Archive for ‘Industry Militer Budget TNI’

December 11, 2012

RUAG Tawarkan Perawatan F-5 TNI AU

10 Desember 2012

F-5F/F TNI AU direncanakan untuk dapat beroperasi hingga tahun 2020 (photo : Eddy Febriyanto)

Perusahaan perawatan pesawat (MRO) Swiss, RUAG, menawarkan paket perawatan pesawat tempur F-5E/F Tiger II kepada Indonesia. RUAG menyatakan pihaknya sanggup melakukan perawatan menyeluruh armada pesawat tempur F-5 TNI AU mulai dari rangka, sistem avionik, mesin, hingga persenjataan.

Stephan Brauch, Direktur Penjualan Jet & Missiles, Divisi Penerbangan Militer RUAG, menyatakan hal tersebut dalam pameran persenjataan Indo Defence 2012 di JIExpo Kemayoran, November lalu.

Dikatakan, RUAG yang merupakan BUMN Swiss itu selama ini telah memiliki pengalaman merawat pesawat F-5E/F Swiss maupun F-5 beberapa negara lain serta F/A-18 Hornet.

Brauch yang pernah mengunjungi Lanud Iswahjudi menambahkan, melihat fasilitas perawatan pesawat yang dimiliki lanud tersebut, pengerjaan pesawat F-5 TNI AU bisa dilaksanakan di Magetan, Madiun. RUAG tinggal mengirim teknisi dan beberapa peralatan tambahan untuk sekaligus melakukan transfer teknologi perawatan si Macan di Indonesia. (ron)

(Angkasa No 3 Desember 2012)

December 11, 2012

Seskab Dipo Alam Bantah Blokir Anggaran Kemhan

simpang siur lagi…

Monday, December 10, 2012

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro (tengah), Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan) dan Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin (kiri), saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/12). Rapat gabungan antara Kemhan, Menkeu dan BPKP yang digelar oleh Komisi I DPR terkait tudingan adanya kongkalikong Kemhan dan anggota DPR tersebut ditunda karena tidak dihadiri oleh Seskab Dipo Alam dan Menkeu Agus Martowardojo. (Foto: ANTARA/HO/IP/12)

10 Desember 2012, Jakarta: Sekretaris Kabinet Dipo Alam akhirnya memenuhi panggilan rapat kerja gabungan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Dalam rapat kerja gabungan itu, Dipo Alam membantah telah mengajukan blokir anggaran untuk Mabes TNI dan Angkatan Laut senilai Rp 678 miliar.

Perlu diketahui, anggaran untuk pembelian sistem pendukung alat utama sistem pertahanan (alutsista) itu sebelumnya di blokir Menteri Keuangan, setelah ada surat yang dikirimkan Dipo tertanggal 24 Juli 2012.

Menurut Dipo, surat yang ia tulis dan dikirimkan ke Kementerian Pertahanan dengan tembusan ke Kementerian Keuangan, Presiden dan juga kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan itu, bersifat rahasia.

Dalam surat itu, Dipo mengaku tidak menyebutkan nama pelaku kongkalikong, nama menteri atau nama anggota DPR. Menurutnya, surat edaran itu dikirim untuk seluruh kementerian. Dalam surat itu, Seskab meminta seluruh kementerian pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013-2014 bisa mencegah adanya praktik kongkalikong.

Sebab, kata Dipo, perintah untuk bebas dari praktik kongkalikong merupakan perintah Presiden yang telah dilontarkan lebih dari 15 kali. Selain itu, kata Dipo, Presiden secara tegas meminta kementerian dan juga Seskab mengawal APBN 2013-2014.

“Surat itu merupakan edaran kepada menteri dan tidak ditujukan kepada DPR. Saya tidak pernah menyebut secara eksplisit Komisi I DPR maupun kementerian dan juga nama menterinya,” ungkap Dipo, saat menghadiri rapat kerja gabungan di ruang Komisi I, Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/12).

Dipo menyatakan, dalam surat edaran itu, pihaknya hanya menyebutkan terdapat tiga kementerian yang diduga melakukan praktik kongkalikong dengan DPR dalam pembahasan anggaran. Namun Dipo menampik pihaknya menyebutkan nama-nama kementerian, nama menteri dan juga nama oknum anggota DPR.

“Saya juga mempertanyakan hal itu. Karena saya menyebutkan ini adalah surat rahasia. Saya sekalipun tidak pernah menyebut nama menteri, nama kementerian maupun juga nama komisi dan anggota komisi DPR. Saya rasa inilah penjelasan saya,” tandas Dipo.

Sumber: KONTAN

December 7, 2012

Korsel Potong Anggaran Proyek Jet Tempur KFX

 

 
 

Friday, December 7, 2012


 

 

6 November 2012, Jakarta: Proyek perancangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX yang dikerjakan Korea dan Indonesia memasuki masa yang tak jelas. Kekuatiran ini menyeruak setelah belum lama ini Pemerintah Korea Selatan memutuskan memotong anggaran proyek ini untuk 2013. Pemotongan anggaran dilakukan atas dua pertimbangan, yakni perkembangan ancaman dan keamanan regional yang telah sedemikian mengkuatirkan, serta pembatalan Turki yang semula akan ikut menanggung pembiayaan KFX. Demikian ungkap sumber Angkasa di Korea Selatan.

Juga merujuk pemberitaan media setempat, terungkap, langkah drastis tersebut terpaksa diambil karena Seoul sudah tak sabar menunggu jet tempur masa datangnya muncul sementara negara-negara di sekitarnya telah tampil dengan berbagai persenjataan baru yang mematikan. Mereka akhirnya mengaku berat menyandang beban tanggung-jawab pendanaan KFX sebesar 80% (Indonesia menanggung 20%) setelah Turki mengundurkan diri dari rencana keikutsertaannya. Korea Selatan tampak benar-benar cemas dengan kemunculan Sukhoi T-50 dari Rusia, indigenous stealth J-20 dari China, dan sebentar lagi ATD-X dari Jepang. Pengembangan roket balistik Korea Utara yang seakan tak terbendung AS – seperti Unha-3 yang akhir Desember ini akan diluncurkan — pun ikut membuat mereka semakin panik.

“Korea Selatan tak bisa terus-menerus melihat perkembangan tersebut dengan hanya mengandalkan 120 jet tempur dari era 1980-an,” ujar sumber Angkasa. “Begitu pun Pemerintah Korea masih akan memegang komitmennya pada KFX dengan menyiapkan 4,15 juta dollar untuk melanjutkan feasibility study pada tahun 2014,” tambahnya mengutip janji Pemerintah Korea Selatan.

Di tengah kepanikan itu, Seoul akan segera menjatuhkan pilihan untuk mengalihkan anggaran pertahanannya ke proyek pesawat tempur yang lebih canggih dari jet-jet tempur stealth yang dinilai menjadi ancaman serius bagi wilayah udaranya. Mereka akan segera memilih Boeing atau Lockheed Martin (LM) yang gencar menawarkan kerjasama pembuatan jet tempur generasi ke-5 yang diberi nama FX-III. Besar kemungkinan, pemerintah akan memilih Boeing yang telah menyodorkan konsep F-15 Silent Eagle ketimbang LM yang menjanjikan F-35 Lightning II versi murah meriah.

Jika bola bergulir tanpa hambatan, FX-III akan menjadi jet tempur generasi ke-5 pertama yang dirilis Paman Sam untuk negara luar. Korea Selatan kabarnya telah menyiapkan 10 triliun won atau sekitar 8,96 miliar dollar untuk pembuatan 60 unit pesawat ini. Besar kemungkinan situasi keamanan regional akan mendorong pembuatan pesawat ini lebih cepat setahun, sehingga rakyat Korea Selatan bisa melihat pesawat ini terbang pada 2015.

Rencana pembuatan FX-III pernah dibicarakan pada 1990-an, namun terlupakan akibat terjangan krisis finansial dunia pada 1997 dan 2008. Oleh karena KFX melibatkan Indonesia, kelanjutan perancangan jet tempur yang telah dimulai sejak dua tahun lalu ini pun menempatkan Indonesia di persimpangan jalan. Pemerintah Korea Selatan tak pernah mengatakan proyek ini dihentikan, namun penghentian anggaran untuk KFX dan beralihnya perhatian Korea Selatan ke program FX-III semestinya perlu dicermati secara serius.

Sumber: Angkasa

December 3, 2012

ARINC Retrofit Hercules TNI AU di Bandung

 

 

(Foto; ARINC)

30 November 2012, Bandung: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyerahkan pesawat C-130H A-1303 Hercules kepada ARINC, LLC USA, untuk pelaksanaan Retrofit bertempat di Hangar Satuan Pemeliharaan 15 Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (29/11).

Pada penyerahan pesawat Kemhan RI diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Ka Baranahan) Mayor Jendral TNI Ediwan Prabowo. Dalam sambutannya Ka Baranahan menyampaikan bahwa Keman RI telah menandatangani kontrak dengan ARINC pada tanggal 8 Desember 2008 untuk melaksanakan retrofit 5 pesawat C-130H milik TNI Angkatan Udara. Kemhan yakin bahwa ARINC akan dapat menyelesaikan kontrak tepat waktu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk menandai keberhasilan pelaksanaan tugas, kesempatan ini sebagai wujud rasa syukur kehadirat yang Kuasa dimana sampai saat ini Tentara Nasional Indonesia telah mampu dan berhasil melaksanakan tugasnya dalam Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Demikian pula telah tercatat dalam sejarah Indonesia bahwa TNI telah banyak berkiprah dalam menjaga kedaulatan RI serta pelaksanaan operasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu kehadiran pesawat C-130 Hercules yang lebih modern setelah dilaksanakan retrofit diharapkan mampu menghadapi tantangan yang lebih kompleks dimasa yang akan datang.

Penyerahan pesawat ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan pesawat oleh Ka Baranahan dan Mr. Larry D. Lamb dari ARINC, LCC USA. Penandatanganan disaksikan oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Sumarno, Kadisaeroau Marsma TNI Hasan Londang dan Kadiskomlekau Marsma M Yunus.

Sumber: Dispenau

November 29, 2012

Produksi Pesawat C295 Dipindah ke Bandung

 

 Maju terus PT DI…
 
 
29 November 2012
 
 
Pesawat CN-295 TNI AU (photo : Joseph Tonna)
 
Bandung, (Antara) — Seluruh aktivitas produksi pesawat transpor menengah C295 sedang dalam proses dipindahkan oleh Airbus Military dari Sevilla, Spanyol, ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung.
 
“Selain tingginya faktor kepercayaan Airbus Military kepada kami, ke depan mereka memang hanya akan memusatkan perhatian pada produksi pesawat transpor militer berbadan lebar A400M,” kata IP Windu Nugroho, staf senior Divisi Komunikasi PTDI, di Bandung, Rabu.
 
Dalam proses pemindahan itu, PTDI kini sedang membangun pusat pengiriman (delivery center) untuk pesawat CN295, sebutan selanjutnya bagi C295 setelah produksi bersama dilaksanakan.
 
”Kegiatan ini salah satu bentuk perwujudan program revitalisasi di tubuh PTDI,” kata Windu.
 
Proses pembangunan ‘delivery center’ disertai pula dengan proses pembangunan lini perakitan akhir (final assembly line) CN295. Pengerjaannya dibantu oleh tim ahli dari Airbus Military sebagai mitra bisnis. Delivery Center CN295 diharapkan selesai pada kuartal pertama 2013.
 
Setelah fasilitas itu siap, PTDI akan mampu mengirimkan pesawat hasil produksinya empat unit per tahun ke seluruh customernya, khususnya untuk pesawat ke tiga hingga ke tujuh pesanan TNI AU dari sembilan pesawat yang dipesannya, dengan dua sudah diserahkan ke TNI-AU bulan lalu.
 
Windu menjelaskan, Kementerian Pertahanan RI memutuskan pembelian sembilan CN295 pengganti pesawat-pesawat Fokker F-27 yang sudah dioperasikan TNI-AU sejak pertengahan 1970-an. Pengadaan CN295 untuk TNI-AU itu ditandatangani saat pameran kedirgantaraan Singapore Airshow, Februari 2012.
 
PTDI dan Airbus Military memiliki sejarah kerja sama panjang di berbagai bidang industri penerbangan sejak tahun 1976.
 
Dalam kurun waktu tersebut, PTDI telah memproduksi 102 unit NC212-200, 10 unit NC212- 400, 60 unit CN235 dalam berbagai varian dan misi, 200 unit CN235 sharing component untuk Airbus Military, 2 unit CN295, dan 88 unit C295 sharing component untuk Airbus Military.
 
Sebagai mitra, PTDI clan Airbus Military akan terus terlibat bersama dalam berbagai hal, diantaranya dalam pendistribusian teknologi dan pengetahuan seputar area manufaktur, manajemen proyek, teknologi informatika clan pengembangan komersil, yang tentunya akan menguntungkan ke dua belah pihak.
 
Terkait dengan proyek bersama itu, pesawat CN295 pertamakali diluncurkan oleh Airbus Military pada tahun 1996. Pesawat ini merupakan versi pengembangan dari CN235 yang sudah populer, dengan menawarkan kapasitas dan jangkauan lebih besar. Keduanya telah menjadi pesawat terlaris dalam segmen pasar masing-masing.
 
CN295 memiliki tingkat keandalan dan dukungan operasional tinggi seperti CN235, dan terbukti di medan pertempuran dan sukses dalam misi berkondisi panas, padang pasir, maritim serta kondisi dingin/es.
 
Pesawat ini dilengkapi “highly integrated avionics system (HIAS), sistem avionik terpadu modern berdasarkan Thales Topdeck Avionics.
 
Konsep arsitektur pesawat yang fleksibel dan penggunaan peralatan sipil/militer teknologi ganda memastikan kesuksesan misi taktis, potensi pertumbuhan untuk peralatan di masa depan, serta kesesuaian dengan lingkungan dirgantara sipil dewasa ini.
 
Ciri lain CN295 adalah avionik kokpit kaca pesawat terdiri dari empat matriks liquid crystal display berukuran besar (6×8 inci), kompatibel dengan kacamata malam hari. Sistem avioniknya terintegrasi dengan layar multifungsi untuk memperbaiki kesadaran situasional bagi pilot serta mengurangi beban kerja pilot dan meningkatkan efektivitas misi.
 
Pesawat ini juga memiliki alat perlindungan diri di lingkungan berbahaya seperti Irak dan Afghanistan, berupa pelindung kokpit, perangkat untuk mendeteksi radar (RWR), misil (MAWS) dan laser (LWS) serta memberitahukannya pada pilot, serta penglepas bunga api (flare dispenser).
 
CN295 juga mempunyai pilihan kapabilitas mengisi bahan bakar di tengah penerbangan. Pesawat CN295 memberikan tingkat multifungsi dan fleksibilitas yang luas, memenuhi kebutuhan kinerja dengan biaya rendah, dan lapangan udara yang kecil dan tidak beraspal, dengan layanan dukungan sepanjang usia pesawat.
 
CN295 pesawat segala misi, transportasi personel dan kargo hingga evakuasi, komunikasi dan logistik, ataupun kapabilitas air-dropping tersertifikasi. Semua ini dijalankan dengan waktu pengubahan konfigurasi tercepat, sehingga menurunkan risiko ketika beroperasi di lingkungan berbahaya. (*/sun)
 
 
Diposkan oleh di 08:49

 

November 28, 2012

US seeks expanded military ties with Indonesia

 

AP /  November 27, 2012
Text Size:
  • +
  • 12
  •  14

 

WASHINGTON (AP) — A senior U.S. official says Washington should expand its military ties with Indonesia, befitting a relationship between two robust democracies.

Top diplomat for East Asia, Kurt Campbell, said those ties have grown in recent years, but not fast enough.

Campbell was speaking Tuesday at a gathering of the U.S.-Indonesia Society in Washington.

The U.S. severed military ties for several years after of Indonesia’s bloody crackdown in East Timor in 1999. Jakarta has since sought to professionalize and modernize its military. Key U.S. restrictions on engagement with Indonesia’s feared special forces were lifted in 2010.

Human rights groups say Indonesia’s military abuse continues, particularly in the restive province of west Papua.

Campbell also advocated deeper ties between the two governments and praised Jakarta’s leadership in regional diplomacy.end of story marker

© Copyright 2012 Globe Newspaper Company.
November 27, 2012

Industri Pertahanan Swasta Nasional antara Telur dan Ayam

Selasa,
27 November 2012

PERSENJATAAN

 

Seiring dengan niat pemerintah mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, hal ini juga menjadi peluang bagi industri pertahanan swasta dalam negeri. Apalagi dengan disahkannya Undang-Undang Industri Pertahanan, awal Oktober 2012, yang mengatur semua pemangku kepentingan.

Bertahun-tahun terbengkalai, badan usaha milik negara (BUMN) bidang pertahanan terbelit berbagai masalah, mulai dari manajemen yang buruk hingga perputaran uang yang tersendat-sendat. Di sinilah peluang industri pertahanan dalam negeri.

Secara global, perubahan era perang dingin yang dilanjutkan dengan perang asimetris membuat pergeseran paradigma industri pertahanan. Konflik regional dan terorisme internasional menjadi pusat perhatian kebijakan pertahanan. Pembelian persenjataan diarahkan ke alat-alat yang lebih fleksibel, mobilitas tinggi, dukungan logistik, dan masa pakai.

Di sisi lain, penggunaan dana publik untuk senjata mendapat tekanan. Risalah PricewaterhouseCoopers tahun 2005, The Defence Industry in 21st Century, menyebutkan, industri pertahanan berada di persimpangan jalan. Salah satu yang menjadi titik pembahasan adalah pembiayaan.

Bagaimana dengan Indonesia? Kebijakan untuk menggiatkan industri pertahanan secara resmi baru nyata sejak pembentukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan pada awal 2011. Hingga kini, berbagai potensi masih terserak.

Salah satu pojok yang menyita perhatian pengunjung dalam IndoDefence 2012 adalah replika kokpit pesawat tempur. Siapa yang mengira bahwa sekitar 40 persen dari sistem pesawat tempur Hawk dan F-5 milik TNI Angkatan Udara menggunakan peralatan dari Infoglobal, perusahaan dari Surabaya, Jawa Timur. Sebut saja multipurpose display yang menampilkan beberapa informasi sekaligus, seperti kondisi bahan bakar, navigasi, rute, rencana penerbangan, daftar tujuan, serta informasi radar dan angin. Ada juga radar display unit yang berisi informasi yang ditangkap radar pesawat tempur, termasuk informasi jalur pesawat musuh yang akan dicegat. Bahkan, Infoglobal telah membuat control display unit yang memaparkan data penerbangan secara real time. Selain itu, ada pula tampilan monitor yang memaparkan rekaman kamera yang dipasang di depan hidung pesawat tempur. Salah satu yang pertama kali dibuat adalah digital video recorder untuk bahan evaluasi latihan pilot.

”Semua kami buat sendiri. Awalnya dengan mengutak-atik alat yang sudah ada,” tutur Adi Sasongko, Board of Director Infoglobal.

Tidak jauh dari stan Infoglobal, stan T&E-Nexus Simulation memasang replika simulator helikopter Bell 412 yang secara bergantian dicoba pengunjung. Direktur T&E-Nexus Simulation Hery Isnanto bercerita, ia justru mulai dengan pembuatan simulator helikopter untuk Malaysia. T&E-Nexus Simulation telah membangun simulator pesanan Malaysia berupa pesawat Hawk, Tank ACV 300, dan fixed wing. Di Indonesia, pihaknya juga telah membuat simulator Hawk 209 dan multi ranpur (kendaraan tempur). Awalnya, simulator dibuat dengan memperbaiki perangkat lunak dan keras yang sudah ada.

Kedua perusahaan swasta tersebut adalah contoh industri dalam negeri swasta yang jadi potensi penting industri pertahanan dalam negeri. Ada banyak keuntungan yang ditawarkan. Pertama, terkait aspek strategis. Untuk simulator, misalnya, harus diprogram dengan basis data manuver-manuver yang sesuai dengan doktrin TNI. Jika pemrograman dilakukan pihak asing, siapa yang bisa menjamin.

Kedua, soal harga. Harga yang ditawarkan industri lokal lebih murah, padahal servis yang dijanjikan lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan TNI. Selain itu, harganya juga lebih murah. Jumlah yang dibeli juga bisa lebih sedikit. Dan tentunya tanpa konsekuensi politik.

”Misalnya mereka minta ada tambahan program, kami tinggal menambah satu baris saja pada software, lewat telepon saja bisa. Kalau membeli lewat asing, tarik-menarik kontrak bisa lama,” cerita Adi yang membawahi sekitar 200 karyawan.

Soal hambatan, ada sederet hambatan yang disampaikan mulai dari yang sistematis hingga oknum yang mempersulit pengembangan alat-alat, misalnya saat harus dicoba. Namun, ada kekhasan industri militer yang harus diingat, yaitu penelitian dan pengembangan. Hal ini esensial dan membutuhkan biaya besar. Biaya dan produk berkualitas diibaratkan seperti telur dan ayam.

Saat ini, baik Infoglobal maupun T&E-Nexus Simulation harus memutar otak agar bisa menutup biaya riset dan pengembangan. Bank swasta tak mau membiayai proyek militer karena takut tak dibayar. Adapun bank pemerintah lebih terbuka asalkan ada surat keputusan. Padahal, surat itu sulit didapat jika anggaran bersifat per tahun.

(Edna C Pattisina)

November 25, 2012

PT PAL Produksi Kapal Perusak Rudal Januari 2013

Saturday, November 24, 2012

Model PKR dipamerkan Damen Schelde di Indo Defense 2012. (Foto: Berita HanKam)

23 November 2012, Jakarta: PT PAL Indonesia mulai membangun satu unit kapal Perusak Kawal Rudal 10514 hasil kerja sama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda pada Januari tahun depan.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PAL Indonesia Eko Prasetyanto mengatakan perseroan memiliki empat divisi usaha yakni Kapal Perang, Kapal Niaga, Perbaikan dan Perawatan, dan Rekayasa Umum.

Divisi Kapal Perang ini memproduksi kapal perang yang mendukung alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan salah satu kontrak yang akan dikerjakan ialah kontrak kapal PKR senilai 7 juta euro itu dengan menggandeng Damen, galangan kapal dari Belanda.

“Kami juga akan mulai kerjakan pada Januari 2013 yakni kapal perusak rudal kerja sama dengan Damen. Kontraknya kami berdua, nilai totalnya 7 juta euro,” katanya ditemui Bisnis, baru—baru ini.

Dia menjelaskan mekanisme pembuatan kapal yang akan memperkuat alutsista Indonesia itu terdiri dari enam modul. Dari jumlah itu, dua modul akan dikerjakan di Belanda, sedangkan empat modul akan dikerjakan di Surabaya.

“Nah setelah jadi modul—modulnya, dua dari Belanda, empat dari kita maka nanti akan digabung, disimulasikan,” katanya.

Kontrak berskema joint production antara PAL Indonesia dan Damen ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dengan Direktur Damen Evert Van den Broek pada awal Juni lalu.

PAL Indonesia dulunya bernama Marine Establishment dan diresmikan oleh Pemerintah Belanda pada 1939. Beralih nama menjadi Kaigun SE 2124 saat pendudukan Jepang dan setelah Indonesia merdeka dinasionalisasi menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL) hingga menjadi perseroan terbatas.

Adapun Damen Schelde adalah galangan kapal yang mendesain dan mengkonstruksi kapal angkatan laut dan kapal komersil.

Dibangun pada 1875 dan pada 2000 menjadi anggota Damen Shipyard Group. Grup ini terdiri dari lebih 30 galangan kapal besar. Grup ini membangun lebih dari 4.000 kapal komersil dan militer, saat ini didukung hampir 8.500 karyawan ahli dan omset tahunan hampir 1,5 miliar euro.

Menurut Eko Damen memutuskan mentranfer teknologi dalam konstruksi dan pembangunan Kapal PKR tersebut kepada PAL Indonesia.

Kerja sama tersebut, katanya, adalah awal yang baik dari industri pertahanan dalam negeri, khususnya bagi perseroan dalam mengembangkan kemandirian alat utama sistem senjata.

Selain itu, kerja sama itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam rencana induk revitalisasi industri pertahanan dalam rangka mendorong dan meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.

Kapal PKR 10514 ini dilengkapi dengan mesin utama 2x diesel engine, 2x E Drive (CODOE). Diesel Generator 4×715 kw, dan 2×435 kw, dan Gear Box CODOE, heavy duty. Combat System, yaitu persenjataan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air.

Selain PKR itu, PAL Indonesia juga tengah membangun Kapal Cepat Rudal KCR-60 dan melakukan perbaikan atas Kapal Geomarine milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Di sisi lain pada Divisi Kapal Niaga, fokus pasar diarahkan pada internasional, pengembangan model industri pelayaran nasional, dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (kargo). Kapasitas produksi per tahun saat ini mencapai tiga unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan dua unit kapal dengan ukuran 20,000 DWT per tahun.

Sumber: Bisnis Indonesia

November 21, 2012

Anggaran TNI AL Diblokir, DPR Protes

berani bener anggota DPR “malak “dari anggaran TNI AL. Sangat   “Patriotis” anggota DPR RI 
foto

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan) bersama Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (Kiri), saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan Komisi I, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 30 Januari 2012. Rapat tersebut membahas alokasi peningkatan kebijakan anggaran sebesar Rp 72,5 trilun ditambah alokasi Pinjaman Luar Negeri sebesar US$ 6,5 miliar untuk pembiayaan kepentingan modernisasi alutsista TNI bagi berkembangnya industri pertahanan dalam negeri. TEMPO/Imam Sukamto

 
SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 11:27 WIB

 

 

TEMPO.COJakarta - Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq memprotes langkah Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang meminta Kementerian Keuangan membintangi anggaran dana optimalisasi Kementerian Pertahanan. Soalnya, menurut Mahfudz, anggaran itu sudah dibahas dan disepakati antara pemerintah dan DPR.

Bahkan, Mahfudz melanjutkan, disetujuinya pembahasan anggaran Kementerian Pertahanan itu sudah dilaporkan kepada Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Surat itu pun sudah diteruskan ke Kementerian Keuangan. “Jadi surat itu tidak lazim dan tidak wajar,” ujarnya di kompleks parlemen Senayan, kemarin. 

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menuturkan, Kementerian Keuangan memang bisa memberi tanda bintang pada anggaran negara, selain DPR. Tapi, kata Mahfudz, menjadi janggal jika pemberian tanda bintang yang berujung pada pemblokiran itu berdasarkan surat Sekretaris Kabinet. “Tidak ada di tugas, pokok, dan fungsi,” katanya.

Dari dokumen yang diperoleh Tempo, pemblokiran berawal dari surat Dipo tertanggal 24 Juli 2012 kepada Menteri Pertahanan serta surat Dipo kepada Menteri Keuangan tertanggal 6 Agustus 2012. Dalam dua surat berklasifikasi rahasia itu, Dipo meminta klarifikasi atas disetujuinya anggaran dana optimalisasi miliaran rupiah Kementerian Pertahanan.

Mahfudz mengaku tidak mengetahui ada-tidaknya klarifikasi di antara dua kementerian itu. Soalnya, dia menegaskan, rapat bersama DPR dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan pada 5 September lalu telah menegaskan bahwa pemblokiran itu cacat hukum. 

Priyo mengatakan, surat dikirim ke Menteri Keuangan atas dasar hasil rapat di Komisi Pertahanan. Politikus Partai Golkar itu menyatakan kesepakatan teknis mengenai besaran anggaran diputuskan di Komisi Pertahanan. Ihwal cepatnya waktu persetujuan yang hanya berselang satu hari, kata Priyo, “Seharusnya senang karena anggaran disetujui dengan cepat.”

Dipo enggan menanggapi adanya surat dari lembaganya ke Kementerian Keuangan. Alasannya, dia sedang berada di Phnom Penh, Kamboja.

Adapun Kementerian Pertahanan mengatakan telah mengklarifikasi adanya isu permainan anggaran. “Saya sudah minta klarifikasi Pak Dipo soal apa yang kemarin dilaporkan ke KPK,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Heriyanto di kantornya kemarin. Eris menghubungi Dipo pada Jumat lalu. Namun, menurut Eris, saat dihubungi, Dipo kembali menegaskan tidak menyebutkan nama-nama kementerian.

Aktivis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, menilai janggal bahwa anggaran pemerintah disetujui hanya sehari oleh DPR. “Disetujui dengan cepat begitu justru memperlihatkan adanya mafia anggaran dan mafia proyek,” katanya kemarin.

WAYAN AGUS P | ARYANI K | SUBKHAN | IRA GUSLINA | M RIZKI | SUKMA

November 20, 2012

Indonesia tertarik untuk membeli Javelin Missile

20 NOVEMBER 2012

21 November 2012

Javelin block I portable anti tank missile (photo : Defense Update)
WASHINGTON – The Defense Security Cooperation Agency notified Congress November 15 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for 180 Block I Javelin Missiles and associated equipment, parts, training and logistical support for an estimated cost of $60 million.
The Government of Indonesia has requested a possible purchase of 180 Block I Javelin Missiles, 25 Command Launch Units (CLU), Missile Simulation Rounds (MSR), Battery Coolant Units (BCU), Enhanced Basic Skills Trainer, Weapon Effects Simulator, batteries, battery chargers, support equipment, spare and repair parts, personnel training and training equipment, publications and technical data, U.S. Government and contractor technical assistance and other related logistics support. The estimated cost is $60 million.
This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a friendly country which has been, and continues to be, an important force for the political stability and economic progress in Southeast Asia.
The proposed sale provides Indonesia with assets vital to protect its sovereign territory and deter potential threats. The acquisition of the Javelin system is part of the Indonesia Army’s overall military modernization program. The proposed sale will foster continued cooperation between the U.S. and Indonesia, making Indonesia a more valuable regional partner in an important area of the world.
The proposed sale of the missiles and support will not alter the basic military balance in the region.
The principal contractors will be Raytheon/Lockheed Martin Javelin Joint Venture (JJV) in Tucson, Arizona and Orlando, Florida. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.
Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any additional U.S. Government or contractor representatives to Indonesia.
There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.
This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers