Archive for ‘BUMN news’

July 20, 2014

Waskita Karya Kuasai Tol Pejagan

Headline

(Foto: istimewa)
Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Sabtu, 19 Juli 2014 | 14:40
INILAHCOM, Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah membeli kepemilikan saham PT Pejagan Pemalang Tol Road senilai Rp300 miliar.
Perseroan membeli dari PT Global Selaras Dunia 0,01% saham dan PT Rekatunggal Abadi sebagai pemilik 633,576 saham atau setara dengan 99,9%).

Pengambilalihan terjadi pada 16 Juli 2014 melalui anak usaha perseroan, PT Waskita Tol Road. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI akhir pekan ini.

Dalam akta pengambilalihan, pemilik lama dapat melakukan pembelian lagi terhadap saham yang telah terjual dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Untuk nilai yang telah menjadi kesepakatan sebesar Rp438,806 miliar.

Bila akan terjadi pembelian lagi maka sebelum kurun waktu tiga tahun dalam akta jual beli tersebut. Prosesnya dengan melibatkan para pihak yang melakukan perjanjian dengan harga pembelian kembali ditentukan atas dasar perhitungan bunga sebesar 14,25%.

Dalam akta tersebut telah terjadi kesepakatan tentang harga pembelian sebesar Rp300 miliar setara dengan 12,59% dari ekuitas perseroan, yakni Rp2,383 triliun per 31 Desember 2013. Harga penjualan kembali yang akan dilakukan pada 30 Juni 2017 sebesar Rp458,806 miliar setara dengan 19,25% dari ekuitas perseroan.

July 18, 2014

Indonesia’s PT PAL Signs Contract to Supply Strategic Sealift Vessels to the Philippines

18 Juli 2014

18 Juli 2014

Indonesian shipbuilder PT PAL has signed a contract to supply two strategic sealift vessels (SSVs) to the Philippine Navy (PN). (image : Defense Studies)

PT PAL executive Edy Andarto confirmed to IHS Jane’s on 17 July that the contract – worth USD92 million – was signed with the PN in June and calls for the vessels to be supplied in 2016 and 2017.

The contract also stipulates a requirement for PT PAL to provide an integrated support package that will enable Philippine industry to undertake maintenance and support of the SSVs in partnership with the PN.

Discussions over the SSV contract had continued since January when PT PAL emerged as the sole bidder in the programme.

(Jane’s)

July 14, 2014

Jadi Komisaris PTPN, Dino Bisa Lobi Luar Negeri

Jadi Komisaris PTPN, Dino Bisa Lobi Luar Negeri

Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono tiba memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 23 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

 

TEMPO.CO Jakarta: Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu menilai dipilihnya Dino Patti Djalal menjadi komisaris PT Perkebunan Negara XIII menggantikan Setyardi Budiono merupakan keputusan yang bagus. Meski tak memiliki rekam jejak di bidang perkebunan, Dino diyakini bisa memberikan kontribusi di bidang keilmuan yang lain.

“Dalam komposisi komisaris BUMN, dibutuhkan orang dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Jadi tidak masalah walaupun Dino tidak berlatar belakang perkebunan,” ujar Said yang dihubungi Tempo pada Ahad, 13 Juli 2014. (baca: Dahlan Iskan Copot Komisaris Penggagas Obor Rakyat)

Menurut Said, Dino punya kemampuan mumpuni dalam hubungan luar negeri. Kemampuan ini bisa dimanfaatkan Dino untuk melakukan lobi soal ekspor produksi PTPN bila menjabat komisaris nanti.

Said juga berpendapat Dino punya rekam jejak yang baik selama ini. “Saya tahu integritas dia. Tidak ada apa-apa di balik Dino,” tutur dia. (baca;Kasus Obor Rakyat, Polisi Minta Kesaksian Jokowi )

Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah memilih Dino Patti Djalal untuk mengisi posisi komisaris PTPN XIII yang lowong setelah Setyardi Budiono dipecat karena resmi berstatus tersangka. Setyardi dijerat pasal pencemaran nama baik karena menggagas tabloid Obor Rakyat yang menyebarkan berita fitnah tentang Jokowi. (baca:Pemecatan Setyardi Dinilai Terlambat)

MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

July 10, 2014

Nexter Diharapakan Bisa Bekerjasama Dengan Pindad

Kamis, Juni 26, 2014

0

PARIS-(IDB) : Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berharap Nextel Systems, Prancis membantu meningkatkan kemampuan profesional PT Pindad. Kerja sama antara Nextel dan Pindad akan memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis.

Sjafrie menyampaikan harapan tersebut saat menerima empat unit persenjataan artileri medan, Caesar 155 mm di Roanne, Prancis, Rabu (25/6). Indonesia memesan 37 unit Caesar untuk memperkuat TNI Angkatan Darat.

“Hari ini kita menyaksikan penyerahan pertama unit Caesar yang dipesan Indonesia. Saya berharap agar ini baru awal dari kerja sama pertahanan dan industri pertahanan antara Indonesia dan Prancis,” kata Sjafrie.

Menurut Wamenhan, rencana strategis yang ditetapkan pemerintah Indonesia ditujukan untuk juga memperkuat  industri pertahanan dalam negeri. Pindad sendiri sedang dalam tahap pengembangan untuk menjadi pemasok bagi TNI AD.

Sebagai perusahaan yang sudah berdiri satu abad, Sjafrie mengakui bahwa Nexter sudah sampai pada penguasaan teknologi tinggi. Pengalaman Nexter itu diharapkan bisa ddibagi dengan Pindad dengan membangun industri bersama bagi pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan untuk Indonesia dan ASEAN.

Kerja sama antara Nexter dan Pindad tidak hanya terbatas pada pengembangan peralatan taktis tempur dan persenjataan, tetapi juga munisi. Kebutuhan munisi tidak kalah dibandingkan dengan alutsista itu sendiri.
 
Didukung Pemerintah

Wakil Presiden Direktur Nexter, Mike Duckworth sangat antusias untuk mengembangkan kerja sama dengan Pindad. Apalagi Nexter mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Prancis dan AD Prancis.

“Permintaan Indonesia untuk mendapatkan Caesar disampaikan pada bulan September 2011. Kami baru bisa memprosesnya setelah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Prancis dan Angkatan Darat Prancis,” kata Duckworth berterus terang.

Ia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan antara Nexter dan Pindad. Pengadaan Caesar yang baru pertama kali dilakukan Nexter untuk Indonesia, bisa menjadi awal bagi kerja sama lebih lanjut.

Indonesia merupakan negara keempat setelah Prancis, satu negara Timur Tengah, dan Thailand. Caesar mempunyai keunggulan mampu bergerak sendiri karena larasnya berada di atas kendaraan. Setiap kendaraan mampu membawa maksimum 32 munisi yang siap ditembakkan.

Menurut Komandan Pusat Persenjataan Artileri Medan Brigjen Sonhadji, TNI AD akan menerima total 37 unit Caesar hingga tahun 2016. Alutsista ini akan ditempatkan di Batalion Armed di Purwakarta dan Ngawi. Caesar selama ini sudah dipergunakan Tentara Prancis di Afganistan, Lebanon, dan Mali. Daya jangkau tembakan Caesar bisa mencapai 39 km dan bahkan diperjauh hingga 42 km.

Sumber : Metrotvnews
July 3, 2014

BUMN Targetkan Laba Rp 173,62 Triliun

BUMN Targetkan Laba Rp 173,62 Triliun

Dengan mengenakan blangkon, Menteri BUMN Dahlan Iskan turut menonton acara Selamatan Budaya-Nonton Wayang Bareng Dahlan Iskan di halaman Rumah Dahlan, Jalan Bali, Surabaya (18/3). TEMPO/Fully Syafi

 

TEMPO.COJakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara menargetkan sebanyak 137 perusahaan di bawah Kementerian bisa memperoleh total laba bersih Rp 173,62 triliun pada tahun 2014. Angka ini meningkat dari realisasi 2013 sebesar Rp 150,7 triliun. “Sektor bank masih akan berkontribusi cukup besar,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Selasa, 3 Juni 2014.

Meski tahun ini Antam diprediksi mengalami rugi karena larangan ekspor mineral, Dahlan yakin kerugian itu bisa ditutupi dengan peningkatan oleh BUMN lain, khususnya yang bergerak pada bidang perkebunan. “Karena tren harga sawit tren membaik tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Lagi pula, menurut Dahlan, tak semua BUMN pertambangan dirugikan dengan kebijakan larangan ekspor mineral. Ia mencontohkan PT Timah yang memperoleh laba cukup baik dan tak terpengaruh oleh kebijakan itu. “Tahun lalu saja labanya Rp 500 miliar,” kata Dahlan. (Baca: 10 BUMN dengan Belanja Modal Terbesar)

Dalam prognosis Kementerian BUMN, tahun lalu setidaknya ada 22 perusahaan BUMN yang merugi. Angka ini lebih kecil dari hasil audit 2012 yang menunjukkan 24 perusahaan BUMN masih merugi. Pada sektor perkebunan, misalnya, Deputi Bidang Usaha Agro dan Industri Strategi Muhammad Zamkhani mengatakan beberapa perusahaan masih merugi. “Misalnya PTPN II dan XIV,” katanya.

Adapun belanja modal perusahaan BUMN ditargetkan sebanyak Rp 286,3 triliun. BUMN bidang energi, seperti Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN), berkontribusi paling signifikan terhadap belanja modal dengan rincian Pertamina sebesar Rp 82,45 triliun dan PLN Rp 57,54 triliun. Adapun beberapa proyek strategis BUMN pada tahun 2014 antara lain akuisisi blok migas oleh Pertamina dan pembangunan proyek jalur transmisi interkoneksi Jawa-Sumatera. (Baca: Dirut Pelni yang Dipecat Dahlan Ternyata Raup Laba)

July 3, 2014

BUMN Punya Aset Tak Bertuan Rp 50 Triliun, Bagaimana Nasibnya?

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 03/07/2014 11:51 WIB
http://images.detik.com/content/2014/07/03/4/bumnkantordalam.jpg
Jakarta -Perusahaan pelat merah RI saat ini mengelola banyak aset yang status kepemilikannya tidak jelas alias menggantung. Total aset ini mencapai Rp 50 triliun.

“Paling tidak aset yang masih menggantung ada sekitar nilainya Rp 50 triliun. Ini tidak gampang memperjelas statusnya,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rapat pimpinan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Tak jelas karena aset tersebut umumnya merupakan bantuan dari proyek pemerintah. BUMN pada periode yang lama hingga kini sering menerima pengalihan pengelolaan aset seperti dalam bentuk bangunan, kereta hingga kapal untuk operasional.

Bantuan tersebut umumnya berwujud skema penyertaan modal negara (PMN) namun dalam bentuk barang alias non cash. Bantuan aset tersebut dianggarkan dan diberikan oleh kementerian teknis kepada BUMN namun setelah diserahkan tidak diikuti pengesahan kepemilikan. Akibatnya itu menjadi aset yang dikelola BUMN namun status kepemilikannya mengambang.

“Aset yang statusnya belum ditentukan di BUMN jadi sekarang ini banyak sekali yang aset masuk punya BUMN tapi status hukumnya belum ditentukan,” katanya.

Ada kendala yang dihadapi perusahaan ketika ingin memperjelas aset-aset tersebut yakni harus ada appraisal atau penilaian terhadap aset yang akan diperjelas kepemilikannya sehingga bisa menjadi milik BUMN. Padahal nilai aset yang diserahkan nilainya akan turun, contohnya seperti kapal.

“Ini tidak gampang memperjelas statusnya, karena di UU BUMN itu disebutkan setiap aset yang masuk BUMN harus dinilai nah tetapi banyak aset tersebut yang sudah terlalu lama sehingga nilainya sudah turun,” sebutnya.

Dahlan ke depan akan berkoordinasi dengan kementerian teknis untuk menghentikan pemberian atau penganggaran PMN dalam bentuk aset karena penyerahan tersebut kerap menjadi kendala.

“Saya sudah menyelesaikan ini dengan Kementerian Perindustrian. Tidak ada sama sekali PNM yang lewat perindustrian, kalau dulu kan pabrik gula jelek, ada APBN untuk Kemenperin tapi untuk memperbaiki pabrik gula. Ini tidak lagi. Tapi di kementerian lain ada lagi misalnya masalah kereta api sebaiknya tidak lagi kalau ada anggaran itu lebih baik langsung ke Kementerian BUMN,” paparnya.

(feb/zul)

July 1, 2014

Dirut PT KAI: Saya Menentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selasa, 1 Juli 2014 | 08:05 WIB
ShutterstockKereta cepat Jepang, Shinkansen.

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT KAI (Persero)Ignasius Jonan menilai megaproyek Shinkansen alias kereta api cepat Jakarta-Bandung yang menelan investasi sekitar Rp 56 triliun tidak berkeadilan.

“Soal kereta cepat Jakarta-Bandung, saya yang paling menentang. Itu tidak berkeadilan,” kata  Jonan dalam CEO Speaks on Leadership Class di Universitas Binus, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Jonan mengatakan, dirinya menolak pembangunan proyek itu jika didanai dengan anggaran APBN, baik langsung maupun dengan cara utang. Menurut dia, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tidak terlalu penting dibanding mengembangkan kereta api trans-Sumatera, trans-Kalimantan, trans-Sulawesi, serta trans-Papua.

“Rohnya APBN itu NKRI. Kalau Jawa aja yang maju, ya merdeka ajaPapua dan lainnya itu,” ucap Jonan.

Di sisi lain, dia mengatakan, KAI akan mendukung proyek kereta api walaupun mahal tetapi menggunakan dana KAI sendiri dan tidak menggunakan APBN. Misalnya, proyek kereta api Bandara Medan-Kualanamu.

“Sebentar lagi kita juga akan bikin, pakai duit KAI sendiri kereta Bandara Soekarno-Hatta, hampir Rp 3 triliun,” katanya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Indonesia menerima dana hibah dari Pemerintah Jepang sebesar 15 juta dollar AS untuk studi kelayakan proyek Shinkansen Jakarta-Bandung. Studi kelayakan berlangsung selama dua tahap.

Tahap pertama mulai 28 Januari 2014 hingga April 2015 untuk membahas perencanaan dasar kereta peluru tersebut. Tahap kedua berlangsung dari April 2015 hingga Desember 2015 guna menggodok detail kalkulasi biaya pembangunannya.

Perkiraan awal, proyek kereta kilat ini akan membutuhkan investasi hingga Rp 56 triliun. Dana tersebut termasuk untuk membangun jalur kereta sepanjang 133 kilometer dan pengadaan kereta cepatnya.
baca juga:

June 29, 2014

Pemecatan Bos BUMN, Dari Main Golf Sampai Fasilitas Mobil Istri

Jumat, 27/06/2014 10:35 WIB

Feby Dwi Sutianto – detikFinance1 dari 7NextJakarta – Reward and punishment berlaku juga bagi pimpinan tertinggi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Para direksi dan komisaris perusahaan pelat merah memperoleh fasilitas hingga penghasilan sangat menggiurkan dari jabatan yang diemban. Alhasil menjadi bos BUMN adalah mimpi bagi banyak profesional dan karyawan karir. Namun gaji dan fasilitas super wah ternyata diikuti juga oleh sanksi tegas. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sanksi tegas bisa menerpa bos BUMN yang melanggar aturan. Sanksi tertinggi adalah diberhentikan. Mau tahu, bos BUMN dan kasus-nya sehingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri atau dipecat. Berikut ini hasil penelusuran detikFinance, Jumat (27/6/2014).

Dahlan secara pada awal 2013 memberhentikan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Eddy Adyawarman. Eddy diberhentikan karena mengetahui dan membiarkan sang istri menerima fasilitas mobil dinas. Padahal mobil dinas hanya diperuntukan bagi pejabat atau pekerja bukan keluarga

Dahlan memberhentikan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Kaharuddin. Kaharuddin dicopot karena telah telah ditetapkan sebagai tersang kasus dugaan korupsi pengadaan benih di Kementerian Pertanian periode 2008-2012. Posisi Kaharuddin selanjutnya diisi pejabat Kementerian BUMN yakni Upik Rosalina Wasrin

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Fahmi Sadiq pada Februari 2014 dinonaktifkan oleh Dahlan. Dahlan selanjutnya menunjuk Sufrin Hannan sebagai pejabat baru. Fahmi digeser karena telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Fahmi disebut-sebut terkait kasus korupsi proyek pemetaan dan pendataan satuan pendidikan swasta dan negeri untuk SD sampai SLTP di Kementerian Pendidikan. Kasus terjadi saat Fahmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero)

Menteri BUMN telah berjanji memberi sanksi keras kepada bos BUMN yang terlibat di dalam politik serta memanfaatkan posisinya untuk membantu aktivitas politik. Kondisi ini dialami oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Obor Rakyat yakni Setyardi Budiono. Setyardi juga merangkap sebagai salah satu Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII (Persero).Setyardi dinilai berperan dalam kampanye hitam alias black campaign yang menyerang salah satu calon presiden. Sebelum Kementerian BUMN memberi sanksi, Setyardi telah mengajukan permohonan pengunduran diri alias resign

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan telah mengumumkan sanksi tegas bagi bos-bos perusahaan pelat merah yang ketahuan dan terbukti bermain golf saat jam kerja. Bos BUMN yang dipecat seperti 2 orang Direksi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) (Persero). Keduanya terbukti bersalah karena melanggar ketentuan.”BKI yang main golf diberhentikan. Yang ada bukti dipecat. Itu Dirut dan 1 direksi. Itu ada 2 orang yang diganti,” kata Dahlan Desember 2013 beberapa waktu lalu.

Aksi tegas Dahlan ternyata tidak membuat direksi BUMN lain ikut jera. Berita terbaru, Dirut PT Reasuransi Umum Indonesia (ReIndo) Didiet S. Pamungkas disebut-sebut ketahuan main golf saat jam kerja.Dahlan menerima laporan dari bawahan sang bos ReIndo. Namun surat pemecatan belum sempat dikeluarkan oleh Kementerian BUMN, Didiet disebut telah mengajukan permohonan pengunduran diri alias resign terlebih dahulu. Namun keputusan pemberhentian akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar induk ReIndo yakni PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero).

June 24, 2014

Joint Production Propelan Dengan Prancis

Sabtu, Juni 21, 2014

1

image
BORDEAUX-(IDB) : PT Dahana menggandeng Indo Pacific Communication and Defence, anak perusahaan Artha Graha untuk membuat perusahaan patungan bagi industri propelan dengan dua perusahaan Prancis Roxel dan Eurinco. Perusahaan munisi yang akan dibangun di Subang itu akan menelan investasi US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar pembangunan industri propelan di Subang bisa direalisasikan sebelum bulan Oktober 2014.

Saat mengunjungi Industri Propelan Roxel di Bordeaux, Prancis, Jumat (20/6/2014), Sjafrie mengatakan perjanjian kerja sama pertahanan antara Pemerintah Indonesia dan Prancis harus direalisasikan ke dalam kegiatan nyata. Ia mengapresiasi langkah yang ditempuh PT Dahana dan Roxel untuk membuat perusahaan patungan.
“Saya sangat mengharapkan rencana pendirian perusahaan patungan antara Dahana dan Roxel di Subang bisa segera berjalan. Saya akan membantu agar produk industri propelan nanti tidak hanya dipakai oleh TNI, tetapi juga oleh negara-negara ASEAN,” kata Sjafrie.
Presiden Direktur Roxel, Jacques Desclaux mengaku kaget atas semangat yang diperlihatkan Wamenhan. Ia akan berusaha dengan PT Dahana untuk bisa segera melaksanakan rencana pembangunan industri propelan di Subang.
Investasi Rp 20 Triliun

imageDirektur Utama PT Dahana F. Harry Sampurno melihat pembangunan industri propelan merupakan sesuatu yang harus dilakukan Indonesia. Masalahnya, sekarang ini hampir semua kebutuhan amunisi bagi TNI dipenuhi dari impor.

“Pengadaan amunisi melalui impor sangatlah riskan. Pertama, pasokan kebutuhannya tergantung kepada pasokan pihak produsen. Kedua, jumlah impor amunisi mudah diketahui negara lain dan itu berkaitan dengan kemampuan pertahanan negara kita,” kata Harry
Atas dasar itu PT Dahana mendukung langkah Kementerian Pertahanan untuk membangun industri propelan di dalam negeri. Kehadiran industri propelan akan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.
Menurut Harry, PT Dahana sudah menyiapkan lahan bagi pembangunan industri propelan di Subang. Di sanalah diharapkan bisa dibangun industri propelan yang bukan hanya memasok kebutuhan TNI, tetapi juga untuk keperluan ekspor.
Harry merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Roxel dan juga Eurinco. Sebab, Roxel sudah mengembangkan munisi dan industri propelan sejak tahun 1660. Investasi yang diperlukan untuk membangun industri propelan, menurut Harry, diperkirakan mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Indonesia akan memiliki 51 persen saham, sementara Roxel dan Eurinco sebanyak 49 persen.
Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Muhammad Said Didu mengatakan kerja sama yang dilakukan PT Dahana dan Roxel serta Eurinco sangat baik bagi Indonesia. Dengan model membentuk perusahaan patungan, maka Indonesia akan terlibat langsung dalam proses produksi, sehingga alih teknologi bisa terjadi.
“Pihak Roxel akan menyerahkan seluruh kepemilikan saham kepada Indonesia apabila putra-putra Indonesia bisa mengerjakannya sendiri. Divestasi itu diperkirakan akan terjadi setelah enam tahun perusahaan berjalan,” kata Said Didu.
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, PT Dahana menggandeng anak perusahaan Kelompok Artha Graha untuk bergabung, Indo Pacific Communication and Defence. Apabila groundbreaking bisa dilaksanakan bulan Oktober, pembangunan industri propelan diharapkan bisa selesai dalam waktu 40 bulan.
Produk munisi yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan peluru yang diperlukan TNI dan juga peluru kendali. Bahkan peluru kendali yang diproduksi bisa berbentuk peluru kendali dari darat ke darat, dari darat ke udara, dan dari udara ke udara.
Sumber : Detik
June 9, 2014

PT Pindad Sanggup Buat Amunisi Tank Leopard

Tingkatkan juga kemampuan enjiniring PINDAD agar bisa merefurbish dan merawat tank berat.. Siapa tahu manghasilkan devisa, karena banyak negara miliki tank tapi tidak dapat merawat dan meningkatkan kemampuan tanknya..

06 Juni 2014, Bandung: Satu lompatan dilakukan PT Pindad, setelah Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said, menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama Leopard 2A4.

“Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard,” kata Said, di Bandung, Jumat.

Menurut dia, untuk peluru meriam 120 mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015.

“Sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan kesenjataan tank itu,” katanya.

Leopard memakai dua varian meriam utama, yaitu Rheinmetall 120 mm L44 atau L55 smoothbore alias tanpa ulir sepanjang 5,28 meter dan berbobot 3,37 ton.

Laras meriam tanpa ulir merupakan “jawaban” pada dasawarsa ’70-an atas kejayaan seri tank T-72/80 dari Uni Soviet yang bisa membantai secara mudah tank-tank Barat.

Laras meriam tanpa ulir juga memiliki energi kinetik lebih besar ketimbang yang berulir sehingga meninggikan efek mematikan amunisi yang dilontarkan.

Selain amunisi konvensional, meriam ini bisa menerima berbagai tipe amunisi, sebutlah Armour Piercing Discarding Sabot DM23, ataupun Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot M829 dengan kepala ledak berisikan uranium.

Masih ada amunisi Multi Purpose Anti Tank Projectile yang berbasis teknologi High Explosive Anti Tank, buatan Jerman, berdesignasi NATO sebagai DM12.

Sumber: ANTARA News

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers