JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan pengembangan industri otomotif nasional ditekankan pada pemenuhan pasar dalam negeri dan menjadikan Indonesia basis produksi ekspor mobil. Pemerintah menetapkan ekspor mobil utuh sepanjang tahun ini mencapai 200.000 unit.Menteri Perindustrian MS Hidayat, Selasa (9/9), di Jakarta mengungkapkan, pemerintah ingin konsisten dalam mendorong pengembangan basis produksi mobil di Indonesia. Hal ini tak terkecuali untuk produk sedan, jenis yang banyak dibutuhkan pasar ekspor dunia.

”Harus diakui saat ini saingan industri otomotif kita di ASEAN adalah Thailand,” katanya.

Hidayat mencontohkan, mobil dinas pemerintah yang akan datang bukan lagi menggunakan mobil Jepang yang dirakit di Thailand, melainkan mobil premium Eropa yang dibuat di Indonesia. Selisih harga per unit yang ratusan juta rupiah membuat harga mobil lebih murah.

Secara terpisah, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor Suparno Djasmin mengatakan, Toyota berupaya mendorong ekspor mobil yang disuplai melalui pabrik Toyota Motor Manufacturing (TMC) Indonesia.

”Kami menargetkan tahun ini mampu mengekspor 150.000 unit. Jadi, kalau pemerintah mencanangkan 200.000 unit, lebih dari 70 persen merupakan kontribusi Toyota,” kata Suparno di sela-sela pertemuan dengan media menjelang Indonesia International Motor Show 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran, 18-28 September 2014 mendatang.

Pemain global

Menurut Suparno, merupakan komitmen TMC untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain global di pasar otomotif dunia. Selain perluasan pabrik dan angka investasi yang terus meningkat dalam 10 tahun terakhir, TMC terus memperbesar produksi otomotif global dari pabrik Toyota Indonesia.

Saat ini paling tidak sudah ada produk international multipurpose seperti Innova dan Fortuner yang mengisi pasar Asia di luar Jepang dan Tiongkok. Bahkan, Indonesia juga dipercaya untuk memproduksi jenis sedan Vios dan Yaris untuk pasar dunia.

Ruang pasar dari TMC yang semakin terbuka bagi Indonesia, kata Suparno, merupakan momentum baik untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional dari hulu hingga hilir.

Pada periode Januari-Agustus total daya serap pasar otomotif di Indonesia mencapai 833.796 unit. Dari jumlah itu, volume pasar Toyota 283.067 unit. (CAS/AST)