Archive for ‘BUMN news’

August 30, 2014

Dirut AP I Jadi Tersangka Korupsi, Dahlan: Saya Tak Terlalu Percaya

 

Dhani Irawan – detikfinance
Jumat, 29/08/2014 21:10 WIB
 
 
 
http://images.detik.com/content/2014/08/29/4/211804_dahlankoper.jpg
Jakarta -Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo ‎ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tak mempercayainya.

“Saya tidak terlalu percaya bahwa dia melakukan korupsi,” kata Dahlan di sela kunjungan kerja di Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (29/8/2014) malam.

Berdasarkan laporan ke pihaknya, Dahlan mengatakan bahwa AP I melakukan tender dengan pemenang termurah. Kemudian di waktu yang berbeda AP II juga melakukan tender dengan kendaraan yang sama dan mengambil pemenang termurah pula.

“Nah yang termurah di Angkasa Pura II itu lebih murah dibanding di Angkasa Pura I, tapi dua (tender) itu kan nggak bersamaan. Nah masak begitu, kalau begitu korupsi terus gimana,” ujar Dahlan heran.

Namun, Dahlan belum bisa berkomentar lebih jauh sebab dia juga harus mempelajari mengenai apa yang sebenarnya yang terjadi. Dahlan juga belum akan menanyakan hal tersebut ke pihak Kejagung.

“Saya masih harus teliti, belum bisa berkomentar. Tapi masak begitu, kan nggak tahu persis,” ucap mantan Dirut PLN ini.

Penetapan Tommy Soetomo sebagai tersangka sangat mengagetkan PT AP I‎ sebab hingga ditetapkan sebagai tersangka, Tommy belum pernah diperiksa sekali pun sebagai saksi oleh aparat Kejagung.

AP I menerangkan kasus yang diangkat oleh aparat Kejagung adalah pengadaan Damkar tahun 2011. Proses pengadaan telah dilakukan dengan mengikuti prosedur tender berdasarkan konsep tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Bahkan dewan direksi tidak bisa intervensi terhadap proses tender.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan 2 tersangka yaitu Direktur Utama PT Angkasa Pura I TS dan HL Direktur PT Scientek Computindo. Keduanya disangka telah terlibat dugaan korupsi dengan anggaran Rp 63 miliar. Penyidik juga telah memanggil 5 saksi untuk diperiksa, namun yang datang baru 3 orang.

 

(dha/hen)

August 29, 2014

Telkom Kerjakan Proyek US$ 1 Miliar

Friday, August 29, 2014       10:47 WIB

Kurangi ketergantungan dengan Singapore !!

 

 

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) [2,695 -25 (-0,9%)], melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) bakal menggarap tiga proyek infrastruktur telekomunikasi internasional senilai total US$ 1 miliar.

Dari nilai tersebut, Telkom akan menanamkan investasi sekitar US$ 400 juta sampai tahun 2016, atau 40% dari total proyek.

Ketiga proyek infrastruktur jaringan telekomunikasi tersebut adalah mega proyek sistem kabel laut luar negeri dengan jalur South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE5), sistem kabel laut jalur South East Asia- United States (SEA-US), dan jaringan Indonesia Global Gateway (IGG).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, perseroan akan mengandalkan pedanaan kas internal dan eksternal sebagai sumber pendanaan tiga proyek tersebut.  Perseroan belum menentukan porsi dari eksternal.

“Namun, Kalau dari internal kami masih punya kas yang kuat,” jelas dia saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/8).

Setiap tiga proyek Infrastuktur memiliki bentuk model pengembangan tersendiri. Pada Maret 2014, Telin menggandeng 12 perusahaan telekomunikasi di Asia dan 2 perusahaan Eropa yang tergabung dalam konsorsium SEA-ME-WE 5. Proyek ini memiliki panjang sekitar 20.000 KM yang terbentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis, dan Italia. Mega proyek ini nantinya akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya.

Sementara proyek kedua SEA-US merupakan sistem label laut yang memiliki panjang 15.000 km. Kabel laut tersebut menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philipines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii) dan Los Angeles.

Arief menjelaskan, proyek kedua ini perseroan menggandeng 6perusahaan telekomunikasi global dengan Telin sebagai pemimpin proyek. Ketujuh perusahaan tersebut adalah Globe Telecom, RAM Telecom internasional, Hawaiian Telecom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, dan Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telkom USA).

Arief menjelaskan, investasi jalur infrastruktur SEA-US senilai US$ 250 juta. Dari nilai tersebut, Telkom memiliki porsi 28,5% atau setara US$ 71,25 juta. Jalur tersebut diperkirakan bisa beroperasi pada tahun 2016. Pihaknya memperkirakan, perseroan bisa mengalami balik modal atau break even poin (BEP) dalam waktu lima sampai tujuh tahun ke depan.

Dia menambahkan, pihaknya akan menjajaki dua perusahaan telekomunikasi di dua negara yaitu Australia dan Papua Nugini untuk bergabung dengan konsorsium SEA-US.

“Operator lain biasanya membuat jalur kabel laut dengan rute Utara ke Barat. Kami memilih jalur lain, dengan Indonesia sebagai penghubung. Ini satu-satunya jalur yang menghubungkan jalur kabel laut dari Indonesia ke Amerika Serikat,” jelas dia.

Pada tahun depan, lanjut Arief, Telkom Grup akan memulai proyek ketiga, yaitu jaringan Indonesia Global Gateaway (IGG). Proyek ini dilakukan tanpa konsorsium dengan total nilai US$ 253. Secara teknis, IGG adalah jaringan yang membentang dari Medan sampai Menado. Infrastruktur tersebut menghubungkan jalur SEA ME-WE 5 ke arah barat hingga Eropa dan jalur SEA-US ke arah timur hingga Amerika Serikat. (rid)

 

++++

 

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles  

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles   

TEMPO/Dimas Aryo

TEMPO.CO, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) melakukan penandatanganan proyek kabel laut South East Asia-United State (SEA-US) dengan perwakilan konsorsium. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad bersama dengan perwakilan konsorsium di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2014.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan dengan proyek ini Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. “Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arief, proyek SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat.

Arif mengklaim sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut internasional lain yang sudah ada. (Baca:Telkom Bidik 1 Juta Pelaku UMKM Melek Internet)

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer serta membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, US), dan Los Angeles (California, US).

Menurut Arief, kabel laut SEA-US tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga kemungkinan terkena bencana alam seperti gempa cenderung kecil. Selain itu, keunggulan laut SEA-US di antaranya seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat trafic yang padat (lowest latency).

Kabel laut SEA-US akan beroperasi di tahun 2016. Sistem kabel laut SEA-US ini juga terkoneksi dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) yang terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS). Total investasi keseluruhan mencapai US$ 1 miliar dengan Telkom memegang bagian sebesar 40 persen.

Menurut Arief, inilah yang disebut dengan Indonesia Global Networks, yaitu ketika mampu terhubung dengan sistem kabel domestik lainnya yang akan menciptakan konfigurasi jaringan komperehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA, dan Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut ini disebut mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Investasi proyek SEA-US ini sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik dan menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwitch antara kedua benua tersebut. Menurut Arief, Telkom mempunyai andil investasi 30 persen atau sebesar Rp 800 miliar di konsorsium pembangunan kabel laut SEA-US. Untuk mencapai balik modal dengan nilai investasi, Arief memperkirakan butuh lima sampai tujuh tahun. Arief sendiri saat ini sedang menjajaki kemungkinan Australia untuk ikut bergabung. “Indonesia sebagai leader dalam konsorsium ini,” ujar Arif.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), Gti corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).

Pengamat telekomunikasi, Ruby Alamsyah menilai proyek kabel laut Manado-Los Angeles ini akan menambah jalur baru dengan kualitas yang bertambah baik. “Bandwitch menjadi bertambah danbakcbone lebih variatif (jalur berbeda) ” ujar Ruby ketika dihubungi Kamis, 28 Agustus 2014.

Ruby menilai apabila bandwitch bertambah, maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih murah nantinya. “Stok bandwitch banyak, jadi lebih murah.” (Baca:Solusi Jaringan Konektivitas untuk Indonesia)

Menurut Ruby, pembangunan kabel laut di luar jalur bencana bercermin pada gempa Taiwan beberapa waktu lalu. “(Maka) dibuat di jalur anti gempa,” ujar dia.

Apabila proyek ini telah rampung, kata Ruby, koneksi Internet yang akan disediakan Telkom menjadi lebih cepat.

Dari segi bisnis, Ruby memperkirakan Telkom akan membuat tampilan pemasaran baru yang akan menarik pelanggan. “Tergantung respon pasar, nanti akan diubah packaging-nya,” ujarnya.

Menurut Ruby, dengan dibangun di wilayah Indonesia timur, maka koneksi Internet wilayah Indonesia timur harusnya menjadi lebih murah. “Tidak perlu memakai link-link yang ada di Jakarta,” katanya.

PRIO HARI KRISTANTO

August 28, 2014

Dahlan: Total Aset Seluruh BUMN Capai Rp 4.500 Triliun

 

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 28/08/2014 15:36 WIB
 
 
 
http://images.detik.com/content/2014/08/28/4/bumn.jpg
Jakarta -Indonesia saat ini memiliki 138 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika seluruh aset yang dimiliki BUMN digabungkan nilainya mencapai Rp 4.500 triliun. Aset BUMN ini 2 kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sekitar Rp 2.000 triliun.

“Aset BUMN sekarang mencapai Rp 4.500 triliun. Itu memang besar sekali,” kata Dahlan pada acara Semen Indonesi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Dahlan mengatakan, Tapi meski aset-aset BUMN terus bertambah dan nilainya sangat besar, namun peran perusahaan pelat merah untuk membangun bangsa peranannya makin mengecil.

“Tapi perannya BUMN di ekonomi nasional nggak sebesar dulu, bukan karena BUMN mengecil tapi ekonomi nasiona tumbuh besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada zaman demokrasi saat ini, peran sektor swasta yang seharusnya digenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Nggak baik negara dominan. Negara demokrasi, rakyatnya yang harus kuat. Bukan kecilkan BUMN tapi perbesar swasta. Saya nggak ingin negara dominan, tapi di lain pihak saya harus memperbesar BUMN,” tutupnya.

August 28, 2014

BUMN Bidik Proyek Konstruksi di Yordania, Surganya Orang Kaya

 

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 28/08/2014 12:52 WIB
 
 
 
http://images.detik.com/content/2014/08/28/4/125408_dahlanyordania.jpg
Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut perusahaan pelat merah RI memperoleh tawaran untuk menggarap proyek konstruksi dan pemukiman di Yordania.

Tawaran ini diperoleh usai pertemuan tertutup dengan perwakilan negara Yordania di kantornya. Yordania dinilai sebagai salah satu negara teraman di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Yordania merupakan salah satu surga dan lokasi pelarian bagi orang-orang kaya asal negara Timur Tengah yang sedang dilanda konflik.

“Yordania itu negeri yang paling aman di kawasan. Itu banyak orang kayak di Suriah dan Irak serta negeri di sekitarnya yang kurang stabil itu pada pergi ke Yordania. Mereka investasi dan tinggal di Yordania. Itu adalah kesempatan besar bagi kontraktor-kontraktor Indonesia untuk menyediakan perumahan bagi mereka,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

BUMN RI yang akan dilibatkan antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP). BUMN karya akan berkolaborasi dengan perusahaan lokal setempat untuk mengembangankan proyek infrastruktur di Yordania dan area Timur Tengah.

“Untuk mengerjakan pekerjaan-pekerja di kawasan Timur Tengah, misal di Arab Saudi atau negara lain. Kalau bisa beliau menawarkan mengajak sama-sama karena kalau Indonesia sendiri atau Yordania sendiri mungkin kurang kuat,” sebutnya.

Selain perusahaan konstruksi. BUMN RI di bidang pupuk yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company juga menjajaki pendirian pabrik di sana. Pasalnya Yordania merupakan negara penghasil bahan baku pupuk yang dibutuhkan oleh perusahaan pupuk RI.

“Kemudian Pupuk Indonesia selalu impor fospat dari sana sehingga itu bisa dipakai basis dari sana,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Pemerintah Yordania yang diwakili oleh HE. Eng Yahya Kisbi menerangkan pertemuan ini sangat baik memperkuat hubungan kedua negara yang penduduknya mayoritas muslim.

“Harapannya pertemuan ini bisa menjadi loncatan bagi BUMN RI untuk bekerjasama di negara kita,” sebutnya.

 

(feb/ang)

August 28, 2014

Dahlan: Ada BUMN Mayat Tapi EnggakDikubur-Kubur

 

Bakalan jadi Zombie ??

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 28/08/2014 13:38 WIB
 
 
 
http://images.detik.com/content/2014/08/28/4/bumnkantordalam.jpg
Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut ada 2 BUMN yang telah ditutup alias dilikuidasi tapi belum bisa dihapus namanya. Perusahaan pelat merah tersebut bagai mayat yang tidak dikubur.

“Ternyata sampai sekarang nama belum bisa dihapus karena tim likuidasi belum tuntas. Saya nggak mau. Ini seperti mayat tapi enggak dikubur-kubur,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

BUMN tersebut adalah Pabrik Kertas Gowa dan PT Industri Soda Indonesia. Persoalan di Industri Soda Indonesia terkait penjualan aset tanah seluas 30 hektar yang belum tuntas. Tim likuidasi belum berhasil menjual aset tanah.

“Setiap lelang selalu gagal, kenapa gagal? Karena penawaran yang masuk jauh di bawah NJOP, saya minta cari terobosan,” jelasnya.

Sedangkan untuk proses likuidasi Pabrik Kertas Gowa saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian. Meski berada lintas kementerian, Dahlan ingin proses penghapusan nama tuntas pada akhir Oktober 2014.

“ini cepat diselesaikan supaya ada dua perusahaan yang masih masuk daftar, tetapi sebetulnya sudah lama dinyatakan itu dihapus,” katanya.

August 27, 2014

PT LEN Peroleh Kontrak Ekspor Perangkat Lunak Kapal Perang

 


 

 
27 Agustus 2014

TACTICOS combat management system (image : Thales)

Bandung (ANTARA News) – PT Len Industri (Persero) mendapat kontrak ekspor perangkat keras kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR) atau fregat untuk kedua kalinya dengan bekerja sama dengan perusahaan multinasional, Thales Belanda.

“Proyek ini memberi warna baru dalam bisnis LEN, menjual jam kerja yang akan memberikan persentase keuntungan signifikan sekaligus strategis dalam pengembangan teknologi industri pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mosse, seusai penandatanganan dengan Thales Netherlands, di Bandung, Selasa. 

Penandatanganan kontrak oleh Mosse dengan CEO Thales Netherlands, Gerben Edelijn, disaksikan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Eries Heryanto.

Menurut Mosse, penandatanganan kerja sama itu untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang Naval Combat Management System (CMS) dan Combat Sistem Integration (CSI) masa depan khususnya program perusak kawal rudal atau fregat.

“Kerja sama ini untuk perangkat CMS di kapal fregat. Pemerintah membeli dua kapal jenis itu dimana PT Len dan Thales menggarap perangkat CMS yang mengintegrasikan sistem komunikasi di kapal itu,” katanya. 

Pengadaan kapal perang itu dilakukan pemerintah bekerja sama dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Nabal Shipbuilding, serta Thales Netherlands sebagai pemimpin di subsektor sensor integrator, weapon and command (Sewaco).

Khusus untuk kontrak kerjasama kedua, kata Mosse, berisi pengembangan perangkat lunak sting EO Tracker, Mass Decoy Launcher, dan VL-MICA Surface-to-Air Missile.

Sementara itu Kepala Bidang Industri Pertahanan PT LEN, Nurman, menyebutkan, proyek ini sangat strategis karena memungkinkan pengembangan sistem ICT dan komunikasi arsenal lain. 

“Khusus untuk CMS kapal fregat, ini langkah strategis, karena masih banyak kapal yang perlu sistem itu. Khusus untuk proyek kerja sama ini total nilainya mencapai 2 juta euro,” kata Nurman.

Saat ini, menurut dia, PT LEN menjadi satu-satunya perusahaan di dalam negeri yang telah berhasil membuat CMS dan telah memasangnya di tiga fregat kelas Van Speijk TNI AL, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-354.

Sementara itu CEO Thales Netherland, Gerben Edelijn, menyebutkan pihaknya akan memanfaatkan kerja sama dengan Len sebagai bagian kerja sama jangka panjang dan untuk menggarap sejumlah proyek lainnya di Indonesia.

“Thales memiliki pengalaman di sektor software industri pertahanan, dan Len merupakan perusahaan kompeten di Indonesia dan menjadi mitra strategis ke depan,” kata Edelijn.

(Antara)

August 22, 2014

Konsolidasi BUMN Akan Dilanjutkan

Walau masih banyak kekurangan selama 10 tahun pemerintah SBY telah berhasil memperbaiki performa BUMN. Menteri Dahlan Iskan dalam waktu yang relatif singkat juga berhasil menanamkan “merit” sistem bagi para direksi BUMN. Sekarang direksi BUMN lebih sigap dan cekatan dalam mengkap peluang bisnis untuk perusahaan yang mereka pimpin. Jaman dahulu direksi juga sigap tapi untuk kepentingan non perusahaan ( pribadi atau politik )

Semoga di Era Jokowi bisa lebih baik dari Sby walaupun bisa sangat berat mengingat partai nya (PDIP ) juara korupsi dan wapres JK juga terkenal dengan praktek SDM ( semua dari Makkasar )
JUMAT, 22 AGUSTUS 2014

KORPORASI

0 KOMENTAR FACEBOOKTWITTER

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pentingnya proses konsolidasi yang berkelanjutan dalam upaya pengurangan perusahaan-perusahaan milik negara. Hal itu terkait dengan potensi terus membaiknya perusahaan milik negara sehingga bisa menjadi tumpuan pembangunan.
”Kami memiliki lebih dari 100 perusahaan milik negara. Akan tetapi, kami masih memikirkan jalan keluar yang lebih tepat agar memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Dahlan dalam acara BUMN Marketing Award 2014, Kamis (21/8), di Jakarta.

Menurut Dahlan, memiliki ratusan perusahaan bukan sebuah tolok ukur keberhasilan. Apalagi, jika perusahaan tersebut tidak menjadi salah satu dari tiga poin utama, yaitu mesin pertumbuhan ekonomi, kebanggaan nasional, dan alat ketahanan nasional.

Saat ini, total ada 138 BUMN yang terdiri dari 20 BUMN terdaftar di bursa, 104 BUMN biasa, dan 14 perusahaan umum (perum). Pemerintah baru-baru ini menginisiasikan terbentuknya dua perusahaan induk baru dari beberapa perusahaan BUMN. Dua perusahaan tersebut adalah induk BUMN perkebunan dan induk BUMN kehutanan.

Juru bicara BUMN Marketeers Club, Hadi M Djuraid, mengharapkan pengurangan atau penggabungan BUMN tidak berhenti pada dua induk saja. Hal itu harus dilanjutkan pemerintah baru dengan kemauan politik yang kuat.

”Hal tersebut bisa dilakukan dengan tiga strategi, yaitu pembuatan induk perusahaan, merger, dan akuisisi. Dengan pengurangan ataupun penggabungan BUMN, akan membuat struktur yang lebih efisien dan efektif. Sebab, BUMN adalah ujung tombak pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan,” kata Hadi.

Hadi mencontohkan, 80 persen dari Rp 3.500 triliun aset total dimiliki oleh 30 BUMN. BUMN tersebut juga menyumbangkan laba bersih 80 persen dari total laba.

Sekretaris Jenderal Marketeers Club Hermawan Kartajaya menitikberatkan pada adanya mandat yang lebih jelas dan terukur kepada BUMN ke depan. Selama ini BUMN sulit bersinergi karena tidak jelasnya aturan antara perusahaan yang satu dan yang lain.

Penggantian dirut

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian Marketeers Club adalah belum setaranya ruang gerak antara BUMN dan dunia usaha swasta serta masih tingginya intervensi nonkorporasi terhadap BUMN. Intervensi ini dilakukan oleh berbagai pihak, seperti LSM, swasta, dan legislatif.

Menurut Hermawan, hal ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan sehingga tak ada lagi direktur utama yang mundur karena adanya intervensi.

Saat disinggung mengenai pengunduran diri Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dahlan belum mau menyebut nama pengganti dari tiga nama yang telah diusulkan sebelumnya.

”Belum bisa disebutkan sekarang. Namun, hari ini ada keputusan Mahkamah Konstitusi terkait presiden terpilih. Saya berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan koordinasi dengan presiden terpilih terkait hal ini,” kata Dahlan.

Menurut dia, hal itu memang menjadi perhatian Presiden SBY karena menginstruksikan untuk tidak mengambil kebijakan penting saat masa transisi. Hal yang sama juga berlaku untuk nama yang akan diusulkan menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Dahlan menyerahkan penghargaan Chief Marketing Officer BUMN Terbaik kepada Septika Noegraheni Widyasrini, Chief Executive Officer Telin Singapura, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Bambang Eko Martono, Managing Director of Commerce PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Firman Taufick, Kepala Divisi Marketing Communication BRI. (A10)

August 22, 2014

Dahlan Hapus Jabatan Wadirut dan Direktur Operasional di

Kamis, 21/08/2014 18:47 WIB
BUMN

Feby Dwi Sutianto – detikFinanceJakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah mengeluarkan kebijakan penghapusan posisi wakil direktur utama (wadirut) pada perusahaan pelat merah. Kebijakan tersebut diambil sejak 1 tahun silam. Alasan kebijakan adalah, posisi wadirut kerap memicu konflik internal dalam jajaran direksi BUMN.”Karena BUMN sering ada wadirut, maka sering ada konfliknya ketimbang membantu,” kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2014).Meski telah dihapus, namun keberadaan wadirut bisa dipertahankan karena diminta undang-undang. Khusus posisi wadirut pada BUMN perbankan, praktis jabatan tersebut secara bertahap sudah akan dihilangkan, seperti posisi wadirut di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk. Namun Dahlan berjanji, dalam waktu dekat posisi wadirut akan segera ditiadakan di seluruh BUMN.”PLN sekarang nggak ada. BRI sudah nggak ada. BNI sudah mau habis,” jelasnya.Selain posisi wadirut BUMN, Dahlan juga akan memberlakukan penghapusan posisi direktur operasi di BUMN. Dahlan beralasan posisi direktur operasional bertabrakan dengan tugas dan tanggungjawab dirut.”Apakah nggak overlapping (tumpang tindih) karena ada direktur operasional, sementara direktur operasinal kan mengoperasikan perusahaan. Lantas untuk apa ada dirut? Berarti dirut pekerjaannya terlalu ringan. Kalau dirut rajin nanti jadi masalah. Kerja apa direktur operasionalnya?” jelasnya.Namun posisi direktur operasional masih berlaku untuk BUMN bidang penerbangan, karena secara peraturan harus ada posisi direktur operasional. Posisi direktur operasional ke depan, di luar permintaan peraturan, akan diubah fungsinya ke dalam direktur produksi.”Tidak perlu ganti orangnya. Tinggal pelurusan nomenklatur,” sebutnya.

August 22, 2014

Menteri BUMN Minta DPR Izinkan Rp 2,5 Triliun Untuk Bikin Kapal Selam

 


 

 
21 Agustus 2014

Dalam kontrak pembelian 3 kapal selam DSME 1400 class, kapal selam ketiga akan dibangun di Indonesia (photo : panzercho)

Jakarta-Indonesia lewat BUMN, yaitu PT PAL Indonesia, berencana untuk membuat kapal selam sendiri di Surabaya. Namun PT PAL membutuhkan suntikan modal pemerintah Rp 2,5 triliun.

Untuk itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta izin kepada Komisi VI DPR, agar suntikan modal lewat penyertaan modal negara (PMN) Rp 2,5 triliun pada tahun depan. 

“Ini keniscayaan. Kita harus bangun kapal selam tahap 2 di Indonesia. Nggak mungkin di tempat lain selain PT PAL,” kata Dahlan di depan rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Program pembangunan kapal selam ini sebetulnya untuk mendukung program Kementerian Pertahanan Indonesian. Kemenhan sedang mengembangkan kapal selam dengan menggandeng Korea Selatan. Di dalam program tersebut, ada produksi kapal selam yang nantinya akan dilakukan di tanah air maka PT PAL diminta membangun infrastruktur tersebut.

“Ini nggak kepentingan komersial. Ini kepentingan negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menerangkan, DPR ingin mendalami lebih detil terkait pemberian PMN untuk membangun fasilitas kapal selam. Pembahasan PMN untuk kapal selam bakal digelar lagi dalam wujud rapat pendalaman dengan manajemen PT PAL dan Kementerian BUMN.

“Pembahasan PT PAL agar dilengkapi datanya. Termasuk dana PMN masa lalu untuk apa,” sebutnya.

(Detik)

August 18, 2014

DIRUT PERTAMINA MUNDUR: Usai Berseteru, Kenapa Bos Pertamina & PLN Mundur ?

 

Sukirno   –   Senin, 18 Agustus 2014, 13:13 WIB

 
 
 
 
 
 

 

Bisnis.com
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bos Pertamina Karen Agustiawan dan Bos PLN Nur Pamudji sama-sama mengundurkan diri dari jabatannya setelah beberapa waktu lalu berseteru.

Keduanya mengajukan pengunduran diri kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Karen sendiri mengajukan surat resign dan akan efektif pada 1 Oktober 2014.

Karen Agustiawan mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin mengajar di Harvard University. “Memang betul, Dirut Pertamina mengajukan pengunduran diri,” ungkap Dahlan Iskan, Senin (18/8/2014).

Sementara itu, Dahlan mengatakan Nur Pamudji ingin buru-buru resigndari jabatannya. “Beliau minta cepat-cepat diganti. Hebat ya dirut BUMN begitu,” ungkapnya, Kamis (14/8/2014).

Nur Pamudji, sambungnya, memang meminta agar segera diadakan serah terima jabatan. Artinya, Nur ingin segera mundur dari jabatan sebagai dirut PLN.

Kedua bos BUMN itu baru-baru ini berseteru terkait bisnis. Bahkan Pertamina sempat mengancam tidak akan memasok solar ke PLTD PLN.

“Jadi, kalau toh ini harus diurus pemerintah. Tidak cukup oleh Kementerian BUMN, karena kaitannya dengan subsidi, kaitannya dengan macem-macem. Ini Pertamina betul, PLN juga betul. Jadi, tidak ada yang salah,” kata Dahlan.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers