Kamis,
16 Februari 2012
Kesaksian Angelina Diragukan
KPK: Wajar Angelina Berbohong
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, memberikan kesaksian untuk terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (15/2). Angelina Sondakh membantah memiliki Blackberry dan tidak mengakui semua isi pesan komunikasi dalam Blackberry tersebut saat dipertanyakan dalam persidangan.
Jakarta, Kompas – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang menyidangkan perkara korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan, dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin, Rabu (15/2), meragukan keterangan saksi Angelina PP Sondakh.
Dalam kesaksiannya, Angelina antara lain mengaku tak pernah berhubungan dengan saksi lain dalam kasus ini, Mindo Rosalina Manulang, melalui Blackberry Messenger (BBM). Angelina juga mengaku tak pernah memiliki Blackberry hingga tahun 2010.
Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) untuk Mindo, terungkap adanya percakapan dengan Angelina melalui BBM. Percakapan itu, antara lain, berupa permintaan uang kepada Mindo memakai sejumlah istilah, seperti ”apel malang” untuk uang rupiah dan ”apel washington” untuk dollar Amerika Serikat. Dalam persidangan, Angelina membantah pernah berkomunikasi dengan Mindo melalui BBM.
”Saya baru pake BB (Blackberry) akhir tahun 2010,” ujar Angelina, saat Ketua Majelis Hakim Darmawati Ningsih menanyakan apakah politikus Partai Demokrat itu pernah mengundang Mindo untuk datang ke acara keluarga melalui BBM. Saat ditanya lebih lanjut, Angelina menjawab, ”Tidak, Yang Mulia.”
Darmawati menanyakan paraf Angelina dalam BAP terkait percakapannya dengan Mindo melalui BBM saat ia berkunjung ke kawasan Gunung Merapi di Jawa Tengah. ”Waktu ke Merapi, Saudara komunikasi dengan Mindo Rosa? Dalam BBM saudara menerangkan masih ada aktivitas di sana. BBM-nya, ’Bu, ini nomer rekening untuk bencana Merapi. Rekening atas nama M Lindina Wulandari (staf Angelina)’. Saudara paraf di halaman ini?” tanya Darmawati.
Darmawati mencecar, di BBM disebut Angelina meminta Mindo mengirim uang bantuan untuk korban Merapi ke rekening Lindina dan nomor rekening itu akan di-BBM kepada Mindo. ”Bagaimana ini?” tanyanya. Angelina menjawab, ”Mohon maaf, Yang Mulia, sekali lagi saya katakan saya tak mengenali pembicaraan tersebut dan saya tidak menggunakan BB.”
Angelina juga tak mengakui istilah ”apel malang”, ”apel washington”, ataupun ”semangka” untuk kode permintaan uang kepada Mindo. ”Tak pernah ada percakapan seperti itu,” katanya.
Anggota majelis hakim Ugo meragukan keterangan Angelina yang menyatakan tak terlalu mengenal Mindo. Dalam BAP untuk Mindo, terungkap sejumlah rekaman percakapan dengan Angelina melalui BBM.
Di persidangan, Angelina menuturkan baru mengetahui Mindo adalah Direktur Marketing PT Anak Negeri, anak perusahaan Grup Permai, setelah kasus suap wisma atlet terungkap. Ia selalu mengatakan, komunikasinya dengan Mindo hanya melalui handphone. ”Apa iya selama komunikasi melalui HP (handphone) tidak tahu kapasitas Rosa (Mindo). Sangat tidak masuk akal,” ungkap Ugo.
Namun, Angelina berkelit dan mengatakan, ”Saya tidak akrab. Ia hanya sering menghubungi saya.” Ugo mencecar dengan pertanyaan, ”Lalu, untuk apa Mindo Rosa ingin bertemu?” Angelina menjawab, dia tak pernah menanyakan maksud Mindo. Mindo pun tak pernah bicara soal wisma atlet kepada dirinya.
KPK punya bukti
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anang Supriatna, mengatakan, tak masalah jika Angelina mengingkari keterangan saksi lain, seperti Mindo yang menyatakan pernah berhubungan dengannya melalui BBM. KPK memiliki bukti rekaman pembicaraan Angelina dengan Mindo melalui BBM.
Pengingkaran Angelina terhadap bukti percakapannya dengan Mindo melalui BBM membuat kesal tim pengacara Nazaruddin. Hotman Paris Hutapea, penasihat hukum Nazaruddin, mengecek keterangan Angelina tentang kepergiannya ke Belanda bersama suaminya, almarhum Adjie Massaid, dan tempat tinggal mereka berdua di Apartemen Belleza, Jakarta.
Hotman juga mengungkapkan soal pesta ulang tahun anak Angelina di Hotel Sultan, Jakarta. Keterangan soal waktu kepergian ke Belanda, tempat tinggal, dan pesta ulang tahun anaknya diakui oleh Angelina. Hotman pun mencocokkan dengan bukti rekaman percakapan Mindo dengan Angelina melalui BBM.
”Fakta kehidupan sudah diakui oleh saksi dan itu sama 100 persen dengan data percakapan antara saudara saksi dan Mindo Rosa. Apa mungkin hantu yang mengirimkan BBM ini,” ungkap Hotman lagi.
Wajar berbohong
Secara terpisah, di Jakarta, Rabu, pimpinan KPK menilai wajar jika Angelina berbohong ketika menjadi saksi untuk Nazaruddin sebab dia juga berstatus tersangka. Angelina jelas akan mengingkari potensi keterlibatannya, termasuk keterangan saksi lain yang menempatkan dia sebagai tersangka.
Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, ada potensi Angelina menghilangkan berbagai keterangan dan petunjuk yang potensial menjelaskan keterlibatannya. Untuk itu, adalah hak subyektif penyidik jika suatu saat KPK menahan Angelina.
Menurut Bambang, saksi yang juga tersangka seperti Angelina memiliki ciri-ciri akan mengingkari hasil pemeriksaan. Namun, KPK tak terlalu cemas jika Angelina berbohong dengan kesaksiannya.
Bambang mengatakan, dalam pengungkapan kasus, penyidik akan menggunakan alat bukti lain yang mereka miliki untuk menjerat Angelina. ”Penyidik akan memakai alat bukti yang dimilikinya, seperti keterangan saksi, keterangan terdakwa, petunjuk, surat, atau keterangan lain. KPK tak terlalu cemas,” ujarnya.
KPK, lanjut Bambang, belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Angelina sebagai tersangka dalam kasus suap wisma atlet. ”Saya harus cek dulu ke penyidik. Biasanya tak harus setelah menjadi saksi di persidangan. Pasti ada kebutuhan yang nanti diperlukan,” katanya.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, biasanya pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan KPK setelah yang bersangkutan memberikan kesaksian dalam persidangan dengan terdakwa lain. (bil)
++++++++++++++++++
KAMIS, 16 FEBRUARI 2012 | 07:41 WIB
Daftar ‘Kebohongan’ Angie
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Angelina Sondakh mengungkapkan banyak bantahan dalam sidang terdakwa M. Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 15 Februari 2012 kemarin. Nazaruddin mencecar Angie dengan mengungkap sejumlah data, namun perempuan politikus Partai Demokrat ini berkelit. Ada sejumlah kejanggalan dalam pengakuan Angelina.
Inilah bantahan-bantahan yang janggal:
1. Tak pernah ikut pertemuan sejumlah politikus Demokrat dengan Menteri Olahraga Andi A. Mallarangeng soal proyek Wisma Atlet.
#Dalam pemeriksaan di KPK pada 30 Juni 2011, Angelina mengakui ada pertemuan pada akhir 2009 atau awal 2010 di ruang kerja Menteri Andi, yang secara umum membicarakan dukungan agar SEA Games sukses, maka jika dibutuhkan anggaran untuk SEA Games, dipersilakan Menteri Andi mengajukan anggaran ke Komisi Olahraga DPR. (Baca: Angelina Akui Bertemu Andi Mallarangeng)
2. Tak mengakui pembicaraan mengenai aliran uang dalam pertemuan dengan Tim Pencari Fakta Fraksi Demokrat.
#Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua mengatakan pertemuan pada 11 Mei 2011 itu antara lain membahas aliran dana ke sejumlah petinggi Demokrat. Benny K. Harman menanyakan aliran dana itu kepada Nazar, Angie, Mirwan Amir, dan Mahyuddin. Ketika itu Nazar menjawab, yang tahu aliran dana fee proyek Wisma Atlet Rp 9 miliar kepada petinggi partai adalah Angie. “Ketika Angie mulai menjawab, saya keluar ruangan,” katanya.
3. Tak mengakui pernah ke ruang kerja Wayan Koster, politikus PDI Perjuangan.
#Luthfi Ardiansyah, mantan sopir Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis, dalam persidangan sebelumnya menyatakan pernah berpapasan dengan Angie setelah mengantar kardus berisi duit Rp 3 miliar ke ruangan Koster. “Dia masuk ke ruangan yang baru saya tinggalkan,” ujar Luthfi.
4. Tak mengakui perbincangan dengan Rosalina lewat BlackBerry.
#Menurut pengacara Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea, fakta hidup Angelina sama persis dengan isi pesan BlackBerry antara dia dan Rosalina. Fakta hidup itu, di antaranya acara Tedak Siti anak Angelina, Keanu, pada 15 Mei 2010, ulang tahun pertama Keanu, ulang tahun Angelina, serta peresmian toko batik rekan Angelina di Jakarta Selatan. Rosalina mengaku mendapatkan undangan dari Angelina melalui pesan BlackBerry. (Baca: Pesan BlackBerry Rosa-Angie 22 Juni 2010 dan Pesan BlackBerry Ini Diakui Rosa, Dibantah Angie)
KAMIS, 16 FEBRUARI 2012 | 10:45 WIB
SBY Marah Angie Dipindah ke Komisi Hukum
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Nusa Dua – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono marah besar karena kepindahan Angelina Sondakh ke Komisi Hukum. “Kemarin dapat info pergeseran Angie ke komisi tiga. SBY marah besar,” kata Andi Mallarangeng, Sekretaris Dewan Pembina, usai sidang umum Asosiasi Hukum ASEAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis, 16 Februari 2012.
Andi menambahkan, SBY sebagai ketua Dewan Pembina segera memerintahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Ketua Fraksi Jafar Hafsah membatalkan pergeseran. “Tidak sepatutnya Angie yang sedang bermasalah hukum ditempatkan di komisi yang membidangi masalah hukum,” ujarnya.
Mengenai nasib Angie, Andi yakin fraksi bisa segera melakukan koreksi. “Sepatutnya ditempatkan di tempat yang lebih pas,” kata dia.
Sebelumnya, Fraksi Demokrat memindahkan Angelina Sondakh dari Komisi Pemuda dan Olahraga DPR ke Komisi Hukum. Padahal, dua pekan lalu istri mendiang Adjie Massaid ini ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan suap Wisma Atlet Jakabaring.
ARYANI KRISTANTI