Daftar gaji bos BUMN

Dari vivanews.com

Inilah Daftar Gaji Para Petinggi Telkom
Selama satu tahun penghasilan orang nomor satu Telkom adalah Rp 7,53 miliar.

VIVAnews - Rencana pemerintah menaikkan gaji pejabat negara menuai kontroversi banyak kalangan. Sejumlah pejabat sering membandingkan gaji mereka dengan gaji direksi perusahaan milik negara yang justru menjadi bawahan mereka.

Namun, kalangan lainnya menilai gaji pejabat negara tak layak dibandingkan dengan gaji direksi BUMN. Sebab, pejabat negara merupakan jabatan pengabdian kepada negara, sedangkan BUMN berorientasi untuk mencari keuntungan.

Jika ditelusuri, tak bisa dipungkiri gaji para direksi BUMN memang cukup mencengangkan. Misalnya, gaji bos Bank Mandiri, BRI, BNI, Pertamina dan Telkom. Gaji mereka jauh lebih besar ketimbang gaji menteri yang menjadi atasan mereka, bahkan jika dibandingkan dengan gaji presiden Republik Indonesia sekalipun.

Contohnya saja, gaji direksi PT Telkom Indonesia. Seperti disebutkan dalam laporan keuangan Telkom tahun 2008 yang juga dipublikasikan melalui pasar modal, penghasilan direksi BUMN ini cukup mencengangkan.

Selama satu tahun penghasilan orang nomor satu Telkom adalah Rp 7,53 miliar. Jika dihitung rata-rata per bulan, Rinaldi Firmansyah yang menjabat Direktur Utama Telkom akan memperoleh penghasilan Rp 627,5 juta setiap bulannya.
Direktur yang memperoleh gaji terbesar kedua adalah Arief Yahya, Direktur Enterprise & Wholesale Telkom sebesar Rp 7,49 miliar.

Berikut ini perincian gaji direksi dan komisaris perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut seperti disebutkan dalam laporan keuangan BUMN ini.

Gaji Dewan Direksi PT Telkom (dalam juta rupiah)

Direksi Gaji Tunjangan Asuransi Tunjangan Lain Total
Rinaldi Firmansyah 1.800,0 3.591,4 342,9 1.795,5 7.529,6
Faisal Syam 1.620,0 2.739,2 308,6 1.591,2 6.259,7
Sudiro Asno 1.620,0 2.739,2 308,6 1.938,9 6.606,7
Ermady Dahlan 1.620,0 2.739,2 308,6 2.089,0 6.756,8
I Nyoman G 1.620,0 2.739,2 308,6 1.513,6 6.181,4
Arief Yahya 1.620,0 3.287,0 308,6 2.282,4 7.498,0

Gaji Dewan Komisaris Telkom (dalam juta rupiah)

Komisaris Gaji Tunjangan Asuransi Tunjangan Lain Total
Tanri Abeng 900,0 1.765,2 - 796,8 3,462,0
Arif Arryman 810,0 1.588,7 - 743,1 3.141,8
P Sartono 810,0 1.588,7 - 713,1 3.111,8
Mahmuddin Yasin 810,0 821,8 - 713,1 2.344,9
Anggito Abimanyu 405,0 1.588,7 - 405,7 2.399,4
Bobby AA Nazief 202,5 - - 304,1 506,6

+++++++

Rata-rata satu orang direksi Mandiri membawa pulang duit Rp 6,6 miliar selama 2008.

Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardojo (daylife.com)

VIVAnews – Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Agus Martowardojo enggan mengomentari soal gaji dirinya yang jauh lebih tinggi, bahkan sampai 4 kali dibandingkan dengan gaji kotor Presiden Republik Indonesia.

“Nanti, saya lihat dulu gaji saya, berapa ya,” ujar Agus di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2009.

Dalam laporan keuangan Bank Mandiri 2008, gaji, tunjangan, dan bonus yang diberikan kepada 12 direksi mencapai Rp 79,35 miliar. Angka ini terdiri dari Rp 26,84 miliar gaji pokok, Rp 16,28 miliar tunjangan, dan Rp 36,23 miliar bonus. Rata-rata satu orang direksi Mandiri membawa pulang duit Rp 6,6 miliar selama 2008.

Apakah setuju gajinya diturunkan?
Agus menjawab, “Kalau kami si tergantung pemegang saham.”

Menurut dia, hasil rapat pemegang umum saham menentukan besaran gaji direksi satu perusahaan. Selain itu, pemegang saham juga melihat dari sisi pengelolaan unit bisnis. Pemegang saham tentu akan menyesuaikan dengan tugas dan risiko bisnis. “Itu terus ditetapkan.”

Disinggung soal kesenjangan gaji bos BUMN dengan gaji pejabat negara, Agus mengaku tidak memiliki opini soal itu. “Kalau soal itu, Direktur sumber daya manusia yang bisa menyampaikan.”

Terkait dengan penurunan gaji para bankir yang dilakukan oleh negara-negara anggota G-20, Agus menekankan yang disorot di forum G-20 adalah invesment banking yang umumnya aktif bermain di pasar finansial dengan berbagai jenis produk derivatif.

Menurut dia, di industri perbankan terbagi dalam dua kategori, yakni core banking dan investment banking. Kalau commercial banking termasuk dalam core banking sehingga tidak menjadi tekanan. “Yang disorot G20 adalah bank investasi.”

Di antara total 141 badan usaha milik negara (BUMN), direktur utama perusahaan mana yang gajinya tertinggi? Bagaimana jika dibandingkan dengan swasta?

DI Indonesia, urusan gaji masih sering dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan secara blak-blakan. Banyak perusahaan yang enggan merilis data gaji yang dibayarkan kepada para eksekutifnya. Salah satu alasannya menghindari pembajakan eksekutif berprestasi oleh perusahaan lain yang menjadi kompetitor.

Beruntung, sejak beberapa tahun terakhir, ada kebiasaan bagus yang dilakukan oleh BUMN yang sudah go public atau listing di Bursa Efek Indonesia. Setiap rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan, perusahaan-perusahaan pelat merah menyertakan informasi umum tentang remunerasi bagi direksi dan komisarisnya.

Dengan demikian, publik pun bisa menelusuri berapa besar gaji dan bonus yang diterima oleh bos-bos BUMN besar tersebut. Transparansi itu penting untuk menuju tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Nah, seberapa besarkah remunerasi yang diterima? Ternyata, angkanya sangat besar, mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Tidak salah jika dikatakan bahwa gaji para bos BUMN saat ini selangit. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, perbaikan remunerasi merupakan salah satu strategi untuk mendorong profesionalisme para eksekutif BUMN. ”Yang terpenting, sistem remunerasi harus berbasis kinerja. Jika kinerjanya bagus, remunerasi juga bagus. Gaji naik, ditambah bonus. Tapi jika kinerjanya jelek, remunerasinya juga tidak akan naik,” ujarnya.

Karena itu, Sofyan mengatakan lega karena menjelang akhir masa jabatannya sebagai Men BUMN, pihaknya berhasil menyelesaikan peraturan menteri (permen) tentang pedoman penetapan penghasilan direksi, komisaris,dan dewan pengawas BUMN. Permen No 2/MBU/2009 tersebut ditetapkan akhir April lalu. ”Permen ini menjadi rambu-rambu untuk menetapkan remunerasi pejabat BUMN,” katanya.

Menurut Sofyan, perbaikan remunerasi diharapkan bisa sejalan dengan perbaikan kinerja BUMN. Untuk itu, sistem remunerasi BUMN yang selama ini relatif kurang jika dibandingkan dengan sektor swasta di bidang industri sejenis ditargetkan bisa semakin kompetitif. ”Saat ini, sudah relatif kompetitif. Contohnya, bank. Ini supaya orang yang terbaik tetap bertahan di situ (BUMN, Red),” jelasnya.

Saat ini, di antara total 141 perusahaan pelat merah, kinerja BUMN sektor perbankan memang cukup menonjol. Karena itu, gaji eksekutif bank pelat merah masuk dalam jajaran gaji tertinggi di BUMN. Hingga 2009, rekor gaji tertinggi di BUMN masih dipegang oleh eksekutif Bank RakyatIndonesia (BRI). Per 2009, Direktur Utama BRI Sofyan Basyir membawa pulang gaji Rp 167 juta per bulan. Direktur lain mengantongi Rp 150 juta per bulan.

Selain gaji, eksekutif BRI mengantongi bonus besar. Tahun ini, para direksi dan komisaris menerima total bonus atau tantiem Rp 69,11 miliar. Bonus tersebut dibagi untuk 10 orang direksi, 6 orang komisaris, dan 1 orang sekretaris dewan komisaris.

Komposisi pembagian menggunakan skema standar 100 persen untuk direktur utama, sedangkan direksi menerima bonus 90 persen dari yang diterima direktur utama. Komisaris utama menerima bonus 40 persen dari yang diterima direktur utama. Komisaris menerima 36 persen dari yang diterima direktur utama dan sekretaris dewan komisaris menerima bonus 15 persen dari yang diterima direktur utama.

Dengan komposisi tersebut, tahun ini Direktur Utama BRI Sofyan Basyir mengantongi bonus Rp 6,036 miliar. Jika ditambah dengan gaji Rp 167 juta per bulan, total gajidan bonus yang dikantongi Sofyan mencapai Rp 8,04 miliar setahun atau setara dengan Rp 670 juta per bulan.

Pundi-pundi duit yang dikantongi bos BRI memang terus naik dari tahun ke tahun. Pada 2008, gaji direktur utama Rp 150 juta dan direktur lainnya Rp 135 juta. Tahun lalu, BRI membagikan bonus atau tantiem total Rp 39,187 miliar. Dengan angka tersebut, direktur utama mengantongi tantiem Rp 3,422 miliar. Dengan demikian, setelah dijumlahkan dengan gaji selamasatu tahun, total gaji dan bonus yang diterima Rp 5,222 miliar atau setara Rp 435,16 juta per bulan.

Pada 2007, gaji direktur utama BRI Rp 123 juta per bulan dan gaji direktur lainnya Rp 112 juta per bulan. Pada tahun itu, BRI memberikan tantiem total Rp 21,290 miliar. Sebanyak Rp 1,859 miliar di antaranya diperuntukan direktur utama. Dengan demikian, pada 2007 direktur utama mengantongi total gajidan bonus Rp 3,335 miliar atau setara Rp 277,91 juta per bulan.

Keputusan pemegang saham untuk terus menaikkan gaji eksekutif BRI dan mengguyur bonus miliaran rupiah, tampaknya, mengacu pada kinerja perseroan yang terus meningkat. Pada 2006, BRI membukukan laba bersih Rp 4,257 triliun. Pencapaian itu terus naik pada 2007 dengan raihan laba bersih Rp 4,838 triliun. Pada 2008, saat turbulensi perekonomian global menerjang paro kedua tahun lalu, manajemen BRI masihbisa mendongkrak laba bersih hingga Rp 5,958 triliun.

Di bawah BRI, eksekutif BUMN yang masuk jajaran bergaji tertinggi adalah Bank Mandiri. Tahun ini, Agus Martowardojo yang menduduki kursi direktur utama mengantongi gaji Rp 166 juta per bulan, sedangkan anggota direksi lainnya mengantongi Rp 150 juta per bulan.

Gaji bos Bank Mandiri memang hanya tipis di bawah gaji bos BRI. Namun, untuk urusan bonus atau tantiem, angkanya terpaut cukup jauh. Jika tahun ini direktur utama BRI mendapatkan tantiem Rp 6,036 miliar, tantiem untuk direktur utama Bank Mandiri Rp 4,77 miliar. Meski demikian, jika dijumlah dengan total gaji, pundi-pundiyang dikantongi Agus Martowardojo masih sangat besar, yakni Rp 6,762 miliar setahun atau setara Rp 563,5 juta per bulan.

Sebenarnya, pada 2008, total remunerasi yang dikantongi bos Bank Mandiri lebih besar daripada yang didapat bos BRI. Pasalnya, tahun lalu, besaran gaji direktur utama BRI dan Bank Mandiri sama, yakni Rp 150 juta per bulan. Demikian pula gaji anggota direksi Rp 135 juta.

Namun, tahun lalu pemegang saham Bank Mandiri memberikan tantiem lebih besar. Jika total tantiem BRI Rp 39,187 miliar, tantiem untuk eksekutif Bank Mandiri mencapai Rp 46,06 miliar. Dengan demikian, besaran tantiemyang diterima direktur utama pun lebih besar, yakni mencapai Rp 3,70 miliar. Jika ditotal dengan gaji, penghasilan selama setahun yang diterima bos Bank Mandiri pada 2008 mencapai Rp 5,50 miliar atau setara Rp 458,33 juta per bulan.

Tidak semua bos BUMN bersedia bicara terbuka soal penghasilan yang diterima dan bagaimana membelanjakannya. Salah seorang yang cukup terbuka adalah Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.

Pria kelahiran Amsterdam, 24 Januari 1956 tersebut bicara te­rang-terangan saat ditanya tentang keputusan rapat umum pemegang sahamyang menaikkan gajinya pada 2009. “Gaji saya naik dari Rp 150 juta per bulan menjadi Rp 166 juta per bulan,” ujarnya.

Menurut Agus, kenaikan gaji itu dinilai wajar oleh pemegang saham seiring dengan meningkatnya kinerja Bank Mandiri sepanjang 2008. “Karena itulah, gaji direksi naik 11,06 persen,” katanya.

Tahun lalu Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 5,31 triliun atau naik 22,3 persen jika dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya, Rp 4,34 triliun. Laba 2008 tersebut merupakan pen­capaian tertinggi Bank Mandiri sepanjang sejarahnya.

Adapun Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basyir belum bersedia bicara soal remunerasi yang diterimanya.

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=88206

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Jumat,Kompas 22 Juli 2011
Gaji Ke-13 Pejabat Negara
Ainna Amalia FN

Pada 30 Juni lalu, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 33 Tahun 2011 tentang Gaji, Pensiun, Tunjangan Bulan Ke-13 kepada PNS, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pensiunan.

Gaji ke-13 tahun ini menghabiskan anggaran negara Rp 8 triliun: Rp 1 triliun dialokasikan untuk gaji ke-13 para pejabat negara. Menurut PP No 33/2011, para pejabat negara juga kecipratan jatah gaji ke-13. Padahal, tiap bulan mereka telah mendapat gaji beserta tunjangan rata-rata di atas Rp 10 juta.

Lihat saja, gaji dan tunjangan presiden per bulan Rp 62 juta; wakil presiden Rp 42 juta; menteri, jaksa agung, panglima TNI, dan pejabat setingkat masing-masing lebih dari Rp 18 juta; ketua DPR Rp 30 juta; serta wakil ketua DPR Rp 26 juta.

Di samping menerima gaji tinggi, para pejabat negara juga mendapat fasilitas rumah dan mobil dinas. Mobil dinas menteri dan pejabat tinggi lain adalah Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,3 miliar. Rumah dinas yang mereka tempati pun bernilai miliaran rupiah.

Ganti rugi cara Belanda

Ini berbeda halnya dengan gaji dan fasilitas pejabat negara di Belanda, salah satu negara kaya di dunia yang berpendapatan per kapita 22.570 euro (Rp 273,28 juta). Alih-alih beroleh gaji ke-13, anggota parlemen Belanda bahkan tak menerima gaji dan fasilitas mobil. Mereka hanya memperoleh ganti rugi transpor yang tak terlalu besar nilainya.

Banyak ditemukan anggota parlemen berangkat ke kantor dengan trem, sejenis kendaraan umum kota mirip kereta api tetapi bentuknya lebih kecil. Bahkan, ada yang pergi dinas dengan naik sepeda onthel.

Negara hanya mengganti uang transpor untuk kepentingan tugas keparlemenan 781,36 euro (Rp 9,5 juta) bagi yang bertempat tinggal dalam radius 10-15 kilometer (km) dari kompleks parlemen Binnenhof (Den Haag). Yang tinggal di radius 15-20 km mendapat 1.093,63 euro (Rp 13,2 juta) dan yang bermukim di radius lebih dari 20 km menerima uang transpor 1.562,72 euro (Rp 18,9 juta). Yang berumah dalam radius kurang dari 10 km tak masuk dalam ketentuan itu dan tak dapat apa-apa.

Sungguh amat berbeda keadaannya dengan pejabat di Tanah Air yang berlimpah gaji dan fasilitas. Gaji tinggi dan beragam fasilitas bagi pejabat negara itu tak sebanding dengan tingkat kesejahteraan rakyat indonesia.

Menurut data BPS (Maret 2011), jumlah penduduk miskin Indonesia 30,02 juta jiwa, sekitar 12,49 persen dari total penduduk Indonesia. Warga miskin ini berpenghasilan di bawah Rp 220.000 per bulan. Bisa dibayangkan, betapa repot mereka memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dengan penghasilan hanya Rp 220.000 per bulan. Ini belum lagi untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Melihat keadaan semacam ini, pejabat yang merupakan pelayan masyarakat seharusnya malu jika masih mendapat gaji ke-13. Anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk gaji ke-13 para pejabat seharusnya dialokasikan untuk kepentingan rakyat kecil yang jauh lebih membutuhkan.

Para pejabat seharusnya menyadari hakikatnya sebagai pejabat: melayani rakyat. Karena rakyat yang dilayani masih banyak yang belum hidup layak, tidak pantas bagi pejabat mendapat gaji ke-13 dari APBN/APBD yang notabene adalah hasil keringat rakyat Indonesia.

Mau dengan alasan ”tugas berat dan tanggung jawab besar sebagai pejabat negara”? Itu adalah konsekuensi seorang pejabat. Atau dengan alasan ”pejabat juga memiliki kebutuhan hidup seperti masyarakat lain”? Saya kira kedua alasan itu tak pas bagi pejabat untuk menerima gaji lebih besar lagi, sementara masih banyak warga yang susah memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mental pejabat yang rakus dan selalu merasa kekurangan ini muncul karena sistem di negara kita mensyaratkan modal besar untuk menjadi seorang pejabat. Otomatis ketika menjadi pejabat, mereka berusaha mengembalikan modal yang telah mereka gunakan dengan berbagai cara untuk mendapat jabatan.

Di samping itu, budaya feodal telah mencetak pejabat kita bermental juragan—bergaya hidup mewah dan glamor—sehingga berapa pun gaji dan fasilitas yang mereka terima selalu tak cukup memenuhi kebutuhan mereka yang ”langit adalah batasnya”. Sikap mental itulah yang telah membutakan mata hati pejabat kita. Mereka tidak peka dengan ketidaksejahteraan rakyat.

Patut diapresiasi apa yang dilakukan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menolak gaji ke-13. Penolakan seperti itu juga dilakukan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie pada tahun 2006. Menurut keduanya, gaji ke-13 hanya pantas bagi pegawai negeri sipil golongan I dan II. Pejabat negara dengan golongan lebih dari itu tidak layak mendapatkannya.

Jika para pejabat negara merasa kurang dengan gaji yang telah mereka terima, persoalannya terletak bukan pada besar atau kecilnya gaji, melainkan pada sikap mental dan gaya hidup yang seharusnya sudah diubah. Gaya hidup yang sekarang berlebih-lebihan itu mestinya berubah menjadi sikap hidup yang sederhana.

Belajar hidup sederhana

Perihal hidup sederhana, agaknya pejabat negara kita perlu belajar banyak dari sosok Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Selama menjabat sebagai presiden, dia tidak pernah mengambil gajinya sebagai presiden. Ketika diwawancarai oleh wartawan TV FOX Amerika Serikat, dia memberikan alasan bahwa semua kesejahteraan milik negara dan rakyat. Ia bertugas menjaganya.

Ahmadinejad hanya mengambil gajinya sebagai dosen di sebuah universitas, yang tak lebih dari 250 dollar AS (Rp 2,1 juta) per bulan. Presiden Iran ini juga tidak menempati rumah dinas yang mewah, tetapi tetap tinggal di rumah sendiri yang sederhana, warisan dari ayahnya 40 tahun silam.

Ketika melaksanakan perjalanan dinas, dia memilih naik pesawat terbang biasa dan duduk di kelas ekonomi. Sungguh sebuah potret pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan sendiri.

Para pejabat di India setali tiga uang. Sebagaimana diceritakan Akbar Faizal (Partai Hanura) ketika DPR melakukan kunjungan kerja di India pada Mei lalu, para menteri India sehari-hari hanya pakai baju sederhana khas India, bukan baju mahal bermerek internasional. Mereka lebih senang memakai produk dalam negeri ketimbang buatan luar negeri.

Setelah selesai melakukan kunjungan ke India, anggota Komisi II DPR ini mengaku merasa malu dengan gaya hidup pejabat di Indonesia. Malu dengan banyaknya gaji dan fasilitas yang telah mereka terima. Sekarang tinggal kita menunggu apakah para pejabat ini akan merasa malu menerima gaji ke-13. Apakahmereka masih memiliki kekuatan nurani untuk menolak gaji ke-13? Kita lihat saja.

Ainna Amalia FN Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Peneliti di Lembaga Penelitian Agama dan Sosial Budaya Surabaya

Gaji Tertinggi Bos BUMN Masih Kalah dari Gubernur BI

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Rabu, 01/01/2014 12:34 WIB
++

http://images.detik.com/content/2014/01/01/4/kantorbumn2dalamwhery.jpg
Jakarta -Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan gaji seorang Direktur Utama (Dirut) perusahaan pelat merah dipatok di bawah penghasilan seorang Gubernur Bank Indonesia (BI).Gaji Gubernur BI saat ini ditetapkan sebesar Rp 199 juta per bulan sementara penghasilan seorang Chief Executive Officer (CEO) atau Dirut BUMN besar sekelas PT Pertamina (Persero), PT BRI Tbk dan PT Bank Mandri Tbk berkisar Rp 180 juta hingga Rp 190 juta setiap bulannya.

“Gaji Dirut BUMN itu nggak ada yang melebihi gaji Gubernur BI,” kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro kepada detikFinance, Rabu (1/1/2014).

Gaji yang diterima bos BUMN itu, di luar bonus dan fasilitas atau kompensasi. Kompensasi di sini seperti uang pengganti dari mobil dan perumahan dinas yang tidak dipakai oleh Dirut BUMN.

Sementara ketentuan besaran gaji seorang Direktur BUMN dipatok sebesar 90% dari penghasilan yang diterima dirut. Sedangkan gaji Komisaris Utama BUMN dipatok sebesar 40% dari besaran gaji yang diperoleh dirut.

“Jadi keputusannya RUPS. Gaji Direktur Utama ditetapkan Rp 100 juta (ilustrasi gaji Dirut Pelindo II), gaji Direktur 90% dari Dirut, Komut 40% dan Komisaris 36% dari Dirut,” kata Imam.

Terkait pernyataan Dirut PT Pelindo II RJ Lino yang menerima penghasilan hingga Rp 5 miliar per tahun atau setara Rp 416 juta per bulan. Imam menjelaskan gaji bersih Dirut Pelindo II senilai Rp 100 juta per bulan. Namun saat ditambah akumulasi tantiem atau bonus serta kompensasi, gaji yang diterima bos Pelindo II bisa naik tajam.

“Kalau dihitung dengan tantiem yang dibagi 12 ya mungkin jatuhnya segitu. Gaji Dirut Pelindo II kalau nggak salah Rp 100 juta. Itu di luar kompensasi kalau BUMN tidak menyediakan rumah dan mobil (dinas),” sebutnya.

+++++

Jadi Dirut BPJS, Elvyn Masassya Bantah Minta Gaji Rp 530 Juta

Kamis, 16 Januari 2014 | 08:41 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNGElvyn G. Masassya


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kabar mengenai permintaan gaji Direktur Utama BPSJ yang mencapai Rp 530 juta, dibantah oleh Elvyn G. Masassya.Elvyn yang menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan mengatakan bahwa ia tidak pernah merasa meminta gaji hingga sebesar itu. Enggak benar itu,” ujarnya melalui pesan singkat kepada KONTAN, Rabu (15/1/2014).

Menurutnya gaji yang ia terima saat ini masih sama seperti ketika BPJS Ketenagakerjaan bernama PT Jamsostek. “Gaji Direksi Ketenagakerjaan masih sama dengan gaji Direksi PT Jamsostek,” ujarnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa gaji Direktur Utama BPJSdiusulkan naik menjadi Rp 530 juta. Itu artinya naik 4,4 kali lipat dibandingkan gaji Direktur Utama Jamsostek yang sekitar Rp 120 juta.

Pemerintah sendiri sejatinya sudah mengesahkan aturan tentang mekanisme pemberian upah kepada anggota dewan pengawas dan anggota direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2013.

Formula upah untuk Direktur Utama BPJS adalah Upah Dasar dikalikan Faktor Penyesuaian Inflasi dan faktor jabatan. Upah anggota Direksi ditetapkan sebesar 90 persen dari upah Direktur Utama.

Lalu, upah Ketua Dewan Pengawas ditetapkan sebesar 60 persen dari upah Direktur Utama dan upah anggota Dewan Pengawas sebesar 54 persen dari upah Direktur Utama.

Selain upah, anggota direksi dan dewan pengawas BPJS juga menerima tunjangan dalam bentuk tunjangan hari raya, santunan purna jabatan, tunjangan cuti tahunan, tunjangan asuransi sosial, dan tunjangan perumahan.

Ada pula, fasilitas pendukung pelaksanaan tugas seperti kendaraan dinas, kesehatan, pendampingan hukum, olahraga, pakaian dinas, biaya representasi, dan biaya pengembangan.(Hendra Gunawan)

(feb/ang)

Site Meter

52 Responses to “Daftar gaji bos BUMN”

  1. gaji tinggi, jgn lupa kaum tidak mampu dan zakatnya ya pak….

  2. gaji tinggi, jgn lupa bangun pabrik olah sampah Jakarta untuk mempekerjakan penganggur dan pemulung ya mas.

  3. ya kal gaji tinggi dr jalan halal dan gak merugikan rakyat ya tak apalahhh
    tp kn y brmasalah korupsi itu
    hemmmm

  4. pantesan pada cuek, masa bodo mo dibawa kemana, mo siapa yg mimpin negara ini. dah pada kesumpel duit .. jangan lupa bung sekaya apapun anda .. tetap orang kaya nari negara bobrok, miskin penuh koruptor ..

  5. Sah2 saja gaji tinggi, tp kinerja juga hrs tinggi. Coba bagaiaman kontribusi BUMN tsb terhadap negara, berapa besar yg masuk ke kas negara? Atau ditelikung malah masuk kas partai?

  6. SAYA SETUJU SEKALI DENGAN PENDAPAT DI ATAS. DARI DULU SAYA MEMANG SUDAH TIDAK PERCAYA LAGI DENGAN PEMERINTAHAN YANG KORUP SEPERTI SAAT INI. . .

  7. gaji tinggi harus sebanding dengan kinerja dan tanggung jawab yang dipedang… harus ada Book of report tentang kinerja dan pencapaian target… klo nggak mencapai target harus dipertimbangkan soal kenaikan gaji…

  8. gak pantas,pikir kan………yg bawah..
    dari yang bawah semua itu bisa menjadi di atas..

  9. seharusnya pemerintah mementingkan kesejahteraan rakyat, bukan para pejabat negara yang sudah jelas-jelas sejahtera.

  10. gaji tnggi 25% milik pakir N miskin

  11. Gaji Direksi Ok,tapi karyawan harus besar juga kalau bisa 15% dari gaji Direksi

  12. ha,,, yg bner aja,, kita disini g sebrapa gaji nya,,,! sama2 karyawan telkom ko begitu…. prreeet,,,

  13. Gaji Naik,,, Tapi bagaimana dgn kualitas kerja???? korupsi ngak???

  14. wah…..jauh dengan gaji saya yang cuma 900 ribu….

  15. dont u go comparing with the iranian president, he’s a f$#&^%$ ludacris, have you heard or read his speeches??
    i bet u (who ever wrote this) wont be saying that when he start d WW3

  16. Kalau gaji boss BUMN pada tinggi artinya perusahaan negara itu banyak untungnya ya……..
    Mudah-mudahan ngalir untuk kesejahteraan rakyat banyak, tidak hanya dinikmati segelintir orang saja….

  17. hebat sekali gaji dirut bri + bonus memang kerja anda hebat tapikan bukan krya sendiri apakah itu termasuk hak pesangon para pensiunan bri yg tidak dibayarkan sesuai uu 13 tahun 2003 yg sengaja anda tidak muat dlm PKB,tahukah anda berapa penerimaan bulanan para pensiunan,padahal semasa kerja mereka dituntut kerja keras dan lembur yg tidak di bayar bahkan sakitpun ga boleh

    • Kalian sudah mendapatkan enaknya dari pendiri dan pendiri tonggak yg kukuh kalian nikmati sekarang, coba hargailah mereka yg telah pensiun normal yg tdk punya dosa pada bri. Camkanlah bagi anda pejabat yg masih punya hati nurani manusia.

  18. tidak baik bila mencari laba dengan mengebiri hak pekerja itu namanya ZALIM,akan lebih elegan dengan cara bisnis yang santun

  19. Sikap feodal,mental juragan,basa-basi,tidak jujur,serakah,hanya sebagai politikus,bukan negarawan tapi mengelola negara. Hasilnya rakyat banyak yang hidup miskin,adal dan makmur masih fetamorgana dan angan-angan belaka. Pejabat negara:eksekutif,yudukatif,legislatif hampir semuanya seperti itu.Pancasila hanya sekedar teori bagi mereka,ti dak dilaksanakan dengan sebenarnya,maka Tuhan murka terhadap Indonesia,segala bentuk bencana tejadi sebagai hukuman,itu karena para pejabat banyak yang munafik. Yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin,para pejabat Indonesia rasamalu hampir tidak ada bagi mereka,rasa kenyang tidak pernah ada bagi mereka,orang miskin sekedar jadi tontonan bagi mereka,manusia kalau sudah seperti ini lebih buas dari pada serigala. Hewan buas apapun namanya kalau makanya sudah kenyang,walaupun dihadapanya masih banyak daging segar akan dia tinggalkan untuk hewan buas yang lain,hewan buas yang tidak butuh contoh dari para pejabat negara,tapi hewan buas bisa kasih contoh yang baik bagi para pejabat negara yang sedang MABUK,(mabuk kuasa,mabuk jabatan,mabuk harta). TAPI saya masih percaya bahwa Indonesia masih punya orang yang berjiwa NEGARAWAN,seperti: Bung Karno,Bung Hatta, Bung Sjahrir,Jendral Sudirman,Ki Hajar Dewantara,Srisultan Hamengkubuwana IX,Bang Ali Sadikin,Jendral Hugeng,Prof Nitisastro,Jendral Sarwo Edi Wibowo,KH.Hamka.Tapi masalahnya belum muncul atau belum kelihatan,Percayalah denagan saya,Tidak lama lagi akan muncul orang tersebut seperti diatas sebagai orang yang berjiwa NEGARAWAN dalam dua tiga tahun ini setelah pemilu tahun 20014 SEBAGAI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA yang ke 7.Kerena Rakyat Indonesia sudah bosan miskin,bosan menderita,bosan ketidak adilan,bosan menerima basa-basi,RAKYAT INDO NESIA INGIN MERDEKA LAHIR DAN BATIN. AMIN,AMIN,AMIN ,SEMOGA TERWUJUT. MERDEKA!!!MERDEKA!!!MERDEKA!!!!!

  20. gai selangit , kinerja bodong

  21. ada kerja gak bosssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  22. gaji besar.. buat dong usaha kecil buat orang-orang kecil.. kan ada keuntungan juga dari situ..

  23. para teroris semuanya, dimana pun kalian berada mari kita hancurkan pemerintahan indonesia yang haus akan gaji saja. kita harus ledakan ibukota dan tundukan negara ini menjadi negara impian kita. MERDEKA

  24. Persetan dengan pejabat_pejabat indonesia,mampus aja sudah!

  25. Pegawai Negeri golongan III ke atas ƍαќ perlu minta gaji ke 13, karena mereka sdh punya tunjangan-tunjangan yg sdh memadai. Yg berhak mendapat gaji ke 13 hanya golongan II & I saja

  26. klo udah banjir kayak sekarang apa artinya duit yang penting selamat oeoe

  27. kok aneh ,harusnya gaji menteri yg lebih tinggi dari pd direktur…

  28. Luar biasa gajinya….
    Kami sbgai kryawan salah satu Bank di atas, jbtn pelaksana marketing yg notabene ujung tombak perusahaan d bank bumn gajinya hanya umr, statusnya masih outsor , krja d kejer target trs, g boleh sakit, dpt bonus jg kecil g sebanding dgn kontribusi margin dari bunga yg masuk ke bank yg luar biasa besar,..
    Semoga ada perubahan dan perbaikan ksjahteraan k masa yg akan datang bagi para kryawan pelksana d lapangan, dan cpt jd kryawan tetap, g ada sistm outsorc,.
    -Terimakasih-

  29. Pemilik Saham Terbesar di Agung Sedayu Group

  30. Trus, habis liat belanda dan india apakah mr Akbar Faisal dan koleganya di DPR ikut hidup sederhana? Lantas apa manfaat kunjungan kerja dan studi banding?

  31. bossss saya sikaap positf aja lah, mungkin beban dan tanggung jaeabnya banyak sih mungkin itu gaji yang setimpal yang di beri dari perusahaan, mungkin intu rajeki di yang di beri oleh tuhan allah,bos saya ikut kerja sih bos saya cari kerja susah minta ampun kalo ada konfermasi ke apa aja pekerjaanya yang panting halal dan di ridoi allah amin

  32. :) mantab, sesuai dengan resiko yang ditanggung, tetapi jangan korupsi dan harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara :)

  33. tingkat gaji tinggi, prioritaskan untuk membuat dan membuka lapangan kerja, penurunan tinggat pengangguran, dan jangan lupa zakatnya pak.

  34. gaji tinggi pejabat BUMN miris dengan gaji pegawai yang jadi tulang punggungnya. Frontliner dibantai habis²an kerja jadi kuli seharian sampai malam cuma digaji 1,7 jt. dioutsorce lagi oleh salah satu bank yang katanya terbesar.

  35. waduuuh, gaji besar gitu sayang klau masih korupsi juga, apa sih yg dicari?

  36. gaji dirut BRI itu adalah pesakitan karyawannya>>>

  37. Sejatinya gaji bos bumn berbasis dinar emas , karena nilainya yg VERY STABIL. Katakanlah setara 50 dinar sebulan , dan bisa dibayar dg uang fiat. Imbalan lainnya diberikan tergantung prestasi si bos . Kalo untung banyak bonus nya juga gede.
    Seorang bos boleh dibilang hebat jika karyawan sejahtera dg gaji terkecil setara 4 dinar sebulan , debt equity ratio perusahaan kurang dari 0,2 kali.

  38. BRENGSEK ENAK SEKALI KERJA DI BUMN, GAJI GEDE, SABTU-MINGGU LIBUR, KERJAANNYA CUMAK SEREMONIAL WAE… BIKIN KAMI IRI AJA!!!!!

  39. wauw fantastis banget ya gajinya?? itu gede banget, :D ya semoga sesuai dengan kerjanya deh,

  40. sepertinya gaji para mentri n dirut bumn harus diseimbangkan.anggap sja gaji mentrinya dinaikkan 3 kali lipat.dari 19 ke 57.toh cuma nambah 38 juta,kemudian gaji bumn diturunkan sekitar 50 juta.jumalh itu gak ap2nya melihat gajinya sampai 200 juta lebih perbulan.

  41. Yang bilang jangan lupa zakat, jangan lupa bayar zakat juga ya.

  42. Permasalahan negara itu salah satunya terlalu banyak anggaran atau dana untuk membiayai pegawai,dari mulai PNS,pejabat negara…..dan para pejabat BUMN yang gajinya selangit…,coba potong 30% dari gaji mereka untuk subsidi sana sini kayaknya cukup deh…..

  43. kayak omzetku ini, ga jauh-jauh beda lah, tp
    omzet seumur hidup hihi

  44. kapan.aq bisa gaji segitu yagh???
    hehehe…..©

  45. kapan yagh aq bisa gaji segitu….
    1% nya adja gua udah snenh bnget.
    @istimewa….

  46. apakah pengalihan subsidi bbm banyaknya untuk menggaji mereka dibanding untuk rakyat ?…sangat menyedihkan sekali.

  47. enak amat ya disini pembahasan gaji ratusan juta-miliar kayak apa aja. kita pegawai biasa <10jt, knaikan cuma inflasi 200-300rb saja/thn

Trackbacks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: