PERTUMBUHAN EKONOMI
Progresivitas Investasi 2013 Surut
JAKARTA, KOMPAS – Pertumbuhan investasi pada 2013 diperkirakan tidak seprogresif dua tahun belakangan ini. Atas asumsi ini, perhitungan pemerintah yang menempatkan investasi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013 perlu dievaluasi.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, akhir pekan lalu, menyatakan, investasi akan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi pada 2013, menggeser posisi konsumsi domestik yang selama ini menjadi penyumbang utama. Alasannya, pertumbuhan investasi pada 2013 akan terus menanjak, diperkirakan di atas 10 persen.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Atmajaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko, Minggu (27/5), menyatakan, investasi bisa menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi jika tren pertumbuhan investasi sebagaimana terjadi selama dua tahun belakangan berlanjut pada 2013. Persoalannya, mencermati kondisi perekonomian dunia mutakhir, investasi tidak bisa diasumikan seprogresif tahun ini dan tahun lalu. Bahkan, kecenderungannya akan menurun.
Alasannya, dari sisi eksternal, kondisi global yang tidak stabil akan menyurutkan investasi, baik yang berbentuk investasi langsung maupun obligasi. Hal ini mengingat investasi di Indonesia mayoritas berasal dari luar negeri. Sementara dari sisi domestik sangat bergantung pada seberapa besar pemerintah membenahi iklim investasi.
”Indikator yang bisa dijadikan acuan adalah pengakuan lembaga pemeringkat. Kalau Standard and Poor’s (S&P) tidak memberikan status layak investasi pada semester II-2012 dan dua pemeringkat lain (Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service) memberikan outlook negatif, bisa dipastikan investasi tidak akan seprogresif tahun ini dan tahun lalu,” kata Prasetyantoko.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi pada 2011 senilai Rp 251,3 triliun dari target senilai Rp 240 triliun. Sementara pada 2012, sebagaimana pernah disampaikan Kepala BKPM Gita Wirjawan, target investasi senilai Rp 290 triliun. Sampai dengan triwulan I-2012, realisasinya mencapai Rp 71,2 triliun atau 24,5 persen.
Pasar domestik
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan hal ini di Jakarta, perekonomian global bakal mengalami tekanan berat tahun 2013 sehingga Indonesia kembali harus mengandalkan pasar domestik untuk tetap tumbuh.
”Kita harus mewaspadai krisis global tahun 2013 karena kali ini yang terkena adalah negara-negara, bukan lagi perusahaan-perusahaan seperti tahun 2008. Pemerintah jangan terus berteori tanpa melihat kenyataan kebijakan yang dibuat sekarang tidak ada yang berjalan di lapangan,” ujar Sofjan. (LAS/HAM)