Archive for ‘Automobility’

May 29, 2012

Peluang Besar, Tantangan Besar

Selasa, 29 Mei 2012
MOBIL NASIONAL
Peluang Besar, Tantangan Besar
Jakarta, Kompas – Pengembangan mobil nasional memiliki peluang, tetapi sampai sekarang masih menghadapi tantangan dan hambatan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, pengembangan mobil nasional juga tidak boleh asal-asalan.

Ferrari Roemawi, anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat, dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Senin (28/5), mengatakan, pengembangan mobil nasional (mobnas) jangan terburu-buru, hanya sekadar mengejar target pemerintah saat ini.

”Mobnas harus menjadi produk yang membanggakan dan laku di pasar, terutama pasar global. Jangan buru-buru menciptakan mobnas secara massal, kalau ternyata kita hanya bisa menciptakan dengan teknologi yang sudah usang. Jangan sampai orang lebih memilih mobil bekas daripada mobnas,” ujar Ferrari.

Refrizal, anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, mengatakan, mobnas yang diharapkan hanya sekadar merek lokal atau sungguh-sungguh berkomponen lokal. Janganlah semua pihak sekadar euforia menciptakan mobnas.

”Mobnas adalah kendaraan yang ditujukan untuk dapat mengangkut manusia. Ini masalah nyawa dan tidak bisa main-main meloloskan uji kelaikan kendaraan. Butuh upaya serius,” ujar Refrizal.

Menperin mengatakan, Kementerian Perindustrian memberikan dukungan penuh kepada mobil Esemka yang dibuat anak-anak sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kelompok masyarakat yang mengembangkan industri kendaraan bermotor. Namun, pihaknya juga memperlihatkan adanya sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan rantai pasok dari industri komponen nasional, persyaratan teknis terkait regulasi keselamatan dan kualitas, hingga hak atas kekayaan intelektual.

Namun, Kemenperin juga memperlihatkan besarnya peluang pasar dalam negeri, semangat nasionalisme, dan kondisi ekonomi global yang dibayangi krisis. (OSA)

May 16, 2012

Toyota Bercita-cita Bikin Mobil Hybrid Khusus untuk RI

Khas Toyota, maunya minta kemudahan untuk jualan dulu.. setelah sukses jualan mereka bikin pabrik mobil hybrid “ecek ecek ” buat Indonesia, ala toyota avanza. Toyota hanya laku keras di Indonesia, sedangkan di Amerika sudah dilibas oleh Hyundai dan KIA.

Rabu, 16/05/2012 09:47 WIB
Toyota Bercita-cita Bikin Mobil Hybrid Khusus untuk RI
Syubhan Akib – detikOto

Jakarta – Produsen mobil Toyota berambisi untuk menjadikan mobil hybrid menjadi mobil yang laris di Indonesia. Toyota pun kemungkinan akan membuat mobil hybrid khusus untuk nusantara.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan kalau Toyota meminta berbagai kemudahan untuk penetresi pasar mobil hybrid di Indonesia seperti pengurangan Pajak Pertambahan Nilai dan Barang Mewah (PPnBM) (PPnBM) dan bea impor untuk membuat harga mobil hybrid jadi lebih terjangkau.

Bila nanti penjualan mobil hybrid bagus, bisa jadi Toyota akan membuatkan mobil hybrid yang khusus dirancang untuk Indonesia.

“Mungkin juga Toyota bikin cita-cita mobil hybrid. Yang di Indonesia mungkin bukan Prius karena ketinggian, mungkin dibikin special type untuk Indonesia yang harganya Rp 250an (jutaan) agar bisa di-adopt di pasar Indonesia,” paparnya di Kementerian Perindustrian, Selasa (15/5/2012).

Hidayat juga mengungkapkan kalau produksi mobil hybrid di Indonesia tetaplah harus jadi tujuan. Karena selain berguna untuk menjaring pekerja Indonesia, langkah ini juga bisa memiliki efek positif yakni berkurangnya produksi emisi karbon dan penghematan bahan bakar.

“Kita mencari sistem teknologi yang mereduksi emisi karbon. Itu bisa electric car, bisa hybrid, bisa advance diesel, bisa biodiesel. Sekarang yang kita tangkap hybrid,” tandasnya.

May 15, 2012

Bisnis Indonesia : Riset mobil hijau tuntas

Bisnis Indonesia 15 Mei 2012

Riset dan pengembangan teknologi proyek mobil atau low cost green car (LCGC) diklaim telah selesai. Teknologi itu terdiri dari pengembangan pengerak dan penyelarasan kebutuhan komponen.
Selanjutnya, para prinsipal otomotif global yang terlibat dalam proyek ini tinggal merampungkan pembangunan fasilitas produksi dan membangun kerjasama strategis dengan industri komponen.

Direktur Jendral Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementrian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan sistem riset, teknologi dan pengembangan R & D merupakan mata rantai terpenting dalam struktur industri otomotif

Tak heran jika sebagian besar komitmen investasi prinsipal otomotif untuk proyek mobil hijau dikucurkan untuk memperdalam riset dan memperkuat teknologi sebelum proses produksi dijalankan.

Riset , teknologi dan pengembangan LCGC sangat mahal. Beberapa principal yang telah mengalirkan investasi untuk R&D proyek mobil hijau antara lain : Daihatsu Motor Co, Suzuki Motor, Nissan Motor, Toyota Motor dan Honda MotorCo.

Persiapan mereka sudah sangat jauh sehingga program ini tidak boleh berhenti, adapun regulasinya akan dikeluarkan pada Oktober tahun ini supaya produknya bisa dimulai pada 2013.

Pada prinsipnya lanjut Budi, setiap investasi baru mengasumsikan penggunaan teknologi yan lebih mutakhir daripada sebelumnya. Seluruh proses tersebut harus terjadi di dalam negeri supaya terjadi transfer teknologi secara bekesinambungan. Beberapa aspek teknis berteknologi mobil hijau mungkin berbeda dengan mobil reguler diantaranya kemampuan dan berat mesin,transmisi hingga jumlah dan ukuran komponen yang digunakan.
Mobil hijau ini akan berbasi alloy (perpaduan logam) sehingga tak bisa digantikan dengan mesin biasa berbasis ferro.
Baham mesin alloy harganya sangat maha, tetapi penting untuk digunakan untuk mengurangi berat sehingga mobil hijau bisa melaju hingga 22 km/liter. Konsekwensinya harus ada fasilitas produksi mesin alloy.

Riset CVT (Continuously variable transmission )

Salah satu rist komponen yang berat adalah pengembangan belt untuk sistem transmisi CVT mobil hijau. Sistem ini mirip dengan yang digunakan pada mekanisme sepeda motor. Perbedaannya bobot kerja komponen ini jauh lebih besar sehingga perlu diciptakan produk yang sesuai dengan karakteristik mobil hijau.

Pabrikan mobil hijau saat ini sibuk bolak balik mengumpulkan vendor komponen. Meski R & D telah selesai pemerintah tetap memberikan waktu supaya industri komponen semakin siap.
Berdasarkan pembahasan dengan GIAMM (Gabungan industri alat alat mobil dan motor) dan kalangan agen tunggal pemegang merek secara teknis terdapat 300 macam komponen sub assy yang bisa dimanfaatkan untuk proses produksi mobil hijau.
Sub assy merupakan komponen yang terangkai semi utuh dari gabungan beberapa unut komponen kecil yang selanjutnya akan disatukan menjadi rangkaian mesiandan peralatan pendukung secara utuh (main part) untuk under body dan upper body line serta main body line.

Beberapa sub assy yang telah berhasil disingkronkan diantaranya : sistem rem, dies jig dan stamping, komponen mesin,komponen dan body pressed part, spark plug, peredam kejut,transmisi, sistem kemudi, etc

Jika riset dan investasi dan proses transfer teknologi berjalan dengan baik, lanjut budi struktur industri otomotif akan semakin kokoh karena pabrikan, industri komponen lapis 1-3, bengkel dan diler resmi/tak resmi akan semakin berkembang. Pemerintah dan pebisnis komponen juga bersepakat agar impor komponen mobil hijau yang menjadi bagian program nasionnal dapat dikurangi dalam waktu yang sudah dijadwalkan bersama sama. Pemerintah mewajibkan penggunaan komponen lokal untuk mobil hijau bertahap hingga 80% dalam waktu 5 tahun mendatang.

Untuk setiap proses investasi otomotif jangka panjang lanjutnya, pemerintah selalu mengarahkan investor membangun riset teknologi dan pengembangan. Adapun regulasi mobil yang memuat fasilitas fiskal dan non fiskal dikeluarkan setelahnya.

May 11, 2012

Ketika Presiden terpincut mobil hybrid

bisnis indonesia 10 Mei 2012

Ketika Presiden terpincut mobil hybrid

Ada perkembangan menarik dari Istana Presiden be berapa hari terakhir. Sejak petinggi PT Astra
International Tbk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa, isu seputar mobil hibrid terus bergulir.
Seolah tidak ingin terbuang waktu Kepala Negara kemarin langsung menginstruksikan Menteri Perindustrian M.S Hidayat dan Menteri Keuangan Agus D.W Martowardoyo utk menindaklanjuti rencana pengembangan mobil hybrid

Kedua menteri itu diminta bernegosiasi dengan pabrikan, terutama kelompok usaha Astra, untuk merumuskan insentif yang diinginkan sehingga mobil hybrid ini bisa diproduksi di dalam negeri.

Mobil hybrid yang menggabungkan teknologi mesin konvensional dengan motor listrik sehingga irit dalam konsumsi bahan bakar minyak, dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menekan penggunaan BBM bersubsidi yang kian membengkak. Mobil hybrid dianggap bisa menjadi solusi setelah rencan BBM subsidi dan pembatasannya kandas di tengah jalan karena dinilai sulit untuk diterapkan.
Pengembangan mobil hybrid juga sejalan dengan program mobil hijau atau low cost and green car (LCGC) yang telah dicanangkan pemerintah. Bedanya, mobil hijau selama ini lebih fokus pada mobil murah bukan pada teknologi hijaunya
Mesk demikian LCGC berhasil menarik sejumlah prinsipal global dalam jumlah besar. Program insentif menarik, termasuk penerapan sistem cukai yang flexibel sebagai pengganti pajak penjualan barang mewah.

Berdasarkan data BKPM investasi di sektor otomotif yang telah disetujui mencapai 32 T . Itu belum termasuk investasi baru yang disiapkan prinsipal
Menurut Menperin, pemerintah mengharapkan mobil Hybrid bisa mulai diproduksi di dalam negeri pada tahun ini atau paling lambat 2013.

Pabrikan tentu minta fasilitas penurunan bea masuk dan sebagainya, tetapi kami bilang tidak bisa kecuali diproduksi di dalam negeri. Hal senada disampaikan oleh Menkeu. Dia mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan insentif fiskal untuk memproduksi mobil hybrid. Arah kebijakan itu akan lebih ditekankan agar Indonesia bisa menjadi basis produksi mobil Hybrid dan tidak hanya menjadi pasar semata
Menko Ekuin menjelaskan insentif fiskal itu bisa berupa bea masuk atau pajak penjualan barang mewah . Insentif diperlukan agar harga mobil jadi terjangkau konsumen.

….

May 9, 2012

Pemerintah Tidak Pernah Tegas dalam Penanganan Keselamatan

Pemerintah (

Rabu,09 Mei 2012
Tegakkan Aturan di Jalan
Pemerintah Tidak Pernah Tegas dalam Penanganan Keselamatan

Surabaya, Kompas – Kecelakaan lalu lintas kian bertambah, tetapi penyebabnya tidak pernah ditangani hingga akarnya. Bahkan, sopir cenderung disalahkan dan menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab. Sebaliknya, instansi terkait tidak pernah serius menangani masalah keselamatan.

Hal itu dikatakan secara terpisah oleh dua pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, I Nyoman Sutantra dan Hitapriya Suprayitno, Selasa (8/5), di Surabaya, Jawa Timur. ”Setiap ada kasus kecelakaan, penyelesaiannya adalah sopir dijadikan tersangka, dan ditahan. Lalu, kasus itu pun dianggap selesai. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Sutantra.

Menurut Sutantra, kecelakaan lalu lintas bisa terjadi karena rekam jejak perawatan kendaraan tidak tercatat dan terawasi dengan baik. Akibatnya, saat terjadi kecelakaan, faktor kondisi kendaraan dikesampingkan, dan sopir yang disalahkan.

”Sudah ada uji kir, tetapi dari beberapa laporan yang saya tahu, uji kir itu masih bisa diakali,” kata Sutantra. Beberapa pengusaha, misalnya, melengkapi busnya dengan onderdil yang berkualitas. Namun, setelah lolos dari uji kir, bus itu kembali dipreteli dan dipasangi onderdil yang berkualitas rendah.

Untuk itu, Sutantra menegaskan, sudah saatnya pemerintah segera membuat regulasi terkait pengawasan kendaraan untuk melengkapi uji kir. Regulasi tersebut berupa mekanisme pengecekan kendaraan secara internal yang wajib dilakukan setiap pengelola kendaraan umum.

Berkas pengecekan

Sutantra dan Hitapriya sependapat bahwa pemerintah perlu mengeluarkan semacam berkas pengecekan kendaraan kepada setiap pengelola bus. Berkas itu wajib diisi setiap kendaraan dioperasikan. Polisi dan petugas dinas perhubungan wajib mengecek berkas itu saat di jalan.

Jika terjadi kecelakaan, proses penyelidikan bisa diperdalam dengan mengecek berkas tersebut. Hitapriya mengakui cara semacam ini sebenarnya masih berpotensi untuk diakali. ”Setidaknya dalam berkas itu wajib tertera nama pengelola yang bertanggung jawab atas kebenaran pengisian berkas pengecekan. Maka, orang itu yang dimintai tanggung jawab,” katanya.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Jawa Timur Khaerul Jaelani menilai, pengawasan terhadap pelaksanaan uji kir angkutan umum perlu diperketat. ”Petugas pelaksana di lapangan seharusnya curiga jika kendaraan yang menjalani uji kir umumnya dalam kondisi baik, terutama ban,” katanya.

Jika kendaraan sudah lolos uji kir, pengawasan di jalan raya menjadi tanggung jawab polisi. Meski terjadinya kecelakaan tidak semata-mata akibat kelalaian petugas saat melakukan uji kir, hal itu justru dipengaruhi lima unsur, yakni kualitas jalan, kendaraan dan mesin, pengemudi, operator, dan budaya masyarakat dalam berlalu lintas.

”Memang jalan berlubang, menurun, atau tikungan tajam, termasuk jalan lurus dan mulus, juga rawan kecelakaan lalu lintas. Namun, jika pengemudi waspada pada lokasi itu, kejadian fatal bisa dihindari,” ujar Jaelani.

Jalur yang rawan kecelakaan karena kondisi jalan antara lain jalur Surabaya-Mojokerto-Nganjuk-Madiun hingga Ngawi, Kertosono-Kediri-Tulungagung, Malang hingga Blitar, lalu ruas Surabaya-Porong-Malang-Batu.

Tidak ditegakkan

Wakil Ketua Komisi V DPR (Bidang Transportasi) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Nusyirwan Soejono, mengingatkan, jika pelanggaran demi pelanggaran dalam berlalu lintas tidak ditindak tegas, lambat laun tingkat kesalahannya semakin tinggi. ”Padahal, apa pun alasan pertimbangannya, pengguna jalan yang melanggar harus ditindak. Sekecil apa pun kesalahannya juga harus ditindak. Jika tidak, sulit mengontrol lalu lintas selanjutnya,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan peran kepolisian dalam menjaga ketertiban berlalu lintas. ”Peran penegakan hukum ada di tangan kepolisian. Itu sudah diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika polisi tak berfungsi, bagaimana keselamatan akan terjamin,” kata Nusyirwan.

Beberapa hal yang diatur dalam UU itu kini memang tidak lagi ditegakkan kepolisian. Misalnya, pemakaian telepon genggam saat mengemudi, juga larangan untuk langsung berbelok ke kiri di perempatan.

”Secara umum, saya harus katakan, memang pemerintah tak punya keberpihakan terhadap transportasi, apalagi transportasi umum. Ketidakjelasan program pemerintah pula yang akhirnya mengakibatkan banyaknya kecelakaan, selain tidak terbangunnya rencana transportasi,” ujar Nusyirwan.

Sekretaris Jenderal Organda Andriyansah mengatakan, untuk meningkatkan keselamatan, manajemen setiap perusahaan transportasi darat harus segera dievaluasi. ”Kami akan mencari perusahaan dengan tingkat kecelakaan terminim. Lalu, sistem manajemen perusahaan itu disosialisasikan kepada perusahaan lain. Ini sedang dilakukan evaluasinya agar angka kecelakaan berkurang,” tutur Andriyansah.

Kepala Polres Boyolali Ajun Komisaris Besar Hastho Rahardjo menjelaskan, selain faktor kesalahan manusia, faktor lain yang menyebabkan kecelakaan adalah cuaca yang saat itu hujan dan kondisi jalan yang minim penerangan. Menurut Hastho, pihaknya juga sudah pernah meminta dinas terkait agar menyalakan lampu penerangan di jalan umum, tetapi belum terealisasi hingga sekarang.

Sopir bus Sumber Kencono, Poniran (46), mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja selalu mengimbau pengemudi untuk tidak ugal-ugalan saat mengemudi. ”Saya waktu itu dalam posisi mendahului truk yang ada di jalur kiri. Saya tidak menyangka kalau ada minibus yang sedang berhenti dalam posisi melintang, padahal jaraknya hanya tinggal 10 meter,” katanya. Dia tidak membanting setir ke arah kiri untuk menghindari tabrakan karena takut bus terguling dan korbannya lebih banyak.

Sopir minibus, Pudin (27), juga mengatakan, mobil yang dikendarainya dalam kondisi baik. Bahkan, dalam kondisi mobil kelebihan muatan—maksimal 14 orang, tetapi terisi 27 orang—tidak ada masalah yang terjadi sepanjang perjalanan.

”Saat mau berbalik arah, saya sudah menengok ke kanan, dan yakin bahwa tidak ada kendaraan yang melintas. Saya kaget saat tiba-tiba ada bus yang datang. Saya mau maju sudah tidak sempat,” ujar Pudin.

(ETA/DEN/UTI/RYO)

May 9, 2012

Ketiduran di Mobil (AVANZA..), Sopir Tewas Kehabisan Oksigen di Bandara Cengkareng

Ketiduran di Mobil, Sopir Tewas Kehabisan Oksigen di Bandara Cengkareng
Chazizah Gusnita – detikNews
Rabu, 09/05/2012 09:32 WIB

Jakarta Seorang sopir bernama Ikhsan Dadianto Putro (40) ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Toyota Avanza. Diduga Ikhsan yang berprofesi sebagai sopir tersebut tewas karena kehabisan oksigen saat tidur di dalam mobil.

“Ditemukan meninggal tapi dugaan paling besar kehabisan oksigen,” kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Roberto saat dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2012).

Roberto mengatakan Ikhsan ditemukan tak bernyawa pada 8 Mei pukul 18.20 WIB oleh petugas sekuriti PT Angkasa Pura II. Petugas tersebut menemukan tubuh Ikhsan di dalam mobil yang terparkir di Terminal 2. Saat itu mobil dengan nomor polisi B 7278 AL yang ditiduri Ikhsan dalam posisi terkunci.

“Kunci dalam posisi on, jarum bensin dalam posisi E (empty/kosong), dan tombol knob AC di angka 1. Kayaknya ketiduran, bensin habis, terus bablas (meninggal-red),” ujarnya. Ada bercak darah keluar dari mulutnya.

Menurut Roberto, Ikhsan yang merupakan sopir PT Proses Bina Tama ini diketahui masuk ke tempat parkir tanggal 6 Mei. Ikhsan hendak menjemput seorang tamu. Tamu tersebut sempat menghubungi Ikhsan namun Ikhsan tidak mengangkat ponselnya.

“HP-nya sampai mati. Mayatnya hampir membusuk juga. Kalau lihat dari posisi dia lagi tidur,” jelasnya.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Ikhsan. Jenazah Ikhsan sudah dibawa keluarga ke Solo, tadi malam.

“Keluarga nggak mau diautopsi. Keluarga Sudah menerima keadaan, langsung dibawa ke Solo ke kediamannya,” ucapnya.

(gus/nrl)

May 7, 2012

Lagi, 18 Orang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Senin,
07 Mei 2012
JALAN RAYA
Lagi, 18 Orang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Pasuruan, Kompas – Kecelakaan di jalan raya masih terjadi. Dalam dua hari terakhir, empat kejadian di beberapa kota di Pulau Jawa menewaskan 18 orang. Selain dipicu kelalaian pengemudi, kecelakaan ini juga umumnya disebabkan kurang berfungsinya rem kendaraan.

Di Pasuruan, Jawa Timur, misalnya, tujuh orang tewas setelah bus pariwisata Mutiara Indah bernomor polisi B 7670 PV yang mereka tumpangi terguling di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/5) pukul 12.30. Ketujuh orang yang tewas itu adalah Imam Sudi (58), Ari Jalu (28), Pitoyo (35), Suwarni (50), Suparni (56), Utami (40), dan Salfa Putri Maharani (5). Tujuh penumpang lain luka-luka.

Data Litbang Kompas menyebutkan, kecelakaan lalu lintas selama Januari-April 2012 meningkat tajam. Korban tewas sebanyak 74 orang dan luka 320 orang. Padahal, periode yang sama tahun 2011, korban tewas 41 orang dan luka 63 orang.

Rem blong

Para korban dalam kecelakaan di Pasuruan adalah rombongan PKK dari Kelurahan Candi Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Mereka baru selesai berwisata di agrowisata durian Bhakti Alam, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur Nongkojajar. Bus berpenumpang 55 orang.

Saat melewati jalan menurun, sekitar dua kilometer dari lokasi wisata, sopir bus, Slamet Sutrisno (58), mencoba mengurangi kecepatan bus. Ia menginjak rem, tetapi blong. Ia pun menarik rem tangan, tetapi tidak berfungsi sehingga sopir membanting setir ke kanan. Merasa sisi kanan jalan longsor, kemudi dibanting ke kiri. Bus kemudian menabrak pohon dan batu besar di kiri jalan.

”Setelah itu, sopir mengarahkan bus ke kanan, dan terguling di kanan jalan dengan bagian kiri bus berada di bawah,” tutur Kepala Kepolisian Sektor Nongkojajar Ajun Komisaris Marwan I Purnomo. Lokasi tergulingnya bus sekitar 100 meter dari lokasi bus menabrak pohon.

Polres Pasuruan dan tim Laboratorium Forensik Polda Jatim sedang meneliti penyebab kejadian. ”Dugaan awal adalah rem blong sehingga sopir tak bisa menguasai bus,” kata Kapolres Pasuruan Ajun Komisaris Besar Ahmad Ibrahim.

Slamet mengaku tidak menyangka bus itu akan mengalami kecelakaan. ”Ini mungkin hari naas saya karena rem blong. Tidak ada yang ingin kejadiannya seperti ini,” ujar Slamet.

Iffah Nurmala, istri Ketua RT 3 di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, dan seorang korban selamat mengatakan bus yang mereka tumpangi memang bermasalah. ”Beberapa kali bus mogok karena radiator rusak. Kami harus turun karena bus harus didorong,” katanya.

Sebelumnya, Sabtu sekitar pukul 19.30, terjadi dua kecelakaan di tempat berbeda di Jawa Tengah. Bus Sumber Kencono bertabrakan dengan sebuah minibus di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, menewaskan 6 orang dan 19 terluka.

Kecelakaan terjadi saat minibus bernomor polisi K 1709 SE berisi 27 orang itu melaju dari arah Solo. Mereka menuju Bantul, Yogyakarta, untuk mengantarkan kerabat yang akan menikah. Sopir minibus, Pudin (27), salah mengambil arah. Karena itu, sopir pun hendak memutar arah di Banyudono.

Saat minibus dalam posisi melintang di jalan, datang bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7801 UY yang dikemudikan Poniran (46) dari arah yang sama. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali Ajun Komisaris Sugino menyebutkan, kedua pihak sama-sama lalai. Sopir minibus tidak berhati-hati ketika hendak memutar arah, sedangkan pengemudi bus melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak berupaya menghindari tabrakan.

”Sopir bus memang menginjak rem, tapi tidak berusaha mengarahkan setir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Sopir juga melaju dengan kecepatan 80-90 kilometer per jam, padahal ada rambu kecepatan maksimum 40 kilometer per jam,” ujarnya.

Kecelakaan lain terjadi di Kendal, Jawa Tengah. Lima orang tewas dalam tabrakan maut antara bus malam PO Garuda Mas nomor polisi B 7134 BW dan mobil pikap L300 nomor polisi H 1789 ND di jalan lingkar utara Kaliwungu, depan pabrik PT Sun, Kabupaten Kendal.

Sementara itu, minibus Prima jurusan Tasikmalaya-Cijulang masuk jurang sedalam 5 meter di Jalan Raya Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu sekitar pukul 16.00. Tidak ada korban dalam kecelakaan tunggal itu.

(DIA/WHO/UTI/CHE/DEN)

May 6, 2012

Sekali lagi Avanza biang bencana lalulintas

4 mobil, 2 avanza

detikNews Berita
4 Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Kuningan
Muhammad Iqbal – detikNews
Minggu, 06/05/2012 21:29 WIB

Jakarta Empat mobil terlibat tabrakan beruntun di KM 4,800 Tol Kuningan arah ke Semanggi. Para pengemudi dinilai kurang antisipasi saat berkendara.

“Ya empat mobil terlibat tabarakan beruntun, tepatnya di jalan tol menjelang turunan kuningan ke semanggi, di lajur paling kiri,” ujar petugas Jasa Marga, Leni kepada detikcom, Minggu (6/5/2012).

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi akibat para pengendara kurang antisipasi saat berkendara di malam hari.

Keempat mobil yang terlibat tabrakan tersebut adalah, mobil Avanza nomor B 8595 WT, Panther nomor H 9381 LD, Corolla AG 1646 AI, dan Avanza nomor A 1313 FD.

Saat ini, keempat mobil masih berada di lajur paling kiri dan menunggu proses evakuasi. Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut.

(mok/mok)
Baca Juga
Tukang Bakpau Korban Tabrakan Dibawa ke RS, Penumpang Ford Selamat
Tabrak Penjual Bakpau di Seberang TMP Kalibata, Ford Escape Terbalik
Mobil Ambulans Pecah Ban dan Senggol Pick Up, 9 Penumpang Luka
Bus Pariwisata Terguling di Nongkojajar, Lima Orang Tewas
Seorang Pria Tewas Tersetrum Saat Pasang Tenda di Halaman Gereja

Share:

Forum
Gara-gara Tersandung Kasus Sabu, Politisi Demokrat Dibui
Mantap! KPK Sudah Pegang Identitas Ketua Besar
Seorang Jatuh dari Lantai 18, Gara-gara Cari Sinyal Ponsel
Blog
Kenapa Semakin Banyak Arogansi Aparat?
National Mentally Disorder dilihat dari kondisi jalan raya
May Day : Buruh Bertanya, PIN BB Tuhan Berapa?
Komentar (0 Komentar)Kirim Komentar | Lihat Semua Komentar | Disclaimer
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

May 3, 2012

Pengguna Transportasi Meningkat

Kamis,
03 Mei 2012
Pengguna Transportasi Meningkat
Infrastruktur Belum Terbangun

Jakarta, Kompas – Badan Pusat Statistik melaporkan peningkatan arus transportasi darat, laut, dan udara selama Januari-Maret 2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu terjadi untuk angkutan penumpang dan barang. Padahal, infrastruktur transportasi belum terbangun.

Data statistik menyebutkan, kenaikan terbesar justru pada arus barang, baik melalui angkutan laut maupun kereta api. Selama Januari-Maret 2012, jumlah barang yang dibawa lewat kapal laut mencapai 52,3 juta ton, naik 18,09 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

”Arus distribusi barang yang naik juga sejalan dengan pertumbuhan ekspor,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Selasa (1/5), di Jakarta. Pada Maret 2012, barang yang diangkut kapal laut mencapai 18,9 juta ton, naik dari 17 juta ton pada Februari 2012.

Sementara pada Januari-Maret 2012, volume angkutan kereta barang mencapai 5,5 juta ton, naik 20,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011. Adapun volume kereta barang bulan Maret sebesar 1,9 juta ton, naik 0,1 juta ton pada Februari 2012.

Sementara jumlah penumpang kereta api naik tipis 0,22 persen pada Januari-Maret 2012 ketimbang periode yang sama tahun 2011. Jumlah penumpang angkutan laut pada Januari-Maret 2012 justru turun 9,1 persen menjadi ”hanya” 1,6 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Rabu (2/5), berharap data BPS tepat. ”Bila data itu tepat, maka luar biasa. Sebab, arus barang naik saat infrastrukturnya belum ada,” ujarnya.

Djoko mengatakan, Indonesia harus segera mengejar penyediaan infrastruktur transportasi. Bila tidak, akan terjadi stagnasi. Mobilitas barang terjadi dengan ongkos logistik yang mahal.

Di sektor angkutan udara, BPS juga mencatat ada kenaikan penumpang domestik sebesar 5,7 persen menjadi 12,8 juta orang pada Januari-Maret 2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penumpang udara internasional naik lebih tinggi sebesar 14,92 persen menjadi 2,8 juta orang pada Januari-Maret 2012.

”Untuk angkutan barang melalui kapal laut, saya rasa peningkatan disebabkan agresivitas Pelindo II. Pelindo II memang menginvestasikan uang untuk membeli alat bongkar-muat crane,” ujar Djoko.

Dia meminta pelabuhan untuk sesegera mungkin dihubungkan dengan kawasan pedalaman (hinterland) dengan kereta api. Tujuannya, supaya pertumbuhan volume barang di angkutan laut tidak berefek negatif dengan merusakkan jalan.

Terobosan Infrastruktur

President of Intelligent Transport System (ITS) Indonesia Bambang Susantono, yang juga Wakil Menteri Perhubungan, mengatakan, layanan transportasi harus makin efisien. ”Lakukan terobosan untuk memberdayakan teknologi,” kata Bambang.

Pada Jumat (4/5), Susantono dijadwalkan akan meresmikan penggunaan tiket elektronik di transjogja. Sekitar 10.000 pelanggan transjogja segera menggunakan tiket elektronik serupa Flazz BCA atau tiket elektronik di jalan tol.

Di sisi lain, juga harus ada terobosan pembiayaan. Kini, misalnya, ada pertentangan terkait dengan pembangunan mass rapid transit (MRT) dengan konstruksi jalan layang (elevated) atau di bawah tanah (underground).

MRT, menurut rencana, menghubungkan dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan, melewati Jalan Fatmawati, Sudirman, Thamrin, hingga Kampung Bandan di Jakarta Utara. Jalur MRT berupa konstruksi jalan layang, mulai dari Lebak Bulus hingga ujung Jalan Sudirman. Selanjutnya, dengan konstruksi bawah tanah mulai dari Jalan Thamrin hingga Kampung Bandan. (RYO/LKT)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

MEI 2012
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

TERPOPULER
Menkes Endang Rahayu Berpulang

Setelah 1,5 tahun berjuang melawan penyakit kanker paru,

……

China Tuntut AS Minta Maaf Soal Chen

Birokrasi Terlampau Gemuk

Korsel Tuduh Korut Mengacaukan Sinyal GPS

TERKOMENTARI
Angelina, Beban yang Dirasakan Keluarga…

Birokrasi Terlampau Gemuk

Jangan Berharap kepada Angelina

Kesedihan Mendalam

Kasus Rawa Tripa Mulai Diselidiki

May 2, 2012

Nabrak Belasan Orang di Medan, Honda Jazz Dihancurkan Warga

Penjualan mobil tidak disertai dengan pengawasan dan pendidikan maka akibatnya seperti ini

Nabrak Belasan Orang di Medan, Honda Jazz Dihancurkan Warga
Khairul Ikhwan – detikNews
Rabu, 02/05/2012 22:05 WIB

Honda Jazz yang dihancurkan warga/ Khairul
Medan, Satu unit mobil Honda Jazz dihancurkan warga Sunggal, Medan, setelah menabrak belasan orang di Medan, Rabu (2/5/2012) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pengemudi mobil itu menabrak warga di tiga tempat terpisah yang berjarak beberapa ratus meter.

Iwan salah seorang saksi mata menyatakan, Honda Jazz warna Hitam nomor polisi BK 1113 CP yang dikemudikan seorang pria ini, pertama kali menabrak pejalan kaki di depan Gang Bakul, Jl. TB Simatupang, Sunggal.

Seterusnya, mobil itu pengemudi berupaya melarikan diri untuk menghindari kejaran massa, dan kemudian menabrak warga lagi sekitar 200 meter dari lokasi pertama. Seterusnya pengemudi berupaya melarikan diri lagi, dan kembali menabrak di depan Swalayan 88, juga di Jl. TB Simatupang.

“Di ketiga tempat ini, ada belasan orang yang ditabraknya,” kata Iwan.

Di tempat ketiga ini, upaya melarikan diri mobil Honda Jazz ini tidak berhasil. Mesinnya ngadat. Warga kemudian menghancurkan mobil ini. Baik mobil yang hancur itu maupun pengemudinya sekarang dibawa ke Polsekta Medan sunggal, Medan. Sementara warga yang menjadi korban dibawa ke RSU Bina Kasih, Jl. TB Simatupang, tak jauh dari lokasi kejadian.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.