Archive for ‘Corporate spotlight’

April 23, 2014

Investor Ragukan Integritas BCA

Investor Ragukan Integritas BCA

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO Jakarta:Penetapan status tersangka terhadap Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo dalam kaitan dengan pembayaran pajak PT Bank Central Asia Tbk memberi dampak buruk kepada saham emiten tersebut. Dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin, nilai saham emiten berkode BBCA itu turun 125 poin (1,12 persen) menjadi Rp 11.050 per lembar.

Penurunan tersebut bertolak belakang dengan kenaikan harga saham emiten bank berkapitalisasi besar, seperti PT Bank BRI Tbk yang naik 150 poin (1,49 persen) menjadi Rp 10.200 dan PT Bank Mandiri Tbk yang naik 25 poin (0,25 persen) menjadi Rp 9.850. Saham BCA yang berpindah tangan sebanyak 226.074 lot atau jauh di atas rata-rata tiga bulan sebanyak 168.966 lot. (Baca:Efek Kasus Hadi, Saham BCA Turun 150 poin)

Analis dari PT Recapital Securities, Agustini Hamid, memperkirakan, terungkapnya kasus pajak BCA bakal menggerus kepercayaan pelaku pasar atas emiten bank. Jadi, tak mengherankan jika pelaku pasar mengurangi kepemilikan saham pada bank itu. “Publik mulai mencemaskan integritas dan manajemen risiko yang dimiliki BCA,” ujarnya, Selasa, 22 April 2014.

Dia mengimbuhkan, sebelum muncul kejelasan informasi kepada publik, saham BCA diperkirakan masih akan terus melanjutkan koreksi. Persepsi yang sedang memburuk menjadi faktor utama yang membuat pelaku pasar meninggalkan sementara BCA. “Fraud adalah hal yang tak bisa ditoleransi investor saham,” kata Agustini.

Meski demikian, Agustini mengatakan, kasus ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham BCA. Menurut dia, kecemasan terhadap rilis kinerja kuartal pertama 2014 membuat sektor saham perbankan kurang diminati dalam jangka pendek. Ancaman perlambatan pertumbuhan kinerja perbankan membuat prospek emiten perbankan tahun ini rendah. (Baca:Perkara Hadi Poernomo, BCA Klaim Tak Langgar UU)

Analis dari BNI Securities, Thendra Chrisnanda, juga memandang efek negatif penangkapan Hadi Poernomo terhadap harga saham BCA hanya sementara. Alasannya, saham-saham perbankan, termasuk BCA, selalu menjadi primadona pelaku pasar. “Likuiditas dan kapitalisasi pasar yang besar membuat sektor saham perbankan selalu menarik,” kata dia.

MEGEL | M. AZHAR | MARIA YUNIAR

 

++++

Dari Media Indonesia

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2014/04/23/ArticleHtmls/KPK-Bidik-Manajemen-BCA-23042014001010.shtml?Mode=1#

[Koran-Digital] KPK Bidik Manajemen BCA

KPK Bidik Manajemen BCA

Selain Hadi Poernomo, KPK meyakini ada pihak lain yang terlibat pelolosan pengajuan keberatan pajak BCA, termasuk kemungkinan pihak manajemen BCA.

PASCAPEMBERIAN kado status tersangka kepada mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo di hari ulang tahunnya, Komisi Pemberantasan Korupsi kini membidik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).KPK akan mendalami dugaan ke terlibatan BCA dalam pengajuan keberatan transaksi non-performing loan (NPL) sebesar Rp5,7 triliun tahun pajak 1999. Bahkan, KPK menduga ada aliran dana dari BCA kepada Hadi.

“Nanti swastanya (BCA) juga akan dikembangkan untuk mengetahui siapa yang terlibat. BCA pasti akan kita periksa,“ tegas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemeriksaan pihak BCA untuk mengembangkan sejauh mana keterlibatan pihak swasta yang membuat Hadi Poernomo mengubah keputusan Direktorat Pajak Penghasilan (PPh) dari menolak menjadi menerima seluruh keberatan pajak tersebut.

“Kasus ini kan ada kemiripan dengan Gayus (Tambunan), yakni ada yang mengajukan permohonan pembebasan pajak, kemudian modusnya diberikan, lalu ada kick back (timbal balik), ada aliran,“ kata Busyro.

Saat ditanya bentuk timbal balik yang diterima Hadi, Busyro mengatakan sedang ditelusuri dan dikembangkan KPK karena saat ini yang baru ditemukan ialah kerugian negara sebesar Rp375 miliar.

“Kami belum masuk ke sana (tindak pidana pencucian uang/TPPU), tapi tidak tertutup kemungkinan kalau ada unsur TPPU-nya, kami akan masuk ke sana,“ tukasnya.

Ketika menyadari BCA bakal dibidik KPK, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menggelar jumpa pers untuk menjelaskan latar belakang pengajuan keberatan pajak dari hasil transaksi aset bermasalah (lihat grafik).

“Ini permasalahan karena adanya perbedaan pendapat tentang pencatatan antara manajemen dan Ditjen Pajak,“ kilah Jahja. Saat ditanya apakah dirinya siap menghadapi penyidik KPK, Jahja enggan menjawab. Bahkan, ia cenderung mengalihkan pembicaraan meski diserbu pertanyaan serupa dari puluhan wartawan.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengisyaratkan adanya pihak lain terlibat bersama Hadi. “KPK menemukan fakta dan bukti yang akurat dan menetapkan HP selaku Dirjen Pajak periode 2002-2004 dan kawan-kawan sebagai tersangka,“ kata Abraham di Gedung KPK, Jakarta (21/4).
Dicegah Menyusul penetapan tersangka bagi Hadi yang baru saja pensiun dari jabatan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ditjen Imigrasi Kemenkum dan HAM mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri selama enam bulan.

“ P e n c e g a h a n ke luar negeri terhadap Hadi Poernomo berlaku 21 April kemarin,“ kata Kepala Humas Ditjen Imigrasi Heryanto.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut dengan penetapan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus ko rupsi. Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, SBY meng aku baru mengetahui penetapan status tersangka itu melalui media massa. “Biarlah hukum yang ber jalan,“ ujarnya di Istana Merdeka, kemarin.

Hal senada diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang mengetahui kejadian dari wartawan.

Hatta berharap publik tidak langsung menghakimi Hadi Poernomo. (Wes/ Nov/Che/X-9) 

 

 

April 23, 2014

Kasus Hadi Poernomo, Ini Sebab BCA Belum Dijerat  

Kasus Hadi Poernomo, Ini Sebab BCA Belum Dijerat  

Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi keberatan pajak PT Bank Central Asia. Meski begitu, KPK belum menjerat pejabat BCA.

Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, penyidik ingin bekerja secara akurat dalam penyidikan. (Baca juga: Efek Kasus Hadi, Saham BCA Turun 150 Poin.) “Itu istimewanya KPK, tak bisa mempercepat kalau tak akurat,” kata Busyro, Selasa, 22 April 2014.

KPK mempunyai prinsip bergerak tepat, akurat, dan akuntabel. Namun Busyro menolak bila KPK dikatakan lamban. “Kalau lamban kan lola, alias loading-nya lama.” (Skandal Pajak Hadi Poernomo, KPK Endus Peran BCA)

Dalam tahap penyelidikan, Busyro melanjutkan, penyidik pernah memeriksa perwakilan BCA. Ke depannya, KPK bakal memanggil siapa pun, termasuk staf BCA, untuk diperiksa di tingkat penyidikan. “Siapa saja, nanti harus dipanggil sebagai saksi berdasarkan penyelidikan sebelumnya dan penyidikan saat ini,” ujar Busyro. “Jadi sasarannya memang begitu.” (Hadi Poernomo Tersangka, BCA Bakal Buka Mulut)

Hadi menjadi tersangka pada 21 April 2014, tepat pada hari pensiunnya sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sekaligus ulang tahunnya ke-67. Penyidik menganggap Hadi melakukan kejahatan korupsi ketika menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004.

Melalui nota dinas ND-192/PJ/2004, ia mengabulkan permohonan keberatan pajak BCA atas koreksi fiskal pemeriksa pajak senilai Rp 5,7 triliun. Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp 375 miliar. (Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California)

Untuk memperlancar penyidikan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melarang Hadi bepergian ke luar negeri. Wakil Menteri Hukum Denny Indrayana mengatakan pencegahan itu dilakukan berdasar surat permintaan dari KPK dan berlaku hingga enam bulan ke depan.

MUHAMAD RIZKI | NUR ALFIYAH

April 3, 2014

Indo Tambangraya Ekspansi Bikin Pembangkit Listrik

dari kata data

 

02 April 2014

KATADATA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk berencana melakukan ekspansi membangun pembangkit listrik. Langkah ini sebagai diversifikasi mengantisipasi harga batu bara yang masih belum stabil.

Edward Manurung, Direktur Keuangan Indo Tambangraya Megah, mengatakan pihaknya masih mempelajari rencana bisnis baru yang akan digeluti perseroan.  “Capex (capital expenditure/ belanja modal) akan kita gunakan untuk ekspansi, seperti coal power plant yang sedang kita pelajari,” kata dia kepada wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (2/4).

Dia menjelaskan, kapasitas pembangkit listrik tersebut akan lebih besar dari pembangkit yang dimiliki perseroan di Bontang, Kalimantan Timur yang kapasitasnya 2×7 mega watt. Nantinya listrik yang dihasilkan akan dikomersialkan ke pihak lain, seperti Perusahaan Listrik Negara.

“Proyek ini bisa bekerja sama dengan pihak lain atau dibangun sendiri. Tergantung mana yang lebih menguntungkan untuk stakeholder,” kata Edward.

Namun Edward belum mau menyebutkan dana investasi yang akan dipakai untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik ini. Dia beralasan besaran dana investasi tergantung pada kapasitas listrik yang akan dibangun.

Lebih lanjut, dia menyebutkan perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 86 juta pada tahun ini, naik dari US$ 35,9 juta pada 2012. Dana capex tersebut berasal dari kas internal. Selain untuk membangun pembangkit listrik juga akan dipakai untuk perbaikan infrastruktur dan mengakuisisi tambang batu bara.

Sementara itu, Indo Tambangraya Megah menargetkan penjualan pada tahun ini sebesar 29,7 juta metrik ton. Sedikit meningkat dari penjualan pada tahun lalu yang mencapai 29,1 juta metrik ton.

Tahun lalu, penjualan bersih perseroan turun 11 persen dari US$ 2.439 juta pada 2012 menjadi  US$ 2.179 juta. Turunnya penjualan tersebut akibat harga batu bara yang melemah dari rata-rata US$ 90 per ton menjadi US$ 74,9 per ton pada tahun lalu. Ini mengakibatkan laba bersih perseroan turun 47 persen dari US$ 432 juta menjadi US$ 230 juta.

Direktur Pemasaran Hartono Widjaja mengatakan meskipun harga batu bara dunia sedang turun, tetapi untuk batubara kualitas medium akan bertahan. Sedangkan untuk kualitas rendah diperkirakan akan menurun. “Kualitas yang low tumbuh tapi tahun ini akan banyak di medium.”

Laporan: Desy Setyowati - See more at: http://www.katadata.co.id/1/1/news/indo-tambangraya-ekspansi-bikin-pembangkit-listrik/1337/#sthash.WgvXvTR8.dpuf

March 24, 2014

Hutama Karya masuk bisnis energi

Sayang perusahaan BUMN ini tidak diprivatisasi atau dijual sahamnya ke publik

 

Dari Kontan online

EKSPANSI BISNIS

 

Oleh RR Putri Werdiningsih - Senin, 24 Maret 2014 | 07:19 WIB
 
 
 
Telah dibaca sebanyak 506 kali
 
 
 
 
 
 
Hutama Karya masuk bisnis energi
  •  n
 
 

JAKARTA. Setelah memiliki tiga anak usaha, PT Hutama Karya siap tambah anak usaha pertengahan tahun ini. Perusahaan plat merah ini berencana membentuk anak usaha yang menangani kontrak-kontrak sektor energi dan beberapa proyek lain.

Anak usaha baru ini sejatinya buah pemisahan atau spin off divisi energi dalam struktur Hutama Karya. “Kami berencana membuat Hutama Karya Energi sekitar pertengahan tahun nanti,” ungkap Widi Suharyanto, General Manager Pemasaran PT Hutama Karya, akhir pekan lalu.

Mengenai komposisi kepemilikan saham, rupanya perusahaan ini tidak berniat mengundang mitra. Hutama Karya bakal menguasai 99% saham Hutama Karya Energi. Barulah sisanya 1% menjadi milik karyawan.

Yang jelas, menurut Widi, aksi pelepasan divisi menjadi anak perusahaan dilakukan agar divisi energi dapat semakin berkembang. Dia menyampaikan, sepanjang tahun 2013, divisi energi memberikan kontribusi cukup baik bagi perusahaan. Dari total kontrak sebesar Rp 10,4 triliun, sekitar 10%-15% di antaranya merupakan sumbangan dari divisi energi. Jadi, jika dihitung, sumbangan divisi energi berkisar antara Rp 1,04 triliun-Rp 1,56 triliun.

Nanti, setelah menjadi anak usaha, Hutama Karya Energi meneruskan pekerjaan rumah yang sudah menjadi agenda divisi ini. Semisal, mengincar tender proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pabrik kantong semen.

Kontrak Rp 14 triliun

Namun, Hutama Karya sepertinya tak mau setengah-setengah memanfaatkan anak usaha keempatnya. Perusahaan ini bakal memaksimalkan anak usaha ini untuk menggarap sektor di luar energi.

Widi bilang, Hutama Karya Energi akan membidik proyek pembangunan pabrik gula. Sayang, dia masih enggan menjelaskan detail proyek yang dimaksud, termasuk siapa mitra yang digandeng.

Selain anak usaha baru, masih di tahun 2014, Hutama Karya juga mengincar kontrak baru sebesar Rp 14 triliun. Jumlah ini berarti meningkat 34,6% dari perolehan kontrak di tahun 2013.

Menurut Widi, sebagian besar kontrak tahun ini merupakan proyek pemerintah. Komposisinya, 50% proyek pemerintah, 30% proyek BUMN, dan 20% proyek swasta. Perusahaan ini sengaja membidik lebih banyak proyek pemerintah lantaran lebih terjamin dari sisi pembayaran. “Kalau proyek swasta, kami masih harus berhati-hati memilih mitra,” terang Widi.

Hingga bulan Februari kemarin, perusahaan ini sudah mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun. Beberapa proyek yang masuk dalam kontrak baru tersebut, seperti proyek pembangunan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu senilai Rp 1,2 triliun. Ada pula proyek pembangunan bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur senilai sekitar Rp 600 miliar. Widi optimistis, Hutama Karya bisa meraih kontrak Rp 3 triliun pada kuartal III-2014.

Berangkat dari target kontrak yang diincar tahun ini, Hutama Karya berharap bisa mengejar pendapatan Rp 8 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan 2013 yang diakui Widi sebesar Rp 6,5 triliun, berarti diharapkan ada lonjakan 23,08%. Khusus untuk Hutama Karya Energi, perusahaan ini belum bisa memastikan target kontribusi anak usaha baru itu.

Sejak berdiri tahun 1960, Hutama Karya sudah memiliki tiga anak perusahaan, yakni PT HK Realtindo, perusahaan yang membidangi bisnis properti dan perumahan, serta PT Hakaaston, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi sipil. Terakhir, PT Hakapole, perusahaan yang berkonsentrasi di bisnis industri baja.        n

Editor: Anastasia Lilin
February 17, 2014

Elnusa Minta Bank Mega Cairkan Dana Deposito

Ngeyel juga Bank besutan si Chairul Tanjung, sudah menilep duit tidak mau membalikan lagi..  

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 05:50 WIB

 

Elnusa Minta Bank Mega Cairkan Dana Deposito

TEMPO/Rully Kesuma

 
TEMPO.CO Jakarta - Perusahaan jasa hulu migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) meminta agar PT Bank Mega Tbk (MEGA) segera mencairkan dana deposito miliknya menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Bank Mega, akhir pekan lalu. Legal and Contract PT Elnusa, Sonny Suryanto mengaku telah mendengar putusan MA yang menolak kasasi Bank Mega terkait kasus pembobolan rekening deposito perusahaan itu. Namun Sonny mengaku belum mendapatkan salinan putusan dari MA tersebut. “Kami sudah membaca di online dan sudah keluar putusannya,” kata Sonny saat dihubungi Tempo, akhir pekan lalu. (Lihat juga : BI Kunci Escrow Account Bank Mega Rp 191 Miliar) Sonny mengatakan manajemen perseroan saat ini menunggu salinan putusan MA untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Namun Sonny menegaskan, jika permohonan kasasi Bank Mega ditolak, maka sudah seharusnya dana deposito sebesar Rp 111 miliar di Bank Mega bisa cair. “Jika menang, maka Bank Indonesia bisa mencairkan. Saat ini escrow accountBank Mega masih dipegang oleh BI,” katanya. Juru bicara Bank Mega, Gatot Aris Munandar, ketika dihubungi belum mau berkomentar soal kabar itu. Untuk diketahui pada periode 2009 – 2010 terjadi pembobolan rekening deposito senilai Rp 111 miliar milik PT Elnusa dan deposito Rp 80 miliar milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. MA memutus bersalah 6 orang dalam kasus pembobolan dana PT Elnusa, di antaranya Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Itman Harry Basuki, Direktur Keuangan PT Elnusa Santun Nainggolan, dan pejabat sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pembobolan dana tersebut. (Lihat juga : OJK Diminta Berani dan Transparan Terhadap Fraud) Pada Februari 2013, PT Elnusa telah memenangkan kasus perdata ini di tingkat banding Pengadilan Tinggi Jakarta. Selain nilai deposito senilai Rp 111 miliar, PT Elnusa juga meminta Bank Mega mencairkan bunganya sebesar 6 persen per tahun. Putusan itu tertuang dalam salinan resmi putusan perkara perata Nomor 377/Pdt/2012/PT DKI. Terhitung dengan kemenangan di tingkat MA, merupakan yang ketiga kali bagi PT Elnusa memenangkan kasus pembobolan deposito di Bank Mega tersebut. Putusan pertama pada 22 Maret 2012, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor putusan 284/PDT.G/2011/PN.JKT.SEL juga mengharuskan Bank Mega segera mencairkan dana deposito Ep 111 miliar beserta bunganya 6 persen per tahun. ANGGA SUKMA WIJAYA
February 15, 2014

Mal Tolak Barang Bajakan

Sudah seharusnya.. Selain barang bajakan, minuman, obat oplosan dan jamu oplosan juga harus dilarang dan dibasmi.
Ke depannya mungkin jangan hanya Mall tapi juga pasar basah dan warung pinggir jalan. Selama ini pasar tradisional dan kaki lima masih menjual barang bajakan dan obat oplosan.

 

SABTU, 15 FEBRUARI 2014

kompas logo

Produk yang Dibeli Konsumen Lebih Terjamin

JAKARTA, KOMPAS — Larangan penjualan barang-barang bajakan di pusat perbelanjaan berdampak positif. Hal ini tak hanya terkait masalah teknis dan hukum, tetapi juga masalah instrumen perdagangan. Para pengelola pusat perbelanjaan atau mal sudah menegaskan mengenai larangan ini.Ketua Bidang Kerja Sama, Asosiasi, dan Pemerintah Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Andreas Kartawinata di Jakarta, Jumat (14/2), menjelaskan, larangan penjualan barang bajakan sudah disampaikan pengelola pusat perbelanjaan kepada penyewa atau pemilik.

”Larangan penjualan barang bajakan berdampak positif karena konsumen terjamin. Hanya, pengelola tidak bisa menjadi pengawas pelaksanaan. Itu tugas pemerintah,” kata Andreas.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat saat ini sedang membahas revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang melarang pengelola mal menjual barang hasil pelanggaran hak cipta.

Para pengelola berupaya memberikan perlindungan kepada konsumen terkait beredarnya barang bajakan dengan membuat mekanisme kontrak dengan penyewa. ”Jika ada penyewa yang mengedarkan barang bajakan, secara administratif pengelola mengirim teguran. Jika teguran tidak dipedulikan, kontrak sewa bisa diputus sebelum masa kontrak selesai,” ujar Andreas.

Barang-barang yang rawan dibajak atau dipalsukan adalah perangkat lunak komputer, film, lagu, dan produkfashion berupa tas. ”Sejak aturan larangan penjualan barang bajakan itu diimplementasikan tahun lalu, sebagian besar pusat perbelanjaan sudah bersih,” ujar Andreas.

Apalagi, kata Andreas, mal yang besar dan menjual produk asli hampir tak ditemukan lagi produk bajakan. Hanya saja, memang masih ada persoalan di beberapa mal, terutama karena masalah penyewa,” ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan, saat ini barang bajakan tidak melulu menjadi masalah hak cipta, tetapi juga merupakan instrumen yang memengaruhi perdagangan. ”Di negara-negara maju, pembajakan menjadi instrumen yang memengaruhi perdagangan. Implementasi Undang-Undang Perdagangan juga bisa memperkuat pengawasan barang bajakan,” kata Bayu.

Menurut Bayu, ada tiga hal yang perlu untuk mengatasi masalah perdagangan. Pertama, implementasi regulasi yang sudah ada, yakni UU Hak Cipta dan UU Perdagangan.

Kedua, pemahaman masyarakat soal kategori barang asli dan barang bajakan. Ketiga, insentif bagi pelaku usaha yang memproduksi produk asli.

”Selain menghormati hak cipta, pelaku usaha juga sekaligus memberikan insentif kepada perdagangan yang adil,” kata Bayu. (Aha)

 

February 12, 2014

Apakah Terlalu Dini Jika Grup Bakrie Disebut Bangkrut?

Karena kelakuannya yang doyan menipu investor dan masyarakat, tidak heran Group Bakrie masa depannya akan suram.


Ipotnews - Grup Bakrie semakin giat menjual aset-aset yang dimilikinya tanpa melakukan pengembangan. Apakah aksi jual aset tersebut sebagai upaya mengurangi beban utang-utangnya atau lebih parahnya sebagai alasan bahwa Grup Bakrie kini tinggal menunggu kebangkrutan?

Belum lama ini, PT Bakrie Swastika Utama (BSU) selaku entitas anak PT Bakrieland Development Tbk ( [ELTY 50 0 (+0,0%)]) melakukan transaksi jual beli ruang ritel di kawasan Rasuna Epicentrum kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk ( [BSDE 1,565 0 (+0,0%)]) senilai Rp297 miliar.

Akuisisi ruang ritel yang dilakukan emiten tersebut mencakup area seluas sekitar 14.850 meter persegi.

“Dengan menjual asetnya, Grup Bakrie merasa sudah untung, dia (Grup Bakrie) realisasikan dan kebetulan ada yang minat, kalau di kondisi sektor riil sekarang, kalaupun jual tinggi tapi engga ketemu pembelinya, sama saja cuma di atas kertas,” kata Riset Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya kepada Ipotnews, Rabu (12/2).

