Archive for ‘BUMN news’

December 16, 2014

Ketua Komisi VI DPR: Makin jelas Rini Soemarno kerja untuk siapa

Sudah sahamnya dijual ke asing , sekarang CEO nya bisa asing pula. Saya sih menganggap asing yang berkeliaran di Asia Tenggara itu kelas 3 ! Maklum kelas 1 nya ada di negara asal, kelas 2 ada di Eropa. Nah diluar itu ya kelas 3 alias kelas KAMBING. Bayangkan asset Indonesia dikelola oleh kelas kambing.. bisa jadi bukan terbang melayang tapi justru roboh atau mati berdiri !

MERDEKA.COM. Ketua Komisi VI DPR, Hafisz Tohir menyesalkan pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang buka peluang orang asing duduk jadi bos BUMN. Menurut dia, pemerintah sudah kehilangan ruh perjuangan UUD 1945.

“Saya sangat menyesalkan hal tersebut. Semakin jelas Rini Soemarno bekerja untuk siapa. Kita telah kehilangan ruh perjuangan 45 dan tidak berpijak kepada UUD 1945,” kata Hafisz dalam pesan singkat, Selasa (16/12).

Adik Hatta Rajasa ini juga mencoba mengigatkan, ketika Rini menjadi bos Astra juga Indonesia tak mampu membuat mobil nasional. Sebab, ada industri asing yang dipersilakan masuk ketimbang memprioritaskan proyek mobil nasional.

“Dulu juga sewaktu dia menjabat Dirut Astra Motor, Indonesia tidak kesampaian membuat mobil nasional karena Jepang masuk dan menghalangi secara industri melalui kepanjangan tangan Toyota Jepang di Astra Indonesia,” kata Politikus PAN itu.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membuka lebar pintu perusahaan negara untuk warga negara asing. Orang asing diperbolehkan menjadi bos, petinggi perusahaan BUMN jika berhasil lolos dalam proses seleksi.

“Bisa saja orang asing jadi bos BUMN. Tetapi kita ambil dari dalam terlebih dahulu,” ujar dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/12).

Rini punya alasan mempersilakan orang asing duduk sebagai bos perusahaan BUMN. Dia berdalih, pemilihan direksi BUMN harus melihat persaingan global. Apalagi, lanjut dia, Indonesia bakal menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Terpenting bagi Rini, petinggi perusahaan BUMN mempunyai kompetensi dalam pemasaran dan persaingan global. Ini penting untuk ekspansi perusahaan BUMN di luar negeri. Dia mencontohkan PT Semen Indonesia yang telah memiliki anak usaha di luar negeri yaitu Vietnam.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini melihat, pemasaran internasional perusahaan BUMN masih lemah. Untuk itu, BUMN membutuhkan direktur yang mampu memiliki kompetensi dalam perdagangan internasional.

“Kita pakai head hunter untuk mencari direktur atau calon yang memang mempunyai kompetensi untuk itu,” jelas dia.

Untuk masalah gaji bagi direktur asing, kata dia, akan dikaji terlebih dulu. Rini mengaku direktur asing dimungkinkan mendapatkan gaji di atas Gubernur Bank Indonesia atau di atas Rp 200 juta.

“Tapi memang tidak ada kesepakatan tertulis. Itu kemungkinan bisa dikaji,” ucapnya.

December 16, 2014

Rini Soemarno Mau Jual Gedung BUMN ke Ahok  

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berniat menjual gedung kantor kementeriannya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Rini tengah mempertimbangkan rencana itu untuk memangkas pengeluaran Kementerian BUMN untuk biaya operasional.

“Enggak fair dong kalau saya menekankan bagaimana setiap BUMN harus efisien menekankan cost efficiency, sementara Kementerian enggak melakukan efisiensi. Kan sama saja bohong,” kata dia di kantornya, Senin, 15 Desember 2014. (Baca: BPK Kritik Rangkap Jabatan Direksi BUMN)

Rini mengungkapkan bekas kantor pusat PT Garuda Indonesia itu terlalu besar untuk kementeriannya. Gedung setinggi 22 lantai itu hanya ditempati 250 orang karyawan.

Rini mengaku menawarkan gedung itu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Saya tawarkan ke Pak Ahok,” kata dia. “Gedung ini tidak boleh dilepas ke swasta”. (Baca: Kenapa BUMN Dilarang Garap Konstruksi Rp 30 M?)

Dia mengatakan sudah membicarakan rencana penjualan gedung tersebut kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Gagasan penjualan gedung itu disebutnya telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan untuk dijual kepada institusi pemerintah.

Rini berencana menggunakan gedung milik perusahaan pelat merah lainnya untuk disewa. “Nanti kami cari saja BUMN mana yang gedungnya banyak. Kalau perlu nebeng di sana,” katanya.

NURIMANJAYABUANA

December 12, 2014

Ini Target Utama Arif Sebagai Dirut Garuda

Friday, December 12, 2014       14:23 WIB
Ipotnews – Arif Wibowo secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA). Di awal masa jabatannya, Arif  menyebut akan fokus pada 3 (tiga) hal utama demi mendongkrak kinerja perseroan yakni meneruskan program-program kerja direksi sebelumnya, melakukan restrukturisasi komponen biaya serta memastikan kondisi keuangan perseroan yang lebih baik.

“Yang pertama saya tahu persis bahwa kondisi (keuangan) saat ini turun drastis, sehingga apa yang telah diletakkan pondasinya oleh pak Emir dan BOD (Both of Director) sebelumnya, kita akan lanjutkan dan kita akan bangkitkan Garuda di tahun 2015 dan kedepan,” kata Arif dalam konferensi pers di kantor pusat Garuda di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (12/12).

Kemudian, lanjut Arif, dirinya akan mempelajari hambatan-hambatan serta memetakan peluang-peluang yang dimiliki Garuda untuk dapat bergerak ke arah yang lebih baik, terutama dalam menghadapi persaingan di tingkat domestik, regional dan internasional.

“Yang paling prioritas buat jangka pendek adalah memastikan bahwa retrogeneratornya itu bisa lebih dipercepat lagi untuk menghasilkan pendapatan yang kita inginkan,” lanjut Arif.

Arif menambahkan, hal lain yang akan dilakukannya dalam jangka pendek yaitu melakukan restrukturisasi terhadap komponen biaya. “Cost driver harus kita restructure, karena kita akan melihat wind yang keras kedepan dan dua tahun mendatang,” kata dia.

Kemudian yang terakhir, Arif juga ingin memastikan bahwa kondisi keuangan perseroan kedepan akan lebih stabil dan aman. “Financing isu dalam jangka pendek harus kita selesaikan. Saya kira hanya 3 itu saja saat ini, tapi kita akan bisa ellaborate lebih jauh setelah kita masuk lebih detil kedalam,” tukas dia.

December 11, 2014

Direksi Garuda Indonesia Mundur?

Tidak jadi hari ini, Menteri BUMN ada panggilan mendadak.
ddd
Kamis, 11 Desember 2014, 10:50 Sigit A. Nugroho
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (tiga dari kiri) saat pembukaan pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2014 periode 2 di JCC, Jakarta, Jumat (12/9/2014). Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (tiga dari kiri) saat pembukaan pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2014 periode 2 di JCC, Jakarta, Jumat (12/9/2014).(VIVAnews/Muhamad Solihin)

Follow us on Google+
VIVAnews – Rencana pengumuman pencopotan direksi PT Garuda Indonesia ditengarai batal dilakukan hari ini. Kepastian ini didapat dari sumber terpercaya VIVAnews di internal maskapai plat merah tersebut.

“Tidak jadi diumumkan hari ini, karena Bu Menteri (BUMN) ada panggilan mendadak,” ujar sumber tersebut kepada VIVAnews, Kamis, 11 Desember 2014.

Sebelumnya, santer berhembus kabar, hari ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal mengumumkan direksi baru Garuda Indonesia.

VIVAnews mencoba menelusuri kebenaran kabar tersebut dengan menghubungi beberapa direksi Garuda. Nomor ponsel Pujobroto, VP Corporate Communication Garuda, juga mendadak tak bisa dikontak.
CEO Garuda, Emirsyah Satar dan Agus Priyanto, Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko, juga tidak menjawab panggilan.

Namun, salah satu sumber yang mewanti-wanti namanya tak disebut, menyampaikan kabar pembatalan tersebut. “Ini saya sedang bersama Pak Emir. Lagi sibuk, sih… Besok akan ada press conference di Cengkareng (kantor Garuda), soal pengundurannya. Hari ini batal,” ujar sumber tersebut.

Sumber itu menyatakan, semua direksi Garuda bakal diganti. Pengunduran Emir ini cukup mengagetkan. Sebab, mestinya, masa jabatan Emir berakhir pada Maret 2015.

Baca juga:

November 30, 2014

Dirut Pelni: Saya “Copy-Paste” PT KAI

Jumat, 21 November 2014 | 13:20 WIB
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Dirut Pelni Sulistyo Wimbo Sardjito

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pelni (Persero) Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan tidak sungkan menyalin konsep pengembangan perusahaan ala PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Pasalnya, kata dia, PT KAI saat ini bisa jadi role model pengembangan badan usaha milik negara (BUMN).

“Saya copy-paste dari KAI. Kalau KAI butuh tiga sampai empat tahun, saya kira di Pelni bisa setengahnya 1,5 tahun. Kenapa? Karena saya copy-paste,” ujar Wimbo yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT KAI saat berbincang dengan wartawan di dek KM Kelud, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Meskipun yakin mampu membenahi Pelni dalam waktu singkat, Wimbo mengakui bahwa ada perbedaan antara KAI dan Pelni. Perbedaan itu mencakup masalah tanggung jawab pelayanan yang luasnya dari Sabang sampai Merauke.

Sementara KAI, kata dia, tanggung jawab pelayanannya hanya sebatas Pulau Jawa dan Sumatera. Akan tetapi, setelah hampir enam bulan kepemimpinannya, Wimbo melihat ada etos kerja yang berbeda dari karyawannya, yaitu ketaatan pada aturan.

Di sisi keuangan, Wimbo yakin Pelni juga akan meraup keuntungan seperti KAI. Namun, untuk mewujudkannya, kata Wimbo, semua karyawan Pelni harus bersama-sama bekerja keras.

November 30, 2014

Jumlah Direksi Lama Pertamina ‘Gemuk’ Karena Banyak Titipan

Pantes Pertamina masih kalah jauh dibandingkan Petronas..

Elin Herlina – detikfinance
Sabtu, 29/11/2014 12:30 WIB
//images.detik.com/content/2014/11/29/1034/121047_dwipertamina.jpg
Jakarta -Jumlah direksi PT Pertamina (Persero) dipangkas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari 9 menjadi hanya 4 termasuk direktur utama (dirut). Jumlah direksi Pertamina selama ini ‘gemuk’ karena banyak titipan.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengatakan titipan tersebut bisa datang dari internal maupun luar tubuh Pertamina.

“Sebenarnya sudah lama (jumlah) direksi Pertamina gemuk disebabkan adanya orang titipan. Jadi direksi yang dipaksakan oleh komisaris atau pihak tertentu,” ungkapnya saat dihubungi detikfinance, Sabtu (29/11/2014).

Dari empat direksi baru Pertamina, dua di antaranya berasal dari luar perusahaan. Menurut Said, baik orang luar maupun orang dalam sama saja, yang penting dapat membuktikan dan membawa Pertamina menjadi lebih baik.

Said memberi contoh, Karen Agustiawan yang dulunya bukan orang Pertamina ternyata bisa sukses membawa perusahaan migas pelat merah itu ke arah yang lebih baik. Banyak juga orang swasta yang akhirnya bisa membawa BUMN berkembang pesat.

“Contohnya Jonan (Ignasius, mantan Dirut KAI), Lino (Dirut Pelindo), Agus Marto (Gubernur BI, mantan Dirut Bank Mandiri) itu kalau dari luar,” Kata Said.

Selain Dwi, pemerintah juga mengangkat tiga direksi baru Pertamina, mereka adalah Yenni Andayani (sebelumnya SPV Gas & Power Pertamina), Ahmad Bambang (Sebelumnya Direktur PT Pertamina Trans Continental), dan Arief Budiman (sebelumnya dari McKinsey).

Said mengatakan direksi baru ini diharapkan dapat meringankan beban Pertamina dalam merancang sistem operasional yang lebih objektif. Terutama bisa lebih bebas dari intervensi pihak luar.

(ang/ang)

November 28, 2014

Dwi Soetjipto Ditetapkan Jadi Dirut Pertamina

Semoga prestasi Dwi Soetjipto di Semen Indonesia bisa diulang untuk Pertamina

Dwi Soetjipto Ditetapkan Jadi Dirut Pertamina

Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Soetjipto. TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah menetapkan Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dwi menggantikan Karen Agustiawan yang mundur pada 1 Oktober 2014. Dwi sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (Baca: Dirut Pertamina Diumumkan Hari Ini)

“Rapat pemegang saham telah memutuskan Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina periode 2014-2019,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 28 November 2014. (Baca: Rini Setor Tiga Nama KandidatDirut Pertamina)

Pemilihan Dwi sebagai Dirut Pertamina, kata Rini, melalui proses yang panjang. Selain mengangkat Dwi, pemerintah juga merampingkan jumlah direktur Pertamina menjadi tiga orang untuk merevitalisasi perusahaan minyak pelat merah tersebut. “Suatu proses, yaitu kami ingin merevitalisasi Pertamina,” kata Rini. (Baca:Jokowi Benahi Pertamina untuk Libas Mafia Migas)

Rini mengatakan semua tahapan telah dijalani oleh semua kandidat bos Pertamina. Awalnya, jumlah kandidat Dirut Pertamina sebanyak 17. “Kandidat awal 17 orang, baik dari dalam Pertamina, perusahaan BUMN, maupun dari luar,” katanya.

Dwi adalah satu dari tiga calon yang disetorkan oleh Rini kepada Tim Penilai Akhir.
Dua lainnya adalah Zulkifli Zaini, bekas Direktur Utama Bank Mandiri; dan Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia. Namun sumber Tempo menyatakan kandidat dari Bank Mandiri adalah Budi Gunadi Sadikin.

ODELIA SINAGA

 

+++++

 

Jokowi Rampingkan Tubuh Pertamina, dari 9 Direksi Jadi Tinggal 4

Rista Rama Dhany – detikfinance
Jumat, 28/11/2014 16:54 WIB
//images.detik.com/content/2014/11/28/1034/164929_22092008004.jpg
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) merampingkan tubuh PT Pertamina (Persero) dengan mengurangi jumlah direksi. Selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas (migas) itu punya 9 direksi.Kini, setelah Dwi Soetjpto diangkat jadi direktur utama, Pertamina hanya punya tiga direksi baru. Total direksinya ada 4, termasuk Dwi.Menteri BUMN Rini Soemarno, setelah dapat mandat dari Jokowi selaku Ketua Tim Penilai Akhir (TPA), memberhentikan seluruh direksi lama perusahaan pelat merah tersebut.

Menurut Rini, tujuan diberhentikannya seluruh direksi lama perusahaan pelat merah ini supaya ada penyegaran dan Pertamina bisa menjadi perusahaan kelas dunia yang transparan.

“Dengan dilantiknya 4 direksi baru hari ini, otomatis direksi sebelumnya diberhentikan dengan hormat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (28/11/2014).

Untuk mengejar target perusahaan kelas dunia itu, Pertamina harus melakukan segala upaya efisiensi, salah satunya melalui perampingan jumlah direksi.

“Jadi diangkat lah Pak Dwi (Soetjpto, Dirut Pertamina) dari eksternal. Pak Ahmad Bambang dan Bu Yenni dari Pertamina, dan Pak Arif yang sebelumnya bekerja di McKenzie,” ujarnya.

Berikut jajaran direksi Pertamina yang diberhentikan hari ini:

  • Pelaksana Tugas Direktur Utama Muhamad Husen (merangkap Direktur Hulu)
  • Direktur Perencanaan Investasi & Manajemen Resiko M. Afdal Bahaudin
  • Direktur Pengolahan Chrisna Damayanto
  • Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya
  • Direktur Gas Hari Karyuliarto
  • Direktur Umum Luhur Budi Djatmiko
  • Direktur Sumber Daya Manusia Evita M. Tagor
  • Direktur Keuangan Andri T Hidayat

Berikut jajaran direksi baru yang diangkat hari ini:

  • Direktur Yenni Andayani (sebelumnya SPV Gas & Power Pertamina)
  • Direktur Ahmad Bambang (sebelumnya Direktur Pertamina PT Trans Continental)
  • Direktur Arif Budiman (Sebelumnya dari Mackenzie Stuart Oil & Gas)

++++++++++++++

PR Dirut Dwi Soetjipto: Bikin Pertamina Transparan

Elin Herlina – detikfinance
Jumat, 28/11/2014 17:36 WIB
//images.detik.com/content/2014/11/28/1034/174247_dwipertamina.jpg
Jakarta -Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto yang baru saja diangkat langsung punya banyak pekerjaan rumah alias PR. Salah satu yang paling penting adalah membuat Pertamina transparan.”PR banyak. Pak Dwi harus betul-betul analisis secara mendalam, supply chainPertamina dari hulu ke hilir. Utamanya bentuk sistemaccountable, transparan, sehingga semua pihak yakin apa yang dilakukan Pertamina baik untuk bangsa,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (28/11/2014).

Selama ini, kata Rini, banyak ‘permainan’ di tubuh Pertamina. Hal ini akan menjadi tantangan terberat Dwi dalam memimpin perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah ini bisa jadi pemain kelas dunia.

“Kita lihat banyak ini-itu, permainan di sini, di situ. Pak Dwi bisa analisis secara mendalam dan efisiensi. Salah satu challenge pertama,” ujarnya.

Rini pun memberi Dwi waktu satu pekan untuk melakukan analisis dan memperhitungkan kemampuan direksi lainnya dalam menjalankan program-program baru Pertamina.

Berikut jajaran direksi baru yang diangkat hari ini:

  • Direktur Yenni Andayani (sebelumnya SPV Gas & Power Pertamina)
  • Direktur Ahmad Bambang (sebelumnya Direktur Pertamina PT Trans Continental)
  • Direktur Arif Budiman (Sebelumnya dari Mackenzie Stuart Oil & Gas)

+++++++++++++

 

Pertamina Punya Dirut Baru, Bagaimana Nasib Petral?

Elin Herlina – detikfinance
Jumat, 28/11/2014 18:09 WIB
Jakarta -PT Pertamina (Persero) akhirnya punya direktur utama (dirut) baru, yaitu Dwi Soetjipto mantan dirut PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Bagaimana nasib Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang merupakan anak usaha Pertamina di tangan Dwi?

“Ya kita transparansi lah,” kata Dwi singkat usai ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Dwi segera melakukan evaluasi di tubuh Pertamina sesuai arahan dari Rini. Dwi diberi waktu satu pekan oleh pemerintah untuk melakukan kajian.

“Kita lihat dulu. Kalau (program) yang seksi kita lanjutkan,” jelasnya.

Selain Dwi, pemerintah juga mengangkat tiga direksi baru Pertamina, mereka adalah Yenni Andayani (sebelumnya SPV Gas & Power Pertamina), Ahmad Bambang (sebelumnya Direktur Pertamina PT Trans Continental), dan Arief Budiman (sebelumnya dari Mackenzie Stuart Oil & Gas).

Sebelumnya, Rini menyatakan Pemerintah ingin Petral ditarik ke dalam negeri. Selama ini Petral bermarkas di Singapura dan kegiatan usahanya tidak transparan.

“Keinginan kami Petral itu ditarik ke dalam agar memudahkan sistem transparansi, soal pembelian dan supply chain, tapi proses ini tidak mudah dbutuhkan waktu tiga bulan untuk review seluruhnya,” jelas Rini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah meminta Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri untuk membuka lebar-lebar semua hal yang berhubungan dengan Petral.

(ang/hen)

November 28, 2014

Rini Setor Tiga Nama Kandidat Dirut Pertamina  

Rini Setor Tiga Nama Kandidat Dirut Pertamina  

Rini Mariani Soemarno. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno mengatakan sudah ada tiga nama calon direktur utama PT Pertamina (Persero) yang ia siapkan. Ketiga nama tersebut sudah disetor ke Tim Penilai Akhir (TPA). (Baca:Sebulan, Menteri Rini Bakal Tunjuk Enam Dirut BUMN )

‎”Masih diproses, tunggu saja,” kata Rini saat ditemui di kantornya, Kamis, 27 November 2014. Sebelum diserahkan kepada TPA, tiga kandidat direktur utama tersebut juga sudah melalui penilaian dari lembaga konsultan manajemen PT Daya Dimensi Indonesia.

Tiga nama kandidat yang saat ini diajukan ke TPA merupakan pengerucutan dari calon sebelumnya sebanyak tujuh orang. Namun Rini enggan menyebutkan ketiga nama yang dimaksud serta kapan diumumkan. “Nanti, ditunggu saja.” katanya. (Baca: Ini Alasan Rini Tak Segera Cari Pengganti Karen)

Seperti diketahui, Karen Agustiawan telah mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT Pertamina Persero per 1 Oktober 2014. Dalam surat tersebut, Karen beralasan dia ingin fokus mengurus keluarga. ‎Dewan Komisaris Pertamina kemudian menunjuk Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina.‎

Selain Pertamina, tiga jabatan direktur utama BUMN lain juga masih di tangan pelaksana tugas. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia, Perum Bulog, serta PT Pindad‎‎. Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya dan Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said ditunjuk sebagai menteri pada Kabinet Kerja. Ada pun Direktur Utama Perum Bulog Soetarto Ali Muso pekan lalu telah habis masa jabatannya. (Baca:Jokowi Disarankan Temui SBY Bahas Bos Pertamina)

FAIZ NASHRILLAH

November 27, 2014

Krakatau Steel Pasok 98 Persen Baja Militer

22 November 2014

Panser Anoa buatan Pindad saat Peringatan HUT TNI Ke-69 di Dermaga Ujung Armada RI Kawasan Timur (Armatim), Surabaya, Selasa (7/10). Sebanyak 526 alat utama sistem persenjataan (alutsista) dikerahkan pada TNI kali ini antara lain 192 unit alustsista dari TNI AD, 195 alutsista dari TNI AL, dan 139 pesawat dari TNI AU. (photo : Viva)

Jakarta, CNN Indonesia — PT Krakatau Steel memperbarui kerjasama suplai baja khusus militer dengan PT Pindad. Perjanjian itu ditandatangani di sela kegiatan Indo Defence 2014 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11). Sebanyak 98 persen bahan baku pembuatan peralatan militer berasal dari perusahaan baja itu.

Presiden Direktur Krakatau Irvan K. Hakim mengatakan penandatanganan itu adalah pembaruan kerjasama yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

“Ini dilakukan dalam rangka menyambut kebutuhan besar untuk alutsista TNI dan kepentingan pertahanan nasional dari Kementerian Pertahanan,” kata Irvan.

Irvan mengatakan 98 persen bahan baku baja untuk pembuatan kapal cepat rudal TNI, panser buatan Pindad, dan kapal logistik Kementerian Pertahanan, dipasok oleh Krakatau Steel.

Jadi kami merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Komite Industri Pertahanan. Dalam hal ini, kami bertindak sebagai supplier bahan baku untuk industri ini,” kata Irvan kepada CNN Indonesia.

Irvan menjamin kualitas produksi baja untuk Pindad selalu di bawah pengawasan ketat baik Kementerian Pertahanan dan harus memenuhi standar kualitas NATO. Baja khusus Pindad adalah jenis armor steel yang tidak bisa diperjualbelikan secara bebas.

Untuk memproduksi baja yang antipeluru itu, Krakatau membangun fasilitas produksi tersendiri. “Standar kualitas bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar,” katanya.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Irvan dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Pindad Tri Hardjono.

(CNN)

November 26, 2014

Pindad Siap Jadi Pemasok Amunisi Leopard

20 November 2014

Amunisi 120mm untuk MBT Leopard 2 (photo : defense update)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG–PT Pindad Persero siap menjadi pemasok amunisi tank tempur utama atau Main Battle Tank (MBT) Leopard buatan Jerman dengan kaliber besar 120 milimeter.

“Kita sudah membeli tank Leopard dari Jerman. Makanya, kita siap menjadi pemasok amunisi tank Leopard. Strategi bisnis kita ubah, siapa saja di Asia yang punya (Leopard), butuh berapa? Kita telah mengirimkan 7 tenaga ahlinya ke Jerman dalam rangka bagian transfer of technology (ToT),” kata Kepala Divisi Munisi PT Pindad I Wayan Sutama di kantornya, Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11).

Guna mempersiapkan pembuatan amunisi berkaliber besar seperti tank Leopard, Pindad telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare di Gunung Layar, Malang. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah Pindad akan membuatnya secara keseluruhan atau hanya perakitan.

“Kami sedang menggeliatkan, membantu pemerintah, untuk mengurangi impor di bidang amunisi. Ini harapan saya jangan sampai devisa kita terkoyak ke luar. Kami sudah berhasil mendesain meriam Howitzer 105 mm,” ujar Wayan.

Menurut Wayan, teknologi laras smoothbore yang diaplikasikan pada Leopard merupakan teknologi baru yang harus melalui alih teknologi agar pengembangan peluru untuk tank 62 ton itu bisa sesuai harapan.

“Tak hanya dalam negeri, jika pasokan peluru untuk Leopard telah terpenuhi, Pindad juga mengincar pasar Asia yang menggunakan Leopard. Pangsa pasar munisi tank Leopard di Asia masih terbatas, hanya ada Singapura dan Indonesia serta Australia,” kata Wayan.

Pindad telah memiliki fasilitas pembuatan munisi kaliber besar dan munisi kaliber besar roket di Malang. Industri plat merah ini menargetkan pada tahun 2019 sudah bisa memproduksi kaliber 76 mm, 90 mm dan 105 mm yang memang banyak digunakan oleh pasar internasional dengan keuntungan yang menjanjikan.

“Tapi Pindad harus memenuhi kebutuhan TNI lebih dulu, baru lebihnya bisa diekspor,” kata Wayan.

Wayan menerangkan, ke depan, Indonesia jangan sampai bergantung impor. Saat ini perusahaan sedang meningkatkan kualitas dan kuantitas produk alutsista dan menargetkan akan menjadi produsen alutsista terkemuka di Asia pada 2023.

“Kita sudah melaksanakan peningkatan kemampuan produksi dan kemampuan desain serta kapasitas produksi sudah direncanakan tiga tahun. Jadi per 2015, 2019, dan 2023 itu visi Pindad tahun 2023 kita akan menjadi industri alutsista terkemuka di Asia. Karena, kan, setiap tahun desain-desain atau memang kebutuhan dari TNI itu di-review kembali. Hal itu senada dengan UU No 16/2012. Makanya, kami memiliki target, tahun 2023 Indonesia mampu memuncaki industri pertahanan di kawasan Asia,” katanya.

Pindad terus memproduksi munisi kaliber kecil yang biasa digunakan untuk pistol, senjata laras panjang, hingga senapan serbu. Untuk memperbanyak jumlah produksi munisi kecil ini, Pindad telah mendatangkan mesin baru dengan teknologi termutakhir.

“Yang munisi kaliber kecil sifatnya umum. Kita sudah memiliki penambahan kapasitas untuk memberi mesin-mesin produksi yang modern. Apabila semua terpasang di 2015, saya bisa melipatgandakan kapasitas produksi kaliber kecil, 140 juta butir per tahun,” ujar Wayan.

(Republika)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers