Archive for ‘Its Malaysia, Stupid !’

April 2, 2014

The Raid Dilarang Tayang di Malaysia

The Raid Dilarang Tayang di Malaysia  

Poster film The Raid 2: Berandal (Istimewa)

TEMPO.COJakarta - Kabar mengejutkan datang dari film The Raid 2The Raid 2: Berandal dilarang tayang di Malaysia. Kabar ini pun sempat menghebohkan pengguna sosial media.

Berawal dari keluhan salah satu penikmat film kepada Gareth Evans, sang sutradara. “it’s banned here in malaysia. i’ll be moody the whole day, thanks,” tulis akun @JohannAffendy.

“as an indon living in KL, this is truly disappointing. F-it, another short weekend trip to JKT for the sequel.”

Menanggapi hal tersebut, Gareth menyatakan simpati, “Saya turut menyesal dengan hal itu.” (baca:Iko Uwais Anggap The RaidBerandal Lebih Dramatis)  

Sampai saat ini, belum ada alasan resmi dari pihak Malaysia atas pencekalan The Raid 2 tersebut. Di sisi lain, The Raid 2 meraih sukses di hari penayangan pertamanya di Indonesia.

The Raid 2: Berandal Movie memang dijadwalkan tayang di beberapa negara seperti, Malaysia, Thailand, Belgia, Irlandia, Inggris, Kanada dan Belanda.

 

 

+++++++++++++++++

 

Malaysia Harus Jelaskan Alasan Pencekalan “The Raid 2″

Selasa, 1 April 2014 | 15:10 WIB
The Raid2: Berandal.


PALEMBANG, KOMPAS.com
 — Politisi Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, mengatakan, Pemerintah Malaysia harus menjelaskan alasan pencekalan film The Raid 2 yang dibintangi aktor asal Indonesia, Iko Uwais. Menurutnya, film itu sebuah karya seni yang harus dihargai dan tanda bangkitnya industri kreatif di Asia.

“Sungguh sangat disayangkan kalau Pemerintah Malaysia mencekal peredaran film ini di Malaysia tanpa memberikan alasannya. Alasan pencekalan dibutuhkan untuk perkembangan industri kreatif di Indonesia maupun ASEAN,” ujar peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini, Selasa (1/4/2014).

Menurutnya, film laga yang sudah tayang serentak di bioskop Indonesia dan Amerika itu menuai pujian dari pengkritik film dunia saat diputar di Sundance Festival 2014. Pramono juga mendorong forum ASEAN Economic Community yang dijadwalkan efektif per Desember 2014 dijalankan dengan tulus.

“Saya berharap negara ASEAN benar-benar akan menjalaninya dengan tulus, dan bukannya malah melakukan pencekalan akan produk-produk baik asal negara tetangganya,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Lebih lanjut, Pramono meminta agar Kementerian Luar Negeri RI bisa berperan aktif melakukan upaya mediasi dengan Pemerintah Malaysia.

“Saya berharap industri kreatif bisa makin berkembang pada kemudian hari dan menjadi primadona di sektor non-migas,” kata Pramono.

Di Indonesia sendiri, kontribusi bidang usaha industri film, video, dan fotografi mencapai Rp 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2013. Angka ini naik 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekitar Rp 7,4 triliun.

Seperti diberitakan, film laga The Raid 2: Berandal yang seharusnya tayang perdana di Malaysia pada 27 Maret lalu tidak kunjung tayang hingga hari ini. Pemerintah Malaysia melarang pemutaran film yang dibintangi Iko Uwais itu. Nusantara Edaran Film yang menjadi distributor lokal film karya sutradara asal Wales, Gareth Evans, membenarkan kabar pencekalan film tersebut. Alasan pencekalan film yang merupakan sekuel dari The Raid (2011) itu hingga saat ini belum jelas.

Situs berita hiburan Malaysia, Cinema Online, meminta pemerintah segera menjelaskan alasan pencekalan film ini.

March 27, 2014

Kasus MH370 Lumpuhkan Pariwisata Malaysia

Kasus MH370 Lumpuhkan Pariwisata Malaysia

Siswa-siswi sekolah memegang lilin saat mereka berdoa bagi penumpang pesawat Malaysia Airline MH370 di Lianyungang, Jiangsu, Cina (25/3). REUTERS/China Daily

TEMPO.COKuala Lumpur - Malaysia terancam rugi besar setelah pesawat maskapai penerbangan Malaysian Airlines dengan nomor penerbangan MH370 dinyatakan hilang. Analis dari riset pasar Forward Company, Luo Juan, mengatakan pada surat kabarSouth China Morning Post (SCMP), negara tersebut diperkirakan akan menderita kerugian hingga RM 4,2 miliar atau hampir Rp 14,6 triliun di bidang pariwisata.

“Angka tersebut mewakili 400 ribu hingga 800 ribu wisatawan Cina yang tidak ingin datang lagi ke Malaysia. Setiap turis menghabiskan rata-rata 10.000 yuan selama mereka tinggal di sana. Jika di total, kerugiannya akan mencapai 4 miliar hingga 8 miliar yuan,” kata Juan, seperti dilansir situs Malaysia Insider, Kamis, 27 Maret 2014.

Juan memprediksi hal ini setelah melihat kontroversi hilangnya MH370. Kejadian tragis itu mendorong banyak wisatwan Cina tidak mau ke Malaysia. Padahal, sebelumnya bagi masyarakat Cina, Malaysia merupakan tujuan wisata yang menarik. Namun, semenjak pemberitahuan bahwa MH370 dinyatakan hilang di Samudra Hindia, sejumlah warga Cina marah karena pihak Malaysia dinilai kurang memberikan informasi.

SCMP juga melaporkan bahwa permintaan perjalanan ke Malaysia di sejumlah agen perjalanan di Cina turun tajam. “Dalam dua minggu terakhir, jumlah klien dari Cina ke Malaysia turun 50 persen,” kata Dun Jidong, Manajer Ctrip.com, situs pemasaran travel terbesar di Cina.

Tak hanya itu, Lei Gei, seorang direktur pemasaran, juga mengaku layanan perjalanan ke Malaysia juga dibekukan sementara mulai 2 Mei nanti. “Sebab, setelah MH30, jumlah permintaan perjalanan ke Malaysia turun menjadi hampir ke angka nol,” kata Lei.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata Malaysia Datuk Seri Mohammed Nazri Aziz mengatakan Malaysia juga menangguhkan kampanye Visit Malaysia 2014. “Kementerian telah menghentikan tur promosi, terutama di Cina, sampai MH370 ditemukan sebagai tanda penghormatan kepada keluarga dan para penumpang,” kata Aziz.

Adapun Juan memperkirakan pemulihan keadaan mungkin bisa diatasi dalam waktu paling cepat setahun. Namun, kata dia, ini tergantung seberapa besar efek boikot pada industri pariwisata di Malaysia.

RINDU P. HESTYA | MALAYSIA INSIDER

+++++++++++++++++++

 

Kasus MH370, Ini Sebab Turis Cina Ogah ke Malaysia

TEMPO.COBeijing - Hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 di Samudra Hindia begitu meninggalkan kesedihan bagi warga Cina. Dari jumlah 239 penumpang, 153 di antaranya adalah warga Cini. Sebagai efek kecelakaan tersebut, kini orang-orang Cina tidak lagi ingin melancong ke Malaysia.

“Turis sudah tidak mau lagi mempertimbangkan untuk jalan-jalan ke sana. Banyak yang memiliki kesan negatif terhadap negara itu sekarang,” kata pemilik agen perjalanan Travel Comfort, Guangzhou, yang berfokus pada wisata ke Asia Tenggara.

Sebagian warga Cina mengaku kecewa dengan pemerintah Malaysia yang lambat dalam mencari MH370. Mereka juga menilai pemerintah menutup-nutupi informasi penting terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing itu.

“Awalnya saya sedang mempertimbangkan perjalanan ke Malaysia tahun ini, sekarang saya berpikir bahwa mereka sangat menjijikkan. Mereka berbohong kepada semua orang selama setengah bulan,” kata seorang pengguna Sina Weibo, Twitter versi Cina.

Sebelum kasus ini, masyarakat Cina mengaku bahwa Malaysia adalah negara wisata yang menarik. Bahkan, pelancong dari Negeri Tirai Bambu itu menyumbang 12 persen angka wisatawan di Malaysia.

Situs berita Cina melakukan survei terkait apakah masyarakat Cina masih ingin berkunjung ke Malaysia setelah insiden ini. Hasil survei menunjukkan sekitar 77,5 persen atau lebih dari 21.000 peserta mengaku kecelakaan MH370 mempengaruhi niat mereka untuk berkunjung ke Negeri Jiran itu.

RINDU P HESTYA | VOA NEWS

March 19, 2014

Media Malaysia Sebut RI Bantu AS Sembunyikan MH370

Dasar  kelakuan malay atau malingsia ( yang pasti bukan truly asia !).. dalam keadaan kritis dan genting justru  menuduh orang lain..

SELASA, 18 MARET 2014 | 20:26 WIB

 

Media Malaysia Sebut RI Bantu AS Sembunyikan MH370

Bandara di kepulauan Diego Garcia. Bandara ini merupakan salah satu bandara yang ada di silmulalator di rumah pilot MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah. mst.edu

 

TEMPO.CO,  Kuala Lumpur – Media pemerintah Malaysia menulis laporan yang menyatakan pesawat Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang disembunyikan oleh Amerika Serikat, tepatnya di Pangkalan Militer Diego Garcia, Samudra Hindia.

Laporan Utusan Malaysia yang berjudul “MH370 disembunyi di pangkalan AS di Diego Garcia?” ini dipublikasikan pada 17 Maret 2014.

Media pemerintah Malaysia itu mengutip artikel di situs Cabal Times, sebuah portal berita yang mengaku berisi informasi tentang konspirasi.

Menurut portal Cabal Times, sekiranya spekulasi pesawat itu terbang ke pangkalan tentera AS di Diego Gracia adalah benar, radar Indonesia sudah pasti mengesan kedudukan pesawat tersebut,” tulis Utusan Malaysia. “Mengesan” dalam bahasa Indonesia berarti “mengetahui”.

Namun, persoalannya Indonesia yang dipercayai negara terlibat dalam gerakan ‘rahasia globalisasi’ atau pakatan Barat yang mempunyai agenda tertentu, sudah pasti berdiam diri tentang apa yang mereka kesan pada radar mereka, dakwa portal itu,” tulisUtusan Malaysia.

Kabar itu langsung dibantah oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
“Kedutaan Besar Indonesia dengan tegas membantah tuduhan bahwa Indonesia terlibat dalam gerakan ‘rahasia globalisasi’ atau koalisi Barat yang memiliki agenda tertentu,” demikian pernyataan KBRI Kuala Lumpur yang diterima Tempo, Selasa, 18 Maret 2014.

KBRI menyesalkan penerbitan berita berisi spekulasi oleh Utusan Malaysia yang disebut tidak memiliki data pendukung sama sekali dan hanya merupakan halusinasi seseorang untuk menciptakan kebingungan publik itu.

“Terlebih lagi tulisan itu sangat melukai perasaan keluarga para penumpang, termasuk penumpang warga negara Indonesia, yang sedang dalam kondisi teramat sulit dan bersedih,” kata KBRI Kuala Lumpur.

Menurut KBRI Kuala Lumpur, sejak  pesawat Malaysia Airlines MH370 dilaporkan hilang pada 8 Maret 2014, pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang pertama kali memberi dukungan atas upaya pencarian pesawat itu dengan mengerahkan delapan kapal dan tiga pesawat serta sejumlah besar personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

Komitmen Indonesia tersebut didasarkan pada semangat ASEAN dan hubungan dengan Malaysia yang sangat kuat.

Ditegaskan pula pemerintah Indonesia sepenuhnya mendukung fokus operasi pencarian pesawat hingga ditemukan dan meminta semua pihak bersabar serta memberi kepercayaan kepada para ahli yang terlibat dalam pencarian.

“Untuk itu, Indonesia juga meminta agar spekulasi yang tidak bertanggung jawab segera dihentikan karena tidak membantu upaya dalam menemukan pesawat MH370 yang menjadi tujuan utama operasi pencarian yang melibatkan tidak kurang dari 25 negara,” kata KBRI dalam siaran persnya.

NATALIA SANTI

Berita tepopuler

March 19, 2014

Malaysia Biarkan MH370 Lolos Terbang Entah Kemana

Ini adalah  balasan  dari Yang Maha Kuasa atas  pembiaran Malaysia terhadap 2 warga nya yang menteror Indonesia : Nurdin M Top dan Azhari. Selain perlakuan sewenang wenang Malaysia terhadap TKI .
 
 
 
 
www.inilah.comonFollow on Google+
 

 

 
 
 
Headline
Dugaan dua koridor penerbangan MH370 Malaysia Airlines MH370 Kuala Lumpur-Beijing – malaysiakini.com
 
Oleh: Bachtiar Abdullah
web – Rabu, 19 Maret 2014 | 10:42 WIB
 
 

INILAHCOM, New York – Saat sebuah pesawat tak dikenal melintas di udara, reaksi alamiah mestinya mengacak radar jet tersebut dan mencegatnya. Tapi itu tidak dilakukan Malaysia, ketika radar militer menangkap pesawat Malaysia Airlines MH370.

Padahal, MH370 saat itu terbang ke arah barat setelah berbelok arah di atas Teluk Thailand, tak terdeteksi militer, lalu terbang di sepanjang Semenanjung Malaysia, menurut laporan yang ditulis New York Times.

“Di dalam ruang kendali Tentera Udara Diraja Malaysia (RMAF) di pantai barat ada empat orang awak pertahanan udara Malaysia di dalamnya, tapi tak berbuat apa-apa ketika melintas pesawat tak dikenal pada 8 Maret, meskipun dua jet tempur F-18s dan F-5 bikinan AS nongkrong di sana,” tulis laporan itu.

Kegagalan melakukan pencegatan ini bukan saja melanggar keamanan udara, yang membuat Malaysia rentan diserang, tetapi juga berarti Malaysia kehilangan kesempatan mencegat Penerbangan MH370 yang kemudian terbang entah kemana.

“Jika pesawat itu tercebur di selatan Samudra Hindia, seperti yang dikatakan para ahli penerbangan, maka reruntuhannya akan mengambang sejauh ratusan kilometer, yang makin menyulitkan pencarian kokpit dan perekam data yang tenggelam,” tulis koran New York ini.

Awak pertahahanan udara RMAF di Butterworth gagal melaporkan kedipan pada radar pertahanan dan lalu lintas udara, dan krew di dua instalasi radar di Kota Baru juga gagal melaporkan penyusupan yang sangat nyata ini.

Laporan ini menyebutkan milter Malaysia baru menyadari kontak ini pada radar mereka setelah mengulas rekaman data beberapa jam setelah MH370 hilang dari radar sipil pada pukul 01:21, Sabtu 8 Maret, di atas Teluk Thailand.

Kepala Staf RMAF Marsekal Rodzali Daud baru tahu data radar pada hari kelima usai MH370 dilaporkan hilang, setelah pencarian di Laut China Selatan berbuah nihil. RMAF kemudian mencari kepastian apakah detak “ping” itu betul dari MH370.

PM Najib Razak pada hari kedelapan hilangnya MH370 mengumumkan penangguhan pencarian di Laut China Selatan, dan kini Malaysia menggunakan data dari radar militer dengan fokus pada dua koridor. Koridor pertama membentang antara perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju perbatasan Thailand utara. Koridor kedua dari Indonesia ke selatan Samudra Hindia.

Lokasi-lokasi pencarian ditentukan Malaysia berdasar data militer dan bunyi ping dari satelit yang dikirim secara otomatis oleh MH370, meskipun sistem komunikasi secara misterius dimatikan. Pencarian MH 370 memasuki hari kesepuluh dan meliputi kawasan yang demikian luas, meliputi 11 negara dan wilayah-wilayah terpencil Samudra Hindia.

March 13, 2014

Sering Membantah Info Soal Pesawat MAS, Pejabat Malaysia Tidak Kompeten!

Malay.atau Malingsia memang punya mental sombong,   dengki dan malas !
Negeri Malaysia bisa maju karena pendatang  (dari Indonesia, Perdana Mentri nya saja orang Makassar hehe )dan banyaknya etnis China disana. Kalau mengandalkan urang Melayu asli  sih.. paling mentok Malaysia akan mirip Pakistan (yang penuh dengan teroris )
Kamis, 13/03/2014 18:35 WIB

Rita Uli Hutapea - detikNews

Washington, - Kredibilitas pemerintah Malaysia mendapat sorotan terkait penanganan hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Bahkan pejabat terkemuka transportasi Amerika Serikat menyebut pejabat-pejabat pemerintah Malaysia sebagai “komunikator yang buruk atau bahkan, benar-benar tidak kompeten”.

Dikatakan Peter Goelz, mantan direktur pelaksana Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, NTSB, sikap otoritas Malaysia adalah yang paling buruk yang pernah dilihatnya dalam penanganan bencana.

“Selalu ada kesalahan informasi dan koreksi dari otoritas Malaysia mengenai keberadaan MH370,” cetus Goelz kepada CNN seperti dilansir The Malaysian Insider, Kamis (13/3/2014).

“Apakah penumpang-penumpang check in tapi tidak naik pesawat? Bagaimana dua pria menggunakan paspor curian untuk naik pesawat?” tuturnya.

“Setidaknya, pejabat-pejabat Malaysia merupakan komunikator yang sangat buruk, atau paling parah, mereka tidak kompeten,” cetus Goelz.

Sejauh ini, meskipun 12 negara telah ikut serta dalam operasi pencarian, belum ada satu petunjuk pun mengenai keberadaan pesawat MAS.

“Ada alasan untuk ini,” kata Goelz. “Seperti yang Anda tahu, tiap kali ada kecelakaan, khususnya kecelakaan internasional seperti ini, ada kekacauan selama 24 jam hingga 36 jam pertama. Karena itulah ada traktat yang telah ditandatangani semua pihak, termasuk Malaysia,” ujarnya.

“Traktat itu menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menangani investigasi sebesar ini. Traktat itu juga menjelaskan bagaimana melibatkan negara-negara lain yang punya kepentingan, bagaimana mengendalikan rumor dan merilis informasi aktual,” paparnya.

Ditandaskan Goelz, Malaysia sejauh ini tidak menjalankan traktat itu sehingga berbagai informasi simpang siur dilontarkan oleh berbagai pihak.

March 11, 2014

TNI AU Dan TNI AL Kirim Pesawat Bantu Pencarian MH-370 Malaysia

 

Detik Senin, Maret 10, 2014

 

 
 
MEDAN-(IDB) : Pihak TNI membantu mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang kontak dalam penerbangan Kuala Lumpur – Beijing. Salah satu pesawat pencari berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Pesawat pencari itu yang dikerahkan dari Medan itu yakni pesawat nomor U-621 milik TNI Angkatan Laut. Pesawat jenis Casa C-212 itu sudah beberapa kali terbang pada Senin (10/3/2014). Penerbangan pertama pada Senin pagi, sementara penerbangan kedua berlangsung siang hari.

Pencarian itu dilakukan di sekitar perairan Selat Malaka. Pesawat yang diterbangkan Mayor (P) Bambang Edi Saputro ini terbang sekitar 100 menit di ketinggian 1.000 hingga 1.500 kaki, dan melakukan pencarian dengan bantuan radar dan foto ini yang ada di bagian depan pesawat.

“Kita melakukan pencarian hingga radius seratus dua puluh lima mil laut dari Medan, hingga ke wilayah perbatasan laut Thailand, Malaysia dan Indonesia,” kata Bambang Bambang kepada wartawan di Lanud Soewondo seusai penerbangan.

Pesawat Casa C-212 yang melakukan pencarian ini merupakan bagian dari pesawat Wing Udara 2 TNI Angkatan laut yang berpangkalan di Lanudal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pesawat ini mulai melakukan pencarian sejak Minggu (9/3) berangkat dari Tanjung Pinang dan turun di Medan. Hari ini terbang dari Lanud Soewondo, Medan.

Sejauh ini pesawat tersebut belum menemukan tanda-tanda pesawat yang hilang kontak tersebut, dan masih akan terus melakukan pencarian. Masih belum pasti sampai kapan pencarian itu dilakukan, bergantung arahan dari Markas Besar TNI.

 
TNI AU
 
Pesawat Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH-370 dengan tujuan Beijing, China yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia mengalami hilang kontak pada hari Sabtu 8 Maret 2014. Pesawat yang berpenumpang 227 orang itu 7 diantaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

 

 
Pihak TNI AU, mengerahkan satu pesawat Boeing 737-200 AI-7303 yang berhome base di Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar untuk membantu pencarian Pesawat Malaysia Airlines yang hilang pada saat penerbangan menuju Beijing China dan sampai saat berita ini di turunkan belum di ketahui keberadaannya. 
 
Dengan dipiloti oleh Letkol Pnb Bambang Sudewo dan Co Pilot Lettu Pnb Reza Alkautsar pesawat Boeing 737-200 AI-7303 melaksanakan route penerbangan dari Lanud Sultan Hasanuddin menuju area yang di duga lokasi hilangnya pesawat naas tersebut untuk melaksanakan misi pencarian.
 
 
 
 
Sumber : Detik
March 10, 2014

China Berang dengan Penanganan Korban MAS MH370

Beginilah negeri “rasis” yang namanya Malingsia mengurus korban.. 
 
 
Misteri MAS MH370
 
 
www.inilah.comonFollow on Google+
 

  

 
 
 
Headline
Keluarga China korban raibnya MAS MH370 – chinadaily.com.cn
 
Oleh: Bachtiar Abdullah
web – Senin, 10 Maret 2014 | 17:28 WIB
 
 
 

INILAHCOM, Beijing – Media China berang dan mencaci pemerintah Malaysia dalam penanganan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines System (MAS) MH370 yang membawa 153 penumpang warga China.

Lebih 300 kerabat dan handai tolan yang keluarganya hilang bersama MAS MH370, menuduh masakapai pembawa bendera Malaysia itu menyembunyikan penyebab sesungguhnya dan status pesawat itu setelah lebin dari 48 jam raib sejak Sabtu (8/3/2014) pada pukul 01:30.

Warga negara China adalah mayoritas penumpang pesawat nahas yang total berjumlah 239 orang itu.

Tabloid milik grup Harian Rakyat, The Golbal Times, menulis editorial, bahwapemerintah Malaysia jangan mengelak dari tanggung jawab,” kutip koran Singapura, The Straits Times, Senin (10/3/2013).

“Sampai kemarin, mereka tidak bisa meyakinkan secara akurat menyebut jumlah penumpang. Respons awal pihak Malaysia tidak cukup cepat. Ada banyak bolong-bolong dalam kerja MAS dan petugas keamanan di sana,” tulis The Global Times.

Menurut media ini, MAS mestinya bisa mengatakan penyebab kecelakaan itu, apakah karena matinya mesin pesawat atau kesalahan pilot dan kelengahan petugas pengecek di Bandara Internasional Kuala Lumpur KLIA ataukah karena serangan para teroris.

Koran China Daily menulis editorialnya pada Senin (10/3/2014), seperti ini: “Apakah pesawat yang raib itu sudah diketemukan , dan apakah hilangnya pesawat karena serangan teroris atau kesalahan mesin, serta yang paling penting ternyata ada dua penumpang yang menggunakan paspor curian. Ini patut menjadi alarm bagi seluruh penerbangan di dunia bahwa kemananan harus dilakukan dengan ketat di semua bandara, karena terorisme berusaha mengotori peradaban manusia dengan darah-darah orang yang tak berdosa,” tulis mereka.

Menurut kantor berita Xinhua, mengutip pemerintah Malaysia, bahwa China mengirim para pejabatnya ke Kuala Lumpur “untuk mendesak dilakukan percepatan misi search and rescue, yang menyelidiki insiden ini dan membantu para anggota keluarga korban yang sudah berada di Malaysia.”

Para pejabat China datang pada Senin sore di Kuala Lumpur. Mereka dikirim oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kemanan Umum, Kementerian Transportasi dan Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia.

Sementara China mengirim enam kapal angkatan lautnya untuk menjalankan misi search andrescue di seputar perairan Vietnam.

 

 

Malaysia Airlines: What we know about flight MH370

Mystery shrouds the fate of Malaysia Airlines flight MH370, which has disappeared with 239 passengers and crew en route to Beijing.

There have been reports that debris was found off the Vietnamese island of Tho Chu but these have not been confirmed.

Map showing the plane's intended flightpath and the point of last known contact
line break

Who was on board?

Arni Marlina, 36, a family member of a passenger onboard Flight MH370, shows a family picture on her mobile phone, at a hotel in Putrajaya, Malaysia, 9 March Muhammad Razahan Zamani (bottom right), 24, and his wife Norli Akmar Hamid, 33, were on their honeymoon on the missing flight. The phone is being held by his stepsister, Arni Marlina

There were 227 passengers, including 153 Chinese and 38 Malaysians, according to the manifest. Two were children. All 12 crew members were Malaysian.

Among the Chinese nationals were a delegation of 19 artists who had attended an exhibition in Kuala Lumpur.

Two male passengers were travelling on passports stolen from an Austrian and an Italian in Thailand in 2012 and 2013 respectively,Interpol said in a statement. The two passengers were en route to Europe via Beijing.

Malaysia plane: Who were the passengers?

line break

When was the last contact made?

Flight MH370 departed from Kuala Lumpur International Airport at 00:41 on Saturday (16:41 GMT Friday), and was due to arrive in Beijing at 06:30. Air traffic controllers lost contact at 01:30.

At a time as yet undisclosed, a relative reportedly managed to call one of the passengers, who was carrying a Singapore phone. Malaysia Airlines has repeatedly tried to call the same number but no ringtone has been heard.

line break

Where did the jet disappear?

It was flying over the South China Sea, south of Vietnam’s Ca Mau peninsula. The normal route would have taken it over Cambodia and Vietnam before entering Chinese airspace.

No distress signal or message was sent but it is believed the plane attempted to turn back from its scheduled path, perhaps towards Kuala Lumpur Airport.

line break

Have any traces of the plane been found?

A Malaysian Maritime Enforcement boat helps in the search off north-east Malaysia, 9 MarchA Malaysian Maritime Enforcement boat searching off north-east Malaysia

Both waters to the east of Malaysia, in the South China Sea, and in the Straits of Malacca, along Malaysia’s west coast, are being searched.

No wreckage has been confirmed despite an earlier indication that potential debris from an aircraft had been seen about 50 miles [80km] to the south-west of Tho Chu Island.

Azharuddin Abdul Rahman, head of Malaysia’s Department of Civil Aviation, said on Monday: “Unfortunately, ladies and gentleman, we have not found anything that appears to be objects from the aircraft, let alone the aircraft itself.”

line break

What are the theories for a crash?

A Malaysia Airlines Boeing 777-200ER taking off from Narita Airport near Tokyo, Japan, April 2013A Malaysia Airlines Boeing 777-200ER taking off from Narita Airport near Tokyo, Japan, last year

Common factors in plane crashes are poor weather, pilot error and airworthiness.

Weather conditions on this flight are said to have been good and the pilot, 53, who had more than 18,000 flying hours behind him, had been employed by the airline since 1981.

Malaysia Airlines has a good safety record and the jet, a Boeing 777-200ER, is said to be one of the safest because of its modern technology. One of the plane’s wingtips was clipped in an incident while taxiing in 2012 but it was repaired and certified as safe.

David Learmount, Flight Global’s operations and safety editor, told BBC News: “Today’s aeroplanes are incredibly reliable and you do not get some sudden structural failure in flight. It just doesn’t happen. It just won’t happen.”

line break

Could it have been a terrorist attack?

The airline says it is not ruling out any theory while officials in the US, which is sending FBI investigators, say there is no evidence of such an attack yet.

The presence of two passengers with stolen passports is a breach of security, but could relate to illegal migration. John Magaw – a former under secretary for the US Transport and Security Administration and former director of the US Secret Service – has told the BBC there were “quite a few people that do fly, especially in that part of the world, with improper identification or false identification”.

When an Air India plane crashed in Mangalore in 2010 en route from Dubai, with the loss of 158 lives, as many 10 fraudulent passports were recovered.

line break

Can a modern jet just vanish without trace?

 

Simon Clemison reports on how planes can just vanish from radar

An Air France jet flying from Brazil to France vanished into the Atlantic Ocean on 1 June 2009, with the loss of all 228 people on board.

Debris was spotted the following day but it took nearly two years to locate the flight recorders and remains of the fuselage, deep on the ocean floor. The waters off Vietnam and in the Malacca straits are much shallower.

Flight recorders, or “black boxes” as they are often known, emit ultrasonic signals that can be detected underwater. Under good conditions, the signals can be detected from several hundred miles away.

But without knowing the trajectory of a plane as it went down or fully understanding wind and wave conditions if it crashed into water, searchers sometimes end up criss-crossing huge areas looking for relatively small pieces of wreckage, the Wall Street Journal notes in a things-to-know piece.

More on This Story

January 28, 2014

PM Najib Kecam Aksi Pelemparan Molotov ke Gereja Malaysia

Selasa, 28/01/2014 15:56 WIB

 

 

Rita Uli Hutapea - detikNews

 
 
 
PM Najib (AFP)

Kuala Lumpur, - Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak memerintahkan tindakan tegas terhadap mereka yang melakukan aksi-aksi provokatif yang bisa memicu ketegangan religius dan rasial. Hal ini disampaikan PM Najib terkait serangan molotov terhadap sebuah gereja di negeri Jiran itu.

Najib pun mengecam serangan yang terjadi di kota George Town, Penang pada Senin, 27 Januari pagi itu. Ditegaskannya, memelihara perdamaian dan keharmonisan merupakan prioritas utama pemerintah.

“Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa kita bisa terus memelihara perdamaian berdasarkan aturan hukum,” tutur Najib seperti dilansir New Straits Times, Selasa (28/1/2014).

Najib berharap insiden itu tak akan memicu aksi balasan yang akan memperburuk situasi. “Biarkan otoritas melakukan pekerjaan mereka. Ini waktunya bagi kita untuk tetap tenang dan menahan diri dari tindakan tergesa-gesa karena itu bisa merusak negara,” imbuhnya.

Dalam insiden yang terjadi pada sekitar pukul 01.30 Senin (27/1) kemarin, dua molotov dilempar ke gereja Katolik, Church of the Assumption di Penang. Satu molotov meledak tetapi molotov kedua gagal meledak karena jatuh di rumput. 

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan terkait sengketa kata Allah. Sebagian kalangan di Malaysia mengklaim kata dari bahasa Arab untuk merujuk pada Tuhan tersebut hanya boleh digunakan oleh kaum muslim. Namun kata tersebut juga digunakan oleh umat Kristen yang menggunakan Alkitab berbahasa Melayu/Indonesia dan bahasa-bahasa penduduk asli seperti bahasa Iban.

Pelemparan molotov di gereja di negara bagian Penang terjadi setelah ditemukan spanduk kontroversial dengan kata Allah di luar gereja itu pada Minggu kemarin (26/01).

Sebelumnya, pengadilan banding telah memutuskan bahwa terbitan Katolik, Herald, tidak boleh menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan. Alasannya, penggunaan kata Allah bukan bagian integral dari keyakinan Kristiani walaupun sudah digunakan oleh umat Kristen di Malaysia sejak berabad-abad lalu.

October 24, 2013

Survei PBB: Warga Malaysia Sangat Tidak Bahagia

hehe.. Warga Malingsia ternyata  SANGAT tidak bahagia. Ketidakbahagian warga Malaysia terhadap pemerintah yang korup dan doyan mengklaim dilampiaskan kepada Tenaga Kerja Indonesia.  Dasar Malay Maling !

Monday, October 21, 2013       16:11 WIB

Survei PBB: Warga Malaysia Sangat Tidak Bahagia

Ipotnews – Malaysia termasuk dalam negara yang penduduknya tidak bahagia. Dalam laporan Tingkat Kebahagiaan Warga Dunia PBB, Malaysia menempati posisi ke-56 dari 156 negara yang dinilai tidak bahagia.

Melansir laman Reuters yang mengutipMalaysia-chronicle.com Senin (21/10), sejak merdeka 56 tahun lalu, mayoritas penduduk Malaysia merasa tidak puas dengan kehidupannya saat ini. Mereka tidak merasa sangat tidak bahagia.

Dari data PBB menunjukkan Malaysia tertinggal dari negara berkembang lain seperti Thailand dan Trinidad & Tobago yang lebih miskin dari Malaysia, yang ternyata peringkat kebahagiaannya masih lebih baik.

Terlebih kondisi politik Negeri Jiran itu  mengindikasikan koalisi Barisan Nasional di Malaysia tidak berhasil menjalankan pemerintahan dengan baik meski mereka kerap mengklaim berhasil membangun negara.

Salah satu yang menjadi penyebab warga Malaysia tidak bahagia antara lain adalah korupsi. Selama ini korupsi telah merasuki semua lini kehidupan warga Malaysia, selain masalah yang ditimbulkan akibat perbedaan etnis antara Melayu, India, dan China.

Menurut PBB, pengekangan informasi dan kebebasan berpendapat di Malaysia juga membuat warga menjadi tidak bahagia. Di zaman perkembangan media sosial dan teknologi sedemikian cepat pemerintah Malaysia justru melarang warga mengekspresikan kebebasan berpendapat.

Laporan yang dirilis PBB ini merupakan hasil dari resolusi Majelis Umum PBB yang menganjurkan setiap negara mengukur tingkat kebahagiaan warganya guna menjalankan kebijakan publik. (Vina)

August 19, 2013

Khas Malay : Kata “Allah” Hanya Buat Muslim

Aturan konyol.. emang Menteri Dalam Negeri itu wakil Alloh ?? Semoga bangsa Indonesia tidak meniru aturan absu

 

 

Mendagri Malaysia : Kata “Allah” Hanya Buat Muslim

Redaksi – Senin, 12 Syawwal 1434 H / 19 Agustus 2013 06:04 WIB

m dan non-Muslim harus berhenti  untuk gunakan kata Allah , Malaysia Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pada hari Minggu, demikian dilaporkan The Malay Mail Online.

Malaysia telah alami  sengketa panjang mengenai hak untuk menggunakan “Allah” dalam Kekristenan.

Menteri Dalam Negeri mengimbau kepada kelompok-kelompok Muslim untuk bersatu untuk menentang  Gereja Katolik setempat pada Pengadilan Tinggi setempat yang memungkinkan orang Kristen memiliki hak  juga untuk memanggil tuhan mereka dengan kata “Allah.”

“Saya mendesak Muslim dan pemimpin organisasi Muslim setuju untuk mempertahankan kata ‘Allah’ dan mengesampingkan perbedaan politik atau perbedaan dalam penafsiran atau individu atau kepentingan pribadi organisasi,” kata Hamidi.

Kasus penggunaan  kata “Allah” akan kembali dalam persidangan  pengadilan pada tanggal 22 Agustus, ketika Pengadilan Tinggi menerima tuntutan Gereja Katolik untuk pengajuan banding terhadap  keputusan Pengadilan Tinggi tahun 2009 yang hasilnya pada saat itu menjunjung tinggi hak orang Kristen untuk menggunakan kata Arab.

Keputusan  pertama meletus pada 2008 dan kemudian pada tahun 2009 Pengadilan Tinggi membuat keputusan penting dalam mendukung Gereja Katolik, ketika mengucapkan kata itu bukan hak eksklusif kaum Muslim.

Pada bulan Januari 2010, Kementerian Dalam Negeri mengajukan banding atas putusan itu. (Arby/Dz)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers