Archive for ‘Investment-Investor group’

May 28, 2012

Progresivitas Investasi 2013 Surut

PERTUMBUHAN EKONOMI
Progresivitas Investasi 2013 Surut

JAKARTA, KOMPAS – Pertumbuhan investasi pada 2013 diperkirakan tidak seprogresif dua tahun belakangan ini. Atas asumsi ini, perhitungan pemerintah yang menempatkan investasi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013 perlu dievaluasi.

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, akhir pekan lalu, menyatakan, investasi akan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013, menggeser posisi konsumsi domestik yang selama ini menjadi penyumbang utama. Alasannya, pertumbuhan investasi pada 2013 akan terus menanjak, diperkirakan di atas 10 persen.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Atmajaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko, Minggu (27/5), menyatakan, investasi bisa menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi jika tren pertumbuhan investasi sebagaimana terjadi selama dua tahun belakangan berlanjut pada 2013. Persoalannya, mencermati kondisi perekonomian dunia mutakhir, investasi tidak bisa diasumikan seprogresif tahun ini dan tahun lalu. Bahkan, kecenderungannya akan menurun.

Alasannya, dari sisi eksternal, kondisi global yang tidak stabil akan menyurutkan investasi, baik yang berbentuk investasi langsung maupun obligasi. Hal ini mengingat investasi di Indonesia mayoritas berasal dari luar negeri. Sementara dari sisi domestik sangat bergantung pada seberapa besar pemerintah membenahi iklim investasi.

”Indikator yang bisa dijadikan acuan adalah pengakuan lembaga pemeringkat. Kalau Standard and Poor’s (S&P) tidak memberikan status layak investasi pada semester II-2012 dan dua pemeringkat lain (Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service) memberikan outlook negatif, bisa dipastikan investasi tidak akan seprogresif tahun ini dan tahun lalu,” kata Prasetyantoko.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi pada 2011 senilai Rp 251,3 triliun dari target senilai Rp 240 triliun. Sementara pada 2012, sebagaimana pernah disampaikan Kepala BKPM Gita Wirjawan, target investasi senilai Rp 290 triliun. Sampai dengan triwulan I-2012, realisasinya mencapai Rp 71,2 triliun atau 24,5 persen.

Pasar domestik

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan hal ini di Jakarta, perekonomian global bakal mengalami tekanan berat tahun 2013 sehingga Indonesia kembali harus mengandalkan pasar domestik untuk tetap tumbuh.

”Kita harus mewaspadai krisis global tahun 2013 karena kali ini yang terkena adalah negara-negara, bukan lagi perusahaan-perusahaan seperti tahun 2008. Pemerintah jangan terus berteori tanpa melihat kenyataan kebijakan yang dibuat sekarang tidak ada yang berjalan di lapangan,” ujar Sofjan. (LAS/HAM)

February 7, 2012

Tiger Airways completes 33% investment in Mandala

Tiger Airways completes 33% investment in Mandala
A | A | A |
The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 02/07/2012 3:10 PM A | A | A |

Tiger Airways Holdings Limited (Tiger Airways) announced the completion of a 33% investment in the Indonesian firm PT Mandala Airlines (Mandala) in Singapore, Tiger Airways CEO Chin Yau Seng said on Tuesday.

Tiger Airways’ investment in Mandala will be held through its wholly-owned subsidiary in Singapore, Roar Aviation Pte. Ltd.

Mandala has undergone a financial restructuring process in accordance with Indonesian law. The largest shareholder in the restructured Mandala will be the Saratoga group, which will hold a 51.3% stake. The remaining 15.7% will be held by the previous shareholders and creditors of Mandala.

The next stage of the process is to reactivate Mandala’s Air Operators Certificate (AOC), which has been frozen since the suspension of its operations in Jan. 2011. The AOC is expected to be reactivated in February, after which flight sales will commence ahead of the resumption of flights in April.

The restructured airline will adopt the Tiger Airways business model, and plans to offer low fare travel to international and domestic destinations in Indonesian within a 5-hour flying radius. Like other airlines in the Tiger Airways Group, the restructured airline would also operate Airbus A320 aircraft.

Further information on the number of aircraft, the initial routes and destinations will be announced once all approvals have been granted by the regulators and authorities.

“We are pleased to have completed this transaction and are excited about the re-launch of Mandala’s operations once its AOC has been reactivated,” said Chin Yau Seng in a written statement.

“Mandala is the first of Tiger Airways’ joint venture “Cubs” and represents a significant step in our efforts to expand our “paw-print” in this region.”

Sandiaga Uno, founding partner of Saratoga group said, “We are delighted by the successful completion of this investment with our valued partners. We take great pride in helping to return Mandala, a well-loved Indonesian icon, to the skies of Indonesia.” (nfo)

January 13, 2012

Google Pasang Komitmen Di Indonesia

Google Pasang Komitmen Di Indonesia
Oleh Gloria Natalia
Rabu, 11 Januari 2012 | 15:45 WIB

Berita Terkait

KABAR JABAR: PT Pos Siap Salurkan KUR Ke Pelosok Desa
Pandi Akan Sediakan Fasilitas Sub Level Domain Gratis
INTERNET INDONESIA: Tak Pernah Lepas Dari Sengketa
KABAR BANDUNG: Omzet Kuliner Online Capai Puluhan Miliar
Thompson Jadi CEO Baru Yahoo!
JAKARTA: Penetrasi Internet yang tinggi membuat Google menguatkan diri di Indonesia dengan meluncurkan program Bisnis Lokal Go Online.

Program yang beralamat di www.bisnisgoonline.com ini merupakan situs bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membuat situs, domain, dan hosting. Tahun ini Google menargetkan dapat meraup 100.000 UKM memperoleh situs dan domain gratis selama setahun.

Managing Director Google Asia Tenggara Julian Persaud mengatakan program ini meluncur di Indonesia karena, salah satunya, pertumbuhan ekonomi Indonesia baik. Hingga akhir 2011 pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 6,5% dibandingkan 2010.

“Ini merupakan komitmen panjang kami di Indonesia dengan cara bekerjasama pemerintah, Kadin, dan lain-lain. Bukan persoalan benefit uang dalam jangka pendek, tapi soal ekosistem yang hendak kami definisikan,” tuturnya di Jakarta hari ini.

Dalam menumbuhkan komitmen di Indonesia, Google menggandeng Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Industri, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Juga merangkul Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (Aptikom), Melsa, dan Multiply.com sebagai mitra program.

Julian memaparan program Bisnis Lokal Go Online didasari pesatnya pertumbuhan bisnis go online di Indonesia selama tiga tahun ini, walau jumlah UKM yang memunculkan diri via website masih sedikit. Meminjam data Badan Pusat Statistik, baru 0,44% atau 75.000 UKM dari total 17 juta UKM di Indonesia memiliki website sendiri.

Padahal, menurut Julian, pendapatan Internet mampu menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB). Laporan Deloitte Access Economics yang dimandatkan Google Asia Pasifik menyatakan total pendapatan Internet pada 2011 sebesar Rp116 triliun atau US$13 miliar, setara 1,6% dari PDB 2011.

Deloitte memprediksi pada tahun ini pertumbuhan pendapatan Internet di Indonesia naik 16% hingga 17% dari total pendapatan Internet 2011. Angka ini bakal tumbuh tiga kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh dalam lima tahun mendatang. Hingga 2016 diperkirakan Internet menyumbang 2,5% dari total PDB.

“Penetrasi Internet Indonesia yang tinggi menyebabkan maraknya e-commerce. Ini jadi kesempatan besar bisnis online di sini,” ujar Julian.(api)

December 15, 2011

Indonesia Menanti Investment Grade Selama 13 Tahun

Kamis, 15/12/2011 20:14 WIB
Indonesia Menanti Investment Grade Selama 13 Tahun
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Masuknya Indonesia ke investment grade bukan hanya penantian pemerintah. Pelaku usaha pun mengakui telah menanti posisi bergengsi tersebut selama 13 tahun lalu.

Menurut pemilik Saratoga dan Recapital Sandiaga S Uno, peringkat investment grade pernah digapai Indonesia pada 1997. Kemudian setelah krisis 1998, peringkat itu berangsur turun.

“Ini yang kita tunggu-tunggu lebih 13 tahun menanti kembalinya Indonesia di belantika investment grade,” kata Sandiaga kepada detikFinance, Kamis (15/11/2011)

Sandi berharap dengan adanya status ini, para investor yang sebelumnya tak bisa investasi di Indonesia bisa segera merealisasikannya di Indonesia. Bahkan ia meyakini kondisi ini akan berimbas pada korporasi di Indonesia.

“Juga cost of fund dari semua korporasi dan sovereign akan turun,” harap mantan ketua umum HIPMI itu.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia ke level ‘Investment Grade’. Meski dianggap agak sedikit terlambat, status ini akan membuat Indonesia setara dengan sejumlah negara-negara maju.

Fitch dalam keterangannya menjelaskan telah menaikkan Long-Term Foreign- and Local-Currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi ‘BBB-’ dari ‘BB+’ dengan outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling dinaikkan menjadi ‘BBB”, dan Short-Term Foreign-Currency IDR dinaikkan menjadi to ‘F3′.

“Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati”, kata Philip McNicholas, Director group Fitch’s Asia-Pacific Sovereign Ratings dalam siaran persnya, Kamis (15/12/2011).

++++++++++++++++++++

Gita Wirjawan: Pengakuan Fitch Ratings Sedikit Terlambat
Jakarta | 22:07 Thu, 15 Dec 201113

Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Jurnas.com | PENETAPAN Indonesia dalam peringkat investment grade menurut Menteri Perdagangan yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan adalah kabar gembira. Namun, pengakuan itu dikatakannya sedikit terlambat. “Sesuai dengan harapan walaupun agak terlambat sedikit,” kata Gita, Kamis (15/12).

Ia menjelaskan peringkat yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat Fitch Rating itu berdampak positif tidak hanya terhadap iklim investasi tetapi juga perdagangan Indonesia. “Sewajarnya, kenaikan peringkat ini akan meningkatkan FDI (Foreign Direct Investment) sebesar kurang lebih satu persen dari PDB (Produk Domestic Bruto),” ungkapnya.

Dihubungi terpisah Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan prospek investasi jangka panjang di Indonesia akan bagus dengan peringkat ini. Investor akan makin banyak melirik Indonesia untuk lahan investasi. “Khususnya di sector riil karena Indonesia dianggap stabil dan resikonya kecil,” kata Difi.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menaikkan peringkat longterm foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+. Outlook atas kedua peringkat tersebut stabil.

Penulis: Nofrita

December 8, 2011

Satu Lagi BUMN Cina Tertarik Investasi di Indonesia

Satu Lagi BUMN Cina Tertarik Investasi di Indonesia
Republika – Rab, 7 Des 2011

Email
Cetak
BERITA LAINNYA

Awal Kebab ‘Baba Rafi’ Berdiri, Dikira Jualan Martabak
Republika – 43 menit yang lalu

Muliaman Dan Ronald Deputi Gubernur Baru BI
Antara – 18 jam yang lalu
Bandara Fatmawati Ditingkatkan Menjadi Bandara Internasional
Antara – 9 jam yang lalu
More »
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyatakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Cina tertarik berinvestasi di sektor tambang. Namun Kementerian Perindustrian mengajukan syarat kepada BUMN tersebut untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan mineral karena Undang-Undang Minerba akan melarang segala jenis impor produk tambang dan mineral.
Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, BUMN asal Cina itu sebenarnya ingin membangun pabrik semen di Papua akan tetapi hal itu tidak jadi dilaksanakan. Hanya saja BUMN tersebut meminta saran untuk berinvestasi pada usaha pertambangan dan pembangkit listrik. ‘’Kalau cocok, bulan depan (Januari tahun 2012) mereka akan kembali,’’ ucap Hidayat di kantornya, Kementerian Perindustrian, Selasa (6/12).
Cuma lagi-lagi Hidayat menyatakan BUMN asal Cina itu memang baru memasuki masa penjajakan. Ia pun juga menambahkan saat BUMN meminta saran, pihaknya menerangkan minimal biaya pembangunan di luar Jawa mencapai Rp 1 Triliun dan besaran biaya pun takkan berbeda jauh jika ditambah pembangunan smelter.
Ia juga menambahkan jika ia membangun di luar Jawa dengan dana sebesar itu, BUMN tersebut akan mendapatkan tax holiday. Bahkan jika BUMN tersebut membangun smelter maka ia bisa mendapatkan tax allowance.
Hidayat memang pernah mengatakan sejak dua tahun terakhir lebih dari enam perusahaan BUMN/BUMD asal Cina berminat untuk berinvestasi di sektor manufaktur dan infrastruktur. Bahkan nilainya pun bisa mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS)

December 6, 2011

Sime Darby Investasi Rp 936 M bangun refinary

investor daily 6 dec 2011
JAKARTA – Refinary milik PT Minamas
Gemilang yang tengah dibangun di Kalimantan
Selatan akan mulai beroperasi pada kuartal III-
2012. Nilai investasi pabrik pengolahan itu
mencapai Rp 936 miliar.

Investor Daily/ ANTARA/Dana/ama/11
Head of Plantations PT Minamas
Mohammad Gozali Bin Yahya mengatakan,
refinary tersebut merupakan
pabrik pertama anak perusahaan
Sime Darby di Indonesia.
“Refinary kami akan beroperasi pada
kuartal III-2012,” kata dia di sela
penyerahan beasiswa Rp 4,6 miliar
di Jakarta, Senin (5/12).
Di seluruh dunia, perusahaan
asal Malaysia itu telah mengoperasikan
delapan refinary, yaitu tiga di
Malaysia dan satu di Vietnam, Belanda,
Singapura, dan Afrika Selatan.
Saat ini, Minamas memiliki
landbank 288 ribu hektare (ha)
dan yang sudah ditanami 205 ribu
ha dan 105 ribu ha sudah menghasilkan.
Luas land bank di Indonesia
menyumbang 45,4% dari total
landbank perusahaan. Tahun depan,
perusahaan sawit asal Malaysia
tersebut berencana menanami
10 ribu ha dari cadangan lahan.
Pihaknya menargetkan produksi
tandan buah segar (TBS) selama
Juni 2011-Juli 2012 sebesar 1 juta
ton. Pihaknya juga belum berencana
untuk mengakuisisi perusahaan
sawit dan mengoptimalkan landbank
yang ada. Minamas Gemilang
saat ini mengoperasikan 23 pabrik
kelapa sawit di Indonesia berkapasitas
20.500 ton per hari.
Menurut Chairman Sime Darby
Tun Musa Hitam, optimalisasi lahan
perkebunan Minamas itu bergantung
pada banyak faktor. Sayangnya,
dia tidak bersedia menjelaskan
lebih lanjut tentang pendirian pabrik
pengolahan itu dan meminta
wartawan bertanya kepada direktur
plantation.
Saat ini, Sime Darby sudah merambah
ke lima benua dan mempekerjakan
100 ribu karyawan. Perusahaan
tersebut bergerak di bidang
perkebunan, properti, industri,
otomotif, energi, serta
utilitas dan kesehatan.
Pada tahun fiskal yang berakhir
30 Juni 2011, Sime Darby memperoleh
laba bersih MYR 3,7 miliar dengan
turnover MYR 41,9 miliar.
Hingga 24 November lalu, kapitalisasi
pasar Sime Darby MYR 53,4 miliar
serta US$ 16,7 miliar.
Kemarin, Minamas menyerahkan
beasiawa Rp 4,6 miliar setara
MYR 1,25 juta kepada 55 mahasiswa
yang berprestasi di Indonesia.
Gozali menambahkan, kapasitas
produksi pabrik di atas lahan
seluas 6 hektare (ha) di Kalimantan
Selatan itu sekitar 2.500 ton per hari
atau 750 ribu ton per tahun.
Bea Keluar CPO
Berkaitan dengan kebijakan pemerintah
yang menetapkan bea keluar
(BK) CPO secara progresif
hingga 25%, anak usaha Sime
Darby Plantation di Indonesia, yakni
PT Minamas Plantation tidak
keberatan dan akan mengikuti peraturan
pemerintah.
”Sebagai sebuah perusahaan,
kami harus mengikuti policy yang
ditetapkan pemerintah,” katanya.
Dia juga menerangkan, persentase
BK CPO tidak akan mengganggu
daya saing di pasar ekspor. Pada
saat yang sama, fluktuasi harga
CPO di pasar dunia dinilai wajar karena
mengikuti tren kebutuhan
dunia.
Kemarin, harga minyak sawit
mentah masih sekitar 3.200 ringgit
per ton dan diproyeksikan pada level
3.000 ringgit per ton akhir 2011.
“Jika benar, harga pada level tersebut
membuat kami merasa gembira,”
imbuhnya.
Ghozali juga menyampaikan,
Sime Darby telah melebarkan sayap
bisnisnya ke Liberia, Afrika, dengan
mendapatkan konsesi lahan
seluas 220 ribu ha selama 63 tahun
terakhir. Proses penanaman seluas
5.000 ha tahap awal akan dilakukan
pada kuartal II-2011.

November 25, 2011

Perekonomian Indonesia masuki fase super cycle

Perekonomian Indonesia masuki fase super cycle

Oleh Ana Noviani

Kamis, 24 November 2011 | 21:07 WIB

Large_dsc_0044a
Berita Terkait

Stanchart tawarkan kredit premium di The St. Moritz
Rasio utang 26% dinilai aman
Bisnis Indonesia Hari ini: Instrumen bond menggeliat
Bisnis Indonesia Hari Ini: Bank waspadai pengetatan likuiditas
Pemerintah fokuskan jaringan konektivitas nasional

JAKARTA: Ekonomi Indonesia dinilai tengah memasuki fase super cycle, yakni tumbuh dengan cukup cepat. Pada 2030, Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-6 di dunia dengan total PDB sebesar US$9,0 triliun.

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi mengungkapkan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang ditopang oleh perkembangan sumber daya manusia, kemajuan teknologi, perkembangan modal, plus kekayaan alam.

“Pada 2020-2030, kami perkirakan masyarakat dengan kelas ekonomi menengah tumbuh signifikan disertai meningkatnya upah dan daya beli. Ini tulang punggung pertumbuhan ekonomi indonesia ke depannya,” tutur Eric dalam acara Standard Chartered Economic Briefing 2012 hari ini.

Volume ekspor impor Indonesia juga diperkirakan akan terus tumbuh akibat agresivitas pemerintah dalam membuka perdagangan internasional, a.l. perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan sejumlah negara, seperti China, India, Korea Selatan, Jepang, dan Australia-New Zealand.

Kondisi ini mungkin terjadi apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 6%-7% per tahun. Jika demikian, pada 2020, diperkirakan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-10 di dunia dengan nominal produk domestik bruto (PDB) sebesar US$3,2 triliun.

Menurut Eric, dari sisi ekonomi FTA dan organisasi perdagangan multilateral merupakan peluang produsen untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas, sehingga konsumen mendapatkan harga yang bersaing dengan kualitas produk yang lebih baik.

“Kami perkirakan ekspor akan menjadi mesin pertumbuhan Indonesia, dengan catatan ekspor komoditas sumber daya alam diolah untuk meningkatkan value added,” tuturnya.

Selain itu, perkembangan pendidikan, teknologi, dan komunikasi juga mendorong fase super cycle Indonesia. Sayangnya, tambah Eric, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan teknologi masih sangat tinggi.

“Transfer of knowledge tidak merata dan tidak terlalu berkembang. Perlu juga link and match kebutuhan tenaga kerja dan lulusan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Standard Chartered Bank memperkirakan fase super cycle ekonomi akan terjadi pada tiga negara, yang secara ranking ditempati oleh China, India, dan Indonesia.

Pada 2030, China diperkirakan menempati ranking ekonomi terbesar di dunia dengan PDB sebesar US$73,5 triliun dan India di posisi ketiga dengan nilai PDB sebesar US$30,3 triliun. (sut)

+++++

Asing Getol Incar Perusahaan Lokal
EKONOMI – EKONOMI, BISNIS DAN KEUANGAN
Sabtu, 29 Oktober 2011 20:50

Fiqhislam.com – Daftar investor asing yang membeli perusahaan lokal semakin banyak. Cara ini cukup menguntungkan, karena investor asing itu bisa langsung terjun ke bisnis tersebut tanpa harus membangun dari awal. Selain itu, akuisisi itu juga menjadi batu loncatan untuk terjun ke bisnis yang lain.
Terbaru adalah masuknya Spice Global ke PT Metrotech Jaya Komunika Indonesia (Nexian) pada Juni 2011. Setelah mengeluarkan US$ 250 juta untuk mengakuisisi 100% grup Nexian, Spice pun ancang-ancang tancap gas.
Mulai bulan ini, mereka mengganti seluruh merek ponsel Nexian menjadi S-Nexian. “Kami akan perluas pemasaran agar bisa menjual 10 juta unit ponsel per tahun,” kata Bhupendra Kumar Modi, bos Spice Global, kemarin. Catatan saja, sebelum ada investor baru, Nexian telah menjual 10 juta unit ponsel selama lima tahun terakhir.
Sebelumnya, investor asing yang membeli perusahaan lokal sudah banyak. Lunar Crescent International Inc membeli 20% saham produsen ban Achilles PT Multistrada Arah Sarana (MASA) senilai Rp 691,59 miliar. “Sebagai produsen ban independen terbesar kedua di Indonesia, MASA memiliki posisi bagus meraih keuntungan dari pertumbuhan permintaan ban berkualitas di tingkat global,” kata manajemen Lunar.
Sayangnya, Pieter Tanuri, Presiden Direktur Multistrada, dan Utha Sadikin, Direktur Pemasaran Multistrada enggan memberi penjelasan soal akuisisi itu.
Akuisisi perusahaan lokal juga datang dari investor Thailand, Siam Cement Pcl pada April 2011.
Melalui anak usahanya SCG Building Materials Company Limited, ia mengakuisisi 93,47% saham produsen keramik PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk. Anak usaha yang lain, yakni SCG Distribution Company Limited juga membeli 70,35% saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk secara bertahap.
Semakin ekspansi
Martono Jaya Kusuma, CEO Nexian, bilang, masuknya Spice Global dapat mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Soalnya, Spice Global merupakan perusahaan besar yang akan meningkatkan daya tawar Nexian. “Ini penting, karena kami harus membeli fitur-fitur baru untuk pengembangan bisnis,” ucap Martono.
Modi mengakui, setelah membeli Nexian, Spice akan melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia. Salah satunya terjun ke bisnis televisi internet. Di bisnis ini, ia akan menggabungkan tiga sektor, yakni internet, hiburan, dan edukasi. “Kebutuhan berinternet di Indonesia terus meningkat, ini potensi pasar,” tandas Modi.
Ia berharap, dengan berbagai ekspansi bisnisnya, Spice Global bisa mengantongi pendapatan penjualan US% 5 miliar, tumbuh 150% dari perkiraan pencapaian tahun ini US$ 2 miliar.
Setelah mengakuisisi Bank IndoMonek, State Bank of India (SBI) juga ingin membeli bank lagi. Kabarnya, mereka akan membeli bank kelas menengah. “Rencana ini sudah berjalan sejak tahun lalu, namun sampai saat ini belum terealisasi,” ujar Rizal Yamin, Komisaris Independen Bank SBI Indonesia.
kontan.co.id

November 9, 2011

Ning Xia Bangun Pabrik Smelter US$ 7 Miliar

JAKARTA – Ning Xia
Hengshun Smelter Group Co
Ltd, perusahaan asal Tiongkok
menyatakan minatnya untuk
membangun pabrik
pengolahan smelter nikel di
Indonesia. Nilai investasi untuk
proyek tersebut mencapai
sebesar US$ 7 miliar atau
sekitar Rp 63 triliun.
Industri Mebel
Nikmati Lonjakan
Order dari AS
JAKARTA – Industri mebel nasional bakal
menikmati lonjakan order dari Amerika
Serikat (AS) pada tahun depan. Kenaikan
tersebut didorong sektor properti AS yang
tengah agresif melakukan pembangunan.
“Tahun depan, sektor perumahan di AS
mulai bangkit. Otomatis, permintaan mebel
dan furniturnya akan tinggi di tahun 2013.
Artinya, mulai tahun depan, order ke kita
akan melonjak signifikan,” kata Direktur
Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Aryan
Wargadalam di Jakarta, Selasa (8/11).
Dia mengungkapkan, pertumbuhan pasar
mebel di AS rata-rata bergerak pada angka
1,1%. Memasuki masa Natal dan Tahun Baru,
pertumbuhan akan meningkat menjadi 5%.
“Kalau bicara tahun ini, kinerja ekspor
kita bisa menyamai pencapaian tahun lalu
saja sudah bagus,” kata Aryan.
Menurut dia, sektor properti perumahan
AS mulai tumbuh dan agresif membangun
pada tahun depan setelah sempat anjlok
akibat krisis keuangan tahun 2008. Momentum
tersebut bakal menjadi peluang bagi
industri mebel nasional untuk meningkatkan
ekspornya.
Sementara itu, dia menambahkan, pasar
mebel dunia akan pulih total pada 2014. Tahun
ini, pasar mebel dunia mulai mengalami
perbaikan positif.
Pasar yang terus menikmati pertumbuhan
positif, lanjut dia, adalah Tiongkok. Selain
itu, India juga menikmati pertumbuhan
permintaan yang bagus.
“Tahun 2014, pasar mebel dunia akan recovery.
Saat ini, baru mulai setelah anjlok
pada 2008. Tahun 2010 pun masih sedikit
lemah,” kata dia.
Saat ini, ekspor furnitur Indonesia berdasarkan
bahan baku terdiri dari 59,5% bahan
kayu, 8,1% bahan metal, 7,8% bahan rotan,
2,3% bahan plastik, 0,5% bahan bambu, dan
21,3% bahan lainnya. Tahun 2010, ekspor furnitur
Indonesia turun menjadi US$ 212 juta
dibandingkan 2009 yang US$ 224 juta.
“Desain yang mengikuti pasar merupakan
kebutuhan yang penting dijawab industri
furnitur nasional. Saat ini, desain furnitur kita
ditentukan pembeli. Karena desain terbatas,
daya saing kita jadi turun. Industri furnitur
harus bekerja keras mengembangkan desain,”
kata Direktur Jenderal Industri Agro
Kemenperin Benny Wachyudi.
Sementara itu, produksi industri barang
kayu dan hasil hutan lainnya pada kuartal
III-2011 hanya naik 0,03%. Angka itu lebih
rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal
II-2011 yang mencapai 3,2%. (eme)
Investor Daily/Antara
“Yang berminat masuk itu banyak. Misalnya
investor asal Tiongkok, Ning Xia Hengshun Smelter
Group, mereka ingin investasi ke tambang nikel
senilai US$ 7 miliar. Sekarang tinggal kita follow
up saja,” kata Deputi Kepala Bidang Perencanaan
Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) Himawan Hariyoga di
sela acara The 8th ASEAN Finance Ministers Investor
Seminar di Jakarta, Selasa (8/11).
Ning Xia Hengshun merupakan perusahaan
yang bergerak dalam bisnis peleburan nikelbesi,
bijih nikel, ferosilikon, paduan silikon
mangan, batubara, konstruksi jembatan, dan
juga bisnis logistik, air, silikon karbida, serta
bisnis lainnya. Saat ini, total aset perusahaan
tersebut telah mencapai 5,3 miliar RMB.
Dia mengatakan, sebagai tahap awal, Ning
Xia akan membangun pabrik pengolahan nikel
pada 2011. Pabrik dengan kapasitas 100
ribu ton per tahun tersebut membutuhkan investasi
sebesar US$ 3,1 miliar.
Sejauh ini, Himawan mengatakan, lokasi
pembangunan pabrik pengolahan tersebut
belum ditentukan. “Kalau kami inginnya sesuai
dengan masterplan percepatan dan perluasan
pembangunan ekonomi Indonesia
(MP3EI), karena di situ sudah jelas dimana
lokasi industri pertambangannya,”ujarnya.
Berdasarkan MP3EI, lokasi industri pertambangan
umumnya terdapat di Kalimantan dan Sulawesi.
“Mereka pasti menyatakan itu dalam expression
of interest atau mendaftar, itu kalau serius
sekali, sekarang masih penjajakan,” jelasnya.
Menurut dia, BKPM siap memfasilitasi proses
perizinan perusahaan tersebut, apabila Ning
Xia terbukti serius ingin membangun pabrik
smelter di Indonesia. “Mereka ingin dapat informasi
apa, baik dari sektor maupun daerah,
kami siap memfasilitasi,”ujarnya.
Himawan berharap, dengan adanya investasi
di sektor pengolahan komoditas tambang ini,
Indonesia tidak akan lagi mengekspor bahan
tambang mentah ke depannya.
Baru-baru ini, BUMN aluminium terintegrasi
asal India, National Alumunium Company
Limited (Nalco) juga telah menandatangani
nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur
Kalimantan Timur (Kaltim) untuk rencana investasi
pembangunan smelter alumunium dan
pembangkit listrik tenaga batubara di Kutai,
Kalimantan Timur. Pembangunan tersebut
membutuhkan investasi sebesar US$ 4 miliar
atau setara Rp 36 triliun.
Smelter itu direncanakan berkapasitas 500 ribu
metrik ton dan pembangkit listrik akan berdaya
1.250 MW. Direktur Industri Logam Kementerian
Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menerangkan,
investasi itu memanfaatkan keunggulan
Kaltim yang kaya kandungan batubara. “Mereka
memilih Kaltim karena di sana banyak batubara.
Jadi, dari pada hanya jual batubara yang
sekitar US$ 60 per ton, lebih baik aluminium yang
sekitar US$ 2 ribu per ton,” ujar Putu.
Sebagai tahap awal, kebutuhan alumina sebagai
bahan baku alumunium menurut dia
akan dipasok dari India. Jumlah pasokan alumina
tersebut mencapai 800 ribu hingga 1 juta
ton per tahun.
Ke depannya, Kemenperin akan mendorong
agar Nalco dapat melakukan investasi alumina
langsung di Indonesia. “Untuk tahap awal bisa
saja mereka mengimpor alumina, selanjutnya kan
harus mempertimbangkan biaya ongkosnya
juga. Kami akan arahkan ke Kalimantan Barat
yang banyak kandungan bauksitnya,” jelas Putu.
Realisasi
Himawan juga mengatakan, beberapa perusahaan
yang sebelumnya menyatakan minatnya
untuk investasi sudah mulai melakukan
investasinya. “Realisasi investasi mulai masuk,
kami juga respons minat mereka termasuk permintaan
fasilitas insentif, misalnya pabrik ban
Hankook dari Korea Selatan,” ujar dia.
Himawan mengatakan, perusahaan ini kemungkinan
juga akan mendapatkan insentif pengurangan
pajak (tax allowance). “Kalau selama
ini belum masuk peraturan pemerintah (PP) 62
Tahun 2008, maka kemungkinan besar mereka
jadi masuk. PP 62 Tahun 2008 itu fasilitas untuk
bidang usaha tertentu dan beberapa daerah
tertentu terutama di luar Jawa,” ujarnya.
Dia melanjutkan, semangat dari PP tersebut
lebih kepada hilirisasi yang mendukung
MP3EI, dan mendukung pembangunan di kawasan
timur Indonesia (KTI). “Diharapkan revisi
PP 62 ini bisa rampung pada tahun ini,
sekarang masih tahapan finalisasi,” ungkap dia.

October 31, 2011

Toyota Resmi Minta Indonesia

Senin, 31 Oktober 2011
BANJIR THAILAND
Toyota Resmi Minta Indonesia
AFP/Tang Chhin Sothy

Banjir di kota Bangkok menggenangi jalan raya, Minggu (30/10). Usaha Pemerintah Thailand mengatasi banjir terburuk dalam dekade terakhir ini mulai memasuki ranah politik. Hal itu mengingatkan perpecahan yang terjadi di negara tersebut selama lebih dari setahun terakhir.

Jakarta, Kompas – Banjir yang melanda Thailand sejak Juli telah menggenangi wilayah seluas 1,6 juta hektar atau sekitar 24 kali luas DKI Jakarta. Sejumlah kegiatan industri, seperti otomotif dan suku cadang otomotif serta peralatan elektronik, di Thailand kini berhenti berproduksi.

Banjir yang menelan korban 381 orang tewas ini juga praktis melumpuhkan kegiatan perekonomian di Thailand. Sedikitnya tujuh kawasan industri yang menjadi pusat produksi otomotif dan suku cadang otomotif serta cip komputer dan peralatan elektronik tergenang dan berhenti berproduksi.

Indonesia berpeluang menjadi pilihan realokasi sejumlah basis produksi, seperti otomotif dan suku cadang otomotif. Apalagi, banjir di Thailand masih akan berlangsung beberapa bulan. Namun, sejumlah pelaku industri menekankan perlunya persiapan infrastruktur di negeri ini.

Presiden Direktur Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan, di Jakarta, menegaskan, pihak Toyota sudah meminta secara resmi kepada pihak Toyota di Indonesia untuk menggantikan Thailand. ”Sekarang tergantung dari kesiapan kita. Kalau enggak siap, ya kesempatan itu lewat begitu saja,” katanya.

Menurut Johnny, saat ini hampir semua merek mobil bergantung ke Thailand. ”Negeri Gajah Putih” tersebut ditunjuk sebagai pemasok komponen dan completely built-up (CBU), khususnya jenis sedan. ”Jadi, begitu banjir meluluhlantakkan industri otomotif, dampaknya sangat terasa,” ujarnya.

Banjir di Thailand membuat pasokan komponen untuk industri mobil dalam negeri terhambat. Bukan hanya itu, pasokan CBU juga berkurang karena sebagian pabrik juga berhenti berproduksi. Ada 5-10 persen komponen Toyota yang diambil dari Thailand. Sampai hari ini, pihaknya masih memanfaatkan stok yang ada. ”Akhir Oktober ini, pasokan komponen mulai tersendat. Dampak seriusnya baru terasa bulan depan,” ujarnya.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto mengatakan, selain komponen, pihaknya juga bergantung pada pasokan CBU, khususnya untuk mobil sedan. Hampir semua jenis sedan Toyota diproduksi di Thailand. Setiap bulan rata-rata pengiriman ke Indonesia mencapai 4.000 unit.

”Untuk CBU Toyota, pabrik di Thailand berhenti beroperasi hingga 20 November nanti. Minggu ini adalah pengiriman terakhir ke Indonesia sebanyak 1.000 unit. Artinya, minggu depan kami tidak lagi mendapatkan kiriman. Kami hanya bisa jual stok sampai habis,” tuturnya.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual Honda Prospect Motor, mengatakan bahwa banjir di Thailand seharusnya memberikan pembelajaran bagi kalangan industri untuk segera melokalisasi produksi komponen ke Indonesia. Hal tersebut tentunya butuh dukungan pemerintah berupa sarana infrastruktur yang memadai.

Akhir pekan lalu, Jonfis menegaskan, ”Belum ada informasi jelas mengenai dampak lebih lanjut dari banjir di Thailand. Akses ke pabrik masih tertutup. Yang pasti mengirimkan kira-kira 800 unit mobil Honda City, Civic, dan Accord tertunda sampai waktu yang tidak dapat diperkirakan.”

Pihak Honda Motor Co, seperti dikutip Reuters, Minggu menegaskan, telah menutup pabrik mereka di Thailand untuk sedikitnya enam bulan ke depan. Kondisi ini akan memukul sekitar 3 persen dari total penjualan Honda di seluruh dunia.

Sementara itu, Kepala Corporate Secretary Office PT Krama Yudha Tiga Berlian Intan Vidiasari mengatakan, Mitsubishi Motors pun telah mengumumkan penangguhan produksi di pabrik Thailand pada 18-29 Oktober 2011. Pihaknya masih tetap memonitor situasi di Thailand untuk segera memulai kembali produksi.

Sementara itu, Presiden Samsung Electronics dari Korea, Jun Dong-soo, menegaskan, banjir telah melumpuhkan produksi cip komputer laptop. ”Produksi laptop bakal terpukul sampai kuartal pertama tahun depan,” ujar Jun Dong-soo, seperti dikutip Reuters, Minggu (30/10). Thailand merupakan produsen cip komputer nomor dua dunia.

Kondisi Bangkok

Sampai hari Minggu, banjir yang melanda Bangkok, ibu kota Thailand, yang berpenduduk 12 juta jiwa itu, sedikit susut tertolong pasang surut di Teluk Thailand, tempat bermuara Sungai Chao Phraya, sekitar 20 kilometer selatan Bangkok. Sebelumnya, wilayah kota Bangkok yang berada di tepian aliran Sungai Chao Phraya digenangi air sampai ketinggian 2,5 meter.

”Semuanya bergantung pada laut pasang dan juga bagaimana karung pasir membendung luapan banjir,” ujar Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra di Bangkok, kemarin. Sejauh ini sebagian wilayah Bangkok terhindar dari banjir terburuk dalam beberapa dekade ini.

”Keadaan akan segera pulih sekalipun ancaman belum sepenuhnya berlalu,” ujar Yingluck, yang baru dua bulan menjadi perdana menteri. Laut pasang diperkirakan akan cukup tinggi pada hari Senin ini, dibandingkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Banjir yang terburuk dalam setengah abad terakhir ini memaksa dua juta penduduk Thailand mengungsi. Provinsi Pathum Thani dan Provinsi Ayutthaya sedikit di utara Bangkok yang merupakan lokasi sejumlah pusat industri dilaporkan lumpuh total.

(OSA/LKT/MAS/ENY/REUTERS/PPG)

September 19, 2011

Weleh, 20 izin usaha kilang minyak mubazir

Ijin usaha spt ini lebih benyak dikuasai oleh para calo project sih..

Dari Kontan Online
Link : ttp://industri.kontan.co.id/v2/read/1316435421/77756/Weleh-20-izin-usaha-kilang-minyak-mubazir
Senin, 19 September 2011 | 19:30 oleh Petrus Dabu
INDUSTRI HILIR MINYAK
Weleh, 20 izin usaha kilang minyak mubazir
Share
dibaca sebanyak 6 kali
0 Komentar

JAKARTA. Setidaknya ada 20 perusahaan pemilik izin usaha membangun kilang minyak di Indonesia yang belum beroperasi. Padahal, izin tersebut sudah keluar pasca terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi. Perusahaan-perusahaan itu belum merealisasikan pembangunan kilangnya meskipun izin usaha telah masuk kantong.

Dari catatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), salah satu badan usaha yang sudah mengantongi izin mendirikan kilang minyak adalah PT Hemoco Selayar International Oil Refinery. Hemoco merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara Hemoco Kuwait General Trading and Contracting Co dengan PT Kilang Minyak Bumi Selayar. Hemoco Kuwait menguasai 60% saham. Pemilik saham di Hemoco adalah keluarga kerajaan Kuwait.

Zaenal Bintang, Advisor Corporate PT Kilang Minyak Bumi Selayar mengatakan Hemoco sudah mengantongi izin resmi sejak era pemerintahan Presiden BJ Habibie pada tahun 1999. Namun, menurut Zaenal proses pembangunan proyek ini kemudian kandas karena menurutnya saat Gus Dur menjadi Presiden tahun 2000, kebijakan tax holiday hilang. “ Itulah yang menyebabkan proyek ini tidak jalan, “ ujar Zaenal, kepada KONTAN, Senin (19/9).

Kemudian, sejak tahun 2006 Hemoco sudah memperpanjang izin tersebut. Hanya saja, sampai saat ini juga belum membangun kilang. Zaenal pun tetap enggan menjelaskan rencana bisnis Hemoco. Ia juga belum tahu kapan perusahaan itu bakal beroperasi.

Ibrahim Hasyim, Komite BPH Migas, menjelaskan, banyak perusahaan pemilik izin usaha kilang minyak yang enggan membangun kilangnya. Ada dua persoalan yang mengganjal pembangunan kilang itu. Pertama, soal margin kilang yang kecil. “Karena itu mereka meminta adanya insentif dari pemerintah,” ungkap Ibrahim.

Alasan kedua, soal garansi atau jaminan produk di pasar. Kalangan pengusaha khawatir, produk dari kilangnya tidak laku di pasaran. “Padahal, pasar dalam negeri besar, pasti terserap,” tandas Ibrahim.

Ibrahim bilang, saat ini seluruh kilang yang ada hanya berkapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) sekitar 1 juta barel per hari (bph). Jumlah itu lebih kecil dari konsumsi BBM sehari yang mencapai 1,3 juta – 1,4 juta bph. Oleh karena itu, Ibrahim berharap, perusahaan yang telah memiliki izin usaha kilang minyak segera membangun perlengkapannya. “Itu bakal menambah kapasitas kilang eksisting,” papar Ibrahim.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.