Archive for ‘Kominfo’

August 7, 2011

Ekspansi Google ke Indonesia Terganjal Regulasi

kalau disabet negara lain biasanya kita baru ngomel.. Ayo pemerintah bereskan regulasinya

 

Sabtu, 23/07/2011 13:24 WIB
Ekspansi Google ke Indonesia Terganjal Regulasi
Whery Enggo Prayogi – detikinet

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Eric Schmidt (Reuters)
<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /></a>

Nusa Dua – Ekspansi Google ke Indonesia terganjal masalah regulasi. Maka dari itu mantan CEO Google, Eric Schmidt meminta kelonggaran terkait data center yang wajib ada di Indonesia bagi perusahaan multinasional berbasis teknologi.

Hal ini disampaikan Eric Schmidt kepada Erwin Aksa yang mewakili Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa, di sela-sela Regional Entrepreneurship Summit, Nusa Dua, Bali, Jumat (22/7/2011) malam.

“Telekomunikasi sudah tidak terbatas, dan data center, saya kira kewenangannya ada di Menteri Komunikasi dan Telekomunikasi. Mereka (Google) minta ada fleksibiltas. Mereka kan punya tersentral. Masak kita yang membatasi,” ungkapnya.

Kelonggaran lain yang diminta Google adalah, keberpihakan positif dari pemerintah Indonesia atas perusahaan advertising asing. “Ini terkait negatif list advertising asing di Indonesia. Google kan usahanya berbasis itu,” tutur Erwin.

Memang penetrasi internet di Indonesia sangat rendah. Untuk itu, lanjut Erwin, perlu optimalisasi pendidikan khususnya perancangan kurikulum yang mendukung pengetahuan masyarakat akan internet.

“Tetap yang mendasar di pendidikan. Ini yang menopang. Utamanya science and technology. Dengan demikian maka pengusaha yang bergelut juga terbatas. Padahal pasar terbuka lebar. Dan sekarang bagaimana pekerjaan rumah infrastruktur harus diatur. Begitu juga dengan SDM,” tuturnya.

Erwin menambahkan, perguruan tinggi Indonesia juga harus mendorong kurikulum yang berbasis teknologi. Tentu dengan berlangsungnya rancangan pendidikan, maka tercipta ekosistem enterpreneurship.

“Google membutuhkan konten, meski sudah banyak dilakukan pengusaha di Indonesia. Dan Google jadi Katalis dan memberikan pendidikan bagi anak muda. Google kan harus punya basis dan mereka tidak mungkin bisa direct access, karena ada kendala bahasa dan market,” ucapnya.

July 18, 2011

DPR Nilai Smart Telecom Rugikan Rakyat

DPR Nilai Smart Telecom
Rugikan Rakyat
18 juli 2011
Investor Daily
Oleh Imelda Rahmawati
 JAKARTA – Komisi I DPR minta Kemenkominfo
segera menyelesaikan masalah tagihan biaya hak
penggunaan (BHP) frekuensi PT Smart Telecom.
Kemenkominfo harus bisa bersikap tegas, apalagi
tunggakan itu sudah berlangsung bertahun-tahun
dengan nilai Rp 1,1 triliun.
Intel Dukung Konten Lokal
JAKARTA – Intel Asia Pasifik terus
berupaya mendukung kemajuan
konten lokal dengan menyelenggarakan
kompetisi Intel Developer Apps
pada acara IDByte di Jakarta awal
pekan ini. Setelahnya mereka melanjutkan
promosi program ini di Bandung
dengan mengadakan Intel Developer
Day pada 13 Juli 2011 bagi
para pengembang setempat.
“Inisiatif ini merupakan bagian
dari komitmen Intel untuk memacu
kreativitas di antara para pengembang
aplikasi berbakat dan menampilkan
bakat mereka di dan ke luar
Indonesia,” ujar Direktur Asia Pasifik
Developer Relation Division Software
and Service Intel Corporation Narendra
Bhandari dalam keterangan
persnya di Jakarta, Kamis (14/7).
Menurut dia, kebutuhan dan
kreativitas lokal akan mendorong perekonomian
internet berkembang lebih
cepat. Maka dari itu, ia menyatakan
bahwa kompetisi ini merupakan
kesempatan bagi para pengembang
untuk masuk pada bursa dan
ambil bagian dalam ekosistem App
Global.
Dia menambahkan, kompetisi ini
akan berlangsung dari 15 Juli-30 September,
2011 dan terbuka untuk siapa
saja yang tertarik dalam pengembangan
aplikasi. Setiap peserta dapat
dengan mudah bergabung dengan
mengakses http://appdeveloper.intel.
com dan mendaftarkan kar ya
aplikasi mereka. Selain itu, sepuluh
aplikasi terbaik akan mendapatkan
masing-masing US$500, sementara
tiga aplikasi terbaik akan menerima
US$ 1.000.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, kompetisi
tersebut mendukung para pengembang
konten lokal untuk
menciptakan dan menjual aplikasi
dalam berbagai perangkat dan platform
ini. Dukungan ini meliputi hadiah
senilai lebih dari US $250 juta,
serta termasuk perjalanan ke Kutub
Selatan dan Petualangan dengan Jet
Supersonic. Disamping itu, mereka
juga menyediakan labolatorium
untuk pelatihan langsung bagi para
developer seperti penyediaan hardware
dan Software Development Kit
untuk platform MeeGo.
“Selain itu, Intel AppUp menyediakan
kerangka etalase yang memungkinkan
ekosistem kuat bersama
jaringan OEM & pengecer.
Hingga saat ini ada lebih dari 18 toko
app rekanan yang menyediakan pengembang
dengan akses ke beragam
pasar melalui satu program,”
ujar dia. (c08)
XL Peduli
Head Of Corporate Communication XL Febriati Nadira menyaksikan Dokter dari tim IDI melakukan pemeriksaan kesehatan seorang
warga saat program layanan kesehatan gratis XL di Desa Cihideung Bandung, Sabtu (16/7). Pada kesempatan tersebut PT XL Axiata,
Tbk juga menyerahkan bantuan perangkat komputer.
Investor Daily/ist
“Pemerintah bisa saja mencabut
lisensi Smart kalau memang merugikan
negara dan rakyat,” kata anggota
Komisi 1 DPR Tantowi Yahya
ketika dihubungi oleh Investor Daily
di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Tantowi, permasalahan
ini seharusnya bisa selesai sebelum
akhir tahun. “Saya harapkan, masalah
ini secepatnya diselesaikan. Jangan
tunggu hingga akhir tahun karena
hal ini sangat merugikan rakyat,”
ujar dia.
Menurut Tantowi, masalah tunggakan
yang berlarut-larut otomatis
merugikan rakyat. Frekuensi yang
digunakan oleh Smart Telecom maupun
operator lain adalah kepunyaan
negara, yang tak lain adalah rakyat.
Penggunaannya diatur pemerintah.
Jika terjadi tunggakan BHP, masyarakatlah
yang dirugikan.
Sementara itu, anggota Komisi I
DPR Roy Suryo menyatakan, DPR
telah mengamati kasus ini sejak lama.
Sekitar dua bulan lalu, Komisi I DPR
pernah menanyakan masalah itu
kepada Menkominfo dan pihak Smart.
Dalam pertemuan kala itu ditemukan
fakta bahwa pihak Smart Telecom
memang belum membayar BHP di
frekuensi yang ditempatinya. Roy
menyatakan, kala itu kedua pihak
masih tetap pada pendirian masingmasing
dalam jumlah tagihan BHP itu.
Roy mengatakan, pihaknya akan
kembali menanyakan penyelesaian
masalah tersebut pada rapat dengar
pendapat (RDP) selanjutnya. “Meski
RDP selanjutnya belum dijadwalkan
tetapi sekitar sesudah bulan Puasa
kami akan panggil kembali Menkominfo
dan menanyakan masalah tersebut,”
ujar Roy.
Menurut Roy, pemerintah serius
menyelesaikan masalah itu. Operator
telekomunikasi mempunyai kewajiban
setoran dana kewajiban pelayanan
umum (USO) yang akan digunakan
untuk rakyat. Jika kewajiban
tersebut tidak dibayar, berarti merugikan
rakyat.
“DPR serius mengatasi masalah ini.
Bahkan kami mengharuskan kepada
Kemenkominfo agar masalah tersebut
selesai tahun ini sekaligus masalah
tentang penataan frekuensi,” kata dia.
Selain itu, Asdep Telematika dan
Utilitas Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian Eddy Satriya
menyatakan, permasalahan yang sudah
berlarut hingga bertahun-tahun
tersebut bisa menjadi penilaian yang
jelek bagi kinerja Kemenkominfo.
Senada dengan Tantowi dan Roy,
Eddy pun mengajurkan agar masalah
ini diselesaikan sebelum akhir tahun.
Ia pun menyambut baik jika nanti
Kemenkominfo benar-benar akan
meneruskan masalah tersebut ke
Panitia Urusan Piutang Negara
(PUPN) Kementerian Keuangan.
“Tetapi jangan sampai lempar badan
terhadap masalah ini. Saya anjurkan
Kemenkominfo untuk berusaha sebaik-
baiknya dahulu, namun jika memang
tidak ada jalan lain barulah bisa
meminta bantuan PUPN,” kata dia.
Meskipun begitu, ia menilai Kemenkominfo
belum perlu mengambil langkah
sampai mencabut lisensi Smart
Telecom. Itu bukanlah langkah yang
bijak. Kedua pihak harus terlebih dulu
menempuh cara lain yang lebih hatihati
dan bijaksana. Jika masih belum
bisa terselesaikan, itu akan
merugikan kedua belah pihak.
“Efeknya bagi Smart, mereka tidak
bisa menjadi operator yang berkembang
dan menawarkan layanan
yang bagus bagi masyarakat. Sementara
bagi Depkominfo, akan muncul
penilaian yang buruk baik dari
pemerintah maupun masyarakat,”
ujar dia. (c08)

July 15, 2011

Tifatul Tak Ingin RI Seperti Tunisia yang Gagal Kontrol Twitter

Otak ini menteri di mana ya?? Soal kontrol internet dia menyamakan dengan Indonesia dengan negara Arab totaliter nan Korup macam Libya dan Tunisia. Indonesia adalah negara demokratis dimana kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi ! PICIK bener ini menteri dari PKS yang satu ini..

++++
Kamis, 14/07/2011 14:38 WIB
Tifatul Tak Ingin RI Seperti Tunisia yang Gagal Kontrol Twitter
Ardhi Suryadhi – detikNews

Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring kembali menelurkan gagasan kontroversial. Dia menyebut pemerintah memiliki kewajiban mengontrol internet termasuk sosial media. Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari pergolakan.

“Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengontrol internet, jangan sampai seperti Tunisia dan Libya yang gagal dalam mengontrol media sosial seperti Facebook dan Twitter, sehingga terjadi pergolakan di negerinya,” jelas Tifatul.

Hal itu disampaikannya usai Pembukaan Roadshow Sosialisasi Internet Sehat dan Aman di SD Menteng 03, Jalan Cilacap nomor 5, Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2011).

Tifatul menjelaskan pentingnya kontrol dilakukan. Tujuannya baik, yaitu mengajarkan warga agar bertanggung jawab atas yang dilakukan.

“Dahulu itu kontrol terhadap pemerintah dilakukan melalui DPR, tapi sekarang kontrol dan kritisi terhadap pemerintah sudah ramai dilakukan melalui media sosial. Mereka (masyarakat) memang bebas mengeluarkan pendapat, tapi harus bertanggung jawab,” tuturnya.

(ndr/nrl)

++++++++++++++++++

AJI: Kalau Berontak Bukan Salah Sosial Media

Lontaran Menteri Tifatul bahwa pemerintah harus mengawasi sosial media, ditentang.
JUM’AT, 15 JULI 2011, 22:12 WIB Elin Yunita Kristanti, Harwanto Bimo Pratomo

Twitter (youngstownfire.com)
BERITA TERKAIT
Tifatul: Sosial Media Perlu Dikontrol
Situs Lokal Jadi ‘Tamu’ di Rumah Sendiri
Domain-domain Pengganti .Com
28 Maret, Baca NYTimes.com Harus Bayar
Tokobagus Raih Satu Juta Iklan Online
VIVAnews – Perubahan politik di berbagai negara seperti Tunisia, Yaman, Mesir, Libya, juga Malaysia menjadi alasan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring ingin mengontrol sosial media: Facebook, Twitter, dan jaringan internet lainnya. Pak menteri tak ingin pemerintah Indonesia lepas pengawasan terhadap sosial media.

Sontak, pernyataan Tifatul mengundang reaksi dari banyak pihak. Salah satunya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Koordinator Divisi Advokasi AJI, Margiyono mengatakan, rencana pengontrolan itu bakal mendatangkan lebih banyak ‘buntung’ dari pada untung.

Apalagi, UUD 1945 telah ditetapkan kebebasan bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan berinformasi. “Itu kan tindakan yang tidak ada dasar hukumnya, harus ditentang. Bahkan bisa digugat secara hukum,” ujarnya kepada VIVAnews.com saat ditemui seusai acara peluncuran ‘Cipta Media Bersama’ di Gedung Sequis Center, Jakarta, Jumat 15 Juli 2011.

Jika hanya dilandasi alasan menjaga kestabilan sosial masyarakat, sungguh tak tepat. Faktor yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial justru berupa ketidakadilan dan sistim politik yang tidak demokratis. “Sehingga aspirasi masyarakat tidak pernah disalurkan dan menumpuk terakumulasi menjadi kemarahan,” imbuhnya.

Peran sosial media ini, tambahnya, justru dapat meminimalisasi dampak-dampak yang tidak diinginkan dari kemarahan masyarakat tersebut. “Itu (sosial media) harus dianggap positif oleh pemerintah dari pada aspirasi itu tidak tersalurkan,” tuturnya.

Analogi pemerintah menggunakan kasus pemberontakan di beberapa negara seperti Mesir atau Tunisia dengan alasan penyebab sosial media, dianggapnya kurang tepat. Jangan lupa, rezim Soeharto tidak tumbang gara-gara Facebook, Twitter, atau BlackBerry Messenger — yang kala itu belum lagi lahir. Toh pemberontakan tetap terjadi.

“Itu bukan karena media sosialnya tetapi lebih karena pemerintahannya sendiri yang sudah diktator dan ketidakadilan sosial yang sudah berkembang,” tutupnya.

Penolakan juga datang dari pengguna sosial media, Wimar Witoelar. “Saya kira Pak Tifatul berbeda pendapat dengan banyak orang termasuk saya, dalam persepsinya mengenai peran sosial media yang dianggap sebagai bahaya padahal dia bisa membantu siapa saja,” ujarnya kepada VIVAnews.com.

Rencana pengontrolan ini, tambahnya, justru akan berdampak negatif buat Tifatul. Sebab, dalam hukum berkomunikasi, satu hal yang menjadi prinsipnya ialah membuka saluran seluas-luasnya. “Kemudian yang salah ditindak,” jelasnya. (eh)
• VIVAnews

May 1, 2011

Tifatul: Situs Pembuatan Bom Tak Akan Ditutup

Tifatul: Situs Pembuatan Bom Tak Akan Ditutup

Oleh Irvan Ali Fauzi | Inilah – Jum, 29 Apr 2011 17.46 WIB


Email
Cetak
KONTEN TERKAIT
Perbesar Foto
Tifatul: Situs Pembuatan Bom Tak Akan Ditutup
INILAH.COM, Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan tidak akan sembarangan menutup situs-situs, termasuk situs yang mengajarkan pembuatan bom. Sebab, situs itu belum tentu menyebarkan kebencian.
Menurutnya, tidak semua situs yang mengajarkan pembuatan bom itu menyebarkan kebencian. “Misalnya cara membuat bom nuklir itu kan pengetahuan biasa. Mudah dipelajari, misalnya, bahan ini dicampur ini menjadi bahan peledak,” ujar Tifatul saat dijumpai di Istana Merdeka, Jumat (29/4/2011).
Hal itu disampaikan menanggapi pertanyaan apakah pemerintah akan menutup situs-situs yang kemungkinan digunakan oleh teroris untuk belajar membuat bom. Sebab, kelompok teroris bom buku, bom Serpong, dan bom flyover Cawang, Pepi Fernando diduga mempelajari pembuatan bom dari internet.
Menurutnya, sebuah situs internet bisa ditutup jika terbukti menyabarkan kebencian. Sementara, jika hanya mengajarkan membuat bom, apalagi untuk pengetahuan, bukanlah sesuatu yang terlarang. “Tidak bisa (ditutup), itu dasarnya apa. Tapi kita sejauh ini juga mempelajari, tapi kalau sesuatu yang ilmiah sifatnya kita gak punya dasar untuk menutup,” ungkapnya.
Ia mencontohkan misalnya ada bom air, bom flur, bom ikan, bom asap. “Itukan pengetahuan umum saja. Yang dilarang itukan ngebom orang,” tandasnya. [tjs]

April 14, 2011

Sensor Situs Porno Menkominfo Dibobol Kader PKS Sendiri

Kombinasi pinter sama munafik

Jumat, 08/04/2011 19:50 WIB
Nonton Porno di Paripurna DPR
Sensor Situs Porno Menkominfo Dibobol Kader PKS Sendiri
Hery Winarno – detikNews

Foto: M Irfan (Media Indonesia)

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring pernah sesumbar akan menutup situs-situs porno yang ada di Indonesia. Tapi yang terjadi saat paripurna tadi pagi justru bertolak belakang dengan hal tersebut.

Anggota DPR dari Fraksi PKS, Arifinto terekam fotografer Media Indonesia sedang menonton video porno saat sidang paripurna. Arifinto pun dinilai telah membobol program Tifatul untuk mensensor situs porno.

“Ternyata justru Wakil Rakyat, dan wakil partainya sendiri yang membobol penyensoran yang dilakukan Menkominfo. Jadi malah dibobol orangnya sendiri,” ujar penggiat Internet Sehat-ICT Watch, Donny BU kepada detikcom, Jumat (8/4/2011).

Menurut Donny perang terhadap situs porno seharusnya tidak sekedar dilakukan dengan cara penutupan situs-situs yang mengandung konten porno. Perang juga diimbangi dengan ajakan yang bersifat moral.

“Perang terhadap situs porno harus juga menjangkau aspek moralitas, tidak sekadar gembar-gembor kepada masyarakat. dari kasus ini kan kelihatan siapa yang sesungguhnya tidak punya moral,” terangnya.

Menurut Donny, Arifinto yang berhasil membuka situs porno lewat tabletnya membuktikan situs porno belum berhasil ditutup oleh Menkominfo.

“Kasus ini membuktikan kalau Tifatul belum bisa merealisasikan apa yang sudah diucapkannya. Situs porno masih tetap ada,” imbuhnya.

Anggota DPR dari PKS Arifinto yang tertangkap kamera sedang menonton video porno saat rapat paripurna DPR, mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.

Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya.

“Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah,” katanya.

Arifin juga tetap menampik tudingan jika ia sengaja menonton video porno. Ia menonton video porno secara tidak sengaja, karena membuka link yang dikirimkan seseorang kepadanya.

“Pada waktu saya membuka e-mail, beberapa detik saya membuka, saya dijepret. Seolah-olah sampai kiamat saya nonton,” elak Arifinto.

Tags:
March 27, 2011

BIN Intai Twitter-Facebook, Ini Kata Tifatul

BIN Intai Twitter-Facebook, Ini Kata Tifatul
Elin Yunita Kristanti, Fadila Fikriani Armadita, Eko Huda S
RABU, 23 MARET 2011, 13:43 WIB
VIVAnews — Badan Intelijen Negara (BIN) berencana mengawasi kegiatan di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang dianggap berbahaya. Terkait itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring angkat suara.


“Nggak apa-apa, itu kan terbuka,” kata Tifatul usai menghadiri pembukaan Asia-Pacific Security & Defence Expo di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Rabu 23 Maret 2011.

Menurut Tifatul, jejaring sosial itu seperti Facebook dan Twitter, merupakan wilayah publik yang bisa diawasi oleh siapapun. “Saya saja diawasi terus, apalagi yang lain masa nggak boleh diawasi,” kata dia.

Tifatul mengaku, selain dipantau publik, ia juga kerap memantau aktivitas jejaring sosial di internet. “Saya saja mantau. Saya mantau dari dulu ya, Twitter dan Facebook,” kata dia. “Nggak usah diperintah masa kita nunggu perintah. Twitter kan bebas-bebas aja.

Tifatul juga tak khawatir pemantauan jejaring sosial itu akan
dijadikan alat politik oleh pihak yang berkuasa. “Nggak khawatir.
Twitter itu terbuka, dipelototin aja, nggak usah diintai ya,” kata
dia.

Sebelumnya, Kepala BIN, Jenderal (Pur) Sutanto mengatakan akan mengawasi jejaring sosial yang dinilai membahayakan. “Yang membahayakan tentu kami pantau. Yang arahnya teror dan subversif tentu kami pantau. Datanya kami serahkan ke Menkominfo, biar Menkominfo yang menentukan langkahnya,” kata Sutanto di gedung DPR, Selasa 22 Maret 2011. (sj)

March 8, 2011

RI butuh roadmap TI berkelanjutan

Hindari konflik antarvendor akibat implementasi teknologi

Bisnis Indonesia 8 Maret 2011

JAKARTA: Masyarakat telematika mengimbau pemerintah
untuk melibatkan industri dalam menyusun roadmap telekomunikasi dan teknologi informasi
agar berkelanjutan dalam jangka panjang.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia, mengatakan pemerintah
perlu menyusun roadmap yang dibangun bersama-sama antara pelaku usaha yang sudah
ada dan baru.

“Selama ini industri lebih banyak mengerjakan kepentingan dan strateginya masing-masing
dan tidak mengacu pada roadmap,” ujarnya baru-baru ini.
Menurut Wigrantoro, roadmap ideal dalam teknologi informasi
tidak pernah ada karena situasi itu belum tentu cocok dalam 5
tahun yang akan datang. Adapun komitmen dari roadmap tersebut
diharapkan dapat dilaksanakan karena ada ketersambungan
acuan dari berbagai pihak.

Dia mengingatkan daya saing suatu negara ditentukan oleh
industrinya bukan oleh pemerintah sehingga pemerintah harus
memahami dunia bisnis dan tidak semata hanya menganggap bisnis
sebagai dunia yang harus diawasi.
“Indonesia bukan negara penghasil
teknologi kecuali hanya
memanfaatkan. Jadi tantangannya
adalah membangun peta
jalan yang fokus pada optima lisasi
pemanfaatan apa pun
teknologinya.”
Dia memberikan contoh di
Indonesia yang menganut asas
teknologi netral kerap terjadi konflik
antarvendor yang ma sing-masing
ingin teknologinya dipakai.
Dengan kondisi ini diperlukan
kearifan untuk menentukan
teknologi yang dinilai paling efisien
dan memberikan manfaat yang
optimal tidak saja bagi target pendapatan
negara bukan pajak tetapi
juga kepentingan masyarakat.
“Kalau nanti ada long term evolution
[LTE atau 4G], next ada
teknologi apa lagi. Dalam diskusi
muncul pertanyaan investasi 3G
[saja] belum kembali, apakah
perlu ke LTE? maka perlu ada
dialog industri, pelaku bisnis
untuk menentukan apa teknologi
yang sebaiknya dipilih ke depan.”
Plh Dirjen Sumber Daya,
Perangkat Pos dan Informatika
Mu hammad Budi Setiawan me -
ngatakan pemerintah ingin memperluas
cakupan industri konten
atau kreatif. Menurut dia, industri
lokal belum dapat berkontribusi
banyak dalam peranti keras,
infrastruktur dan aplikasi software.
“Kami ingin setelah jaringan
banyak lantas [ada yang] me -
ngisi konten di dalamnya.”
Sebelumnya, pemerintah optimistis
Indonesia Connectivity
layanan voice akan tercapai 100%
pada akhir 2011.
Menkominfo Tifatul Sembiring,
mengatakan pemerintah akan
memprioritaskan konektivitas
layanan telepon (voice) sebagai target
yang harus dicapai akhir tahun
ini. “Jadi targetnya voice dulu dan
la yanan data akan mengikuti.
Untuk mencapai 100% data belumlah
ya,” ujarnya kepada Bisnis.
Dia menambahkan posisi saat
ini lebih dari 90% wilayah
Indonesia sudah tercakup layanan
telekomunikasi dan diharapkan
100% akhir tahun ini. (roni.
yunianto@bisnis.co.id)

February 4, 2011

Pengawas Internet Mati Suri Diakui Dunia, Diabaikan di Negeri Sendiri

begitulah nasib jika menteri Kominfonya sibuk ngurusin pornografi di Blackberry.. Urusan lebih penting jadi tidak diperhatikan
++++
Jumat, 04/02/2011 10:19 WIB
Pengawas Internet Mati Suri
Diakui Dunia, Diabaikan di Negeri Sendiri
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta – Mengenaskan. Begitulah nasib Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Lembaga pengawas internet yang namanya sudah mulai diakui dunia, malah diabaikan dan dibiarkan mati suri di negeri sendiri.

Kabar buruk ini jelas membuat banyak orang kesal, terlebih aktivis internet Heru Nugroho. Mantan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini menyesalkan tragedi yang menimpa ID-SIRTII saat ini.

“Sebagai salah satu tim yang membentuk ID-SIRTII jelas saya kecewa dengan Kementerian Kominfo. Mereka seperti tidak niat dan tidak siap untuk membentuk task force internet semacam ini,” keluhnya kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).

Ia pun mengakui banyak permasalahan yang terjadi di ID-SIRTII. Mulai dari masalah kekurangan sumber daya manusia untuk staf operasional, ketiadaan bandwith, link buat monitoring, dan tidak adanya manajer untuk pengawasan.

“Mekanisme birokrasi kita yang mempersulit situasi ini. Pelaksananya ID-SIRTII itu profesional semua, dan mekanisme birokrasi kita sulit mengakomodir kepentingan semacam ini. Anggaran telat, mekanisme pengadaan orangnya njelimet,” keluh Heru.

Yang lebih menyedihkan lagi, status ID-SIRTII di mata internasional. Bagaimanapun, lembaga pengawas internet kita telah mendapat pengakuan dari negara lain dan memiliki hak suara untuk pemberantasan cybercrime.

“Padahal di beberapa negara, bahkan di Vietnam, lembaga semacam ini dianggap strategis. Di sini saja yang tidak dianggap. Malah concern sama urusan blokir pornografi,” sesal Heru.

Di luar negeri, lembaga pengawas internet biasanya menggunakan nama CERT (Computer Emergency Response Team), seperti Malaysia (My-Cert), Jepang (JP-Cert), Australia (Au-Cert), Hong Kong (HK-Cert), dan lainnya. Lembaga seperti ini dinilai sangat strategis dengan biaya tinggi, karena upayanya untuk mengantisipasi kejahatan di dunia maya.

“Di sini, Kominfo malah berkutat sama pornografi, tidak peduli soal cyber emergency team, mikirnya langsung blokir,” papar dia lebih lanjut.

Heru berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi Kominfo agar lebih menghargai profesionalitas ID-SIRTII yang kabarnya lebih banyak menggunakan biaya sendiri untuk menopang keberlangsungan hidupnya.

January 18, 2011

Produk BlackBerry XL Kian Diminati

Tiffatul ngacam publik tidak peduli

Produk BlackBerry XL Kian Diminati
SURABAYA (Suara Karya): Pro dan kontra rencana penutupan BlackBerry (BB) ternyata tidak memengaruhi pemasaran PT XL Axiata Tbk (XL), justru polemik ini menambah pengetahuan masyarakat, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Menurut Management Services XL Axiata Area East Java-Bali-Nusra Martono mengatakan, produk paket BB-XL makin banyak diminati masyarakat. “Kita belum tahu berapa besar peningkatannya, namun mayoritas pelanggan tidak yakin layanan BB benar-benar bakal ditutup,” ujarnya di Surabaya, Senin (17/1).

Hingga saat ini, dari total 660.000 pelanggan BB XL, 30 persen di antaranya merupakan pelanggan dari wilayah Indonesia timur. Produk paket dijadikan andalan XL untuk memanfaatkan peluang dari pasar yang tak mau sibuk mengatur ponselnya. Jumlah pelanggan XL secara keseluruhan di Indonesia mencapai 35 juta orang. XL berharap, lebih dari 50 persen pelanggan XL juga menjadi pelanggan BB. (Andira)

January 9, 2011

Lantik 9 Pejabat, Kominfo Masuki Era Baru

detikiNet » News » Telecommunication
Jumat, 07/01/2011 16:49 WIB

Lantik 9 Pejabat, Kominfo Masuki Era Baru
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Menkominfo Tifatul Sembiring (rou/inet)

Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring melantik sembilan pejabat eselon I Kominfo. Pelantikan pejabat baru ini sekaligus menandai restrukturisasi seluruh direktorat yang ada di kantor kementerian.

Dari sembilan pejabat eselon I tersebut, hanya dua yang masih menempati posisi sebelumnya, yakni Basuki Yusuf Iskandar yang sebelumnya juga sebagai Sekjen Kominfo dan Agung Widjayadi yang kembali dipercaya menjadi inspektorat Jenderal Kominfo.

Sementara Syukri Batubara yang sebelumnya sebagai Sekditjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi dilantik menjadi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika.

Kemudian, Aswin Sasongko yang sebelumnya Dirjen Aplikasi dan Telematika, kini dilantik menjadi Dirjen Aplikasi Informatika. Sedangkan Kepala Badan Informasi Publik Freddy H Tulung berganti jabatan menjadi Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik.

Untuk Kepala Litbang, posisi itu dipercayakan kepada Aizirman Djusan yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kementerian.

Selain Dirjen, Tifatul juga melantik tiga staf ahli yaitu Suprawoto sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya dan Henry Subiakto sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa.

Sedangkan Cahyana Ahmadjayadi yang sebelumnya sebagai Kepala Litbang dilantik menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Keamanan.

Menurut Tifatul, rencana restrukturisasi ini telah direncanakan sejak lama sebelum dirinya ditunjuk menjadi Menkominfo. Rencana restrukturisasi ini telah dicanangkan sejak era Mohammad Nuh.

“Saya mengharapkan pelantikan ini akan menjadi driving forces di dalam Kominfo karena perubahan itu sebuah keniscayaan. Tidak bisa hanya dilakukan secara business as usual, tetapi harus lebih dari itu,” ujarnya di kantor Kominfo, Jumat (7/1/2011).

Kementerian Kominfo mengubah struktur organisasinya yang mulai berlaku awal tahun ini, dengan merombak beberapa Direktorat Jenderal. Perubahan struktur organisasi tersebut berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 17/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kominfo.

Dengan perombakan tersebut, tujuh Direktorat Jenderal seperti saat ini masih tetap ada, hanya saja terdapat perubahan nama Ditjen.

Dengan perubahan itu maka struktur baru itu adalah Sekretaris Jenderal, Irjen, Ditjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik dan Badan Litbang SDM.

Adapun struktur lama dari Kementerian Kominfo yang masih berlaku saat ini terdiri dari Sekjen, Irjen, Ditjen Pos dan Telekomunikasi, Ditjen Aplikasi Telematika, Ditjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Badan Informasi Publik dan Badan Litbang SDM.

Sementara, Muhammad Budi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Postel belum dilantik menjadi Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika. Masih sebagai Plt juga.

“Pak Budi belum dilantik karena belum memenuhi persyaratan untuk menjadi Dirjen karena masih ada masalah teknis golongan jabatan. Masih harus sekolah pimpinan dulu. Tidak lama kok,” kata Tifatul.

( rou / ash )

Dapatkan berita daerah, gossip & olahraga diHandphone Nokia dengan mengaktifkan layanan Nokia Life Tools

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga:
USO Harus Bisa Mengangkat Masyarakat Pedesaan
Menkominfo Optimistis Target Desa Berdering 2010 Tercapai
Ngopi Bareng detikINET
Pemerintah Terus Kejar Akses Menyadap BlackBerry

Share
(10) Komentar Kirim Komentar Disclaimer
gino09/01/2011 20:03 WIB
MENTRI NGGAK BECUS, BISANYA CUMAN NGURUSIN SELANGKANGAN! UJUNG UJUNGYA… » Selengkapnya
Suzanne09/01/2011 02:11 WIB
Menteri gak becus!!! … » Selengkapnya
Lina Amory09/01/2011 01:50 WIB
Tibakul menteri yg cm bsnya ngurusin Pornography, jgn2 dia doyan… » Selengkapnya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.