Archive for ‘Energy’

March 30, 2013

Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah

 

Karena kebijakan energi yang salah dasar.. hal ini jelas hanya menyuburkan penyelundupan BBM.  Karena langkah kongkrit untuk mengakhir soal subsidi BBM masih berlarut larut dan tidak tegas. Wajar bagi publik untuk mencurigai pihak pihak di pemerintahan dan politik yang mendapatkan banyak keuntungan dari kebijakann subsidi BBM yang salah kaprah ini. 

 
Sabtu,30 Maret 2013
 

BAHAN BAKAR

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah

 

GORONTALO, KOMPAS – Kepolisian Resor Kota Gorontalo menggagalkan penyelundupan 5.000 liter minyak tanah bersubsidi di Gorontalo, Jumat (29/3). Minyak tanah yang akan diselundupkan itu dikirim dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dan akan dijual di Gorontalo.

Sejak Januari lalu, tercatat sudah hampir 14.000 liter minyak tanah bersubsidi yang disita polisi. Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Gorontalo Inspektur Satu Ady Pradhana.

”Ribuan liter minyak tanah itu disimpan di jeriken dan diangkut dengan truk. Untuk mengelabui petugas, jeriken yang dimuat di bak truk ditimbun dengan serbuk kayu. Truk tersebut ditangkap saat turun dari kapal di pelabuhan Gorontalo,” ujarnya.

Menurut Ady, polisi akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi menahan dua tersangka. Mereka adalah NI (36) dan IJ (44), warga Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari keterangan tersangka, minyak tanah bersubsidi itu dibeli seharga Rp 4.500 per liter, tetapi akan dijual lagi dengan harga Rp 7.000 per liter.

Sejak Januari lalu, polisi menyita sekitar 14.000 liter minyak tanah bersubsidi yang diselundupkan ke Gorontalo.

Limbah jadi semen

Sementara itu, ribuan meter kubik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, bakal dimanfaatkan jadi bahan baku alternatif semen oleh PT Holcim Indonesia Tbk.

General Manager Pertamina Refinery Unit IV Cilacap Teuku Khaidir, di sela-sela

penandatanganan nota kesepakatan pengolahan limbah B3 dengan PT Holcim Indonesia Tbk, mengatakan, pengolahan ribuan meter kubik limbah itu dipastikan tidak akan meninggalkan residu dan tidak memengaruhi kualitas semen.

Saat ini, Pertamina memiliki limbah B3 yang cukup banyak sehingga harus dikelola dengan baik. ”Holcim punya fasilitas pengolahan limbah,” ujar Teuku. (APO/GRE)

March 30, 2013

Turbin Arus Laut Dipasang di Suramadu

Sabtu,
30 Maret 2013

ENERGI BERSIH

Jakarta, Kompas - Turbin arus laut dengan kapasitas generator untuk produksi listrik hingga 3.500 watt dipasang di bawah Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Meski arus laut tergolong kecil, dengan kecepatan maksimum 1,3 meter per detik, turbin arus laut layak dikembangkan massal.

”Kecepatan arus laut di Selat Madura itu rata-rata arus laut di perairan Indonesia,” kata Erwandi, Ketua Tim Perekayasa Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PTAL) pada Unit Pelaksana Teknis Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, yang dihubungi di Surabaya, Jumat (29/3).

Erwandi mengatakan, biaya produksi listrik dari PTAL masih dikaji. Perkiraannya Rp 1.400 per kilowatt-jam atau setidaknya di bawah listrik yang diproduksi dengan sel surya.

Potensi produksi PTAL tergolong tinggi. Arus laut di setiap selat bisa dipanen menghasilkan listrik. Secara teoretis, potensi listrik dari PTAL bisa mencapai 200.000 megawatt (MW).

Jika diturunkan, potensi teknikalnya diperkirakan 60.000 MW. Adapun potensi praktikalnya 6.000 MW. Potensi ini cukup besar dibandingkan kebutuhan listrik saat beban puncak di Jawa yang mencapai 20.000 MW.

”Generator pembangkit listrik arus laut yang dipasang di Suramadu dapat diperkecil menjadi berkapasitas 1.000 watt sehingga secara teknis dapat dioperasikan portabel,” kata Erwandi.

Tim perekayasa yang dipimpin Erwandi bekerja sejak tahun 2008. Uji coba pertama kali pada arus laut terkuat di Selat Flores, Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Kecepatan arus maksimumnya 4,3 meter per detik.

Uji coba pertama kali dilakukan Maret 2010, dilanjutkan Juni 2010. Uji coba tahap pertama menggunakan bilah turbin Darrieus 2 meter dengan diameter putaran turbin 2 meter.

”Sekarang menggunakan turbin dengan tipe Wave Rotor. Tipe ini lebih efisien untuk arus laut kecepatan rendah,” katanya.

Uji coba kedua dilaksanakan pada 26 Maret 2011 dengan lokasi uji coba sama. Perolehan listriknya dari 2.000 watt ditingkatkan jadi 10.000 watt dengan meningkatkan kekuatan turbin. Potensi listrik dari PTAL di Selat Flores saja diperkirakan 300 MW.

Kurang dikembangkan

Listrik dari arus laut merupakan energi bersih yang kurang dikembangkan di Indonesia. Begitu pula potensi energi bersih dari daratan, seperti biomassa pertanian dan perkebunan yang terbuang percuma.

Peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Endang Sukara, mendesak industri memanfaatkan hasil penelitian terkait energi bersih. Di antaranya, pemanfaatan mikroba untuk fermentasi biomassa hasil kerja sama LIPI dengan Kementerian Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas California, Davis, AS, di Mekongga, Sulawesi Tenggara. (NAW)

March 28, 2013

Tak Segera Naikkan Harga BBM, Indonesia Bisa Kehilangan “Investment Grade”

 

 
 

 

Ipotnews - Jika pemerintah tidak segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Indonesia berpotensi besar kehilangan rating layak investasi atau investment grade dari lembaga pemeringkat intenasional. Meski jadi pilihan sulit karena bisa memicu inflasi, namun menaikkan harga BBM merupakan yang terbaik mengingat inflasi akibat pelemahan rupiah cenderung lebih panjang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, kepada Ipotnews di Jakarta, Jumat (22/3). Menurutnya, besarnya kemungkinan Indonesia kehilangan status sebagai negara yang layak menjadi tujuan investasi dari The Fitch dan Moody`s karena banyak hal, salah satunya besarnya subsidi BBM yang membuat kondisi fiskal tidak sehat.

“(Harga BBM subsidi tidak naik) Ini disoroti betul oleh Bank Dunia dan lembaga rating internasional. Bisa-bisa lembaga rating internasional menurunkan peringkat (investment grade) kita,” kata Lana.

Di sisi lain, ada potensi membesarnya defisit di berbagai sektor yang mengakibatkan terjadinya defisit transaksi berjalan dan pembengkakan defisit anggaran yang dipatok dalam APBN 2013 sebesar 1,6%. Meski peluang defsit anggaran sesuai undang-Undang masih bisa melebar di 3%.

“Memang sesuai UU defisit APBN itu masih bisa hingga 3 persen, tapi konsekuensinya itu dibayar pakai apa? Kan kalau memperlebar defisit itu ditutup oleh utang. Lalu implikasi yang lain necara pembayarannya defisit dengan hanya mengandalkan portofolio asing. Jadi itu twin defisit neraca berjalan dan defisit APBN 3 persen dari PDB,” ujarnya.

Lebih lanjut Lana menyatakan, hal yang perlu diperhatikan, BBM merupakan faktor yang membuat impor Indonesia meningkat, namun di saat bersamaan ekspor mengalami pelemahan yang mengakibatkan neraca perdagangan defisit. Dengan demikian, cadangan devisa menurun karena sumber devisa dari perdagangan juga menurun.

Memang, kata dia, di portofolio dana masuk terus yang bisa menambah devisa dari sisi lain, akan tetapi itu tidak stabil. Karena bisa saja sekarang ini portofolio membanjir tapi bulan depan akan keluar karena memang tidak ada yang melarang.

“Kalau sudah begitu, rupiah akan mengalami pelemahan. Kalau subsidi BBM tak berkurang, impor meningkat, ekspor tidak naik-naik, cadev turun, pondasi rupiah berkurang. Kalau rupiah melemah efeknya ke inflasi juga. Karena sebagain besar bahan makanan kita kan impor,” ungkapnya.

Dia menambahkan, memang inflasi yang diakibatkan dari melemahnya rupiah tidak setinggi inflasi yang diakibatkan karena kenaikan harga BBM subsidi. Akan tetapi inflasi dari pelemahan rupiah memiliki jangka waktu yang cukup lama. “Pengalaman 2005 ketika BBM subsidi naik Rp1.500 per liter inflasi cuma naik 2 bulan. Bulan ketiganya itu inflasi sudah balik (normal) lagi. Kalau (inflasi) dari rupiah itu bisa berlanjut lama,” ucapnya.

Dia menilai, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi maka pemerintah tidak melihat urgensi dari pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga karena pembatasan itupun sulit untuk dilakukan. Sehingga opsi menaikkan itu sangat penting karena 47 hari pertama tahun 2013 ini subsisi sudah habis Rp37 triliun, kalau diambil rata-rata per hari itu habis Rp800 miliar per hari untuk subsidi BBM. Kalau dikali satu tahun (360 hari) maka subsidi BBM mencapai Rp290 triliun. Padahal pagu pemerintah untuk subsidi BBM tahun ini Rp193 triliun.

“Sekarang sudah habis separuh, kalau sampai akhir tahun ya bisa dihitunglah berapa banyak itu. Nah, untuk menutup subsidi itu pemerintah harus utang, kalau melihat likuiditas itu bisa saja utang, memang rasio utang saat ini masih aman 24% dari PDB. Tapi utang itu harus dibayar. Kita melihat pemerintah sudah mulai agak rawan untuk utang, karena di APBN itu ada neraca primer dan tahun kemarin sudah defisit,” jelasnya.

Di berpendapat, sesungguhnya dengan menaikkan harga BBM subsidi sebelum bulan April tahun ini adalah waktu yang tepat. Karena hal itu bisa memicu lembaga pemeringkat S&P melakukan pemeringkatan di bulan April.

“Saya pikir (Presiden) SBY bisa menaikkan harga BBM, timing yang pas itu sebelum April, karena S & P merating Indonesia April, dia belum beri rating, padahal S & P lebih dilihat investor asing. Kalau S & P kasih investment grade itu dampaknya lebih bagus lagi. Investasi jangka panjang berani masuk. Kalau sekarang (investasi yang masuk) lebih jangka pendek saja. Kalau menunggu sampai Oktober sudah habis uang itu, percuma saja. Uangnya nggak bisa dihemat,” tandasnya.(Fitriya/ha)

March 26, 2013

Kendalikan BBM Subsidi, KESDM Terapkan Sistem SMP

 

Apa bisa subsidi yang dibuang percuma ini  terselamatkan ? Mungkin kebijakan terbaik adalah tetap menaikan harga BBM 
 
Kendalikan BBM Subsidi, KESDM Terapkan Sistem SMP 

Oleh: Ranto Rajagukguk 
ekonomi – Selasa, 26 Maret 2013 | 14:04 WIB 

INILAH.COM, Jakarta – Pemerintah akan menerapkan sistem pengendalian 
Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan teknologi atau yang disebut 
Sistem Monitoring Pengendalian (SMP). 

Sistem ini akan diberlakukan di DKI Jakarta dan akan diperluas ke daerah 
lainnya. Tujuannya untuk menekan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

Dirjen Migas Kementerian ESDM, A. Edy Hermantoro, menjelaskan PT 
Pertamina saat ini sedang melakukan tender SMP tersebut. Nantinya, 
sekitar 5.000 SPBU di DKI Jakarta akan dipasangi alat ini untuk mencatat 
data pembelian BBM bersubsidi oleh kendaraan. Jika ada kendaraan yang 
membeli BBM subsidi melebihi batas kewajaran, maka secara otomatis 
selang tangki di SPBU akan berhenti mengalirkan bahan bakar. 

“Misalnya seperti sepeda motor yang seharusnya hanya mengisi sekitar 5-6 
liter, ternyata bisa mengisi bahan bakar hingga 20 liter. 
Rekayasa-rekayasa ini yang kita tekan,” ujar Edy di Jakarta, Selasa 
(26/3/2013). 

Secara umum, menurut dia, batas kewajaran pengisian bahan bakar untuk 
kendaraan roda empat sekitar 20-30 liter per hari. Dalam pelaksanaan 
program ini, Pertamina akan bekerja sama dengan pihak kepolisian. 

Sebelum menggunakan SMP, pemerintah telah melakukan pengendalian 
penggunaan BBM bersubsidi dengan melarang kendaraan dinas, BUMN dan BUMD 
serta kendaraan operasional pertambangan, perkebunan dan kehutanan 
menggunakan BBM subsidi. 

“Selain itu, melakukan konversi dari BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk 
kendaraan umum dan dinas. Upaya ini diharapkan dapat menekan penggunaan 
BBM subsidi sebesar 1,2 juta kl,” katanya. [hid] 

March 21, 2013

Kendalikan BBM Bersubsidi, Ini 3 Jurus Pemerintah

Sudahlah.. kebanyakan jurus.. tapi harga tidak berani dinaikan.. atau subsidi dikurangi.. Hasilnya  akan gagal menekan subsidi BB<.

 

KAMIS, 21 MARET 2013 | 14:25 WIB

 

 

TEMPO.COJakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengupayakan pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Edy Hermantoro, menyatakan sedikitnya ada tiga langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengurangi penggunaan konsumsi BBM bersubsidi.

“Menekan subsidi ini kan berbagai macam cara. Kami punya tiga program yang sedang dijalankan,” kata Edy, di Plaza Centris, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2013. Ini langkah-langkah pemerintah:

Upaya pertama yang didukung oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, menurut dia, bakal menghemat konsumsi BBM bersubsidi hingga 1,2 juta kiloliter. Dalam beleid tersebut, BBM bersubsidi dilarang digunakan untuk kendaraan perkebunan, pertambangan, kehutanan, dan pelayaran komersial.

Langkah kedua, kata Edy, pemerintah mengoptimalisasikan diversifikasi BBM ke gas. Dengan langkah ini, seluruh kendaraan dinas pemerintah dan juga transportasi umum dilarang menggunakan BBM bersubsidi. “Kendaraan umum dan taksi akan kami convert usahakan dengan gas. Kami sedang siapkan infrastruktur gas,” ujarnya.

Sedangkan upaya ketiga dilakukan dengan pemerintah memperluas program konversi minyak tanah ke LPG di 10 provinsi. Saat ini, konsentrasi konversi minyak tanah ke LPG tak lagi di Pulau Jawa, melainkan ke Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. “Dengan konversi ke LPG ini, negarasave hampir Rp 60 triliun dan di Jawa sudah zero subsidi minyak tanah sejak 2008 sampai 2012.”

Dengan tiga upaya tersebut, pemerintah berharap target konsumsi BBM tidak melebihi kuota 46 juta kiloliter. Untuk itu Kementerian Energi terus berkoordinasi bersama BPH Migas dan Pertamina untuk memantau bagaimana permintaan dan kondisi penyaluran kuota BBM bersubsidi.

ROSALINA

March 21, 2013

Indonesia-China cari teknologi batubara bersih

 

Rabu, 20 Maret 2013 02:38 WIB | 1964 Views

Pewarta: Dewanti Lestari

Sejumlah pekerja melakukan aktivitas penambangan pada salah satu perusahaan tambang batu bara di wilayah Kec, Montallat, Kab. Barito Utara, Kalteng, Minggu (11/3). Investasi tambang dan perkebunan saat ini belum maksimal akibat belum disetujuinya perubahan peraturan daerah rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Kalteng oleh pemerintah pusat.(FOTO ANTARA/Kasriadi)

 
  

Nusa Dua (ANTARA News) – Indonesia dan China berharap bisa bekerja sama dalam riset menciptakan teknologi batubara bersih, dan teknologi yang mampu memanfaatkan batubara berkualitas rendah pada “Indonesia-China Coal Summit”.

“Ke depan sumber energi kita akan didominasi oleh batubara, namun batubara mempunyai banyak masalah seperti pencemaran lingkungan, karena itu sangat penting untuk menemukan berbagai teknologi terkait batubara bersih,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Marzan A Iskandar di sela Indonesia-China Coal Summit I yang selain dihadiri para delegasi dari China, juga dari Jepang dan Korea Selatan di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa.

Dikatakan Marzan, teknologi pengolahan batubara sangat penting untuk mengurangi emisi karbon yang selain berdampak pada kesehatan juga pemanasan global.

“Ke depan cadangan batubara kita harus untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tidak untuk diekspor. Namun karena 55 persen batubara muda dan kualitasnya rendah kita harus cari teknologi untuk menambah nilainya, misalnya dengan teknologi pencairan batubara (liquidifikasi) untuk dijadikan bahan bakar minyak sintetis serta gasifikasi batubara,” katanya.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hubungan Luar Negeri Hassan Wirajuda yang juga memberi sambutan pada pertemuan yang digelar selama dua hari itu mengatakan, China dan Indonesia merupakan dua negara produsen batubara yang sama-sama juga sangat membutuhkan batubara.

China, ujarnya, memproduksi 3,47 miliar ton batubara pada 2012 namun juga masih mengimpor 190 juta batubara dari berbagai negara per tahun, sedangkan Indonesia memproduksi sekitar 360 juta ton batubara pada 2012.

Kebutuhan China akan batubara yang sangat besar terkait dengan pertumbuhan ekonominya yang cepat dalam dua dekade terakhir yang mencapai rata-rata 12 persen per tahun, sedangkan ekonomi Indonesia pada tiga tahun terakhir tumbuh 6-6,5 persen per tahun yang membuatnya menjadi nomor dua tumbuh tercepat di Asia setelah China, ujarnya.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat perlu didukung sumber energi yang juga semakin besar serta infrastrukturnya. China dengan cadangan luar negeri terbesar yang sampai 3,7 triliun dolar AS seharusnya tidak memiliki hambatan untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menristek Bidang Energi dan Material Maju, Agus R. Hoetman yang mewakili Menristek Gusti M Hatta mengimbau, karena kebutuhan batubara yang besar itu, kedua negara seharusnya mencari strategi untuk memperbaiki kualitas batubara yang rendah agar bisa dimanfaatkan.

“Bagi China ada kesempatan investasi dalam infrastruktur energi agar industri batubara Indonesia bisa memenuhi kebutuhan listrik industri pada 2030,” katanya. (D009/KWR)

March 19, 2013

Soal Explorasi Minyak dan Gas

Kebijakan enerji sudah salah dasar dari awalnya.. Sekarang jadi hanya tambal sulam.. yang pada akhirnya kita hanya diexploitasi sampai habis mulai dari exportir bahan baku enerji (minyak dan gas) dangan harga murah sampai kering , kemudian menjadi importir enerji.

Siapa pun presiden nya di Republik tercinta tidak akan bisa membalikan keadaan. kembali lagi sudah salah dasar ! 

 
Selasa, 19 Maret 2013
 

MINYAK DAN GAS BUMI

Terus Terkuras

 


 
 

 

Produksi minyak mentah di Tanah Air tahun ini bakal mencapai titik terendah dalam sejarah. Kondisi ini adalah buah yang harus dipetik akibat minimnya kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi guna menemukan cadangan baru.

Meski produksi minyak mentah turun, sektor migas masih jadi tumpuan. Total penerimaan negara lebih dari Rp 300 triliun per tahun. Ironisnya, penerimaan negara triliunan rupiah itu banyak terserap untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hampir tak tersisa dana untuk mendukung peningkatan cadangan migas ataupun pembangunan infrastruktur energi.

Sejumlah kalangan beranggapan, Indonesia masih kaya minyak dengan cadangan yang tak terbatas. Hal ini tecermin dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap upaya pencarian cadangan migas untuk menggantikan cadangan yang telah dikuras, baik dalam bentuk anggaran eksplorasi maupun insentif.

Padahal, setelah dua kali mencapai puncak produksi minyak tahun 1977 dan 1995 pada angka 1,6 juta barrel per hari, produksi minyak di Indonesia terus menurun. Mayoritas ladang minyak telah tua dan belum ada lagi ladang baru dalam skala besar. Pada 2012, rasio cadangan minyak terhadap produksi hanya 52 persen. Padahal, semestinya setiap produksi 1 barrel minyak digantikan temuan cadangan 1 barrel.

Saat ini, cadangan minyak di Indonesia terbukti sekitar 3,6 miliar barrel, hanya 0,2 persen dari cadangan minyak dunia. Sementara cadangan gas Indonesia 104,25 triliun kaki kubik atau hanya 1,7 persen dari cadangan total gas dunia. Sebagian besar cadangan migas itu berada di laut dalam di kawasan timur Indonesia yang relatif sulit dijangkau.

Selain butuh teknologi tinggi, kegiatan eksplorasi juga berisiko tinggi. Sebagai contoh, satu titik bor eksplorasi butuh biaya investasi 100 juta-120 juta dollar AS. Sementara tingkat keberhasilan hanya 40 persen. Jika gagal, investasi ratusan juta dollar AS itu ditanggung investor.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas mencatat, dalam periode 2009-2012, biaya total pengeboran eksplorasi di sumur laut dalam di Indonesia timur yang gagal mencapai 1,65 miliar dollar AS. Contohnya, ExxonMobil hanya menemukan dua sumur kering tak ekonomis saat eksplorasi di Blok Mandar, Selat Makassar.

Belum lama, Statoil, perusahaan migas Norwegia, mengembalikan Blok Karama kepada pemerintah lantaran gagal menemukan hidrokarbon setelah enam tahun kegiatan eksplorasi sesuai kontrak bagi hasil. Padahal, biaya investasi eksplorasi sudah 271 juta dollar AS.

Bisnis yang berisiko tinggi ini ditambah lagi dengan iklim investasi migas yang tak kondusif. Menurut Asosiasi Perminyakan Indonesia, iklim tidak kondusif, antara lain, adanya peraturan terkait penggantian ongkos produksi oleh negara (cost recovery), ketidakpastian hukum, dan minimnya data potensi sumber daya migas.

Kondisi itu membuat sejumlah perusahaan migas skala menengah mengalihkan investasinya ke negara lain. Pada 2012, realisasi kegiatan pengeboran eksplorasi sekitar 50 persen. Adapun alokasi biaya eksplorasi dalam beberapa tahun ini hanya sekitar 7 persen dari pengeluaran total kontraktor.

Atas dasar itu, pemerintah harus mendorong eksplorasi. Salah satunya adalah mengumpulkan data potensi sumber daya migas yang lengkap dan akurat. Juga mempermudah akses perbankan dan memberikan insentif untuk meningkatkan temuan cadangan migas. (EVY RACHMAWATI)

March 13, 2013

SBY Mengaku Tak Bisa Tiba-tiba Hapus BBM Subsidi, Meski Dinikmati Orang Kaya

 

Ah ..ngaku saja  takut saja sama bandar minyak Muhammad Reza, Pak Presiden ! Muh Reza adalah konco kental besan bapak ( Hatta Rajasa)

 

Mega Putra Ratya - detikfinance
Rabu, 13/03/2013 15:01 WIB
 
 
 
 
 
Jakarta - Hari ini Presiden SBY dan Komite Ekonomi Nasional (KEN) melakukan rapat membahas beberapa hal, salah satunya adalah soal tingginya anggaran subsidi BBM 2013 yang hampir mernyentuh Rp 300 triliun.

Usai rapat tersebut, SBY mengatakan, dirinya tidak mau BBM subsidi malah digunakan pemilik kendaraan yang merupakan kelompok masyarakat menengah ke atas.

“Pertama subsidi jangan sampai melampaui kepatutannya, karena tidak baik bagi kebijakan situasi fiskal, kebijakan ekonomi. Maka itu yang paling ideal kita masih mempunyai kebijakan subsidi yang tidak bisa mengait kepada komoditas. Karena yang kita subsidi komoditas sering terjadi ketidakadilan. Misalnya subsidi BBM, maka justru pengguna BBM itu yang memiliki kendaraan adalah kelompok menengah ke atas yang secara ekonomis sudah memiliki kemampuan dan tidak langsung dirasakan oleh saudara-saudara kita yang berpenghasilan rendah,” papar SBY usai rapat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2013).

Meski kenyataannya BBM subsidi salah sasaran, namun SBY mengaku pemerintah tidak bisa tiba-tiba menghapus subsidi BBM. Kenapa? Karena penghapusan BBM subsidi bisa mempengaruhi stabilitas harga barang-brang, mendongkrak inflasi, dan menimbulkan kesulitan di masyarakat.

“Oleh karena itu kita tengah merumuskan di satu sisi subsidi ini harus tepat sasaran. Kalau membantu harus membantu rumah tangga atau orang perorangan yang memang tergolong miskin atau hampir miskin dan sekali lagi yang harus kita bantu dengan kebijakan yang tepat, subsidi di masa depan harus menuju ke arah itu,” kata SBY.

Bagaimana dengan opsi menaikkan harga BBM subsidi? SBY mengatakan, saat ini pemerintah belum memutuskan menaikkan harga BBM subsidi. Karena pemerintah tak ingin inflasi naik karena kenaikan harga barang, dan memukul masyarakat miskin.

“Nah tadi yang kita diskusikan adalah cara-cara praktis seperti apa untuk mengurangi volume mengurangi bahan bakar minyak yang bisa dijalankan saat ini dan masa depan. Ternyata ada sejumlah opsi dan sejumlah pilihan yang belum tepat saya sampaikan sekarang ini karena kita akan matangkan dalam satu dua minggu ini,” kata SBY.

March 11, 2013

LPG 12 Kg Batal Naik, Dahlan Disarankan Mundur

 

Dani Jumadil Akhir – Okezone

 

Sabtu, 9 Maret 2013 15:15 wib
JAKARTA - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai tidak disetujuinya harga gas elpiji non subsidi 12 Kilo gram (kg) yang dinaikan oleh PT Pertamina (Persero) menjadi tamparan keras buat Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN. 
 
“Dengan tidak disetujuinya Pertamina menaikan harga gas elpiji 12 kg yang tadinya sudah mendapat restu Dahlan Iskan dapat diartikan bahwa Dahlan tidak mampu meyakinkan Presiden, Menteri ESDM dan Menko Perekonomian,” ujar Sofyano kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (9/3/2013).
 
Sofyano menegaskan, dengan kegagalan ini, harusnya Dahlan secara ikhlas mundur dari jabatan Menteri BUMN.
 
“Dengan membiarkan Pertamina rugi secara terus menerus di sektor bisnis elpiji 12 kg jelas merupakan tamparan keras yang telak kepada Dahlan sebagai menteri yang membawahi Pertamina,” tegasnya.
 
Selain itu, kerugian Pertamina di sektor bisnis elpiji 12 kg yang jumlahnya sudah mencapai triliun rupiah seharusnya menjadi beban berat bagi Menteri BUMN.
 
“Kebijakan untuk menaikkan harga ini ditolak dengan tanpa memiliki dasar hukum, seharusnya Dahlan memperjuangkan agar elpiji 12 kg ditetapkan sebagai elpiji bersubsidi. Namun ini belum pernah terdengar disuarakan oleh Dahlan,” pungkasnya.
 
Sekedar informasi, Pertamina telah menginformasikan kepada pemerintah terkait rencana menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp25.400 per tabung. Jika harga elpiji 12 kg pada tahun 2013 tidak ada perubahan, kemungkinan besar kerugian Pertamina akan menjadi Rp5 triliun.
March 9, 2013

Pertamina Diminta Hitung Ulang Harga Elpiji

Home » News »

Penulis: |

Sabtu, 9 Maret 2013 | 02:50 AM
Jakarta, Kompas – Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) menghitung ulang kerugian bisnis elpiji nonsubsidi 12 kilogram. Dengan perolehan laba yang besar dari bisnis hulu minyak dan gas bumi, badan usaha milik negara itu dapat melaksanakan subsidi silang untuk menutup kerugian bisnis elpiji itu.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyampaikan hal itu, Jumat (8/3), di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Di tempat terpisah, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute) Komaidi Notonegoro menyatakan, Pertamina secara korporasi semestinya tidak ada keinginan menunda karena sudah lama merugi. Jadi penundaan dilakukan karena tidak mendapat izin pemerintah.

Menurut Komaidi, semestinya pemerintah jangan menetapkan standar ganda. Saat ini elpiji 12 kilogram (kg) ditetapkan sebagai produk nonsubsidi, tetapi kebijakan harganya diintervensi. ”Jika terus diintervensi, lebih baik dijadikan produk subsidi saja agar lebih jelas untuk semuanya,” kata dia menegaskan.

Pertamina telah mengajukan kenaikan harga elpiji 12 kilogram dengan alasan mengalami kerugian Rp 5 triliun. Karena elpiji 12 kg tidak termasuk disubsidi, secara korporasi, Pertamina boleh menaikkan harga elpiji 12 kg, tetapi harus lebih dulu mengusulkan kepada pemerintah selaku pemegang saham.

Terkait hal itu, Kementerian ESDM memahami alasan Pertamina minta kenaikan harga elpiji 12 kg. Akan tetapi, Pertamina diminta menghitung kembali besaran kerugian. (EVY)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers