Archive for ‘Corporate spotlight’

October 23, 2014

Semen Indonesia Bikin Pembangkit Listrik Gas Buang

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 05:49 WIB

TEMPO.CO, Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memulai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 30,6 MW yang memanfaatkan gas buang (waste heat recovery power generation/WHRPG) dari pabrik Tuban 1 sampai 4. Pembangkit tersebut merupakan kerja sama Semen Indonesia dengan JFE Engineering Jepang.

“Investasinya sebesar Rp 638 miliar,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu, 22 Oktober 2014. Proyek WHRPG dibangun di pabrik Tuban I, Tuban 2, Tuban 3, dan Tuban 4.

Dwi menyatakan ini pertama kalinya di Indonesia, seluruh panas buang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik dalam satu area. Sebelumnya, Semen Indonesia membangun pembangkit listrik berkapasitas 8,5 MW di pabrik Indarung Padang dan beroperasi pada 2011.

Pembangkit di Tuban itu akan dikerjakan selama 26 bulan. Dimulai Oktober 2014, rencananya pembangkit tersebut beroperasi pada akhir semester kedua 2016. Cara kerja pembangkit listrik WHRPG sama dengan PLTU. Bedanya, WHRPG tidak menggunakan batu bara atau BBM untuk menghasilkan tenaga panasnya, tapi menggunakan gas buang operasional pabrik.

Output yang dihasilkan WHRG sebesar 30,6 MW setara dengan sepertiga konsumsi listrik empat pabrik Tuban yang mencapai 140 MW. “Dengan selesainya pembangunan proyek ini, maka akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh per tahun dengan penghematan biaya listrik sekitar Rp 120 miliar per tahun,” kata Dwi.

Selain efisiensi pada biaya listrik, Semen Indonesia membuktikan bahwa perseroan mampu mengurangi emisi gas buang pada semua operasional pabriknya. Pasalnya, industri semen termasuk bisnis yang paling terkena dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk kelas industri pada 2014.

ARTIKA RACHMI FARMITA

Berita lain:
Jokowi Umumkan Kabinet Siang atau Sore Ini
Kandidat Mendagri, Ini Rekam Jejak Teras Narang
Anak Jokowi Bersaing dengan 2.500 Pelamar CPNS

October 15, 2014

Bikin Bengkel Pesawat di Batam, Lion Gandeng Perusahaan Asing

detikFinance Industri

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Rabu, 15/10/2014 17:46 WIB
Halaman 1 dari 2

Jakarta -Induk maskapai Lion Air, yaitu Lion Group, sedang mengembangkan pusat MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) atau bengkel perawatan pesawat raksasa di Batam. Untuk mendukung operasional bengkel pesawat tersebut, Lion Group menggandeng CFM Internasional.

CFM Internasional merupakan produsen mesin pesawat komersial dunia yang dimiliki oleh Scecma Prancis dan General Electric Amerika Serikat.

Alasan menggandeng perusahaan mesin dunia tersebutm karena ratusan pesawat milik Lion Group memakai mesin dari CFM International.

“Kita memang punya pemesanan 642 pesawat tipe narrow body yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus. Mesinnya pakai CFM. Ini salah satunya dikaitkan penggunaan mesin,” kata Direktur Umum Lion Group Edward Sirait di acara penandatanganan kesepakatan material dan konsultasi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Melalui kerjasama perawatan pesawat ini, Lion Air merencanakan ada program transfer ilmu dan kemampuan kepada insinyur pesawat lokal.

“Kita berharap ada alih teknologi. Ini keuntungan bagi airlines Indonesia. Lion Group untuk pelaksanaan overhaul (perawatan menyeluruh) bisa lebih singkat dan biaya akan lebih hemat,” sebutnya.

Bengkel pesawat ini mulai dibangun 2015m dengan masa konstruksi selama 3 tahun. MRO ini berada pada area Batam Aero Technic milik Lion Group. Hanggar pesawat yang dibangun mencapai 6 unit.

“Investasi untuk pengembanga Batam Aero Technic hampir Rp 5,5 triliun. Kalau khusus MRO sekitar Rp 2 triliun sampai Rp 2,5 triliun berikut equipment-nya,” jelasnya.

Saat beroperasi nanti, bengkel pesawat ini nantinya mampu menyerap hingga 6.000 teknisi pesawat. Sementara itu, Direktur Teknik Lion Group I Nyoman Rai Pering menjelaskan, tahap awal kapasitas bengkel mampu merawat hingga 200 mesin setiap tahunnya. Saat ini, Lion Air masih mengirim pesawatnya ke bengkel di Tiongkok, Jerman, hingga Amerika untuk perawatan pesawat.

“Tiga tahun ke depan, perawatan dilakukan di dalam negeri. Kita bisa hemat pengeluaran. Selain itu ada banyak tenaga kerja yang direkrut di sini. Itu pekerja yang membutuhkan skill yang mumpuni,” paparnya.

Fase awal, bengkel ini diperuntukan untuk pesawat narrow body sekelas ATR, Boeing 737, dan Airbus 320. Namun desain hanggar dirancang untuk besawat berbadan lebar sekelas Boeing 777.

Pangsa pasar bengkel ini nantinya 70% diperuntukkan untuk pesawat milik Lion Group dan sisanya untuk umum.

“Ini lebih diprioritaskan dipakai untuk maskapai kita. Kalau maskapai lain sekitar 30%,” jelasnya.

October 14, 2014

Cinemaxx Siap Perang di Pasar Bioskop  

TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan jaringan bisnis bioskop yang berafiliasi dengan perusahaan Lippo Group, PT Cinemaxx Global Pasifik, akan melebarkan sayap bisnisnya di Tanah Air. Chief Executive Officer Cinemaxx Brian Riady mengatakan, dalam lima-sepuluh tahun ke depan, Cinemaxx akan menggebrak dan punya andil dalam dunia perfilman nasional.

Menurut Brian, ada beberapa alasan yang mendasari Cinemaxx berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan standar hidup di Indonesia. “Pendapatan dan tingkat kesejahteraan pun semakin tinggi, permintaan hiburan meningkat,” katanya dalam peluncuran jaringan bioskop Cinemaxx di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2014. (Baca:Bisnis Drive-in Teater Terancam Bangkrut)

Selain itu, saat ini Indonesia hanya memiliki total 923 layar. Menurut Brian, jumlah ini sangat tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. “Bisa dikatakan hanya 0,3 kali orang Indonesia menonton bisokop per tahun, padahal di Jepang rata-rata setiap orang menonton 1,5-2 kali dalam setahun.”

Menurut Brian, Cinemaxx dan grup Lippo telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp 6 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan sampai beberapa tahun ke depan. “Visinya, untuk menjadi jaringan bioskop terbesar dan paling dipilih,” katanya.

Targetnya, Cinemaxx akan membuat 2.000 layar dan 300 lokasi bioskop dalam 10 tahun. Untuk pembangunan bioskop, Cinemaxx akan menyasar mal modern baru dan yang sudah beroperasi. Saat ini, ada 350 mal modern di Indonesia dengan jumlah kompleks bioskop sebanyak 184. Artinya, masih ada mal-mal yang belum terdapat bioksop di dalamnya. “Kami lihat peluang yang besar,” ujar Brian. (Baca:Orang Terkaya Cina Akan Bikin Hollywood ala Cina)

Sampai Oktober 2014, Cinemaxx memiliki tiga lokasi, yaitu di Plaza Semanggi, FX Sudirman, dan Palembang Icon. Dari tiga lokasi ini, Cinemaxx total memiliki 16 layar. Dalam enam bulan ke depan, akan ada sembilan lokasi yang sudah direncanakan disasar oleh Cinemaxx, antara lain, Ponorogo dengan 3 layar, Manado (15 layar), Medan (9 layar di dua lokasi), dan Yogyakarta (7 layar).

October 9, 2014

Krisis, Gudang Garam PHK 2.000 Karyawan

TEMPO/A

TEMPO.CO, Kediri – PT Gudang Garam Tbk mempensiunkan 2.000 lebih karyawannya dengan alasan efisiensi keuangan.Perusahaan rokok yang bermarkas di Kediri ini mengaku mengalami krisis keuangan, menyusul ketatnya regulasi pemerintah soal rokok. (Berita lain: Pelantikan Jokowi Terancam Dihambat)

Wakil Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Iwhan Tricahyono dalam siaran persnya, Kamis, 9 Oktober 2014, mengatakan bagian Sumber Daya Manusia Gudang Garam tengah menawarkan program pensiun dini kepada karyawan borongan sigaret kretek tangan (SKT) dan operasional. Divisi tersebut paling banyak menyerap tenaga kerja di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. (Baca juga: Miliuner Ini Bagikan iPhone 6 Cuma-cuma)

“Ini untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk,” kata Iwhan, Kamis, 9 Oktober 2014. Menurut dia, kondisi penjualan rokok Gudang Garam merosot drastis belakangan ini. Kondisi ini dipengaruhi regulasi pemerintah yang kurang menguntungkan bagi industri rokok nasional. (Baca: Buka Kantor di Jakarta, Twitter Akan Taat Hukum)

Di antaranya, pembatasan iklan di media massa terutama televisi, pembatasan kegiatan promosi dalam berbagai event, serta pencantuman gambar menyeramkan dalam kemasan rokok. Hal itu membuat penjualan rokok Gudang Garam turun jeblok hingga memaksa perusahaan melakukan efisiensi.

Divisi SKT dan operasional yang menyerap paling banyak tenaga kerja menjadi sasaran efisiensi karena menyedot biaya sangat besar. Untuk menekan dampak kerugian bagi karyawan, manajemen menawarkan program pensiun dini. Di antaranya, pemberian uang pensiun hingga sepuluh kali gaji di depan, pemberian tambahan uang pensiun, pemberian jaminan kesehatan BPJS kepada karyawan dan keluarganya sampai usia karyawan 55 tahun, serta memberikan pelatihan kewirausahaan bagi karyawan yang ingin mandiri. Hanya karyawan yang telah memiliki masa kerja di atas 20 tahun yang mendapat penawaran ini. (Baca: Polisi Sesalkan Pemerintah Tak Bubarkan FPI)

Iwhan mengklaim tawaran pensiun dini ini mendapat respons bagus dari karyawan. Sejak diumumkan 6 Oktober 2014 hingga hari ini, sudah 2.088 karyawan yang mengajukan diri kepada bagian SDM. Perusahaan tak akan membatasi jumlah karyawan yang ingin mengikuti program ini. Rencananya, penawaran ini akan ditutup hingga akhir Oktober 2014. (Baca: FPI: Ahok Tak Akan Bisa Bubarkan Kami)

Program pensiun dini dipastikan tidak mengundang keresahan karyawan di bagian produksi. Sebab, jauh sebelumnya, manajemen sudah mensosialisasikan dengan baik. Karyawan yang tidak menghendaki pensiun tetap diperkenankan bekerja hingga batas akhir usia pensiun 55 tahun. Belum diketahui pasti apakah peran mereka akan digantikan dengan mesin yang selama ini dilakukan di unit sigaret kretek mesin.

“Kami sempat mencoba bertahan lebih lama dari perusahaan rokok lain yang lebih dulu mengurangi karyawan,” tutur Iwhan.

October 7, 2014

BUMI Gagal Terbitkan Saham

Begitulah kualitas perusahaan Group Bakrie, tidak ada GCG , yang ada saham digoreng dan digadai.. ujungnya yang dirugikan adalah investor

 

SELASA, 7 OKTOBER 2014

Bumi Resources Coba Negosiasi dengan Kreditor

JAKARTA, KOMPAS — Manajemen PT Bumi Resources Tbk atau BUMI membuka negosiasi dengan para kreditor dalam upaya menyehatkan kondisi keuangan perseroan. Jalan ini setelah perusahaan pertambangan itu gagal menerbitkan saham baru lewat penerbitan saham terbatas.”Bagaimanapun Bumi Resources akan melakukan negosiasi dengan para kreditor satu per satu untuk menangani utang dan terhadap para kontraktor untuk tetap mengembangkan proyek energi kami yang potensial bernilai tinggi dan aset tambang kami guna menggapai alternatif solusi yang saling menguntungkan,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava, di Jakarta, Senin (6/10).

Manajemen Bumi Resources menggelar paparan publik insidental kepada pemegang sahamnya, di Jakarta, awal pekan ini. Agenda utama perseroan adalah menjelaskan posisi dan hasil akhir penerbitan saham terbatas (rights issue) senilai 275 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun. Materi dalam paparan publik itu sudah disampaikan lewat mekanisme keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia, akhir pekan lalu.

Dileep mengungkapkan, 15,85 miliar saham telah dikeluarkan perseroan dengan nilai Rp 250 per saham. Total nilai penerbitan saham baru itu mencapai Rp 3,96 triliun. Hasil dari penerbitan saham baru itu sebanyak 6,9 miliar saham untuk pelunasan kepada China Investment Corporation melalui Country Forest Limited dan Castleford Investment
Holdings Ltd masing-masing 150 juta dollar AS. Sisanya antara lain untuk modal kerja perseroan.

Pihak yang mengambil bagian dalam rights issue itu antara lain publik sejumlah 11,53 juta saham. Lalu, perusahaan milik Grup Bakrie, Long Haul Holding Ltd, melalui mekanisme konversi utang ke ekuitas (debt to equity conversion) sejumlah 6,9 miliar saham. Jumlah yang sama juga diserap dengan mekanisme serupa oleh Castleford Holding Ltd dengan PT Damar Reka Energi sebagai agen fasilitas Castleford. Sementara Danatama Makmur sebagai pembeli siaga menyerap 2,04 miliar saham.

Tolak konversi utangNamun, manajemen Bumi Resources membatalkan penerbitan saham rights issue sebanyak 12,65 miliar saham senilai 275 juta dollar AS. Gagalnya penerbitan saham baru itu diakui Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk Ari S Hudaya. Para kreditor menolak pembayaran utang perseroan lewat konversi saham.

”Mereka bukan investor. Mereka bank, jadi maunya kas (tunai),” ungkap Ari.

Sebagaimana dijelaskan Dileep, dalam aksi korporasi itu hanya terserap uang tunai dari penerbitan 11,53 juta saham. Dana proyeksi penerbitan saham 275 juta dollar AS itu sedianya akan digunakan untuk membayar utang kepada sejumlah kreditor, yakni Axis Limited, Credit Suisse, Deutsche Bank, UBS AG, dan CBS.

Posisi total utang PT Bumi Resources saat ini mencapai 4,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 44 triliun. Dileep menyatakan, perseroan bertekad mengurangi utang itu hingga 2 miliar dollar AS dan mengurangi biaya bunga pinjaman hingga 50 persen pada akhir tahun depan. (BEN)

October 3, 2014

Ulah koalisi KMP buat investor takut

Sumber : http://www.bareksa.com/id/text/2014/10/02/koalisi-prabowo-tekuk-lagi-jokowi-di-parlemen-investor-asing-terus-keluar-ri/7668/berita

Koalisi Prabowo Tekuk Lagi Jokowi di Parlemen, Investor Asing Terus Keluar RI

IHSG masih menunggu pembentukan kabinet 20 Oktober mendatang. Bagaimana para analis melihat perkembangan ini?
Kamis, 02 Oktober 2014 15:06:20 WIB Ni Putu Kurniasari
Image

Pimpinan DPR RI 2014-2019 dilantik, Kamis dini hari, 2 Oktober 2014. Kiri ke kanan: Setya Novanto (Ketua, Golkar), Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fahri Hamzah (PKS) (Antara Foto/Rosa Panggabean)

Bareksa.com - Sentimen positif yang merebak sejak Rabu siang kemarin, 1 Oktober 2014, ternyata pupus begitu saja. Kabar akan terjalin koalisi baru dengan masuknya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Hebat gagal menjadi kenyataan. Penyebabnya oleh banyak kalangan dianggap kelewat sepele serta terlalu emosional dan personal: SBY dan Megawati belum juga bisa bertemu dan saling berbicara untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Buntutnya telah banyak diperkirakan, setelah kekalahan telak dengan golnya UU MD3 (MPR, DPR, DPRD, dan DPD) dan UU Pilkada, pada Kamis dini hari tadi, Koalisi Merah Putih pimpinan Prabowo menyapu bersih pemilihan kelima pimpinan DPR RI.

Pada penutupan sesi pagi tadi IHSG anjlok 1,9% ke level 5.044, rupiah sempat merosot menjadi Rp12.180./USD. Bagaimana para analis  merespons hal ini?

Laporan Citi Group yang telah disampaikan kepada nasabah menyatakan kekalahan berikutnya kubu Jokowi-JK itu bukan suatu hal yang mengejutkan. Namun demikian, investor masih menunggu apakah sejumlah partai di Koalisi Merah Putih berhasil ditarik masuk Jokowi-JK melalui mekanisme pembentukan kabinet dalam 18 hari ke depan.

Sikap wait and see ini tercermin dari IHSG yang masih bertahan di level 5.000 di tengah mencuatnya ketidakpastian politik yang semakin menghantui, data neraca perdagangan yang kembali mengalami defisit USD318 juta, serta melonjaknya yield obligasi. Menurut analisis Citi, IHSG masih menunggu pembentukan kabinet setelah Jokowi dan JK dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Namun demikian, tekanan terhadap IHSG sebenarnya sudah semakin berat. Dalam sebulan terakhir ini investor asing terus melakukan penjualan secara masif.

Berdasarkan data Bareksa.com, sejak 8 September hingga kemarin terjadi arus keluar (outflow) dana investor asing dari pasar saham sebesar Rp9,17 triliun. Ini menyebabkan secara year-to-date jumlah dana asing yang masuk (inflow) terus tergerus menjadi hanya sebesar Rp39,67 triliun.

Pergerakan IHSG dan Arus Dana Asing Periode Year-To-Date

 

 

Sumber: Bareksa.com

Hal senada digarisbawahi laporan Credit Suisse Indonesia. Menurut analisis CS, keberhasilan sapu bersih Koalisi Merah Putih di pemilihan pimpinan DPR RI semalam menjadi faktor penentu pergerakan IHSG hari ini. Politik akan terus menjadi fokus perhatian pelaku pasar di tengah kecenderungan IHSG yang terus melorot.

On the latest Bank Indonesia data release, we see Indonesia trade balance returned to deficit while inflation crept up again. Also fueled by uncertainty in political condition, USD/IDR rate went up to 12,200 intraday after the announcement. With this, we see growing possibility of fuel price hike to come at higher rate of IDR3,000 per liter (+46% to IDR9,500 per liter), which will push inflation higher up for the next 6-12 months after subsidy removal but will ease the pressure on currency, in our view.

Laporan riset Maybank KE juga begitu. Ketidakpastian politik yang semakin tinggi dilihat sebagai salah satu faktor yang menjadi ancaman serius buat perekonomian Indonesia ke depan. Faktor politik menambah buruk berbagai faktor lain yang saat ini sudah memberikan sentimen negatif, yakni defisit neraca perdagangan dan inflasi. Selain itu, meski bagus di jangka panjang, rencana pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM bersubsidi Rp3.000/liter juga tak terhindarkan akan mendongkrak inflasi 6-12 bulan ke depan, meski akan melonggarkan tekanan pada rupiah. “Kami mempertahankan pandangan kami bahwa akan terjadi perlambatan dalam periode jangka pendek ini di sektor konsumsi di Indonesia,” demikian laporan itu menyimpulkan.

Riset Mandiri Sekuritas juga menyoroti kegagalan Koalisi Indonesia Hebat dan Jokowi dalam menggalang dua partai politik dari Koalisi Merah Putih. Mereka menekankan pembentukan kabinet menjadi sangat penting karena merupakan kesempatan terakhir agar Jokowi-JK memperoleh dukungan mayoritas di parlemen. Mandiri Sekuritas melihat peluang sejumlah partai anggota Koalisi Merah Putih ditarik masuk ke dalam kabinet cukup besar.

Adapun Deutsche Bank dalam laporannya melihat peta dukungan anggota DPR RI saat ini jelas akan membatasi banyak agenda ekonomi Jokowi-JK. Akan tetapi, pemerintahan baru dipandang masih bisa mendorong reformasi di tingkat pemerintah dan BUMN. Namun, untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang tegas dan anggota kabinet yang kredibel. Investor sedang melihat apakah Jokowi-JK benar akan berani menaikkan harga BBM bersubsidi Rp2.000-3.000 per liter pada November mendatang. Jika ini benar dilakukan, Deutsche Bank menilai, investor akan merespons positif. (kd)

++++

September 16, 2014

Krakatau Minta Tax Holiday untuk Anak Perusahaan  

TEMPO.CO, Jakarta – PT Krakatau Steel mengajukan permohonan tax holiday untuk anak perusahaannya, Krakatau Posco Energy. Anak perusahaan PT Krakatau Steel yang bergerak di bidang energi ini awal tahun lalu sudah mulai beroperasi di Cilegon, Jawa Barat. Krakatau Posco Energy ini bergerak di bidang pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang PT Krakatau Steel untuk kemudian diolah menjadi tenaga listrik.

“Kami berharap Kemenperin memberikan bantuan dan dukungan agar sektor usaha ini bisa diperhitungkan secara kriteria sedemikian rupa dan layak dapat tax holiday,” kata Irvan Hakim, Direktur Utama PT Krakatau Steel, setelah bertemu dengan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat di Jakarta, Senin, 15 September 2014.

Menurut Irvan, industri ini sebenarnya layak untuk mendapatkan tax holiday karena akan menjadi pionir dalam pengolahan energi dari gas buang produksi PT Krakatau Steel, yang selama ini terbuang percuma. Saat ini pembangkit milik Krakatau Posco Energy sudah memproduksi listrik sebesar 200 megawatt, yang sebagian besar listriknya digunakan untuk kepentingan produksi Krakatau sebesar 150 megawatt dan selebihnya disalurkan kepada PLN.

Kata Irvan, penggunaan listrik dengan memanfaatkan limbah gas buang produksi baja dianggap lebih efisien dibandingkan harus membeli listrik dari PLN. “Berapa efisiensinya, tidak bisa kita sampaikan. Itu urusan dapur, yang pasti lebih efisien karena pakai gas buang dari produksi baja yang dihasilkan Krakatau Posco,” ujarnya.

Akibat kenaikan tarif dasar listrik yang naik secara bertahap, industri baja di Indonesia dinilai sangat terpukul dengan kenaikan itu. Komponen biaya energi dalam industri baja dianggap sangat tinggi, sekitar 10-15 persen. “Industri hulu kebutuhan listriknya paling tinggi. Semakin ke hilir, kebutuhannya akan semakin berkurang,” katanya.

Beruntung, PT Krakatau Steel, selain memiliki Krakatau Posco Energy, juga mempunyai anak perusahaan lain di bidang pembangkit listrik, yaitu PT Krakatau Daya Listrik dengan daya 120 megawatt. Bedanya, pembangkit Krakatau Daya Listrik menggunakan bahan baku gas alam. Kebutuhan listrik untuk proses produksi di PT Krakatau dipasok dari dua pembangkit milik anak perusahaan Krakatau ini. “Baru misalnya kalau kurang, kita akan ambil dari PLN, sehingga beban kenaikan TDL bagi Krakatau tak begitu terasa,” ujar Irvan.

AMIR TEJO

Topik terhangat:

September 10, 2014

Momentum untuk Memperkuat Industri Otomotif Nasional

RABU, 10 SEPTEMBER 2014

Basis Produksi Mobil

JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan pengembangan industri otomotif nasional ditekankan pada pemenuhan pasar dalam negeri dan menjadikan Indonesia basis produksi ekspor mobil. Pemerintah menetapkan ekspor mobil utuh sepanjang tahun ini mencapai 200.000 unit.Menteri Perindustrian MS Hidayat, Selasa (9/9), di Jakarta mengungkapkan, pemerintah ingin konsisten dalam mendorong pengembangan basis produksi mobil di Indonesia. Hal ini tak terkecuali untuk produk sedan, jenis yang banyak dibutuhkan pasar ekspor dunia.

”Harus diakui saat ini saingan industri otomotif kita di ASEAN adalah Thailand,” katanya.

Hidayat mencontohkan, mobil dinas pemerintah yang akan datang bukan lagi menggunakan mobil Jepang yang dirakit di Thailand, melainkan mobil premium Eropa yang dibuat di Indonesia. Selisih harga per unit yang ratusan juta rupiah membuat harga mobil lebih murah.

Secara terpisah, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor Suparno Djasmin mengatakan, Toyota berupaya mendorong ekspor mobil yang disuplai melalui pabrik Toyota Motor Manufacturing (TMC) Indonesia.

”Kami menargetkan tahun ini mampu mengekspor 150.000 unit. Jadi, kalau pemerintah mencanangkan 200.000 unit, lebih dari 70 persen merupakan kontribusi Toyota,” kata Suparno di sela-sela pertemuan dengan media menjelang Indonesia International Motor Show 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran, 18-28 September 2014 mendatang.

Pemain global

Menurut Suparno, merupakan komitmen TMC untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain global di pasar otomotif dunia. Selain perluasan pabrik dan angka investasi yang terus meningkat dalam 10 tahun terakhir, TMC terus memperbesar produksi otomotif global dari pabrik Toyota Indonesia.

Saat ini paling tidak sudah ada produk international multipurpose seperti Innova dan Fortuner yang mengisi pasar Asia di luar Jepang dan Tiongkok. Bahkan, Indonesia juga dipercaya untuk memproduksi jenis sedan Vios dan Yaris untuk pasar dunia.

Ruang pasar dari TMC yang semakin terbuka bagi Indonesia, kata Suparno, merupakan momentum baik untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional dari hulu hingga hilir.

Pada periode Januari-Agustus total daya serap pasar otomotif di Indonesia mencapai 833.796 unit. Dari jumlah itu, volume pasar Toyota 283.067 unit. (CAS/AST)

September 9, 2014

Selain dengan Korea, Krakatau Steel Juga Gandeng Jepang Bangun Pabrik Baja

Senin, 08/09/2014 18:30 WIB

Zulfi Suhendra – detikFinanceJakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) menjalin kerja sama pembentukan usaha patungan bernama PT Krakatau Osaka Steel (PT KOS), dengan produsen besi baja asal Jepang, Osaka Steel Co Ltd. Beberapa tahun sebelumnya KS juga menggandeng Posco asal Korea Selatan membentuk anak usaha bernama Krakatau Posco dan membangun pabrik baja baru di Cilegon.Perjanjian definitif pembentukan usaha patungan PT KOS ditandatangani oleh Presiden Direktur PTKS Irvan K Hakim bersama Presiden Direktur Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Jakarta, Selasa, pekan lalu.PT KOS didirikan pada Desember 2012 untuk memproduksi dan memasarkan produk baja profil, flat bar, dan plat tulang baja di Indonesia, dengan kemitraan yang kuat. Sejak itu, Osaka Steel Co Ltd bersama PT Krakatau Steel Tbk mendiskusikan detail perjanjian (term and condition) yang menguntungkan kedua pihak.Irvan mengatakan, kerja sama usaha patungan ini didasari keyakinan bahwa pasar baja di Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh dalam jangka menengah dan panjang. “Tujuan dari usaha patungan ini adalah untuk memenuhi permintaan terhadap produk baja sebagai hasil dari pembangunan proyek-proyek konstruksi,” kata Irvan dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/9/2014).Pabrik PT KOS berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, menempati luas area 21,6 hektare (ha), dengan modal disetor sebesar US$ 70 juta. Osaka Steel Co Ltd memiliki 80% saham PT KOS dan 20% dimiliki oleh PTKS. PT KOS dengan nilai investasi sebesar US$ 200 juta ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2016, dengan target penjualan sebanyak 500 ribu ton/tahun, dan akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 170 orang.Bagi Osaka Steel Co, pembentukan usaha patungan dengan PTKS merupakan ekspansi bisnis luar negeri pertama dan salah satu inti bisnis dari rencana pengembangan konsolidasi jangka menengah, dengan memperkuat kehadirannya di pasar domestik.

August 29, 2014

Telkom Kerjakan Proyek US$ 1 Miliar

Friday, August 29, 2014       10:47 WIB

Kurangi ketergantungan dengan Singapore !!

 

 

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) [2,695 -25 (-0,9%)], melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) bakal menggarap tiga proyek infrastruktur telekomunikasi internasional senilai total US$ 1 miliar.

Dari nilai tersebut, Telkom akan menanamkan investasi sekitar US$ 400 juta sampai tahun 2016, atau 40% dari total proyek.

Ketiga proyek infrastruktur jaringan telekomunikasi tersebut adalah mega proyek sistem kabel laut luar negeri dengan jalur South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE5), sistem kabel laut jalur South East Asia- United States (SEA-US), dan jaringan Indonesia Global Gateway (IGG).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, perseroan akan mengandalkan pedanaan kas internal dan eksternal sebagai sumber pendanaan tiga proyek tersebut.  Perseroan belum menentukan porsi dari eksternal.

“Namun, Kalau dari internal kami masih punya kas yang kuat,” jelas dia saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/8).

Setiap tiga proyek Infrastuktur memiliki bentuk model pengembangan tersendiri. Pada Maret 2014, Telin menggandeng 12 perusahaan telekomunikasi di Asia dan 2 perusahaan Eropa yang tergabung dalam konsorsium SEA-ME-WE 5. Proyek ini memiliki panjang sekitar 20.000 KM yang terbentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis, dan Italia. Mega proyek ini nantinya akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya.

Sementara proyek kedua SEA-US merupakan sistem label laut yang memiliki panjang 15.000 km. Kabel laut tersebut menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philipines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii) dan Los Angeles.

Arief menjelaskan, proyek kedua ini perseroan menggandeng 6perusahaan telekomunikasi global dengan Telin sebagai pemimpin proyek. Ketujuh perusahaan tersebut adalah Globe Telecom, RAM Telecom internasional, Hawaiian Telecom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, dan Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telkom USA).

Arief menjelaskan, investasi jalur infrastruktur SEA-US senilai US$ 250 juta. Dari nilai tersebut, Telkom memiliki porsi 28,5% atau setara US$ 71,25 juta. Jalur tersebut diperkirakan bisa beroperasi pada tahun 2016. Pihaknya memperkirakan, perseroan bisa mengalami balik modal atau break even poin (BEP) dalam waktu lima sampai tujuh tahun ke depan.

Dia menambahkan, pihaknya akan menjajaki dua perusahaan telekomunikasi di dua negara yaitu Australia dan Papua Nugini untuk bergabung dengan konsorsium SEA-US.

“Operator lain biasanya membuat jalur kabel laut dengan rute Utara ke Barat. Kami memilih jalur lain, dengan Indonesia sebagai penghubung. Ini satu-satunya jalur yang menghubungkan jalur kabel laut dari Indonesia ke Amerika Serikat,” jelas dia.

Pada tahun depan, lanjut Arief, Telkom Grup akan memulai proyek ketiga, yaitu jaringan Indonesia Global Gateaway (IGG). Proyek ini dilakukan tanpa konsorsium dengan total nilai US$ 253. Secara teknis, IGG adalah jaringan yang membentang dari Medan sampai Menado. Infrastruktur tersebut menghubungkan jalur SEA ME-WE 5 ke arah barat hingga Eropa dan jalur SEA-US ke arah timur hingga Amerika Serikat. (rid)

 

++++

 

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles  

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles   

TEMPO/Dimas Aryo

TEMPO.CO, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) melakukan penandatanganan proyek kabel laut South East Asia-United State (SEA-US) dengan perwakilan konsorsium. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad bersama dengan perwakilan konsorsium di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2014.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan dengan proyek ini Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. “Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arief, proyek SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat.

Arif mengklaim sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut internasional lain yang sudah ada. (Baca:Telkom Bidik 1 Juta Pelaku UMKM Melek Internet)

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer serta membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, US), dan Los Angeles (California, US).

Menurut Arief, kabel laut SEA-US tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga kemungkinan terkena bencana alam seperti gempa cenderung kecil. Selain itu, keunggulan laut SEA-US di antaranya seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat trafic yang padat (lowest latency).

Kabel laut SEA-US akan beroperasi di tahun 2016. Sistem kabel laut SEA-US ini juga terkoneksi dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) yang terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS). Total investasi keseluruhan mencapai US$ 1 miliar dengan Telkom memegang bagian sebesar 40 persen.

Menurut Arief, inilah yang disebut dengan Indonesia Global Networks, yaitu ketika mampu terhubung dengan sistem kabel domestik lainnya yang akan menciptakan konfigurasi jaringan komperehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA, dan Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut ini disebut mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Investasi proyek SEA-US ini sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik dan menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwitch antara kedua benua tersebut. Menurut Arief, Telkom mempunyai andil investasi 30 persen atau sebesar Rp 800 miliar di konsorsium pembangunan kabel laut SEA-US. Untuk mencapai balik modal dengan nilai investasi, Arief memperkirakan butuh lima sampai tujuh tahun. Arief sendiri saat ini sedang menjajaki kemungkinan Australia untuk ikut bergabung. “Indonesia sebagai leader dalam konsorsium ini,” ujar Arif.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), Gti corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).

Pengamat telekomunikasi, Ruby Alamsyah menilai proyek kabel laut Manado-Los Angeles ini akan menambah jalur baru dengan kualitas yang bertambah baik. “Bandwitch menjadi bertambah danbakcbone lebih variatif (jalur berbeda) ” ujar Ruby ketika dihubungi Kamis, 28 Agustus 2014.

Ruby menilai apabila bandwitch bertambah, maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih murah nantinya. “Stok bandwitch banyak, jadi lebih murah.” (Baca:Solusi Jaringan Konektivitas untuk Indonesia)

Menurut Ruby, pembangunan kabel laut di luar jalur bencana bercermin pada gempa Taiwan beberapa waktu lalu. “(Maka) dibuat di jalur anti gempa,” ujar dia.

Apabila proyek ini telah rampung, kata Ruby, koneksi Internet yang akan disediakan Telkom menjadi lebih cepat.

Dari segi bisnis, Ruby memperkirakan Telkom akan membuat tampilan pemasaran baru yang akan menarik pelanggan. “Tergantung respon pasar, nanti akan diubah packaging-nya,” ujarnya.

Menurut Ruby, dengan dibangun di wilayah Indonesia timur, maka koneksi Internet wilayah Indonesia timur harusnya menjadi lebih murah. “Tidak perlu memakai link-link yang ada di Jakarta,” katanya.

PRIO HARI KRISTANTO

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 82 other followers