Archive for ‘BUMN news’

April 12, 2014

Usulan Pengganti F-5 Bertambah dengan Eurofighter Typhoon

Tempo ,11 April 2014

Eurofighter Typhoon diusulkan oleh PT DI karena alasan kemudahan transfer teknologi (photo : Saeed Ezadi)

JAKARTA – Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara masih mengkaji calon pengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang akan dikandangkan. Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, mengatakan empat pesawat generasi 4,5 atau mendekati kemampuan pesawat siluman atau antiradar yang dilirik adalah Sukhoi Su-35 buatan Rusia, SAAB JAS Gripen produksi Swedia, Dassault Rafale dari Prancis, serta Boeing F/A-18E/F Super Hornet bikinan Amerika.

“Masih kami pertimbangkan dari sisi anggaran. Kami mempelajari yang paling menguntungkan pemerintah,” kata Rachmad kepada Tempo di kantornya, Rabu pekan lalu. Rachmad belum bisa memastikan jumlah anggaran untuk membeli pesawat baru.

Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan mengatakan sebenarnya ada usulan baru pengganti F-5 Tiger. Yaitu Eurofighter Typhoon yang diproduksi bersama oleh Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia. Usul pembelian Typhoon diajukan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Menurut sumber ini, PT DI beralasan para produsen Typhoon lebih mau berbagi ilmu atau transfer teknologi. Bahkan, sangat mungkin PT DI diberi lisensi memproduksi beberapa suku cadang. “Kalau pesawat buatan Amerika dan Rusia tak ada transfer teknologi,” kata si sumber. Berdasarkan Undang-Undang Industri Strategis, pembelian alat utama sistem persenjataan dari luar negeri harus disertai dengan alih teknologi.

Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana tak mau berkomentar tentang usulan perusahaannya. Dia hanya mengatakan pengadaan persenjataan sebaiknya tak hanya melihat kecanggihannya. “Tapi diperhatikan pula kesediaan negara pembuat untuk membagi teknologi dengan industri dalam negeri,” katanya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menanggapi positif usulan Typhoon sebagai pengganti F-5 Tiger. Musababnya, Typhoon punya kemampuan relatif sama dengan calon pengganti lainnya.

Hadi juga menilai pembelian Typhoon bakal menambah varian pesawat tempur Angkatan Udara. “Tapi keputusan pembeliannya berada di Kementerian Pertahanan.” Sejumlah pilot tempur yang ditemui Tempo justru menilai pemerintah seharusnya membeli Sukhoi Su-35. Pesawat ini dianggap superior di udara dan menimbulkan efek gentar bagi negara tetangga.

(Tempo)

April 9, 2014

Soal Debt Collector BNI main gebuk

Soal Debt Collector, BNI: Nasabah Tak Bayar Utang

Soal Debt Collector, BNI: Nasabah Tak Bayar Utang

TEMPO/Edi Wahyono

 

TEMPO.COJakarta - Bank Negara Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi sehubungan kasus penganiayaan terhadap Agustinus Reinhard, 34 tahun. Sekretaris Perusahaan BNI, Tribuana Tunggadewi, mengatakan nasabah yang disebut tak punya tunggakan kartu kredit, belum pernah menyelesaikan kewajibannya. (Baca: Nasabah Bank Korban Keganasan Penagih Utang)

“Hingga saat ini, BNI belum menerima secara penuh tunggakan tersebut,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa, 8 April 2014.

Dia juga membantah Agustinus merupakan nasabah bank pelat merah tersebut. Menurutnya, nasabah yang terdaftar resmi oleh BNI adalah atas nama Rinaldi Hatuan Edward. Agustinus yang mendatangi BNI cabang Jakarta Kota disebut tidak bisa menunjukkan surat kuasa sebagai perwakilan pemilik kartu kredit.

“Agustinus bukan pemilik kartu kredit, dia cuma mengaku sebagai saudara pemilik kartu saja,” katanya.

Adapun soal penganiayaan yang dilakukan penagih utang, Tribuana mengatakan tidak tahu motif peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pemukulan itu dilakukan oleh Phonce Kolibonso, pemilik PT Sinar Pelangi Sejahtera, perusahaan yang menjadi penagih utang kartu kredit.

Dia mengakui jika BNI memang menggunakan jasa debt collectoruntuk menagih utang kartu kredit dari nasabahnya. Hanya saja, kata Tribuana, penagihan menggunakan debt collector cuma dilakukan kepada pemilik kartu kredit yang pembayaran utangnya tidak lancar. “BNI menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyelesikan tunggakan-tunggakan kartu kredit yang memang sudah macet,” katanya.&nbs

April 3, 2014

PT Len Berinvestasi Untuk Sistem Rudal Starstreak dan Photovoltaic

 

02 April 2014

PT Len akan bekerjasama dengan Thales untuk integrasi sistem rudal Starstreak (photo : Defense Update)

PT Len Industri Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah

Berinvestasi menjadi salah satu opsi untuk terus mendongkrak kinerja dan performa perusahaan. Adalah PT Len Industri (Persero) yang siap berinvestasi besar pada tahun ini.

Benar. Tahun ini, kami siap berinvestasi. Nilainya, Rp 176 miliar. Investasi itu untuk membangun instalasi yang terintegrasi dengan sistem pertahanan peluru kendali Star Streak. Ini berkaitan dengan adanya kerjasama dengan industri pertahanan Prancis, Thales,” ujar Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mose, pada sela-sela Transformasi Bisnis PT Len Industri di Hotel Harris Bandung, Jumat (28/2/2014).

Abraham mengutarakan, pembangunan instalasi itu berlokasi di Subang pada areal seluas 10 hektar. Menurutnya, kehadiran instalasi yang bertajuk LEN Techno Park tersebut juga memiliki manfaat lain, yaitu meningkatkan kapasitas produksi solar modul, yang merupakan sumber energi terbarukan. “Kapasitasnya naik menjadi 30 MWP. Sebelumnya, 10 MWP,” kata dia.

Selain di Subang, ungkap dia, pihaknya pun berinvestasi besar di Kupang, Nusa Tenggara. Di Kupang, tambah Abraham, pihaknya berinvestasi sekitar Rp 130 miliar. Investasi itu untuk memproduksi tenaga surya sebagai sumber energi. Di provinsi tersebut, PT Len telah menjalin kontrak jangka panjang, selama 20 tahun. “Yaitu sebagai operator tenaga surya,” tuturnya.

Len Techno Park (image : Len)

Andra Y Agussalam, Direktur Keuangan PT Len Industri, menambahkan, pembangunan itu juga dapat menopang rencana dan proyeksi bisnis lembaga BUMN tersebut. Pada 2013, sebut dia, pihaknya mencatat pendapatan sebelum audit senilai Rp 2,06 triliun. Angka itu, jelasnya, bersumber pada penjualan beberapa produk.

“Yang tertinggi adalah railway transportation. Penjualannya senilai Rp 1,34 triliun. Lalu, Navigation senilai Rp 434,9 miliar. Kemudian renewable energy, sebesar Rp 263,7 miliar. Selanjutnya, Information and Communication Technology sejumlah Rp 123.9 miliar,” paparnya.

Tahun ini, ucap Andra, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sebesar 15 persen. Selama 2013, sambungnya, PT Len meraup keuntungan bersih sebesar Rp 71 miliar. Angka itu, terang dia, lebih tinggi 8 persen daripada realisasi 2012.

“Target kita tahun ini Rp 2,3 triliun  dengan pencapaian laba bersih Rp 78 miliar sampai Rp 79 miliar,” tandas Andra.

(Jabar Today)

March 27, 2014

Pindad Mulai Mengerjakan Retrofit Tank AMX-13

Retrofit pesawat tempur harusnya juga bisa dilakukan PT DI..

Bisnis 26 Maret 2014

Tank AMX-13 retrofit prototipe kerjasama dengan Sabiex Belgia ketika diuji coba (photo : Agape zacharia)

PINDAD Kembangkan Tank Ringan

Antarajawabarat.com – PT Pindad mengembangkan jenis tank ringan dan melakukan “retrofit” tank jenis AMX-13 sehingga memenuhi kebutuhan teknologi dan operasional TNI, kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafri Syamsudin pada kegiatan inspeksi di PT Pindad Kota Bandung, Rabu.

“Dari inspeksi yang kami lakukan PT Pindad ada kemajuan, salah satunya pengembangan tank ringan, retrofit tank jenis AMX-13,” kata Wamenhan Sjafri Syamsudin.

Pengembangan tank ringan itu dilakukan dengan melakukan modifikasi teknologi tank jenis itu menjadi tank yang memiliki spesifikasi teknologi yang tangguh dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Tahap pertama, kata Sjafri akan dibuat 23 unit tank ringan. Ia menyebutkan saat ini ada 400-an tank AMX-13 yang rencananya akan masuk dalam program retrofit itu.

“Rencananya program itu masuk pada program 2015-2019, jumlahnya tergantung pemerintah dan angaran yang disiapkan saat itu,” katanya.

Panser Anoa Versi Intai

Selain itu Pindad juga akan melakukan pengembangan Panser 6×6 Anoa yang dimodifikasi menjadi panser untuk kebutuhan pengintaian.

“Panser intai itu dimodifikasi mengangkut personil namun memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan panser sejenis yang ada, spesifikasinya akan dilengkapi untuk kebutuhan pengintaian,” katanya.

Ia menyebutkan tahap pertama panser intai itu akan di bangun satu unit sebagai prototipenya. Rencananya panser itu diperuntukan bagi Koppasus.

“Kebutuhan panser masih cukup besar, setidaknya sekitar 250-an lagi, termasuk panser yang akan dikembangkan itu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wamenhan menyatakan komitmen pemerintah untuk mermanfaatkan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) produk dalam negeri.

“Dalam setiap pengadaan alutsista ditetapkan spesifikasi dan standarnya, untuk itu kami terus mendorong agar produk alutsista dalam negeri terus meningkatkan kualitas dan memenuhi kriteria itu. Bila memenuhi spesifikasi maka prioritas adalah produk alutsista dalam negeri,” katanya.

(Antara)

Baca Juga :

Apa Kecanggihan Tank AMX-13 Modifikasi Pindad?

Bisnis.com, BANDUNG–PT Pindad saat ini tengah mendapatkan tugas untuk memodifikasi (retrofit) tank AMX-13 milik TNI.  Seperti apa modifikasi yang dilakukan?

Pada saat kunjungan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin ke PT Pindad,  Rabu (26/3/2014), Direktur Utama PT Pindad (Persero) Tri Hardjono menjelaskan tank AMX-13 merupakan tank lama dari masa Perang Dunia II sehingga perlu dimodernisasi.

Dia memaparkan setelah dilakukan retrofit, tank tersebut memiliki kelebihan yang dilengkapi senjata Canon 105 mm, fire control system sudah elektronik, serta mesin diesel yang bisa bertahan sampai 20 tahun dan transmisi otomatis.

Model lama AMX-13 masih bermesin bensin dari Eropa, dan modifikasi ini diganti menjadi mesin Diesel Turbointercooler dari Navistar Amerika Serikat. “Biaya untuk retrofit hanya sekitar Rp9 miliar-Rp10 miliar, lebih murah dibandingkan tank baru yang minimalnya Rp30 miliar,” ungkapnya.

Pihak Kemenhan juga memiliki program pembuatan tank medium, dengan senjata 105 mm, dan memiliki kemampuan tank modern yang dibutuhkan kavaleri.

“Untuk tank medium ini dikembangkan sekitar 3 tahun ke depan, sehingga protitipenya baru akan selesai pada 2016.  Sedangkan yang ada saat ini adalah tank Pindad hasil pengembangan sendiri kendaraan roda rantai yang sedang dicoba diaplikasikan,” katanya.

(Bisnis Indonesia)

March 24, 2014

Hutama Karya masuk bisnis energi

Sayang perusahaan BUMN ini tidak diprivatisasi atau dijual sahamnya ke publik

 

Dari Kontan online

EKSPANSI BISNIS

 

Oleh RR Putri Werdiningsih - Senin, 24 Maret 2014 | 07:19 WIB
 
 
 
Telah dibaca sebanyak 506 kali
 
 
 
 
 
 
Hutama Karya masuk bisnis energi
  •  n
 
 

JAKARTA. Setelah memiliki tiga anak usaha, PT Hutama Karya siap tambah anak usaha pertengahan tahun ini. Perusahaan plat merah ini berencana membentuk anak usaha yang menangani kontrak-kontrak sektor energi dan beberapa proyek lain.

Anak usaha baru ini sejatinya buah pemisahan atau spin off divisi energi dalam struktur Hutama Karya. “Kami berencana membuat Hutama Karya Energi sekitar pertengahan tahun nanti,” ungkap Widi Suharyanto, General Manager Pemasaran PT Hutama Karya, akhir pekan lalu.

Mengenai komposisi kepemilikan saham, rupanya perusahaan ini tidak berniat mengundang mitra. Hutama Karya bakal menguasai 99% saham Hutama Karya Energi. Barulah sisanya 1% menjadi milik karyawan.

Yang jelas, menurut Widi, aksi pelepasan divisi menjadi anak perusahaan dilakukan agar divisi energi dapat semakin berkembang. Dia menyampaikan, sepanjang tahun 2013, divisi energi memberikan kontribusi cukup baik bagi perusahaan. Dari total kontrak sebesar Rp 10,4 triliun, sekitar 10%-15% di antaranya merupakan sumbangan dari divisi energi. Jadi, jika dihitung, sumbangan divisi energi berkisar antara Rp 1,04 triliun-Rp 1,56 triliun.

Nanti, setelah menjadi anak usaha, Hutama Karya Energi meneruskan pekerjaan rumah yang sudah menjadi agenda divisi ini. Semisal, mengincar tender proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pabrik kantong semen.

Kontrak Rp 14 triliun

Namun, Hutama Karya sepertinya tak mau setengah-setengah memanfaatkan anak usaha keempatnya. Perusahaan ini bakal memaksimalkan anak usaha ini untuk menggarap sektor di luar energi.

Widi bilang, Hutama Karya Energi akan membidik proyek pembangunan pabrik gula. Sayang, dia masih enggan menjelaskan detail proyek yang dimaksud, termasuk siapa mitra yang digandeng.

Selain anak usaha baru, masih di tahun 2014, Hutama Karya juga mengincar kontrak baru sebesar Rp 14 triliun. Jumlah ini berarti meningkat 34,6% dari perolehan kontrak di tahun 2013.

Menurut Widi, sebagian besar kontrak tahun ini merupakan proyek pemerintah. Komposisinya, 50% proyek pemerintah, 30% proyek BUMN, dan 20% proyek swasta. Perusahaan ini sengaja membidik lebih banyak proyek pemerintah lantaran lebih terjamin dari sisi pembayaran. “Kalau proyek swasta, kami masih harus berhati-hati memilih mitra,” terang Widi.

Hingga bulan Februari kemarin, perusahaan ini sudah mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun. Beberapa proyek yang masuk dalam kontrak baru tersebut, seperti proyek pembangunan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu senilai Rp 1,2 triliun. Ada pula proyek pembangunan bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur senilai sekitar Rp 600 miliar. Widi optimistis, Hutama Karya bisa meraih kontrak Rp 3 triliun pada kuartal III-2014.

Berangkat dari target kontrak yang diincar tahun ini, Hutama Karya berharap bisa mengejar pendapatan Rp 8 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan 2013 yang diakui Widi sebesar Rp 6,5 triliun, berarti diharapkan ada lonjakan 23,08%. Khusus untuk Hutama Karya Energi, perusahaan ini belum bisa memastikan target kontribusi anak usaha baru itu.

Sejak berdiri tahun 1960, Hutama Karya sudah memiliki tiga anak perusahaan, yakni PT HK Realtindo, perusahaan yang membidangi bisnis properti dan perumahan, serta PT Hakaaston, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi sipil. Terakhir, PT Hakapole, perusahaan yang berkonsentrasi di bisnis industri baja.        n

Editor: Anastasia Lilin
March 16, 2014

Dahana Memperluas Pasar Bahan Peledak

INDUSTRI STRATEGIS

 

 
 
 
JAKARTA, KOMPAS — Produsen bahan peledak PT Dahana (Persero) menargetkan perolehan laba tahun 2014 sebesar Rp 60 miliar-Rp 70 miliar. Perolehan laba ini naik sekitar 20 persen dari tahun 2013, yakni Rp 50 miliar. Meningkatnya perolehan laba ini karena Dahana memperluas pasar tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga ke konstruksi dan ekspor ke luar negeri.

”Selain itu, kami juga memproduksi bahan peledak dalam berbagai macam jenis dan terintegrasi. Dengan demikian, kami bisa memenuhi segala kebutuhan yang ada di pasar,” kata Direktur Utama PT Dahana F Harry Sampurno, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (14/3).

Namun, diakui Harry, saat ini permintaan dari sektor pertambangan agak menurun. Ini berkaitan dengan adanya peraturan pemerintah agar perusahaan pertambangan menyediakan fasilitas pengolah untuk produk pertambangan.

”Dengan adanya ketentuan itu, keinginan pengusaha pertambangan untuk memperluas tambangnya menjadi berkurang. Apalagi ditambah harga batubara dan emas turun sangat tajam tahun lalu,” ujar Harry.

Saat ini, kapasitas produksi bahan peledak Dahana sebesar 56.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan bahan peledak di Indonesia 300.000 ton per tahun. Saat ini, kebutuhan bahan peledak dipenuhi dengan impor dari Amerika dan Australia.

Selama 10 tahun terakhir, Dahana juga berhasil melakukan ekspansi produksi berbagai jenis bahan peledak, termasuk detonator listrik dan nonlistrik, emulsi, serta pengembangan bahan peledak militer.

”Kami juga telah mendaftarkan 22 paten selama 10 tahun terakhir dan 18 di antaranya sudah resmi,” kata Harry.

Direktur Operasional Dahana Bambang Agung menambahkan, selama tahun 2013, Dahana telah membangun tiga pabrik, di tempat kerja Adaro di Kalimantan Selatan, menggunakan teknologi sistem berlanjut yang diresmikan pada Juli 2013. Kemudian, di lokasi kerja Kasongan, Kalimantan Tengah, yang dioperasikan Desember 2013. Yang terbaru di lokasi kerja ABN di Sanga-sanga, Kalimantan Timur.

”Dengan demikian, Dahana kini mengoperasikan sembilan OSP dengan 32 lokasi kerja di seluruh Indonesia,” ujar Agung.

Selain itu, ia melanjutkan, Dahana juga sedang mengikuti enam tender penyediaan bahan peledak di berbagai proyek. (ARN)

March 11, 2014

Ini Alasan Jasa Marga Siap dan Berani Bangun Jembatan Selat Sunda

 

Maikel Jefriando - detikfinance
Selasa, 11/03/2014 16:20 WIB
 
 
 
 
http://images.detik.com/content/2014/03/11/4/162359_jsss.jpeg
Jakarta -PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap untuk ikut dalam pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Ini sesuai dengan penawaran pemerintah yang ingin melibatkan perusahaan BUMN dalam proyek ini.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menilai pembangunan jembatan penghubung Sumatera dan Jawa sangat penting dilakukan segera. Sebab, Sumatera adalah harapan pusat pertumbuhan ekonomi kedua tersebesar setelah Jawa.

“Kalau melihat filosofi. Jembatan penghubung Sumatera dan Jawa itu sangat penting karena Sumatera itu adalah harapan kedua setelah Jawa dari segi perekonomian. Jadi urgent untuk dilakukan segera,” ungkapnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Ia sangat optimis JSS dapat segera terealisasi. Karena dibangun bersama-sama. Di mana BUMN sudah diikutsertakan bekerjasama dengan perusahaan swasta.

“Kan sudah ada ketentuan BUMN dan swasta jadi perlu ramai-ramai lah agar terealisasi. Jadi bagaimana ini memberikan konstribusi untuk masyarakat. Kita tidak perlu pikirkan apapun, yang penting ini dibangun,” jelasnya

Proyek JSS memakan biaya sebesar Rp 100 triliun. Adityawarman meminta kebijaksanaan dari pemerintah dalam pembangunan, seperti insentif. Sebab banyak risiko dari proyek tersebut.

“Pemerintah perlu kebijaksanaan untuk itu. Kan itu besar sekali Rp 100 triliun, biaya FS nya saja Rp 30 triliun. Pemerintah juga harus bisa memberikan sesuatu kepada BUMN. Apa yang dikasih kita belum tahu,” imbuhnya. 

“Kita kalau memang diminta harus siap dengan kontribusi masing-masing. Pemerintah memberikan apa pada kita misalnya tax holiday, insentif apapun. Ini kan proyek besar. Kalau kita hitung kalkulasikan 30 tahun juga belum tentu balik proyek ini. Besar banget. Tapi kalo kita disuruh masuk kita bakal masuk,” terang Adityawarman

 

(mkl/dru) 

March 10, 2014

Badan Intelijen Turun Tangan Interpol: Dua Penumpang Gunakan Paspor Curian

bagaimana dengan bandara Soekarno Hatta, yang konon CCTVnya saja suka tidak berfungsi, apalagi mencek pasport palsu.

 

SENIN, 10 MARET 2014

kompas logo
 

 

 

 

 

 

KUALA LUMPUR, MINGGU — Lembaga intelijen internasional turut menyelidiki hilangnya pesawat Boeing 777 jetliner milik Malaysia Airlines, Minggu (9/3), setelah dua penumpang diidentifikasi naik pesawat menggunakan paspor curian.

Wilayah pencarian pesawat juga diperluas ke pantai barat Malaysia setelah radar memperlihatkan pesawat mungkin berbelok sebelum menghilang. Pencarian besar-besaran melibatkan sedikitnya 34 pesawat dan 40 kapal dari sembilan negara.

Pesawat bernomor penerbangan MH370 itu dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing ketika hilang kontak dengan menara pengawas pukul 02.40, Sabtu, di selatan Vietnam.

Interpol mengonfirmasi setidaknya dua paspor yang dilaporkan hilang digunakan penumpang pesawat itu. Sehari sebelumnya, Pemerintah Italia dan Austria menyatakan, satu warga Italia dan satu warga Austria yang tercatat dalam manifes penumpang tidak berada di pesawat. Keduanya melaporkan paspor mereka dicuri saat berada di Thailand.

”Terlalu dini berspekulasi mengaitkan paspor curian ini dengan hilangnya pesawat. Namun, kami prihatin penumpang bisa naik pesawat internasional dengan paspor curian yang tercatat di data Interpol,” ujar Sekretaris Jenderal Interpol Ronald Noble.

Pemerintah Malaysia bekerja sama dengan sejumlah lembaga intelijen internasional menyelidiki identitas pengguna paspor curian itu. ”Kami punya rekaman visual kedua orang itu dari CCTV,” kata Menteri Perhubungan Malaysia Hishammuddin Hussein, Minggu. Namun, dia menolak berbicara lebih jauh. ”Fokus kami adalah menemukan pesawat itu,” ujarnya.

Lima kapal

Dari manifes penumpang, tercatat 7 WNI dalam penerbangan tersebut. Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio mengatakan, TNI AL mengerahkan satu korvet, empat kapat patroli cepat, dan pesawat intai maritim ke perairan sekitar Pulau Penang, Malaysia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Surapati mengatakan, berdasarkan informasi dari Malaysia, ada dugaan pesawat berbelok sebelum menghilang. ”Bisa saja pesawat mengalami sesuatu dan memutuskan kembali ke pangkalan, tetapi belum didapat sinyal dari pemancar elektronis di pesawat,” kata Untung.

Adapun Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mulai mendata keluarga penumpang pesawat. Koordinator Tim DVI Polri Komisaris Besar Anton Castilani mengatakan, dari 7 WNI di pesawat itu, tiga keluarganya berada di Medan dan empat keluarganya berada di Jakarta.

Lasmaria br Siregar (29), kakak kandung Firman Chandra Siregar (24), penumpang pesawat asal Medan, meminta doa agar anggota keluarganya ditemukan. Dia mengatakan, kakak tertua dan istrinya sudah berada di Kuala Lumpur mengurus keberadaan Firman. Adapun Delfi br Siagian (49), keluarga dari Surti Dahlia (50), warga negara Belanda yang asli Medan, meminta Pemerintah RI, Malaysia, dan Belanda membantu pengurusan administrasi keluarga Surti, yang seluruhnya berada di Medan.

Wakil Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono menyatakan, KBRI membantu keluarga korban yang tiba di Kuala Lumpur. ”Yang baru datang kakak korban Firman Chandra Siregar,” katanya.

(WSI/ONG/FER/AP/AFP/REUTERS/LOK/WAS)

March 10, 2014

Anggaran Kereta Bandara Capai Rp2 T?

Sudah berapa tahun nih project ini masih belum selesai juga..
 
 
www.inilah.comonFollow on Google+
 

 

 
 
 
Headline
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan – ist
 
Oleh: Wiyanto
ekonomi – Rabu, 5 Maret 2014 | 14:28 WIB
 
 
 
 

INILAHCOM, Jakarta – Pembebasan lahan jalur kereta api menuju Bandara Soekarno Hatta masih dalam proses negoisasi. Berapa anggarannya?

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan mengatakan besaran anggaran pihaknya belum secara resmi mendapatkan angka pastinya. “Lupa anggarannya berapa,” ujar Ignasius usai paparan tentang “Pengamanan Aset Negara PT KAI” di Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Sebenarnya, Kementerian Perhubungan menyatakan besaran biaya pembebasan lahan pembebasan jalur kereta apai menuju ke Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp2 triliun. Namun Ignasius kurang informatif mengenai besaran yang sesungguhnya.

Selain itu, mengenai tiket karcis, Ignasius belum bisa memberikan perkiraan. Sebab fokus utama mereka melakukan pembebasan lahan. “Tiket nanti saja, kita proses pembebasan lahan,” katanya. [hid]

March 9, 2014

Petani Kakao dan Gula Kelapa Curhat ke Dahlan

Sabtu, 08 Maret 2014 | 19:38 WIB

Petani Kakao dan Gula Kelapa Curhat ke Dahlan

Biji kakao kering. TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Banyuwangi – Sejumlah petani gula kelapa dan kakao di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkeluhkesah tentang nasibnya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Mereka curhat setelah Dahlan Iskan menandatangi kerjasama penanaman kakao dan pengolahan gula kelapa antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII dengan petani di sekitar perkebunan di halaman Rumah Sakit Umum Bhakti Husada, Glenmore, Banyuwangi.

Sebagian besar petani mengeluhkan harga komoditas kakao dan gula kelapa yang anjlok  tahun ini. Nur Khoiri, ketua kolompok petani gula kelapa Kecamatan Glenmore mengatakan, harga gula kelapa anjlok dari Rp 10 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Sehingga petani yang sebelumnya mendapat penghasilan Rp 2,8 juta melorot menjadi Rp 1.260.000. “Padahal kami tak punya pekerjaan lain,” kata Nur Sabtu 8 Maret 2014.

Ada sekitar 1.500 petani gula kelapa yang mendapatkan bahan baku dari 14 kebun kelapa milik PTPN XII di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Malang. Hasil produksi gula kelapa dijual PTPN XII ke PT Indofood dan Unilever sebagai bahan baku pembuatan kecap. “Saya berharap perusahaan-perusahaan itu mau menaikkan harga kembali,” kata Nur berharap.

Adapun petani kakao asal Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Sunyoto Prasetyo, mengeluhkan harga kakao yang turun menjadi Rp 12 ribu dibandingkan harga pada 2012 sebesar Rp 27.500 per kilogram. Penyebab turunnya harga karena jalan di desanya rusak parah sehingga menghambat penjualan. “Saya sering mengadu ke DPRD, tapi jalan tak pernah diperbaiki,” kata Sunyoto.

Setelah mendengar keluhan para petani itu, Menteri Dahlan Iskan mengatakan, kerjasama pengolahan gula kelapa dan penanaman kakao akan menguntungkan petani. Sebab PTPN XII akan membeli hasil panenan petani. “Ini akan membebaskan petani dari jeratan rentenir,” kata Dahlan.

Direktur Umum PTPN XII Irwan Basri, mengatakan, dalam kerjasama pengolahan gula kelapa, petani harus bisa menghasilkan minimal 4 liter nira dalam satu pohon dengan rendemen 17 persen. Sehingga rata-rata produksi satu pohon sebanyak 7 gram gula kelapa. Dari produksi tersebut, petani mendapatkan 550 gram gula seharga Rp 5.800 per kilogram. “Penghasilan petani bisa mencapai Rp 2,4 juta per bulan,” kata Irwan.

Sedangkan kerjasama untuk kakao, kata Irwan, petani akan mendapatkan bibit dan bimbingan teknis. Saat panen, PTPN XII akan membeli seluruh kakao milik petani dengan harga menyesuaikan pasar.
IKA NINGTYAS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers