Archive for ‘Airlines’

May 29, 2012

Lion Air Dikabarkan Borong 10 Boeing 787 Dreamliner

Lion Air Dikabarkan Borong 10 Boeing 787 Dreamliner
Herdaru Purnomo – detikfinance
Senin, 28/05/2012 15:57 WIB

Jakarta – PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan untuk memborong 10 pesawat Boeing pabrikan AS. Lion Air melirik pesawat jet penumpang jarak jauh 787-8 Dreamliner.

Lion Air mengincar pesawat tersebut untuk penerbangan murah jarak jauh. Adapun harga yang ditaksir dalam pembelian pesawat tersebut mencapai US$ 1,9 miliar.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/5/2012) sumber yang tahu detil kesepatakan tersebut mengatakan, Lion Air memang lebih memilih Boeing ketimbang Airbus A-330. Rencananya, kesepakatan tersebut akan diumumkan pada saat 8 Juni 2012 yang bertepatan dengan Ulang Tahun ke 12 Lion Air.

Langkah Lion Air ini akan memberikan perhatian lebih khususnya kepada Garuda Indonesia dan Air Asia karena persaingan penerbangan jauh semakin tinggi.

CEO Lion Air Rusdi Kirana mengatakan pembahasan pembelian Boeing ini sudah sejak bulan Februari 2012. Hal tersebut disinyalir terjadi ketika Rusdi Kirana mengikuti acara tahunan Singapore Airshow 2012 beberapa waktu lalu.

Salah seorang sumber juga mengatakan Dreamliner akan membantu Lion Air memikat pasar dari sisi efisiensi bahan bakar dan teknologi canggihnya.

“Dreamliner adalah desain baru, didasarkan pada teknologi terbaru, sedangkan A330 pada dasarnya adalah (desain) lama,” kata sumber tersebut.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait membantah telah terjadi kesepakatan antara Lion Air dan Boeing. “Wah saya belum tahu, berita dari mana itu,” kata Edward singkat ketika dihubungi detikFinance.

Sebelumnya, Lion Air telah memborong 230 Boeing 737 Next-G senilai US$ 22,4 miliar. Didepan Presiden Obama dan SBY, Rusdi Kirana menandatangani langsung kesepakatan tersebut.

May 29, 2012

Mantan Dirut Merpati: Rugi Rp 2 Miliar per Hari Tidak Benar!

Mantan Dirut Merpati: Rugi Rp 2 Miliar per Hari Tidak Benar!
Herdaru Purnomo – detikfinance
Selasa, 29/05/2012 06:50 WIB

Jakarta – Mantan Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyambut baik langkah Solidaritas Pegawai Merpati (SPM) yang meminta audit kinerja keuangan maskapai plat merah itu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jhony mengharapkan BPK mampu memberikan pencerahan jika tidak benar Merpati rugi Rp 2 miliar per harinya.

“Silahkan saja mau diaudit, ya mungkin perlu juga kali ya? Agar pernyataan Dirut baru itu diverifikasi,” ungkap Jhony saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (29/5/2012).

Direktur Utama Merpati yang baru Rudy Setyopurnomo memang mengatakan pemecatan Jhony dikarenakan Merpati selalu merugi. Bahkan kerugiannya mencapai Rp 2 miliar per harinya.

Jhony sendiri sudah tidak mempersoalkan pemecatan dirinya termasuk aduan SPM soal adanya konspirasi. Ia hanya ingin segala kebenaran bisa terungkap.

“Soal pencopotan kan saya sudah terima dicopot, konspirasi atau tidak nggak pentinglah buat saya,” tegasnya.

“Dalam konteks verifikasi, dan pengelolaan uang sepertinya perlu juga audit karena kalau versi saya ya tak pernah itu kita rugi. Bicara operasional dong ya? Kalau hutang lama ditumpuk-tumpuk lalu dihitung secara rata rata jumlah hari ya mungkin sampai. Tapi maksud saya tidak pernah tuh rugi sampai sebesar itu (Rp 2 miliar) per hari,” papar Jhony lagi.

Seperti diketahui, SPM melaporkan dugaan adany konspirasi terkait pencopotan Sardjono Jhony Tjitrokusumo kepada BPK. SPM meminta klarifikasi kerugian Merpati Rp 2 miliar per hari yang menjadi alasan dicopotnya Jhony.

SPM sendiri menegaskan kinerja Merpati sudah terus membaik di tangan Jhony. Merpati kini dinahkodai oleh Rudy Setyopurnomo yang sebelumnya menduduki kursi Komisaris

May 28, 2012

Ada Konspirasi Pergantian Dirut, Karyawan Merpati Ngadu ke BPK

Ada Konspirasi Pergantian Dirut, Karyawan Merpati Ngadu ke BPK
Whery Enggo Prayogi – detikfinance
Senin, 28/05/2012 11:54 WIB

Jakarta – Solidaritas Pekerja PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) mengadu ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pencopotan Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo. Pencopotan tersebut disinyalir karena adanya konspirasi Kementerian BUMN sejak awal 2012.

Ery Wardhana, wakil Solidaritas Pekerja Merpati (SPM) mengungkapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto membujuk Rudy Purnomo untuk menangani Merpati, kemudian sepakat menunjuk Rudy sebagai Komisaris Utama untuk mempelajari kondisi internal Merpati terlebih dahulu.

“Sebagai Komisaris Utama Rudy bertindak layaknya Dirut, dan dengan waktu yang sangat cepat (satu bulan) sudah dapat menilai penyebab terpuruknya Merpati, menurutnya karena semrawutnya pengelolaan bisnis, perusahaan dianggap tidak memiliki panduan mengeruk laba, dari menggaet konsumen, menetapkan rute potensial, mengkaji jenis pesawat apa yang paling cocok, hingga selalu didengungkan ke eksternal, bahwa kerugian Merpati sampai Rp 3 miliar perhari,” papar Ery.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam siaran pers di sela kunjungannya ke BPK, Jalan Gatot Subroto, Senin (28/5/2012).

Menurut Ery, sejak awal 2012, Kementerian BUMN juga menganggap Merpati sudah mulai tidak bisa diselamatkan. Padahal, Erry mengatakan Sardjono Jhony, sejak jadi Dirut pertanggal 27 Mei 2010, selama 18 bulan sejak Mei 2010 sampai Desember 2011, mengalami masa survival tanpa bantuan dana, jadi praktis mulai awal 2012 ini baru dimulai tahap Business Plan yang sebenarnya yaitu Tahap Rekondisi dan beriringan dengan Tahap Recovery.

“Di mana mulai awal tahun 2012 ini, tren pesawat bertambah, kepercayaan vendor mulai bangkit, RKAP 2012 sedang dijalankan. Jadi sangat tidak beralasan Kementerian BUMN menganggap Merpati sudah mulai tidak bisa diselamatkan mulai awal tahun 2012 ini,” ungkap Ery.

Lebih jauh Ery menyampaikan sinyalemen adanya konspirasi di Kementerian BUMN, dapat juga dievaluasi dari Keputusan Para Pemegegang Saham Merpati No. KEP-194/MBU/2012 No. GARUDA/PS/MZ-005/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direksi Merpati karena hal ini melanggar ketentuan UUPT No. 40 Th 2007 (Psl 105), PP No. 45 Th 2005 ttg P4BUMN (Psl 23) serta Peraturan Meneg BUMN No.Per-01/MBU/2012 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN (Psl 26 s/d 31).

“Karena keputusan para pemegang saham telah memberhentikan Dirut Merpati tanpa memberikan kesempatan untuk membela diri sebagaimana dipersyaratkan oleh UU, PP dan Permen tersebut,” ungkapnya.

Sebetulnya pada 7 Mei 2012 Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik atas nama Menteri Negara BUMN sudah memberikan waktu 14 hari kepada Dirut Merpati untuk membela diri. Tapi, lanjut Ery, tiba-tiba pada 11 Mei 2012 Asdep Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik I atas nama Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik mengundang Dirut Merpati pada Acara Penyerahan Surat Keputusan Pemegang Saham PT Merpati pada 14 Mei 2012 tanpa memberikan kesempatan untuk membela diri sesuai Surat Deputi sebelumnya.

“Tindakan Pemegang Saham ini menyebabkan Dirut Merpati tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk menyampaikan pertanggungjawaban atas pengelolaan perusahaan (Merpati) sebagaimana diwajibkan oleh Anggaran Dasar Perusahan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat 32. Jadi secara hukum Keputusan Pemegang Saham tersebut diatas harus dibatalkan,” papar Ery.

Pada akhirnya, Ery melanjutkan satu hal yang pasti siapapun boleh membuat statement tentang Merpati rugi. Mulai dari asisten Deputi Menteri BUMN, ataupun Deputi-nya bahkan Menteri BUMN sekalipun.

“Yang pasti Dirut saat itu Capt. Sardjono Jhony Tjitrokusumo tidak pernah dimintakan pertanggungjawaban secara resmi didalam RUPS, dan beliau juga tidak diberi kesempatan membeladiri yang diatur didalam Peraturan Pemerintah dan sudah tertuang didalam Berita Acara Recana Pergantian Dirut yang ditandatangani oleh Deputi Meneg BUMN Bapak Sumaryanto Widayatin yang saat ini sedang sakit,” tutup Ery.

May 28, 2012

Dahlan: ATC Satu Atap Akan Sejahterakan Karyawan

INGGU, 27 MEI 2012 | 12:00 WIB
Dahlan: ATC Satu Atap Akan Sejahterakan Karyawan
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan sistem pengawasan udara segera berbentuk BUMN. Salah satu alasan Dahlan atas wacana itu adalah kesejahteraan para karyawan air traffic controller (ATC).

“Gaji operator ATC harus setara pilot, tak mungkin kecil,” ujarnya seusai meluncurkan novel Sepatu Dahlan di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 27 Mei 2012. Bila sejahtera, tuturnya, pelayanan dan tanggung jawab akan semakin berkualitas.

Dengan bentuk usaha BUMN, ada keterjaminan suntikan dana dari negara. Pengelolaan lalu lintas negara disebut Dahlan perlu keseriusan dan investasi yang besar.

Sebelumnya Dahlan mengatakan akan membentuk BUMN baru berbentuk perusahaan umum (Perum) untuk menangani air traffic system (ATS) di Indonesia. Nantinya BUMN ini akan mengontrol keseluruhan lalu lintas udara di seluruh Indonesia. Saat ini, kata Dahlan, masih terjadi dualisme dalam pengaturan lalu lintas udara Nusantara.

Tugas perum nirlaba itu adalah sinkronisasi sistem air traffic control di seluruh Indonesia. “Agar kita berdaulat penuh di wilayah udara Indonesia,” ujarnya.

Dahlan optimistis pembentukan perum ini efektif menyelesaikan masalah peralatan, kemampuan tower, serta masalah psikologis pegawai ATC akibat gaji yang sebelumnya dirasa tak sesuai. Setelah terbentuk, Dahlan menyerahkan perihal kinerja menara pengawas udara satu atap itu kepada Kementerian Perhubungan. “Kami tak akan ikut campur. Aturannya nanti oleh Kemenhub,” ujar Dahlan tergesa meninggalkan kerubungan wartawan.

M. ANDI PERDANA

May 21, 2012

Pengusaha Yusuf Ardhi Teken Langsung Pembelian Sukhoi Superjet 100

Kamis, 10/05/2012 17:38 WIB
Pengusaha Yusuf Ardhi Teken Langsung Pembelian Sukhoi Superjet 100
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Pembelian 12 pesawat Superjet 100 (SSJ 100) pabrikan Rusia oleh PT Sky Aviation ternyata langsung dilakukan Komisaris Utama perseroan yaitu Yusuf Ardhi. Yusuf Ardhi dikabarkan sebagai pemilik dari Sky Aviation.

Seperti dikutip detikFinance dari situs Kementerian Perhubungan, Selasa (10/5/2012), Yusuf Ardhi yang merupakan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menandatangani langsung kontrak pembelian SSJ 100 di Moskow, Rusia.

“Kartika Airlines telah memesan sebanyak 30 pesawat Sukhoi Superjet 100 pada Juli 2010 lalu dan pengiriman pertama pesawat itu dijadwalkan pada September 2012. Perjanjian jual-beli pesawat senilai 38 juta dollar AS untuk setiap pesawat itu dilakukan pada acara kedirgantaraan di London, Inggris,” tulis Kemenhub.

“Sky Aviation juga sudah memesan 12 pesawat Sukhoi Superjet 100. Kontrak senilai US$ 380,4 juta tersebut ditandatangai oleh Vladimir Prisyazhnyuk, Presiden Sukhoi Civil Aircraft Company serta Yusuf Ardhi selaku Komisaris Utama dan Krisman Tarigan selaku Direktur Utama PT. Sky Aviation pada 16 Agustus 2011, di arena Internasional Aviation and Space Salon MAKS 2011 di kota Zhukovsky, wilayah kota Moskow,” tambah Kemenhub.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pembelian pesawat SSJ 100 buatan Rusia oleh sejumlah perusahaan maskapai penerbangan di tanah air itu masih bersifat bisnis, antara maskapai sebagai pihak pembeli dan pihak Sukhoi sebagai penjual. Jika kesepakatan bisnis itu jadi, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku otoritas penerbangan yang akan mengeluarkan sertifikasinya.

‘’Hingga saat ini sifatnya masih business to business antara beberapa airlines sebagai calon pembeli dengan Sukhoi Civil Aircraft Company selaku produsen pesawat. Hubungannya masih antara pembeli dengan penyedia,’’ kata Bambang.

Pemerintah dalam hal ini, jelas Bambang tidak mengikuti atau terlibat langsung dalam kesepakatan bisnisnya, seperti antara Kartika Airlines atau Sky Aviation dengan Sukhoi Civil Aircraft Company.

Pernyataan Bambang tersebut berseberangan dengan keterangan Kemenhub sendiri. Karena, penandatanganan kontrak pembelian 12 pesawat SSJ 100 tersebut sebagai langkah lanjut penandatanganan Head of Agreement (HOA) pada Juli lalu di Le Bourget Airshow, Perancis. Dimana penandatanganan kontrak tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Gumay.

Bambang menjelaskan, kesepakatan jual-beli melibatkan sejumlah tahapan. Sementara itu Kemenhub akan menerima informasi dari pihak maskapai sebagai pengguna pesawat ketika kesepakatan sudah mencapai tahap akhir.

‘’Kalau pesawatnya sudah ada, pada waktunya kita akan sertifikasi. Dan sertifikasi ini menjadi tugas Kementerian Perhubungan agar semua jenis alat udara yang beroperasi di dirgantara ini layak,’’ jelasnya.

Adapun untuk mendapatkan sertifikasi apakah pesawat itu layak atau tidak beroperasi di Indonesia, juga harus melalui sejumlah tahapan yang harus ditempuh pihak maskapai, salah satunya melakukan pemeriksaan secara intensif apakah pesawat yang akan dioperasikan itu sudah memenuhi standar penerbangan nasional atau belum.

‘’Sertifikasi akan diberikan kepada semua pesawat udara yang beroperasi di wilayah Indonesia, setelah mengajukan izin. Setelah seluruhnya dinilai memenuhi standar yang ditetapkan baik itu oleh pemerintah Indonesia sendiri maupun standar internasional,’’ katanya

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Menehub Bambang S Ervan menjelaskan,Indonesia mempunyai airworthiness(Kelaikan) bilateral agreement dengan pemerintah Rusia, Hal itu berarti pemerintah Indonesia mengakui certificate of type pesawat yang dikeluarkan otoritas penerbangan sipil Rusia.

‘’Itulah yang menjadi dasar diizinkannya Sukhoi Superjet 100 melakukan penerbangan promosi di Indonesia,’’ jelas Bambang.

Selain izin dari otoritas penerbangan sipil, izin penerbangan di wilayah Indonesia juga ada izin dari instansi lain, yaitu Kementerian Luar Negeri untuk diplomat clearance dan Kementerian Pertahanan untuk second clearance.

Izin untuk melakukan penerbangan di Indonesia memang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Sementara flight approval termasuk rute, di keluarkan oleh Bandara Halim Perdanakusuma, karena joy flight ini bukan penerbangan destination to destination. Area terbang ditentukan oleh ATS berdasarkan flight plan yang diajukan

May 15, 2012

SUKHOI JATUH—Menhub Tegaskan Pemeriksaan Black Box Wewenang KNKT

Hmm, jika Boeing jatuh, blackbox dikirim oleh KNKT ke Boeing, sedangkan untuk Sukhoi dibakal dipegang oleh KNKT, dan siapa tahu dikirim ke Boeing atau Airbus..

SUKHOI JATUH—Menhub Tegaskan Pemeriksaan Black Box Wewenang KNKT
Oleh Irsad Sati
Selasa, 15 Mei 2012 | 17:16 WIB
More Sharing ServicesShare on twitterShare on formspring

Berita Terkait

INFO LALU LINTAS: Duh.. Perbaikan Pipa Gas Di Tomang!
SOSIAL MEDIA: Duh… Puluhan Ribu Username Dan Password Twitter Bocor
TRAGEDI SUKHOI: Setelah BLACK BOX Ditemukan…
TRAGEDI SUKHOI: Penyelidikan Di Bawah Kendali Indonesia
TRAGEDI SUKHOI: EVAKUASI KORBAN Hampir Rampung

JAKARTA: Menteri Perhubungan EE Mangindaan menegaskan pemeriksaan kotak hitam pesawat Sukhoi tetap berada dalam kewenangan KNKT sehingga tim ahli dari Rusia hanya bisa ikut sebagai pendamping.

“Gabungan boleh tapi KNKT yang pegang kendali. Dari luar [Rusia] gabung tapi kendali tetap dari kita,” ujarnya di Istana Presiden hari ini.

Hal itu, lanjutnya, sudah sesuai dengan aturan penerbangan internasional sehingga KNKT berhak untuk melakukannya.

Menurut dia, KNKT sudah mampu untuk melakukan tugas tersebut.

“Kalau mereka punya alat dibawa kesini bisa saja kan? Siapa tau bahasanya bahasa Rusia, tapi setahu saya Inggris. Tapi kita kendalikan,” ujarnya.

Terkait dengan kotak hitamnya sendiri, tambahnya, belum ditemukan sampai saat ini sehingga terus dicari oleh tim di lapangan.

Untuk itu, Mangindaan mengharapkan tidak ada yang mengspekulasikan soal keberadaan kota hitam itu agar tidak menjadi kehebohan di tengah masyarakat. “Termasuk spekulasi soal penyebab terjadi kecelakaan tersebut.”

“Jangan2 berandai-andai dluu lah karena penyebabnya belum diketahui. Kan ada pada rekaman suara di kotak hitam yang belum diketemukan,” katanya. (sut)

May 14, 2012

Tak Hanya Dirut, Dahlan Iskan Juga Pecat Komut Merpati

Senin, 14/05/2012 07:18 WIB
Tak Hanya Dirut, Dahlan Iskan Juga Pecat Komut Merpati
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Ternyata, diam-diam Menteri BUMN Dahlan Iskan memecat Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Merpati Nusantara Airlines. Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo dan Komisaris Utama Merpati Said Didu telah dipecat.

“Saya sudah diberhentikan 1,5 bulan lalu,” ujar Said kepada detikFinance, Senin (14/5/2012).

Pemecatan Said ini terbilang diam-diam, karena tidak diketahui ternyata Komisaris Utama Merpati telah berganti menjadi Rudy Setyopurnomo. “Nama penggantinya Pak Rudy,’ imbuh Said.

Said tidak mengatakan alasannya dipecat oleh Dahlan Iskan, namun hari ini rencananya akan ada pelantikan Dirut baru dan mungkin juga Komut baru Merpati juga akan dilantik oleh Dahlan Iskan.

Sebelumnya, Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengungkapkan kekecewaannya ketika dicopot oleh Kementerian BUMN dari posisinya. Jhony mengaku tidak mengetahui alasan Kementerian yang melengserkan dirinya dari orang nomor satu Merpati.

Jhony menceritakan, pada awalnya dirinya memang pernah menyatakan untuk mengundurkan diri pada 30 Januari 2012, namun ditolak oleh Dahlan Iskan.

Jhony juga menjelaskan dirinya dipecat karena alasan kinerja Merpati yang tidak baik. Pasalnya, Jhony telah berupaya mengusahakan segala hal agar Merpati bisa terus selamat dari ‘kematian’.

Said Didu mengatakan, meski Dirut dan Komut Merpati diganti, pemerintah tetap bakal kesulitan untuk memperbaiki keuangan maskapai pelat merah ini.

“Selama masalah neraca tidak disehatkan, akan sulit. Neraca hanya bisa diselesaikan oleh pemegang saham yaitu pemerintah,” tutup Said.

(dnl/ang)

May 14, 2012

ATC Bandara RI Jadi Sorotan

Dari Investor daily 14 Mei 2012
Oleh Inneke Lady dan Tri Murti

JAKARTA – Kondisi infrastruktur bandara di
Indonesia yang memprihatinkan, khususnya air
traffic control (ATC) menjadi sorotan menyusul
jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100)
di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Pilot
SSJ-100 yang belum menguasai medan disinyalir
juga ikut memberikan andil atas kecelakaan nahas
yang merenggut 45 jiwa tersebut.

Menurut pengamat penerbangan
Alvin Lie, kecelakaan pesawat SSJ-100
yang terjadi pada penerbangan Joy
Flight sesi kedua diduga akibat penurunan
ketinggian pesawat dari
10.000 ke 6.000 kaki di atas kawasan
Gunung Salak. Petugas ATC memberikan
izin atas permintaan penurunan
ketinggian, karena mengira permintaan
dilakukan di atas Lanud
Atang Sendjaja sesuai rute Joy Flight
yang diajukan ke pemerintah. Kawasan
penerbangan di atas Lanud Atang
Sendjaja tercatat merupakan training
area yang aman bagi kegiatan demo
penerbangan, termasuk manuver.
Permintaan dari pilot yang belum
mengenal medan di Bogor dan tidak
melaporkan secara lengkap posisi pesawat,
diduga lolos dari filter pihak
ATC Bandara Soekarno-Hatta sehingga
kecelakaan maut tak terhindarkan.
Petugas ATC, lanjut dia, tidak
bisa memberikan tambahan informasi,
sebaliknya mereka justru
mengasumsikan pilot sudah mengenal
area tersebut.
“Penerbangan Sukhoi yang dilakukan
pada jam 14.30 juga sangat tidak
menguntungkan. Pasalnya, saat
itu merupakan jam sibuk di area Bandara
Soekarno-Hatta yang memiliki
keterbatasan radar dan sumber daya
manusia (SDM),” ujar Alvin lie di
Jakarta, Minggu (13/5).
Namun demikian, kata Alvin Lie,
kesalahan tidak bisa ditumpahkan
begitu saja terhadap pihak ATC. Alasannya,
seorang petugas ATC di Bandara
Soekarno-Hatta harus menangani
belasan hingga puluhan penerbangan
pesawat sehingga tidak
mungkin untuk memantau pergerakan
satu pesawat saja, dalam hal ini
pesawat SSJ-100 yang nahas itu.
Dia mengungkapkan, bandara terbesar
di Indonesia yang sudah mengalami
kelebihan kapasitas itu juga
tidak didukung fasilitas navigasi yang
memadai. Bahkan, peralatan navigasi,
di antaranya radar bandara semestinya
sudah diremajakan sejak 2005-
2006. Namun, radar usang itu masih
dipertahankan hingga sekarang.
Overconfident
Terkait alasan pilot meminta penurunan
ketinggian pesawat, pemerhati
penerbangan Samudra Sukardi
mengatakan, hal itu kemungkinan
dilakukan untuk menghindari cuaca
buruk, yakni pilot ingin menuju ke
area yang lebih terang. Alasan lain,
pilot Sukhoi Aleksandr Yablontsev
bisa saja terlalu percaya diri (overconfident)
untuk bermanuver, mengingat
rekam jejak pria kelahiran Warsawa,
Polandia itu memang luar biasa.
Dia merupakan pilot senior Rusia dan
telah mengantongi jam terbang secara
mature, yakni 14.000 jam
“Apalagi, jika pilot ingin bermanuver,
itu dimungkinkan. Pasalnya, dalam
Joy Flight memang penerbangan
diberi sedikit kebebasan untuk
memperlihatkan perfomance pesawat
guna menarik minat calon pelanggan,”
kata dia dalam sebuah acara
diskusi yang digelar akhir pekan lalu.
Namun, kata Samudra, semestinya
pilot di-briefing sebelum terbang,
seperti penerbangan harus melewati
area-area mana saja yang aman dan
disebutkan pula kondisi area tersebut.
Di sisi lain, Pilot Senior Jeffrey Adrian
menilai kecelakaan yang menimpa
Sukhoi bukan dipicu oleh pilot yang
overconfident dalam bermanuver. Sebaliknya,
manuver merupakan kegiatan
biasa yang dilakukan pilot saat
demo terbang.
“Manuver juga bisa dilakukan baik
di atas gunung maupun lautan, tetapi
pilot harus memperhatikan minimal
ketinggian penerbangan,” imbuh dia.
Jeffrey justru menyoroti minimnya
penguasaan pilot terhadap area di Bogor
dan sekitarnya. Untuk itu, pilot asing
semestinya didampingi pilot lokal yang
bertindak sebagai observer saat
menerbangi wilayah Indonesia. “Waktu
saya terbang di Hong Kong, saya juga
didampingi oleh observer yang sudah
mengenal area itu,” ujar dia.
Sementara itu, menyikapi kecelakaan
Sukhoi yang terjadi di Indonesia,
anggota Komisi V DPR Muhamad Arwani
Thomafi mengatakan, penguatan
kelembagaan otoritas bandar udara
dan sistem navigasi harus dilakukan.
“Kita harus mengejar ketinggalan.
Saat ini, kita mempunyai banyak bandara
yang kelayakannya masih kurang
untuk bisa memberikan layanan
secara optimal,” ujar Arwani.

May 13, 2012

Senin, Pilot Merpati Mogok Kerja

PENERBANGAN
Senin, Pilot Merpati Mogok Kerja
Hasanuddin Aco | Erlangga Djumena | Minggu, 13 Mei 2012 | 11:47 WIB
Dibaca: 17335Komentar: 27
| Share:

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Pesawat Merpati Nusantara Airlines diparkir bersebelahan dengan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (23/4/2012).
TERKAIT:
Dahlan Iskan Beri Contoh dengan Naik Merpati
Merpati Nusantara Beli 40 Pesawat Jet
Menneg BUMN Dahlan Iskan Dukung Dirut Merpati
JAKARTA, KOMPAS.com — Seluruh pilot maskapai Merpati Airlines akan melakukan aksi mogok kerja mulai besok, Senin (14/5/2012).

Koordinator Komite Solidaritas Penerbang Merpati Nusantara Airlines Capten Eman Supritaman, dalam rilisnya ke Tribunnews.com, Minggu (13/5/2012), menegaskan, aksi mogok terbang ini untuk menyikapi rencana pergantian Direktur Utama (Dirut) Merpati oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Menurut Eman, aksi mogok dimulai dari penerbang pesawat Twin Otter, Cassa 212, dan MA 60 yang melayani rute perintis mulai 13 Mei pukul 00.00 WIB. “Aksi mogok dilakukan sampai dengan aspirasi kami didengar dan dipatuhi Kementerian BUMN. Karena kami percaya bahwa jika dipaksakan dirut baru, maka kinerja Merpati menjadi buruk,” kata Eman.

Dia mengatakan, penerbang untuk pesawat dan Awak Kabin yang melayani rute domestik dengan pesawat Boeing 737 akan melakukan pemogokan pada 14 Mei 2012. “Aksi mogok ini akan segera diberitahukan pada hari Senin ke Dinas Tenaga Kerja Jakarta Pusat pada pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Eman, pihaknya atas nama seluruh Karyawan Merpati mohon maaf kepada para konsumen Merpati Airlines jika terganggu kenyamanannya dan tertundanya penerbangannya.

Para karyawan Merpati Nusantara Airlines, menurut dia, baru saja merasakan kesejahteraan dan iklim kerja yang kondusif di Merpati Nusantara Airlines, Kementerian BUMN berencana akan menganti Direksi Merpati Airlines tanpa alasan yang jelas. “Senin besok, rencana Direktur Utama Merpati Airlines akan dipanggil Kementerian BUMN untuk diberhentikan tanpa alasan yang jelas, dan tanpa mekenisme RUPS seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN,” kata dia.

May 10, 2012

Trimarga: Tidak Ada Pembatalan Pembelian Sukhoi

Trimarga: Tidak Ada Pembatalan Pembelian Sukhoi
Andri Haryanto – detikNews
Kamis, 10/05/2012 13:57 WIB

Jakarta Pesawat Sukhoi Superjet 100 datang ke Indonesia untuk pamer di depan pembeli potensial. Agen Sukhoi di Indonesia memastikan tidak ada pembatalan pembelian pesawat komersial itu.

“Tidak ada,” kata Sunaryo, agen Sukhoi di Indonesia dari PT Trimarga Rekatama, saat ditanya apakah ada pembatalan pembelian Sukhoi menyusul insiden maut ini.

Hal ini disampaikan Sunaryo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Dua maskapai Indonesia telah memesan pesawat 98 kursi itu yaitu PT Sky Aviation sebanyak 12 unit dan Kartika 30 unit. Pesawat dibanderol 31-35 juta dolar.

Sukhoi jatuh di tebing puncak Gunung Salak pada Rabu 9 Mei 2012. Pesawat nahas yang mengangkut 45 penumpang itu telah ditemukan dalam kondisi rusak parah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.