Archive for ‘Industry Militer Budget TNI’

August 25, 2013

PT DI mampu produksi 65 Helikopter

 Dari Tender-indonesia.com  Fri, 23/08/2013

Air transportation

 
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan PT Dirgantara Indonesia (DI) saat ini telah berkembang menjadi perusahaan yang produktif dalam kurun waktu tiga tahun terakhir PT DI mampu membuat 65 helikopter.

“Dalam kurun tiga tahun terakhir PT DI mampu membuat 65 helikopter dan ke depan akan membuat pesawat jenis C-295 yang saat ini masih dirakit di Spanyol oleh orang-orang Indonesia,” katanya.

Menurut Dahlan,  kondisi tersebut berbeda dengan PT DI di zaman Orde Baru.  Bahkan,  PT DI sempat mengalami masa sulit ketika terjadi krisis moneter di tahun 1998.  “Sekarang ini PT DI sangat sibuk dan paling sibuk dalam sejarahnya,” kata Dahlan.

Dahlan menambahkan,  PT DI juga memroduksi suku cadang pesawat terbang yang dipesan sejumlah perusahaan asing.  “Bahkan,  berkat Komisi I DPR,  PT DI tidak merugi dalam tutup buku kemarin,” katanya.

Kendati demikian,  dia mengakui BUMN yang bergerak di bidang industri kedirgantaraan ini sedang menghadapi persoalan pelik terkait minimnya sumber daya manusia (SDM).  “Banyak tenaga ahli yang pergi ke luar negeri saat terjadinya krisis moneter,” katanya menjelaskan.

Selain itu,  lanjut Dahlan,  banyak tenaga ahli PT DI yang sudah berusia tua dan belum merekrut tenaga baru selama 10 tahun terakhir.   

August 23, 2013

Moeldoko si ” jendral tajir”

Harus dicek lagi..apakah harta ini memang memang pemberian atau warisan mertua kaya . Jangan kita percaya saja dari statement /pernyataan yang bersangkutan. Dulu Jendral Sutiyoso yang menjadi gub DKI, juga mengaku berasal dari keluarganya yang kaya ruaya.. Belakangan mulai terungkap tidak demikan..  Tapi asal dari keluarga yang tajir tidak menjadi jaminan memiliki prilaku yang bersih dan lurus. Lihat penerima suap macam si Prof Rudi, gaji dan prestasi akademis    setinggi langit tidak menjadi jaminan tidak doyan menerima uang cash dollar
Kamis, 22 Agustus 2013 | 08:20 WIB

Punya Mertua Kaya, Jenderal Moeldoko: Alhamdulilah

Punya Mertua Kaya, Jenderal Moeldoko: Alhamdulilah

Jenderal TNI Moeldoko. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko akhirnya angkat bicara soal kekayaannya yang terbilang besar. Setidaknya berdasar laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Moeldoko punya harta sebesar Rp 36 miliar.

Menurut Moeldoko kekayaan yang dia miliki bisa dibuktikan asal-muasalnya. “Memangnya tentara tidak boleh kaya? Yang penting kan dari mana memperoleh kekayaan,  benar tidak,” kata Moeldoko saat ditemui wartawan saat uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di DPR, Rabu, 21 Agustus 2013.

Moeldoko beralasan kekayaannya ia peroleh selama bertugas sebagai tentara dan sebagian warisan keluarga. Ketika berdinas, dia mengaku sering bertugas ke luar negeri. “Itu operasi ke luar negeri seharinya US$ 125 (Rp 1,25 juta), kan besar,” katanya.

Dari warisan keluarga, Moeldoko terang-terangan mengaku mempunyai istri dari keluarga kaya. “Kalau saya dikasih orang tua saya harta warisan kan boleh saja, masa tidak boleh?”

Dia pun bercerita seusai menikah, mertua Moeldoko berpesan agar dia fokus mengabdi sebagai prajurit TNI. Mertua Moeldoko berjanji akan mengurus masalah kesejahteraan dia dan istri. “Ya Alhamdulillah kan itu,” katanya.

Harta Moeldoko senilai Rp 36 miliar terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 22,133 miliar, harta bergerak berupa alat transportasi mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 1,7 miliar, peternakan Rp 1,2 miliar, serta logam mulia dan batu mulia senilai Rp 4,6 miliar. Harta bergerak lain berupa giro sebesar Rp 2,8 miliar dan 450.000 dollar Amerika Serikat (Rp 4,5 miliar). Moeldoko memiliki utang Rp 300 juta.

INDRA WIJAYA

August 21, 2013

Indonesia dan China Mantapkan Kerjasama Pertahanan

KRI Layang tembakan rudal C-802 buatan China. (Foto: Dispenal)

19 Agustus 2013, Beijing: Indonesia dan China sepakat untuk memantapkan kerja sama industri pertahanan berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan saling menghormati.

“Indonesia dan China telah memiliki kerja sama yang baik, termasuk dalam industri pertahanan,” kata Dirjen Departemen Perdagangan Militer dan Hubungan Luar Negeri State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND) Zhan Chunli di Beijing, Senin.

Dalam pertemuan kedua kerja sama pertahanan Indonesia-China, ia mengatakan pihaknya mengharapkan kerja sama yang telah terjalin baik dapat ditingkatkan dan diperluas di masa datang.

“Karena itu dalam pertemuan kali ini diharapkan dapat disepakati sejumlah perkembangan yang telah dijalankan sebelumnya oleh kedua pihak dalam kerja sama industri pertahanan,” kata Zhan Chunli.

Ia menegaskan dengan pemantapan butir-butir kerja sama yang telah disepakati dalam pertemuan sebelumnya, diharapkan kerja sama industri pertahanan kedua negara akan semakin luas.

Sementara Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Pos Hutabarat mengatakan Indonesia sangat menyambut positif kerja sama industri pertahanan dengan China.

“China menjadi salah satu mitra strategis bagi pengembangan industri pertahanan Indonesia, banyak hal yang dapat kita kerja sama dengan dasar saling menguntungkan,” katanya.

Sebelumnya Kemhan RI dan SASTIND telah menyepakati sejumlah poin kerja sama industri pertahanan seperti produksi bersama, pengembangan bersama, pemasaran bersama serta alih teknologi.

“Kedepan sejumlah poin yang sudah disepakati itu dapat dimantapkan lagi sehingga benar-benar memberikan manfaat dan keuntungan bagi industri pertahanan kedua negara, dan bagi hubungan kedua pihak di masa depan,” ujar Pos Hutabarat.

Selama ini Indonesia telah menjalin kerja sama industri pertahanan dengan China, antara lain dalam pengembangan bersama peluru kendali C-705, dan telah melakukan pembelian senjata dari China seperti rudal panggul QW3 untuk Pasukan Khas TNI Angkatan Udara.

Dalam pertemuan kedua itu, masing-masing industri pertahanan kedua pihak melakukan presentasi tentang produk yang dimiliki.

Dari pihak Indonesia terdapat PT LEN, PT Dirgantara Indonesia, PT Indadi Setia, dan PT Info Global. Sedangkan pihak China menampilkan antara lain PT CETC, Nourinco, dan ALIT.

Sumber: ANTARA News

August 19, 2013

Anggaran Pertahanan Lebih Kecil Dibandingkan Anggaran Kepolisian

Sudah anggaran besar, tapi kelakuan buruk koruptif masih hinggap di jajaran elite. Kepolisian memang sangat jumawa sekarang ini, mereka tidak mau dibawah suatu departemen, mereka langsung bertanggung jawab ke Presiden. Hal ini justru sangat menyulitkan dan berbahaya untuk disalah gunakan

+++

Legislator: Anggaran Pertahanan Lebih Kecil Dibandingkan Anggaran Kepolisian

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (kedua kiri), Mohamad Sohibul Iman (tengah), Pramono Anung (kedua kanan) dan Wakil ketua DPD GKR Hemas (kanan) saat tiba untuk membacakan pidato kenegaraan mengenai RAPBN 2014 di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/mes/13)

19 Agustus 2013, Jakarta: Alokasi anggaran Kementerian Pertahanan sebesar Rp 83,4 Triliun yang disebutkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya dihadapan Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (16/7) dinilai tidak berimbang, dibandingkan dengan anggaran Kepolisian sebesar Rp 41,5 Triliun. Pasalnya anggaran Kementerian Pertahanan Rp 83,7 Triliun tersebut untuk lima unit organisasi yaitu Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Sidang I Tahun Sidang 2013-2014 dan Pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2014 di Gedung DPR RI, Jumat (16/7).

“Di pengantar nota keuangan ini memang Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi anggaran terbesar. Tetapi yang harus dipahami, anggaran Rp 83,7 Triliun itu untuk lima unit organisasi yaitu Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” papar Mahfudz.

“Semuanya itu bukan untuk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Itu untuk Alutsista, Modernisasi, Belanja Rutin termasuk Gaji personil,” tambahnya.

Yang dibutuhkan sekarang adalah Tunjangan Khusus untuk prajurit yang ditugaskan di daerah-daerah terpencil atau tugas-tugas khusus, karena memang kebutuhan mereka itu jauh melampaui tunjangan minimal yang mereka dapatkan. Jadi ini yang masih harus dieksplorasi lagi.

“Sebenarnya melihat anggaran Kepolisian sebesar Rp 41,5 Triliun itu hanya untuk satu unit Polri, ya memang tidak berimbang, tetap Polisi jauh lebih tinggi proporsinya dibandingkan TNI,” kata politisi PKS ini. Mestinya anggaran ini berimbang, modernisasi alut sista berjalan tapi kesejahteraan prajurit tertinggal ini terjadi demoralisasi juga.

Sumber: Suara Ksrya

August 18, 2013

Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 22:58 WIB

Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam

Kapal Selam KRI Nanggala 402. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah mendapat tawaran untuk dapat membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.

“Kapal selam dari Rusia sudah ada. Mereka membuka kesempatan karena kedekatan dengan kita,” kata Purnomo saat ditemui di Istana Merdeka, Sabtu, 17 Agustus 2013.

Purnomo  tidak menjelaskan detail spesifikasi dan tawaran harga yang diberikan pemerintah Rusia untuk mendatangkan 10 kapal selam tersebut. Ia juga menyatakan, pemerintah belum bulat untuk menerima tawaran Rusia karena masih harus mempertimbangkan dan menghitung biaya.

Selain harga kapal selam per unit, menurut dia, pemerintah juga harus mempertimbangkan besarnya biaya perawatan, pemeliharaan, perbaikan, dan kesiapan infrastruktur. Selain itu, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah usia atau masa guna kapal selam tersebut.”Kita tidak bisa tergesa, hitung dulu semua,” kata Purnomo.

Sedangkan untuk kapal selam dari Korea, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini memaparkan, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertahan dan penangkalan ancaman. Sebagai negara yang memiliki orientasi kedamaian, Indonesia dinilai harus memiliki kemampuan teknologi dan senjata yang kuat. “Kita sedang survei pangkalan kapal selam, salah satunya di Palu.”

Pada 2024 meski belum memastikan sebagai negara terkuat, menurut Purnomo, Indonesia akan berada pada empat negara kuat di kawasan Asia Tenggara bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bersama tiga negara ini, Indonesia akan membentuk ASEAN Defense Ministerial Meeting yang kuat dari ancaman kawasan luar.

FRANSISCO ROSARIANS

August 17, 2013

Pemerintah Siapkan Anggaran Modernisasi Alutsista pada RAPBN 2014

 

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) usai memberi laporan RAPBN 2014 kepada Ketua DPR Marzuki Alie (kedua kiri) dalam pidato kenegaraan RAPBN 2014 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). Pidato tersebut memaparkan sejumlah isu strategis di antaranya pertumbuhan ekonomi, asumsi makro, dan estimasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/mes/13.

16 Agustus 2013, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah dalam tahun anggaran 2014 menganggarkan dana untuk mendukung terlaksananya modernisasi dan peningkatan alat utama sistem persenjataan atau Alutsista, agar tidak tertinggal dengan negara lain.

“Tujuannya agar percepatan pembangunan kekuatan dasar minimum dan pengembangan industri pertahanan nasional dapat kita capai. Di samping penyediaan anggaran, kita juga telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan kontribusi industri pertahanan nasional,” kata Presiden Yudhoyono Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014, beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Jumat.

Yudhoyono mengatakan, upaya ini dilakukan dengan memperluas pendayagunaan industri pertahanan nasional, dan mengutamakan pengadaan alutsista hasil produksi industri dalam negeri.

Dengan modernisasi dan pembangunan kekuatan pertahanan ini, TNI akan makin berkemampuan untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari ancaman manapun.

“Generasi dan teknologi persenjataan kita juga tidak tertinggal dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetangga kita,” kata Presiden.

Ditambahkan Presiden, tidak kalah pentingnya dengan pertahanan negara, prioritas alokasi anggaran untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia juga diprioritaskan.

Alokasi ini ditujukan untuk peningkatan rasa aman dan ketertiban masyarakat melalui pelaksanaan reformasi Polri.

Anggaran juga disediakan untuk memenuhi fasilitas, sarana dan prasarana, serta peralatan Polri, untuk meningkatkan kemampuan pengamanan di daerah hingga pelosok-pelosok.

Selain itu, kita juga meningkatkan rasio polisi dengan jumlah penduduk sebesar satu berbanding 575, yang dilaksanakan antara lain dengan menambah jumlah personil Polri sebanyak 20.350 personil pada tahun 2014.

“Dalam tahun 2014, akan kita penuhi persentase alat utama dan alat khusus kepolisian secara bertahap, yang direncanakan mencapai 41 persen,” kata Presiden.

Dengan pembangunan ini, diharapkan Polri dapat menjalankan tugas-tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan lebih baik lagi.

Dalam RAPBN tahun 2014 Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran Rp83,4 triliun, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp41,5 triliun.

Sumber: ANTARA News

August 13, 2013

Ini baru TOP ! Bos PT DI Dan Lion Air Bahas Pembelian Pesawat N219 Made In Bandung

 

Lha BUMN macam  Garuda Indonesia kok malah bikin kaya perusahan penerbangan AS, Eropa dan Kanada, ya ??  Jangan-jangan kebagian fee besar.

 

 

Tuesday, August 13, 2013       09:24 WIB

Bos PT DI Dan Lion Air Bahas Pembelian Pesawat N219 Made In Bandung 

PT Dirgantara Indonesia (DI) mengakui maskapai nasional Lion Air berminat membeli pesawat asli buatan Indonesia N219. Bahkan kedua pimpinan tertinggi perusahaan yakni Direktur Utama PTDI Budi Santoso dan Direktur Utama Lion Air Rusdi kirana telah bertemu dan membahas rencana pembelian pesawat baling-baling berpenumpang 19 orang ini.”Sebelum lebaran sudah terjadi pembicaraan dari Pak Rusdi (Dirut Lion Air) dan Pak Budi (Dirut PT DI. Perlu workout detail-nya,” ucap Direktur Niaga & Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh secara singkat kepada detikFinance Selasa (13/8/2013).

Diakuinya, pesawat ini akan mulai diproduksi secara masal pada tahun 2015. Namun Budiman enggan menyebut lebih jauh mengenai perkembangan pembelian pesawat oleh Lion Air.

Sementara itu Dirut PT DI menjelaskan belum ada pembahasan lebih jauh terkait rencana penggunaan pesawat N219 oleh Lion Air.

“Baru rencana, nanti kalau ada pembicaraan yang kongkrit saya akan kabari,” kata Budi secara singkat.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan Lion Airberencana membeli 50 unit armada N219 dari PTDI. Direncanakan Lion Air akan menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan burung besi yang dibuat dan dirancang di Bandung, Jawa Barat itu.

 

Lion akan Beli 50 Pesawat dari PT DI
 
 
Headline
PT Lion Mentari Airline (Lion Air) – (Foto : inilah.com)
 
Oleh: Seno Tri Sulistiyono
ekonomi – Senin, 12 Agustus 2013 | 16:44 WIB
 
 

INILAH.COM, Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan PT Lion Mentari Airline (Lion Air) akan membeli 50 pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

“Beliau (Dirut Lion Air, Rusdi Kirana) mau beli pesawat N219 buatan PT DI sebanyak 50 pesawat,” kata Dahlan saat di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (12/8/2013).

Pesawat jenis N219 merupakan pesawat perintis berkasitas 19 tempat duduk yang menghubungkan pulau-pulau kecil di Indonesia. Pembelian pesawat tersebut oleh Lion Air diyakini Dahlan akan mendongkrak kinerja keuangan PT DI ke depannya.

“Kita sepakat mengembangkan PT DI untuk menjadikan kebanggaan nasional dan dia (dirut Lion Air) inggin ikut kembangkan PT DI dengan membeli pesawat yang orisinil buatan PT DI,” tutur Dahlan.

Namun Dahlan, belum bisa menyebutkan nilai penjualan 50 pesawat tersebut karena masih dalam pembicaraan lebih lanjut. “Perundingan masih panjang, nilai belum sampai ke situ,” ucap Dahlan.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, pihak PT DI akan memproduksi pesawat jenis N219 dua tahun lagi. Hal itu karena jenis pesawat ini masih dalam rancangan PT DI. “Sekarang sedang bikin prototipenya, ini asli buatan PT DI bukan Spanyol dan Perancis,” kata Dahlan.

Sementara itu, Rusdi Kirana belum mau berkomentar banyak terkait pembelian pesawat N219. “Tanya ke pak Dahlan, kita mau kerjasama dengan PT DI,” ucap Rusdi di tempat yang sama. [mel]

August 12, 2013

Geliat DI dan PT DI

Semoga bisa segera terjadi..

Bos PTDI Kaget, Dahlan Bantu Carikan Utang Rp 30 Triliun
Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Sabtu, 10/08/2013 11:37 WIB

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berhasil melobi Islamic Development Bank (IDB) untuk menyediakan fasilitas pinjaman US$ 3,3 miliar atau setara Rp 30 triliun untuk BUMN produsen pesawat yakni PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Fasilitas kredit ekspor ini diberikan selama 3 tahun untuk membantu calon pembeli yang akan membeli pesawat kepada PTDI.

“Saya kaget, ini pernah dibicarakan tahun lalu, tapi Pak Dahlan malah datang ke situ (ke Mekkah bertemu presiden IDB),” ucap Direktur Utama PTDI Budi Santoso kepada detikFinance seperti dikutip, Sabtu (10/8/2013).

Diakui Budi, fasilitas kredit ekspor ini sangat membantu calon pembeli pesawat PTDI yang tidak memiliki anggaran. Menurut Budi, IDB akan memberi atau memfasilitasi pinjaman kepada negara-negara yang akan membeli pesawat dari PTDI.

“Ada beberapa negara seperti Bangladesh terutama negara Islam, mereka minta kredit ekspor karena negara nggak punya tunai. TNI juga pakai kredit kalau beli pesawat. IDB menilai untuk bisa maju perlu beli pesawat tapi mereka nggak punya uang,” jelasnya.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja dan umroh ke Makkah, Arab Saudi. Dahlan meluangkan waktu bertemu langsung dengan Presiden IDB, Dr Ahmed Mohammed Ali dan pimpinan IDB divisi Asia Selatan dan Tenggara Dr. Ahmed Saleh Hariri di Clock Tower depan Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Dari hasil pertemuan itu, PTDI memperoleh fasilitas kredit ekspor senilai Rp 30 triliun. Dahlan juga bertemu dengan pimpinan perusahaan kontruksi Bin Laden Group.

Pesawat Kena Pajak Barang Mewah, Bos PT DI: Orang Malas Registrasi di RI
Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Senin, 12/08/2013 10:02 WIB

Jakarta – Pemerintah masih mengenakan pajak tinggi untuk pembelian pesawat dan helikopter. Untuk pembelian dari produsen di dalam dan luar negeri, setidaknya perusahaan atau masyarakat di Indonesia harus membayar Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) senilai 50% dari nilai barang.

Direktur PT Dirgatara Indonesia (PTDI) (Persero) Budi Santoso menjelaskan akibat dari pengenaan ini membuat kepemilikan pesawat dan helikopter dengan registrasi Indonesia sangat minim.

“Orang males dengan registrasi di Indonesia jadi pesawatnya didaftarkan di luar negeri kemudian disewa ke Indonesia karena nggak kena pajak,” ucap Budi kepada detikFinance pekan lalu.

Budi mencontohkan, ketika Badan SAR Nasional (Basarnas) membeli 2 helikopter ke PT DI senilai Rp 262,98 miliar. Basarnas pun wajib membayar pajak tambahan senilai Rp 130 miliar.

Menurutnya maskapai asal Indonesia lebih memilih menyewa pesawat atau helikopter karena terbebas dari pajak barang mewah. Sementara di luar negeri seperti Singapura kepemilikan helikopter dan pesawat sangat banyak karena di negara tetangga Indonesia itu membeli pesawat dan helikopter dianggap menjadi barang modal dan bukan barang mewah sehingga terbebas dari pajak barang mewah.

“Banyak pesawat kita leasing pesawat dari luar negeri. leasing nggak kena kita cuma sewa,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Indonesia Chatib Basri mengaku akan mempelajari pengenaan pajak tinggi terhadap pembelian pesawat dan helikopter dari produsen di dalam dan luar negeri.

“Nanti saya pelajari dulu, saya belum tahu mesti dilihat impact-nya dan efektifitasnya seperti apa,” kata Chatib.

Hal senada juga disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ia akan mengecek aturan pengenaan pajak barang mewah hingga 50% untuk setiap pembelian helikopter dan pesawat. Diakuinya hal ini bisa berdampak terhadap kurang kompetitifnya produk pesawat PTDI.

“Saya akan cek aturan ini,” terang Dahlan.

++++++++++++++

2 BUMN Ini Bakal Bikin Jet Tempur Sekelas F22 dan Kapal Selam Canggih
Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Senin, 12/08/2013 08:24 WIB

Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia bakal menerima penugasan pemerintah merancang dan mengembangkan pesawat tempur dan kapal selam canggih. Tugas ini diberikan kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT PAL.

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, PTDI saat ini sedang dalam proses mengembangkan desain pesawat tempur canggih sekelas F22 bersama Korea Selatan.

“Pilihannya mau tetap seperti sama dengan F22 atau naik ke F35,” ucap Purnomo kepada detikFinance lebaran lalu seperti dikutip, Senin (12/8/2013).

Ditegaskan Purnomo, program pengembangan yang bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini tetap berjalan, meskipun pemerintah Korsel sempat terjadi penghentian sementara. Untuk pengembangan jet tempur ini, Indonesia mengambil porsi pembiayaan hingga 20% dari total anggaran proyek.

“Dulu kita sudah siapkan skema pembiayaan dan DPR sudah setuju. DPR kan sudah lihat desain kita yang di Bandung. Hanya kita nunggu dari Korea. Ini kan pemerintahan baru, nanti akan ada hubungan 60 tahun Indonesia Korea. Kita akan menandatangani pengukuhan kerjasama pertahanan,” tambahnya.

Selain mengembangkan jet tempur, BUMN lainnya yakni PT PAL siap menerima penugasan untuk mengembangkan kapal selam canggih bersama Korsel. Untuk kapal selam, tahap awal akan diproduksi sebanyak 2 unit di Korsel.

Kemudian PAL akan memproduksi sendiri kapal selam canggih di galangan kapalnya di Surabaya Jawa Timur pada tahun 2015 atau paling lambat tahun 2016.

“Itu sekarang pertama kedua sedang dibuat di Korea. setelah itu dibuat di PT PAL. Di PT PAL kita renovasi dulu kita buat dulu hanggar menjadi tempat pembuatan kapal selam,” jelasnya.

August 6, 2013

Bank Pembangunan Islam Bantu Ekspor Pesawat PT DI

IDB segera membuka kantor di Jakarta akhir tahun ini.

ddd
Selasa, 6 Agustus 2013, 07:38 Antique, Iwan Kurniawan
VIVAnews – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengharapkan Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) membantu pendanaan ekspansi PT Dirgantara Indonesia.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa 6 Agustus 2013, Dahlan mengatakan bahwa hal itu tercentus ketika dirinya mengadakan pertemuan dengan Presiden IDB, Dr Ahmed Mohammed Ali dan Dr Ahmed Saleh Hariri, pimpinan IDB divisi Asia Selatan dan Tenggara di Clock Tower, depan Masjidil Haram, Mekkah.
Dalam pembicaraan itu, ungkapnya, ia meminta agar IDB bisa mendukung ekspor pesawat-pesawat produksi PT DI melalui fasilitas kredit ekspor IDB. Sebab, penjualan pesawat PT DI akan lancar jika menggunakan kredit ekspor karena negara pembeli biasanya minta sekalian pembiayaannya.
Dahlan mengaku bahwa Dr Ahmed sangat antusias menyambut keinginan tersebut, karena IDB memang menyediakan kredit ekspor untuk negara-negara anggota. Selain itu, Indonesia sebagai salah satu pendiri IDB 39 tahun lalu, menurut Dr Ahmed memegang peran penting dalam IDB.
Dalam pertemuan itu, Dahlan juga menjelaskan bahwa PT DI sedang menawarkan pesawat untuk Bangladesh dan ke beberapa negara Afrika. Dan IDB tertarik untuk memberikan fasilitas kredit ekspor bagi Bangladesh.
“Saya juga ditanya, negara mana saja yg sudah menyatakan minatnya tapi terhalang masalah pembiayaan. Saya sudah sampaikan negara-negara dimaksud termasuk Filipina,” kata Dahlan.
Buka Kantor
Selama tiga tahun ke depan, ungkap Dahlan, IDB menyediakan fasilitas pendanaan sampai Rp30 triliun (US$3,3 miliar). IDB juga segera membuka kantor di Jakarta akhir tahun ini. “Selama ini untuk Asia Tenggara IDB berkantor di Kuala Lumpur,” ujarnya.
Dr Ahmed, lanjutnya, mengatakan mengenal baik industri pesawat Indonesia karena pernah diajak Prof Habibie ke Bandung di awal tahun 1990-an. “Dia berharap, apa yang saya inginkan tersebut bisa dilakukan oleh IDB,: tutur Dahlan.
Dr Ahmed, dia menambahkan, menyatakan kegembiraannya mendengar paparan tersebut bahwa kini PT DI memperoleh kemajuan besar dan untuk pertama kalinya tidak lagi rugi.

Selain itu, kata Dahlan, Dr Ahmed mengemukakan kalau IDB sudah berkembang pesat dan sejak beberapa tahun terakhir selalu memperoleh rating tertinggi AAA. “Dia berharap, bisa menjalin kerjasama dengan BUMN Indonesia untuk mengembangkan perekonomian Indonesia,” tutur Dahlan. (ren)

August 1, 2013

Legislator: Alutsista TNI Ketinggalan Zaman

Wednesday, July 31, 2013


 

 

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kanan) dan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Moeldoko berjabat tangan usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (24/7). Kementerian perdagangan menggandeng TNI AD untuk pengamanan dan perlindungan konsumen di wilayah perbatasan Indonesia sehingga mampu memperlancar distribusi dan suplai kebutuhan konsumen. (Foto: ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/ss/PD/13)

30 Juli 2013, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI sudah out of date atau ketinggalan zaman dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Alutsista TNI sudah bisa dikatakan dan dinilai out of date, ketinggalan dibanding dengan negara lain seperti Singapura. Alutsista TNI sudah tak layak digunakan,” kata Priyo di Jakarta, Selasa.

Dikatakan Priyo, postur TNI yang ada sekarang ini terlalu gemuk dan perlu perampingan.

“Perlu dirampingkan jumlah tentara seraya memperbaiki alutsista dengan peningkatan teknologi alutsista TNI,” kata dia.

Terkait rencana tersebut disampaikan kepada calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ternyata, Moeldoko mempunyai pandangan yang sama, “Saya bicarakan dengan Pak Moeldoko dan dia menyambut baik, Bahkan Pak Moeldoko mempunyai mimpi untuk membangun tentara yang kuat dengan teknologi canggih,” kata Priyo.

Soal pencalonan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden SBY, Priyo menilai, pengajuan tersebut sangat tepat.

“Jenderal Moeldoko, tidak pernah mengomentari politik. Dia adalah figur tentara profesional. Dia bukan jenderal yang suka berpolitik. Saya kira, perjalanan Moeldoko di DPR RI akan berjalan mulus dan tak ada hiruk pikuk,” ungkap Priyo.

Pimpinan DPR sendiri telah menerima surat dari Presiden SBY yang mengusulkan calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono tanggal 23 Juli 2013.

Sumber: ANTARA News

 
Posted by at 7/31/20
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers