Archive for ‘Corporate spotlight’

May 29, 2012

Bibit Jagung BISI Tembus Pasar India

SENIN, 28 MEI 2012 | 18:33 WIB
Bibit Jagung BISI Tembus Pasar India
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – PT BISI International Tbk, produsen bibit tumbuhan hibrida, berencana melakukan penetrasi pasar ke India dan Sri Lanka melalui produk andalannya, jagung hibrida. Komoditas penting ini akan meningkatkan kapasitas ekspor perusahaan menjadi 5 persen dengan nilai Rp 50 miliar. “Target ekspor naik dua kali lipat dari tahun lalu,” kata Direktur Utama BISI International, Jemmy Eka Putra, di Jakarta Senin, 28 Mei 2012.

Saat ini perseroan tengah menunggu proses sertifikasi bibit jagung hibrida dari Kementerian Pertanian India. Sertifikat itu rencananya terbit Juni 2012. Namun di Sri Lanka produk ini sudah mulai digunakan. “Mereka sangat menyukai produk kami,” kata Jemmy.

Tahun ini, Jemmy melanjutkan, BISI bakal mengeluarkan lebih dari 10 varietas baru. Bibit yang akan diluncurkan merupakan benih untuk sayur-mayur dan hortikultura lainnya. BISI pun mengincar beberapa negara untuk pasar produk ini. Kami akan pasarkan ke Cina, Filipina, dan Thailand,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan produk unggul bibit tanaman hibrida, anak usaha Charoen Pokphand Thailand ini telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 33,2 miliar tahun ini. Dana ini digunakan untuk perluasan usaha dan sisanya untuk mengganti mesin.

BISI merupakan salah satu pemain utama di sektor jagung hibrida Indonesia. Pangsa pasarnya mencapai 50 persen. BISI juga menguasai pangsa pasar bibit hortikultura 38 persen, pestisida 8 persen, dan benih padi hibrida 2 persen.

Pada 2012, BISI menargetkan kenaikan penjualan 15 persen dibanding tahun lalu menjadi sekitar Rp 1,2 triliun. Hingga kuartal I tahun ini, perseroan berhasil membukukan penjualan Rp 280 miliar atau naik 19 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu BISI berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 998 miliar, naik dibanding 2010 sebesar Rp 849,86 miliar. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 146 miliar atau naik tipis dari pencapaian tahun sebelumnya, Rp 143 miliar.

May 29, 2012

FREEPORT & Kalimantan Gold Mulai Gali Emas Kalimantan

Setelah puas meluluhlantakan bumi Papua sekarang merambah ke Kalimantan..

FREEPORT & Kalimantan Gold Mulai Gali Emas Kalimantan
Oleh Bastanul Siregar
Selasa, 29 Mei 2012 | 08:24 WIB
More Sharing ServicesShare on twitterShare on formspring

Berita Terkait

FREEPORT & Kalimantan Gold Begins To Dig Gold In Kalimantan
BURSA ASIA: Akses Kredit Spanyol Menyempit, Indeks Asia Turun
OBLIGASI BANK VICTORIA: Dipecah Dua, Rp500 Miliar & Rp300 Miliar
KRISIS YUNANI: Kurs Euro Tertekan Semakin Dalam
INFO CUACA: Hujan Di Sebagian Besar Indonesia
JAKARTA: PT Kalimantan Surya Kencana (KSK), usaha patungan Freeport-McMoRan Exploration Corp. dan Kalimantan Gold Corp. Ltd mulai menggali tambang emasnya di Kalimantan.

Manajemen Kalimantan Gold mengatakan penggalian pertama itu sudah dimulai 23 Mei 2012, di titik Beruang Tengah, proyek KSK, Kalimantan Tengah.

“Lubang penggalian berikutnya di Beruang Kanan bulan depan,” kata manajemen Kalimantan Gold kepada investor di Bursa Efek Toronto hari ini, Selasa 29 Mei 2012.

Kalimantan Gold, yang juga terdaftar di Bursa Efek London, menguasai proyek emas Jelai di Kalimantan Timur dan proyek KSK di Kalimantan Tengah. Kedua proyek itu masih dalam tahap eksplorasi.

Sementara itu, Freeport yang terdaftar di Bursa Efek New York adalah penguasa harta karun emas di bumi Papua.

Kongsi keduanya dirilis 13 Desember 2010. Tak lama sesudah itu, Kalimantan Gold melepas 16,12 juta sahamnya dan meraih US$1,27 juta. Dana itulah yang dipakai untuk pengembangan tambang emasnya.

Di Indonesia, Kalimantan Gold memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Jelai Cahaya Minerals (emas), PT Kalimantan Surya Kencana (tembaga dan emas).

Kemudian PT Indobara Pratama (batu bara). Satu anak perusahaan lain tercatat di Hong Kong, yakni Indokal Ltd. (Bsi)

May 28, 2012

Progresivitas Investasi 2013 Surut

PERTUMBUHAN EKONOMI
Progresivitas Investasi 2013 Surut

JAKARTA, KOMPAS – Pertumbuhan investasi pada 2013 diperkirakan tidak seprogresif dua tahun belakangan ini. Atas asumsi ini, perhitungan pemerintah yang menempatkan investasi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013 perlu dievaluasi.

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, akhir pekan lalu, menyatakan, investasi akan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013, menggeser posisi konsumsi domestik yang selama ini menjadi penyumbang utama. Alasannya, pertumbuhan investasi pada 2013 akan terus menanjak, diperkirakan di atas 10 persen.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Atmajaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko, Minggu (27/5), menyatakan, investasi bisa menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi jika tren pertumbuhan investasi sebagaimana terjadi selama dua tahun belakangan berlanjut pada 2013. Persoalannya, mencermati kondisi perekonomian dunia mutakhir, investasi tidak bisa diasumikan seprogresif tahun ini dan tahun lalu. Bahkan, kecenderungannya akan menurun.

Alasannya, dari sisi eksternal, kondisi global yang tidak stabil akan menyurutkan investasi, baik yang berbentuk investasi langsung maupun obligasi. Hal ini mengingat investasi di Indonesia mayoritas berasal dari luar negeri. Sementara dari sisi domestik sangat bergantung pada seberapa besar pemerintah membenahi iklim investasi.

”Indikator yang bisa dijadikan acuan adalah pengakuan lembaga pemeringkat. Kalau Standard and Poor’s (S&P) tidak memberikan status layak investasi pada semester II-2012 dan dua pemeringkat lain (Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service) memberikan outlook negatif, bisa dipastikan investasi tidak akan seprogresif tahun ini dan tahun lalu,” kata Prasetyantoko.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi pada 2011 senilai Rp 251,3 triliun dari target senilai Rp 240 triliun. Sementara pada 2012, sebagaimana pernah disampaikan Kepala BKPM Gita Wirjawan, target investasi senilai Rp 290 triliun. Sampai dengan triwulan I-2012, realisasinya mencapai Rp 71,2 triliun atau 24,5 persen.

Pasar domestik

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan hal ini di Jakarta, perekonomian global bakal mengalami tekanan berat tahun 2013 sehingga Indonesia kembali harus mengandalkan pasar domestik untuk tetap tumbuh.

”Kita harus mewaspadai krisis global tahun 2013 karena kali ini yang terkena adalah negara-negara, bukan lagi perusahaan-perusahaan seperti tahun 2008. Pemerintah jangan terus berteori tanpa melihat kenyataan kebijakan yang dibuat sekarang tidak ada yang berjalan di lapangan,” ujar Sofjan. (LAS/HAM)

May 24, 2012

BUMN terbaik versi Forbes

Inilah BUMN Terbaik Versi Forbes

4
IST
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi – Selasa, 22 Mei 2012 | 14:42 WIB
Share on facebook Share on twitter Share on email Share on google More Sharing Services
Berita Terkait
Dahlan Rombak Direksi Kertas Leces
‘Perlu BUMN Urusi Cadangan Migas’
Menunggu Aksi Menkeu di Kursi BUMN
Pemerintah Matangkan Bentuk Holding BUMN Kebun
Dahlan Naik Merpati ke Bali

Powered by Translate

INILAH.COM, Jakarta – Enam perusahaan pelat merah mengantongi penghargaan Forbes Global 2000 karena berhasil mencatatkan kinerja gemilang.

Keenam perusahaan BUMN Indonesia yang masuk dalam Forbes Global 2000 adalah PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BBNI), PT Semen Gresik Tbk (SMGR)dan PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN).

“Peran yang dijalankan BUMN dalam pembangunan negara ini sangat penting. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal pemikiran dan mendorong praktik terbaik disektor pemerintahan,” ungkap Dato’ Sri dalam acara Forbes Indonesia Forum Kepemimpinan BUMN “Raising The Bar”, di Hotel Four Season Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Adanya penganugerahan ini maka meneguhkan kembali posisi BUMN ke dalam daftar bergengsi tersebut. Chairman dan CEO Grup Mayapada, Dato’ Sri Dr.Tahir, pemegang lisensi Forbes Indonesia, mengungkapkan kelegaannya dapat bekerja sama dengan Kementerian BUMN dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Sekadar catatan, Forbes Global 2000 merupakan daftar 2000 perusahaan publik berkinerja terbaik di dunia yang dipublikasikan secara tahunan oleh Majalah Forbes di Amerika Serikat (AS). [rus]

May 17, 2012

Krakatau Steel bangun pabrik baru

Krakatau Steel bangun pabrik baru

Diunduh dari kontan online
Oleh Albertus M. Prestianta – Selasa, 15 Mei 2012 | 17:09 WIB

0 KomentarTelah dibaca sebanyak 305 kaliKomentar

Berita Terkait
3 bank BUMN berikan kredit ke Krakatau Steel
Krakatau Steel alami penurunan laba bersih 58,9%
DPR ingatkan ganti rugi nasabah Bank Global
KS bangun pabrik baru senilai US$ 601 juta
Pembangunan pabrik baja KS-Posco dipercepat
JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KS) terus mengembangkan bisnisnya. Perusahaan baja ini akan merealisasikan pabrik Blast Furnace Complex yang memiliki kapasitas produksi 1,2 juta ton di Cilegon, Banten.
Fazwar Bujang, Direktur Utama Krakatau Steel, mengatakan, nilai investasi pabrik yang memproduksi hot metal tersebut mencapai US$ 528,9 juta. “Nilai itu diluar pengadaan tanah,” kata Fazwar di Jakarta, Selasa (15/5).
Ia menargetkan, pabrik tersebut selesai pada kuartal ke IV tahun 2014. Sekedar tahu saja, pembangunan saat ini masih dalam tahap pengembangan desain.
Untuk mendanai proyek itu, KS telah memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$ 250 juta dari tiga bank BUMN yaitu Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BRI.
Selain itu, KS juga mendapatkan stand by loan dari Bank Mandiri dengan besaran ekuivalen US$ 200 juta yang berjangka waktu pelunasan 8 tahun.
Dana ini hanya bisa ditarik apabila Sinosure facility tidak diperoleh dalam 1 tahun sejak tanggal penandatanganan pinjaman komersial ini.
Dalam mempersiapkan pinjaman sindikasi komersial tersebut, Krakatau Steel bekerja sama dengan the Hongkong & Shanghasi Bank Corporation (HSBC) sebagai coordinating bank.
Selain itu, HSBC juga bertindak sebagai pemberi pinjaman dalam Sinosure facility bersama dengan PT ICBC Indonesia dan Chinese Development Bank Corporation.
Artinya secara total, Krakatau Steel memperoleh kucuran kredit ekuivalen dengan total US$ 450 juta

May 16, 2012

TAMBAK EKS DIPASENA Masalah Kemitraan Perlu Diselesaikan

Rabu,
16 Mei 2012
TAMBAK EKS DIPASENA
Masalah Kemitraan Perlu Diselesaikan
Jakarta, Kompas – Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta masalah kemitraan antara petambak udang plasma PT Aruna Wijaya Sakti dan perusahaan inti diselesaikan agar petambak bisa maksimal melanjutkan budidaya.

Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto di Jakarta, Selasa (15/5).

Kasus kemitraan petambak plasma dengan perusahaan inti, yakni PT Aruna Wijaya Sakti (AWS), anak perusahaan PT Central Proteinaprima Tbk, mencuat sejak tahun 2010. Bulan Mei 2011, PT AWS menghentikan operasi perusahaan dan sambungan listrik ke tambak sebagai buntut kasus kemitraan.

”Masalah kemitraan perlu diselesaikan melalui pembentukan kemitraan dengan pihak lain atau tetap dengan mitra yang lama lewat pembaruan perjanjian kerja sama,” ujar Slamet.

Slamet menegaskan, pihaknya tidak bisa mengintervensi penyelesaian kasus kemitraan petambak plasma dengan perusahaan inti. Persoalan itu dinilai merupakan masalah bisnis swasta.

Tahun 2012, pemerintah berniat menggulirkan dana pemberdayaan usaha mina pedesaan (PUMP) kepada petambak udang eks Dipasena senilai Rp 5 miliar. Dana itu untuk benih dan pakan bagi 71 kelompok. Selain itu, juga pemberian satu ekskavator untuk perbaikan sarana tambak.

”Dana PUMP diharapkan dikelola oleh koperasi sehingga dana bisa bergulir untuk pembiayaan berikutnya,” ujar Slamet.

Pelaksana Tugas Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Abdul Halim menyayangkan pemerintah yang tidak bertanggung jawab dan sekadar cuci tangan lewat pemberian benur dan rencana penyaluran PUMP kepada petambak Bumi Dipasena tanpa solusi terkait hak serta kewajiban inti dan plasma. (LKT)

May 15, 2012

PT POSINDO LOGISTIK INDONESIA Ditarget Pacu Pendapatan PT Posindo

Home » Bisnis & Investasi » Transportasi & Logistik » PT POSINDO LOGISTIK I…
PT POSINDO LOGISTIK INDONESIA Ditarget Pacu Pendapatan PT Posindo
Oleh Berliana Elisabeth
Selasa, 15 Mei 2012 | 16:49 WIB

JAKARTA: PT Pos Logistik Indonesia, anak usaha PT Pos Indonesia (persero) yang baru didirikan pada akhir tahun lalu ditarget mampu meningkatkan kontribusi dari sisi logistik menjadi 8% terhadap total pendapatan perseroan pada tahun ini.

Wakil Direktur Utama PT Pos Indonesia Sukatmo Padmosukarso mengatakan anak usahanya yang baru didirikan adalah PT Pos Logistik Indonesia dengan modal awal Rp200 miliar dan modal disetor Rp50 miliar.

Anak usaha ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di bidang jasa transportasi, jasa pergudangan, pengiriman kargo, dan regulated agent atau agen inspeksi.

“Kontribusi dari sisi logistik untuk pendapatan perseroan diperkirakan naik menjadi 8% pada tahun ini dari posisi sebelumnya 6%, memang peningkatannya belum signifikan,” tutur Sukatmo disela-sela menerima kunjungan para mahasiswa program master dari sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam The 5th Master Journey in Management, Selasa, 15 Mei 2012.

Acara The 5th Master Journey in Management ini merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Bisnis Indonesia.

Sukatmo menjelaskan belum signifikannya kenaikan kontribusi dari sisi logistik pasca spin off (pemisahan) bisnis unit logistiknya menjadi PT Pos Logistik Indonesia ini salah satunya karena perizinan regulated agent (RA) yang belum selesai di Kementerian Perhubungan.

“Kami akan terus meningkatkan sektor logistik yang memang benar-benar berbeda dari aktifitas keseharian kami. Bisa dikatakan ini kami memulai dari awal lagi,” tuturnya.

Sukatmo menjelaskan saat ini pihaknya memiliki 23 gudang logistik yang tersebar di 23 kota yag akan dijadikan sentra logistik di Tanah Air.

Menurutnya, prospek bisnis logistik di Tanah Air sangat tinggi, mengingat biaya logistik nasional sekitar 16% dari Produk domestik Bruto (PDB).

Selain itu, perusahaan konsultan Frost & Sulivan memprediksi bahwa industri logistik Indonesia akan tumbuh 14,2% hingga Rp1.408 triliun (US$153,54 miliar) pada 2012 dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan 2011 sebesar Rp1.233triliun (US$134,46 miliar).

“Kenaikan ini karena tingginya pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh tingginya konsumsi domestik. Itulah sebabnya PT Pos berkomitmen kuat untuk menjadikan bisnis logistik sebagai bisnis inti,” ujarnya. (ra)

JANGAN LEWATKAN:

May 11, 2012

Ketika Presiden terpincut mobil hybrid

bisnis indonesia 10 Mei 2012

Ketika Presiden terpincut mobil hybrid

Ada perkembangan menarik dari Istana Presiden be berapa hari terakhir. Sejak petinggi PT Astra
International Tbk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa, isu seputar mobil hibrid terus bergulir.
Seolah tidak ingin terbuang waktu Kepala Negara kemarin langsung menginstruksikan Menteri Perindustrian M.S Hidayat dan Menteri Keuangan Agus D.W Martowardoyo utk menindaklanjuti rencana pengembangan mobil hybrid

Kedua menteri itu diminta bernegosiasi dengan pabrikan, terutama kelompok usaha Astra, untuk merumuskan insentif yang diinginkan sehingga mobil hybrid ini bisa diproduksi di dalam negeri.

Mobil hybrid yang menggabungkan teknologi mesin konvensional dengan motor listrik sehingga irit dalam konsumsi bahan bakar minyak, dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menekan penggunaan BBM bersubsidi yang kian membengkak. Mobil hybrid dianggap bisa menjadi solusi setelah rencan BBM subsidi dan pembatasannya kandas di tengah jalan karena dinilai sulit untuk diterapkan.
Pengembangan mobil hybrid juga sejalan dengan program mobil hijau atau low cost and green car (LCGC) yang telah dicanangkan pemerintah. Bedanya, mobil hijau selama ini lebih fokus pada mobil murah bukan pada teknologi hijaunya
Mesk demikian LCGC berhasil menarik sejumlah prinsipal global dalam jumlah besar. Program insentif menarik, termasuk penerapan sistem cukai yang flexibel sebagai pengganti pajak penjualan barang mewah.

Berdasarkan data BKPM investasi di sektor otomotif yang telah disetujui mencapai 32 T . Itu belum termasuk investasi baru yang disiapkan prinsipal
Menurut Menperin, pemerintah mengharapkan mobil Hybrid bisa mulai diproduksi di dalam negeri pada tahun ini atau paling lambat 2013.

Pabrikan tentu minta fasilitas penurunan bea masuk dan sebagainya, tetapi kami bilang tidak bisa kecuali diproduksi di dalam negeri. Hal senada disampaikan oleh Menkeu. Dia mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan insentif fiskal untuk memproduksi mobil hybrid. Arah kebijakan itu akan lebih ditekankan agar Indonesia bisa menjadi basis produksi mobil Hybrid dan tidak hanya menjadi pasar semata
Menko Ekuin menjelaskan insentif fiskal itu bisa berupa bea masuk atau pajak penjualan barang mewah . Insentif diperlukan agar harga mobil jadi terjangkau konsumen.

….

May 10, 2012

Sentul City Nikmati Tren Kenaikan Harga

Sentul City Nikmati Tren Kenaikan Harga
Oleh Parluhutan Situmorang | Kamis, 10 Mei 2012 | 6:59
Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

Berita Terkait
Sentul City Tumbuh Berkelanjutan
Sentul City Luncurkan Klaster Rumah Mewah
Saham BKSL Teraktif Diperdagangkan
Sentul City Anggarkan Biaya Investasi Rp300 Miliar
Sentul City Bangun Rumah Sakit Pertamina
PT Sentul City Tbk (BKSL) akan mendapatkan keuntungan terbesar dari tren kenaikan harga properti di Indonesia. Sebab, perseroan menguasai cadangan lahan yang luas dengan harga akuisisi termurah dibandingkan emiten properti lain.

SENTUL City merupakan pengembang kota mandiri dengan konsesi lahan pengembangan seluas 3.100 hektare. Perusahaan juga menguasai 50% saham Sentul Nirwana seluas 12.800 ha. Sentul Nirwana digarap bekerja sama dengan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Ciptadana Securities menyebutkan, secara efektif, Sentul City kini menguasai lahan sekitar 8.000 ha. Total lahan yang dikuasai perseroan terluas dibandingkan emiten pengembang properti lainnya, seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan cadangan lahan sekitar 4.500 ha. PT Alam Sutera Tbk (ASRI) seluas 1.500 ha. Sedangkan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) memiliki cadangan lahan sekitar 2.800 ha.

“Sentul City merupakan pengembang rumah tapak dengan kepemilikan lahan terbesar di Indonesia. Perseroan juga memiliki hak untuk memperluas cadangan lahan di Sentul Nirwana menjadi 33 ribu ha,” tutur Analis Ciptadana Securities Triwira Tjandra dalam riset saham BKSL yang diterbItkan di Jakarta, belum lama ini.

Tags:
May 10, 2012

Indofarma Optimistis Raih Penjualan Rp4,254 Triliun

DALAM LIMA TAHUN KE DEPAN,
Indofarma Optimistis Raih Penjualan Rp4,254 Triliun
Kamis, 10 Mei 2012 | 16:15

JAKARTA – PT Indofarma Tbk optimistis mampu mencapai penjualan sebesar Rp4,254 triliun dalam lima tahun ke depan dengan ditopang perluasan pasar ekspor ASEAN seperti Vietnam, Kamboja, dan Filipina, kata Direktur Utama Indofarma Djakfaruddin Junus.

Perseroan, kata Djakfaruddin di Jakarta, Kamis, telah mempersiapkan rencana bisnis untuk pengembangan perusahaan ke depan, antara lain menjalin kerjasama penelitian dengan BPPT, LIPI, dan perguruan tinggi, sinergi dengan rumah sakit BUMN, kerjasama produksi dan pemasaran radiofarmaka, dan bahan baku serta toll manufacturing

“Dengan demikian, kami berharap laba bersih 2017 dapat mencapai Rp383 miliar dengan harga pokok penjualan Rp2,754 triliun,” tuturnya.

Sebagai BUMN farmasi yang fokus pembuatan obat generik, menurut dia, Indofarma terus melakukan inovasi-inovasi dengan membuat merek baru obat generik hingga penciptaan produk herbal.

Untuk menggenjot produksi obat generik, perseroan membangun pabrik di Cibitung, Jawa Barat. Investasi yang dibutuhkan kurang lebih Rp100 miliar, yang diperoleh dari komitmen PT Bank Mandiri Tbk. Pembangunan pabrik ini akan dimulai pada Juni 2012 dan diperkirakan beroperasi awal 2013.

“Pembangunan pabrik ini dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi obat generik perseroan, di samping persiapan untuk menyongsong diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 2014,” ungkapnya.

Saat ini, kapasitas produksi obat generik Indofarma sekitar 2,3 miliar tablet per tahun. Perseroan berencana menggandakan kapasitas tersebut menjadi 4,6 hingga 5 miliar tablet per tahun. (ant/gor)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.