Archive for ‘My opinion’

July 4, 2011

MR A + MR L = Huh !

MR A + MR L = Huh !

4 Juli 2011

Ditengah kemelut yang lagi menyelimuti partai berlogo bintang mercy ini, kelihatannya para politikus partai Demokrat justru makin gencar melempar jurus misterius. Sebelumnya Wasekjen Ramadhan Pohan menunding ” Mr A” dibalik skenario buruk untuk menghancurkan Partai Demokrat dan SBY lewat kasus si M Nazaruddin. Hari ini ketua DPP Partai Demokrat Gde Pasek Suardika juga mengeluarkan pernyataan teka teki, sembari membenarkan pernyataan rekannya Ramadhan Pohan dia juga meluncurkan nama misterius baru yakni ” Mr L”. Menurut Gde Pasek Suardika si ” Mr A + Mr L” lah yang mendesign skenario untuk merontokan Partai Demokrat , popularitas Mr Presiden SBY dan Sang Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Sebagai awam , saya hanya bertanya apakah benar ada figur yang mendesign kemelut di Partai Demokrat atau penyebutan nama nama misterius ini hanya bagian dari upaya kontra opini publik yang sedang dijalankan oleh politisi Demokrat.

Selain mempertanyakan soal kebenaran mengenai nama misterius ini, saya juga curiga bahwa karena ketiadaan kepemimpinan politik dan juga ideologi yang kuat di pada kader politikus Demokrat, maka hal yang dapat mereka lakukan untuk menyikapi kasus dalam partai Demokrat adalah melimpahakan kesalahan kepada figur jadi jadian macam “Mr A dan Mr L ” . Entah apa lagi besok mungkin menjadi Mrs A dan Mr J ? Bagi saya sih siapapun yang melontarkan figur atau nama misterius ke publik bisa dianalogikan dengan tokoh komedi Dumb & Dumber bermain dalam dunia politik.

Berikut ini copas dari Detik.com

Senin, 04/07/2011 19:01 WIB
Tak Cuma Mr A, Demokrat Juga Sebut Mr L Tunggangi Kasus Nazaruddin
Gede Suardana – detikNews

Denpasar – Sosok Mr A yang disebut Wasekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan ingin mengganggu Partai Demokrat, masih misterius. Kini, Demokrat kembali melempar tudingan. Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika menuding ada lagi Mr L yang menunggangi kasus M Nazaruddin.

“Soal Mr A itu memang benar. Mr A mendesain bersama Mr L. Keduanya beda profesi tetapi targetnya sama, yaitu three in one,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada detikcom melalui telepon, Senin (4/7/2011).

Apa maksudnya target three in one? Mr L dan Mr A ini membuat PD rontok, popularitas SBY anjlok dan Ketum PD Anas Urbaningrum gagal. Kedua sosok yang dicurigai PD ini menyasar ketiga target dengan menggunakan kasus Nazaruddin.

“Semua kader dan keluarga Demokrat menginginkan Nazaruddin pulang, tapi mereka malah sebaliknya dengan mencegah kepulangannya ke Indonesia. Makin lama maka makin senang karena Demokrat, SBY dan Anas bisa dijadikan sasaran empuk untuk dirusak nama baiknya,” tegas Pasek, anggota Komisi II DPR RI ini.

Tetapi Pasek meyakini upaya kedua sosok tersebut akan gagal total. “Sekarang ini banyak komponen masyarakat yang mulai memberikan informasi soal upaya penghancuran Demokrat, SBY dan Anas. Mereka sayang dengan ketiganya dan tidak mau menjadi korban permainan kotor pihak-pihak yang berambisi terhadap kekuasaan,” tegas Pasek.

Pasek menambahkan, memang dalam kasus Nazaruddin yang menjadi korban adalah Demokrat. Nama Demokrat sering dijual untuk kepentingan pribadi. Padahal masih ada ratusan ribu kader dan jutaan simpatisan Demokrat masih tetap setia dengan platform partai yang anti KKN.

“Kami yakin Demokrat sudah bangkit kembali dan masyarakat mulai paham dengan aksi pesan singkat BBM (blackberry massenger) Nazaruddin adalah permainan orang lain. Pemahaman BBM, bohong-bohong melulu bahkan juga benar-benar manipulasi,” kata Pasek.
(gds/anw)

April 2, 2011

Bakrie merugikan negara US$477,3 juta, santai aja bos! !

Bakrie merugikan negara US$477,3 juta, santai aja bos! !

Menarik +7rating ►lilalila

Senin, 15 Feb ’10 18:05, dibaca 520 kali | Edit

Di Posting di Politikana : http://politikana.com/baca/2010/02/15/bakrie-merugikan-negara-us-477-3-juta-santai-aja-bos

Menurut perhitungan dan analisis dari ICW,  tiga anak perusahaan tambang milik Bakrie Group berpotensi merugikan negara  sebesar US$477,3 juta untuk tahun buku 2003-2008. Kelompok usaha ini  diduga sudah melakukan penggelapan pajak secara sistematis, selama 5 tahun. Hmm..  siapakah dirjen pajak saat itu ?  Bukankan sang Dirjen Pajak itu adalah mister  Hadi Poernomo , yang sekarang menjabat ketua BPK ?   Hadi Purnomo ini diberhentikan  oleh Menkeu Sri Mulyani, karena   laporan kinerja pajaknya  yang tidak beres.  Peridoe 2003- 2008 terjadi tindak pidana penggelapan pajak penjualan batubara yang dilakukan oleh anak usaha Bakrie group PT Bumi Resources/ sebesar US$620,5 juta. Luarr biasaa ! Kalau dihitung   cepat kerugian negara jauh lebih besar dilakukan oleh kelompok usaha Bakrie dibandingkan  dengan  perampokan Robert Tantular Bank Century.
Kasus penggelapan pajak  Bakrie akibatnya bagi Indonesia bukan saja penerimaan keuangan negara yang berkurang tetapi  soal  kehancuran   ekologi yang luarbiasa yang disebabkan oleh penambangan  batu bara extensif oleh 3 anak perusahaan tambang Bakrie. Aktifis  Lingkungan hidup pernah menobatkan kelompok usaha ini sebagai Penghancur Lingkungan nomer wahid.
Sekarang ini bagi presiden Esbeye adalah saat yang tepat dapat menoreh tinta emas di sejarah Indonesia dan mengembalikan lagi popularitasnya. Caranya  dengan bertindak tegas terhadap konglomerat pengemplang pajak, macam Bakrie Group. Langkah yang dilakukan  Presidan Esbeye  mirip dengan  tindakan   Vladimir   Putin memberangus kelompok oligarki tambang Rusia yakni dengan menasionalisasi usaha sekaligus menghukum berat  pemiliknya,karena menggelapkan pajak.
Tapi harapan itu mungkin hanya mimpi karena kembali pada kondisi  Indonesia yang terjadi justru sebaliknya.  Sang   Presiden  Esbeye sulit bertindak tegas, malah belum ada presedennya sang presiden bertindak seperti layaknya seorang presiden. Selain itu Sang Presiden justru  adalah sobat karib si penjahat pajak, Aboerical Bakrie.  Konon  karena  kenyamanan hubungannya dengan Aboerizal, sang Presiden pernah menggagas untuk  didudukannya  sebagai wapres walaupun entah oleh sebab apa justru terpilih adalah Boediono. Mungkin ini yang membuat berang Aboerizal terhadap tim ekonomi yang dekat sang Presiden Esbeye, karena diduga mereka yang menjegal langkah Aboeical jadi wapres.  Untuk melampiaskan kekesalannya  maka terjadilah aksi angket bank Century dan aksi parlemen jalanan (demonstrasi).Bagi Aboeical Bakrie mengeluarkan beberapa milyar rupiah untuk menggoyang /menjatuhkan  Sri Mulyani dan Boediono masih jauh lebih murah dari  pada harus membayar hutang pajaknya yang mencapai  berjumlah trilyunan rupiah.

Jadi tidak akan  mengherankan jika  Aboerical tetap  mendendangkan  lirik  dangdut si Oma Irama; ..Ssantaai !

April 2, 2011

Panitia Pansus mirip cowboy kampung

Panitia Pansus mirip cowboy kampung

Menarik +4rating ►lilalila

Sabtu, 13 Feb ’10 17:52, dibaca 236 kali | Edit

Di Posting di Politikana :

Panita pansus Bank Century yang sudah 2 bulan berjalan sampai sekarang belum menunjukan hasil yang signifikan.  Padahal  raison d’etre pembentukan  Panitia Angket Bank Century adalah menelusuri dugaan aliran dana talangan ke partai politik/ atau sponsor partai politik. Namun sampai sekarang penelurusan itu menemui kebuntuan.  Penelusuran Pansus  ternyata tidak berhasil menemukan apa apa.  Untuk menutupi ketidak kompetenan kerja  panitia pansus, mereka  justru berlagak cowboy, main gertak, ancam, sita  dan tembak siapa saja yang menurut mereka menghalangi langkah mereka.

Kemarin anggota Pansus dari Hanura Akbar Faisal, membuat kesalahan konyol;    Anggota Pansus Angket Century ternyata bingung sendiri dengan data dan angka kasus bail out Century.   Anggota Pansus Akbar Faisal meralat pernyataannya bahwa nasabah Bank Century, AR, merupakan penyumbang dana kampanye pasangan SBY-Boediono. Ternyata pernyataan itu salah total.

Hari ini  Pansus mengancam mau menyandera direksi bank Mutiara (Century). Alasannya Direksi Bank tidak mau menyerahkan nama nasabah yang mereka curigai. Aksi yang terakhir ini jika dibiarkan bisa menyebabkan industri perbankan Indonesia babak belur. Bayangkan anggota pansus ( yang kredibiltasnya meragukan ini) menerabas undang undang Kerahasiaan Perbankan. Pansus seperti tidak mau peduli bahwa urusan data perbankan itu adalah hal yang sakral industri perbankan. Sigit Pramono dari  Ketua Perhimpunan Perbankan Nasional , menyarankan pansus meminta ijin dari pengadilan dan Bank Indonesia.

Kapan  prilaku pansus macam cowboy kampungan ini segera berakhir ? Apa kiranya  yang dapat menghentikan aksi cowboy panitia pansus Bank Century ?  Saya pribadi  sudah sangat  muak melihat  tingkah polah  panitia pansus Bank Century

 

 

 

 

April 2, 2011

Yang Mulia Hadi Poernomo

Yang Mulia Hadi Poernomo

Lucu +9rating ►lilalila

Selasa, 16 Feb ’10 16:14, dibaca 337 kali | Edit

Di Posting di Politikana : http://politikana.com/baca/2010/02/16/yang-mulia-hadi-poernomo

Hadi Poernomo, mister no 1  BPK  bisa jadi adalah manusia yang paling mulia di bumi Indonesia.  Saya masih mencoba membayangkan selama bertahun tahun   orang berduyun duyun  yang mau menghibahkan kekayaaan kepadanya ; mulai dari tanah di LA , bukan Lenteng Agung, tapi Los Angeles, USA(liathttp://www.detiknews.com/read/2010/02/16/135916/1300600/10/dapat-hibah-tahun-1980-an-ketua-bpk-beli-tanah-di-la?991102605), apartemen, berlian, mobil Mercedes, Cherokee, Kijang dll.  Kesimpulan jumlah kekayaannya mencapai 97 % adalah hasil  hibah.  Amazing !!!

Menurut tradisi masyarakat yang agamis, seorang individu yang memperoleh  dihibahkan kekayaan  dikarenakan ia adalah seorang  figur mulia; figur yang telah menjadi panutan yang telah  teruji  kearifannya. Figur ini memiliki gaya hidup sangat sederhana. Jauh dari keinginan duniawiah.akibatnya figur mulia ini tidak memiliki kekayaaan apapun di dunia ini kecuali kain yang melilit tubuhnya. Oleh sebab itu masyarakat menjadi iba , sehingga mau  menghibahkan sedikit kekayaan duniawiahnya kepadanya, minimal yang mulia ini  dapat hidup layak.

Saya tidak mau berburuk sangka dengan mister Hadi Poernomo, tapi sampai sekarang belum pernah ada orang yang pernah bersaksi  bahwa beliau adalah figur  yang mulia. Mungkin kemuliaan baginya adalah  mister Hadi Poernomo  pernah menyumbang atau mendirikan rumah ibadat.   Rekor catatan yang ada mengenai Mister Hadi Poernomo terbatas pada  beliau pernah “dipermuliakan” sebagai birokrat   direktorat pajak  sejak tahun 1973;(http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/h/hadi-poernomo/index.html).

Lantas   dari mana, mengapa, bagaimana dan siapa yang  menganggap mister Hadi Poernomo adalah mahluk direktorat pajak   yang patut diganjar hibah melimpah ruah ?  Sudah saatnya KPK terus mengejar  hibah yang melimpah milik  pejabat /mantan pejabat yang bernaung dibawah Departemen Keuangan.

 

April 2, 2011

Hampir Rp 1/2 Trilyun buat Misbakun & co

Hampir Rp 1/2 Trilyun buat Misbakun & co

Penting +5rating ►lilalila

Jumat, 12 Mar ’10 20:53, dibaca 455 kali |Edit

Di posting di Politikana : http://politikana.com/baca/2010/03/12/hampir-rp-1-2-trilyun-buat-misbakun-co

Kasus  L/C bodong PT Selalang(slulung) Prima Internasional, yang dimiliki oleh mister   Misbakun, bisa berkembang menjadi kasus pembobolan Bank Century dan  penggelapan duit talangan PMS LPS (Penyertaan Modal Sementara dari Lembaga Penjaminan Kredit ).  Investigasi dari Majalah Tempo minggu ini ( Majalah Tempo Edisi :02/39,8 Maret 2010) berhasil melacak perjalanan akal akalan PT Selalang untuk mendapatkan fasilitas perbankan dari Bank Century. Laporan investigasi ini menurut saya berhasil menunjukan bukan saja  permainan busuk PT Selalang untuk mendapatkan LC dari Bank Century, tetapi juga sepak terjang Misbakun cs.

Dari beberapa milis saya mendapatkan informasi  yang konon berasal dari raw version audit investigasi  BPK.  Berdasarkan informasi itu cukup mengagetkan karena PT Selalang tidak saja berhasil mendapatkan fasilitas  LC dari Bank Century tetapi mendapatkan juga dana talangan PMS dari LPS. coba lihat  rinciannya :

PT Selalang Prima International

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Letter of Credit (L/C) dan konfirmasi dengan pihak terkait diketahui hal-hal sebagai berikut :

1. PT Selalang Prima International merupakan perusahaan yang bergerak usaha perdagangan dan didirikan pada tanggal 2 November 1999 sesuai Akte Notaris No. 3 dengan pemilik Mukhamad Misbakhun dan Franky Ongko Wardoyo dengan jumlah kepemilikan masing-masing 99% dan 1%. Sedangkan pengurus PT Selalang Prima International yaitu Franky Ongko Wardoyo sebagai Direktur dan Mukhamad Misbakhun sebagai Kornisaris.

Berdasarkan liasil pemeriksaan diketahui bahwa PT Selalang Prima lnternational memperoleh perlakuan istimewa dalam memperoleh fasilitas L/C dari Bank Century dimana L/C yang diberikan didasarkan kepada instruksi dari Robert Tantular (Pemegang Saham Bank Century) dan Hermanus Hasan Muslim (Dirut Bank Century) sesuai keterangan dari Pimpinan Kantor Pusat Operasional (KPO) Senayan yaitu Linda Wangsadinata.

2. Fasilitas Letter of Credit (L/C) yang diberikan kepada PT Selalang Prima lnternational adalah L/C No. 0474LC07B sebesar USD22.5 juta dengan jaminan (margin deposit) berupa deposito sebesar USD4.5 juta (atau 20% dari plafond L/C). Fasilitas L/C tersebut digunakan untuk transaksi impor Bentulu Condensate dari Grains and lndustrial Products Trading PTE, Ltd. (Beneficiary) sesuai kontrak (Sales Contract) No. GRIP S07-4955-1807 tanggal 23 November 2007 dengan Bank Penjamin (Negotiating Bank) adalah—National Cornmercial Bank (NCB), Jeddah dan Bank Koresponden adalah Saudi National Commercial Bank (SNCB), Bahrain;

3. Pemberian fasintas L/C tidak didukung oleh analisa dan prosedur yang komprehensif, khususnya kemampuan/kondisi keuangan perusahaan, namun L/C tersebut telah rnendapat persetujuan dari Komite Kredit, baik Komite Kredit Cabang (Kabag Operasional dan Kepala Cabang), Komite Kredit Wilayah (Kakanwil) dan Komite Kredit Pusat yaitu Direksi (Hermanus Hasan Muslim dan Hamidy) dan Komisaris (Poerwanto Kamsjadi dan Rusli Prakarsa). Perjanjian Kredit telah ditandatangani secara notariat termasuk pengikatan jaminan (gadai deposito) sebesar USD4.5 juta pada tanggal 22 November 2007.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Kebijakan Perkreditan Bank dan Pedornan Pelaksanaan Kredit Bank Century No.20/SK-DIR/Century/IV/2005 tanggal 21 April 2005.

4. Bank Century telah menempatkan jaminan (deposit) pada SNCB, Bahrain sebesar USD50 juta berupa US Treasury Strips dengan ISIN US9l2803BD41 dalam rangka pembukaan L/C untuk PT Selalang Prima International. Jaminan (deposit) Bank Century kepada Bank SNCB, Bahrain tersebut tidak sebanding dengan janminan (deposit) L/C yang diberikan oleh Debitur sebesar USD4.5 juta (atau 20% dari plafond L/C). Jaminan sembilan debitur lainnya yang mendapat fasilitas L/C dari Bank Century juga berkisar 5% – 20% dari plafond L/C;

5. Realisasi penggunaan L/C tersebut adalah sebesar USD22,499,964.63 yang jatuh tempo tanggal 19 November 2008 sesuai surat konfirmasi dari The Bank of New York Cabang Singapore tanggal 28 November 2007;

6. Pada saat jatuh tempo L/C tanggal 19 November 2008, PT Selalang Prima International tidak mampu membayar kewajiban L/C sehingga Bank Century melakukan eksekusi jaminan deposito sebesar USD4.5 juta. Pada tanggal 24 November 2008, Bank Century dan PT Selalang Prima International melakukan restrukturisasi L/C tersebut dengan melakukan pembayaran sebesar USD1.5 juta sehingga nilai outstanding L/C tersebut sebesar USD16.5 juta (USD22.5 juta – USD4.5 juta — USD1.5 juta);

7. Jaminan Bank Century berupa US Treasury Strips sebesar USD50 juta yang ditempatkan di SNCB, Bahrain tersebut pada akhirnya dijual dengan nilai penjualan sehesar USD24,62l,500 atau 49,243% dan digunakan untuk pelunasan L/C PT Selalang Prima International sebesar USD22,499,964.63 sedangkan sisanya ditransfer ke rekening Nostro Bank Century di Standard Chartered Bank. New York.

Penjualan US Treasury Strips tersebut mengakibatkan terjadi kerugian yang harus ditanggnng oleh Bank Century sebesar USD25,378,500 (USD50,000,000 — USD24,62l,500) atau ekuivalen Rp275.089 juta dan pada akhirnya membebani Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh LPS.

8. Bank Century juga telah melakukan penyisihan (PPAP) atas L/C PT Selalang Prima International tersebut sebesar USDI6.5 juta atau ekuivalen sebesar Rp179.850 juta posisi 31 Desember 2008 dan pada akhirnya membebani Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh LPS.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, porsi PMS yang digunakan untuk menutup kerugian Bank Century dan fasilitas L/C PT Selalang Prima International adalah sebesar Rp454.939 juta, terdiri dari:

* Kerugian atas penjualan US Treasury Strips untuk pelunasan L/C kepada NCB, Jeddah sebesar USD25,378,500 atau ekuivalen Rp275.089 juta;

* Penyisihan (PPAP) atas L/C PT Selalang Prima International sebesar USD 16.5 juta atau ekuivalen Rp179.850 juta.

 

April 2, 2011

Susahnya mencari calon pimpinan KPK

usahnya mencari calon pimpinan KPK 3

Penting +5rating ►lilalila

Rabu, 11 Agu ’10 23:10, dibaca 344 kali | Edit

Diposting di Politikana : http://politikana.com/baca/2010/08/11/susahnya-mencari-calon-pimpinan-kpk

Seleksi calon pimpinan KPK menyisakan 7 calon yang bakal duduk jadi bos KPK ( lembaga super untuk pemberantasan korupsi ). ternyata dari  7 yang tersisa ada 2 calon yang wajib ditolak sebab mempunyai rekam jejak sangat buruk dalam pemberantasan korupsi.  Dua orang itu adalah yang berprofesi jaksa dan mantan polisi. Selain dari dua itu Jimly Asshiddiqie mantan ketua MK, ternyata juga memiliki rekam jejak yang tidak kalah buruknya. Citra  Jimlly mungkin agak tertolong ketika dia  menjabat sebagai ketua hakim Mahkamah Konstitusi lumayan baik, setidaknya tidak membuat putusan yang kontroversial menurut logika hukum.

Kelihatannya negeri yang berpenduduk 235 juta ini sulit sekali mencari seorang profesional yang mumpuni dan juga memiliki rekam jejak yang bersih.

 

 

Berikut ini saya copy paste rekam jejak calon pimpinan KPK yang rekam jejaknya terlacak oleh ICW :
1. Sutan Bagindo Fahmi

Jabatan Terakhir:
- Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI
Kasus yang ditangani:
- kasus ruislag Bulog dengan PT Goro Betara Sakti dengan terdakwa Tommy Soeharto, Beddu Amang, dan Ricardo
- Kasus Dana non budgeter Bulog dengan terdakwa Akbar Tandjung, Dadang Sukandar dan Winfried Simatupang
- Kasus Techincal Assiten Contract dengan terdakwa Ginandjar Kartasasmita dan IB Sudjana
- Kasus Pembalakan liar Oktober 2007 dengan terdakwa Adelin Lis

Catatan ICW: Pernah diperiksa internal Kejaksaan Agung, mendapatkan sanksi penurunan pangkat dan mutasi sebagai staf ahli jaksa Agung RI
2. Jimly Asshiddiqie

Jabatan terakhir: Ketua Makhkamah Konstitusi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Kasus Yang ditangangi:
- Menjadi hakim MK memutuskan judicial review UU Komisi Yudisial, memangkas kewenangan Pengawasan Komisi Yudisial
- Menjadi hakim MK memutuskan judicial review UU KPK, membatalkan keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Catatan ICW: Pada tahun 2000 pernah melaksanakan ibadah umroh bersama istrinya dengan Dana Abadi Umat (DAU).

3. Irjen Pol (Purn)) Chairul Rasyid

Jabatan Terakhir: Kapolda Jawa tengah (2004-2006).

Catatan ICW: Tahun 2008 pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah. Memberikan dukungan terhadap calon Presiden dan wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wiranto.

4. Busyro Muqodas

Jabatan Terakhir: Ketua Komisi Yudisial (sampai sekarang)

Catatan ICW: Sebelum menjadi Ketua KY, menjadi pengacara dan dosen di Universitas Islam Indonesia. Lolos dalam uji fit & proper test di DPR pada saat pemilihan Komisioner Komisi Yudisial

5. Melli Darsa

Jabatan Terakhir: Advokat Senior di Melli Darsa and Co

Catatan ICW: Tidak berpengalaman dalam kasus korupsi. Selama ini banyak menangani perkara korporasi atau perusahaan.

6. I Wayan Sudirta

Jabatan Terakhir: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Bali (Sampai sekarang).

Catatan ICW: Menjabat Ketua Kauskus Anti Korupsi DPD RI

7. Bambang Widjojanto

Jabatan Terakhir: Advokat dan Penggiat LSM Anti Korupsi

Catatan ICW: Pengacara Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah

 

 

April 2, 2011

Standar ganda ala Citibank

Di muat di Politikana 2 April 2011

Beberapa tahun yang lalu  Citibank  selalu menjadi patokan untuk urusan pelayanan dan kinerja industri perbankan di Indonesia. Bank yang terkenal memiliki jaringan perbankan terluas di Dunia ini selain memiliki pelayanan prima bagi nasabahnya, juga terkenal memiliki sistem rekruitmen dan pendidikan bagi calon bankir. Untuk  Indonesia citra bank ini juga terkenal karena telah berhasil menelurkan para bankir yang handal. Banyak diantara bankir dan CEO top Indonesia adalah jebolan eksekutif Citibank, salah satunya adalah Emirsyah Satar, bos Garuda Indonesia , adalah mantan Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank. Dengan reputasi  ini, menurut perkiraan kasar, sedikit sekali alumnus Citibank harus menghabisi waktunya di hotel prodeo.

Kasus penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh bankir seksi yang sudah senior di Citibank, Inong Melinda Dee , mengundang saya untuk berselancar di Internet untuk mencari tahu sepak terjang Citibank  di negara lain. Sementara dari penemuan menarik hasil berselancar di internet bukan soal  kasus menggelapkan uang nasabah Citibank  ( kasus serupa juga terjadi di USA dan tempat lain),tapi yang menarik adalah kasus pemecatan seorang bankir yang bernama  Debrahlee Lorenzana oleh Citibank. Alasan pemecatan dia bukan karena kasus menggelapkan uang nasabah tapi karena  ”postur tubuh ” miss Debrahlee Lorenzana ini dianggap  terlalu mengganggu atasan dan rekan sepekerja yang laki laki. Lekukan  tubuh miss Lorenzana   dianggap oleh pihak Citibank bisa  mengganggu  konsentrasi  rekan sepekerjanya yang laki laki. ( *heuleuh),padahal dalam dari tatabusana yang dikenakan  Miss Lorenzana, dia selalu berpakaian sopan seperti layaknya karyawan di  sektor finansial . Sekarang ini Miss Lorenzana sedang menggugat balik  pihak Citibank .(link :http://nymag.com/daily/intel/2010/06/debrahlee_lorenzana_is_too_hot.html )

Mengamati kasus yang dialami oleh miss Lorenzana, rupanya Citibank USA menerapkan standar “syariah” (mirip di Aceh)  dengan melakukan pembatasan  terhadap akses buat mencari nafkah karyawatinya berdasarkan ” postur tubuh” atau ekspresi terhadap tubuh yang bersangkutan.

Jika kita bandingkan dengan Citibank Jakarta, kantor pusat Citibank harus banyak belajar. Standar yang dipakai oleh Citibank Jakarta  adalah standar metropolis.  Citibank Jakarta  justru memberikan kebebasan  untuk mengolah dan mengeskrpesikan tubuhnya, terutama di divisi  ”Private Banking “.  Konon kabar Miss Citibank Jakarta, Inong Melida Dee  sudah menghabiskan uang banyak termasuk uang dari para nasabah binaannya, untuk mempermak keindahan postur tubuhnya.  Mungkin  saja di divisi ” Private Banking” justu ” postur tubuh” dan wajah nan cantik menjadi bahan penilaian dari pihak manajemen Citibank.  Asumsi dari Pihak Manajemen Citibank para nasabah Private Banking Citibank adalah kaum laki laki  yang memerlukan pelayanan ekstra spesial.   Alasan ini pula   yang rupanya  bisa menyebabkan pihak pengawas internal luput mengawasi  tindakan kriminal yang dilakukan oleh miss Inong Melinda Dee, karena setelah 3 tahun aksi kriminal nya baru ketahuan oleh pihak manajemen.

Kita tunggu saja, apakah Miss Inong Melinda Dee,nan cantik dan bohay ini dapat lolos dari pihak kepolisian dan kejaksaan RI

March 30, 2011

Si Nurdin minta Presiden copot Menpora

Si Nurdin minta Presiden copot Menpora

lilalila

Senin, 28 Mar ’11

Agak kaget saya membaca headline detik.com :” Nurdin Minta Presiden copot Menpora ” . Logika fatsoen publik di negeri tercinta ini, sejak dipimpin oleh Presiden Beye, kelihatannya sudah jadi kebalik bolak. Orang yang memiliki reputasi korup bermoral jeblok sepertinya merasa masih memiliki high moral ground , sehingga dapat menghimbau publik. Masih ingat Gayus dan Susno Duaji, juga melakukan aksi yang mirip si Nurdin.

Suburnya himbawan konyol ini, mungkin berangkat dari tidak adanya kewibawaan dan kepemimpinan dari Presiden Beye , sudah mulai dari  tantangan para pecundang dari FPI (Munarman dan Riziek_, dan juga  Jendral jendril purnawirawan  untuk berbuat makar. Pernyataan provokatif untuk melakukan makar sampai saat ini sepertinya hal yang sepele bagi Sang Presiden., mungkin ada benernya juga, tapi akibatnya  setidaknya untuk 3 tahun  publik hanya akan disuguhkan oleh tidakan dan pernyataan konyol dari para elit politik dan curhat Presiden .

ini copas : dari detik

Nurdin Minta Presiden Copot Menpora Arya Perdhana – detiksport

Jakarta – Nurdin Halid menanggapi sikap pemerintah yang menyatakan tidak lagi mempercayai PSSI di bawah kendalinya. Ia bahkan meminta Presiden RI untuk mencopot Andi Mallarangeng sebagai Menpora.

Demikian disampaikan Nurdin di kantor PT. Liga Indonesia, Jakarta, Senin (28/3/2011), menjawab pertanyaan wartawan tentang sikap Menpora yang beberapa jam lalu dilontarkan kepada publik.
“Kami memohon dengan sangat, meminta presiden untuk mencopot Menpora Andi Alfian Mallarangeng karena tidak cakap menjadi menpora,” ujar Nurdin.
“Sebagai anak bangsa, meski sampah, tapi saya sudah berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Saya tidak rela dizolimi terus,” sambungnya.
“Andi Alfian menerima KPPN, berkonsultasi dengan KPPN, memerintahkan sesuatu yang tidak benar. Karena itu saya memohon kepada Presiden SBY yang saya cintai untuk mencopot Saudara Andi Alfian karena tidak cakap menjadi menpora,” tegasnya.

Tags:
February 15, 2011

Logika Pendukung Abu Bakar Ba’asyir

Logika Pendukung Abu Bakar Ba’asyir

Di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan para pendukung Abu Bakar Baasyir membacakan orasi yang menilai pemerintahan SBY telah melakukan 6 bentuk penghianatan yaitu

1. Pemerintahan SBY telah mendukung keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah meski sudah dinyatakan sesat oleh MUI.

2. Pemerintahan SBY melakukan penghinaan terhadap umat Islam yang berkomitmen melaksanakan ayat Al-Quran, dengan menuding kami sebagai teroris.

3. Pemerintahan SBY telah memicu konflik yang memicu SARA. Peristiwa Ciketing, Cikeusik, dan Temanggung merupakan bentuk perlindungan pemerintahan yang terlalu berlebihan mlindungi monirortas.

4. Pemerintahan SBY telah mengadili dan melecehkan Qur’an dan Hadits.

5. Pemerintahan SBY telah membentuk Densus 88 untuk menculik para aktivis Islam.

6. Pemeerintahan SBY telah membentuk Badan Penanggulangan Teoris untuk memata-matai umat Islam. sumber dari Inilah.com : http://nasional.inilah.com/read/detail/1235732/6-dosa-pemerintah-versi-pendukung-baasyir

Menurut saya yang paling menarik adalah point no 3 : kejadian di Cikeusik dan Temanggung merupakan bentuk perlindungan pemerintahan yang terlalu berlebihan terhadap kelompok minoritas. Apa nggak terbalik tuh?

Pertama, jika tudingan pendukung ABB ini benar, maka harusnya yang menjadi korban adalah anti Ahmadyah, atau korban akan banyak dipihak FPI.

Kedua, korban berjatuhan di Cikeusik dan Temanggung adalah akibat tindakan pembiaran dari aparat keamanan negara (polisi). Polisi yang seharusnya memberikan tindakan perlindungan justru tidak melakukan tugasnya. Untuk perlindungan minimal pun kelompok minoritas tidak mendapatkannya, itu sebabnya ada korban nyawa dan kerusakan dari harta benda.

Yang bagi saya mengkhawatirkan sekarang adalah logika berpikir bengkok macam pendukung ABB ini yang tidak berbeda jauh dengan Habib Riziek dan Munarman cs mendapat tempat di warga politikana dan khalayak umum.

Tags:
November 21, 2010

Dahsyat! Jika Gayus ke KPK,tapi siapa takut ?

Dahsyat! Jika Gayus ke KPK,tapi siapa takut ?
Dimuat juga di Politikana : http://politikana.com/baca/2010/11/20/dahsyat-jika-gayus-ke-kpk-tapi-siapa-takut.html

Kelihatannya partai Demokrat mendapatkan momentum politik dalam kasus Gayus. Hari ini ada dua pernyataan penting yang dikeluarkan, pertama oleh sang ketua umum Anas Urbaningrum, dan yang kedua oleh Rachland Nashidik Sekretaris Departemen Bidang HAM Partai demokrat.
Bagi saya pernyataan ketua umum Anas urbaningrum sebenarnya datar dan normatif sesuai dengan karakter beliau, yang kalem dan santun. (lihat : http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/11/20/brk,20101120-293053,id.html) Pertama Anas Urbaningrum ingin kasus Gayus harus diproses dengan sungguh sungguh oleh aparat hukum,secara konsisten dan tanpa pandang bulu
Kedua, Anas juga ingin memperingatkan agar kasus Gayus jangan ditafsirkan atau dicambur aduk didalam ranah politik. ” Jangan ditafsirkan dan dilarikan ke ranah politik yang merugikan partai politik atau politisi tertentu,” Siapa yaa ??
Bagi saya pernyataan dari Rachland Nashidik ,Sekertaris Departemen HAM, lembih menukik ke sasaran dan realistis. (lihat :http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/11/20/brk,20101120-293084,id.html) . Menurut Rachland, kasus Gayus sudah selayaknya diambil alih oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Dia juga menggaris bawahi soal komitmen Presiden pada imparsialitas hukum yang harus diwujudkan dengan benar oleh Kapolri mister Timur Pradopo (wow !) . Dimata masyarakat dan politisi Demokrat ini Jendral Timur Prodopo kredibilitasnya sudah pada titik nol, karena terbukti Gayus bisa bebas lepas sejak dalam tahanan di Mako Brimob, bahkan bisa jalan jalan ke Bali. Rachland merujuk pada artikel Pasal 8 sampai 10 UU Komisi Pemberantasan Korupsi emberikan kewenangan kepada KPK untuk melakukan supervisi, tapi juga mengambil alih kasus dari tangan polisi dan jaksa dalam keadaan yang telah disyaratkan. Menurut Rachland dengan kasus ini diambil alih oleh KPK, maka upaya untuk menghalangi proses hukum melalui transaksi politik dalam koalisi dapat dihindari, dan upaya kearah situ sudah diisyaratkan oleh Presiden SBY,bahwa presiden tidak akan mencampuri urusan hukum dalam kasus Gayus..
Salut dengan Mister Rachland karena pernyataannya yang jelas dan cerdas itu
memberikan petujuk kepada publik siapa yang berkepentingan dan cemas oleh kasus Gayus, sekaligus menghalangi manuver politik media yang dikuasai oleh ketua umum Golkar.
Catatan :

Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.