dikenal penyuka makanan dan bergabung di komunitas kuliner Jalan Sutera. Presenter kuliner Bondan Winarno tampak ikut memberikan bela sungkawa di rumah duka sejak pagi.

“Pak Gatot suka kuliner, bareng grup Jalan Sutera, “ujar Jarot. Kini rumah tersebut mulai ramai didatangi kerabat keluarga. Dua tenda sudah didirikan.

April 11, 2012

Sriwijaya Bidik Indonesia Timur

Rabu,
11 April 2012
PENERBANGAN
Sriwijaya Bidik Indonesia Timur
Jakarta, Kompas – Maskapai Sriwijaya Air membidik Indonesia bagian timur dengan mendatangkan pesawat Boeing 737-800 NG. Jenis pesawat yang juga diterbangkan Garuda Indonesia ini dinilai andal untuk menerbangi rute jarak jauh.

”Paling lambat Boeing 737-800 NG tiba Mei 2012,” kata Senior Corporate Communication Manager Sriwijaya Air Agus Soedjono, Selasa (10/4), di Jakarta.

Tiap bulan, kata Agus, Sriwijaya Air akan menerima satu B737-800 NG. ”Ditargetkan datang enam unit B737-800 NG. Semuanya leasing,” ujar Agus.

Pesawat B737-800 NG baru yang dibeli Sriwijaya Air akan tiba tahun 2015. Sriwijaya telah membeli 20 B737-800 NG.

Seiring dengan kedatangan B737-800 NG, bulan Mei nanti, Sriwijaya Air akan buka rute baru ke Biak, Timika, dan Jayapura.

Kini, Sriwijaya Air telah terbang ke Manokwari dan Sorong di Papua. Juga menuju Ambon, Kupang, Ternate, dan Manado.

Pertambahan armada Sriwijaya Air di Indonesia timur diharapkan menekan harga tiket ke kawasan itu. Minggu ini, harga tiket Lion Air dari Jakarta ke Jayapura (6 jam 40 menit) Rp 2,29 juta.

Sementara tiket Batavia Air dari Jakarta-Jayapura rata-rata Rp 2,16 juta. Sriwijaya Air dari Jakarta-Manokwari Rp 2,94 juta. Sebagai pembanding, Garuda dari Jakarta-Jayapura Rp 3,08 juta.

Pada Senin (9/4) malam, Sriwijaya Air juga menerima Boeing 737-500 yang pertama.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, mengatakan, efisiensi penerbangan ditandai murahnya tiket dan dipengaruhi pula oleh infrastruktur bandara. (RYO)

March 8, 2012

Maskapai Internasional Terbaik untuk Garuda

Kamis,
08 Maret 2012
PENERBANGAN
Maskapai Internasional Terbaik untuk Garuda
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pesawat Garuda Indonesia diparkir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Garuda Indonesia ditetapkan sebagai Maskapai Internasional Terbaik oleh Roy Morgan.
Jakarta, Kompas – Maskapai Garuda Indonesia ditetapkan sebagai Maskapai Internasional Terbaik atau The Best International Airline oleh Roy Morgan, lembaga riset internasional independen yang telah beroperasi selama 70 tahun dan berkedudukan di Australia.

Predikat yang diraih Garuda itu merupakan hasil riset oleh Roy Morgan mulai Februari 2011 hingga Januari 2012 terhadap 3.943 responden. Para responden diminta menilai produk dan layanan dari sejumlah maskapai dunia.

Demikian dikatakan Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Tbk Pujobroto, Rabu (7/3). ”Dari 3.943 responden yang merupakan pengguna jasa penerbangan internasional, sebanyak 91 persen di antaranya menyatakan sangat puas terhadap layanan Garuda Indonesia,” ujar dia.

Penilaian yang diberikan oleh para responden terhadap Garuda tersebut melebihi penilaian terhadap maskapai dunia lainnya. Secara berurutan, maskapai yang membuntuti Garuda dalam penilaian itu adalah Singapore Airlines, Air New Zealand, Emirates, dan Cathay Pacific.

Kinerja keuangan Garuda juga cukup impresif. Tahun 2011, Garuda berhasil meraih pendapatan (unaudited) Rp 27,1 triliun, naik 39 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah penumpang Garuda yang diangkut juga naik 36,8 persen, dari 12,53 juta orang (2010) menjadi 17,1 juta penumpang (2011). Frekuensi penerbangan Garuda, baik domestik maupun internasional, juga meningkat 27 persen menjadi 130.043 penerbangan dibandingkan dengan periode tahun 2010 sebanyak 102.724 penerbangan.

Ditargetkan pada tahun 2015, Garuda akan mengoperasikan sebanyak 196 pesawat, terdiri dari 24 Airbus A330, 9 Boeing B777, 85 Boeing B737-800NG, 50 Airbus A320 untuk Citilink, 25 pesawat Bombardier, dan 3 pesawat kargo (freighter).

Bulan Januari lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar telah mengumumkan rencana pembukaan rute baru internasional. Tujuannya untuk meningkatkan konektivitas ke luar negeri, selain membuat orang asing dapat merasakan pengembangan yang dikerjakan Garuda.

Rute baru itu, di antaranya, Jakarta-Taipei menggunakan Boieng B737-800NG dan

Denpasar-Tokyo (Haneda) menggunakan Airbus A330-200. Penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur pun ditambah dari dua kali menjadi tiga kali sehari.

Pada tahun 2010, Garuda pun mendapat predikat sebagai Maskapai dengan Pengembangan Terbaik (World’s Most Improved Airline) dari Skytrax World Airline Awards. (RYO/JAN)

February 7, 2012

Tiger Airways completes 33% investment in Mandala

Tiger Airways completes 33% investment in Mandala
A | A | A |
The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 02/07/2012 3:10 PM A | A | A |

Tiger Airways Holdings Limited (Tiger Airways) announced the completion of a 33% investment in the Indonesian firm PT Mandala Airlines (Mandala) in Singapore, Tiger Airways CEO Chin Yau Seng said on Tuesday.

Tiger Airways’ investment in Mandala will be held through its wholly-owned subsidiary in Singapore, Roar Aviation Pte. Ltd.

Mandala has undergone a financial restructuring process in accordance with Indonesian law. The largest shareholder in the restructured Mandala will be the Saratoga group, which will hold a 51.3% stake. The remaining 15.7% will be held by the previous shareholders and creditors of Mandala.

The next stage of the process is to reactivate Mandala’s Air Operators Certificate (AOC), which has been frozen since the suspension of its operations in Jan. 2011. The AOC is expected to be reactivated in February, after which flight sales will commence ahead of the resumption of flights in April.

The restructured airline will adopt the Tiger Airways business model, and plans to offer low fare travel to international and domestic destinations in Indonesian within a 5-hour flying radius. Like other airlines in the Tiger Airways Group, the restructured airline would also operate Airbus A320 aircraft.

Further information on the number of aircraft, the initial routes and destinations will be announced once all approvals have been granted by the regulators and authorities.

“We are pleased to have completed this transaction and are excited about the re-launch of Mandala’s operations once its AOC has been reactivated,” said Chin Yau Seng in a written statement.

“Mandala is the first of Tiger Airways’ joint venture “Cubs” and represents a significant step in our efforts to expand our “paw-print” in this region.”

Sandiaga Uno, founding partner of Saratoga group said, “We are delighted by the successful completion of this investment with our valued partners. We take great pride in helping to return Mandala, a well-loved Indonesian icon, to the skies of Indonesia.” (nfo)

August 2, 2011

GMF Sukses Modifikasi Boeing 747

Selasa,
02 Agustus 2011
PENERBANGAN
GMF Sukses Modifikasi Boeing 747

Jakarta, Kompas – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia berhasil menyelesaikan Modifikasi Section 41 pesawat Boeing 747-300 milik Pakistan International Airlines. Modifikasi Section 41 merupakan pekerjaan besar yang mencakup empat zona dengan target waktu pekerjaan 50 hari.

Pesawat dengan registrasi AP-BFV ini menjalani perawatan sejak 6 Juni 2011 dan diserahkan kembali 31 Juli 2011. ”Sukses ini merupakan prestasi bagi industri perawatan pesawat Indonesia,” kata I Wayan Susena, General Manager Aircraft Structure Maintenance PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Senin (1/8).

Dalam 10 tahun ini, PT GMF AeroAsia telah mengerjakan Modifikasi Section 41 atas 8 unit pesawat B747-200, di mana enam pesawat milik Garuda Indonesia dan dua milik Pakistan International Airlines yang dikerjakan antara tahun 1989 dan 2000.

”Pasar untuk Modifikasi Section 41 cukup luas,” kata Wayan. Sebab, pesawat tipe B747-Series dengan 20.000 Flight Cycle (jam terbang) banyak yang belum melakukan Modifikasi Section 41.

Modifikasi Section 41 merupakan pekerjaan mengganti atau memperkuat badan pesawat (body skin), kerangka (frame), stringer, intercostal, dan beberapa struktur di area Nose Section 41. Pekerjaan besar ini dilakukan berdasarkan Service Bulletin (SB) 747-53-2272 dari Perusahaan Boeing.

Menurut Wayan Susena, Modifikasi Section 41 harus dilakukan setelah pesawat mencapai jam terbang tertentu untuk mengantisipasi retakan di struktur pesawat. Selain telah mencapai batas flight cycle, modifikasi dilakukan lebih cepat jika ditemukan retakan di struktur pesawat akibat operasional atau faktor lain yang memicu timbulnya kelelahan material

Untuk melakukan pekerjaan besar ini, PT GMF AeroAsia mengerahkan 68 tenaga andal dengan kualifikasi struktur yang ditentukan Boeing Company sebagai produsen pesawat. PT GMF AeroAsia merupakan satu-satunya perusahaan perawatan pesawat di Indonesia yang berkapabilitas dan kapasitas melakukan Modifikasi Section 41.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dihubungi terpisah, mengatakan, tak ada keraguan dengan keahlian teknisi Indonesia. ”Persoalannya, kebanyakan dari perusahaan perawatan pesawat kita kekurangan modal untuk melayani bisnis yang lebih besar lagi,” kata dia.

Karena keterbatasan daya tampung, misalnya, tahun 2009, hanya 30 persen dari nilai perawatan pesawat domestik sebesar 750 juta dollar AS yang dapat dikerjakan perusahaan perawatan pesawat dalam negeri.

Negara tetangga sudah membangun industri perawatan pesawatnya dengan dana besar. Singapura telah mengembangkan Seletar Aerospace Park dengan investasi Rp 540 miliar di lahan seluas 140 hektar, sementara Malaysia membangun Malaysia International Aerospace Center (MIAC) dengan investasi Rp 819 miliar di lahan seluas 84 hektar. (RYo)

July 12, 2011

Garuda Dianggap Anak Emaskan Pilot Asing

Konyol banget !! Ini BUMN tapi malah memperkaya pilot asing

Garuda Dianggap Anak Emaskan Pilot Asing
SELASA, 12 JULI 2011 | 11:30 WIB
Besar Kecil Normal
ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO Interaktif, Jakarta – Asosiasi Pilot Garuda (APG) menuding manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk lebih berpihak kepada pilot asing. Alasannya, fasilitas dan gaji pilot asing jauh lebih tinggi dibanding pilot lokal.

“Kami sangat resah dengan kondisi ini,” kata Rama Valerino Noya, anggota APG sekaligus First Officer Garuda, saat menggelar jumpa pers, Selasa 12 Juli 2011.

Isays U. Sampesulse, Deputy Technical APG, mengatakan kapten pilot asing yang bekerja pada tahun pertama mendapatkan gaji US$ 9.000 (Rp 77,4 juta) per bulan, ditambah biaya akomodasi US$ 1.200 (Rp 10,3 juta).

Adapun kapten pilot lokal tahun pertama digaji Rp 33 juta per bulan, ditambah jam tebang Rp 10 juta, sehingga total Rp 43 juta. “Gaji pilot asing setara dengan pilot lokal yang sudah bekerja 20 tahun,” kata dia. First officer asing menerima biaya akomodasi US$ 7.200 (Rp 61,9 juta), sedangkan pilot incommend Rp 40 juta. “Sudah sangat jelas kesenjangannya,” tutur Isays.

Said Damanik, pengacara APG, mengatakan kesenjangan hak pilot sudah terjadi sejak 2003, tapi APG berusaha menyelesaikannya secara internal. Langkah yang ditempuh yakni berdialog dengan manajemen Garuda. Meski begitu, usaha tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. “Pertemuan kami selalu berakhir buntu,” kata dia.

Rama mengimbuhkan, kesenjangan gaji membuat pilot resah dan berpotensi mengancam keselamatan penumpang. Karena itu, ia berharap manajemen Garuda segera mengambil tindakan. “Bila tidak ada tindakan, kami bisa mengambil langkah terakhir, yakni mogok kerja,” tutur Isays.

TRI SUHARMAN

July 11, 2011

Garuda Perkenalkan 2 Pesawat Baru untuk Aceh dan Eropa

Garuda Perkenalkan 2 Pesawat Baru untuk Aceh dan Eropa
Minggu, 10 Juli 2011 | 13:50
Seorang pengunjung melihat maket pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737-800, di pameran perusahaan BUMN di Jakarta, belum lama ini.Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Berita Terkait
Garuda Beli 50 Pesawat Airbus A320
Garuda Optimalkan Pelayanan Pelanggan
Boeing Siapkan Versi Terbesar Dreamliner
Pesawat Boeing di RI Laik Terbang
Garuda Tambah Lagi Frekuensi Penerbangan Medan -Jakarta
BANDA ACEH- Perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia memperkenalkan dua pesawat terbaru jenis B 737-800 yang beroperasi ke Provinsi Aceh dan airbus A320 (destinasi Eropa) pada festival “Kemilau Sumatera” yang berlangsung di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

“Kedua armada yang kami perkenalkan di arena pameran itu terbaru. B 737-800 beroperasi di Aceh. Bahkan, pesawat airbus A320 memiliki fasilitas yang memenuhi standar bintang empat,” kata General Manejer Garuda Indonesia Banda Aceh Dwi Khrisbiantoro di Banda Aceh, Ahad.

Pernyataan itu disampaikan Dwi Khrisbiantoro terkait kehadiran perusahaan tersebut di arena festival “kemilau Sumatera” yang dimulai sejak 8 Juli 2011 di lapangan bekas Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 1981-an, Blang Padang Banda Aceh.

Kegiatan itu sendiri diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh melibatkan sepuluh provinsi yang ada pulau Sumatera. Selama kegiatan tersebut, panitia menampilkan berbagai kesenian kreasi baru yang dialakoni kaum remaja dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, festival dan hiburan rakyat bertajuk “kemilau Sumatera” itu juga dihadiri peserta dari Italia, India, Korea Selatan, Prancis, Jerman, Singapura, Thailand, Malaysia, Afrika Selatan, Autralia dan Jepang.

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dan sejumlah instansi terkait juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dinilai menjadi ajang “promosi” potensi sumber daya alam (SDA), termasuk objek dan daya tarik wisata di daerah peserta festival tersebut.

Dwi Khrisbiantoro mengatakan, selain memperkenalkan dua armada terbaru tersebut, perusahaan penerbangan yang cikal bakal dari sumbangan masyarakat Aceh berupa pesawat “Seulawah RI001″ sekitar tahun 1948 itu juga memberi diskon harga tiket kepada masyarakat.

“Kami memberi diskon spesial bagi penerbangan dalam negeri sebesar 5-10% dan 10-15% untuk masyarakat yang berminat ke luar negeri. Diskon ini berlaku sepanjang pelaksanaan festival ‘Kemilau Sumatera’ di Banda Aceh, 8-12 Juli 2011,” katanya. (gor/ant)

May 11, 2011

Pesawat Merpati Buatan Cina Terancam Tak Boleh Terbang

Deal Pesawat odong2 eks Cina (MA 60) ini memang banyak melibatkan pejabat/calo siluman .

Koran Tempo 11 Mei 2011.

Namun sebetulnya harus dilakukan audit khusus dulu.

Kementerian Perhubungan akan melarang terbang (grounded) pesawat MA-60 buatan Xi’an Aircraft Industry Ltd jika ditemukan kesalahan pabrikan dan operator. “Ada opsi itu (grounded),” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti Singoyuda di Jakarta kemarin.
Langkah ini akan dilakukan setelah terjadi kecelakaan pesawat MA60 milik PT Merpati Nusantara Airlines pada Sabtu (7 Mei) di Kaimana, Papua Barat. Pesawat yang baru dioperasikan empat bulan ini hancur setelah terjatuh ke laut. Sebanyak 25 orang, termasuk awak pesawat, tewas. Otoritas penerbangan

nasional menduga cuaca buruk sebagai penyebab jatuhnya pesawat.
Menurut Herry, sebelum sanksi larangan terbang tersebut diberikan, terlebih dulu akan dilakukan pemeriksaan khusus (spesial audit). Audit yang dilakukan meliputi kondisi perawatan pesawat, pemberlakuan standar keselamatan sesuai dengan Air Operation Certificate (AOC) yang dilakukan manajemen, dan laporan kerusakan yang terjadi selama ini (defect report).

Selain itu, kata Herry, jika ditemukan kesalahan desain pesawat atau terjadi permasalahan pada komponen, pesawat akan langsung di-grounded. Keputusan semacam

ini pernah dilakukan ketika ditemukan keretakan pada rudder MA60 beberapa waktu lalu.”Tetapi, kalau untuk kasus baru, kami tidak bisa terburu-buru.”
Pemerintah sudah mengirim surat untuk melakukan audit pada Senin, 9 Mei lalu. “Inspektorat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sedang melakukan pemeriksaan.”

Menurut Herry, tidak semua komponen pesawat MA-60 itu buatan Cina. Misalnya, mesin pesawat dibuat oleh Pratt and Whitney dari Kanada. Mesin ini setara dengan yang digunakan pesawat tipe ATR 42. Sedangkan baling-baling (propeller) pesawat dibuat oleh Hazell, Inggris. “Pabrikan Cina itu hanya membuat rangkanya.” Sampai saat ini seluruhnya ada 189 unit pesawat jenis MA-60 buatan Xi’an yang dioperasikan di beberapa negara.“Data ini kami dapatkan dari Asia-Pacific Marketing,”kata Herry. Sebanyak 130 pesawat dioperasikan oleh beberapa maskapai penerbangan Cina. “Keseluruhan pesawat itu beroperasi sebagai pesawat sipil.” Selain Cina, negara pengguna itu adalah Republik Kongo, Myanmar, Tajikistan, Zambia, Sri Langka, Zimbabwe, Laos, Ghana, Ekuador, Bolivia, Filipina, dan Indonesia.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan mengeluarkan re

komendasi keselamatan terkait dengan kecelakaan pesawat milik Merpati. Ketua Komite Tatang Kurniadi mengatakan, rekomendasi akan ditujukan kepada pemangku kepentingan. Mereka antara lain pembuat desain pesawat, negara pembuat pesawat, negara operator, operator, dan pabrik pembuat mesin pesawat.
Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo mendukung audit yang dilakukan pemerintah. Lima bulan lalu posisi perusahaan penerbangan itu naik, yakni dari sebelumnya pada posisi 1 minus naik 11 poin menjadi 189 poin. “Audit bukan hal yang haram dan ditakuti,”ujarnya.

February 24, 2011

Merpati Incar Laba Rp 40 Miliar

Merpati Incar Laba Rp 40 Miliar
KAMIS, 24 FEBRUARI 2011 | 14:23 WIB
Besar Kecil Normal
Twin Otter Merpati/Tempo

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Merpati Nusantara Airlines menargetkan peningkatan laba operasi yang tajam pada tahun ini. Menurut Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo, laba operasi perusahaannya pada tahun ini ditargetkan meningkat menjadi Rp 40 miliar.
“Sementara, tahun lalu laba operasi Merpati Rp 243 juta. Tahun ini kami menargetkan Rp 40 miliar dengan catatan asumsi yang kami ajukan dalam rencana bisnis dapat terpenuhi,” kata Jhony di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kamis (24/2).

Saat ini, rencana bisnis masih digodok di tingkat SBU (Strategic Business Unit) perusahaan. Setelah rampung akan diserahkan pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Kemudian berlanjut ke Tim Restrukturisasi dan Revitalisasi. Dana yang diajukan Merpati dalam rencana bisnis sekitar Rp 600 miliar.

Dana itu akan digunakan untuk revitalisasi perusahaan dan pengadaan pesawat. Tahun ini Merpati berencana menambah 13 pesawat jenis Boeing 737 Classic Series (300/400/500). Hingga akhir tahun, Merpati menargetkan kepemilikan 23 pesawat. “Utang akan kami bayarkan dari hasil produksi,” ujar Jhony.

Merpati merupakan salah satu dari 14 BUMN yang masuk dalam program penyehatan atau restrukturisasi melalui PT Perusahaan Pengelolaan Aset. Akumulasi utang Merpati yang tersisa Rp 1,9 triliun dengan kreditur yang sebagian besar BUMN seperti Pertamina, Angkasa Pura, dan Garuda.

EVANA DEWI

February 24, 2011

Kreditur Restui Restrukturisasi Utang Mandala

Kamis, 24/02/2011 15:04 WIB
Kreditur Restui Restrukturisasi Utang Mandala
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Mayoritas kreditur PT Mandala Airlines (Mandala) akhirnya setuju terhadap skema restrukturisasi utang yang diajukan manajemen Mandala. Padahal sebelumnya para kreditur menolak mentah-mentah skema tersebut.

Pada pertemuan kedua hari ini yang berlangsung tertutup di Hotel Alila, Jakarta berlangsung proses voting, dimana mayoritas kreditur menyetujui skema restrukturisasi utang yang diajukan manajemen.

“Mayoritas kreditur atau 88% setuju dengan rencana perdamaian PT Mandala Airlines. Kreditur yang hadir hari ini di Hotel Alila sejumlah 345 kreditur. Pada saat voting dilaksanakan, kreditur yang setuju 304 kreditur, yang menolak 37 kreditur dan yang abstain 3 kreditur,” kata Kuasa Hukum Mandala James Purba kepada detikFinance, Kamis (24/2/2011).

Sementara itu Head of Corporate Communication Mandala Nurmaria Sarosa menyambut gembira dari keputusan ini.

“Iya sudah keluar, Alhamdullilah setuju,” kata Nurmaria.

Seperti diketahui jumlah utang Mandala Airlines saat ini mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.

Sebelumnya untuk menghindari likuidasi, secara garis besar Mandala mengajukan rencana perdamaian yang mencakup ketiga hal berikut:

Masuknya investor baru untuk menyuntikkan modal bagi perusahaan.
Pengajuan konversi sebagian besar utang kreditur konkuren menjadi saham.
Masuknya pengelola baru untuk memulai kembali operasi perusahaan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.