Archive for ‘Corporate spotlight’

July 31, 2014

Semen Indonesia Siap Garap 2 Proyek di 2015

Rabu, 30 Juli 2014 | 10:58 WIB

Oleh: Rina Anggraeni (Foto: inilahcom)INILAHCOM, Jakarta – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$500 juta untuk tahun 2015.Dirut SMGR, Dwi Soetjipto menjelaskan anggaran belanja tersebut untuk menyelesaikan dua proyek baru di Rembang dan Padang. “Yang paling besar yang tadi saya sebutkan, yang pertama proyek baru. Yang kedua upgrading, ketiga konversi energi. Keempat pembangunan sarana distribusi,” ujar Dwi Soetjipto kemarin.Selain itu, perseroan juga mengalokasikannya untuk proyek yang upgrading seperti di Tonasa, Gresik, dan Semen Padang.Ia mengatakan, sumber dana untuk belanja modal tahun ini diperoleh dari internal perusahaan. Namun, perseroan juga mulai mengambil dana dari Bank Mandiri.”Saya kira itu internal masih. Tapi kalau tahun depan kita sudah mulai ambil dari Bank Mandiri, dan kan ada konsorsium yang sudah kita tandatangani,” katanya.

June 24, 2014

Penipuan Investasi, Dua Petinggi Cipaganti Ditahan

Penipuan Investasi, Dua Petinggi Cipaganti Ditahan

Cipaganti Rental. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.COBandung – Kepolsian Daerah Jawa Barat menahan Djulia Sri Rejeki dan Yulinda Tjendrawati, petinggi perusahaan dan koperasi Cipaganti, Bandung, Senin 23 Juni 2014. Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jabar Ajun Komisaris Besar Murjoko Budoyono mengatakan, penahanan keduanya bersamaan dengan bos Cipaganti, Andianto Setiabudi.
Penahanan ketiganya terkait dugaan penipuan atas para mitra usaha Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Ketiga tersangka dijerat pasal 372, 378, serta pasal 55 Undang-undang Hukum Pidana. “Penahanan dilakukan untuk mencegah para tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” kata Murjoko.
Murjoko menjelaskan Andianto menggunakan Koperasi Cipaganti untuk menghimpun dana dari masyarakat sejak 2008 hingga Mei 2014. Dana yang terhimpun dari 8.700 mitra senilai Rp 3,2 triliun. Andianto menjanjikan dana nasabah akan dikelola koperasi untuk bisnis perumahan, pompa bensin, transportasi, perhotelan, alat berat dan tambang. Dari bisnis itu investor akan mendapatkan imbalan bagi hasil 1,6 – 1,95 persen per bulan sesuai tenor.

Dana antara lain disalurkan ke tiga perusahaan Andianto, cs yakni ke PT Cipaganti Citra Graha, PT Cipaganti Global Transportindo, dan satu perusahaan lainnya. Apa lacur, bisnis yang dijanjikan tidak berjalan, imbasnya pengelola gagal bayar kepada investor. “Sisa uang investor tidak jelas penggunaannya,” ujar Murjoko.
Untuk menutupi kegagalan bisnis, pengelola ngotot membayarkan imbal bagi hasil. Caranya, menurut Murjoko, “Gali lubang tutup lubang,” katanya. (Baca: Diduga Menipu, Bos Cipaganti Ditahan Polisi)
Ratusan investor mengeluhkan Koperasi Cipaganti tidak membayar bunga dan mengembalikan modal yang disetor selama berbulan-bulan. Atas tagihan itu pengelola Cipaganti hanya memberikan janji kosong.

Perusahaan yang beken lantaran meraup sukses di bidang rental mobil ini bahkan sudah digugat pailit di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak Mei 2014. Cipaganti disebut-sebut nyaris bangkrut lantaran gagal dalam bisnis pertambangan dan rental alat berat di sejumlah lokasi.
ERICK P. HARDI

May 29, 2014

Rusia: Indonesia Akan Dirikan Pusat Perawatan Heli

Rusia: Indonesia Akan Dirikan Pusat Perawatan Heli  

Sebuah Helikopter milik Rusia yang mengangkut sejumlah personil Rusia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (13/5). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.COJakarta – Indonesia berencana membangun pusat perawatan helikopter buatan Rusia. Pusat perawatan ini dibangun menyusul pengiriman empat helikopter sipil militer MI-171 milik Rusia pada awal Mei ini.

“Pembangunan pusat perawatan pesawat ini masih direncanakan,” kata Kedutaan Rusia di Indonesia kepada kantor berita Rusia, Itar-Tass, Rabu, 28 Mei 2014. Helikopter ini rencananya akan digunakan beberapa lembaga dan perusahaan Indonesia, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Selain helikopter, Rusia juga telah mengirim empat truk Kamaz guna mengangkut alutsista. Truk ini akan dirakit di Indonesia. Truk yang masuk Indonesia pada Februari lalu ini kini dalam uji sertifikasi yang dilakukan PT Tehnika Ina. Sertifikasi diharapkan rampung pada September mendatang.

Rusia berharap keberhasilan proyek ini akan meningkatkan kerja sama yang lebih lanjut dengan Indonesia dalam berbagai aspek, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, pengolahan sumber daya mineral, penerbangan sipil, dan aspek lainnya.

ANINGTIAS JATMIKA | ITAR TASS

May 25, 2014

RI Siap Tampung Pengalihan Investasi dari Thailand

Bangun infrastuktur dan basmi korupsi

Sponsored linksMinggu, 25/05/2014 18:01 WIB

Zulfi Suhendra – detikFinanceJakarta – Krisis politik yang terjadi di Thailand disebut memiliki dampak positif untuk Indonesia. Salah satunya adalah beralihnya industri-industrinya ke Indonesia. Pengusaha otomotif akan menyambut jika ada peralihan industri dari Thailand ke Indonesia.Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto kepada detikFinance, Minggu (25/5/2014).”Indonesia tentunya siap menerima pengalihan investasi dari Thailand, jika memang ada perusahaan yang mau melakukan hal tersebut,” kata Jongkie.Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan dari anggota Gaikindo terkait rencana relokasi tersebut. Dia juga belum bisa menyebutkan terkait pengaruh harga suku cadang yang masih banyak diimpor dari Negeri Gajah Putih.”Kami harapkan krisis politik ini cepat berakhir. Kita tidak tahu sampai kapan situasi politik ini akan berakhir, sulit untuk memprediksi apapun (termasuk perubahan harga),” jelasnya.Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS hidayat mengatakan ada sisi positif untuk Indonesia khususnya di sektor industri dalam negeri karena peristiwa di Thailand.”Mereka sedang ada krisis politik tapi sedang dicari kesepakatan kelihatannya untuk konsensus. Kalau tidak salah pihak militer sekarang memediasi kedua kubu yang bertentangan,” jelas Hidayat ditemui di Harris Convention Center, Bandung, Jawa Barat, Kamis 
Dikatakan Hidayat, imbas dari krisis politik yang terjadi di negara beribukota Bangkok itu adalah berpindahnya industri-industri manufaktur ke Indonesia. Itu sudah terjadi beberapa waktu belakangan ini.”Sebetulnya belakangan ini banyak sekali industri limpahan dari Thailand yang bertujuan masuk ke Indonesia, jadi memang impact-nya agak positif buat kita,” kata Hidayat.Dikatakan Hidayat, awalnya Indonesia tak memproduksi mobil jenis sedan. Namun karena pengaruh peristiwa tersebut, kini sedan dibuat di dalam negeri.”Jadi tadinya Indonesia hanya memproduksi MPV, nggak ada sedan. Mulai tahun ini sedan sudah diproduksi di sini. Itu salah satu contoh,” tuturnya.Meski demikian, tegas Hidayat, Indonesia tak bisa terus berharap krisis ini terjadi agar semakin banyak investasi baru limpahan dari Thailand. “Indonesia tentu tidak boleh berharap begitu,” tukasnya.

April 30, 2014

PT Semen Indonesia Akuisisi Pabrik di Myanmar  

PT Semen Indonesia Akuisisi Pabrik di Myanmar  

Menteri BUMN, Dahlan Iskan (2 kanan), didampingi Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto (kanan) saat peluncuran nama dan logo baru PT Semen Indonesia, di Surabaya, Senin (7/1). ANTARA/Eric Ireng

TEMPO.CO, Balikpapan - PT Semen Indonesia Tbk berencana mengakuisisi pabrik semen negara tetangga, Myanmar, dalam rangka memperluas pasarnya di ASEAN. Proses akuisisi ditargetkan sudah bisa terealisasi akhir tahun ini.

“Tahun ini semuanya sudah selesai,” kata Manager Umum Penjualan PT Semen Indonesia Bambang Djoko Sulistyo di Balikpapan, Selasa, 29 April 2014.

Pabrik semen Myanmar, tutur Djoko, mempunyai prospektif di masa mendatang. Dalam kurun 50 tahun ke depan, Myanmar akan beralih rupa menjadi “naga” perekonomian ASEAN. “Kami memandang prospektif 50 tahun ke depan di Myanmar. Seperti halnya Vietnam, siapa yang bisa mengira pertumbuhannya bisa seperti sekarang ini,” ujarnya.

Tim akuisisi saat ini sedang mengkaji aspek kajian teknis dan legal dalam pengambilalihan pabrik semen di Myanmar nanti. Tanpa menyebutkan anggarannya, Djoko mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan dana investasi pengembangan pabrik ini.

Djoko mengatakan pabrik semen Myanmar ini mampu berproduksi 1 juta ton per tahun. Kapasitas produksi semen ini nantinya akan ditingkatkan menjadi 3 juta ton per tahun. Mengenai kualitas, Djoko mengklaim sudah memperoleh pengakuan dari konsumen di ASEAN.

Bahkan, menurut Djoko, salah satu pabrik PT Semen Indonesia di Vietnam saat ini sudah mampu menembus pangsa pasar konsumen di Singapura. “Saat sudah kami pegang, akhirnya ada permintaan dari Singapura,” katanya.

S.G. WIBISONO

April 23, 2014

Investor Ragukan Integritas BCA

Investor Ragukan Integritas BCA

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO Jakarta:Penetapan status tersangka terhadap Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo dalam kaitan dengan pembayaran pajak PT Bank Central Asia Tbk memberi dampak buruk kepada saham emiten tersebut. Dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin, nilai saham emiten berkode BBCA itu turun 125 poin (1,12 persen) menjadi Rp 11.050 per lembar.

Penurunan tersebut bertolak belakang dengan kenaikan harga saham emiten bank berkapitalisasi besar, seperti PT Bank BRI Tbk yang naik 150 poin (1,49 persen) menjadi Rp 10.200 dan PT Bank Mandiri Tbk yang naik 25 poin (0,25 persen) menjadi Rp 9.850. Saham BCA yang berpindah tangan sebanyak 226.074 lot atau jauh di atas rata-rata tiga bulan sebanyak 168.966 lot. (Baca:Efek Kasus Hadi, Saham BCA Turun 150 poin)

Analis dari PT Recapital Securities, Agustini Hamid, memperkirakan, terungkapnya kasus pajak BCA bakal menggerus kepercayaan pelaku pasar atas emiten bank. Jadi, tak mengherankan jika pelaku pasar mengurangi kepemilikan saham pada bank itu. “Publik mulai mencemaskan integritas dan manajemen risiko yang dimiliki BCA,” ujarnya, Selasa, 22 April 2014.

Dia mengimbuhkan, sebelum muncul kejelasan informasi kepada publik, saham BCA diperkirakan masih akan terus melanjutkan koreksi. Persepsi yang sedang memburuk menjadi faktor utama yang membuat pelaku pasar meninggalkan sementara BCA. “Fraud adalah hal yang tak bisa ditoleransi investor saham,” kata Agustini.

Meski demikian, Agustini mengatakan, kasus ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham BCA. Menurut dia, kecemasan terhadap rilis kinerja kuartal pertama 2014 membuat sektor saham perbankan kurang diminati dalam jangka pendek. Ancaman perlambatan pertumbuhan kinerja perbankan membuat prospek emiten perbankan tahun ini rendah. (Baca:Perkara Hadi Poernomo, BCA Klaim Tak Langgar UU)

Analis dari BNI Securities, Thendra Chrisnanda, juga memandang efek negatif penangkapan Hadi Poernomo terhadap harga saham BCA hanya sementara. Alasannya, saham-saham perbankan, termasuk BCA, selalu menjadi primadona pelaku pasar. “Likuiditas dan kapitalisasi pasar yang besar membuat sektor saham perbankan selalu menarik,” kata dia.

MEGEL | M. AZHAR | MARIA YUNIAR

 

++++

Dari Media Indonesia

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2014/04/23/ArticleHtmls/KPK-Bidik-Manajemen-BCA-23042014001010.shtml?Mode=1#

[Koran-Digital] KPK Bidik Manajemen BCA

KPK Bidik Manajemen BCA

Selain Hadi Poernomo, KPK meyakini ada pihak lain yang terlibat pelolosan pengajuan keberatan pajak BCA, termasuk kemungkinan pihak manajemen BCA.

PASCAPEMBERIAN kado status tersangka kepada mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo di hari ulang tahunnya, Komisi Pemberantasan Korupsi kini membidik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).KPK akan mendalami dugaan ke terlibatan BCA dalam pengajuan keberatan transaksi non-performing loan (NPL) sebesar Rp5,7 triliun tahun pajak 1999. Bahkan, KPK menduga ada aliran dana dari BCA kepada Hadi.

“Nanti swastanya (BCA) juga akan dikembangkan untuk mengetahui siapa yang terlibat. BCA pasti akan kita periksa,“ tegas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemeriksaan pihak BCA untuk mengembangkan sejauh mana keterlibatan pihak swasta yang membuat Hadi Poernomo mengubah keputusan Direktorat Pajak Penghasilan (PPh) dari menolak menjadi menerima seluruh keberatan pajak tersebut.

“Kasus ini kan ada kemiripan dengan Gayus (Tambunan), yakni ada yang mengajukan permohonan pembebasan pajak, kemudian modusnya diberikan, lalu ada kick back (timbal balik), ada aliran,“ kata Busyro.

Saat ditanya bentuk timbal balik yang diterima Hadi, Busyro mengatakan sedang ditelusuri dan dikembangkan KPK karena saat ini yang baru ditemukan ialah kerugian negara sebesar Rp375 miliar.

“Kami belum masuk ke sana (tindak pidana pencucian uang/TPPU), tapi tidak tertutup kemungkinan kalau ada unsur TPPU-nya, kami akan masuk ke sana,“ tukasnya.

Ketika menyadari BCA bakal dibidik KPK, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menggelar jumpa pers untuk menjelaskan latar belakang pengajuan keberatan pajak dari hasil transaksi aset bermasalah (lihat grafik).

“Ini permasalahan karena adanya perbedaan pendapat tentang pencatatan antara manajemen dan Ditjen Pajak,“ kilah Jahja. Saat ditanya apakah dirinya siap menghadapi penyidik KPK, Jahja enggan menjawab. Bahkan, ia cenderung mengalihkan pembicaraan meski diserbu pertanyaan serupa dari puluhan wartawan.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengisyaratkan adanya pihak lain terlibat bersama Hadi. “KPK menemukan fakta dan bukti yang akurat dan menetapkan HP selaku Dirjen Pajak periode 2002-2004 dan kawan-kawan sebagai tersangka,“ kata Abraham di Gedung KPK, Jakarta (21/4).
Dicegah Menyusul penetapan tersangka bagi Hadi yang baru saja pensiun dari jabatan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ditjen Imigrasi Kemenkum dan HAM mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri selama enam bulan.

“ P e n c e g a h a n ke luar negeri terhadap Hadi Poernomo berlaku 21 April kemarin,“ kata Kepala Humas Ditjen Imigrasi Heryanto.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut dengan penetapan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus ko rupsi. Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, SBY meng aku baru mengetahui penetapan status tersangka itu melalui media massa. “Biarlah hukum yang ber jalan,“ ujarnya di Istana Merdeka, kemarin.

Hal senada diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang mengetahui kejadian dari wartawan.

Hatta berharap publik tidak langsung menghakimi Hadi Poernomo. (Wes/ Nov/Che/X-9) 

 

 

April 23, 2014

Kasus Hadi Poernomo, Ini Sebab BCA Belum Dijerat  

Kasus Hadi Poernomo, Ini Sebab BCA Belum Dijerat  

Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi keberatan pajak PT Bank Central Asia. Meski begitu, KPK belum menjerat pejabat BCA.

Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, penyidik ingin bekerja secara akurat dalam penyidikan. (Baca juga: Efek Kasus Hadi, Saham BCA Turun 150 Poin.) “Itu istimewanya KPK, tak bisa mempercepat kalau tak akurat,” kata Busyro, Selasa, 22 April 2014.

KPK mempunyai prinsip bergerak tepat, akurat, dan akuntabel. Namun Busyro menolak bila KPK dikatakan lamban. “Kalau lamban kan lola, alias loading-nya lama.” (Skandal Pajak Hadi Poernomo, KPK Endus Peran BCA)

Dalam tahap penyelidikan, Busyro melanjutkan, penyidik pernah memeriksa perwakilan BCA. Ke depannya, KPK bakal memanggil siapa pun, termasuk staf BCA, untuk diperiksa di tingkat penyidikan. “Siapa saja, nanti harus dipanggil sebagai saksi berdasarkan penyelidikan sebelumnya dan penyidikan saat ini,” ujar Busyro. “Jadi sasarannya memang begitu.” (Hadi Poernomo Tersangka, BCA Bakal Buka Mulut)

Hadi menjadi tersangka pada 21 April 2014, tepat pada hari pensiunnya sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sekaligus ulang tahunnya ke-67. Penyidik menganggap Hadi melakukan kejahatan korupsi ketika menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004.

Melalui nota dinas ND-192/PJ/2004, ia mengabulkan permohonan keberatan pajak BCA atas koreksi fiskal pemeriksa pajak senilai Rp 5,7 triliun. Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp 375 miliar. (Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California)

Untuk memperlancar penyidikan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melarang Hadi bepergian ke luar negeri. Wakil Menteri Hukum Denny Indrayana mengatakan pencegahan itu dilakukan berdasar surat permintaan dari KPK dan berlaku hingga enam bulan ke depan.

MUHAMAD RIZKI | NUR ALFIYAH

April 3, 2014

Indo Tambangraya Ekspansi Bikin Pembangkit Listrik

dari kata data

 

02 April 2014

KATADATA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk berencana melakukan ekspansi membangun pembangkit listrik. Langkah ini sebagai diversifikasi mengantisipasi harga batu bara yang masih belum stabil.

Edward Manurung, Direktur Keuangan Indo Tambangraya Megah, mengatakan pihaknya masih mempelajari rencana bisnis baru yang akan digeluti perseroan.  “Capex (capital expenditure/ belanja modal) akan kita gunakan untuk ekspansi, seperti coal power plant yang sedang kita pelajari,” kata dia kepada wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (2/4).

Dia menjelaskan, kapasitas pembangkit listrik tersebut akan lebih besar dari pembangkit yang dimiliki perseroan di Bontang, Kalimantan Timur yang kapasitasnya 2×7 mega watt. Nantinya listrik yang dihasilkan akan dikomersialkan ke pihak lain, seperti Perusahaan Listrik Negara.

“Proyek ini bisa bekerja sama dengan pihak lain atau dibangun sendiri. Tergantung mana yang lebih menguntungkan untuk stakeholder,” kata Edward.

Namun Edward belum mau menyebutkan dana investasi yang akan dipakai untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik ini. Dia beralasan besaran dana investasi tergantung pada kapasitas listrik yang akan dibangun.

Lebih lanjut, dia menyebutkan perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 86 juta pada tahun ini, naik dari US$ 35,9 juta pada 2012. Dana capex tersebut berasal dari kas internal. Selain untuk membangun pembangkit listrik juga akan dipakai untuk perbaikan infrastruktur dan mengakuisisi tambang batu bara.

Sementara itu, Indo Tambangraya Megah menargetkan penjualan pada tahun ini sebesar 29,7 juta metrik ton. Sedikit meningkat dari penjualan pada tahun lalu yang mencapai 29,1 juta metrik ton.

Tahun lalu, penjualan bersih perseroan turun 11 persen dari US$ 2.439 juta pada 2012 menjadi  US$ 2.179 juta. Turunnya penjualan tersebut akibat harga batu bara yang melemah dari rata-rata US$ 90 per ton menjadi US$ 74,9 per ton pada tahun lalu. Ini mengakibatkan laba bersih perseroan turun 47 persen dari US$ 432 juta menjadi US$ 230 juta.

Direktur Pemasaran Hartono Widjaja mengatakan meskipun harga batu bara dunia sedang turun, tetapi untuk batubara kualitas medium akan bertahan. Sedangkan untuk kualitas rendah diperkirakan akan menurun. “Kualitas yang low tumbuh tapi tahun ini akan banyak di medium.”

Laporan: Desy Setyowati – See more at: http://www.katadata.co.id/1/1/news/indo-tambangraya-ekspansi-bikin-pembangkit-listrik/1337/#sthash.WgvXvTR8.dpuf

March 24, 2014

Hutama Karya masuk bisnis energi

Sayang perusahaan BUMN ini tidak diprivatisasi atau dijual sahamnya ke publik

 

Dari Kontan online

EKSPANSI BISNIS

 

Oleh RR Putri Werdiningsih – Senin, 24 Maret 2014 | 07:19 WIB
 
 
 
Telah dibaca sebanyak 506 kali
 
 
 
 
 
 
Hutama Karya masuk bisnis energi
  •  n
 
 

JAKARTA. Setelah memiliki tiga anak usaha, PT Hutama Karya siap tambah anak usaha pertengahan tahun ini. Perusahaan plat merah ini berencana membentuk anak usaha yang menangani kontrak-kontrak sektor energi dan beberapa proyek lain.

Anak usaha baru ini sejatinya buah pemisahan atau spin off divisi energi dalam struktur Hutama Karya. “Kami berencana membuat Hutama Karya Energi sekitar pertengahan tahun nanti,” ungkap Widi Suharyanto, General Manager Pemasaran PT Hutama Karya, akhir pekan lalu.

Mengenai komposisi kepemilikan saham, rupanya perusahaan ini tidak berniat mengundang mitra. Hutama Karya bakal menguasai 99% saham Hutama Karya Energi. Barulah sisanya 1% menjadi milik karyawan.

Yang jelas, menurut Widi, aksi pelepasan divisi menjadi anak perusahaan dilakukan agar divisi energi dapat semakin berkembang. Dia menyampaikan, sepanjang tahun 2013, divisi energi memberikan kontribusi cukup baik bagi perusahaan. Dari total kontrak sebesar Rp 10,4 triliun, sekitar 10%-15% di antaranya merupakan sumbangan dari divisi energi. Jadi, jika dihitung, sumbangan divisi energi berkisar antara Rp 1,04 triliun-Rp 1,56 triliun.

Nanti, setelah menjadi anak usaha, Hutama Karya Energi meneruskan pekerjaan rumah yang sudah menjadi agenda divisi ini. Semisal, mengincar tender proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pabrik kantong semen.

Kontrak Rp 14 triliun

Namun, Hutama Karya sepertinya tak mau setengah-setengah memanfaatkan anak usaha keempatnya. Perusahaan ini bakal memaksimalkan anak usaha ini untuk menggarap sektor di luar energi.

Widi bilang, Hutama Karya Energi akan membidik proyek pembangunan pabrik gula. Sayang, dia masih enggan menjelaskan detail proyek yang dimaksud, termasuk siapa mitra yang digandeng.

Selain anak usaha baru, masih di tahun 2014, Hutama Karya juga mengincar kontrak baru sebesar Rp 14 triliun. Jumlah ini berarti meningkat 34,6% dari perolehan kontrak di tahun 2013.

Menurut Widi, sebagian besar kontrak tahun ini merupakan proyek pemerintah. Komposisinya, 50% proyek pemerintah, 30% proyek BUMN, dan 20% proyek swasta. Perusahaan ini sengaja membidik lebih banyak proyek pemerintah lantaran lebih terjamin dari sisi pembayaran. “Kalau proyek swasta, kami masih harus berhati-hati memilih mitra,” terang Widi.

Hingga bulan Februari kemarin, perusahaan ini sudah mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun. Beberapa proyek yang masuk dalam kontrak baru tersebut, seperti proyek pembangunan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu senilai Rp 1,2 triliun. Ada pula proyek pembangunan bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur senilai sekitar Rp 600 miliar. Widi optimistis, Hutama Karya bisa meraih kontrak Rp 3 triliun pada kuartal III-2014.

Berangkat dari target kontrak yang diincar tahun ini, Hutama Karya berharap bisa mengejar pendapatan Rp 8 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan 2013 yang diakui Widi sebesar Rp 6,5 triliun, berarti diharapkan ada lonjakan 23,08%. Khusus untuk Hutama Karya Energi, perusahaan ini belum bisa memastikan target kontribusi anak usaha baru itu.

Sejak berdiri tahun 1960, Hutama Karya sudah memiliki tiga anak perusahaan, yakni PT HK Realtindo, perusahaan yang membidangi bisnis properti dan perumahan, serta PT Hakaaston, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi sipil. Terakhir, PT Hakapole, perusahaan yang berkonsentrasi di bisnis industri baja.        n

Editor: Anastasia Lilin
February 17, 2014

Elnusa Minta Bank Mega Cairkan Dana Deposito

Ngeyel juga Bank besutan si Chairul Tanjung, sudah menilep duit tidak mau membalikan lagi..  

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 05:50 WIB

 

Elnusa Minta Bank Mega Cairkan Dana Deposito

TEMPO/Rully Kesuma

 
TEMPO.CO Jakarta – Perusahaan jasa hulu migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) meminta agar PT Bank Mega Tbk (MEGA) segera mencairkan dana deposito miliknya menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Bank Mega, akhir pekan lalu. Legal and Contract PT Elnusa, Sonny Suryanto mengaku telah mendengar putusan MA yang menolak kasasi Bank Mega terkait kasus pembobolan rekening deposito perusahaan itu. Namun Sonny mengaku belum mendapatkan salinan putusan dari MA tersebut. “Kami sudah membaca di online dan sudah keluar putusannya,” kata Sonny saat dihubungi Tempo, akhir pekan lalu. (Lihat juga : BI Kunci Escrow Account Bank Mega Rp 191 Miliar) Sonny mengatakan manajemen perseroan saat ini menunggu salinan putusan MA untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Namun Sonny menegaskan, jika permohonan kasasi Bank Mega ditolak, maka sudah seharusnya dana deposito sebesar Rp 111 miliar di Bank Mega bisa cair. “Jika menang, maka Bank Indonesia bisa mencairkan. Saat ini escrow accountBank Mega masih dipegang oleh BI,” katanya. Juru bicara Bank Mega, Gatot Aris Munandar, ketika dihubungi belum mau berkomentar soal kabar itu. Untuk diketahui pada periode 2009 – 2010 terjadi pembobolan rekening deposito senilai Rp 111 miliar milik PT Elnusa dan deposito Rp 80 miliar milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. MA memutus bersalah 6 orang dalam kasus pembobolan dana PT Elnusa, di antaranya Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Itman Harry Basuki, Direktur Keuangan PT Elnusa Santun Nainggolan, dan pejabat sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pembobolan dana tersebut. (Lihat juga : OJK Diminta Berani dan Transparan Terhadap Fraud) Pada Februari 2013, PT Elnusa telah memenangkan kasus perdata ini di tingkat banding Pengadilan Tinggi Jakarta. Selain nilai deposito senilai Rp 111 miliar, PT Elnusa juga meminta Bank Mega mencairkan bunganya sebesar 6 persen per tahun. Putusan itu tertuang dalam salinan resmi putusan perkara perata Nomor 377/Pdt/2012/PT DKI. Terhitung dengan kemenangan di tingkat MA, merupakan yang ketiga kali bagi PT Elnusa memenangkan kasus pembobolan deposito di Bank Mega tersebut. Putusan pertama pada 22 Maret 2012, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor putusan 284/PDT.G/2011/PN.JKT.SEL juga mengharuskan Bank Mega segera mencairkan dana deposito Ep 111 miliar beserta bunganya 6 persen per tahun. ANGGA SUKMA WIJAYA
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers