Archive for ‘EsBeye’

May 29, 2012

SBY Keluarkan 5 Jurus Gerakan Penghematan BBM dan Listrik

Jika tidak diikuti kok tidak dikenakan sangsi ?

SBY Keluarkan 5 Jurus Gerakan Penghematan BBM dan Listrik
Rachmadin Ismail – detikfinance
Selasa, 29/05/2012 20:16 WIB

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan 5 kebijakan penghematan BBM dan listrik secara nasional. Namun tak ada yang baru dari pemaparan SBY malam ini.

“Secara khusus untuk mengurangi subsidi BBM dan listrik perlu ada gerakan penghematan secara nasional. Sesungguhnya memang ada cara lain yang sederhana dan murah, yan dilakukan banyak negara yaitu menaikan harga BBM dan TDL (tarif dasar listrik). Kenaikan itu tidak dilakukan dan kita pilih. Oleh karena itu gerakan penghematan besar-besaran harus dilakukan serius agar APBN aman,” kata SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5/2012)

Berikut ini 5 gerakan penghematan untuk tahun ini dan tahun mendatang, yang disampaikan SBY:

1. Pertama pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU, dengan kemajuan teknologi yang sudah ada. Setiap kendaraan akan didata elektronik. Setiap mengisi BBM maka jumlah BBM yang dibeli akan tercatat secara otomatis pembelian setiap harinya. Agar konsumsi BBM subsidi dapat dikendalikan secara transparan dan tepat sasaran.

“Ingat BBM subsidi hanya bagi mereka yang berhak. Jumlahnya harus tepat, harus dicegah kebocoran dan penyimpangan yang merugikan negara. Pertamina akan menjaga pasokan sesuai kuota daerah, sekaligus menyediakan BBM non subsidi,” seru SBY.

2. Melarang BBM subsidi untuk kendaraan pemerintah dan BUMN. Dengan stiker khusus bagi kendaraan yang dilarang.

“Jajaran pemrintah dan BUMN harus beri contoh. Agar subsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar SBY

3. Pelarangan BBM subsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan dengan stiker.

“Penugasan kepada BPH Migas bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Harus ada kontrol ketat di daerah-daerah industri. Pertamina akan menambah SPBU BBM non subsidi di lokasi industri,” kata SBY

4. Konversi BBM ke BBG untuk transportasi. Pengalihan ini harus menjadi program utama nasional sebagai upaya mengurangi ketergantungan BBM.

“Tahun ini akan dibangun 33 SPBG dan 8 SPBG untuk revitalisasi. Tahun ini akan dibagi 15 ribu converter kit, untuk angkot. Efektivitasnya dirasakan pada 2013 mendatang,” katanya.

5. Penghematan listrik dan air di kantor-kantor pemerintahan BUMN dan BUMD serta penerangan jalan yang diberlakukan Juni 2012.

“Pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung jawab. Pada 2008/2009 lalu saat kondisi relatif sama, gerakan penghematan berjalan sangat sukses. Kita berhasil menurunkan signifikan,” katanya.

(hen/dnl)

May 14, 2012

SBY: Rakyat Tak Peduli Kebijakan, yang Penting Hasil

Senin, 14/05/2012 10:00 WIB
SBY: Rakyat Tak Peduli Kebijakan, yang Penting Hasil
Rachmadin Ismail – detikFinance

Ubud – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pada anak buahnya agar menjaga pertumbuhnan ekonomi bangsa. Rakyat tidak peduli kebijakannya seperti apa, selama hasilnya terasa.

“Rakyat tidak peduli dalam kebijakan apa yang kita pilih dan terapkan sepanjang tarafnya semakin baik, basic human need terpenuhi,” kata SBY saat membuka rapat kerja bersama Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Istana Tampak Siring, Ubud, Bali, Senin (14/5/2012).

Hadir dalam rapat ini, ketua KEN Chairul Tanjung beserta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik dan sejumlah staf khusus.

Beberapa anggota KEN yang hadir tampak Sandiaga Uno, Ninasapti Partowidagdo, James Riady, Erwin Aksa, dan Purbaya Yudi Sadewa, Didik J Rachbini dan Aviliani.

Ditambahkan SBY, rakyat juga berharap kemiskinan dapat dikurangi. Hasil yang baik selalu diharapkan, karena itu para menteri mesti bekerja keras, apa pun kebijakannya.

“Mereka tidak harus peduli dengan policy yang kita pilih, tapi mereka ingin melihat hasil dan baik, sesuatu real. Itu dari kacamata rakyat,” ucapnya.

“Dari sisi kita, semua tidak akan bisa dicapai tanpa kebijakan yang benar, impelemntasi yang benar,” sambung SBY yang tampil bersafari ini.

Meski begitu, SBY kembali mengingatkan bahwa kebijakan mana pun selalu ada pro dan kontra. Karenanya, setiap kebijakan harus diolah dengan baik dan dijalankan dengan benar.

“Begitulah kehidupan sebuah negara, dan negara-negara lain, paling tidak kita telah menetapkan kebijakan yang diolah dengan baik dan kita jalankan dengan baik pula,” pesan SBY.

December 19, 2011

Memoar Condoleeza Rice: Pemerintahan BJ Habibie, Gus Dur, dan Megawati Lemah

SBY lemah terhadap korupsi dan terlalu doyan “pencitraan”..

Memoar Condoleeza Rice: Pemerintahan BJ Habibie, Gus Dur, dan Megawati Lemah
Republika – Jum, 16 Des 2011

Email
Cetak
KONTEN TERKAIT
Perbesar Foto
Bendera Amerika Serikat
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA
Pelecehan Seksual di Gereja Belanda Terungkap
Liputan 6 – 17 jam yang lalu
Remaja Tewas Akibat Keseringan Masturbasi
Liputan 6 – 15 jam yang lalu

Sarung Tangan Masturbasi Dijual Rp 53 Ribu
TRIBUNnews.com – 8 jam yang lalu
More »
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Buku biografi terbaru mantan menlu AS Condoleeza Rice yang berjudul No Higher Honor: A Memoir of My Years in Washington menyinggung sedikit soal politik Indonesia.
Dalam buku yang baru terbit pada 1 November lalu itu, Rice menyoroti kepemimpinan presiden Indonesia pascareformasi. Ia banyak memuji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun tak terkesan dengan presiden BJ Habibie, Gus Dur, dan Megawati Soekarnoputri.
Ia gambarkan, saat Presiden George W Bush baru naik jabatan, Indonesia adalah negara yang penuh masalah. Ia menyebut presiden Soeharto sebagai ‘doktator yang lama berkuasa’. Soeharto baru saja tumbang dan Indonesia baru saja pemilu 1999.
“Pemilunya menghasilkan pemerintahan yang sangat lemah (presiden Gus Dur) termasuk saat pergantian ke Megawati Soekarnoputri,” demikian analisa Rice.
Sebaliknya, saat pemilu 2004 dimenangkan oleh SBY, ia memuji sosok SBY. “Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden Indonesia membawa era baru stabilitas demokrasi di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia itu,” kata Rice dalam bukunya.

December 8, 2011

SBY Dituding Tutupi Kasus Wisma Atlet

BERITA UTAMA
KAMIS, 8 DESEMBER 2011
SBY Dituding Tutupi Kasus Wisma Atlet
JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituding menutup-nutupi kasus suap Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang
Ralat
Pada berita halaman A4, edisi 7 Desember 2011, yang berjudul “Penunggak Pajak Akan Dicekal”, disebutkan hingga November 2011 realisasi penerimaan pajak Rp 635,381 triliun atau 69,2 persen dari target
Juara Olimpiade Matematika Tewas Ditusuk
Kemarin semestinya Christopher Melky Tanujaya berangkat ke Australia untuk melihat University of Sydney dan University of Queensland sebagai alternatif tempatnya menuntut ilmu kelak
Anggota Paspampres Terseret Kasus Raafi
JAKARTA– Seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ikut diperiksa dalam kasus penusukan Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa SMA Pangudi Luhur yang tewas dalam perkelahian di Shy Rooftop, Jakarta Selatan, awal November lalu
Muliaman dan Ronald Jadi Deputi Gubernur BI
JAKARTA –Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan Muliaman D
Jembatan Cikao Terancam Ambrol
Nasib Jembatan Cikao di Sukajadi, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mungkin akan mengikuti Jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
TRAGEDI JEMBATAN KUTAI
Polisi Incar Tiga Tersangka
TENGGARONG — Tersangka kasus ambruknya Jembatan Mahakam II di Kutai Kartanegara diperkirakan lebih dari tiga orang
Amir Syamsuddin Jelaskan Posisi Angelina
JAKARTA- Nazaruddin kembali menyebutkan peran sejumlah rekannya dalam kasus Wisma Atlet SEA Games XXVI Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan
Nazar Pertegas Anas Ikut Atur Proyek Hambalang
JAKARTA — Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, M
Ultimatum buat Pengemplang Pajak
Ancaman pemerintah yang bakal menindak tegas para penunggak pajak mudah-mudahan bukan gertak sambal
Kosmopolitan Bernama Batavia
ASAP tebal kehitaman mengepul di langit Batavia
Jawaban Sempurna
Chelsea akhirnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions setelah mengalahkan Valencia di Stamford Bridge, London, kemarin dinihari
Barca Tertawa, Arsenal Meringis
BARCELONA — Sama-sama sudah lolos ke babak 16 besar dan sama-sama tampil dengan tim pelapis
Kejutan APOEL dan Zenit
PORTO — Zenit Saint Petersburg melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah bermain seri dengan FC Porto di Stadion Dragao semalam
Rahasia Lolosnya Chelsea
LONDON — Chelsea melaju ke babak 16 besar Liga Champion setelah menghajar Valencia 3-0 di partai pamungkas Liga Champions Grup E kemarin dinihari
PIALA DUNIA ANTARKLUB
Menanti Duel Messi-Neymar
TOKYO — Piala Dunia Antarklub 2011 akan mulai digelar hari ini di Jepang
Gonzales-Yongki Ancam PSMS
SAMARINDA — Persisam Putra Samarinda berharap kembali bisa meraih poin dalam laga kedua tur Sumatera
Persib Terkam Sriwijaya
BANDUNG — Persib Bandung berhasil mengalahkan Sriwijaya FC 1-0 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin
Dicara Bibit Sprinter Berbakat
JAKARTA — Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Boedi Darma masih melihat kurangnya bibit-bibit pelari yang bisa meneruskan sprinter-sprinter saat ini
Majelis Etik ‘Sembunyikan’ Pemeriksaan Djohar
JAKARTA — Agenda pemanggilan terhadap Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin dan Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro untuk dimintai keterangan oleh Majelis Etik berlangsung di tempat “tersembunyi”
PSSI Isyaratkan Rahmad Akan Gantikan Wim
JAKARTA – Penanggung Jawab Tim Nasional Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bernhard Limbong memberi sinyal kemungkinan akan digantinya pelatih timnas senior, Wim Rijsbergen, oleh pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan
Fran/Shendy Lewati Hadangan Pertama
JAKARTA — Pemain ganda campuran Indonesia, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis Korea Grand Prix Gold 2011
Christo Masih Beradaptasi
JAKARTA — Christoper Rungkat kemarin mengawali kiprahnya di turnamen Garuda Indonesia Tennis Masters 2011 dengan mengalahkan Seno Hartono Suwandi, 6-2, 6-3
Kinerja Satgas TKI Didesak Diaudit
JAKARTA-Migrant Care, pegiat hak asasi buruh, mendesak dilakukannya audit kinerja dan penggunaan dana Satuan Tugas Penanganan Tenaga Kerja Indonesia
Denny Indrayana Berkukuh Aturan Pengetatan Remisi Tepat
JAKARTA — Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana berkukuh bahwa kebijakan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana kasus korupsi, teroris, dan narkotik sudah tepat
Pejabat Pertamina Diperiksa untuk Kasus PT Innospec
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua pejabat Pertamina kemarin
Istri Terdakwa Bom Cirebon Jadi Saksi
TANGERANG-Istri dua terdakwa terorisme kasus bom Cirebon menjadi saksi di Pengadilan Negeri Tangerang
Malinda Diduga Tampung Dana di 4 Perusahaan
JAKARTA-Inong Malinda Dee, mantan Senior Manager of Relationship Citibank, diduga mengalirkan dana hasil pencucian uang nasabah Citigold ke empat perusahaan
Mantan Bos PLN Dituntut 7 Tahun Bui
JAKARTA- Mantan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono dituntut tujuh tahun penjara
Tugas Tim Pengawas Century Diperpanjang Setahun
JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat memperpanjang masa kerja Tim Pengawas Kasus Bank Century selama satu tahun
Indonesia Beli Enam Pesawat Sukhoi Akhir Tahun
MOSKOW – Indonesia dan Rusia segera menandatangani kontrak pembelian enam pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2
Pemerintah Evaluasi Otonomi Khusus Papua
PAPUA — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah akan mengevaluasi Otonomi Khusus Papua
KILAS
75 Persen APBD Jember untuk Gaji Pegawai
JEMBER — Sebanyak Rp 1,067 triliun atau 75 persen dari total Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember 2012 digunakan untuk membayar gaji pegawai dan guru
Menyiramkan Air Kencing Sukarwati Divonis 2 Bulan Penjara
KEDIRI — Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri kemarin menjatuhkan hukuman 2 bulan penjara kepada terdakwa Sukarwati, 46 tahun
RSUD Blambangan Terancam Ditutup
BANYUWANGI — Nasib tak kalah rumit juga dialami Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi
PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA MISKIN
Utang Ditutup Dana Bagi Hasil Pajak Kendaraan
SURABAYA — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setuju Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak memberikan bagi hasil pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang menjadi jatah Pemerintah Kota Surabaya
KILAS
Mantan Pembantu Rektor Untirta Jadi Tersangka
SERANG — Mantan Pembantu Rektor II Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Sudendi, ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan sarana laboratorium di Untirta senilai Rp 49 miliar, yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010
Gubernur Awang pun Punya Tiga KTP
Buruknya sistem kependudukan Indonesia tak hanya dialami oleh warga biasa
Ratusan Eks Pengungsi Timor Timur Belum Miliki Rumah
KUPANG — Kurang-lebih 700 keluarga eks pengungsi Timor Timur di Desa Noelbaki dan Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini masih bertahan di kamp-kamp pengungsian pasca-jajak pendapat 1999
2012, Dana BOS Disalurkan Melalui Provinsi ke Sekolah
MADIUN — Pemerintah pusat mengubah mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai 2012
Assad Ngaku Tak Pernah Bertitah Habisi Pemrotes
DAMASKUS — Presiden Suriah Bashar al-Assad, kepada ABC News dalam wawancara khusus yang tayang kemarin, menyebutkan dia tak bertanggung jawab langsung atas aksi-aksi kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan sejak pemberontakan dimulai pada Maret lalu
Perusuh Israel Bakar Masjid Palestina
BRUKIN — Israel dan Palestina kembali ribut
Amerika Ingin Ambil Pesawat Silumannya
WASHINGTON — Para pejabat Amerika Serikat tengah menimbang melansir satu misi terselubung ke Iran untuk merebut atau menghancurkan sebuah pesawat mata-mata siluman yang jatuh pada akhir pekan lalu
SEJARAH
1660
Margaret Hughes menjadi aktris Inggris pertama yang bermain di panggung
OOPS
Kisruh Foto Bugil
ISLAMABAD — Gara-gara menjadi model untuk sampul majalah pria dewasa India, artis Veena Malik asal Pakistan pun “kebakaran jenggot”
Afganistan Tuding Milisi Pakistan
KABUL — Afganistan menuding milisi Pakistan berada di balik ledakan bom bunuh diri saat perayaan Azhura di masjid muslim Syiah di Kabul dan di Kota Mazar-i-Sharif pada Selasa lalu
KILAS
Gorbachev Desak Pemilu Diulang
MOSKOW – Mantan pemimpin Rusia, Mikhail Gorbachev, kemarin mendesak pejabat penguasa Rusia untuk menggelar pemilihan parlemen ulang akibat meluasnya protes atas kecurangan dalam pemilu yang digelar pada Ahad lalu
Warga Australia Dicambuk karena Menodai Agama
VICTORIA — Pemerintah Australia kemarin berjanji akan mengupayakan pengampunan bagi warganya yang dihukum 500 kali cambuk dan kurungan selama setahun di Arab Saudi
Polisi Cina Bekuk 608 Penjual Anak
BEIJING — Tim gabungan polisi yang dipimpin Wakil Menteri Keamanan Publik Zhang Xinfeng berhasil membekuk 608 orang yang diduga sebagai pelaku perdagangan anak, akhir November lalu
Pemimpin Kaus Merah Dijerat Kasus Teroris
BANGKOK — Pemimpin Kaus Merah Thailand, Arisman Pongruangrong, kemarin dijerat tuntutan terorisme karena memimpin demonstrasi kelompok Kaus Merah yang berujung pada kekerasan dengan aparat berwajib tahun lalu
SURAT PEMBACA
Point Reward Dicuri
Saya pemegang kartu Mega Platinum dengan Nomor 4201 9400 xxxx xxxx
Degradasi Peradaban Kota
Agus Dermawan T
Gubernur Jenderal untuk DKI Jakarta
Indra J
BYTE
Februari, Microsoft Buka Toko Aplikasi Windows
SAN FRANCISCO — Microsoft berencana membuka toko aplikasi baru pada Februari 2012, seiring dengan peluncuran resmi Windows 8
Razr Bangkit Lagi
JAKARTA — Masih ingat ponsel Motorola Razr? Telepon seluler ini sempat menjadi primadona sekitar enam tahun lalu
ZOOM IN
Jawa-Bali Alami Defisit Sumber Daya Alam
SURAKARTA — Jawa dan Bali harus mengimpor sumber daya untuk produksi dan konsumsi dari pulau-pulau lain
ZOOM OUT
Inilah Lubang Hitam Paling Besar
ANN ARBOR — Kelompok ahli astronomi dari Amerika Serikat dan Kanada menemukan benda tunggal paling berat yang ada di alam semesta
Ketika Bulan Ditelan Bayangan Bumi
JAKARTA — Bulan akan kembali berubah warna menjadi merah pada akhir pekan ini
SINYAL
Pembelian Netto Asing Rp 1,57 Triliun
JAKARTA — Positifnya bursa regional dan menguatnya bursa Eropa di sesi pembukaan sore ini mampu memicu kenaikan indeks lokal
KILAS
Coca-Cola dan Burger King Jalin Kongsi
MIAMI — Produsen minuman Coca-Cola mendapat mitra strategis untuk memasarkan produk
Amerika Pasok Toyota Camry Korea
WASHINGTON — Pabrikan mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp, akan mengekspor sedan Camry rakitan Amerika Serikat ke Korea Selatan pada awal tahun depan
Dewan Eropa Ajukan ‘Fiscal Compact’
BRUSSEL — Presiden Dewan Uni Eropa Herman van Rompuy menggagas solusi cepat untuk menangani krisis yang semakin kronis
KILAS
Produksi Kayu Perhutani Bakal Turun 30 Persen
JAKARTA — Produksi kayu Perhutani diperkirakan terus menyusut hingga 30 persen pada 2016
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga BBG
JAKARTA — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Herawati Legowo, menyatakan pemerintah sedang mempertimbangkan usulan kenaikan harga bahan bakar gas (BBG) yang disampaikan para pengembang BBG
Pencurian Ikan Rugikan Negara Rp 200 Miliar
JAKARTA — Banyaknya kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh nelayan asing membuat negara menanggung kerugian sebesar US$ 10-23 juta (Rp 90-200 miliar) per tahun
Pariwisata Jadi Pengaman Krisis
JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pengestu menyatakan industri pariwisata memiliki potensi yang besar untuk menjadi sabuk pengaman ekonomi nasional di saat perekonomian dunia mengalami krisis
Investasi Eksplorasi CBM Capai Rp 666 Miliar
JAKARTA — Pemerintah mendapatkan investasi total senilai US$ 73,8 juta atau setara dengan Rp 666 miliar untuk komitmen eksplorasi blok minyak dan gas serta gas metana batu bara (CBM) dari hasil lelang langsung yang ditawarkan sejak Oktober lalu
KISRUH AGEN INSPEKSI
Mogok Kerja Diminta Dilakukan di Luar Bandara
JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti Singayuda Gumay mempersilakan para pengusaha yang menolak tarif baru pemeriksaan kargo melakukan mogok kerja
Telkom Targetkan 497 Kota Terjangkau Broadband
JAKARTA — PT Telkom Indonesia Tbk menargetkan sebanyak 497 kota di Indonesia akan menikmati layanan true broadband pada 2015
Anak Ayam Berlimpah, Laba Japfa Tergerus
JAKARTA — Laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk tahun ini diperkirakan turun 10 persen dibanding pada tahun lalu
�Sulit Capai Investment Grade 2012�
JAKARTA — Ekonom Universitas Gadjah Mada yang juga Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk, Tony Prasetyantono, menilai Indonesia masih kesulitan mencapai predikat layak investasi (investment grade) pada 2012
BI Dorong Efisiensi BPR
JAKARTA — Bank Indonesia mendorong sejumlah bank perkreditan rakyat (BPR) untuk meningkatkan efisiensi
Persiapan Redenominasi Harus Matang
JAKARTA — Bank Indonesia menyatakan penyederhanaan mata uang (redenominasi) harus disiapkan secara matang sebelum diterapkan
KPK Usut Rekening Gendut PNS Muda
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengusut rekening gendut para pegawai negeri sipil muda sebagaimana temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
Hasil Jepretan Foto Kekerasan di Papua Dipamerkan
YOGYAKARTA — Sebanyak 22 foto kekerasan yang terjadi di Papua dipamerkan di koridor kantin Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada 7-10 Desember
Eksplorasi Rupa Lekukan Kawat
Melukis dengan kawat? Cara itulah yang dilakukan perupa Agus Kama Loedin melukis
KILAS
Permintaan Properti Naik 20 Persen
SURAKARTA — Penurunan suku bunga Bank Indonesia dari 6,75 persen menjadi 6,5 persen, yang kemudian turun lagi menjadi 6 persen, membuat suku bunga kredit ikut turun
Ramai-ramai Jajal Bisnis Online
YOGYAKARTA — Perkembangan teknologi informasi memicu perajin di Kota Yogyakarta menjajal bisnis online
DIY Siapkan 100 Ton Beras Operasi Pasar
YOGYAKARTA — Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Divisi Regional Bulog, menyiapkan 100 ton beras untuk operasi pasar
Petani Bawang Minta Dana Talangan
BREBES — Petani bawang merah Brebes meminta dana talangan dari pemerintah untuk menghadapi anjloknya harga jual hasil panen
KILAS
Surakarta Siap Gelar Lelang Elektronik
SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta memastikan bakal menggelar semua lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik pada tahun depan
Ketika Tubuh Santi Bertambah Kekar
Senyum kecut Santi begitu terasa saat sejumlah wartawan mendatangi rumahnya di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, kemarin
Butuh Rp 13 Miliar Benahi Sukolilo
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati membutuhkan dana sekitar Rp 13 miliar untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak di Kecamatan Sukolilo akibat banjir badang Sabtu pekan lalu
George Aditjondro Gagal Bertemu Sultan
YOGYAKARTA — Sosiolog George Junus Aditjondro gagal bertemu dengan Raja Keraton Yogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kemarin
Petani Tembakau Mengadu ke Kiai Sepuh
SEMARANG — Sekitar 80 petani tembakau perwakilan dari beberapa paguyuban petani tembakau dari beberapa daerah di Jawa Tengah yang terwadahi dalam Aliansi Petani Jawa Tengah mengadu kepada KH Munif Zuhri di Girikusumo, Demak, Selasa malam lalu
Dana Cukai Rokok Tak Sesuai Peruntukan
KUDUS — Dana yang berasal dari pengembalian cukai rokok di Kudus ternyata dinikmati Satuan Polisi Pamong Praja Kudus
DESY RATNASARI
Wali Kota Sukabumi
Artis cantik Desy Ratnasari disebut-sebut bakal nyemplung ke dunia politik
Stadion Andi Mattalatta Siap 90 Persen
MAKASSAR — Stadion Andi Mattalatta siap menjadi tuan rumah laga kandang PSM Makassar versus Persiba Bantul pada laga pertama Indonesia Premier League (IPL), Sabtu mendatang
MENJELANG PSM-PERSIBA
Petar: Pemain Masih Grogi
MAKASSAR — Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, mengakui jika skuad Juku Eja masih grogi
Dari Manggatara ke Marege
Beberapa gelas kopi susu menemani obrolan dan senda gurau anggota Korps Pencinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin, di sudut gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Selasa malam lalu
Menjelang Natal, Okupansi Hotel Diprediksi Turun
MAKASSAR — Tingkat okupansi hotel di Sulawesi Selatan menjelang Natal diprediksikan akan turun hingga 60 persen
BI Pantau Penurunan Suku Bunga
MAKASSAR — Terkait dengan menurunnya suku bunga acuan dari Bank Indonesia atau BI Rate pada November, Bank Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap bank-bank yang belum menurunkan suku bunganya
Petani Sulitan Peroleh Bibit Cengkeh
MAKASSAR — Petani cengkeh Sulawesi Selatan saat ini kesulitan memperoleh bibit cengkeh
Opera Buka Peluang Periklanan Berkonten Lokal
MAKASSAR — Opera Software ASA Indonesia membuka peluang kerja sama dengan menawarkan pemasangan iklan dunia maya berkonten lokal
Penyaluran Kredit Perumahan Naik 36 Persen
MAKASSAR — Penyaluran kredit perumahan oleh bank umum di Sulawesi Selatan selama 2011 meningkat 36,17 persen dibanding tahun sebelumnya
Pemuda Serang Siswa SMK 1
BONE — Sekelompok pemuda menyerang siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Watampone kemarin siang
Baru Sebulan, Jembatan Bamba Ambruk
PINRANG — Warga di empat desa, yakni Batulappa, Kassa, Watang Kassa, dan Kasera Lau, terisolasi akibat ambruknya Jembatan Bamba, yang menghubungkan Kecamatan Batulappa dengan Kecamatan Patampanua, Selasa malam lalu
Tak Punya Pengacara, Sidang Pencabulan Ditunda
GOWA — Sidang pertama pembacaan dakwaan kasus pencabulan dengan pelaku Daeng Juma’ bin Buntu, 39 tahun, terhadap bocah perempuan berusia 4 tahun berinisial AK di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, ditunda hingga pekan depan
Anggaran Maros untuk Bibit Rp 2,8 M
MAROS — Dinas Perkebunan dan Kehutanan Maros menganggarkan dana Rp 2,8 miliar untuk pengadaan berbagai macam bibit 2,7 juta pohon dan buah-buahan
Maros Akan Lakukan Tes Urine
MAROS — Wakil Bupati Maros H A
Sekretaris Partai Merdeka Laporkan Bupati dan Wakilnya
BULUKUMBA — Perselisihan Sekretaris Partai Merdeka Bulukumba A
Andry Arief Usung Tujuh Program untuk Calon Wali Kota
MAKASSAR — Perang program telah dilontarkan oleh sejumlah kader Partai Demokrat Sulawesi Selatan agar terpilih pada Pemilihan Wali Kota Makassar Oktober 2013
Mahasiswa Gowa Tuntut Kejelasan Bantuan Bencana
GOWA — Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Gowa menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Gowa kemarin
Realisasi Belanja 24 SKPD 70-80 Persen
MAKASSAR — Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Andi Mustaman, yang membidangi kesejahteraan rakyat, mengatakan realisasi belanja 24 satuan kerja perangkat daerah (SPKD) yang menjadi mitra di komisinya baru mencapai 70-80 persen
Sidik Jari di Kamar Imam Diusut
MAKASSAR — Polisi masih menunggu hasil otopsi Imam Bagus Nugraha dan sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian untuk mengungkap penyebab kematian mantan mantan Manajer PT Merpati Nusantara Airlines Makassar itu
Kodam Pecahkan Rekor Donor Darah
MAKASSAR — Aksi donor darah yang melibatkan 14
BENTROKAN DOSEN UNHAS
Jurusan Rekomendasikan Pemecatan Rahman
MAKASSAR — Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin merekomendasikan pemecatan Rahman Saini, yang dilaporkan menganiaya rekannya sesama dosen, Rahmat Muhammad, bulan lalu
Partai Demokrat Punya Tugas Membentuk Luwu Tengah
MAKASSAR — Terbentuknya Luwu Tengah menjadi suatu kabupaten merupakan angin segar bagi Partai Demokrat Sulawesi Selatan
Sebelum Berangkat ke Taiwan, Istri Tajuddin Minta Bantuan Bupati
MAROS — Istri Tajuddin bin Ride, Nurdiana, menemui Bupati Maros H M
Tim Universitas Hasanuddin Menilai Ada Kesalahan Bahan dan Ukuran
MAKASSAR — Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin datang ke lokasi robohnya tembok penghalang perumahan The Mutiara Villa Palma, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, kemarin
Kepala Dinas Kehutanan Bone Mundur Terkait Proyek Green House
MAKASSAR — Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone, Mullar Supu, mengaku telah mempertaruhkan jabatannya dalam kasus proyek pembangunan balai pembenihan dan pembibitan atau green house yang pernah dikerjakan oleh pihaknya pada 2007
Pemerintah Jamin Kebutuhan Pokok untuk Natal
MAKASSAR — Pemerintah Sulawesi Selatan menyatakan stok dan stabilisasi harga kebutuhan pokok untuk hari raya Natal dalam kondisi aman dan terkendali
Tajuddin Lamase Divonis 2 Tahun Penjara
MAKASSAR — Tajuddin Lamase, terdakwa kasus proyek swakelola Dinas Pekerjaan Umum Makassar, divonis 2 tahun penjara dan denda senilai Rp 100 juta
ROBOHNYA PAGAR THE MUTIARA
Polisi Kejar Kontraktor
MAKASSAR — Polisi mengatakan kasus robohnya pagar pembatas perumahan mewah The Mutiara Villa Palma, yang menewaskan delapan warga di Jalan Sukadamai Makassar, Ahad lalu, masih dalam tahap penyidikan
TEMPO DOELOE
Anak hilang
Pembrita Betawi 7 December 1911 Pada politie diminta tjari satoe anak perempoean bernama Isa, oemoer 6 tahoen, jang pergi menonton St
KILAS
Pulang Haji Ditangkap Polisi
BEKASI — Asep Dirman, anggota jemaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diringkus polisi sesaat setelah turun dari pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin
Bunuh Istri, Kakek Ditangkap
TANGERANG — Kepolisian Sektor Sepatan, Kabupaten Tangerang, menangkap Sunarso alias Uban, 60 tahun, yang diduga tega membunuh istrinya sendiri
Mahasiswa Tewas Dikeroyok di Kampus
JAKARTA — Ahmad Yoga Fudholi, 19 tahun, mahasiswa semester III Fakultas Teknik Informatika Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tewas dikeroyok teman-temannya sendiri satu kampus, Selasa sore lalu
Anggaran Pilkada Rp 70 Miliar
BEKASI — Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengatakan anggaran pemilihan kepala daerah Kabupaten Bekasi sebesar Rp 70 miliar
Ratusan Gedung Sekolah Rusak
JAKARTA — Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat Dian Hardian menyatakan akan merenovasi 60 sekolah dan sekolah menengah pertama yang rusak, pada 2012
Gangguan Saklar Pantograf Sudah Lima Kali
JAKARTA — Sejak diberlakukannya pola loop line (melingkar), gangguan terhadap saklar pantograf telah terjadi lima kali
Tiga Warga Iran Kabur dari Penjara Salemba
JAKARTA — Tiga warga negara Iran yang menjadi tersangka dalam kasus narkoba kabur dari rumah tahanan Selemba, Jakarta Pusat
TIP
Enam Manfaat Minum
Keasyikan kerja sering kali membuat kita lupa minum air putih yang cukup, yakni minimal 2,5 liter sehari
Ibu Hamil Harus Cukup Gizi
Masa kehamilan merupakan masa yang banyak ditunggu pasangan yang baru menikah
Mode
Keceriaan warna merah muda selalu menjadi pesona yang disukai banyak orang
AHMAD FUADI
Sekolah Gratis 5 Menara
Setelah novel pertamanya, Negeri 5 Menara, meledak pada 2009, Fuadi bersama istrinya, yang akrab dipanggil Yayi, mengerucutkan ide untuk berbagi

BERITA UTAMA (126)
NASIONAL (13)EKONOMI DAN BISNIS (18)METRO (10)NUSA (9)EDITORIAL (1)SENI (1)OLAH RAGA (12)INTERNASIONAL (10)OPINI (3)DIGITAL (2)ILMU DAN TEKNOLOGI (3)BERITA UTAMA-JATENG (12)MAKASSAR (28)GAYA HIDUP (4)
ARSIP

Nasional
SBY Dituding Tutupi Kasus Wisma Atlet
THURSDAY, 08 DECEMBER 2011
Kembali
JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituding menutup-nutupi kasus suap Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang. Menurut Rufinus Hutauruk, pengacara tersangka M. Nazaruddin, SBY tidak melaporkan perkara itu ke aparat. Padahal Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengetahui peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana.
“Sampai saat ini Pak SBY, yang memimpin rapat di Cikeas (rumah SBY di Puri Cikeas, Bogor), tidak pernah melakukan tindakan apa pun dengan melaporkannya ke pihak berwenang,”� ujar Rufinus saat membacakan eksepsi kliennya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.
Padahal, kata dia, wajib hukumnya sebagai warga negara untuk melaporkan peristiwa yang diduga mengandung unsur kejahatan. Rufinus mengungkapkan, dalam pertemuan di Cikeas pada 23 Mei 2011 itu Nazar melaporkan adanya aliran duit ke sejumlah petinggi Demokrat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
Bekas Bendahara Umum Demokrat itu juga menyebutkan keterlibatan rekan separtai dalam sejumlah proyek. Misalnya aliran duit ratusan miliar rupiah saat Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu untuk memenangkan Anas Urbaningrum. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Hambalang, Bogor.
Cerita itu kembali dibeberkan Nazar di rumah SBY. “Akan tetapi sampai hari ini SBY tidak melakukan tindakan apa pun, baik sanksi yang berlaku di Partai Demokrat maupun langkah hukum,” ujar Rufinus.
Pertemuan di Puri Cikeas berlangsung selama 3,5 jam. Hadir dalam pertemuan ini empat petinggi Demokrat: Jero Wacik, Amir Syamsuddin, Anas Urbaningrum, E.E. Mangindaan, dan Amir Syamsuddin.
Nazar juga jengkel kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi karena tidak bertanya soal pertemuan Cikeas. “Saya tidak tahu mengapa penyidik tidak pernah menanyakan hal tersebut,” ujar Nazar dalam eksepsi pribadi yang ia bacakan sendiri.
Ketua Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul membantah tudingan Rufinus. “Bagaimana bisa. Dia (Nazar) jadi saksi saja belum. Bagaimana mau lapor,” kata Ruhut saat dimintai konfirmasi kemarin. Ruhut mengatakan tak pantas Presiden melaporkan suatu kasus ke polisi.
Nazar didakwa menerima suap dan diancam hukuman 20 tahun penjara. Jaksa menyebut Nazar menerima uang dari PT Duta Graha Indah–rekanan proyek–sebesar Rp 4,6 miliar. Uang ini terdiri atas lima lembar cek, diterima oleh anak buah Nazar bernama Yulianis dan Oktarina Furi.ISMA SAVITRI | FEBRIYAN | INDRA WIJAYA | SUNUDYANTORO

Gebrak Meja di Puri Cikeas
Pada 23 Mei 2011, petinggi Partai Demokrat berkumpul di rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka membahas masalah penting: kasus Wisma Atlet. Sumber Tempo menyebutkan ada gebrak meja segala dalam acara itu.
Tempat: Ruang Perpustakaan di rumah SBY.
Peserta pertemuan: SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, M. Nazaruddin, E.E. Mangindaan, Jero Wacik, dan Amir Syamsuddin–kini menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Isi pertemuan: Anas meminta agar Nazar tidak diberi sanksi berat. Nazar membeberkan peran Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) dan Mallarangeng bersaudara dalam proyek SEA Games.
Sumber Tempo juga mengungkap ada catatan dari staf Nazar yang menyebutkan bahwa Anas, Andi, dan Ibas menerima masing-masing US$ 250 ribu.
Ibas membantah. “Haram bagi saya menerima uang yang tidak sejalan dengan semangat antikorupsi,” katanya. Andi juga berkali-kali menyangkal.
Soal gebrak meja, politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan, “Karena aku orang hukum, aku tidak mau mengomentari sesuatu yang tidak aku lihat.”
Sumber: Majalah Tempo edisi 5 Juni 2011 | INDRA WIJAYA
JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituding menutup-nutupi kasus suap Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang. Menurut Rufinus Hutauruk, pengacara tersangka M. Nazaruddin, SBY tidak melaporkan perkara itu ke aparat. Padahal Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengetahui peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana.
“Sampai saat ini Pak SBY, yang memimpin rapat di Cikeas (rumah SBY di Puri Cikeas, Bogor), tidak pernah melakukan tindakan apa pun dengan melaporkannya ke pihak berwenang,”� ujar Rufinus saat membacakan eksepsi kliennya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.
Padahal, kata dia, wajib hukumnya sebagai warga negara untuk melaporkan peristiwa yang diduga mengandung unsur kejahatan. Rufinus mengungkapkan, dalam pertemuan di Cikeas pada 23 Mei 2011 itu Nazar melaporkan adanya aliran duit ke sejumlah petinggi Demokrat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
Bekas Bendahara Umum Demokrat itu juga menyebutkan keterlibatan rekan separtai dalam sejumlah proyek. Misalnya aliran duit ratusan miliar rupiah saat Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu untuk memenangkan Anas Urbaningrum. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Hambalang, Bogor.
Cerita itu kembali dibeberkan Nazar di rumah SBY. “Akan tetapi sampai hari ini SBY tidak melakukan tindakan apa pun, baik sanksi yang berlaku di Partai Demokrat maupun langkah hukum,” ujar Rufinus.
Pertemuan di Puri Cikeas berlangsung selama 3,5 jam. Hadir dalam pertemuan ini empat petinggi Demokrat: Jero Wacik, Amir Syamsuddin, Anas Urbaningrum, E.E. Mangindaan, dan Amir Syamsuddin.
Nazar juga jengkel kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi karena tidak bertanya soal pertemuan Cikeas. “Saya tidak tahu mengapa penyidik tidak pernah menanyakan hal tersebut,” ujar Nazar dalam eksepsi pribadi yang ia bacakan sendiri.
Ketua Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul membantah tudingan Rufinus. “Bagaimana bisa. Dia (Nazar) jadi saksi saja belum. Bagaimana mau lapor,” kata Ruhut saat dimintai konfirmasi kemarin. Ruhut mengatakan tak pantas Presiden melaporkan suatu kasus ke polisi.
Nazar didakwa menerima suap dan diancam hukuman 20 tahun penjara. Jaksa menyebut Nazar menerima uang dari PT Duta Graha Indah–rekanan proyek–sebesar Rp 4,6 miliar. Uang ini terdiri atas lima lembar cek, diterima oleh anak buah Nazar bernama Yulianis dan Oktarina Furi.ISMA SAVITRI | FEBRIYAN | INDRA WIJAYA | SUNUDYANTORO

Gebrak Meja di Puri Cikeas
Pada 23 Mei 2011, petinggi Partai Demokrat berkumpul di rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka membahas masalah penting: kasus Wisma Atlet. Sumber Tempo menyebutkan ada gebrak meja segala dalam acara itu.
Tempat: Ruang Perpustakaan di rumah SBY.
Peserta pertemuan: SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, M. Nazaruddin, E.E. Mangindaan, Jero Wacik, dan Amir Syamsuddin–kini menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Isi pertemuan: Anas meminta agar Nazar tidak diberi sanksi berat. Nazar membeberkan peran Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) dan Mallarangeng bersaudara dalam proyek SEA Games.
Sumber Tempo juga mengungkap ada catatan dari staf Nazar yang menyebutkan bahwa Anas, Andi, dan Ibas menerima masing-masing US$ 250 ribu.
Ibas membantah. “Haram bagi saya menerima uang yang tidak sejalan dengan semangat antikorupsi,” katanya. Andi juga berkali-kali menyangkal.
Soal gebrak meja, politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan, “Karena aku orang hukum, aku tidak mau mengomentari sesuatu yang tidak aku lihat.”
Sumber: Majalah Tempo edisi 5 Juni 2011 | INDRA WIJAYA

September 15, 2011

SBY Akan Copot Menteri yang Jadi Tersangka

Mana reshuffle.. hanya wacana aja..

SBY Akan Copot Menteri yang Jadi Tersangka
Kamis, 15 September 2011 | 16:03 WIB
Besar Kecil Normal
foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Prasetyo Utomo

Berita terkait

Terkait Kasus Korupsi, Kejaksaan Jember Periksa 54 Kepala Sekolah
Malinda ‘Bikin’ Citibank Rugi Rp 30 Miliar
KPK: Istilah Korupsi Diganti Garong Saja
Kejaksaan Cekal Mantan Dirut Merpati
Jhoni Alen Dilaporkan ke KPK

TEMPO Interaktif, Jakarta – Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga, menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki komitmen dalam membersihkan pemerintahannya dari praktek korupsi. Soal dua kementerian, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang terkait dengan kasus dugaan suap dan korupsi, SBY telah meminta klarifikasi kepada dua menterinya.

“Berdasarkan pakta integritas yang ditandatangani para menteri di hadapan Presiden, Presiden akan memberhentikan mereka apabila dianggap oleh hukum sebagai tersangka,” kata Daniel dalam konferensi pers di Bina Graha, Komplek Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 September 2011.

Menurut Daniel, Presiden SBY sudah melakukan langkah-langkah internal dan klarifikasi. Menpora Andi Mallarangeng dan Menakertrans Muhaimin Iskandar telah dipanggil dan telah memberikan penjelasan secara rinci kepada Presiden. SBY pun meminta mereka untuk bekerja sama dengan penegak hukum serta mengikuti dan menghadapi proses hukum tersebut. “Kabar baiknya adalah, sejauh ini tidak seorang pun menteri menghindar atau mengingkari proses hukum yang harus dihadapi,” ujarnya.

Daniel berharap masyarakat tetap berpikiran positif kepada pemerintah yang melakukan pemberantasan dan pengungkapan kasus-kasus korupsi. “Pengungkapan kasus demi kasus itu menandakan tidak ada yang tidur, tidak ada yang berhenti, bahwa pemerintah juga sebenarnya harus mendapatkan pujian bahwa itu (kasus-kasus) terungkap,” katanya.

Menurut Daniel, Presiden SBY sedih karena korupsi masih terjadi. Namun, di sisi lain hatinya dibesarkan bahwa sistem pemberantasan korupsi telah bekerja. “Karena mampu mengungkap, walaupun itu jumlahnya sebenarnya agak menyedihkan,” kata dia.

September 7, 2011

SBY Minta Penganiayaan Pendeta Segera Diselesaikan

Hmm Presiden kok “MINTA” harusnya “Peritahkan” .. konyol banget.

SBY Minta Penganiayaan Pendeta Segera Diselesaikan
Headline
Oleh:
Nasional – Selasa, 14 September 2010 | 12:47 WIB
TERKAIT

Ilmuwan Temukan Bukti Kematian Yesus Kristus
Peselancar Dunia Asal Equador Aniaya Warga
Antar Kerja Pacar, Nasrudin Sekarat Digebuki
Mabuk, Yanuar Gebuki Pacarnya Yohanis
Pesta Miras, Oknum TNI Diduga Keroyok Warga Madiun

Powered by Translate
INILAH.COM, Jakarta – Presiden SBY meminta permasalahan terkait tempat ibadah jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan kasus kekerasan terhadap dua jemaat segera dituntaskan.

Dalam keterangan di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (14/9), Kepala Negara mengatakan kedua masalah tersebut harus dituntaskan dengan jalan keluar yang tepat. “Menteri terkait, Bupati Bekasi, pemuka agama dari PGI, duduk bersama, segera temukan jalan keluar yang baik. Saya harap itu bisa tercapai,” kata Presiden.

Agar masalah tidak meluas dan meruncing, maka Kepala Negara mengatakan jangan ada pihak-pihak yang campur tangan dengan maksud yang tidak baik. “Jangan ada intervensi dari mana pun yang justru menimbulkan masalah baru memeruncing keadaan dan ada jalan keluar malah jadi semakin luas. Jangan ada pikiran lain kecuali pikiran yang sehat,” tegasnya.

Presiden menyatakan penegakan hukum harus dilakukan tanpa memandang siapa pun atau organisasi mana pun, terlebih kejahatan yang terjadi terkait dengan ranah yang sensitif. “Hukum harus ditegakkan, apalagi menyangkut masalah sensitif termasuk hubungan antarumat beragama, proses secara hukum siapa pelakunya,” paparnya.

Pada kesempatan itu Presiden mengimbau masyarakat agar terus menjaga hubungan antarumat beragama karena Indonesia merupakan negara dengan masyarakat majemuk dan telah ada aturan yang mewadahi tata cara pembangunan tempat ibadah.

Kepala Negara juga meminta masyarakat untuk mencegah tindakan kekerasan yang bisa merugikan masyarakat dan mengingatkan agar semua pihak memiliki kearifan lokal dalam menghadapi permasalahan semacam ini.

Sementara kepada pemerintah daerah, Presiden meminta agar bekerja lebih cekatan dalam menyelesaikan permasalahan ini termasuk pimpinan di semua tingkat dari daerah hingga pusat bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, kepolisian telah menahan sembilan tersangka dan saat ini masih dalam pengembangan.

“Setelah nanti dengan tertangkapnya sembilan orang ini, dengan yang lainnya tertangkap, sehingga dapat didalami dari peristiwa yang terjadi, pengakuan dan alat bukti baru bisa dilihat ada latar belakang apa. Sementara ini pasal 351 ada 352 dan lain-lain,” katanya. [mut/mah]

September 7, 2011

Presiden Koreksi Menteri

Kompas Rabu,
07 September 2011
Presiden Koreksi Menteri

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono segera mengoreksi kinerja kementerian terkait dengan terus bertambahnya kasus dugaan korupsi yang melilit kementerian di Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden tetap menyerahkan kepada proses hukum dan tidak akan melakukan intervensi.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyampaikan hal tersebut, Senin (5/9), di Bina Graha, Jakarta, saat ditanya wartawan tentang dugaan suap di dua kementerian, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

”Presiden senantiasa melakukan evaluasi bersama Wapres, terkait bidang apa pun. Secara umum memang tidak semuanya bisa disampaikan kepada publik. Namun, kalau ada kementerian yang perlu dikoreksi atau diperiksa terkait kasus hukum, sikap Presiden tegas menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” tutur Julian.

Saat disinggung apakah evaluasi ataupun koreksi Presiden itu akan berujung pada perombakan kabinet, Julian menyatakan, Presiden belum memberikan arahan. Persoalan perombakan kabinet tersebut, menurut Julian, sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.

Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mengusut dugaan suap kasus pembangunan wisma atlet di lingkungan Kemenpora yang melibatkan mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dan dua rekanan serta kasus dugaan suap Rp 1,5 miliar di Kemnakertrans yang melibatkan dua pejabat dan seorang rekanan.

Dalam kasus terakhir, nama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar disebut-sebut meski kemudian disangkal Muhaimin. Dalam sidang kasus mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Soemino Eko Saputro, nama mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa juga disebut-sebut dalam proyek kereta rel listrik hibah dari Jepang.

Terkait banyaknya kasus korupsi yang makin merebak di kementerian Kabinet Indonesia Bersatu II, menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, seharusnya Presiden berani mengambil keputusan tegas. Salah satu langkah yang bisa diambil Presiden adalah mengganti menteri yang tidak memiliki kinerja baik dalam pemberantasan korupsi, apalagi jika tersangkut perkara korupsi.

Rencana Presiden Yudhoyono mengoreksi menteri dan pejabat itu pun disambut baik. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi menilai rencana Presiden Yudhoyono untuk mengganti anggota kabinetnya yang bermasalah sudah beberapa kali dikemukakan, tetapi belum pernah dilaksanakan. Jika sekarang Presiden kembali menyatakan mau mengganti anggota kabinet yang kinerjanya buruk atau diduga tersangkut kasus korupsi, itu patut diapresiasi. Apalagi, jika kemudian benar-benar diwujudkan dalam waktu dekat ini. ”Untuk mengetes apakah rencana itu serius atau tidak, kita tunggu saja langkah berikutnya,” katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Expose Communication Strategy and Media Creation M Deden Ridwan, masyarakat terus menunggu keseriusan Presiden Yudhoyono. Jika ada rencana penggantian anggota kabinet, diharapkan segera diwujudkan dengan mengganti menteri yang rapornya merah dengan orang-orang yang ahli dan profesional. Dalam sisa waktu pemerintahan tiga tahun, semestinya kabinet benar-benar berorientasi kerja untuk kepentingan rakyat. ”Semua itu bergantung pada nyali Presiden. Sebagai pemimpin, seharusnya dia bertindak lebih berani,” ujarnya.

Harus sentuh elite

Apalagi kasus-kasus korupsi yang selama ini mencuat memiliki pola yang hampir sama, yaitu melibatkan pengusaha, birokrat, dan politikus. Namun, sayangnya hingga sekarang ini yang baru diungkap hanya di level pengusaha dan birokrat teknis, sedangkan politikus dan elite birokratnya tak pernah disentuh.

”Padahal, sumber masalahnya ada di politikus dan elite birokrat. Sumber masalah ini harus diselesaikan. Peristiwa percobaan suap di Kemnakertrans bisa jadi momentum buat KPK untuk membenahi persoalan korupsi,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Ade Irawan.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P, Trimedya Panjaitan, menilai kasus korupsi di dua kementerian itu seharusnya menjadi momentum bagi Presiden untuk mengoreksi kabinetnya. Apalagi, Oktober mendatang, Kabinet Indonesia Bersatu II genap berumur dua tahun.

”Presiden bisa mengevaluasi kementerian bukan hanya dari aspek kinerja dan pencapaian program, melainkan juga progres pemberantasan korupsi di kementerian. Reshuffle memang sepenuhnya hak Presiden. Namun, jika di kementerian ada kasus dugaan korupsi, itu seharusnya menjadi catatan khusus bagi Presiden,” katanya.

Namun, Direktur Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar menyatakan, problem korupsi di kementerian tak bisa diasumsikan hanya berada di menterinya. Bisa jadi persoalan juga ada di sistem anggaran yang disusun sejak awal di kementerian dan DPR. Persoalan korupsi di kementerian juga bisa muncul karena ada pembiaran pemimpin negara.

Kasus korupsi di lingkungan kementerian, menurut Zainal, bukanlah penyakit baru dan sudah menjadi rahasia publik. Jika kasus itu kembali menghangat karena adanya penangkapan oleh KPK, bukan berarti karena praktik korupsi itu tidak eksis. Kasus serupa pun tidak menutup kemungkinan juga menjangkiti kementerian yang lain.

Trimedya menilai, sejak reformasi hingga saat ini relatif tidak ada perubahan berarti yang dilakukan pemerintah dalam memberantas korupsi pada aspek pengadaan barang dan jasa.

Peringatan terhadap potensi korupsi dalam pengadaan barang dan jasa yang dialokasikan dalam belanja modal anggaran negara pernah dikemukakan Pelaksana Tugas Ketua KPK Tumpak Hatorangan, Desember 2009. Saat itu, KPK merilis, sekitar 35 persen APBN berpotensi dikorupsi karena tak dikawal dengan benar. Tercatat saat itu KPK menangani 50 kasus korupsi pengadaan barang dan jasa senilai Rp 1,9 triliun, dengan kerugian Rp 689,19 miliar atau sekitar 35 persen.

Menurut Trimedya, pemerintah dan penegak hukum seharusnya punya peta yang jelas dan lebih fokus dalam memberantas korupsi. (WHY/IAM/LOK)

++++++++++++++++
KPK PASTIKAN PERIKSA MUHAIMIN
JAKARTA

Article Rank

0digg

Istana dan parlemen bereaksi
Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjadwalkan pemeriksaan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Ia bakal diperiksa dalam kasus suap proyek infrastruktur transmigrasi.
“Jadwal pemeriksaan sudah disusun penyidik,“ kata Wakil Ketua KPK M. Jasin saat dihubungi kemarin.

Namun Jasin menolak mengungkapkan waktu pemeriksaan Muhaimin. Dia hanya mengatakan jadwal pemeriksaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini segera dipublikasikan. “Kami juga sedang mengumpulkan data, keterangan, dan informasi dari berbagai sumber,“ ujarnya.

Pemeriksaan Muhaimin itu terkait dengan penangkapan dua pejabat di Kementerian Transmigrasi pada 25 Agustus lalu oleh KPK. Mereka yang dicokok adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya serta Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan. KPK juga menangkap Dharnawati, pegawai PT Alam Jaya Papua. Dalam penangkapan itu, komisi antikorupsi menyita fulus Rp 1,5 miliar. Duit tersebut diduga untuk memuluskan pencairan dana proyek infrastruktur transmigrasi di 19 kabupaten sebesar Rp 500 miliar.

Farhat Abbas, pengacara Dharnawati, mengklaim punya bukti duit Rp 1,5 miliar akan ditujukan bagi Menteri Muhaimin.
“Bukti itu berupa SMS (short massage service),“ ujarnya. Pesan pendek tersebut berisi permintaan duit dari I Nyoman dan Dadong. Keduanya mengirim pesan itu pada hari penangkapan oleh KPK terhadap ketiganya.

Muhaimin menyatakan siap diperiksa KPK. Meski begitu, dia merasa terganggu dengan mencuatnya kasus itu.
Apalagi namanya disebut-sebut dalam kasus tersebut. “Bisa saja yang menerima suap mengatasnamakan saya. De ngan pengusaha saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu,“ ujarnya. Dia menambahkan, proyek itu tidak juga berada di bawah kementeriannya, tapi ditangani langsung di daerah. “Semua tender, termasuk laporan keuangan, dilakukan daerah.“

Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinetnya. Dia mempersilakan pemeriksaan terhadap Muhaimin.

Komisi Perburuhan DPR juga menyatakan segera memanggil Muhaimin.
Menurut Rieke Dyah Pitaloka, anggota Komisi, Muhaimin akan diminta menjelaskan secara detail soal suap Rp 1,5 miliar yang diterima bawahannya itu.
Adapun Ketua Fraksi PKB di DPR, Marwan Jafar, yakin nama Muhaimin hanya dicatut.
Dia menilai kasus itu dipolitisasi. “Saya percaya Muhaimin tidak terlibat.“

TRI SUHARMAN | KARTIKA CANDRA | IRA GUSLINA | RIRIN AGUSTIA | SUKMA

TOP

Powered by Pressmart Media Ltd

August 16, 2011

SBY Prihatin Anggaran Daerah Habis Buat Rumah dan Mobil Dinas

Benar, masalahnya memang mental pejabat birokrasi dan politikus kita yang busuk /feodal kolot. Seorang Politikus konon merasa dirinya tidak “dihargai” jika tidak menumpang mobil mewah (import). Lihat saja bos partai Demokrat Anas U, mobilnya Toyota Vellfire dan jip Range Rover sport yang harganya mencapai Rp 2 M.. Keterlaluan !!

Selasa, 16/08/2011 16:15 WIB
SBY Prihatin Anggaran Daerah Habis Buat Rumah dan Mobil Dinas
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Presiden SBY menyoroti permasalahan tidak efektifnya pengelolaan anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD). SBY prihatin APBD banyak dihabiskan untuk pembangunan rumah dinas dan pengadaan mobil dinas.

Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY dalam pidato ‘Nota Keuangan 2012′ di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

“Saya juga banyak mendapat laporan bahwa pengelolaan APBD di berbagai daerah masih belum efektif. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh alokasi belanja pegawai yang terus meningkat, sebaliknya porsi belanja modal untuk pembangunan daerah justru menurun,” kata SBY.

Dikatakan SBY, APBD juga seringkali dihabiskan untuk belanja pegawai atau pembayaran gaji pegawai di daerah. Tingginya belanja pegawai terkait dengan terjadinya penambahan dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil baru daerah setiap tahun, yang dalam banyak kasus, tidak sesuai dengan kompetensi dan keperluannya.

“Yang lebih memprihatinkan, sebagian belanja modal juga digunakan untuk pembangunan rumah dinas, pengadaan mobil dinas, dan pembelanjaan lain yang tidak tepat. Seharusnya, belanja modal digunakan untuk pembangunan infrastruktur, misalnya jalan dan jembatan, yang justru perlu ditingkatkan,” jelas SBY.

Karena itu, SBY menginstruksikan Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk memperbaiki postur APBD dengan benar-benar menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama, baik dalam perencanaan dan pelaksanaannya, maupun dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Belanja operasional, seperti belanja pegawai, belanja barang, dan belanja perjalanan dinas sedapat mungkin dikurangi dan terus dijaga efisiensinya. Kebijakan moratorium pengangkatan PNS Daerah yang kita jalankan dewasa ini, dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran di daerah,” kata SBY.

“Sebaliknya, belanja-belanja yang lebih produktif, seperti belanja modal atau belanja infrastruktur harus diberikan porsi yang lebih besar dan diprioritaskan dalam pembangunan daerah. Sejalan dengan itu, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah juga perlu terus ditingkatkan,” tukas SBY.

July 25, 2011

SBY Bangga Peringkat Daya Saing RI ke-44 Dunia

detikFinance » Ekonomi Bisnis
Kamis, 21/07/2011 12:32 WIB
SBY Bangga Peringkat Daya Saing RI ke-44 Dunia
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance

Jakarta – Presiden SBY mengungkapkan kegembiraannya karena dari tahun ke tahun peringkat daya saing Indonesia terus meningkat. Dari peringkat 69 di 2005 menjadi peringkat 44 saat ini.

“Indonesia di 2005 duduk di peringkat 69. Kita bekerja keras dan di 2009 naik menjadi 54, dan setahun kemudian kita lompat 10 peringkat menjadi peringkat 44. Alhamdulilah kita bisa tingkatkan daya saing,” ujar SBY dalam acara Indonesia International Focus on Indonesian Economy di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

SBY mengatakan perekonomian Indonesia terus mengalami kemajuan tren ekonomi Indonesia terus membaik dan maju. “PDB kita di tahun 2000 mencapai Rp 1.340 triliun, lima tahun kemudian menjadi Rp 2.256 triliun atau hampir dua kali lipatnya. Di 2011 bisa menjadi lebih dari Rp 7.250 triliun,” jelasnya.

Dalam acara itu, SBY juga memberikan statistik soal pendapatan perkapita di Indonesia dari hanya US$ 779 di tahun 2000, naik menjadi US$ 3.500 di 2010 berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kita patut optimis dan yakin terhadap ekonomi kita karena kita berhasil selamat dari krisis 2008 kemarin,” kata SBY.

Soal krisis, SBY mengatakan diam-diam Indonesia mendapat disaluti karena berhadil menghadapi krisis 2008/2009 dengan respons yang cepat.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengatakan dalam 10 sampai 15 tahun mendatang ekonomi Indonesia bakal terus berkembang dan kemiskinan bakal terus berkurang.

“Kalau 15 tahun ini bisa tercapai, Indonesia akan maju secara ekonomi, akan tenteram secara sosial, stabil secara politik, dan aman,” imbaunya.

“Mari kita jaga dan pelihara situasi dalam negeri termasuk stabilitas sosial dan politik, kalau masyarakat rukun politik stabil. Mari kita kerja lebih keras lagi, hanya dengan itu kita bisa ubah keadaan, Tuhan tak akan ubah kaum kalau kita sendiri tidak mau ubah nasib kita,” tukas SBY.
(dnl/hen)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Deal detik ini Sepatu Boot Motor Alpinestars SMX Plus hanya Rp 3.010.000,- – Rp 3.010.000,- Beli

Baca Juga :
Tarif Parkir Indonesia Paling Murah se-ASEAN
Kuntoro: Politik Boleh Gaduh, Tapi Ekonomi Jalan Terus
6 Perintah SBY Soal Stok dan Harga Pangan Jelang Puasa

Share

hubungi :
Ajeng di ajeng[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.518) atau,
Elin Ultantina di elin[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.520).

July 24, 2011

Yudhoyono: Silakan Keluar dari Demokrat

Minggu,
24 Juli 2011
Yudhoyono: Silakan Keluar dari Demokrat


KOMPAS/ALIF ICHWAN
Ribuan kader Partai Demokrat memberi dukungan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi sambutan sebelum membuka Rapat Koordinasi Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7). Rakornas yang juga dihadiri Ny Ani Yudhoyono itu membahas permasalahan internal Partai Demokrat dengan tema Konsolidasi, Perbaikan, dan Peningkatan Kinerja.
Jakarta, Kompas – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui adanya kader yang menyimpang dari etika berpolitik, tidak bersih, tidak cerdas, dan tidak santun. Yudhoyono mempersilakan kader yang tidak patuh pada etika berpolitik untuk keluar dari keanggotaan Partai Demokrat.

”Siapa saja yang tidak mau dan tidak sanggup menjalankan prinsip dan etika perjuangan partai, khususnya politik bersih, lebih baik meninggalkan partai ini. Nama baik, citra, dan kehormatan partai di atas segalanya,” katanya saat berpidato dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan di Sentul International Conference Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).

Rakornas dihadiri sekitar 5.300 pengurus Partai Demokrat dari seluruh Indonesia. Kekisruhan yang dipicu oleh penyimpangan yang melibatkan sekaligus ditudingkan oleh mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin menjadi topik penting dalam Rakornas.

Suasana krisis yang dialami Partai Demokrat terlihat dari sejumlah spanduk yang terpasang di seputar area kongres. Spanduk itu, antara lain, bertuliskan, ”Ya Allah, jauhkan kami dari fitnah, buruk sangka, dan adu domba” dan ”Bebenah hari ini, berhasil hari esok”.

Suasana tegang terasa sepanjang Yudhoyono menyampaikan pandangannya, terutama menyangkut krisis yang tengah dialami Partai Demokrat. Beberapa kali Yudhoyono meminta kepada peserta Rakornas untuk mendengarkan pernyataannya dengan saksama, terutama saat menyampaikan permasalahan yang menyangkut Nazaruddin.

Berdiri di depan

Selaku Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Yudhoyono menyatakan, akan memimpin langsung pembersihan partai dari kader bermasalah. Dia juga memerintahkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan seluruh jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat untuk memimpin dan menyelesaikan kemelut dalam partai.

”Menghadapi badai politik seperti ini, saya akan berdiri di depan, bersama saudara semua untuk menghadapi ujian ini,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pidatonya menegaskan, konsolidasi merupakan kebutuhan utama. Ia mengakui, Partai Demokrat masih memiliki kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, Anas mengajak semua kader bersama-sama melakukan introspeksi, koreksi, dan perbaikan.

Namun, di sela-sela Rakornas, Anas menyatakan, Rakornas tidak akan membahas kader-kader bermasalah. Dia juga mengaku tidak mendengar adanya usulan penonaktifan dirinya dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Rumor penonaktifan Anas itu muncul setelah nama Anas sering disebut Nazaruddin, terlibat dalam sejumlah penyimpangan.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, pengurus pusat Partai Demokrat belum merencanakan restrukturisasi kepengurusan. Begitu pula wacana Kongres Luar Biasa dan penonaktifan Ketua Umum, bukan jalan keluar dari krisis yang dialami Partai Demokrat.

Partai Demokrat akan lebih fokus melakukan pendisiplinan serta memperketat pengawasan kader. Peran dan fungsi Dewan Kehormatan partai, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, akan lebih diefektifkan. Dewan Kehormatan akan dijadikan lembaga kontrol bagi semua kader Partai Demokrat agar tidak melakukan pelanggaran kode etik.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhony Allen Marbun mengaku tidak tersindir dengan pernyataan Yudhoyono tentang pembersihan partai dari kader bermasalah. ”Pernyataan itu harus dilihat secara komprehensif. Artinya, ada peraturan hukum, ada asas praduga tidak bersalah,” katanya.

Jhony Allen juga pernah disebut oleh mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Abdul Hadi Djamal, terlibat dalam kasus korupsi pembangunan dermaga di kawasan Indonesia timur. Abdul Hadi Djamal sudah lebih dulu dihukum dalam kasus ini.

Pembukaan Rakornas sempat diwarnai unjuk rasa tunggal yang dilakukan artis pemerhati sosial Pong Hardjatmo, di luar Gedung Sentul International Conference Center. Tanpa banyak bicara, ia langsung membentangkan spanduk kecil bertuliskan ”Berantas Korupsi atau Bubar Saja, Jujur Adil dan Tegas”.

Setelah bersilat lidah dengan sejumlah kader Demokrat karena dilarang berunjuk rasa di sekitar arena Rakornas, Pong akhirnya dihalau meninggalkan lokasi Rakornas.

Ajang bersih-bersih

Secara terpisah, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi, berpendapat, seharusnya Partai Demokrat menjadikan Rakornas sebagai ajang untuk melakukan pembersihan partai dari kader-kader bermasalah. Semenjak menjadi pemenang pemilu, Partai Demokrat dijadikan tempat berlindung sejumlah orang yang terbelit masalah hukum.

Selain itu, menurut pengajar Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, Partai Demokrat harus segara mengumumkan pemecatan sejumlah kader bermasalah, terutama mereka yang sudah benar-benar terbukti terlibat korupsi. Selain itu, investigasi juga dibutuhkan untuk mengurai kasus-kasus yang diduga melibatkan kader, seperti kasus Andi Nurpati yang terkait dengan dugaan pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi dan Anas Urbaningrum yang beberapa kali disebut Nazaruddin terlibat penyelewengan keuangan negara.

Komentar dari Golkar

Di Jakarta, kemarin, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, partainya tak mau mengharapkan keuntungan dari kisruh yang terjadi di tubuh Partai Demokrat. ”Golkar merasa sakit kalau partner kami sakit,” ujarnya.

Meski sebagai pesaing dalam pemilu, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, Partai Golkar alergi jika harus mengomentari kekacauan di Partai Demokrat saat ini, karena bisa muncul tudingan Partai Golkar ikut berada di balik kekisruhan ini. ”Nanti ada tudingan mister-mister lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu unsur pimpinan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)—salah satu anggota koalisi pendukung Partai Demokrat—Noviantika Nasution, mengatakan, para peserta Rakornas di Sentul ini jangan hanya berpikir tentang dirinya sendiri.

”Di luar gedung jutaan orang mengikuti dan sudah punya opini dengan apa yang telah terjadi selama dua bulan ini,” ujar Noviantika Nasution. (NTA/WHY//OSD/BILL/NWO)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.