Investor daily 2 Agustus 2011
MANADO – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)
PT Bank Sulut menyetujui masuknya Kelompok Usaha Bank Mega
(Para Group) untuk menyuntikkanmodal hingga menguasai 30% saham
perusahaan. Kelompok usaha ini ingin mengakselerasi pembangunan
di daerah-daerah lewat penguatan modal sejumlah bank pembangunan
daerah (BPD).
“RUPS akhir pekan lalu memutuskan setuju Bank Mega Grup masuk
30% saham ke Bank Sulut dan selain itu RUPS juga setuju sesegera
mungkin Bank Sulut ikut IPO (initialpublic offering) atau go public,” ujar
Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian di Manado, Senin (1/8).
Persetujuan atas masuknya ParaGroup itu tertuang dalam
keputusan RUPS LB yang dihadiriSekretaris Provinsi Sulawesi Utara
Siswa Rachmat Mokodongan danseluruh bupati wali kota se-Sulut
dalam kedudukan sebagai pemegang saham Bank Sulut.
Terkait masuknya Para Group, kata Wurangian, sesuai komitmen
Chairman Bank Mega Group Chairul Tanjung, bukan untuk
menguasai atau membeli saham secara permanen. “Sifatnya bantuan
modal, karena itu sewaktu-waktu dapat dikembalikan apabila
struktur modal Bank Sulut sudah kokoh,” ujar Chairul Tanjung seperti
dikutip Wurangian. Ia mengatakan, Chairul Tanjung berkali-kali mengingatkan
kehadirannya di Bank Sulut bukan untuk menguasai, tetapi untuk
membantu permodalan Bank Sulut.
Model ini memang sedang dikembangkan oleh Komite Ekonomi Nasional (KEN) dalam upaya memacu
percepatan pembangunan di daerah. Apalagi, Bank Sulut yang sudah berusia 50 tahun dikenal
sebagai bank milik daerah.
Menurut Wurangian, Bank Sulut meskipun masih terbilang bank kecil
dari sisi jumlah modal, tetapi dalam tiga tahun berturut-turut sesuai penilaian
Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai
bank sehat, serta mampu mengakumulasi laba dan mendistribusikan
dividen kepada setiap pemegang saham