William menyebutkan, terlalu dini jika Grup Bakrie disebutkan bangkrut, karena menurutnya aksi jual beli aset tersebut sebagai satu langkah perusahaan untuk mengembangkan bisnis yang tengah dipersiapkannya.

“‎​Terlalu dini jika Grup Bakrie dibilang bangkrut, kalau soal akuisisi, itu hanyalah sebagai realisasi profit dari investasi dia selama ini, sepertinya Grup Bakrie sedang mempersiapkan untuk langkah langkah inovasi ke depan,” imbuh William.

Dalam laporan tertulisnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE Hermawan Wijaya menyebutkan, tujuan pembelian tersebut sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis secara anorganik terutama untuk memperkuat segmen pendapatan recurring income (pendapatan berkelanjutan) Perseroan.

“Langkah akuisisi lahan ritel ini diharapkan akan memperkuat proporsi recurring income menjadi 20:80 dalam lima tahun mendatang. Di mana saat ini posisi recurring income berada di kisaran 15:85 terhadap pendapatan penjualan produk (sales development),” imbuh Hermawan.

Adapun anchor tenant di antaranya Farmer Market, Electronic City, Avara Lounge, dan restoran Ming. Epicentrum Walk merupakan life style mall yang menyasar konsumen bersegmentasi A-AB+ yang berkantor dan bertempat tinggal di sekitar kawasan premium Kuningan.

(Iwan/mk)

February 12, 2014

Dahlan Bantah Mandiri dan BRI Akan Akuisisi BTN

Ada apa dengan kementrian BUMN ??  Setelah “gagal” mengagas akusisi Pertamina PGAS, dan Pertamina -PT Bukit Asam. sekarang coba coba dengan akusisi Bank Mandiri- BRI -Bank BTN. Pekerjaan rumah yang penting kementrian ini yang terbengkalai adalah : revitalisasi PG GULA , dan holdingisasi PT Perkebunan Negara,  hasil capaiannya masih sangat minim ! PG Gula mana yang sudah berhasil efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas, mana ?? PTPN juga sami mawon,dari sekian banyak PT hanya beberapa yang berhasil mencetak laba.

coba kembali ke khitah nya saja lah; efisiensi dari BUMN dan kurangi jumlah BUMN yang busuk.

 

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 10:36 WIB

Dahlan Bantah Mandiri dan BRI Akan Akuisisi BTN  

Menteri BUMN Dahlan Iskan. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan enggan menanggapi isu akuisisi terhadap Bank Tabungan Negara oleh bank pelat merah lainnya, yakni Bank Mandiri dan Bank BRI. Dia mengatakan belum mendengar rencana akuisisi tersebut. “Enggak dengar saya, enggak tahu,” katanya di Jakarta, 11 Februari 2014.

Sejauh ini, kata dia, Kementerian belum memiliki rencana agar BTN diakusisi oleh bank lain. “Belum ada sekarang, belum tahu juga nanti,” katanya. (Baca juga: Penyebab BTN Tunda Pemisahan Unit Syariah )

Sebelumnya berkembang isu Bank Mandiri dan BRI berebut mengakuisisi Bank BTN. Kemarin Direktur Utama BTN Maryono tidak membenarkan ataupun membantah isu tersebut. Ia hanya menjawab mengambang pertanyaan wartawan. “Bisa benar, bisa salah,” katanya. (Lihat juga: BTN Belum Naikkan Bunga Kredit Lagi)

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin enggan komentar mengenai rencana tersebut. Namun, ia mengakui telah menyiapkan dana sekitar Rp 10 triliun untuk mengembangkan bisnis non-organik perseroan. Hingga saat ini dia belum dapat menyebutkan secara detail lembaga keuangan apa yang akan diakuisisi. Perusahaan hingga saat ini tengah melakukan kajian terkait rencana akuisisi tersebut. (Berita terkait: Rasio Kredit Bermasalah BTN Turun 0,08 Persen)

Rencananya akuisisi pada BTN sebenarnya bukan wacana baru. Sekitar tahun 2005 wacana itu pernah mengemuka, yakni BTN akan diakuisisi BNI. Namun, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat menolak. Alasannya, akuisisi atau merger antar bank BUMN itu dapat berdampak pada porsi pengadaan rumah masyarakat berpendapatan rendah (masyarakat kelas menengah ke bawah).

ANANDA PUTRI

February 11, 2014

Bangun Smelter, Freeport Siap Rogoh Rp 22 Triliun

Harus dikejar nih komitmen Freeport

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Senin, 10/02/2014 18:13 WIB

http://images.detik.com/content/2014/02/10/4/freeportrozik.jpg

Jakarta -PT Freeport Indonesia (Freeport) berencana membangun pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga atau smelter senilai US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 22 triliun.

Freeport dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana melakukan studi untuk penentuan tempat yang ideal secara bisnis. Studi awal ini akan memakan waktu selama 3 bulan.

“Studi awal, butuh US$ 2,2 miliar,” kata Direktur Utama Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto saat MoU untuk pengkajian pembangunan pabrik pengolahan tembaga di Kantor Pusat Antam Jakarta, Senin (10/2/2014).

Tahap awal, Freeport bersama Antam akan mengkaji 4 lokasi yang bakal menjadi opsi pendirian pabrik smelter. Lokasi ini berada di Jawa Timur sebanyak 3 lokasi dan Papua sebanyak 1 lokasi. Setelah studi selama 3 bulan selesai dan menunjukkan hasil positif, akan dipilih 1 lokasi untuk pendirian pabrik smelter.

“Studi itu ada beberapa alternatif lokasi. Jatim ada 3 lokasi. 1 dekat Amamapare Papua. Itu 4 lokasi. Itu yang kita lakukan kajian. Secara detail akan dilakukan berdasar berbagai unsur pendukung untuk berdirinya 1 smelter tembaga,” sebutnya.

Untuk mendukung pembangunan pabrik smelter ini, pasokan listrik menjadi pertimbangan. Selain listrik, faktor yang akan menjadi penilaian adalah infrastruktur dan pelabuhan.

“Kebutuhan listrik 75 MW. Kalau di Jatim PLN bisa. Di sana ada kelebihan power 3.000 MW,” terangnya.

(feb/hen)

February 10, 2014

Kinerja Garuda Indonesia di 2013 babak belur

 

Dari Kontan online

Oleh Amailia Putri Hasniawati – Senin, 10 Februari 2014 | 17:38 WIB
Kinerja Garuda Indonesia di 2013 babak belur

JAKARTA. Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2013 rupanya babak belur. Laba bersih BUMN penerbangan ini anjlok hingga 10 kali lipat. Per akhir 2013, laba bersih perseroan hanya US$ 11,03 juta.

Sebagai perbandingan, akhir tahun 2012, laba bersih GIAA mencapai US$ 110,59 juta. Pendapatan usaha GIAA rupanya hanya naik tipis dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 3,71 miliar.

Sementara itu, beban usaha dan rugi kurs kian membengkak. Beban usaha GIAA naik dari US$ 3,29 miliar menjadi US$ 3,7 miliar. Di saat yang sama, beban akibat selisih kurs tercatat mencapai US$ 47,92 juta, naik lebih dari lima kali lipat dibanding 2012.

Pos lain yang membuat laba bersih Garuda mengkerut adalah selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan. Nilainya mencapai US$ 26,86 juta. Padahal, di pengujung 2012 nilainya hanya US$ 3,84 juta.

Emirsyah Satar, Direktur Utama GIAA dalam pernyataan resminya mengatakan, kinerja Garuda tahun lalu dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, dan tingginya harga bahan bakar.

Selain itu, tahun lalu perusahaan juga melakukan investasi dalam jumlah yang cukup besar untuk penambahan armada guna menunjang peningkatan operasional.

Salah satunya untuk mengembangkan bisnis Citilink sebagai armada berbiaya murah alias low cost carrier (LCC) yang beroperasi secara mandiri.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers