JAKARTA, KOMPAS — Manajemen PT Bumi Resources Tbk atau BUMI membuka negosiasi dengan para kreditor dalam upaya menyehatkan kondisi keuangan perseroan. Jalan ini setelah perusahaan pertambangan itu gagal menerbitkan saham baru lewat penerbitan saham terbatas.”Bagaimanapun Bumi Resources akan melakukan negosiasi dengan para kreditor satu per satu untuk menangani utang dan terhadap para kontraktor untuk tetap mengembangkan proyek energi kami yang potensial bernilai tinggi dan aset tambang kami guna menggapai alternatif solusi yang saling menguntungkan,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava, di Jakarta, Senin (6/10).

Manajemen Bumi Resources menggelar paparan publik insidental kepada pemegang sahamnya, di Jakarta, awal pekan ini. Agenda utama perseroan adalah menjelaskan posisi dan hasil akhir penerbitan saham terbatas (rights issue) senilai 275 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun. Materi dalam paparan publik itu sudah disampaikan lewat mekanisme keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia, akhir pekan lalu.

Dileep mengungkapkan, 15,85 miliar saham telah dikeluarkan perseroan dengan nilai Rp 250 per saham. Total nilai penerbitan saham baru itu mencapai Rp 3,96 triliun. Hasil dari penerbitan saham baru itu sebanyak 6,9 miliar saham untuk pelunasan kepada China Investment Corporation melalui Country Forest Limited dan Castleford Investment
Holdings Ltd masing-masing 150 juta dollar AS. Sisanya antara lain untuk modal kerja perseroan.

Pihak yang mengambil bagian dalam rights issue itu antara lain publik sejumlah 11,53 juta saham. Lalu, perusahaan milik Grup Bakrie, Long Haul Holding Ltd, melalui mekanisme konversi utang ke ekuitas (debt to equity conversion) sejumlah 6,9 miliar saham. Jumlah yang sama juga diserap dengan mekanisme serupa oleh Castleford Holding Ltd dengan PT Damar Reka Energi sebagai agen fasilitas Castleford. Sementara Danatama Makmur sebagai pembeli siaga menyerap 2,04 miliar saham.

Tolak konversi utangNamun, manajemen Bumi Resources membatalkan penerbitan saham rights issue sebanyak 12,65 miliar saham senilai 275 juta dollar AS. Gagalnya penerbitan saham baru itu diakui Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk Ari S Hudaya. Para kreditor menolak pembayaran utang perseroan lewat konversi saham.

”Mereka bukan investor. Mereka bank, jadi maunya kas (tunai),” ungkap Ari.

Sebagaimana dijelaskan Dileep, dalam aksi korporasi itu hanya terserap uang tunai dari penerbitan 11,53 juta saham. Dana proyeksi penerbitan saham 275 juta dollar AS itu sedianya akan digunakan untuk membayar utang kepada sejumlah kreditor, yakni Axis Limited, Credit Suisse, Deutsche Bank, UBS AG, dan CBS.

Posisi total utang PT Bumi Resources saat ini mencapai 4,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 44 triliun. Dileep menyatakan, perseroan bertekad mengurangi utang itu hingga 2 miliar dollar AS dan mengurangi biaya bunga pinjaman hingga 50 persen pada akhir tahun depan. (BEN)