+++++++++++++++++
Korban Sukhoi: Gatot Purwoko Pilot Senior Airfast Indonesia Tidak Berniat Beli Sukhoi
Meski salah satu kru maskapai ikut, tidak sertamerta perusahaan akan membelinya.
JUM’AT, 11 MEI 2012, 08:55 WIB Antique
Pesawat Sukhoi Super Jet 100. (REUTERS/Benoit Tessier/Files)
BERITA TERKAIT
Seluruh Korban Sukhoi akan Dibawa ke RS Polri
VIDEO: Mengintip Spesifikasi Sukhoi SJ-100
Dua Opsi Evakuasi Korban Pesawat Sukhoi
Skenario SAR Atasi Medan Terjal Gunung Salak
Tim Evakuasi Hampir Tiba di Lokasi
VIVAnews – PT Airfast Indonesia menyatakan tidak berniat memesan atau membeli pesawat jenis Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia. Dalam tur promosinya di Indonesia, pesawat itu mengalami musibah, karena jatuh di Gunung Salak, Rabu siang 9 Mei 2012, setelah dinyatakan hilang kontak pukul 14.33 WIB.
“Perusahaan tidak berniat memesan pesawat buatan Rusia tersebut,” kata salah seorang staf sekretaris perusahaan PT Airfast Indonesia, saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat 11 Mei 2012.
Menurutnya, meski salah satu kru maskapai ikut dalam pesawat naas tersebut, tidak sertamerta menyatakan bahwa Airfast Indonesia berniat membeli pesawat yang mulai dibuat tahun 2007 tersebut. “Memang kru kami ikut dalam uji coba Sukhoi itu, tapi perusahaan tidak mengatakan karena berniat beli,” tambahnya.
Seperti diketahui, PT Trimarga Rekatama sebagai agen yang menangani Sukhoi di Indonesia merilis daftar 50 penumpang pesawat Sukhoi SuperJet-100 (SSJ-100).
Daftar penumpang terdiri dari undangan Trimarga untuk kalangan pebisnis maskapai, wartawan, dan kru pesawat. Di antara nama tersebut, terdapat Gatot Purwoko dari Airfast Indonesia. Lengkapnya silakan buka tautan innior Airfast, Terbang Sejak 1974
Ikbal – detikNews
Kamis, 10/05/2012 11:29 WIB
Jakarta Salah satu penumpang Sukhoi Superjet100 yang jatuh di Gunung Salak, Gatot Purwoko, merupakan pilot senior. Saat ini di rumahnya mulai ramai didatangi kerabat, termasuk Bondan Winarno, karena Gatot juga gemar berwisata kuliner.
“Pak Gatot sudah lama di Airfast, dari tahun 1974. Dia penerbang senior Indonesia, sekarang sudah tidak terbang lagi, sudah di kantor,” kata adik Gatot, Jarot Utomo, kepada wartawan di rumah duka, Jalan Poncol Indah, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Kamis (10/5/2012).
Keluarga baru tahu Gatot ikut dalam rombongan Sukhoi Superjet100 setelah melihat informasi pesawat hilang di televisi. Lalu saat televisi menayangkan daftar nama penumpang, keluarga langsung mengontak Airfast dan dibenarkan. “Keluarga baru tahu Pak Gatot ikut pesawat itu setelah ada di televisi,” papar Jarot.
Saat ini Gatot mempunyai dua orang anak yaitu Cipta Anggita yang kini menjadi dokter spesialis, dan Jalu yang masih kuliah. Selain aktif di dunia kedirgantaraan, Gatot juga dikenal penyuka makanan dan bergabung di komunitas kuliner Jalan Sutera. Presenter kuliner Bondan Winarno tampak ikut memberikan bela sungkawa di rumah duka sejak pagi.
“Pak Gatot suka kuliner, bareng grup Jalan Sutera, “ujar Jarot. Kini rumah tersebut mulai ramai didatangi kerabat keluarga. Dua tenda sudah didirikan.