Archive for ‘whos who’

April 29, 2013

Brigade Hizbullah Siap Mengawal Susno Duadji

SENIN, 29 APRIL 2013 | 05:55 WIB

 

Brigade Hizbullah Siap Mengawal Susno Duadji

Mantan Kabareskrim Susno Duadji (kanan), bersama ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

 

TEMPO.CO Bandung – Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Jawa Barat Tatus Sundara mengatakan, Brigade Hizbullah belum lagi mendapat instruksi untuk mengawal Susno Duadji, salah satu calon legislator partai itu yang ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung. 

Pengawalan khusus atas Susno, kata dia, sejauh ini baru dilakukan saat upaya eksekusi Susno oleh Kejaksaan di rumah mantan Kabareskrim Polri itu di Resor Dago Pakar pada Rabu 24 April 2013. “Cuma kemarin itu saja (dari rumah di Resor Dago) sampai Pak Susno dibawa Polda (markas Jawa Barat),”ujar Tatus saat dihubungi Ahad 28 April 2013.

Setelah itu, kata dia, Brigade kembali ke markas dan menunggu perintah selanjutnya. “Tapi sampai sekarang Brigade belum mendapat perintah mengawal Pak Susno lagi dari pimpinan di atas (pusat) seperti kemarin (saat eksekusi Susno),”aku dia.

Tatus mengaku belum tahu pasti bahwa Susno sudah ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung. “Tapi yang jelas kalau ada perintah dari atas dan selama Pak Susno masih menjadi Caleg PBB, Brigade akan siap melakukan perintah dari atas,”kata dia.

Tatus juga menyebutkan bahwa pengerahan anggota Birgade ke rumah Susno di Jalan Dago Pakar Raya/Kusuma Besar Rabu lalu adalah atas pernitah Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra. “Kemarin itu (saat upaya eksekusi Susno di Dago) anggota Brigade yang datang ke lokasi rumah Pak Susno ada 15 orang,”kata dia.

Tanpa ditanya, Tatus juga menjelaskan jika dia tak mengetahui lokasi keberadaan Susno saat ini. “Saya tidak tahu dimana dia berada sekarang,”aku dia.

Terpidana kasus suap pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2008, Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji sudah ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaaan Agung. Statusnya sebagai buronan sudah ditetapkan setelah gagalnya pemanggilan Susno oleh Kejaksaan untuk menjalani hukuman selama 3 tahun 6 bulan.

“Memang belum ada pernyataan resmi, tetapi karena sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan, maka sudah ditetapkan menjadi buronan,” ujar Wakil Jaksa Agung Darmono kepada Tempo, Ahad, 28 April 2013. Terlebih lagi, kata dia, Susno juga menghindar dari proses eksekusi Rabu lalu.

 

 

 

EDITORIAL Negara yang Takluk

EDITORIAL Negara yang Takluk
 
 
 

Kejaksaan harus bertindak tegas untuk meneruskan proses eksekusi Susno.
Hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah berhadapan dengan terpidana.”

 

TIM gabungan kejaksaan hingga kemarin belum juga berhasil mengeksekusi Susno Duadji. Terdakwa kasus dana pengamanan Pemilu Kada Jabar 2008 dan gratifikasi dari PT Salmah Arowana Lestari itu hingga kemarin masih bebas di tempat persembunyiannya.

Padahal, status hukum Susno sudah in kracht. Sejak Rabu (24/4), kejaksaan telah berupaya mengeksekusi mantan Kepala Bareskrim Polri yang kini menjadi calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Namun, upaya itu kandas setelah Susno menolak menyerahkan diri karena merasa tidak bersalah. Bagaimana mungkin mantan Kapolda Jabar itu merasa tidak bersalah ketika pengadilan negeri telah memutusnya bersalah dan keputusan itu diperkuat pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung?
Susno juga menolak dieksekusi dengan alasan perintah penahanan tidak tercantum dalam amar putusan kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA).

Argumen hukum Susno itu sesungguhnya amat lemah.
Mahkamah Konstitusi, dalam sebuah putusan terkait dengan uji materiil KUHP pada 22 November 2012, sudah menyatakan apabila terjadi kekhilafan atau kekeliruan dalam penulisan pidana seperti diatur pasal 197, hal itu tidak menyebabkan batalnya putusan demi hukum.

Ironisnya, Polda Jawa Barat terkesan melindungi Susno.
Polda Jabar mengawal Susno dari rumah hingga ke kantor polda sehingga tim kejaksaan pun kesulitan melakukan eksekusi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto bahkan sudah angkat bicara. Presiden dan Menko Polhukam memerintahkan hukum harus ditegakkan. Itu artinya negara telah memerintahkan aparat berwenang mengeksekusi Susno.

Namun, perintah Presiden rupanya tak cukup mujarab untuk menuntaskan eksekusi Susno. Susno hingga kemarin tetap aman di persembunyiannya.

Kegagalan eksekusi atas Susno telah menegaskan kepada kita bahwa negara tidak memiliki ketegasan untuk memaksa seorang terdakwa korupsi bernama Susno Duadji menjalani hukuman.

Ini gejala yang sangat mengerikan. Negara ternyata gagap menghadapi seorang terdakwa korupsi yang seharusnya sudah mulai menjalani pidana penjara selama 3,5 tahun dan membayar denda Rp200 juta itu.

Sangat tidak masuk akal bila aparat hukum takluk dan takut untuk mengeksekusi Susno. Kegagalan eksekusi Susno merupakan aib yang mencoreng wajah Indonesia sebagai negara hukum.

Demi tegaknya hukum, itu tidak boleh dibiarkan. Kejaksaan harus bertindak tegas untuk meneruskan proses eksekusi Susno. Presiden harus memastikan kejaksaan menjalankan perintahnya.

Juga, dalam konteks hukum, siapa pun yang menghalanghalangi eksekusi Susno, dia dianggap telah melanggar hukum. Karena itu, bila perlindungan yang diberikan Polda Jabar dianggap menghalang-halangi eksekusi, Kapolri wajib hukumnya menindak aparat di bawahnya.

Hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah berhadapan dengan terpidana

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/04/29/ArticleHtmls/EDITORIAL-Negara-yang-Takluk-29042013001019.shtml?Mode=1#

April 20, 2013

Monkey business : PURDI E. CHANDRA PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG (PKPU)

purdi chandra

PURDI E. CHANDRA DALAM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN
UTANG

Purdi E. Chandra (Purdi) yang dikenal oleh banyak orang sebagai penggagas dan pemilik

suatu lembaga bimbingan belajar yang cukup terkenal akhirnya harus mengakui bahwa Cara

“GILA” Jadi Pengusaha yang diajarkannya dalam berbagai kesempatan dan melalui beragam

media ternyata tidak mampu menghindarkan dari jeratan utang yang melilitnya.

Akibat dari permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan


oleh BNI Syariah dan didukung oleh beberapa kreditor lainnya (lihat http://cts.pn-
jakartapusat.go.id/index/index.php#) akhirnya pada tanggal 17 April 2013 Majelis Hakim
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam nomor perkara 7/PKPU/2013/PN.PN.JKT.PST telah

mengeluarkan putusan bahwa Purdi E. Chandra berada dalam keadaan PKPU Sementara

dengan segala akibat hukumnya.

Putusan ini menjadi tonggak untuk tercapainya keadilan bagi seluruh kreditor Purdi yang
selama ini berada dalam ketidakpastian tentang pemenuhan haknya untuk mendapatkan
pengembalian atas utang yang telah diberikan. Dalam keadaan PKPU ini Purdi wajib
membuat dan memberikan kepada para kreditornya suatu proposal perdamaian yang
berisikan rencana untuk pembayaran kembali utang-utangnya. Jika proposal tersebut tidak
sesuai dengan tuntutan para kreditor dan akhirnya ditolak oleh para kreditor tersebut maka
sesuai dengan ketentuan dalam UU No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan

Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan), Purdi akan dinyatakan pailit oleh pengadilan.

Sesuai dengan ketentuan UU Kepailitan, dengan status dalam PKPU maka ditunjuk pengurus
yang berwenang dan wajib mengurus harta Purdi. Selama dalam PKPU Purdi tidak dapat
melakukan tindakan kepengurusan atau kepemilikan atas seluruh atau sebagian hartanya.
Oleh sebab itu, salah satu hal yang perlu dicermati oleh pihak-pihak yang berhubungan
dan/atau hendak berhubungan dengan Purdi, terutama dalam kaitannya dengan hubungan
usaha/bisnis, agar memperhatikan status Purdi dan ketentuan UU Kepailitan tersebut.

Demo di salah satu rumah Purdi Chandra

Di samping ketentuan di atas UU Kepailitan juga mewajibkan pengurus untuk mengumumkan
status PKPU Purdi dalam surat kabar.

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan agar memperhatikan surat kabar harian tentang
pengumuman tersebut.

Berita dan penjelasan lebih lanjut akan diberikan setelah pengumuman dalam surat kabar
dikeluarkan.

+++++++++++++++++

Akhirnya Pendiri Primagama dipailitkan 

http://indonesiacompanynews.wordpress.com/2013/06/13/pendiri-primagama-akhirnya-dipailitkan/

April 17, 2013

Wawancara dengan Ustad Berpengaruh di New York

Kapan pulang pak.. Indonesia perlu figur seperti bapak.. Capek lihat Ustad politik komersil dan centil !
 
 
 
Selasa, 16 April 2013 | 14:51 WIB

 

Wawancara dengan Ustad Berpengaruh di New York

Syamsi Ali, Imam besar Masjid Al Hikmah New York – Amerika Serikat. TEMPO/JACKY RACHMANSYAH

 
 

 

TEMPO.CO, Jakarta – Muhammad Syamsi Ali telah 16 tahun tinggal di New York, Amerika Serikat. Di sana ia bukan sekadar warga biasa. Ayah lima anak ini adalah imam dan Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah, yang didirikan muslim Indonesia di Astoria. Ia juga Direktur Jamaica Muslim Center di Queens.

Namanya kian populer karena beragam kegiatan antar-imannya. Ia rajin mengenalkan Islam ke gereja dan sinagog. Ia juga bekerja sama dengan kelompok Yahudi dan Kristen sejak serangan 11 September yang merobohkan World Trade Center dan mengoyak Pentagon.

Pada 2006, namanya pun masuk daftar tujuh pemimpin agama paling berpengaruh di New York oleh New York Magazine. Kamis, dua pekan lalu, Tempo mewawancarai Muhammad Syamsi Ali saat ia berada di Jakarta.

Apa cita-cita masa kecil Anda?
Menjadi tentara. Menurut saya, tentara itu profesi paling hebat. Apalagi saya suka berkelahi.

Kenakalan paling fatal apa yang pernah Anda lakukan waktu kecil?
Saya pernah masuk tahanan polisi selama tujuh hari. Gara-garanya ada siswa pesantren yang menantang saya berkelahi. Merasa tertantang, ya, saya lawan. Hidung siswa itu patah dan harus masuk rumah sakit. Saya pun diadukan ke polisi.

Lalu, bagaimana Anda bisa menjadi imam di New York?
Itu karena undangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat itu, Nugroho Wisnumurti. Saya bertemu Pak Nugroho di Jeddah, Arab Saudi. Kebetulan waktu itu saya tidak betah mengajar di Islamic Education Foundation Jeddah (yayasan pendidikan milik Amir Mamduh, adik Raja Fahd) karena adanya diskriminasi.

Dari Pakistan, Arab Saudi, lalu ke Amerika. Anda mengalami gegar budaya?
Pasti. Saya waktu itu senang, tapi juga waswas. Di kepala saya itu, semua gejolak di Afganistan dan Timur Tengah adalah desain Zionis Amerika. Tapi sopir taksi pertama yang saya tumpangi dari bandara ke Kantor Perwakilan Indonesia di PBB bernama Muhammad Fazil, orang Pakistan. Sepanjang perjalanan, kami bicara. Dari situ, pola pikir saya mulai berubah.

***

Setiap tahun dia pulang ke Tanah Air. Tahun ini ia menghadiri konferensi perdamaian dunia yang digelar Muhammadiyah. Ia juga keliling Jakarta, Padang, Balikpapan, dan Makassar, untuk menyuarakan pluralisme dan sikap saling menghargai.

Setelah lama pergi, bagaimana Anda melihat perkembangan umat Islam di Indonesia?
Islam didominasi oleh kepentingan politik. Sebenarnya, mau memakai Islam sebagai kekuatan politik, silakan. Mau memakai Islam sebagai dasar politik, juga silakan. Tapi jangan dipolitisasi. Yang terjadi sekarang, banyak partai menjadikan Islam sebagai obyek politik.

Apa yang terpikir saat melihat intoleransi dan tekanan kepada kelompok minoritas di Indonesia?
Sedih. Ini mungkin proses pematangan demokrasi. Amerika juga tidak langsung matang. Kita tahu perjuangan warga kulit hitam di sana yang dipimpin Martin Luther King tidaklah gampang. Tapi pemerintah tetap harus tegas. Hukum harus ditegakkan, dan harus ada peran aktif ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Maksudnya?
Sebagai ormas besar, NU dan Muhammadiyah harus berinisiatif mempertemukan mereka yang sedang berkonflik. Harus ada kedewasaan. Sebagai mayoritas, yang kita bangun bukanlah rasa takut, tapi justru harus mengayomi. Itu dilakukan Rasul.

Lalu, bagaimana dengan kelompok garis keras yang terus menggunakan kekerasan, misalnya Front Pembela Islam (FPI)?
Ya hukum harus jelas. Teman-teman seperti di FPI ini harus introspeksi diri. Apa yang mereka lakukan belum tentu membawa dampak positif. Karena, ketika dengan alasan melakukan nahi munkar (mencegah perbuatan buruk), tapi dilakukan dengan kekerasan, kemungkaran justru bertambah. Orang semakin benci.

***

Syamsi Ali meneruskan bicara. Ia memilih menjamak takhir salat magrib. Ia pun kembali berkisah tentang kegiatannya di New York. Di antara seabrek kegiatannya, Syamsi selalu meluangkan waktu untuk hobinya: olahraga. “Tahun lalu saya ikut maraton di Chicago,” katanya.

Ia rutin joging dua kali sepekan. Kalau pas hari kerja, minimal ia berlari sejauh 5 mil. Sedangkan pada akhir pekan, bisa 10 mil. Untuk latihan silat? “Tak ada lawannya,” ujarnya sembari tertawa.

Apa perubahan terpenting bagi umat muslim Amerika pasca-tragedi 11 September?
Islam sekarang menjadi mainstream. Amerika, yang dulu dikenal sebagai bangsa Kristen-Yahudi, sekarang menjadi Kristen, Yahudi, Islam, Hindu, Buddha, dan semuanya. Dan yang pasti, pola komunikasi antar-agama berubah. Kami bahkan tak lagi menggunakan istilah dialog, melainkan kerja sama. Dialog identik dengan elite. Para pimpinan agamanya bertemu, tapi masyarakat tetap berkelahi. Karena itu kita ubah.

Kerja sama seperti apa?
Di New York, kita buat “Soup Kitchen for Homeless”. Jadi di dapur umum itu, masyarakat muslim, Yahudi, Kristen masak bersama untuk orang miskin. Ada juga “Midnight Run”. Kami keluar di tengah malam, membagikan sandwich dan minuman untuk orang di jalanan. Yang muslim memakai peci, yang Kristen memakai salib, dan Yahudi memakai peci yahudi. Para gelandangan heran melihat kami karena bisa bergandengan.

Bagaimana Anda memulai kerja sama dengan umat agama lain pasca-tragedi 11 September?
Saya mulai mengunjungi gereja yang dekat dengan masjid Indonesia di Manhattan. Saya juga berdialog dengan Rabi Marc Schneier, satu dari 50 rabi yang berpengaruh di Amerika. Saya kini justru dekat dengan dia. Bahkan konsep dialog lintas agama kami berdua dipelajari oleh rabi dan imam dari Eropa dan Amerika Latin yang datang ke New York. Gerakan itu jadi meluas sehingga menjadi gerakan internasional.

Anda mendapat serangan atau ancaman karena kedekatan Anda dengan rabi dan pendeta, juga sinagog dan gereja?
Tidak pernah ada ancaman. Di Amerika, ancaman adalah kriminal. Apalagi sampai memukul. Yang terjadi, saya dijelek-jelekkan. Lihat saja di Internet. Banyak sekali hujatan buat saya. Ada yang membuat website khusus yang ada foto saya dengan tulisan “A Liar”. Isinya wawancara saya yang diambil sepotong-sepotong dari berbagai media. Saya dituduh anti-syariah. Tapi saya tidak terlalu memikirkan.

Bagaimana peran pemerintah dalam melindungi kerukunan umat beragama?
Luar biasa. Ketika komunitas umat Islam diobok-obok, mereka justru mengayomi kami. Di bawah Michael Bloomberg (Wali Kota New York), kami diberi kebebasan. Islam, kalau diberi kebebasan, seperti ikan mendapatkan air. Sebanyak 10 persen dari penduduk New York—yang sekitar 8 juta itu—adalah muslim. Pernah ada kejadian menarik. Meski Bloomberg bukan muslim, dia pernah ikut salat Jumat. Ketika itu, dia datang untuk mengucapkan terima kasih atas dukungannya dalam pemilu. Dia pun mendengarkan khotbah saya tentang Islam dan pluralisme. Seusai khotbah, saya minta dia ke pojokan. Eh ternyata dia malah ikut salat di belakang. Tapi itu politik… ha-ha-ha….

Bagaimana dengan perkembangan pembangunan Islamic Center di dekat “ground zero” yang pernah menjadi perdebatan?
Sekarang ini tetap dipakai salat Jumat dan salat lima waktu. Ada kuliah rutin Al-Quran untuk anak-anak. Saya mengajar beberapa kali di sana. Tapi memang, untuk renovasi, butuh biaya besar. Di Islamic Center itu rencananya akan dibangun juga museum 11 September, lengkap dengan pusat kulinernya.

Apa rencana Anda ke depan?
Saya selalu ingin memperlihatkan bahwa Islam itu bersahabat, meski saya terus dituduh bekerja sama dengan Yahudi Zionis.

HERU TRIYONO

April 17, 2013

Wawancara Anak Sulung BJ Habibie-Teruskan Mimpi Sang Ayah, Ilham Habibie Bikin The Next N250

 

Wawancara Anak Sulung BJ Habibie 
Teruskan Mimpi Sang Ayah, Ilham Habibie Bikin The Next N250 
Rista Rama Dhany – detikfinance 
Senin, 18/03/2013 11:00 WIB 
Jakarta – Lima belas tahun lalu bangsa Indonesia pernah bermimpi punya 
pesawat buatan anak negeri melalui N250 yang diciptakan BJ Habibie. 

Namun, apa daya akibat ikut terseret arus politik, pesawat yang dinamai 
Gatotkaca tersebut yang sudah melalu berbagai perjuangan dan kerja keras 
oleh International Monetary Fund (IMF) diperintahkan untuk dihentikan. 

Lima belas tahun berlalu, mimpi yang kandas tersebut kembali dihidupkan 
kembali oleh sang anak Ilham Habibie yang bertekad untuk mewujudkan 
mimpi sang ayah dan bangsa Indonesia, memproduksi pesawat sipil the next 
N250, si Gatotkaca terbang melintasi nusantara dan dunia. 

Bagaimana cara Ilham mewujudkan impian sang ayah tersebut? ini petikan 
wawancara detikFinance dengan Ilham Habibie yang ditemui dikantornya, di 
Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pekan lalu, seperti dikutip Senin 
(18/3/2013). 

Mengapa Anda Ingin Melanjutkan Proyek The Next N250? 

Banyak hal, ini tidak hanya sekedar melanjutkan proyek Bapak (BJ 
Habibie) yang dulu gagal bukan karena ketidakmampuan kita, tetapi 
dikarenakan politik, kita dipaksa untuk gagal. 

Tujuannya, ingin menunjukkan kepada bangsa Indonesia, bahwa kita mampu, 
kita bisa dan memang sebetulkan kita bisa membuat pesawat dari anak-anak 
bangsa. 

Bagi kami, pesawat terbang adalah simbol, bahwa ketika kita bisa membuat 
pesawat sendiri dan memang layak secara ekonomis, maka pada prinsipnya 
anak bangsa ini bisa menciptakan apa saja, baik itu mobil, kereta api, 
sepeda motor, komputer atau apapun teknologi canggih didunia ini. 

Anda menyebut N250 karya BJ Habibie dipaksa gagal, siapa yang memaksa? 

International Monetary Fund (IMF). Pada tahun 1998 negara kita mengalami 
krisis financial, IMF masuk untuk membantu Indonesia untuk keluar dari 
krisis. Salah satu perintah mereka adalah menghentikan proyek N250. 

Terang saja itu merupakan suatu pukulan keras dan sangat disayangkan 
oleh Bapak. Karena secara teknis proyek pesawat tersebut tidak ada 
hubungannya dengan krisis yang melanda Indonesia. 

Selain itu proyek yang dilakukan IPTN ( Industri Pesawat Terbang 
Nusantara) saat ini bernama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak 
memiliki utang di luar negeri, hanya memiliki pinjaman dengan negara 
sendiri. Dan yang terlilit utang pada saat itu adalah perusahaan swasta, 
namun apa daya, karena politis proyek ini dihentikan. 

Mendapati proyek tersebut dihentikan tentu sangat disayangkan oleh Bapak 
(BJ Habibie), mengapa? Karena N250 sudah hampir selesai, tinggal 
disertifikasi layak terbang untuk sipil. Jadi ini bukan karena 
ketidakmampuan kita tetapi karena unsur politis. 

Terhentinya proyek pesawat N250 berdampak pada kelangsungan IPTN 
sendiri. Memang IPTN masih memiliki proyek lain seperti CN235 dan 
mensuplai suku cadang perusahaan lain, namun CN235 itu lebih dikhususnya 
untuk pelanggan-pelanggan militer seperti TNI Angkatan Udara. 

Sementara pasar yang jauh lebih besar adalah pesawat sipil (N250), namun 
tentunya untuk bisa lalu di pasaran kita tidak mungkin hanya punya satu 
pesawat kita perlu portfolio beberapa produk untuk kita tawarkan ke 
pelanggan. Jadi bagaimana kita mau mengembangkan produk pesawat sipil ini. 

Modal kita Apa? Apalagi produsen pesawat saat ini juga bersaing sangat 
ketat ada Boeing, Airbus, Shukoi, ATR dan banyak lagi? 

Secara prinsip kita mampu buat pesawat, karena kita dulu dan sampai saat 
ini masih bisa buat pesawat. Bagaimana menyaingi perusahaan pembuat yang 
saat ini juga bersaing dengan produk pesawat yang canggih? Kita punya 
sumber daya manusianya. 

Banyak putra-putri bangsa Indonesia saat ini tersebar di beberapa 
perusahaan di luar negeri, ada yang bekerja di Boeing, ada yang di 
Airbus, ATR, di Brazil, Jerman, Italia, Inggris, Prancis, di PT DI dan 
lainnya. 

Sebagian besar mereka bisa diajak kembali untuk membuat proyek tanah air 
ini. Dan sebagian lagi bisa bekerjasama dengan menyumbangkan pikiran 
mereka atau menjadi konsultan kita, jaman sekarang maju, mereka bisa 
bersama-sama kita mengerjakan proyek ini walau diri mereka tidak ada di 
Indonesia, tetapi di tempat kerja mereka, kita bisa berkolaborasi. 

Kita dari A-Z bisa membuat teknologi pesawat canggih, kita mampu untuk 
itu. Masa negara ini hanya tergantung pada Sumber Daya Alam (SDA) walau 
itu tidak ada yang salah, tapi kita harus tunjukkan kepada dunia, kita 
ini bangsa yang bisa menciptakan produk-produk kita sendiri. Ketika kita 
mampu ciptakan pesawat dan laku di jual, kita pasti akan bisa buat 
mobil, sepeda motor kereta api. 

Pesawat terbang menjadi sangat fundamental bagi Indonesia karena luasnya 
wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, dan ribuan pulau 
tersebut untuk membangunnya tidak bisa dilakukan hanya dengan 
menggunakan kapal, jembatan atau kereta api. 

Pesawat terbanglah yang sangat mampu untuk ‘menyambungkan’ pulau-pulau 
di Indonesia, mobilitas yang makin hari makin tinggi menuntut kecepatan, 
seperti ikan tuna hari ini ditangkap besoknya harus ada di Jepang, itu 
tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan pesawat. 

Bisa dilihat saat ini saja harga tiket kapal dan kereta api jauh lebih 
mahal dibandingkan dengan harga tiket pesawat. Ketika suatu perusahaan 
airlines dikelola dengan manajemen yang baik dan memiliki pesawat yang 
banyak, maka ongkos biaya transportasi mereka akan jauh lebih murah. 

Modal terakhir tentunya dibutuhkan financial yang cukup besar, tidak 
sedikit, kalau dari dana kita sendiri tentunya tidak akan cukup 
membiayai perusahaan yang memilai proyek pembuatan pesawat dari awal 
kembali. 

Untuk itu dibutuhkan kolaboransi dengan pihak luar, kita akan menggaet 
perusahaan-perusahaan yang bisa memberi kita modal untuk menggarap 
proyek kita ini. Dan tetap kami pastikan kepemilikan kita tetap 
mayoritas, karena ini merupakan proyek nasional. 

Kenapa harus berkolaborasi? Ya seperti perusahaan Airbus dia bisa besar 
seperti saat ini saja harus berkolaborasi dengan Prancis, Jerman, 
Inggris, Itali dan Spanyol, mereka bergabung menjadi satu untuk 
membangun Airbus bisa mengalahkan perusahaan lainnya. 

Setelah produksi, ke mana pesawat ini akan dijual? Sementara 
maskapai-maskapai di dalam negeri sudah menggunakan produk dari 
perusahaan kelas dunia? 

Pasar utama tentunya pasar dalam negeri sendiri. Bayangkan potensi kita 
sangat besar, pulau-pulau yang belum tersambung lalu lintas pesawat 
banyak sekali. 

Kebutuhan pesawat tiap tahunnya di Indonesia tidak ada habisnya. 
Bayangkan saja berapa miliar dolar dihabiskan perusahaan airlines kita 
untuk membeli pesawat tiap tahunnya. 

Bahkan Menteri Keuangan saja pernah complain, neraca perdagangan kita 
terganggu karena banyaknya kita membeli pesawat terbang dan ke depannya 
kebutuhannya akan makin banyak. 

Tentunya kita tidak akan mengandalkan pasar dalam negeri saja, tetapi 
juga pasar di luar negeri juga. Kalau kita mengandalkan pasar dalam 
negeri sendiri itu bahaya. Namun, bagaimana pesawat kita mau laku di 
luar negeri kalau di dalam negeri pesawat kita belum dipakai. Jadi fokus 
utama tentu pasar dalam negeri dahulu. 

Untuk mewujudkan proyek pesawat terbang The Next N-250 ini saya mengajak 
mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah. Kami 
mendirikan perusahaan PT Ragio Aviasi Industri (RAI). 

Alasannya menggandeng Erry, karena Pak Erry punya segudang pengalaman 
dalam bidang finansial, dari sisi saja pengalaman enginer, nanti ketika 
perusahaan ini berjalan dan berkembang, tentunya ada keinginan kita bisa 
melantai di bursa saham untuk mencari modal dan mengembangkan perusahaan 
ini jauh lebih besar lagi, dan tidak perlu repot lagi karena Pak Erry 
sangat menguasai bidang ini. 

Jadi pesawat yang akan dibangun adalah N-250 karya ayah Anda? 

Tidak. Yang kita buat adalah R80, berbeda dengan N-250 buatan Bapak 
saya. Mungkin yang sama hanyalah diameter pesawat saja, namun ukuran 
pesawat R80 ini jauh lebih besar karena N-250 kapasitas penumpangnya 
hanya untuk 50 kursi, sementara R80 kapasitas kursinya sebanyak 80 kursi. 

Selain itu, mesin juga berbeda, kokpit juga berbeda, sistem kendali juga 
berbeda, sistem landing juga berbeda. Pesawatnya berbeda, tetapi 
tujuannya sama yakni agar pesawat hasil karya anak bangsa sendiri bisa 
terbang melintasi nusantara dan dunia. 

Dan kita sangat-sangat mampu untuk membuatnya, IMF atau apapun tidak 
akan bisa menghalangi kita kembali. 

http://finance.detik.com/read/2013/03/18/104322/2196511/459/teruskan-mimpi-sang-ayah-ilham-habibie-bikin-the-next-n250

March 6, 2013

Miliuner RI Ini Masuk Jajaran ‘Juragan Minyak’ Terkaya di Dunia

Herdaru Purnomo – detikfinance
Rabu, 06/03/2013 09:51 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame

Foto: Lim Hariyanto/Forbes

Jakarta - Forbes baru saja meluncurkan daftar orang-orang terkaya di seluruh dunia beserta estimasi nilai kekayaannya dan bidang usaha yang digelutinya. Ternyata salah satu miliuner Indonesia masuk dalam 10 orang terkaya di dunia dalam bidang usaha perminyakan.

Dikutip detikFinance dari ‘Forbes Billionaire List 2013‘, Rabu (6/3/2013) adalah Lim Hariyanto Wijaya Sarwono yang baru saja masuk daftar jajaran orang terkaya di seluruh dunia. Ia juga didaulat Forbes masuk ke dalam jajaran 10 orang terkaya dunia di bidang perminyakan. Bisnis perminyakan ini lini bisnisnya sebagai penyalur minyak mentah, minyak sawit hingga gas alam.

Di Indonesia sendiri Lim berada di peringkat 19 dari 24 orang terkaya se-Indonesia. Lim Hariyanto masuk jajaran tersebut karena kekayaannya yang mencapai US$ 1,1 miliar atau Rp 10,45 triliun melalui perusahaan minyak sawitnya, Bumitama Agri. Bumitama Agri merupakan perusahan terbuka di Singapura.

Ia mengontrol seluruh perusahaannya bersama sang anak Lim Gunawan Hariyanto. Dalam jajaran 10 orang terkaya di bisnis perminyakan, Lim menempati peringkat ke delapan.

Sementara posisi pertama diduduki oleh Lim Oon Kuin, Pria asal Singapura yang memiliki kekayaan hingga US$ 1,5 miliar. Lim Oon Kuin ini mendirikan perusahaan minyak pada tahun 1963 pada umum 20 tahun. Ia kini pemegang saham Universal Terminal, perusahaan distribusi minyak terbesar di Asia.

Kemudian, di tempat kedua dan ketiga diduduki oleh Gregorio Perez Companc asal Argentina dan Dan Wilks asal AS. Gregorio Perez merupakan pendiri dari Perez Companc perusahaan minyak dan gas terbesar. Perez Companc menjual perusahaan tersebut pada 2009 ke perusahaan minyak di Brasil, Petrobas.

Berikut 10 orang terkaya dunia di bisnis perminyakan:

  1. Lim Oon Kuin U$ 1,5 miliar (oil trading) Singapura
  2. Gregorio Perez Companc U$ 1,5 miliar (oil and gas) Argentina
  3. Dan Wilks U$ 1,4 miliar (natural gas) AS
  4. Farris Wilks U$ 1,4 miliar (natural gas) AS
  5. Rustem Sulteev U$ 1,15 miliar (refinery, chemicals) Rusia
  6. Paul Foster U$ 1,1 miliar (Western Refining) AS
  7. Daniel Harrison, III U$ 1,1 miliar (oil and gas) AS
  8. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono U$ 1,1 miliar (Palm Oil) Indonesia
  9. Airat Shaimiev U$ 1,1 miliar (refinery, chemicals) Rusia
  10. Radik Shaimiev U$ 1,1 miliar (refinery, chemical) Rusia
March 2, 2013

Shinta Kamdani ‘Paling Perkasa’ di Indonesia

WANITA EKSEKUTIF ASIA :

Shinta Kamdani ‘Paling Perkasa’ di Indonesia

 

Sutarno Kamis,28 Februari 2013 | 12:59 WIB More Sharing Services Share on linkedin Share on email S

 

Sebaran 50 Top Eksekutif Wanita Asia 2013 No Negara Jumlah No Negara Jumlah 1 China 16 7 Indonesia 2 2 Hong Kong 8 8 Australia 2 3 India 8 9 Vietnam 2 4 Singapura 4 10 Filipina 2 5 Korsel 2 11 Malaysia 1 6 Jepang 2 12 Thailand 1 Sumber: Forbes, diolah JAKARTA—Siapakah wanita eksekutif yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Indonesia? Mungkin Anda akan memberikan jawaban beragam atas pertanyaan tersebut. Namun di mata majalah Forbes eksekutif Indonesia yang paling berpengaruh dinobatkan kepada Shinta Widjaja Kamdani, dalam kapasitasnya sebagai Managing Director Grup Sintesa. Forbes menempatkan Shinta di peringkat ke-17 dalam daftar 50 Wanita Eksekutif Asia 2013. Selain Shinta, Indonesia mempunyai 1 wakil lagi di daftar 50 Top Eksekutif Wanita Asia, yaitu Bernadette Ruth Irawati, Presdir PT Kalbe Farma, yang menempati peringkat ke-37 (lihat tabel di bawah). Grup Sintesa dikenal sebagai perusahaan distributor produk konsumer. Di bawah komando Shinta, Grup Sintesa menjelma menjadi perusahaan konglomerasi dengan membawahi 17 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang properti (6 perusahaan), industri (6), energy (2), dan produk konsumer (3). Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan bidang properti, yaitu PT Puncak Mustika Bersama, PT Menara Peninsula, PT Menara Duta, PT Cipta Mustika, PT Minahasa Permai Resort Development, dan PT Hiyu Permai. Di bidang industri, Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan, yaitu PT Griyaton Indonesia, PT Sinar Indonesia Merdeka, PT Tira Austenite, PT Alpha Austenite, PT Tanag Sumber Makmur, dan PT Tekun Asas Sumber Makmur. Sementara itu di bidang energi, Grup Sintesa memiliki dua anak usaha, yaitu PT Metaepsi Pejebe Powe Generation (Meppogen) dan PT Sintesa Asih Sejahtera. Adapun di bidang produk konsumer Sintesa memiliki 3 anak usaha, yaitu PT Tigaraksa Satria Tbk, PT Cipta Sintesa Mustika, dan PT Biolina Trio Sintesa. Shinta dikaruniai 4 anak hasil pernikahan dengan Irwan Kamdani Bos PT Datascript, yang dikenal sebagai distributor produk elektronika dan teknologi informasi termasuk sebagai agen tunggal merk Canon. Kalbe Farma kian Berkibar Satu lagi Wanita Eksekutif paling berpengaruh di Indonesai versi Forbes adalah orang nomor satu di PT Kalbe Farma Tbk, Bernadette Ruth Irawati Setiady. Sebagai Presiden Direktu PT Kalbe Farma, Keponakan Boenjamin Setyawan—pendiri Kalbe Farma—itu sukses membawa Kalbe Farma meraup omset US$1,2 miliar atau Rp11,6 trilun, sehingga perusahaan farmasi itu memiliki kapitalisasi pasar US$5,68 miliar atau Rp55,1 triliun. Kehadiran Ruth Irawati dan Shanti Kamdani membuat Indonesia disejajarkan dengan Jepang, Korea Selatan, dan Australia yang sama-sama memiliki 2 wakil di daftar Top 50 Eksekutif Wanita Asia 2013. China mendominasi peringkat tersebut karena menempatkan 16 eksekutif di daftar Forbes, diikuti Hong Kong dan India yang masing-masing diwakili 8 eksekutif. (sut) Daftar 50 Top Wanita Eksekutif Asia 2013 versi Forbes No Nama Jabatan Perusahaan Negara 1 Shobhana Bhartia Chairman and Editorial Director HT Media India 2 Sabrina Sih Ming Chao Chairman Wah Kwong Maritime Transport Holdings Hong Kong 3 Solina Chau Hoi Shuen Founder Horizons Ventures Hong Kong 4 Eva Chen Cofounder and CEO Trend Micro Jepang 5 Cheung Yan Chairman Nine Dragons China 6 Yvonne Chia Chief Executive Officer Hong Leong Bank Malaysia 7 Pollyanna Chu CEO Kingston Financial Group Hong Kong 8 Jennie Chua Cofounder/Director Beeworks Singapura 9 Chua Sock Koong Group CEO SingTel Singapura 10 Shenan Chuang CEO Ogilvy & Mather Greater China China 11 Dong Mingzhu Chairman and President Gree Electric Appliances China 12 Lourdes Josephine Gotianun Yap president and ceo Filinvest Development/Filinvest Land Filipina 13 He Qiaonv Founder and Chairman Beijing Orient Landscape China 14 Ho Ching Executive Director and CEO Temasek Holdings Singapura 15 Pansy Ho Managing Director / Chairman Shun Tak Holdings / MGM China Hong Kong/Macau 16 Hu Shuli Founder, Publisher and Editor-in-Chief Caixin Media China 17 Shinta Widjaja Kamdani Managing Director Sintesa Group Indonesia 18 Gail Kelly CEO Westpac Banking Australia 19 Kim Sung-Joo Founder/CEO / Chairman Sungjoo Group / MCM Holdings Korea Selatan 20 Chanda Kochhar Managing Director & CEO ICICI Bank India 21 Pearl Lam Founder and owner Pearl Lam Galleries Hong Kong 22 Irene Yun Lien Lee Chairman Hysan Development Hong Kong 23 Lee Mi-Kyung Vice Chairman CJ Entertainment & Media Korea Selatan 24 Ruby Lu General Partner DCM China 25 Olivia Lum Founder, Executive Chairman and Group CEO Hyflux Singapura 26 Mary Ma Xuezheng Cofounder and Chairman Boyu Capital Advisory Hong Kong 27 Mai Kieu Lien Chairman and CEO Vinamilk Vietnam 28 Luk Fion Vice Chairman Agile Property Holdings China 29 Kiran Mazumdar-Shaw Founder, Chairman and Managing Director Biocon India 30 Priya Paul Chairman APEEJAY SURRENDRA PARK HOTELS India 31 Pham Thi Viet Nga Chairman DHG PHARMACEUT ICAL JOINT STOCK CO Vietnam 32 Chitra Ramkrishna Joint Managing Director NATIONAL STOCK EXCHANGE India 33 Renuka Ramnath Founder, Managing Director and CEO Multiples Alternate Asset Management India 34 Preetha Reddy Group Managing Director Apollo Hospitals India 35 Margaret Ren Chairman Bank of America Merrill Lynch China China 36 Gina Rinehart Executive Chair Hancock Prospecting Australia 37 Bernadette Ruth Irawati Setiady President Director Kalbe Farma Indonesia 38 Shikha Sharma CEO and Managing Director Axis Bank India 39 Yoshiko Shinohara Chairman and President Temp Holdings Jepang 40 Sun Yafang Chairman Huawei Technologies China 41 Teresita Sy-Coson Vice chairman SM Investments Filipina 42 Jing Ulrich Managing Director and Chairman Global Markets, China JPMorgan Hong Kong 43 Wang Feng Ying General Manager Great Wall Motor China 44 Wang Yannan Cofounder, President and Director China Guardian Auctions China 45 Wu Yajun Chairman Longfor Properties China 46 Yang Lan Cofounder and Chairman Sun Media Group China 47 Yang Mianmian 71 President Haier Group China 48 Yuwadee Chirathivat President Centra l Department Store Thailand 49 Zhang Xin Cofounder and CEO Soho China China 50 Zhou Xiaoguang Cofounder and Chairman Neoglory Holdings Group China Sumber:Forbes

February 21, 2013

ERA SOEKAMTO: Karya Iwan Tirta

ERA SOEKAMTO

Karya Iwan Tirta

KOMPAS/NINUK MARDIANA PAMBUDY

ERA SOEKAMTO

Meskipun memiliki berbagai pekerjaan, perancang busana Era Soekamto (36) sejak setahun terakhir masih menyisihkan waktu untuk kegiatan kewiraswastaan sosial.

”Para ibu itu sangat terampil. Mereka ibu-ibu biasa di beberapa lokasi di Jakarta yang sebelumnya tidak mengenal mode,” kata Era, pekan lalu, di gerai sebuah yayasan dalam Pekan Mode Indonesia di Balai Sidang, Jakarta.

Era memperlihatkan selendang dari sisa kain serta tas, dompet, dan tikar dari anyaman bekas tube pasta gigi. ”Semua hasil penjualan akan dikembalikan untuk kegiatan di komunitas lagi,” kata Era.

Kegiatan utama Era tetap dalam dunia rancang busana. Selain diminta membuat rancangan busana untuk merek Iwan Tirta Private Collection, Era masih menangani desain, produksi, dan pemasaran produknya sendiri.

Era mengaku masih terus belajar memahami karya-karya almarhum Iwan Tirta. Dia mencontohkan, rumah-rumah mode terkenal di dunia tetap populer meskipun perancang pendirinya telah lama meninggal.

”Cita-cita saya membawa merek Iwan Tirta setara dengan merek asing yang high end,” kata Era. Lagi pula, siapa lagi yang akan menghargai batik jika bukan masyarakat Indonesia sendiri.(NMP)

February 17, 2013

Upik Rosalina Wasrin bos baru PT Sang Hyang Seri

Dipercaya Dahlan Iskan Gantikan Kaharuddin
Headline

Upik Rosalina Wasrin
Oleh:
ekonomi – Selasa, 12 Februari 2013 | 14:11 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk Upik Rosalina Wasrin untuk menjadi Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero). Siapa ia?

Dahlan mengangkat Upik Rosalina Wasrin setelah Kaharuddin yang menjabat sebagai Dirut PT Sang Hyang Seri (Persero) diberhentikan dari jabatannya akibat tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan bibit. “Terhitung hari ini (Selasa, 12/2) Upik sudah mulai aktif memimpin Sang Hyang Seri,” kata Dahlan usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Jakarta, Selasa.

Upik Rosalina Wasrin adalah Asisten Deputi Kementerian BUMN Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Lahir di Jakarta pada 11 Maret 1956, latar belakang Upik cukup lengkap, yakni peneliti, akademisi dan paham manajemen korporasi.

Mengawali karirnya di Perhutani sebagai Direktur Produksi pada 2005. Pada 2008 sampai 2009 dipercaya sebagai Direktur Umum Perhutani. Sejak 2009 sampai saat ini aktif sebagai Direktur Utama. Selain bekerja di Perhutani, Upik Rosalina Wasrin aktifsebagaiassociate Professor di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Indonesia.

Masa kecil Upik dinikmati di beberapa tempat, seperti Kalimantan dan Papua. Ayahnya, Lukmanul Hakim Djailani, asal Maninjau Sumatera Barat, adalah seorang tentara. Sedang Ibunya, Marheni, orang Jawa Barat. Ia anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Keenam kakaknya semuanya laki-laki.

Hidup berpindah-pindah, Upik akhirnya menetap di Jakarta sejak SD kelas 5. Lulus sekolah dasar, ia melanjutkan sekolahnya di SMPN 4 Jakarta, Lapangan Banteng, lalu SMAN 1 Jakarta, di Jl. Budi Utomo.

Upik semula bercita-cita menjadi arsitek. Namun, niat itu gugur lantaran keder melihat biaya kuliah yang tinggi di Universitas Trisakti. Ia pun melamar ke ITB, IPB dan UGM. Pilihan susut jadi dua, karena UGM dinilai terlalu jauh. Di ITB ia pilih Biologi sedang di IPB ia pilih Kehutanan. Upik pun pada 1975 akhirnya masuk ke IPB, yang lebih dulu mengumumkan penerimaannya.

Di dunia kemahasiswaan, Upik cukup aktif di beberapa organisasi, seperti Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Dewan Mahasiswa. Ia pun mengenal Mustafa Abubakar, yang ketika itu menjadi ketua MPM.

Upik muda juga aktif di berbagai asosiasi profesi seperti Forest Management Student Club. Pengalaman yang berkesan di waktu mahasiswa adalah ketika ia bersama lima teman, yang semuanya laki-laki, tersesat di Gunung Salak. Untung, di hari keenam, mereka bisa menemukan jalan keluar. Padahal rektorat sudah menyiapkan peti mati.

Lulus kuliah, Upik bekerja di Biotrop selama 12 tahun, atas ajakan direktur SEAMEO BIOTROP (Southeast Asean Minister of Education Organization for Biology Tropical).

Ia pun mendapat kesempatan program fellowship scholarship yang menawarkan beasiswa bagi peneliti ke Perancis. Upik kuliah S2 di Universitas Paul Sabatier, Toulouse III,bidang Ilmu Remote Sensing (potret udara) untuk hutan tropika.

Tahun 1983 ia meraih gelar S2 (DEA/Diplome D’ Etude Approfondies) dan melanjutkan ke S3 di Universitas yang sama di bidang Ilmu Ekologi Hutan, penginderaan jauh satelit untuk aplikasi kehutanan dan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk penerapan pengelolaan hutan.

Pada 1995, Upik dipercaya menjadi Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan IPB dan pada 2000, ia ditugaskan Rektor IPB untuk mengurusi hutan pendidikan IPB di Jambi.

Setelah kenyang di dunia penelitian dan pendidikan, baru pada 2005, Upik menjejakkan kaki du dunia korporasi. Ibu dua anak ini diangkat jadi Direktur Produksi Perum Perhutani. Menurutnya, tugas utamanya sebagai direksi adalah berkomunikasi dan meyakinkan orang agar gagasannya bisa diikuti.

Hal strategis yang dilakukannya di Perum Perhutani adalah mentransformasi mindset bisnis dari kayu ke non kayu. Pasalnya, kayu itu hanya memiliki 5% dari seluruh manfaat hutan. Sedang 95% manfaat hutan lainnya yang masih berpotensi, seperti air, carbon trading, dan obat-obatan dari hutan.

Ketika ia dipercaya jadi Plt Dirut (2008) hingga diangkat penuh pada 2009, Upik menekankan pentingnya pembenahan SDM. Untuk itu, ia minta Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogya mendesain CBHRM (Competency Based Human Resource Management). Artinya, semua pengelolaan SDM berbasis kompetensi.

Meyakini dirinya hanyalah pemain yang bisa ditempatkan dimana saja untuk berbuat yang terbaik, Upik pun menerima ajakan Menteri Mustafa Abubakar untuk memperkuat Kementerian BUMN. Ia menilai, ajakan Menteri itu ada hubungannya dengan rencana pembenahan BUMN Kehutanan yang selama ini ia geluti.

Mungkin keyakinan itu pulalah yang membuat Upik kini menerima pinangan Dahlan Iskan untuk menjadi Dirut PT Sang Hyang Seri (Persero), menggantikan Kaharuddin yang terjegal masalah korupsi. [ast]

January 28, 2013

PROFIL CEO PT TELKOM ARIEF YAHYA: Bisnis Mengalir sampai Jauh

Senin,
28 Januari 2013

Bisnis Mengalir sampai Jauh

Oleh M Clara Wresti

Belum satu tahun Arief Yahya menjadi Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Tepatnya sejak Mei 2012. Namun, bisnis Telkom dan anak perusahaannya terus bermekaran sampai ke luar negeri.

Dua pekan lalu, Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk), dengan anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) mengembangkan sayapnya ke Timor Leste. Pekan lalu, Telin juga mengembangkan sayap ke Australia. Sejak Oktober 2012 lalu, Telin sudah melayani Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Sebelum menjadi orang nomor 1 di Telkom, pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961, ini menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

Research Analyst PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia, Raymond Kosasih, memprediksi harga saham Telkom berpotensi tembus Rp 12.000 per lembar. Pendapatan BUMN telekomunikasi itu hingga akhir tahun 2012 berpotensi mencapai Rp 73,045 triliun, naik 2,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 71,253 triliun. Sedangkan laba bersihnya diproyeksikan meningkat 19,65 persen menjadi Rp 13,12 triliun dibandingkan Rp 10,96 triliun pada tahun 2011.

Di tengah kesibukannya, Arief ternyata juga gemar menyanyi. Ketika peresmian layanan seluler di Timor Leste pada Kamis (17/1) lalu, Arief dengan senang hati tampil ke panggung dan melantunkan lagu masa kini dengan penuh penghayatan.

Di sela-sela peresmian itu, Kompas melakukan wawancara mengenai perkembangan bisnis ke luar negeri.

Strategi apa yang dipakai untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri?

Ada dua strategi yang dilakukan. Yakni Business Follows the People dan Business Follows the Money. Untuk yang pertama, di mana ada orang Indonesia, kita pergi ke sana. Layanan di Hongkong kami lakukan karena di sana banyak tenaga kerja Indonesia. Responsnya cukup bagus. Target awal kami memperkirakan akan mendapatkan 20.000 pelanggan. Ternyata kami langsung mendapat 30.000 pelanggan. Jumlahnya terus bertambah, dan kami perkirakan tahun ini akan mencapai 100.000 pelanggan.

Bisnis di Hongkong ini sangat menarik karena belanja pemakaian jasa telekomunikasi rata-rata mereka cukup tinggi, yakni Rp 200.000 per pelanggan.

Layanan kami mendapat respons yang baik karena kami memberikan tarif yang cukup murah. Bahkan lebih murah tarif Hongkong ke Indonesia dari pada tarif dalam negeri. Layanan ini tentu sangat menghibur mereka yang berada di perantauan.

Lalu untuk Business Follows the Money, contohnya adalah layanan call center dan digitalisasi data di Australia. Pendapatan per kapita Australia sudah sangat tinggi yakni 52.000 dollar AS per penduduk. Bandingkan dengan Indonesia yang baru 3.000 dollar AS per penduduk.

Kami tidak memberikan layanan seluler di sana, tetapi kami memberikan servis. Tagline Telkom adalah TIMES, yakni Telecomunication, Information, Media, Entertainment, and Services. Layanan di Australia masuk ke Services. Jadi kami menjadi outsource untuk layanan call center. Semua telepon yang masuk ke call center akan dialihkan ke kami, lalu kami yang menerima di Indonesia. Dari situ lalu kami kirim lagi ke pemilik yang dituju.

Selain itu, kami juga melakukan digitalisasi dokumen untuk mereka. Semuanya kami lakukan di Indonesia. Untuk memasukkan data, tidak perlu bisa bahasa Inggris. Jadi kami menang karena biaya kami lebih murah. Ini sama saja dengan kalau kita beli soto. Di Indonesia harga soto Rp 10.000. Tetapi di Melbourne harganya Rp 100.000. Pertanyaannya, mampu kah kita membuat yang Rp 80.000? Tentu bisa kan, apalagi ditambah dengan servis yang baik.

Untuk strategi mengikuti orang, negara mana lagi yang akan dituju?

Kita tentunya akan pergi ke negara yang banyak orang Indonesia-nya. Mungkin Makau, Taiwan, Arab Saudi, pokoknya yang banyak orang kita.

Untuk Timor Leste, apakah ada layanan lain di luar seluler?

Sebenarnya kami juga mendapat konsesi untuk fix line. Kami bisa buat fix line untuk internet speedy. Tetapi itu nanti saja. Yang penting, kami harus segera mendirikan 110 BTS (base transceiver station) hingga awal April 2013, untuk menjangkau 95 persen wilayah Timor Leste. Di setiap BTS, akan dilengkapi 2G dan 3G sehingga sudah siap jika permintaan servis meningkat.

Berapa investasi di Timor Leste?

Kami memakai nama Telkomcel di sini. Kami mendapatkan kontrak untuk 15 tahun. Untuk tahap awal, dua tahun pertama, kami tanamkan 50 juta dollar AS. Semuanya untuk infrastruktur dan kantor kami, belum termasuk untuk wifi dan kebutuhan bisnis.

Di sini sudah ada operator lain yang sudah cukup lama? Bagaimana Telkomcel bisa memenangkan pasar?

Dengan teknologi yang kami miliki, kami yakin akan bisa memenangi persaingan. Selain itu, jaringan untuk ke Timor Leste bisa kami tarik dari Nusa Tenggara Timur (Timor wilayah Indonesia). Tentu ini menjadi kelebihan yang tidak dimiliki kompetitor.

Berapa target yang dipatok Telkomcel untuk pasar Timor Leste?

Saat ini jumlah penduduk Timor Leste ada 1,2 juta orang. Kira-kira pengguna telepon seluler sekitar 60 persen, atau sekitar 600.000-700.000 pelanggan. Jika kami meningkatkan layanan, kami optimis bisa merebut 60 persen pangsa pasar. Optimisme muncul salah satunya karena average revenue per user di Timor Leste sebesar 10 dollar AS (Rp 98.600). Bandingkan dengan di Indonesia yang hanya Rp 35.000.

Dari bisnis layanan telekomunikasi yang mengalir jauh ke luar negeri, kendala apa yang terbesar?

Setiap bisnis pasti ada kendalanya masing-masing. Tetapi secara umum kendala yang selalu ditemui adalah bahasa. Tidak semua negara tujuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, kami selalu melakukan training untuk mengatasi masalah itu.

December 17, 2012

PROFIL CEO PT INDOFARMA (PERSERO) TBK

Senin,
17 Desember 2012
PROFIL CEO PT INDOFARMA (PERSERO) TBK

Fokus ke Bisnis Obat Generik

Djakfarudin Junus

Oleh Subur Tjahjono

PT Indofarma (Persero) Tbk, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang farmasi, tahun ini berusia 94 tahun jika ditilik dari asal muasal berdiri. Dalam usia panjang ini, PT Indofarma tetap berfokus menjalankan bisnis intinya, yaitu memproduksi obat generik.

Sejarah PT Indofarma berawal dari berdirinya sebuah pabrik kecil di lingkungan Rumah Sakit Pusat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, di Batavia (Jakarta), tahun 1918. Pabrik kecil itu membuat salep dan kasa pembalut. Tahun 1931, unit produksi rumah sakit itu dipindahkan ke Manggarai, Jakarta Pusat. Zaman Jepang, pabrik itu diambil alih Jepang dan manajemen dikelola Takeda Pharmaceutical.

Setelah merdeka, tahun 1950, pabrik obat yang dikenal sebagai Pabrik Obat Manggarai itu diambil alih Pemerintah Indonesia dan dikelola Departemen Kesehatan. Singkat cerita, pabrik obat itu resmi menjadi Perum Indofarma pada 11 Juli 1981 dan menjadi PT Indofarma pada 2 Januari 1996. Pada 2001, PT Indofarma menawarkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode INAF. Saat ini, PT Indofarma juga merupakan emiten indeks Kompas100.

Saham badan usaha milik negara (BUMN) tersebut saat ini dimiliki Pemerintah Indonesia (80,66 persen), masyarakat (13,37 persen), dan DBS Vickers (Hongkong) Limited (5,97 persen). PT Indofarma memproduksi 236 item obat dengan kategori obat generik berlogo, obat generik bermerek, obat diagnostik, dan kategori obat lainnya. Obat diproduksi di pabrik PT Indofarma di Jalan Indofarma Nomor 1, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat.

Perseroan dengan 1.500 karyawan itu dipimpin Djakfarudin Junus (48). Pria kelahiran Palembang, 7 Agustus 1964, itu berharap produksi obat generik tetap menjadi bisnis inti perseroan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Jumat (14/12), Kompas mewawancarai alumnus S-1 keuangan di Universitas Jayabaya dan S-2 keuangan di Universitas Gadjah Mada tersebut di kantor lama PT Indofarma di Jalan Tambak 2, Manggarai, Jakarta Pusat. Berikut petikannya:

Anda lama jadi bankir, lalu terjun ke industri farmasi. Bagaimana ceritanya?

Basis saya bankir selama 21 tahun (jabatan terakhir di Bank Mandiri adalah regional risk manager IV-Jakarta Thamrin dan jabatan terakhir di Bank Syariah Mandiri adalah komisaris). Saya diterima menjadi Direktur Keuangan PT Indofarma pada Juni 2009.

Bagaimana perkembangan kinerja PT Indofarma?

Waktu itu kinerjanya kurang begitu bagus. Kok dengan omzet (penjualan) Rp 1,4 triliun, keuntungan hanya Rp 2 miliar? Saya tertantang untuk mencari solusi yang cepat dan tepat.

Apa yang Anda lakukan?

Saya melakukan efisiensi dan menekan biaya operasi. Saya minta penyesuaian bunga yang lebih riil. Waktu itu bunga bank tahun 2009 Rp 35 miliar. Saya lakukan efisiensi dalam pembelian bahan baku secara terencana sehingga tidak terjadi over-inventory (kelebihan persediaan). Itu bisa menghemat biaya operasi dalam hal biaya bank turun Rp 10 miliar. Hal itu menambah laba. Tahun 2010, laba naik menjadi Rp 12,5 miliar.

Ini berarti Anda menerapkan pengelolaan rantai pasokan?

Saya bersemangat menerapkan pengalaman di perbankan dalam hal supply chain management (pengelolaan rantai pasokan), yaitu kita mengintegrasikan lebih bagus pengadaan bahan baku, persediaan, proses produksi, proses menjadi barang jadi, sampai penempatan produk ke cabang-cabang. Itu ternyata luar biasa dampaknya sehingga laba tahun 2011 naik lagi menjadi Rp 36,9 miliar.

Setelah saya menjadi Direktur Utama PT Indofarma pada Juni 2011, saya menengok harga saham PT Indofarma. Kenapa harga saham PT Indofarma selalu statis di angka Rp 80 (per lembar saham)? Waktu itu saya selalu mengatakan, PT Indofarma ingin mengembangkan diri untuk investasi dan memberikan informasi corporate action (aksi korporasi). Seperti Anda lihat, harga saham meningkat dari Rp 80 menjadi di atas Rp 100, lalu di atas Rp 200. Posisi terakhir di Kompas100, harga saham kami di atas Rp 300 (per lembar saham).

Ini upaya kami agar BUMN ini ditengok. Ini perusahaan besar dalam arti pasar. Pasar farmasi Rp 44 triliun saat ini. PT Indofarma menguasai pangsa pasar 16-18 persen (terbesar di antara 230 perusahaan farmasi di Indonesia). Kami BUMN yang punya nilai, yaitu kami penghasil obat generik terbesar di atas PT Kimia Farma (BUMN farmasi lainnya). Terlebih lagi tahun 2014, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) diterapkan. Ini berarti kebutuhan obat generik tiga kali lipat saat ini karena anggaran BPJS Rp 73 triliun, sekitar Rp 35 triliun-Rp 40 triliun adalah obat generik. Ini pasar besar bagi PT Indofarma.

Apa rencana PT Indofarma tahun 2013?

Pada awal tahun 2012, kami mengajukan pinjaman ke Bank Mandiri untuk mendapatkan kredit investasi (PT Indofarma menyiapkan total investasi Rp 155 miliar untuk tahun 2013, sebanyak 65 persen berasal dari Bank Mandiri, sisanya dari perseroan) untuk menyambut BPJS sehingga kapasitas tiga kali lebih besar, dari 2,5 miliar tablet ditingkatkan jadi 5,5 miliar tablet.

Kita tahu, saat krisis 1997/1998, kita tidak bisa mengimpor obat karena nilai tukar rupiah Rp 10.000-Rp 15.000 per dollar AS. Yang menjadi penyangga saat itu salah satunya PT Indofarma. Kalau tidak ada obat generik, bagaimana? Oleh karena itu, bisnis inti di bidang obat generik harus terus ditingkatkan. Obat generik tidak identik dengan obat murah. Obat generik obat yang terjangkau dengan harga wajar, beda dengan obat bermerek yang biaya pengemasannya lebih besar.

Makanya harga obat mahal?

Kita masih impor 90 persen bahan baku obat. Harga obat juga dipengaruhi biaya distribusi dan alur distribusi serta mekanisme pasar obat itu. Oleh karena itu, ke depan kami sangat selektif mencari distributor.

Apa keuntungan BUMN jika masuk Bursa Efek Indonesia?

Kalau BUMN sudah di-IPO-kan, kontrol terhadap praktik good corporate governance (pengelolaan perusahaan yang baik) akan menjadi lebih baik. Karena apa? Dengan menjadi perusahaan publik, kita akan selalu menjaga kinerja keuangan, kinerja bisnis, kinerja operasi, selalu mengikuti acuan yang standar. Nilai perusahaan itu akan lebih tinggi lagi.

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

DESEMBER 2012
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

TERKOMENTARI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers