detikFinance » Bursa dan Valas
Kamis, 03/05/2012 14:12 WIB
Hilangnya Dinasti Soeharto di Global Mediacom
Feby Dwi Sutianto – detikFinance
Jakarta – Mundurnya anak almarhum mantan Presiden Soeharto, yaitu Bambang Trihatmodjo, dari PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menandakan mulai pudarnya dinasti Cendana di bisnis tersebut.
Seperti dikutip detikFinance dari berbagai sumber, Kamis (3/5/2012), perusahaan yang dulunya bernama PT Bimantara Citra Tbk itu awalnya merupakan raksasa bisnis keluarga Cendana yang didirikan pada 1981 lalu.
Pada tahun 1989, Bimantara Citra mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia/BEI). Kemudian pada tahun 2002, Bimantara Citra diakuisisi oleh PT Bhakti Investama Tbk (BHIT).
Perusahaan berganti nama menjadi Global Mediacom pada 2007 ini mendirikan Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) pada tanggal 6 November 1988 dan meresmikan sebagai stasiun televisi swasta pertama.
Sempat juga menghimpun MTV Asia dan Nickelodeon Indonesia pada tahun yang sama mulai merintis berdirinya PT Sindo Citra Media (sekarang bernama PT Surya Citra Media), dan mendirikan Radio Trijaya FM (sekarang bernama Sindo Radio) dan Surya Citra Televisi (SCTV).
Selain itu ada TPI (sekarang bernama MNCTV), diambil alih pada tahun 2003 menyusul Global TV (sejak tahun 2002), Radio Dangdut TPI (sekarang bernama Radio Dangdut Indonesia), Harian Seputar Indonesia, Majalah TRUST (sekarang bernama Sindo Weekly), Tabloid Genie, Global Radio (sebelumnya bernama Radio ARH) dan Women Radio (sejak tahun 2005 jadi V Radio), Realita, Mom and Kiddie, serta Okezone.com.
Pada tahun 1997, atas permintaan Viacom Indonesia dan Bhakti Investama, perseroan menghimpun semua perusahaan media yang didirikan tahun 1987-1991 dalam satu kelompok bernama Media Nusantara Citra. Direktur Utama Global Mediacom saat ini adalah Hary Tanoesoedibjo.
Kini, seluruh perusahaan yang dulunya dikuasai keluarga Cendana ini diambil alih oleh Hary Tanoe. Salah satu yang paling sering terdengar adalah kisruh kepemilikan di MNCTV yang dulunya bernama TPI, antara Hary dan Siti Hardianti Rukmana alias Tutut, salah satu putri almarhum Soeharto.
Hary punya ambisi untuk menjadi jawara bisnis media penyiaran dan telekomunikasi itu sudah menggunakan MNC untuk membeli 99,9% saham Global Mediacom dari Bambang Tri.
Seperti diketahui, Bambang Trihatmodjo resmi mengundurkan diri sebagai Komisaris BMTR. Putra mantan Presiden Soeharto ini tak lagi menjabat sebagai Komisaris terhitung sejak RUPS Global Mediacom pada 30 April 2012.
(ang/hen)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Permohonan IPO MNC Sky Vision Masuk ‘Meja’ BEI
MNC Pede Dapat Untung Rp 1,5 Triliun
Mantan Kepala BIN Sutanto Jadi Komisaris MNC
Share
Komentar terkini (0 Komentar) · Follower Komentar
Baca Komentar Kirim Komentar
Komentar kosong
Berita Terpopuler
Kamis, 03/05/2012 16:38 WIB
Orang Terkaya RI Pimpin Perusahaan Tambang Bakrie
Kamis, 03/05/2012 15:43 WIB
Ini Gagasan Baru SBY Agar Rakyat Hemat Pakai BBM
Kamis, 03/05/2012 14:12 WIB
Hilangnya Dinasti Soeharto di Global Mediacom
Kamis, 03/05/2012 16:06 WIB
Gaji Rp 2 Juta Bebas Pajak, SBY: Ini Demi Buruh Sejahtera, Bukan Politis
Kamis, 03/05/2012 13:49 WIB
Ini Alasan PNS Doyan Korupsi Uang Perjalanan Dinas
Komentar Terpopuler
Kamis, 03/05/2012 – 16:27
Dirjen Pajak: Infrastruktur RI Jelek Karena Banyak yang Belum Bayar Pajak
Kamis, 03/05/2012 – 11:38
Dahlan Iskan: Jaman Pak Harto Atasnya Mulus Tapi Bawahnya?
Kamis, 03/05/2012 – 11:33
Pintu Tol Kuningan Macet Parah, Dahlan Iskan Kembali ‘Naik Pitam’
Kamis, 03/05/2012 – 16:06
Dahlan Iskan: Mahasiswa Jangan Banyak Mengeluh
Kamis, 03/05/2012 – 16:43
Perjalanan Dinas PNS Rp 18 Triliun Sudah Termasuk ‘Jatah’ Istri dan Anak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com