Archive for ‘Industry Militer Budget TNI’

May 2, 2014

PT DI Akan Bangun Heli Panther untuk TNI AL

tempo ,02 Mei 2014

Varian AS-565 Panther dengan peralatan dipping sonar (photo : CMA)

TEMPO.CO , Jakarta – PT Dirgantara Indonesia akan mendukung keinginan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menambah kekuatan helikopter anti-kapal selam. Perusahaan pembuat pesawat dan helikopter lokal itu pun setuju dengan pilihan TNI AL pada helikopter Eurocopter AS565 Panther.

Bahkan PT DI ikut merekomendasikan nama helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan. “Helikopter ini paling cocok untuk TNI AL,” kata Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 April 2014.

Alasannya, helikopter Panther ini sangat cocok dioperasikan di atas dek kapal perang. Bahkan, helikopter ini sudah digunakan oleh pasukan penjaga pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard.

Alasan lain, PT DI sudah menjalin kerja sama dengan pabrikan Eurocopter sejak 1974. Saat ini, PT DI memegang lisensi perakitan helikopter produksi Eurocopter Superpuma, Fennec, dan BO 105.

Selain itu, PT DI baru saja mendapat lisensi pembuatan helikopter Dauphin yang belum lama ini sudah diserahkan ke Badan SAR Nasional. “Helikopter Panther itu cuma nama militer dari Dauphin,” katanya. Walhasil, PT DI mampu membuat helikopter Panther yang tak jauh beda dengan Dauphin.

Untuk Panther versi militer, Andi melanjutkan, PT Dirgantara Indonesia siap memasangkan alat khusus untuk memburu kapal selam musuh yang disebut dipping sonar. Alat tersebut merupakan radar pencari kapal selam yang digunakan di dalam air. Sonar ini menangkap suara pergerakan mesin dan baling-baling kapal selam di dalam air.

“Disebut dipping karena alat ini dipasang di helikopter lalu ketika hovering (melayang), alat itu diturunkan masuk ke dalam air untuk bisa mendeteksi suara kapal selam,” katanya.

Sayangnya, Andi belum mau membicarakan nominal harga helikopter anti-kapal selam Panther. Namun sumber Tempo di Kementerian Pertahanan mengatakan per unit helikopter Panther dihargai US$ 21,27 juta. “Rencana pembelian antara 11-16 unit,” kata seorang sumber yang enggan disebut namanya.

(Tempo)

April 29, 2014

Armada Ketiga TNI AL Akan Dibentuk Juli

Tempo,29 April 2014

Armada ketiga akan dibentuk di Sorong, Papua (photo : Tempo)

TNI AL Bentuk Armada Wilayah Baru

TEMPO.CO, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut segera membentuk armada wilayah baru. Sesuai dengan rencana, armada wilayah ketiga di Indonesia tersebut akan dibentuk di Sorong, Papua, pada Juli nanti.

Saat ini kekuatan tempur TNI Angkatan Laut masih bertumpu pada dua armada wilayah, yakni Barat atau Armabar, dan Timur atau Armatim. “Armabar di Jakarta, dan Armatim di Surabaya,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin, 28 April 2014.

Jika armada laut Sorong diresmikan, Armada Timur di Surabaya akan berubah menjadi Armada Tengah. Menurut Untung, alasan utama TNI AL membentuk armada wilayah baru di Sorong adalah untuk meningkatkan koordinasi pengawalan wilayah laut Indonesia bagian timur.

Menurut Untung, lokasi Sorong dipilih karena memiliki geopolitik yang tepat dan strategis. Tujuan lain, untuk mempertegas kedaulatan Indonesia di kawasan, terutama wilayah timur yang dirasa masih berlubang pengamanannya.

Untuk pembagian kekuatan kapal perang, kata Untung, TNI AL akan menggunakan sistem alih bina atau pembagian kekuatan tempur yang dimiliki. Dengan kata lain, sejumlah kapal perang calon penghuni armada Sorong didatangkan dari sebagian armada Surabaya dan Jakarta.

Saat ini jumlah kapal perang milik TNI AL ada 150-160 unit. Namun, Untung menegaskan, jumlah kapal perang tersebut tidak akan dibagi rata untuk mengisi tiga armada wilayah. “Ada pertimbangannya. Bukan cuma kuantitatif saja, tapi kualitatif dan pengamatan intelijen juga,” katanya.

Penambahan armada di Sorong, Papua, juga diikuti dengan penambahan divisi pasukan marinir. Sebab, menurut Untung, idealnya pembangunan armada wilayah baru wajib diikuti dengan penempatan pasukan marinir.

“Sebab, konsep TNI kan armada terpadu, jadi harus ada kapal perang, pesawat udara, pangkalan, dan marinir,” ujarnya.

Wacana penambahan armada di Sorong sudah dibahas sejak dua tahun lalu. Selama itu pula TNI AL menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk armada wilayah baru di Sorong. Dalam struktur organisasi yang baru nanti, direncanakan ada seorang panglima bintang tiga yang akan membawahi ketiga komando armada wilayah.

(Tempo)

April 28, 2014

Anggaran Militer Indonesia Terendah Di Dunia

 

Sudah paling rendah masih dikorupsi pula… Mau apa jadinya ? Lihat saja seorang jendral bisa memiliki arloji yang harganya 1 M . Dia bilang itu imitasi atau tiruan sulit bisa dipercaya, karena arlojinya hanya diproduksi sangat terbatas, dan tidak mungkin dipalsukan..  Ironis sekali, untuk beli alutsista yang mumpuni sulit tapi bisa beli arloji muahal .

 

 Sindo, Minggu, April 27, 2014

2

TANGERANG-(IDB) : Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman, melakukan kunjungan kerja di Yonkav 9/Serbu Kodam Jaya. Budiman melakukan pengecekan sejumlah alutsista. Selain alutsista, dia pun meninjau kondisi perumahan asrama anggota  TNI di sana.

“Hanya Tank AMX 13 yang kondisinya sudah tak layak. Karena sebelum saya lahir pun alat tersebut sudah ada. Namun, setelah saya melakukan pengecekan hari ini. Dalam dua minggu kedepan sudah bisa dilakukan  modernisasi,” kata Budiman di Yonkav 9, Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (25/4/2014).

Sementara kendaraan jenis Tarantula menurut Budiman, semua masih dengan kondisi baik. Hanya kondisi perumahan yang perlu dilakukan perawatan. “Dengan kunjungan saya ini juga untuk melihat sejauh mana tingkat profesional para anggota prajurit  TNI,”ucapnya.

Budiman mengaku, biaya pertahanan Indonesia masih terendah dunia. “Biaya pertahanan di Indonesia baru mencakup 0,83 persen dari CDV. Kurang lebih normal  biayanya   pertahanan berkisar 2 persen dari  CDV,” ujarnya.

Dari tahun 2009-2014 anggaran untuk  alutsista yang terbesar mencapai lebih 1 MU$ atau Rp10 triliun untuk modernisasi peralatan aslutsista multy launser roket sistem.

Diantaranya, Apace, Mlrs, Sesar, 155 Monetrak, Mistral (penangkis udara) Startrix, Leopard. “Untuk sementara lebih untuk kesejahteraan rakyatnya dulu. Kalau anggaran pertahanan berlebihan juga tidak seimbang. Mudah mudahan kedepannya bisa secara pararel,” katanya.

Untuk personel, kata dia, lebih dilakukan peningkatan tentang teknologi, baik mekanik, otomotif serta IT. “Sehingga, lima tahun kedepan setelah dilakukan modernisasi alutsita sudah dibarengi dengan sumber daya manusianya. Terlebih lagi, produk pertahanan kita terbuat dari dalam negeri,” tutupnya.

Sumber : Sindo
April 23, 2014

Media Singapura Soroti Arloji Panglima TNI

JPNN
Updated: Wed, 23 Apr 2014 08:28:00 GMT | By JPNN



 

JPNN

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Moeldoko lagi-lagi jadi sorotan media Singapura. Kali ini bukan persoalan nama kapal perang milik TNI AL yang membuat berang Singapura, tetapi justru karena usuran jam tangan alias arloji.

Awalnya Moeldoko menjadi pemberitaan di The Millenary, sebuah laman gaya hidup. Petinggi TNI kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 itu menjadi pemberitaan karena mengenakan jam tangan RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph. The Millenary mencatat jam itu merupakan edisi spesial yang hanya dibuat 30 buah khusus untuk Amerika.

Artikel itu pula yang jadi bahan pemberitaan di situs berita Singapura, mothership.sg. Karena jam edisi spesial itu dibuat terbatas untuk pasaran Amerika, maka Millenary menduga arloji yang dikenakan Moeldoko adalah RM 011-S atau varian dari RM 011 yang hanya dibuat 45 buah khusus untuk kawasan Asia.

Lantas berapa harga jam tangan yang dikenakan Moeldoko? Ternyata harganya bisa dibilang wah.

Menurut mothership.sg, harganya bisa di atas USD 100 ribu. Dengan kurs USD = Rp 11.000 maka harga jam tangan Moeldoko adalah Rp 1,1 miliar.(a

April 19, 2014

Indonesia Interested in Russian Submarine “Amur-1650″

Dari :http://defense-studies.blogspot.com/

19 April 2014

Amur 1650 diesel electric submarine (photo : One half 3544)

Indonesian Navy Command interested Russian diesel-electric submarines of the “Amur-1650″. On this, as reported by ITAR-TASS news agency , said the director of “Rosoboronexport” roving Nicholas Dimidyuk. According to him, the Indonesian delegation announced its interest during the inspection of the Russian exposition at the international exhibition DSA-2014 in Malaysia.

Do you plan to Indonesian military to begin negotiations for the purchase of ships, is not specified. Earlier, the Ministry of Defence of Indonesia led negotiations with Russia on the purchase of second-hand submarines of Project 877 “Halibut”. These ships Russia has offered the Indonesian military in August 2013. Later Indonesia declared refusal from the purchase of submarines since the military did not satisfy their technical condition.

If Indonesia decides to purchase new Russian submarines, they will be supplied as part of an export credit of one billion dollars, issued by Moscow Jakarta in 2007. On the resources of the loan, Indonesia planned to buy Mi-17, Mi-35M, infantry fighting vehicles BMP-3F and submarines of Project 877 “Halibut”. Part of the equipment was purchased by Jakarta, but the contract for the supply of submarines has not been signed.

(Lenta)

April 17, 2014

Belanda Bantu PT PAL Produksi Kapal Perusak Rudal

Belanda “bantu” apa ???? Faktanya Indonesia membeli dengan harga yang sangat maha untuk kapal perusak rudal dan corvette.

Dengan Belanda sih tidak mungkin ada “transfer teknologi ” lah, Transfer teknologi bagi negeri macam Belanda sama saja dengan bunuh diri.

Jika ingin menyaingi kemajuan teknologi negara, adalah dengan hanya bisa dengan investasi besar di dunia riset dan pendidikan.  Sekolahkan saja beberapa orang pilihan terbaik dari PAL ke Univ  top Belanda seperti TU DELFT  dan TU Eindhoven. Hal ini jauh lebih berguna dan lebih murah dibandingkan dengan mengirim 75 pegawai PAL ke sana.  Saya tidak terlalu yakin kunjungan 75 pegawai PT PAL di Belanda bisa mendapatkan sesuatu yang berguna. Paling dari rombongan itu  hanya jalan2 melihat Keukenhof dan Red Light Distric di Amsterdam.

 

Belanda Bantu PT PAL Produksi Kapal Perusak Rudal  

Pekerja melintas di depan proyek pengerjaan kapal tunda pesanan Kementrian Pertahahan untuk TNI Angkatan Laut di bengkel mobile room graving dock PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (6/3). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.COSurabaya - PT PAL akan membuat tiga unit kapal perusak kawal rudal 105 (PKR-105)/Frigate nomor 1. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan proyek ini menggandeng Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda. “Kami produksi bersama DSNS, Belanda, dalam kerangka transfer of techonolgy,” kata Marsetio di sela-sela Keel Laying modul 2 seksi 231 PKR-105 di PT PAL (Persero), Rabu, 16 April 2014. (Baca: PT PAL Yakin Mampu Bikin Kapal Perang)

Peletakan lunas modul 2 seksi 231 merupakan tindak lanjut first steel cutting pada 15 Januari 2014. Kapal PKR-105 direncanakan memiliki panjang 105 meter dengan dilengkapi peluncur rudal antikapal permukaan, anti-serangan udara, torpedo, dan perangkat perang elektronik. Kapal ini akan dilengkapi helikopter yang membawa torpedo. Satu unit kapal PKR-105/Frigate ditaksir US$ 220 juta.

Menurut Marsetio, satu unit kapal PKR-105 memiliki enam modul. Empat modul dibuat di Surabaya dan dua modul dirakit di Vlisingen, Belanda. Pada Maret 2015, Marsetio berharap semua modul segera dirangkai menjadi unit kapal PKR-105 di galangan PT PAL. “Tiga unit kapal ini digunakan menjaga keutuhan wilayah laut NKRI. Sangat cocok dengan perairan Indonesia,” ujarnya. (Baca: Indonesia Produksi Kapal Selam Sendiri pada 2018)

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd F. de Zwaan, mengatakan pemerintah Belanda mendukung penuh kerja sama alih teknologi dengan PT PAL (Persero). Menurut dia, Indonesia perlu melakukan revitalisasi industri strategis, salah satunya industri kapal perang.

Sebab, wilayah Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. “Saya pikir, PT PAL butuh melakukan revitalisasi industri kunci,” katanya. (Baca: TNI AL Tolak Beli Dua Kapal Selam Rusia)

Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin menuturkan perseroan sudah mengirim 75 teknisi ke Belanda mengikuti program ToT. Langkah ini juga untuk memperkuat PT PAL yang ditunjuk sebagai lead integrator matra laut. “Bersama DSNS, kami siap menyelesaikan pembangunan kapal PKR-105/Frigate nomor 1 buatan Indonesia,” kata Firmasyah.

DIANANTA P. SUMEDI

April 15, 2014

LAPAN: Negara Maju Pelit Berbagi Ilmu Teknologi Roket

Alih teknologi dari negara maju ke negera berkembang memang tidak pernah ada, Pak ! Teknologi tinggi, hanya dapat diraih dengan kerja keras dan pengorbanan  serius dari pemangku kepentingan, khususnya negara. Mungkin bisa jadi contoh adalah KOREA dan SINGAPORE. Dua negara ini sangat serius mengejar teknologi dan ilmu pengetahuan.

Jika negara Indonesia sampai hari ini masih berkutat pada urusan  SUBSIDI BBM ( kebijakan paling bodoh bin DUNGU) sampai kiamat negara ini tidak pernah punya sumber dana /daya untuk mengembangkan teknologi .  Jadi jika ada pejabat negara berani mengatakan ada transfer teknologi dari negara maju ke Indonesia kemungkinannya hanya ada 2 : pejabat yang tersebut tidak tahu apa yang dia katakan atau dia mendapatkan sesuatu dari transaksi dengan negara tersebut !

 

Indonesia harus mampu mengembangkan teknologi roket.

ddd
Selasa, 15 April 2014, 14:33Ita Lismawati F. Malau, Daru Waskita (Yogyakarta)
Teknologi roket sulit dikuasai dan mahal

Teknologi roket sulit dikuasai dan mahal(REUTERS/Joe Skipper)

VIVAnews - Penguasaan teknologi roket Indonesia masih sangat jauh di bawah negara maju, khususnya Eropa. Oleh sebab itu, Indonesia harus mampu mengembangkan teknologi roket secara mandiri karena negara maju cenderung pelit untuk membagi ilmu mereka.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Ari Sugeng Budiyanta mengakui teknologi roket tidak mudah untuk dikuasai. “Teknologi peroketan itu teknologi yang sangat tinggi dan sulit. Selain itu, teknologinya sangat tertutup tidak gampang dicari di luar seperti teknologi penerbangan lain. Teknologi roket kurang dibuka oleh negara maju,” kata Ari di sela-sela acara Workshop Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (KOMURINDO) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa 15 April 2014.

Sehingga, menurutnya, Indonesia harus mampu bangkit sendiri dalam bidang tersebut dengan ahli-ahli dari Indonesia. “Mau tidak mau kita harus bangkit sendiri, sulit untuk mengharapkan negara lain untuk memberikan training bagi negara berkembang seperti Indonesia,” katanya lagi.

Meskipun berat, Ari mengingatkan, penguasaan teknologi sangat penting bagi negara manapun saat ini, tak terkecuali Indonesia. Teknologi roket membuat sebuah negara mampu meluncurkan satelit komunikasi sipil atau untuk kepentingan pertahanan negara.

Namun ia menilai hal itu masih sangat jauh, karena saat ini Indonesia belum mampu meluncurkan satelit secara mandiri dan harus menumpang kepada negara lain.

LAPAN memiliki cita-cita dapat meluncurkan roket pengorbit satelit dan membantu pemenuhan kebutuhan persenjataan TNI. Sehingga, LAPAN mengapresiasi gelaran KOMURINDO dan KOMBAT yang digelar oleh DIKTI di UMY.

“Saya berharap kompetisi tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda, khususnya mahasiswa dalam dunia roket. Sehingga ke depan para calon ahli roket tersebut dapat mempercepat perwujudan cita-cita LAPAN,” katanya. (umi)

 

April 14, 2014

TNI AU Akan Segera Miliki Simulator Helikopter Super Puma

Antara, Sabtu, April 02, 2011

0

Super Puma Simulator
JAKARTA-(IDB):TNI Angkatan Udara segera memiliki simulator helikopter Super Puma untuk mendukung keterampilan dan keahlian penerbang-penerbang helikopter.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro menjawab ANTARA di Jakarta, Jumat mengatakan, simulator dibangun di Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor.

“Di sana kan ada dua skuadron udara helikopter yakni Skuadron Udara 6 (Super Puma) dan Skuadron Udara 8 (Puma),” katanya. 

Bambang mengatakan, gedung simulator helikopter Super Puma NAS 332 di Lanud Atang Senjaya telah memasuki tahap instalasi dan “finishing”.

AS332 L2 Super Puma Simulator tampak luar.
AS332 L2 Super Puma Simulator tampak kokpit.  
AS332 L2 Super Puma Simulator tampak tempat penumpang.
Ia menambahkan, pembangunan simulator helikopter Super Puma itu dilakukan oleh tiga pihak yakni PT Dirgantara Indonesia (perakitan), Inggris (pengerjaan sistem komputer avionik) dan Belanda (layar monitor/motion picture).

“Dengan keberadaan simulator itu keterampilan dan keahlian para penerbang dapat dipertahankan atau ditingkatkan dan jam terbang helikopter pun dapat di hemat,” kata Bambang. 

Tentang kelanjutan pengadaan helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia, ia mengatakan, akan tetap dilanjutkan sesuai ketentuan kerja sama yang telah disepakati TNI Angkatan Udara dan PT DI.

“Selama periode 2010-2014, mereka akan menuntaskan tiga helikopter Super Puma yang sudah lama dikerjakan,” katanya.

Sumber: Antara
April 14, 2014

Lanud Adisutjipto Lahirkan 30 Penerbang

Pilot pesawat tempur ? Dan apakah 30 penerbang ini lahir dari program ikatan dinas pendek ?

 

Senin, April 14, 2014

Sumber : Solobliz

0

YOGYAKARTA–(IDB) :  Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta melahirkan 30 penerbang baru yang telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Penerbang Angkatan Ke-85.

“Ke-30 penerbang baru itu terdiri atas 29 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) dan satu orang dari PT Dirgantara Indonesia,” kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar di Yogyakarta, Jumat (11/4/2014).
Menurut dia, mereka telah mendapat penyematan Wing Penerbang. Hal itu menandai berakhirnya masa pendidikan dan akan dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada 22 April 2014.
“Penyerahan Wing Penerbang itu dikemas dalam suatu acara tradisi militer. Acara tradisi itu diawali dengan pendadakan di Mess Wirambara menjelang tengah malam,” katanya.
Selanjutnya, mereka dibawa ke Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto untuk melaksanakan penghormatan, kemudian digerakkan menuju sekitar Terminal Bus Giwangan dan melaksanakan lari malam menuju Base Camp Sekolah Penerbang.
Mereka kemudian mengikuti upacara penyematan Wing Penerbang yang dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto di halaman Base Ops Lanud Adisutjipto.
Agus mengatakan setelah dilantik menjadi penerbang diharapkan tetap giat dan selalu bersemangat untuk belajar. Jangan pernah berhenti mengisi diri dengan menambah wawasan dan pengetahuan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesungguhan para siswa Sekolah Penerbang Angkatan Ke-85 dalam menyelesaikan pendidikan. Sesungguhnya kami hanya ingin melihat, kalian benar-benar mampu menjadi penerbang yang ulet, andal, dan dapat dibanggakan,” katanya.
April 13, 2014

15 Perusahaan Industri Pertahanan Indonesia Unjuk Gigi di Malaysia

     Minggu, 13/04/2014 09:45 WIB

Indra Subagja – detikNews

Foto: Ilustrasi

Jakarta – 15 Perusahaan Industri pertahana‎n Indonesia pamer kekuatan dalam pameran produk ‘Defence Service Asia (DSA) 2014′ di Kuala Lumpur, Malaysia. Keikut sertaan mereka dalam rangka mempromosikan industri pertahanan Indonesia.

Dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Minggu (13/4/2014), DSA Malaysia ini merupakan ajang pameran produk industri pertahanan yang digelar 2 tahun sekali.

Perusahaan Indonesia yang ikut itu terdiri atas 5 perusahaan BUMN yakni PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT Dok Kodja Bahari.

Sedang 10 perusahaan swasta yang ikut yakni PT Famatex, PT Lundin Industry Invest, PT Saba Wijaya Persada, PT Sari Bahari, PT Palindo Marine. PT Indo Guardika Cipta Kreasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Garda Persada, PT Persada Aman Sentosa, dan PT Daya Radar Utama.

“Keikutsertaan industri pertahanan Indonesia dalam rangka DSA 2014 ini merupakan implementasi strategi pemerintah dalam memajukan industri pertahanan dalam negeri,” tulis Kemenhan dalam siaran persnya.

Ada sejumlah strategi yang digunakan untuk memperkokoh industri pertahanan Indonesia antara lain dengan strategi pengembangan, strategi kerjasama, dan strategi promosi.

“Upaya peningkatan industri pertahanan dilakukan melalui joint research and development maupun joint production dan strategi kerjasama khusus dengan pihak luar melalui transfer of technologi,” tulis siaran pers itu.

Untuk strategi promosi, produk industri pertahanan akan memberikan dampak psikologis eksternal dan internal dengan tujuan membangun brand image bahwa Indonesia serius dan memiliki komitmen menjadi negara yang akan menjadi salah satu pemain kunci sebagai produsen peralatan pertahanan di ASEAN.

“Pemasaran industri pertahanan dalam jangka panjang memang ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat dalam beberapa tahun terakhir dan proyeksi di masa mendatang negara ASEAN merupakan pangsa pasar Alutsista terbesar seiring modernisasi peralatan militer dan pertumbuhan ekonomi ASEAN,” demikian penjelasan Kemhan. ‎

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers