Archive for ‘Elpiji watch’

May 29, 2012

Distribusi Elpiji, Pengusaha Minta Dikawal

Distribusi Elpiji, Pengusaha Minta Dikawal

Ini merupakan buntut kelangkaan Elpiji bersubsidi selama dua pekan di Cianjur, Jawa Barat.
SELASA, 29 MEI 2012, 07:07 WIB Hadi Suprapto, Permadi (Sukabumi)

Pengawalan ini merupakan buntut kelangkaan elpiji bersubsidi selama dua pekan di Cianjur, Jawa Barat. (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)
BERITA TERKAIT
Mengapa Konsumsi Elpiji 3 Kg Bengkak
Kecewa Tak Ada Gas, Warga Cegat Truk Elpiji
Warga Kalbar Pilih Gas Elpiji Buatan Malaysia
Konversi Minyak Tanah, Pemerintah Diuntungkan
BPK: Konversi Minyak Tanah Hemat Rp20,99 T
VIVAnews – Melihat gejolak di masyarakat yang mulai nekat mencegat truk distribusi Elpiji 3 Kg, para pengusaha meminta bantuan Polisi untuk mengawal. Ini merupakan buntut kelangkaan elpiji bersubsidi selama dua pekan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Pengawalan ini untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis yang membahayakan awak truk pengangkut elpiji,” kata Kepala Bidang LPG DPC Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Kabupaten Cianjur, Sulistio Budi kepada VIVAnews.
Ketakutan yang sama disampaikan Manager Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Sari Alam Dwitunggal Sejahtera, Kusnadi. “Kalau pencegatan truk masih terjadi, ini sangat berbahaya. Kita butuh pengawalan dari SPBE hingga agen,” katanya.
Dia mengakui suplai gas selama awal bulan ini berkurang. Untuk SPBE Cianjur, pengurangan terjadi hingga 4 ton per hari. “Sebelumnnya pasokan kami 24 ton. Sejak awal bulan hanya 20 ton,” katanya.
Dari data Hiswana Migas per awal Maret, pasokan Elpiji bersubsidi di kabupaten Cianjur, berkurang hingga 16 persen. Penurunan ini sangat berpengaruh pada kondisi di lapangan yang tengah terjadi kelangkaan. Akibatnya, harga melambung tinggi dari Rp13.750 menjadi lebih dari Rp20.000 per tabung.

Pasokan ekstra 30 persen dari Pertamina tidak bisa membuat suplai normal. “Kami khawatir hingga awal bulan pasokan belum normal,” katanya.

May 25, 2012

GUBERNUR, DPRD DAN PERTAMINA DILAPORKAN KE OMBUDSMAN

GUBERNUR, DPRD DAN PERTAMINA DILAPORKAN KE OMBUDSMAN
SENIN,21 MEI 2012
Bandung – Akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, DPRD Jabar dan Pertamina dilaporkan Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar ke Ombudsman Jabar. Pelaporan dilakukan Senin (21/5/2012) di Kantor Ombudsman Jabar, Jalan PHH Mustofa.

Ketua HLKI Jabar Firman Turmantara datang sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima Asisten Ombusdman Jabar Naksha Laraswati. Sekitar pukul 11.00 WIB, Firman baru meninggalkan lokasi.

Dalam laporannya, Firman sengaja melaporkan ketiga pihak setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram.

“Yang penting bagaimana caranya Gubernur, wakil rakyat dan Pertamina ikut tanggung jawab dan peduli pada keresahan dan kesulitan masyarakat Jabar terkait kelangkaan gas 3 kilogram ini,” kata Firman.

Ia berharap ada langkah kongkrit yang ditempuh pihak-pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan tersebut. “Jangan sampai hanya ada statement tapi tidak ada langkah kongkrit,” tegasnya.

Setelah dilaporkan, ia berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mencari elpiji yang merupakan bagian dari program konversi minyak tanah.

Ia menyebut kelangkaan terjadi di sejumlah daerah seperti di beberapa wilayah di Kota dan Kabupaten Bandung, Cimahi, Cianjur, Ciamis, Banjar dan Majalengka.

“Ini sudah meresahkan dan terdengar sekitar dua minggu kelangkaan ini, tapi nyaris tidak terdengar upaya pemerintah,” jelas Firman.

May 24, 2012

Pertamina Menata Penyalur

Kamis,
24 Mei 2012
ELPIJI BERSUBSIDI
Pertamina Menata Penyalur
Jakarta, kompas – PT Pertamina (Persero) menata keberadaan lembaga penyalur elpiji di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Hal itu dilakukan dengan mendata ulang pangkalan dan kemampuannya dalam menyalurkan elpiji 3 kilogram kepada masyarakat. Pendataan ulang tersebut menggunakan referensi data pangkalan terdaftar dan dilaporkan para agen elpiji.

Hasto Wibowo, General Manager Pemasaran Ritel Bahan Bakar Minyak Region III PT Pertamina, sekaligus Koordinator Pemasaran Jawa Bagian Barat, Rabu (23/5), di Jakarta, menjelaskan, pendataan itu dilakukan untuk menyesuaikan alokasi elpiji 3 kilogram yang ditentukan pemerintah. ”Ini untuk melindungi konsumen dari penyelewengan elpiji 3 kilogram yang merupakan bahan bakar bersubsidi,” katanya.

Dengan menata kembali distribusi elpiji 3 kilogram melalui kartu kendali bagi pengguna elpiji bersubsidi tersebut, ada kepastian bagi masyarakat yang berhak untuk mendapat alokasi elpiji 3 kilogram.

Realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram tahun 2011 sebesar 1,3 juta metrik ton. Alokasi elpiji 3 kilogram untuk tahun ini mencapai 1,41 juta metrik ton. Realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram pada triwulan I-2012 mencapai 375.000 metrik ton. Hal itu berarti jika tanpa pengendalian kuota yang ditetapkan pemerintah, diperkirakan realisasi konsumsi elpiji 3 kilogram hingga akhir tahun ini 1,5 juta metrik ton.

”Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian mengawasi penyaluran elpiji 3 kilogram, evaluasi alokasi elpiji, termasuk penetapan harga eceran tertinggi,” kata Hasto.

Asisten Manajer Hubungan Eksternal Bidang Pemasaran Ritel Bahan Bakar Region III PT Pertamina Susi A Prasetyo menambahkan, alokasi elpiji 3 kilogram dan kebijakan penentuan harga eceran tertinggi elpiji 3 kilogram merupakan kewenangan pemerintah berdasarkan usulan pemerintah daerah setempat. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2011 serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2011.

PT Pertamina mengimbau masyarakat mampu agar menggunakan elpiji 12 kilogram dan industri memakai elpiji 50 kilogram. Dengan demikian, konsumsi elpiji 3 kilogram lebih tepat sasaran. (EVY

May 22, 2012

Kuota sdh ditambah elpiji 3kg banyak diselewengkan

Media indonesia cetak 22 Mei 2012

Kelangkaan elpiji 3 kg masih terjadi di berbagai daerah. Di bandung dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir bahan bakar bersubsidi itu sulit didapat. Kalaupun ada harganya diatas 15 ribu, bahkan sampai 17 ribu per tabung, kata solihin warga ujung berung

Kondisi paling parah dialami warga Cipadung, Cibiru. Hampir sepekan terakhir mereka sangat sulit mendapatkan elpiji dan harus memburu hingga Cileunyi. Jika kelangkaan masih terjadi warga dan pedagang kecil akan berunjuk rasa ke Pertamina dan pengecer.

Kelangkaan elpiji 3 kg juga terjadi di klaten, jawa tengah karena maraknya penyelewengan. Bahan bakar yang mestinya untuk masyarakat bawah itu banyak digunakan untuk industri dan rumah makan. Padahal pasokan elpiji 3 kg di klaten tahun ini 18000 tabung per hari atau naik 3000 tabung

Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas Surabaya mengatakan kenaikan harga tewrsebut bukan disebabkan kelangkaan barang melainkan adanya persoalan teknis pengaturan dan distribusi.

Di batam Pertamina menambag kuota 3 kg dari yang biasa 60000 tabung menjadi 90000 tabung, sebenarnya tidak ada kelangkaan , yang ada agen nakal.
Agen tidak membina pangkalan yang mereka suplai, yang akhirnya terjadi kelangkaan, menurut sales rep LPG Pertamina di kepulauan Riau Imam Azahri

VP Corporate communication Pertamina Moh. Harun menyebutkan pihaknya sedang menata alokasi elpiji dengan model perayonan. Pertamina mendata jumlah penduduk, agen, pengkalan penjual dan menyesuaikan alokasi elpiji 3 kg.

Penataan ulang dilakukan karena banyak pelanggaran diantaranya pengoplosan elpiji 3 kg menjadi 12 kg atau agen menjual ke pangkalan yang tidak ditunjuk sebelumnya.

Pertamina menargetkan penataan selesai paling lambat akhir bulan ini.

May 15, 2012

Warga Sulit Peroleh Elpiji 3 Kilogram

Selasa,
15 Mei 2012
BAHAN BAKAR GAS

Warga Sulit Peroleh Elpiji 3 Kilogram
Purwakarta, Kompas – Warga di Purwakarta, Jawa Barat, kesulitan memperoleh elpiji kemasan tabung 3 kilogram akibat pengurangan pasokan dalam satu bulan terakhir. Kelangkaan elpiji mengakibatkan harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan dari Rp 15.000 menjadi Rp 17.000- Rp 20.000 per tabung.

Rusman (47), warga Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Senin (14/5), mengatakan, stok di sejumlah pengecer di sekitar tempat tinggal habis sepekan terakhir. Akibatnya, warga terpaksa mengeluarkan ongkos dan tenaga lebih besar karena harus mencari elpiji 3 kilogram ke tempat yang lebih jauh.

”Sudah tiga pengecer saya datangi, tetapi tak satu tabung pun didapat. Baru ada di sini, tetapi juga harus antre. Sekarang pengecer rata-rata menjual elpiji di atas Rp 16.000 per tabung,” kata Rusman, saat mengantre di pangkalan elpiji di Jalan Taman Pahlawan di Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta.

Rizki (18), pengelola pangkalan elpiji di Jalan Taman Pahlawan, mengatakan, selain harus antre, jatah pembelian dikurangi akibat keterbatasan stok.

Dalam sehari, permintaan mencapai 250-300 tabung, sementara kiriman dari stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) rata-rata 150 tabung per hari.

”Hingga Senin siang sudah ada 59 pedagang pengecer dan warga yang minta dikirim elpiji, mereka hanya dicatat pada daftar antrean, tidak semua permintaan bisa dipenuhi karena stok sangat terbatas,” katanya.

Asep Usman (42), pengecer elpiji di Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, mengatakan, distributor mengurangi jatah pembelian sehingga stok kerap kosong.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Purwakarta, Ahmad Gunawan, mengaku belum mengetahui penyebab kelangkaan elpiji. (MKN)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

MEI 2012
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

TERPOPULER
Real Madrid Ukir Sejarah dengan 100 Poin

Real Madrid menggenggam kesuksesan ganda sebagai juara Liga Spanyol sekaligus menciptakan sejarah di Liga Spanyol dengan mengumpulkan 100 poin dalam semusim.

Uang Rakyat Dirampok

Kisah Tanpa Pamrih di Ruang Forensik

GPS dan ELT Pesawat Ditemukan

Polda Metro Jaya Tak Beri Rekomendasi

TERKOMENTARI
Personel Kelima

Polda Metro Jaya Tak Beri Rekomendasi

Perawatan Jaringan Listrik

Kegilaan 125 Detik…

KILAS LUAR NEGERI

March 7, 2012

PT Bukit Asam Akan Bangun PLTU Banko Tengah

ironis , di daerah yang kaya akan batu bara tidak ada pembangkit tenaga listrik..
Memang kebijakan selama ini hanya mengexploitasi saja

PT Bukit Asam Akan Bangun PLTU Banko Tengah
Evy Rachmawati | Agus Mulyadi | Selasa, 6 Maret 2012 | 16:26 WIB
Dibaca: 160Komentar: 0
| Share:

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Ilustrasi: pertambangan batubara
TERKAIT:
Produksi Batubara Ditargetkan 17,42 Juta Ton
Laba Bersih PT Bukit Asam Naik 54 Persen
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bukit Asam (Persero) akan membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Banko Tengah dengan kapasitas 2 x 620 megawatt (MW) di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek senilai 1,59 miliar dollar AS itu diharapkan sudah beroperasi pada tahun 2016.

Menurut Presiden Direktur PT Bukit Asam (PTBA) Milawarma, dalam jumpa pers (6/3/2012), di Jakarta, proyek PLTU Banko Tengah 2 x 260 MW (Sumatera Selatan 8) akan dibangun PTBA bersama CHD dari China berdasarkan surat yang diterbitkan PT PLN pada Desember 2011.

Proyek itu diharapkan sudah beroperasi pada tahun 2016 dengan konsumsi batubara sekitar Rp 5,4 juta ton per tahun dari PTBA. Proyek akan menelan biaya 1,59 miliar dollar AS, dengan saham PTBA 45 persen dan CHD 55 persen.

Saat ini status proyek dalam persiapan pembentukan anak perusahaan. Selain itu, PTBA tengah membangun PLTU Banjarsari 2 x 110 MW di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Pembangunan konstruksi sudah dimulai Juli 2011 dan ditargetkan 33 bulan kemudian sudah beroperasi komersial.

Dalam proyek ini, PTBA memiliki 59,75 persen saham dan sebagai pemasok tunggal bahan bakar batubara sekitar 1,4 juta ton per tahun.

Selanjutnya, proyek PLTU 3 x 10 MW untuk pemakaian sendiri di Tanjung Enim dengan status akhir tahun 2011 telah dilakukan first firing unit 1 pada November 2011. Direncanakan triwulan kedua 2012 sudah bisa dilakukan commissioning.

Untuk proyek pembangunan PLTU 2 x 8 MW di Pelabuhan Tarahan, Lampung, sudah mulai tahap konstruksi dan diharapkan akan mulai beroperasi pada 2013.

Sekretaris Perusahaan PTBA Hananto Budi Laksono menambahkan, PTBA juga menggarap proyek gas metana batubara (CBM) di tambang Tanjung Enim dengan perkembangan sampai dengan akhir Desember 2011 sudah dalam tahap eksplorasi pengeboran di dua titik core hole.

Perseroan itu sedang dalam persiapan pengeboran pilot. ”Proyek ini diperkirakan sudah dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2013 dan dapat mengoperasikan PLTU berkapasitas 250 MW,” ujarnya.

Sejauh ini harga listrik yang akan dihasilkan pembangkit itu masih dalam tahap pembahasan.

February 14, 2012

Pertamina Rugi Rp 4,3 Triliun Jual BBM Subsidi & Elpiji 12 Kg

Selasa, 14/02/2012 17:56 WIB
Pertamina Rugi Rp 4,3 Triliun Jual BBM Subsidi & Elpiji 12 Kg
Rista Rama Dhany – detikFinance

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi (PSO) sebesar Rp 0,5 triliun dan juga kerugian Rp 3,8 triliun menjual elpiji non subsidi pada 2011.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, perseroannya merugi Rp 0,5 triliun ketika menjual BBM bersubsidi dan rugi juga ketika menjual elpiji non-subsidi sebesar Rp 3,8 triliun.

“Namun walau mengalami kerugian ketika memasarkan BBM PSO dan elpiji non PSO, Pertamina secara total masih mengalami keuntungan yakni sebesar Rp 21 triliun, salah satunya dari penjualan elpiji bersubsidi yakni sebesar Rp 3 triliun,” ujar Karen pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (14/2/2012).

Keuntungan lain yang didapat Pertamina, lanjut Karen, juga diperoleh dari bisnis lainnya seperti pengisian bahan bakar pesawat, bisnis pelumas (oli) dan sebagainya.

“Terkait kerugian penjualan BBM bersubsidi ini disebabkan adanya mismatch antara penerimaan yang dihitung berdasarkan Mid Oil Platts Singapore (MOPS) bulan sebelumnya serta biaya yang dihitung dengan menggunakan harga crude bulan berjalan,” jelas Karen.

Sementara, kerugian penjualan elpiji Non subsidi karena peningkatan biaya elpiji yang dipicu naiknya harga pembelian elpiji tidak diimbangi dengan peningkatan/penyesuaian harga jual.

“Ini terutama untuk LPG 12 KG yang belum mencapai harga keekonomian sementara kami dilarang menaikan harga,” tandas Karen.

(hen/hen)

November 11, 2011

Industri Tabung Elpiji 3 Kg Masuk Masa Suram

Rabu, 09/11/2011 16:23 WIB
Industri Tabung Elpiji 3 Kg Masuk Masa Suram
Suhendra – detikFinance

Share
5

Jakarta – Asosiasi Produsen Tabung Baja (Asitab) mengakui bahwa industri tabung baja 3 Kg sudah masuk periode tak prospektif atau sunset industry. Sejak awal, sub sektor industri ini dirancang untuk melayani proyek jangka pendek konversi energi minyak tanah ke elpiji 3 Kg.

Ketua Umum Asitab Tjiptadi mengatakan meski industri ini digadang untuk proyek jangka pendek, jumlah peminat atau pelaku usaha sub sektor ini sudah mencapai 74 perusahaan. Padahal menurut Tjiptadi idealnya perusahaan yang dibutuhkan maksimal mencapai 50 perusahaan.

“Sekarang sudah masuk sunset, ya sunset. Sudah sejak awal ini merupakan short term project,” katanya kepada detikFinance, Rabu (9/11/2011)

Sayangnya kata dia, banyak perusahaan yang berdiri membangun pabrik tanpa melihat prospek jangka panjang. Hal ini karena pemerintah daerah bebas mengizinkan pendirian pabrik yang jumlahnya sudah terlalu banyak.

Menurutnya dengan kondisi saat ini tak ada permintaan produksi tabung elpiji 3 Kg maka yang menjadi korban adalah para pekerja di sektor ini. Setidaknya ia mencatat sudah ada 15.000 orang yang kena PHK dan dirumahkan karena tak ada permintaan selama 2011 ini.

Ia mengatakan awal tahun ini saja stok tabung elpiji 3 Kg di Pertamina telah mencapai 5,4 juta unit tabung. Sementara alokasi rencana produksi tabung baru tahun ini sebesar 3,8 juta unit tak jelas nasibnya.

“Rencananya 2011 ada 9,2 juta tabung (dibagikan), itu dari sisa 5,4 juta dari tahun 2010 dan 3,8 juta yang akan diproduksi tahun ini, ternyata APBN ini belum turun diperkirakan order ada lagi tahun 2012, itu pun masih negosiasi antara ESDM dengan DPR,” katanya.

Tjiptadi menuturkan saat ini 74 produsen tabung elpiji 3 Kg praktis menganggur. Sebagian dari mereka akhirnya beralih menjadi pabrik pembuat komponen otomotif dan sebagian lagi tutup sementara sambil menunggu order tahun depan.

Menurutnya yang menjadi kekhawatirannya saat ini adalah beraksinya pabrikan ilegal yang memproduksi tabung di luar dari permintaan Pertamina. Ia mengungkapkan setidaknya sudah ada 3 sampai 4 perusahaan yang tertangkap polisi dari kasus itu.

“Jangan-jangan anggota kita yang buat diam-diam, sudah ada 3-4 ditangkap polisi, yang tak bisa saya sebutkan namanya,” katanya.

Dikatakannya meski industri ini sudah masuk ‘sunset period’ namun di 2012 masih ada harapan permintaan tabung 3 Kg dari pemerintah. Setidaknya ada beberapa daerah di Indonesia seperti Papua dan Kalimantan yang masih kekurangan pasokan elpiji 3 Kg. Ia menuturkan tahun depan setidaknya akan ada permintaan untuk melakukan reparasi tabung elpiji 3 Kg sebanyak 9 juta tabung.

Ia mencatat hingga kini pabrikan tabung elpiji sudah memproduksi 62 juta unit tabung elpiji 3 Kg semenjak program itu bergulir di 2007. Namun jumlah kepala keluarga (KK) yang sudah mendapatkan paket program konversi termasuk selang dan kompor, baru mencapai 54 juta KK.
(hen/dnl)

September 9, 2011

Pemerintah Membagikan 800.000 Paket Elpiji

Jumat,
09 September 2011
KONVERSI MINYAK TANAH
Pemerintah Membagikan 800.000 Paket Elpiji

Jakarta, Kompas – Sebanyak 800.000 paket perdana konversi minyak tanah ke elpiji kemasan 3 kilogram akan didistribusikan kepada masyarakat pada tahun 2012. Penyaluran paket itu difokuskan di daerah Indonesia timur.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita H Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Kamis (8/9).

Program konversi tahun 2012 akan dilaksanakan untuk daerah yang belum terkonversi, khususnya di daerah Indonesia timur, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Selain itu, sasaran distribusi adalah daerah hasil penyisiran.

Evita menjelaskan, untuk subsidi tahun 2012, distribusi paket perdana elpiji 3 kilogram sebesar 800.000 paket dan isi ulang elpiji 3 kilogram sebesar 3,6 juta metrik ton.

”Hal ini sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR pada 7-14 Juni 2011 dan Badan Anggaran DPR pada 23 Juni lalu,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dalam paparan tertulisnya, menjelaskan, konversi di Indonesia timur sejumlah 300.959 paket. Penambahan paket atas permintaan pemerintah daerah dengan persetujuan Kementerian ESDM diperkirakan 500.000 paket.

Secara akumulatif, distribusi paket perdana sejak program itu diluncurkan sampai 31 Mei 2011 mencapai 50,5 juta paket dan isi ulang 6, 1 juta metrik ton. Penghematan negara dari konversi minyak tanah ke elpiji sampai 2011 mencapai Rp 32,4 triliun.

Menurut Karen, ada 9 juta paket yang telah didistribusikan pada tahun 2008-2009, tetapi belum dibayar pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera membayar tagihan atas distribusi paket itu.

Untuk tahun 2011, rencana konversi terdiri dari dua sumber. Pertama, pengalihan tahun 2010 sebesar 4,6 juta paket yang didanai dari APBN 2010. Kedua, sebanyak 3,8 juta paket rencananya bersumber dari APBN Perubahan tahun 2011 dan hingga saat ini PT Pertamina masih menunggu penugasan dari Kementerian ESDM. (EVY)

August 30, 2011

Warga Lampung Masih Sulit Dapatkan Elpiji

Gimana ya Pertamina mengatur distribusi dan logistik. Banyak lisensi untuk mendirikan stasion pengisian diberikan secara jor joran kepada pengusaha yang tidak kompeten tapi berani memberikan upeti bagi pejabat Pertamina..
Akibatnya sekarang berbisnis atau berinvestasi dengan Pertamina bisa suram ataw runyam!

Senin, 29/08/2011 11:05 WIB
Warga Lampung Masih Sulit Dapatkan Elpiji
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Kelangkaan elpiji yang melanda kawasan Lampung beberapa pekan lalu ternyata masih terasa hingga menjelang Lebaran ini. Misalnya di Bandar Lampung, warga masih sulit mendapatkan elpiji terutama ukuran 12 Kg.

“Masih terjadi, kemarin saya masih cari elpiji susah, di luar kota juga susah,” kata Zakky yang juga pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kepada detikFinance, Senin (29/8/2011).

Ia mengatakan elpiji yang masih sulit dicari adalah ukuran 12 Kg namun ukuran 3 Kg relatif masih banyak ditemukan. Ia mengatakan sempat membeli elpiji 12 Kg hingga Rp 135.000 per tabung di tingkat pengecer bahkan sebelumnya sempat ada yang menjual Rp 160.000 per tabung.

“Saya nggak tahu apakah itu di-keep. Biasanya di pom bensin jual elpiji tetapi justru kosong, di pengecer kecil kadang-kadang ada, kadang-kadang nggak ada, Kita mesti muter-muter,” katanya.

Meskipun Zakky mengatakan ada beberapa keluarganya di lokasi lain di Bandar Lampung yang kini relatif sudah mendapatkan elpiji 12 Kg lebih mudah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun mengatakan bahwa kelangkaan elpiji di Lampung terjadi dua minggu lalu. Namun sekarang ini pihak Pertamina sudah membanjiri Lampung dengan elpiji.

Harun pun menambahkan jika ada warga yang masih sulit mendapatkan elpiji karena ada kemungkinan tutupnya toko-toko pengecer elpiji menjelang Lebaran.

“Ya mungkin banyak toko yang sudah tutup, coba dicari di agen atau pangkalan,” kata Harun.

(hen/hen)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.