Archive for ‘Internet’

December 7, 2011

Telkom Berambisi Hadirkan Akses Data 100 Mbps

Rabu, 07/12/2011 14:10 WIB
Telkom Berambisi Hadirkan Akses Data 100 Mbps
Whery Enggo Prayogi – detikinet

Share

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Telkom tengah menggarap pembangunan jaringan infrastruktur fiber optik nasional yang disebut sebagai Nusantara Super Highway. Infrastruktur ini pun diklaim sebagai backbone true broadband, yang mampu mengirim kecepatan data hingga 100 Mbps.

Penyelesaian jaringan ini sendiri akan ditambahkan dari Manado hingga Papua. Dimana pengerjaannya dilakukan pada awal tahun 2012 dan selesai diharapkan sebelum 2014.

Dengan penyelesaian pembangunan ini, maka jaringan infratruktur broadband nasional akan terhubung. Jaringan backbone Manado-Papua menghubungkan Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura hingga Timika.

Menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmasyah, perseroan segera membuka tander dalam pembangunan backbone. “Jaringan Manado-Papua akan dimulai awal tahun depan, dan akan selesai 2013 akhir. Sebelum awal 2014 sudah harus selesai,” katanya di Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Jaringan broadband fiber optik sebelumnya juga telah terhubung, dan membentang dari ring Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali-Nusatenggara. “Jaringan ini jika telah terhubung akan terkoneksi seluruhnya. Seperti nama jaringan kami, Nusantara Super Highway,” ucapnya.

Pengembangan infrastruktur dan sistem yang dilakukan Telkom merupakan antisipasi persaingan industri yang semakin ketat. Tidak hanya infrastruktur dalam, pengembangan fitur juga telah disiapkan.

“Pengembangan backbone dan akses akan kita lakukan ke rumah-rumah dan kantor sampai dengan 2015. Selain itu, kami juga melakukan transformasi budaya. Hingga karyawan tidak hanya kabel, tapi yang lain,” tambah Rinaldi.

Infrastruktur backbone serat optik ini juga memungkinkan Telkom menyediakan layanan home digital environment, enterprise and government. Melalui Our Matra, dengan triple play and screen (3PS) serta cloud. Perseroan juga akan menghadirkan fitur IPTV, Smart TV dan Mobile.

“Seluruh pengembangan yang kita lakukan adalah konvergensi antara fixed dan selular, dengan menggabungkan backbone dan akses, serta flexi dan Speedy, dan memasukkan gambar di Grovia,” lanjutnya.

“Untuk jaringan ke depannya, kita akan ganti kabel tembaga seluruhnya dengan fiber optik. 13 juta homepass sampai dengan 2015 dengan kecepatan antara 20-100 Mbps,” Rinaldi menandaskan.

October 2, 2011

Awasi Situs Radikal, Kemenkominfo Koordinasi dengan Polri

Kamis, 29/09/2011 12:51 WIB
Awasi Situs Radikal, Kemenkominfo Koordinasi dengan Polri
Egir Rivki – detikNews
Share

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melakukan koordinasi dengan kepolisian terkait situs-situs radikal. Koordinasi dilakukan terkait pengawasan situs-situs radikal yang beredar di dunia maya.

“Koordinasi dengan aparat penegak hukum tetap ada,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring kepada wartawan usai menghadiri diskusi ‘Keterbukaan Informasi Publik’ di Hotel Lumire, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2011).

Tifatul menilai, keberadaan situs-situs radikal memang perlu diawasi. Dia menuturkan, sepanjang tahun 2011 pihak Kemenkominfo telah memblokir sebanyak 300 situs yang dinilai radikal.

“Dari 900 masukan di tahun 2011, sudah kita blokir 300 (situs), yang lainnya terkategori bukan radikal,” tuturnya.

“Situs itu perlu kita awasi, kalau memang situs itu menghasut, ya kita tutup,” imbuhnya.

Dijelaskan Tifatul, situs-situs yang dikategorikan sebagai situs radikal, yakni yang jelas-jelas melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Misalnya, tidak boleh melakukan penghinaan atas nama SARA, menghasut kebencian atas dasar perbedaan, perjudian atau sesuatu yang mengancam,” jelas Tifatul.

Keberadaan situs-situs radikal memang dinilai mengkhawatirkan. Terlebih jika dikaitkan dengan aksi terorisme di Tanah Air yang seolah tak pernah hilang. Namun, Tifatul justru menilai, akar radikalisme bukan karena mengakses situs-situs radikal seperti itu.

“Tidak ada orang menjadi teroris karena membuka situs, boleh dibuktikan. Kalau orang gara-gara buka situs jadi teroris, berarti itu semua blogger bisa jadi teroris dong. Buktinya kan enggak. Orang jadi teroris itu karena kekeliruan dalam memahami ajaran agamanya,” ucapnya.

Terkait pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo, Hayat alias Ahmad Yosepa yang diketahui sempat mengirimkan pesan elektronik sebelum beraksi, Tifatul mengaku pihak Kemenkominfo belum mendapat permintaan dari polisi untuk menyelidikinya. Menurutnya, penelusuran soal pesan elektronik tersebut menjadi kewenangan polisi.

“Itu urusan polisi yang menyelidiki, belum ada permintaan, polisi kan punya alat juga,” tandas Tifatul.

July 31, 2011

Telkom kaji borong proyek Palapa Ring Rp2,4 triliun

Telkom kaji borong proyek Palapa Ring Rp2,4 triliun
Oleh Arif Pitoyo

E-mail
Print
PDF

Published On: 29 July 2011

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengkaji kemungkinan mengerjakan proyek pengerjaan pembangunan serat optik Palapa Ring di kawasan timur Indonesia senilai Rp2,4 triliun sendirian untuk memperkuat tulang punggung jaringan broadband nasional.

“Kami sedang mengkaji mengerjakan semua rute yang ada di Palapa Ring itu setelah tahap pertama selesai dikerjakan kuartal I/2011. Saat ini kita sedang menyiapkan tender untuk pembangunan tahap II,” ungkap EGM Infratel Telkom David Bangun di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, untuk tahap II dari pengerjaan Palapa Ring diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp2,4 triliun dengan panjang serat optik sekitar 4.000 km. Rute yang akan dilalui adalah Manado, Ternate, Halmahera, Ambon, Fak-fak, Timika, hingga Sorong.

“Jalur ini melanjutkan tahap pertama yang dikenal dengan nama Mataram-Kupang Cable System [MKCS] sepanjang 1.041 km yang menelan biaya sekitar Rp600 miliar,” katanya.

Menurut dia, Telkom saat ini sedang mengaji kelayakan secara bisnis jika semua tahapan pembangunan dari proyek Palapa Ring dikerjakan sendirian oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

“Setelah hasil studi kami selesai, kami akan berbicara dengan anggota lainnya dari konsorsium Palapa Ring. Hingga saat ini anggota konsorsium itu belum bubar. Secara etika tentu harus ada pemberitahuan,” katanya.

Palapa Ring sendiri merupakan megaproyek pembangunan tulang punggung (backbone) yang terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable) pada 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sendiri pembangunan Palapa Ring terdiri dari submarine cable dan inland cable sepanjang 10.812 km yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Ketua Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Johnny Swandi Sjam mengatakan, sebagai perusahaan dimana sahamnya mayoritas dimiliki pemerintah merupakan hal yang wajar Telkom mengambil inisiatif untuk memulai pembangunan Palapa Ring.

“Telkom telah memulai pembangunan proyek yang sarat dengan tarik ulur ini. Rasanya wajar diberikan penghargaan,“ katanya.(api)

July 24, 2011

Internet Membantu Membuka Pasar

Minggu,
24 Juli 2011
KEWIRAUSAHAAN
Internet Membantu Membuka Pasar
Nusa Dua, Kompas – Internet menjadi hal yang penting bagi dunia, termasuk bagi kewirausahaan. Fakta bahwa internet membuat banyak hal menjadi lebih mudah, di antaranya komunikasi, harus disadari juga oleh wirausaha.

Demikian pidato kunci Chief Executive Officer Google Erick Schmidt dalam pembukaan acara Pertemuan Kewirausahaan Regional di Nusa Dua, Bali, Jumat (22/7) malam. ”Semua orang dapat mengakses internet. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha karena setiap orang berpotensi menjadi konsumen,” kata Schmidt.

Kesempatan yang terbuka ini, kata Schmidt, harus dimanfaatkan. Apalagi, di Indonesia penetrasi internet sekitar 18 persen. Kondisi ini semakin diperkuat oleh banyaknya populasi muda di Indonesia.

Wirausaha dapat memperoleh konsumen yang lebih banyak dengan menggunakan internet.

”Di Indonesia, ada sekitar 50 juta usaha kecil-menengah. Kalau menggunakan internet, akan ada perubahan usaha tersebut dari lokal menjadi seluruh negara, dan seterusnya. Akan ada perubahan besar,” tambah Schmidt.

Pertemuan Kewirausahaan Regional, yang digelar hingga Minggu (24/7), merupakan tindak lanjut pertemuan kewirausahaan yang dilaksanakan di Washington DC, Amerika Serikat, April 2010.

Pertemuan regional ini digelar bersama oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Kementerian Perdagangan, Global Entrepreneurship Program, dan Amerika Serikat.

Lebih dari 200 delegasi dari ASEAN, India, dan China hadir dalam pertemuan ini. Sejumlah pembicara akan hadir, di antaranya Naeem Zafar, anggota Fakultas UC Berkeley, dan Jim Turley, Global Chairman & CEO of Ernst & Young.

Sedianya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton akan membuka pertemuan regional ini. Namun, jadwal kehadirannya dalam pertemuan ditunda menjadi Sabtu (23/7).

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutannya mengatakan, aset terbesar kewirausahaan adalah ide, visi, dan kreativitas. Selain menciptakan lapangan kerja, kewirausahaan juga dapat mengurangi kesenjangan pembangunan.

”Wirausaha adalah seseorang dengan imajinasi untuk menyiapkan produk atau jasa, kemudian sanggup mewujudkan imajinasi itu menjadi riil,” tambah Mari. (IDR)

July 11, 2011

Indonesia Pengakses Mobile Internet Terbesar

Indonesia Pengakses Mobile Internet Terbesar

Indonesia memiliki tingkat penetrasi internet terendah di Asia Tenggara.
SENIN, 11 JULI 2011, 15:30 WIB Nur Farida Ahniar, Ronito Kartika Suryani

VIVAnews – Nielsen Southeast Asia Digital Consumer Report menyebutkan 48 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Indonesia merupakan pasar paling besar yang bergantung akses mobile internet di Asia Tenggara.

Dalam laporan itu disebutkan peringkat kedua pengguna mobile internet yaitu Thailand (36 persen), Singapura (35 persen), Vietnam (29 persen). Filipina (24 persen) dan Malaysia (21 persen).

Tren penggunaan mobile internet ini akan terus berlanjut. Alasannya, 53 persen pengguna internet Indonesia menunjukkan mereka akan mengakses internet melalui telepon genggam mereka. Sementara 30 persen menggunakan perangkat genggam yang memiliki kapabilitas untuk mengakses internet dalam 12 bulan ke depan.

“Perangkat yang memiliki kapabilitas untuk mengakses internet seperti ponsel tablet menawarkan akses yang mudah ke Internet untuk konsumen Indonesia tanpa harus bergantung pada ketersediaan layanan broadband kecepatan tinggi di rumah mereka” kata Managing Director dari Divisi Media Irawati Pratignyo dalam siaran pers yang diterima oleh VIVAnews.com.

Meski pengguna mobile Internet di Indonesia cukup tinggi, namun secara keseluruhan memiliki tingkat penetrasi internet terndah di Asia Tenggara. Konsumen online juga lebih jarang dibandingkan di Asia Tenggara. Di Indonesia, hanya satu dari lima warga Indonesia berusia di atas 15 tahun menggunakan internet (21 persen). “Penetrasi Internet di Indonesia adalah terendah. Diantara mereka yang berusia di atas 50 tahun itu hanya satu persen dari konsumen mengakses on line,” tambahnya.

Penetrasi internet terbesar di Asia Tenggara yaitu Singapura (67 persen), Malaysia (38 persen), Filipina (33 persen), Thailand (31 persen) dan Indonesia menempati urutan terakhir(21 persen). (eh)
• VIVAnews

July 6, 2011

Daerah Terpencil Peroleh Mobil Internet

PENGEMBANGAN DAERAH
Daerah Terpencil Peroleh Mobil Internet
KUDUS, KOMPAS – Untuk membuka isolasi daerah terpencil dari informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan bantuan dua mobil Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus. Pengadaan mobil berbasis internet itu diharapkan mendorong pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Bantuan mobil Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) itu merupakan bagian dari bantuan Kemkominfo untuk Jateng yang menerima 120 unit M-PLIK. Berdasarkan surat Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika Nomor 74/BP3TI.2/KOMINFO/06/2011, Kementerian Kominfo menyediakan 1.907 unit M-PLIK untuk 32 provinsi.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus Hendro Martojo, Senin (4/7), di Kudus, mengatakan, dua mobil M-PLIK itu akan digunakan merata di sembilan kecamatan. Prioritas utama adalah daerah terpencil, terutama di Kecamatan Dawe, Gebog, dan Undaan.

Tiga kecamatan itu mempunyai sejumlah desa di pegunungan dan perbatasan sehingga jauh dari jangkauan teknologi informasi. Mobil M-PLIK akan ditempatkan di

kawasan publik dan sekolah di daerah-daerah terpencil itu secara bergiliran.

Menurut Hendro, untuk sementara mobil M-PLIK dioperasikan operator PT Jogja Digital. Setelah kontrak selesai dan petugas Dishubkominfo siap, mobil M-PLIK dikelola pemerintah daerah. ”Sasaran ke depan adalah membantu masyarakat terpencil agar melek informasi dan mampu mempromosikan potensi daerah melalui internet,” katanya.

Pimpinan PT Jogja Digital Cabang Kudus Wahyudi Kuswijayanto mengemukakan, mobil M-PLIK dilengkapi satu perangkat audio visual, satu komputer pengendali, server, dan enam laptop. Untuk pengoperasian, PT Jogja Digital menyediakan seorang sopir dan operator teknologi informasi.

”Bagi masyarakat yang belum mengenal laptop dan internet akan dikenalkan. Yang sudah bisa, tinggal memakai,” ucapnya.

Hendro menambahkan, mobil M-PLIK sangat bergantung pada listrik untuk menghidupkan perangkat teknologi. Untuk sementara, listrik akan diambilkan dari balai desa yang bakal ditempati mobil M-PLIK. (HEN)

June 30, 2011

Chairul Tanjung Akuisisi Detik.Com

Chairul Tanjung Akuisisi Detik.Com
Oleh M. Munir Haikal E-mail Print PDF
Published On: 29 June 2011
JAKARTA: Pengusaha Chairul Tanjung telah mencapai kesepakatan final untuk mengakuisisi PT Agranet Multicitra Siberkom yang merupakan pengelola detik.com.
Sumber Bisnis pada hari ini mengungkapkan kesepakatan ini baru tercapai dan sejumlah petinggi situs berita tersebut telah diberitahu mengenai aksi korporasi ini. Namun, belum ada detail kesepakatan maupun nilai transaksi tersebut.
Bisnis meminta konfirmasi kepada Chairul Tanjung namun telepon selulernya ketika dihubungi sedang tidak aktif. Pesan singkat yang dikirimkan oleh Bisnis juga belum dibalas. Sampai saat ini belum terdapat kejelasan skema transaksi tersebut.
Sejak dua tahun lalu, Chairul Tanjung, disebut-sebut mengincar saham portal berita online detik.com. Berita ini berkembang setelah dua pemilik saham minoritas di Detikcom yakni Tiger Investment dan Mitsui & Co ingin melepas sahamnya untuk ekspansi bisnis.
Saat itu, Mitsui dan Tiger Investment menggunakan jasa Credit Suisse sebagai penawar saham mereka. Agranet memiliki 59% saham di Detik.com, dan sisanya dimiliki oleh Tiger 39%, dan Mitsui 2%. Namun, negoisasi mengenai harga pembelian detik.com yang disebut-sebut mencapai ratusan miliar belum mencapai titik temu.
Situs detik.com diprakarsai oleh Budiono Darsono dan Abdul Rahman dengan investasi awal Rp100 juta sejak periode 1998.
Dalam perjalanannya pioner berita online ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Saat ini, CT Corp memiliki tiga lini bisnis yaitu financial services yang berada di bawah Mega Corpora.
Selain mengendalikan Bank Mega, CT Corp juga memiliki Bank Mega Syariah. Juga masuk ke bisnis pembiayaan lewat PT Para Multifinance, PT Mega Central Finnace, dan PT Mega Oto Finance.
Di bisnis asuransi, CT Corp mengibarkan PT Mega Insurance. Selanjutnya, sektor media, lifestyle dan hiburan dikendalikan oleh Trans Corpora, serta sektor sumber daya alam yang berada di bawah CT Global Resources.
Pada pertengahan Maret 2010, Chairul Tanjung melalui PT Trans Retail, mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia. Trans Retail yang merupakan anak usaha Trans Corp- perusahaan induk CT Corp di sektor media, lifestyle, ritel, dan entertainment–membeli saham milik Carrefour SA di PT Carrefour Indonesia.
Melalui akuisisi itu, Trans Corp menjadi pemegang saham tunggal terbesar di PT Carrefour Indonesia. Chairul Tanjung baru menuntaskan pembangunan Trans Studio di Bandung, Jawa Barat dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun.
Selanjutnya, dia merencanakan pembangunan 20 pusat hiburan terpadu, “Trans Studio Theme Park” dengan total investasi sekitar Rp40 triliun hingga 2020. Pembangunan 20 Trans Studio tersebut di luar Makassar, Bandung, dan Jakarta.(mmh)

June 27, 2011

First Media : Pertumbuhan Didukung Bandwidth

Dicky Moechtar
Pertumbuhan Didukung Bandwidth

Direktur Marketing First Media Dicky Moechtar – IST
Oleh: Billy A Banggawan
Ekonomi – Jumat, 10 Juni 2011 | 01:01 WIB
TERKAIT
KBLV Jual Maksimal 49% Saham ke Asia Link
First Media Raih Pinjaman Rp90 M
First Media Raih Pinjaman Rp84,8 Miliar
First Media Bantah Akan Dijual
BEI Buka Suspensi Waran First Media

INILAH.COM, Jakarta – First Media menginvestasikan Rp 427 miliar untuk memperluas jaringan internet dan TV kabel ke rumah-rumah. Targetnya, penambahan 150 ribu unit sambungan home pass.

Direktur Marketing First Media Dicky Moechtar berambisi menambah pelanggan untuk home pass sebesar 50% atau 75 ribu pelanggan baru. Berikut wawancara lengkap INILAH.COM di Hotel Sultan, Jakarta (9/6).

Berapa banyak home pass existing saat ini?

Hingga kini, tercatat ada 530 ribu jaringan home pass. Pemanfaatan untuk pelanggan sendiri saat ini sudah mencapai 360 ribu unit.

Target untuk tahun ini?

Kami ingin mendapat tambahan 150 ribu home pass. Hingga akhir tahun, kami ingin mendapat tambahan 50% pelanggan atau 75 ribu pelanggan baru. Sehingga total pelanggan kami menjadi 435 ribu.

Upaya apa yang sudah dilakukan untuk mencapai target itu?

Di awal 2011 ini, tercatat kami telah menyediakan 32 ribu home pass baru. Kerjasama Cisco akan memberi layanan premium akses internet cepat. Jumlah pelanggan First Media tumbuh pesat tiga tahun lalu, dari empat ribu sambungan rumah menjadi 360 ribu saat ini. Pertumbuhan 125 kali lipat itu, didukung penambahan bandwidth dari semula hanya tersedia 80 Mbps menjadi 12 Gbps. [mdr]

June 14, 2011

Jumlah Pengguna Facebook Menurun di Negara Maju

Jumlah Pengguna Facebook Menurun di Negara Maju
SELASA, 14 JUNI 2011 | 13:45 WIB
Besar Kecil Normal
rnw.nl

TEMPO Interaktif, London – Jumlah pengguna Facebook di Inggris turun dalam dua bulan terakhir, mengikuti tren di Amerika Serikat, Kanada, dan Norwegia.

Layanan pertemanan Facebook terus bertumbuh di tingkat global. Menurut data yang dimiliki Facebook, pengguna layanan ini telah mencapai 687 juta.

Sayangnya, pertumbuhan pengguna Facebook terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang April, pertambahan pengguna mencapai 13,9 juta. Namun, pada bulan Mei, pertambahan hanya sebesar 11,8 juta. Bulan-bulan sebelumnya, rata-rata pertambahan pengguna Facebook mencapai 20 juta account baru.

Perlambatan pertumbuhan pengguna layanan ini dikhawatirkan berdampak pada harapan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang menargetkan 1 miliar pengguna.

Di beberapa negara, jumlah pengguna Facebook telah mencapai titik puncaknya. Rata-rata, jumlah pengguna setara dengan setengah pengguna layanan Internet di masing-masing negara.

Di negara maju, Facebook kerap mendapat cercaan akibat buruknya perlindungan terhadap data pribadi pengguna. Pekan lalu, situs ini menambahkan layanan pengenalan wajah untuk menandai foto, tanpa meminta persetujuan pengguna. Kebijakan ini lantas mendapat protes dari konsultan keamanan.

Penurunan pengguna online Facebook paling besar terjadi di Amerika Serikat. Pengguna online Facebook di negeri Abang Sam menurun dari 155,2 juta pada Mei menjadi 149,4 juta pada awal Juni. Di Inggris, penurunan agak kecil, yaitu hanya 100 ribu pengguna dalam satu bulan. Di Kanada, pengguna aktif menurun sebanyak 1,62 juta, sementara di Norwegia terjadi penurunan 100 ribu pengguna dalam periode yang sama.

Pertumbuhan tercepat terjadi di Brasil dan Meksiko. Kedua negara ini mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga 10 persen setiap bulannya. “Sulit bagi layanan pertemanan menembus 1 miliar pengguna,” ungkap peneliti dari Inside Facebook, Eric Eldon.

Namun, target ini bisa tercapai jika Facebook mampu menembus pasar Cina. Di negeri Tirai Bambu dengan 420 juta pengguna Internet, penggunaan Facebook dilarang.

GUARDIAN | ANTON WILLIAM

June 13, 2011

Terungkap, Penggunaan Internet Tak ‘Demokratis’

Terungkap, Penggunaan Internet Tak ‘Demokratis’

IST
Oleh: Billy A. Banggawan
Teknologi – Senin, 13 Juni 2011 | 15:05 WIB

INILAH.COM, California – Mengabaikan persepsi pengguna media sosial mampu mempengaruhi opini publik melalui konten online, internet terbukti tak cukup demokratis. Mengapa?

Hasil studi University of California, Berkeley (UC Berkeley) menunjukkan, web sosial menjadi ajang bermain bagi orang kaya dan berpendidikan dibanding demokrasi digital sejati.

Perkembangan media sosial (Twitter dan Facebook berperan penting dalam gerakan pro-demokrasi seperti di Arab), blog, situs web dan situs berbagi video lebih mewakili perspektif berpendidikan tinggi.

“Memiliki akses Internet saja tak cukup. Bahkan di antara orang-orang online, mereka yang menjadi produsen digital jauh lebih mungkin memiliki pendapatan lebih tinggi dan tingkat pendidikan tinggi,” ujar kandidat doktor sosiologi Jen Schradie di UC Berkeley.

Lulusan perguruan tinggi, 1,5 kali lebih cenderung menjadi blogger dibanding lulusan SMA. Schradie juga menemukan, orang berpendidikan dua kali lebih cenderung mengunggah foto dan video serta tiga kali lebih mungkin membuat peringkat online atau komentar.

Secara keseluruhan, hasil studi menemukan, kurang dari 10% populasi Amerika Serikat (AS) berpartisipasi di sebagian besar kegiatan produksi online.

Menurut hasil studi, kesenjangan digital antara kaya dan miskin menekankan tumbuhnya kekhawatiran atas kekurangan sumber daya untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan sipil (online) orang miskin.

“Kebijaksanaan konvensional memberitahu kita, internet merupakan tempat bermain dan tempat untuk memperluas keragaman suara yang bisa didengar,” kata Schradie.

Namun, temuan ini “menunjukkan Internet sebenarnya memperkuat divisi sosio-ekonomi yang sudah ada, dan bahkan bisa lebih meningkatkannya.”

Selain itu, hal ini bisa memiliki bermacam implikasi ketika kehidupan sipil dan ekonomi online terus bergerak maju. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan A

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.