Archive for ‘BUMN news’

May 14, 2013

KAI Pilih Impor Kereta Bekas Jepang Karena Murah Meriah

Sampai kapan kebiasaan BUMN mengimpor barang bekas dibiarkan ?

 

 

Wiji Nurhayat - detikfinance
Selasa, 14/05/2013 18:28 WIB
 
 
 

 

Foto: dok.detikFinance

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan terus melakukan impor kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang. Alasan KAI sederhana, kereta bekas ini murah dan kondisinya masih layak jalan.

“Harganya hanya Rp 900 juta/gerbong sudah sampai ke Tanjung Priok. Umurnya baru 10-15 tahun dan kondisinya masih sangat layak jalan dan bisa beroperasi lebih optimal,” ujar Humas KAI Mateta Rizalulhaq saat berdiskusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

KAI pun akan terus mengimpor kereta bekas asal Jepang sebanyak 180 gerbong/tahun. Naiknya jumlah penumpang KRL Jabodetabek membuat impor KRL bekas ini mau tidak mau harus dilakukan. Apalagi KAI punya ambisi menaikkan penumpang hingga 1,2 juta per hari di 2018.

“Rangkaian (kereta bekas) Jepang kita akan terus lakukan impor sebanyak 180 unit/tahun. Itu untuk mengganti KRL yang tua atau menambah jadwal perjalanan dari 540 menjadi 575 perjalanan. Sampai tahun 2018 kita punya target angkut 1,2 juta penumpang/hari. Penumpang sekarang baru 500-600 per hari dengan 575 perjalanan,” tuturnya.

Namun ia juga mengungkapkan, alasan KAI memilih impor dan tidak membeli langsung kereta dari BUMN produsen kereta api yaitu PT INKA (Persero). “Kita butuh cepat dan kita butuh segera,” cetusnya.

May 14, 2013

PT Pos Targetkan 12 Persen Laba dari Bisnis Properti

 

Selasa, 14 May 2013


JAKARTA – PT Pos Indonesia (Persero) melakukan diversifikasi produk dan layanan dengan merambah bisnis properti. Direktur Ritel dan Properti PT Pos Indonesia (Persero), Setyo Riyanto menargetkan bisnis ini dapat menyumbang 12% dari laba 2013. “Target pendapatan properti kita Rp 417 miliar dari total target pendapatan 2013 sebesar Rp 4,7 triliun. Target laba PT Pos 2013 di kisaran Rp300 miliar, properti kita harapkan sumbang 12 persen,”
ucapnya di sela Launching Prangko Amal 150 tahun Palang Merah Internasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu 8 Mei 2013.

Menurut Setyo, saat ini PT Pos mulai membangun hotel di dua wilayah terpisah di bandung, juga di 32 titik lain yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. “Untuk yang di Bandung, pembangunan yang di Cicendi Rp 40 miliar, sementara di Jalan Pahlawan sekitar Rp 58 miliar,” ujarnya.

Setyo mengakui sumbangan pemasukan dari properti masih kecil jika dibandingkan dengan sektor lain. “Ukuran hotelnya memang kecil. Dua hotel di Bandung itu saja 80 kamar, dan 100 kamar,” kata dia.

Namun, dia melanjutkan, PT Pos akan memperluas pembangunan properti dengan sistem kerja sama di sejumlah daerah. “Sudah ada 32 lokasi dengan pola kerjasama usaha di sejumlah daerah, seperti di Medan,” ujar Setyo.

Sementara dari bisnis ritel, Setyo memprediksi dapat berkontribusi sebesar 13 persen total pendapatan PT Pos. “Itu termasuk dengan upaya kita melakukan inovasi produk perangko, modernisasi cabang, toko online, dan lain-lain,” ucapnya.

LINDA TRIANITA

May 11, 2013

Pusat awak Kabin Garuda ke.2

me » News »
Pusat Awak Kabin Garuda Kedua di Bali
Penulis: |

Sabtu, 11 Mei 2013 | 04:13 AM

Denpasar, Kompas – PT Garuda Indonesia Tbk membuka pusat awak kabin di Benoa Square, Bali, Jumat (10/5). Fasilitas ini adalah pusat awak kabin kedua yang dibuka setelah Jakarta.

Direktur PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pembukaan pusat awak kabin (center crew) ini dilakukan untuk memaksimalkan layanan Garuda di Bali, yang juga menjadi titik kumpul (hub) kedua setelah Jakarta. Seiring dengan itu, jumlah awak kabin Garuda di Bali juga akan ditambah.

”Saat ini, jumlah awak kabin kami di Bali tercatat 180 orang, hingga akhir tahun akan kami tambah sehingga menjadi 300 orang,” ujarnya, Jumat.

Setelah ini, pusat awak kabin akan dibangun di dua titik kumpul Garuda lainnya, yaitu Makassar dan Medan.

PT Garuda Indonesia juga terus menambah frekuensi penerbangan per hari. Jika tahun ini terdapat 450 rute penerbangan per hari, maka pada tahun 2015 Garuda menargetkan menjadi 1.000 penerbangan per hari.

Emirsyah mengatakan, seiring dengan penambahan frekuensi penerbangan tersebut, pihaknya juga akan menambah jumlah pesawat. ”Jika saat ini ada 106 pesawat, maka pada tahun 2015, dengan 1.000 kali penerbangan per hari, kami berencana mengoperasikan 194 pesawat,” ujarnya.

Tahun 2013 akan didatangkan 24 pesawat baru, terdiri dari 4 Boeing 777-300ER, 3 Airbus A330, 10 pesawat Boeing 737-800NG, dan 7 Bombardier CRJ100 NextGen.

Saat ini Garuda telah memiliki 1.100 pilot, dengan 220 orang di antaranya masih menjalani training. Tahun 2015 diperkirakan jumlah pilot akan mencapai 2.000 orang.

Penambahan frekuensi penerbangan dilakukan dengan membuka rute penerbangan baru dan menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada.

”Dari Jakarta saja, tahun ini, kami akan membuka rute penerbangan baru ke Brisbane, London, Osaka, serta menambah frekuensi penerbangan ke Australia dan China,” ujarnya.

Untuk penerbangan domestik, Garuda menargetkan akan membuka destinasi baru ke semua ibu kota provinsi dan kota terbesar kedua di setiap provinsi. Bulan Juli, destinasi baru Garuda antara lain adalah Belitung dan Berau.

General Manager PT Garuda Indonesia Wilayah Bali Taufik Hidayat M mengatakan, tahun ini, dari Bali Garuda Indonesia akan membuka empat rute penerbangan baru.

Dua di antaranya adalah rute penerbangan internasional, yaitu Denpasar-Brisbane dan Denpasar-Bangkok, sedangkan dua lainnya adalah rute penerbangan domestik, salah satunya Denpasar-Balikpapan. (EGI)

May 8, 2013

Dahlan Iskan Siap ‘Karyakan’ BUMN Penggarap JSS

Rabu, 08 Mei 2013 | 06:21 WIB

Dahlan Iskan Siap 'Karyakan' BUMN Penggarap JSS  

Dahlan Iskan. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan perusahaan pelat merah di bidang karya siap menggarap mega proyek Jembatan Selat Sunda. “Kami siap, semua BUMN Karya siap garap itu (JSS),” kata Dahlan di kantor Presiden, Selasa, 7 Mei 2013.

Dahlan menyatakan BUMN Karya itu akan menjadi konsorsium untuk menggarap proyek JSS. Namun, dia mengaku belum ada pembicaraan dan penunjukan mengenai dilibatkannya BUMN. “Belum dibicarakan. Kami sudah mempersiapkan diri, tapi selama belum ada penunjukan kami pasrah,” katanya.

Menteri Koordinator Hatta Rajasa tidak menjawab saat ditanya mengenai perkembangan proyek Jembatan Selat Sunda. Hatta yang kini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Keuangan, pernah sesumbar feasibility study (studi kelayakan) pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda akan segera dibuat pada tahun ini. Menurut Hatta, pemerintah berharap ground breaking bisa dilakukan pada akhir 2014.

Hatta memastikan pembangunan proyek jembatan dan pengembangan kawasan yang memakan biaya sampai Rp 200 triliun itu tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun dia menyatakan akan dorong BUMN dan swasta untuk menggarap proyek tersebut. Dia juga mempersilakan konsorsium untuk bekerja sama dengan siapapun.

Dilibatkannya Badan Usaha Milik Negara dalam pelaksanaan pembangunan JSS sebelumnya terlontar saat Kementerian Perekonomian menggelar rapat koordinasi pada 6 November 2012. Saat itu, Hatta menyatakan perusahaan pelat merah akan berbagi dengan konsorsium PT Graha Banten Lampung Sejahtera yang merupakan milik pengusaha Tomi Winata.

Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di Berlin pada bulan lalu memastikan bahwa rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda akan dilanjutkan. Namun, dia meminta agar pembangunan juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur di kawasan Selat Sunda. “Kalau cuma membangun jembatannya tanpa membangun infrastruktur di sekitarnya tidak akan nyucuk, tak sepadan dengan modal yang dikeluarkan,” ujar Presiden.

Sebelumnya, pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini sempat terkatung-katung. Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo menganggap Perpres 86 harus direvisi agar ada keterlibatan pemerintah dalam studi kelayakan dan desain dasar JSS. Pemerintah kemudian membentuk tim tujuh untuk melakukan mencari jalan keluar.

ANGGA SUKMA WIJAYA

May 6, 2013

BUMN Siapkan monorail di bandara Soeta

Dari kontan online

6 mei 2013

MADIUN. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya kian serius menggarap proyek pembuatan monorel di Indonesia. Proyek monorel itu dirancang bukan saja untuk Jakarta saja, melainkan juga untuk Surabaya.

Dahlan Iskan, Menteri BUMN mengatakan, akan ada 3 proyek monorel yang dikerjakan konsorsium BUMN. “Monorel juga akan dibuat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” ujarnya saat peluncuran produk contoh monorel di kantor pusat PT INKA (Persero), Madiun (6/5).

Dahlan mengatakan, monorel di Bandara Soetta akan dibuat mengelilingi kawasan bandara tersebut antara Terminal 1 dan Terminal 3. “Monorel ini akan tersambung dengan stasiun di kereta bandara yang sedang dibangun,” ujarnya.

Dahlan mengklaim, nantinya monorel di Bandara Soetta bentuknya akan lebih besar dibanding monorel yang ada di Kuala Lumpur dan Bangkok. Proyek monorel bandara ini akan dikerjakan konsorsium BUMN antara PT Adhi Karya (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT INKA (Persero), dan PT LEN (Persero).

Di tempat yang sama, Bambang Susantono menjanjikan, monorel Bandara Soetta bakal selesai di tahun 2015. “Kereta bandara akan beroperasi 2014, untuk monorelnya akan selesai di tahun 2015,” terang Bambang.

Sementara untuk monorel di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan mempunyai rute ke Teluk Lamong. “Monorel ini bentuknya seperti ban berjalan yang fungsinya untuk angkut kontainer di pelabuhan,” jelas Dahlan.

Proses pembuatan monorel di pelabuhan tersebut akan terlebih dahulu dibentuk perusahaan patungan (joint venture) antara PT Adhi Karya (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT INKA (Persero), dan PT LEN (Persero).

May 3, 2013

Tol Trans Sumatera Tak Diminati Investor, Dahlan Minta HK Garap Proyek

 

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jumat, 03/05/2013 12:34 WIB
 
 
 
ilustrasi
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki alasan kuat untuk meminta PT Hutama Karya (HK) mengerjakan proyek Tol Trans Sumatera sepanjang 2.400 Km senilai Rp 99 triliun. Dahlan menilai secara hitungan bisnis, proyek Tol Trans Sumatera tidak layak sehingga para investor tak berminat.

Alasannya, traffic atau lalu lintas kendaraan yang jarang membuat pengembalian investasi atau Break Event Point (BEP) tidak sebanding dengan dana yang digelontorkan investor.

“Beberapa ruas sudah ditenderkan nggak ada peminatnya, karena secara finansial tidak feasible. Tapi Sumatera kan harus punya infrastruktur yang bagus karena ekonominya baik, belajar dari Bali (tol), Pelindo dan lain-lain. Makanya penunjukkan bisa lebih mempercepat bukan untuk PMN (penyertaan modal negara)-nya. Tapi supaya lebih cepat,” tutur Dahlan kepada wartawan di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Hal tersebut tentunya tidak bisa dibiarkan, untuk memancing investor atau memulai pembangunan. Hutama Karya sambil menunggu penugasan atau Peraturan Presiden (Perpres), diminta mengerjakan 3 ruas tol Trans Sumatera. Rute yang diminta yakni Palembang-Indralaya, Padang-Sicincin, dan Medan-Binjai.

“Kalau nunggu ditenderkan itu akan lama lagi. Padahal 3 ruas yang ditenderkan itu, yang terbaik saja, itu tidak ada peminatnya. Apalagi yang lain belum,” tambahnya.

April 30, 2013

Produksi Pesawat N-219 Masih Tersandung Dana

 

Padahal, pesawat ini asli bikinan para insinyur Indonesia. Mengapa?

ddd
Selasa, 30 April 2013, 06:15Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
N219
N219(www.indonesian-aerospace.com)
BERITA TERKAIT

D 

VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (DI) sedang mengembangkan prototipe pesawat kecil berpenumpang 19 orang yang diberi nama N-219. Namun, perkembangan dari pembuatannya masih terkendala dana.

Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan Rekayasa PT Dirgantara Indonesia mengatakan, pesawat ini membutuhkan dana pengembangan yang cukup besar, yaitu sekitar Rp600-800 miliar, nyaris Rp1 triliun

“Tapi, kami tetap optimistis, dan menargetkan tahun 2016 pesawat kebanggaan Indonesia ini harus mulai diproduksi,” kata Andi, saat ditemui di acara Penandatanganan MoU Produksi dan Pengembangan Teknologi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Wulung, di BPPT, Jakarta, 29 April 2013.

Perkembangan dari pesawat N-219 ini melibatkan PT Dirgantara Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan.

“Semuanya saling bekerja sama untuk mewujudkan pesawat berpenumpang 19 orang ini. Pesawat yang membuthukan landasan pendek untuk menjangkau daerah-daerah terpencil,” tutur Andi.

N219

Di tempat yang sama, Marzan A Iskandar, Kepala BPPT juga mengatakan, bahwa sampai saat ini perkembangan N-219 memang belum mendapatkan titik terang semenjak diperkenalkan dua tahun lalu.

“Kami sudah memberikan dukungan dengan melakukan pengujian-pengujian. Kami juga telah membantu mendapatkan pendanaan untuk produksinya. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang untuk total pendanaannya,” ungkap Marzan.

Dia menjelaskan, mengenai masalah pendanaan memang ada pernyataan-pernyataan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian yang siap mendukung, tapi mengenai realisasinya, belum ada kepastian.

“Dari hitungan sebenarnya, harga pesawat tidak terlalu mahal, yaitu sekitar Rp38 miliar per unit. Saat ini, sudah ada 35 unit yang dipesan oleh beberapa perusahaan industripenerbangan. Namun, kembali lagi, kami masih kesulitan menyusun skema pendanaan untuk proses produksi,” kata Marzan. (Baca: Bangkitnya Kembali Pabrik Pesawat Indonesia)

April 29, 2013

Dahlan Tertarik Bikin Ladang Ganja

Setuju berat !

Belajar ke Belanda dan California . Ganja selain untuk obat obatan bisa juga diproses menjadi bahan untuk serat bahan baku tekstil dan lain lain..

Kembangkan saja di Aceh, daripada ladang ganja dibakar begitu saja..

 

 

SELASA, 23 APRIL 2013 | 13:14 WIB

 

Dahlan Tertarik Bikin Ladang Ganja  

Dahlan Iskan bersama Maria Kristina, keluarga Fransiscus, membujuk Fanssiscus untuk turun dari tiang sutet di kawasan Senen, Jakarta, (16/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

 

TEMPO.COJakarta - Dahlan Iskan mengatakan tengah mempertimbangkan badan usaha milik negara untuk mengembangkan ladang ganja. Namun, ganja itu ditujukan untuk pengembangan produksi obat kanker dan jantung. 

“Ada ahli farmasi datang dan memprovokasi saya, kenapa BUMN enggak produksi obat untuk kanker dan jantung dari bahan baku daun dan biji ganja?” ujar Dahlan seusai rapat dengan direksi Taspen, Selasa, 23 April 2013.

Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ini mengaku awalnya kaget mendengar usul itu. Namun, ahli farmasi yang menemui Dahlan menyatakan, ganja memiliki khasiat yang bisa digunakan sebagai obat.

Meskipun Indonesia sudah banyak memiliki ladang yang berstatus ilegal, Dahlan menyatakan, tidak bisa serta-merta mengambil langkah untuk mengembangkan ganja secara massal. Dahlan justru menyatakan akan mempersulit realisasi. “Ya, masih kita kaji dulu,” katanya.

April 25, 2013

PT PAL Targetkan Penjualan Rp 1,6 Triliun

SELASA, 05 MARET 2013 | 17:24 WIB

 

PT PAL Targetkan Penjualan Rp 1,6 Triliun   

TEMPO/David Priyasidharta

 

 

TEMPO.COSurabaya - Perusahaan galangan kapal PT PAL Indonesia (persero) terus bermanuver setelah sempat terpuruk satu dekade lebih akibat hantaman badai krisis moneter. Secara berangsur jumlah pesanan dan angka penjualan kapal mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Manajer Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, mengatakan perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun tahun ini. Angka ini naik ketimbang realisasi penjualan tahun lalu sebesar Rp 700 miliar. “Dengan target penjualan yang naik, tahun ini diharapkan laba perseroan juga naik,” kata Bayu kepada Tempo, Selasa, 5 Maret 2013.

Bayu mengakui krisis ekonomi di Eropa dan sebagian Asia berimbas pada pesanan kapal di PT PAL. Bahkan, pada tahun 2011, katanya, PT PAL membukukan kerugian hingga Rp 1,3 triliun. Namun, kinerja positif mulai ditunjukkan perseroan pada 2012 lalu dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,6 miliar.

Bayu mengatakan industri galangan kapal nasional butuh insentif dari pemerintah untuk segera bangkit. Menurut dia, kebijakan pemerintah mengenakan pajak impor bagi industri galangan kapal yang membeli komponen dari negara asing menghambat. “Sementara industri pelayaran yang membeli kapal dari luar negeri justru tak dikenai pajak impor,” kata Bayu.

Bayu melihat galangan kapal nasional membutuhkan insentif bunga bank dan pajak pertambahan nilai. Di Indonesia, bunga bank untuk industri galangan kapal masih sekitar 10 hingga 12 persen dengan PPN sebesar 10 persen. “Khusus industri galangan kapal, idealnya bunga bank itu 4 persen. Di luar negeri, PPN nol persen,” kata Bayu membandingkan. 

DIANANTA P. SUMEDI

April 24, 2013

Istaka Karya Tak Langgar Jadwal

 
Rabu,
24 April 2013
 
Kompas, 24 April 2013
 
 Dahlan: DKI Belum Bayar Tagihan Rp 24 Miliar

Jakarta, Kompas - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mendukung upaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaudit proyek jalan layang non-tol Tanah Abang-Kampung Melayu. Namun, proyek tersebut tidak dapat dianggap terlambat karena sesuai kontrak selesai akhir Juni.

Selain itu, proyek tersebut terhenti karena pelaksana, PT Istaka Karya, memiliki tagihan yang belum dibayarkan Pemprov DKI sehingga mereka menghentikan pengerjaan. PT Istaka Karya memenangi satu paket di jalur Mas Mansyur, dari tiga paket yang ditawarkan.

”Saya mendukung usaha audit Gubernur Jokowi,” kata Dahlan Iskan, Selasa (23/4), di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Sebenarnya penyelesaian proyek itu tinggal menunggu beberapa meter saja dan letaknya persis di atas Jalan Sudirman. Proyek itu semestinya bisa selesai dalam waktu 1,5 bulan lagi dan bisa segera digunakan.

Berdasarkan kontrak, proyek itu seharusnya selesai akhir Juni ini. ”Sekarang masih April. Kalau 1,5 bulan lagi pas. Namun, karena pembayaran proyek dihentikan, Istaka pun menghentikan proyek itu. Istaka mencari pinjaman kepada pihak ketiga, yaitu perbankan BUMN, agar bisa menyelesaikan proyek itu,” katanya.

Istaka menyadari, proses pencarian pinjaman membutuhkan waktu sehingga proyek itu dihentikan sementara. Saat ini, PT Istaka mempunyai tagihan kepada Pemprov DKI sekitar Rp 24 miliar. Istaka mendukung dilakukan audit ulang agar sisa pembayaran dikucurkan dan sisa proyek segera diselesaikan.

Berhenti tiga pekan

Direktur Utama PT Istaka Karya Kasman Muhammad, Selasa, mengatakan, pengerjaan proyek itu berhenti sekitar tiga pekan terakhir ini. ”Karena belum ada pembayaran tagihan, kami tidak kuat lagi meneruskan pengerjaan proyek sehingga berhenti sementara,” ucapnya.

Tagihan itu diajukan kepada Pemprov DKI setiap bulan. Namun, beberapa bulan ini tak ada pembayaran sehingga tagihan menjadi Rp 24 miliar. Selama tagihan belum dibayar, perusahaan harus berutang ke bank.

Menurut Kasman, sisa pekerjaan itu bisa dibereskan dalam 1,5 bulan. Adapun kontrak kerja perusahaan ini dalam proyek berlaku sampai Juni 2013.

Kasman mengakui ada perubahan desain karena alasan teknis, yakni adanya pipa air yang tidak mungkin diterobos untuk fondasi jalan. Perubahan desain ini membuat waktu pengerjaan bertambah. Sekarang, proses perubahan desain sudah rampung.

Menanggapi itu, Jokowi menyatakan belum ada kepastian kelanjutan proyek pembangunan jalan layang itu.

”Belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Kalau sudah ada rekomendasi dilanjutkan, ya proyek pembangunan ini boleh dilanjutkan,” kata Jokowi.

Jokowi tidak berani meneruskan pembangunan proyek tersebut karena ingin menerapkan aturan. ”Kalau proyek itu diteruskan, nanti kami dituduh melanggar kaidah-kaidah prosedur anggaran. Semua yang terkait dengan anggaran harus membutuhkan proses kehati-hatian,” ujarnya. (K09/ART/PIN)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers