Posts tagged ‘Singapore’

November 10, 2011

2023, Wilayah Udara Kepri Masih dalam Kendali Singapura

Investor daily 10 Nov 2011
Memalukan sekali di wilayah Indonesia tetapi radar dikendalikan dari Singapore…

TANGERANG – Radar baru Bandara Soekarno-
Hatta (Soetta), yang bernama Jakarta Automated Air
Traffic Control Systems II (JAATS-II), ditargetkan
beroperasi awal 2013. Namun, hingga 2023,
wilayah udara Kepulauan Riau (Kepri) masih akan
berada dalam kendali Singapura.

Dalam Undang-Undang (UU) No 1
Tahun 2009 tentang Penerbangan disebutkan,
wilayah udara RI yang masuk
Flight Information Region (FIR)
Singapura adalah sektor A, B, dan C,
yang berada di langit Kepri. Dengan
demikian, pengaturan lalu lintas atau
navigasi penerbangan (air traffic controller/
ATC) di wilayah itu dilakukan
oleh Singapura, termasuk Bandara
Hang Nadim di Batam. Klausul tersebut
mengacu standar International
Civil Aviation Organization (ICAO),
yang juga ditindaklanjuti dengan perjanjian
bilateral Indonesia-Singapura.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian
Perhubungan (Kemenhub)
Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan,
dalam UU Penerbangan disebutkan
bahwa pengambilalihan wilayah
udara itu bisa dilakukan maksimal
15 tahun sejak masa transisi UU
ini berakhir atau tepatnya 2024. Meski
radar baru Bandara Soetta bisa beroperasi
2013, lanjut dia, pengambilalihan
itu baru bisa dilakukan dalam
rapat yang digelar seluruh anggota
ICAO 10 tahun kemudian.
“Radar baru beroperasi 2013 dan rapat
10 tahunan ICAO akan dilakukan
pada tahun yang sama. Meski radar
sudah beroperasi kan butuh pematangan
dari sisi sumber daya manusia
(SDM) dan fasilitas pendukung yang
lain. Jadi, kemungkinan (pengambilalihan)
baru bisa diajukan dalam rapat
10 tahunan ICAO pada 2023. Program
pemerintah ini sudah sejalan dengan
UU Penerbangan,” kata dia di Tangerang,
Rabu (9/11).
Sementara itu, Menteri Perhubungan
EE Mangindaan mengatakan,
pemerintah Indonesia siap mengambil
alih wilayah udara Kepri yang selama
ini dalam kendali Singapura. Itu bisa
dilakukan setelah Bandara Soetta memiliki
radar baru dengan teknologi
terkini, yang mampu menjangkau 100%
wilayah udara RI.
Ia menjelaskan, investasi JAATS-II
mencapai Rp 700 miliar. Dari jumlah
itu, dana untuk gedung senilai Rp 200
miliar berasal dari APBN, sedangkan
PT Angkasa Pura II (AP II) menanggung
Rp 500 miliar untuk sistem radar.
Tender pengadaan sistem dimulai
Desember 2011, sedangkan tender gedung
sudah dilakukan.
“Radar baru JAATS-II tak hanya penting
untuk meningkatkan keselamatan
transportasi udara, namun lebih dari
itu untuk menjaga kedaulatan RI dari
sisi wilayah udara. Pemerintah menyadari
keterbatasan sistem radar di
Tanah Air, yang membuat sebagian
wilayah RI harus berada di bawah kontrol
negara tetangga, Singapura,” papar
Mangindaan ketika melakukan
inspeksi mendadak di Bandara Soetta,
Tangerang, kemarin
Masalah kedaulatan itu tidak bisa
ditawar-tawar, sehingga Mangindaan
berharap program pengadaan radar
baru ini menjadi prioritas. Dengan begitu,
wilayah udara RI yang selama ini
dikontrol negara lain bisa secepatnya
diambil alih.
Hingga Australia
Her r y Bakti mengatakan, radar
JAATS-II memiliki teknologi terkini.
Radar ini tak hanya memiliki daya jangkau
100% wilayah RI, namun hingga
ke Australia.
JAATS-II bisa menjadi back-up radar
Makassar, yang kini menjadi pusat
pengendali lalu lintas udara di wilayah
Indonesia timur. Radar baru juga
menghilangkan batas antarwilayah
udara RI.
“Meski radar JAATS-II sudah ada,
radar JAATS-I tetap akan dioperasikan
sebagai back up. Dengan demikian,
sistem radar udara nasional semakin
kuat dan disegani di mata internasional,”
ungkap dia.
Deputi Senior Manajer Umum AP II
Cabang Bandara Soetta Mulya Abdi mengatakan,
sistem radar JAATS-I sebenarnya
sudah cukup mumpuni, hanya
saja usianya sudah uzur. Saat ini,
sistem radar bandara internasional itu
sudah dibuat berlapis-lapis, yakni
JAATS-I, Jakarta Automated System Suports
(JASS), dan Emergency Jakarta
Air Automated. Ada pula Traffic Control
System (EJAATS) dan sistem manual.
“Kami juga tengah membuat sistem
radar cadangan lagi, yang beroperasi
Desember nanti atau paling lambat
awal Januari 2012. Jadi, ketika JAATSI
ada gangguan, sistem berikutnya
akan menggantikan,” jelas dia.
Tender Internasional
Direktur Keuangan AP II Laurensius
Manurung mengungkapkan, pihaknya
akan menggelar tender pengadaan
sistem radar JAATS-II senilai Rp 500
miliar pada Desember 2011, dengan
menggunakan anggaran tahun 2012.
Tender bersifat internasional, karena
hanya negara tertentu yang memiliki
sistem radar sekelas JAATS-II, seperti
Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia,
dan Jerman.
“Nanti akan kami gelar tender
internasional, karena yang mempunyai
sistem radar sekaliber JAATS-II hanya
lima atau enam negara. Untuk mendukung
JAATS-II, kami juga menyediakan
lahan di luar Bandara Soetta,
di daerah Batu Jaya yang berjarak 2-5
km sehingga lebih independen,”

Tags:
November 7, 2011

Menteri Amir Dicuekin Singapura Myanmar

Singapur tetap jadi surga Koruptor dan bandit Indonesia

Home
GAGAL TERAPKAN EKSTRADISI
07 Nov 2011

Headline
Rakyat Merdeka

Menteri Amir Dicuekin Singapura Myanmar

MENKUMHAM Amir Syamsuddin berjanji mengupayakan Singapura meneken perjanjian ekstradisi. Namun, upaya itu gagal. Negeri jiran itu tetap bakal tetap menjadi surga pelarian para koruptor yang tak bisa ditangkap aparat hukum kila

Pemerintah negeri Singa itu masih ogah membuat perjanjian pemulangan paksa koruptor Indonesia. “Rencana menggolkan ekstradisi masih belum berhasil,” aku Amir yang baru kembali dari Pnom Penh, menghadiri konferensi para memen hukum se-ASEAN yang digelar Jumat-Sabtu.

Di forum ini, para menteri hukum se-ASEAN berunding soal ekstradisidan Mutual Legal Assistance (MLA) atau perjanjian saling memberi bantuan hukum. Nah, kesempatan ini digunakan Amir untuk melobi Singapura dan Myanmar agar mau menandatangi perjanjian ekstradisi itu.

Tak hanya Singapura, Myanmar juga enggan kerja sama dengan Indonesia soal ekstradisi itu. Namun, Amir tidak akan berhenti berusaha dan akan terus membujuk agar kedua negara itu mau kerja sama dengan Indonesia.

“Saya akan tetap berusaha melakukan perjanjian bilateral. Ini tugasberat, lapi bagaimanapun harus diperjuangkan.” janji Amir.

Pengamat hukum Alfons Loemau tidak heran dengan kegagalan lobi Menteri Amir. Pasalnya, selama ini Indonesia tidak punya da\a tau ar apapun di dunia internasional, sehingga akan sangat sulit negara lain mau menuruti keinginan Indonesia.

“Wajarsaja Singapura nolak. Uta kita tidak punya daya tekan apa-apa. Indonesia saat ini tidak seperti zamannya Bung Karto atau Pak Harto yang disegani negara lain.” jelasnya.

Anfons menerangkan, ekstradisi adalah konsep dari negara yang punya kepentingan untuk mereduksi kriminalitas. Tapi, konsep kriminalitas di In-donesui bisa jadi berbeda dengan yang ada di Singapura

Contohnya, seorang koruptor yang lari dari Indonesia ke Singapura dengan membawa uang hasil korupsi. Bagi Indonesia, jelas orang itu penjahat. Tapi hjgi Singapura, orang nu bisu dianggapseorang investor yang mau menanamkan modal di negerinya.

Kata Alfons, satu-satunya cara agar Singapura mau menandatangi pcrjan-nan ekstradisi dengan menjanjikan mutual benefit. Artinya, kalau Singapura mau memulangkan koruptor asal lndo-nesia dia akan mendapat keuntungan.

“Kalau itu nggak bisa, kila ancam saja akan menghentikan ekspor barang tertentu Singapura temu mempunyai .ketergantungan pada Indonesia, seperti gas Itu bisa kita gunakan untuk menekan. Dengan begitu mereka akan berhitung risiko kalau masih (idak mau menyetujui perjanjian ekstradisi.” jelasnya.

Pengamat hukum Refly Harun berpendapat lain. Kata dia. ekstradisi sebenarnya tidak penting kalau Indonesia bisa menerapkan sistem keimigrasian yang ketat dan transparan.

Selama ini para koruptor bisa kabur ke luar negeri karena imigrasi sangat longgar bahkan cenderung kongkalikong dengan koruptor.

“Kalau imigrasi bisa bertindak cepal dengan mencekal semua koruptor, tentu tidak ada yang bisa kabur ke luar negeri.

Tapi, yang terjadi adalah banyak permainan di kantor imigrasi sehingga koruptor bisa dengan mudah lari ke luar negeri.” terangnya.

Kalau pun Indonesia berhasil melobi Singapura, lanjutnya, hal itu akan tetap percuma kalau imigrasinya masih banyak permainan. Sebab, masih banyak negara lain yang belum punya perjanjian cktradisi dengan Indonesia yang bisa jadi tempat persembunyian koruptor itu.

“Selain Singapura kan masih banyak negara lain yang belum punya perjanjian ekstradisi. Kalau di Singapura sudah ada. ya mereka lan ke negara lain. Jadi, kuncinya bukan di ekstradisinya, tapi di imigrasinya,” iclas Refly.

Berdasarkan calatan Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak 2001 tercatat 42 orang yang diduga terlibat kasus korupsi melarikan diri ke luar negeri Sebagian besar pelarian lersebut memilih Singapura sebagai tempat singgah. Jaraknya hanya sejengkal dan Indonesia. Tapi, hukum Indonesia tak mampu melamah mereka.

Buronan yang terkenal di antaranyaburonan kasus pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Anggoro Widjojo, buronan kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti. mafia pajak Gayus Tambunan i walaupun kemudian bisa dipulang dengan dibujuk) dan terpidana kasus Bank Century, Riifal Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq.

Pemerintah Indonesia sudah lama mengupayakan perjanjian ini. Namun, upaya ini terganjal oleh syarat yang diajukan Singapura yang dipandang berai Kala bekas Menkumham Patrialis Akbar, Singapura meminta wilayah Indonesia untuk jadi pelatihan militer.

“Tapi, kita ndak mau menandatangani karena Singapura meminta satu daerah di tempat kila untuk dijadikan tempat pelatihan militer. Waktu itu DPR tidak setuju. Waktu itu saya jadi anggota DPR, jadi sekarang tidak bisa ditindaklanjuti.” tutur Patrialis.

Menurutnya, permintaan Singapura ini tidak la/im. Sejumlah perjanjian ekstradisi yang ilihual Pemerintah Indonesia dengan negara-negara lain di dunia tidak pernah ada yang mensyaratkan hal seperti iiu. uswnet

Tags:
June 6, 2011

Soal Ekstradisi, Singapura Klaim Telah Teken Sejak 2007

Sampai sekarang kok belum ada yang diextradisi yach.. Pemerintah SBY juga tidak pernah ada niat serius untuk membasmi habis korupsi dan mafia peradilan. Upaya pemberantasan yang ada saat ini hanya untuk pencitraan untuk menutupi kegagapannya dalam bertindak tegas !
+++=
Soal Ekstradisi, Singapura Klaim Telah Teken Sejak 2007
Senin, 06 Juni 2011 | 15:22 WIB
Besar Kecil Normal

TEMPO/Arie Basuki

Berita terkait
Mahfud Sebut Perjanjian Ekstradisi Belum Diratifikasi
Mahfud: Singapura Harus Dipaksa Setujui Ekstradisi
Tiadanya Perjanjian Ekstradisi Hambat Pemberantasan Korupsi
Indonesia – India Sepakati Perjanjian Ekstradisi
Terlibat Narkoba di Negaranya, Warga Australia Diekstradisi

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kedutaan Besar Singapura di Jakarta menyatakan perjanjian ekstradisi dan persetujuan kerja sama pertahanan sudah ditandatangani oleh Singapura dan Indonesia pada 2007.

“Penandatanganan perjanjian itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di Bali pada 27 April 2007,” kata Sekretaris Pertama bidang Politik Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, Herman Loh, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Minggu 5 Juni 2011 malam.


Penegasan itu disampaikan Loh berkaitan dengan pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menyebut Singapura harus dipaksa setujui ekstradisi. Berita itu dilansir Tempointeraktif.com pada Kamis, 2 Juni 2011.

Menurut Loh, Singapura berkomitmen secara penuh untuk perjanjian tersebut dan sedang menunggu Indonesia meratifikasinya. Ia menyebut, pernyataan Mahfud soal perjanjian itu “tidak akurat dan misleading”.

Dalam penjelasannya, Mahfud mengatakan Singapura kerap menjadi tujuan pelarian koruptor asal Indonesia. Mahfud juga meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat membuat agenda khusus untuk merundingkan kembali perjanjian ekstradisi dengan Singapura. “Penjahat kita, koruptor-koruptor itu itu lari ke sana aman semua,” kata Mahfud di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, 2 Juni 2011. “Ini menguntungkan Singapura karena pelaku korupsi besar akan mendepositokan uang di negara tersebut.”

Tags:
May 10, 2011

Indonesia Pasar Besar bagi Singapura

Etos pelayanan bangsa Indo ini : parah ! Mana ada layananan yang ok di Indonesia ! akibatnya menjadi kesempatan bagi negera tetangga.

++++
Selasa,
10 Mei 2011
LAYANAN KESEHATAN
Indonesia Pasar Besar bagi Singapura
Singapura, Kompas – Masyarakat Indonesia merupakan pasar besar bagi pelbagai klinik dan rumah sakit di Singapura.

Senior Vice President Singapore Medical Group (SMG) Limited, Saw Chit Aung, mengatakan, pasien dari Indonesia dan Malaysia merupakan klien asing terbesar yang mereka layani. ”Selebihnya dari sejumlah kawasan Asia lain, seperti Vietnam, Myanmar, dan Filipina,” kata Saw usai acara briefing tentang Teknologi Bedah Mata dan Tulang, Jumat (6/5) di Singapura.

SMG memiliki jaringan klinik di Singapura yang khusus menyediakan layanan dokter spesialis, baik rawat jalan maupun bedah minor. Bagi pasien dari negara lain, SMG membantu menyediakan informasi medis, membuatkan perjanjian dengan tenaga medis, mengatur visa dan akomodasi, memberikan pelayanan secara personal, serta jasa penerjemah.

Menurut Saw Chit Aung, Indonesia menjadi pasar lantaran jumlah penduduk yang besar, secara geografis dekat dengan Singapura, dan sejumlah teknologi kesehatan belum ada di Indonesia. Selain itu, sebagai sesama negara di Asia, komunikasi lebih mudah dan secara psikologis tidak banyak halangan.

Setiap tahun jumlah pasien asal Indonesia di SMG terus meningkat. Saw tidak dapat menyebutkan angka konkret peningkatan dari tahun ke tahun, setidaknya sekitar 500 pasien Indonesia berobat ke klinik itu tahun lalu. Melihat tingginya minat berobat di Singapura, SMG mempunyai fasilitator di sejumlah kota besar di Indonesia yang membantu para pasien dari Indonesia untuk berobat ke negeri itu.

SMG membidik pasien dari daerah-daerah di Indonesia yang masih kekurangan dokter spesialis. ”Di Jakarta dan Surabaya relatif banyak dokter spesialis, tetapi kota di luar Jawa, khususnya di Sumatera yang dekat dengan Singapura, dokter spesialis tidak sebanyak di kota-kota di Jawa. Itu yang mendorong SMG membuat semacam cabang di Medan,” kata Saw.

Dokter ahli bedah ortopedi yang berpraktik di SMG, Kevin Lee, kerap melayani pasien asal Indonesia yang mengalami masalah dengan tulang sejak berpraktik di National University Hospital. Ia heran banyak orang Indonesia berobat ke Singapura.

Respons cepat

Juli Chiang (45), misalnya, membawa ayahnya, Gondo (77), yang terserang kanker, dari Surabaya berobat di Singapura. Juli meyakini, dokter-dokter di Indonesia tidak kalah dengan Singapura dalam hal kompetensi dan terapi. Namun, dalam hal sistem yang dapat memberikan kenyamanan kepada pasien, dokter dan rumah sakit Indonesia masih jauh tertinggal.

Juli mendengar banyak pengalaman dari kerabat dan teman tentang dokter yang menangani terlalu banyak pasien, terkadang salah diagnosis, dan respons kepada pasien tidak cepat. Padahal, di tengah kondisi sakit, respons cepat, termasuk di luar jam konsultasi klinik, sangat diharapkan.

(INE)

January 4, 2011

Singapura Bakal Jadi ‘Gudang’ Komponen Elektronik RI

detikFinance » Industri

Selasa, 04/01/2011 23:13 WIB
Singapura Bakal Jadi ‘Gudang’ Komponen Elektronik RI
Ninik Setrawati – detikFinance

Jakarta – Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Singapura untuk penyediaan basis logistik penyimpanan komponen elektronik yang akan dipasarkan ke Eropa.

Menteri Perindustrian Indonesia dan Singapura telah membahas kerjasama yang dinilai bakal menguntungkan kedua belah negara.

Selain komponen elektronik, Dirjen Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan Singapura bakal jadi basis logistik penyimpanan komponen galangan kapal serta lab penguji komponen elektronik asal Indonesia tersebut.

“Singapura akan menjadi base logistic untuk galangan kapal di Batam dan Karimun. Nanti jika sudah berkolaborasi dengan Singapura, kita tidak perlu lagi menyimpan sparepart, Singapura saja yang menyimpan,” jelas Budi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (4/1/2011).

Budi mengatakan dengan kerjasama tersebut, Indonesia bisa menghemat biaya penyimpanan barang-brangan elektronik tersebut. Demikian juga untuk komponen galangan kapal.

Di sektor elektronik, Indonesia memang banyak mengirim komponen ke Singapura dan nantinya dikirim kembali ke Eropa. Namun komponen elektronik ini butuh pengujian di laboratorium terlebih dahulu.

“Pemerintah Eropa mengharuskan alat-alat tersebut bebas dari material yang berbahaya, termasuk komponennya. Kemeneprin sudah mem-backup itu dan sudah bekerjasama dengan Singapura untuk tes lab-nya,” tutur Budi.

Tags:
December 9, 2010

Singapura-Indonesia Bikin Sekolah Instruktur Penerbang Tempur

Singapura-Indonesia Bikin Sekolah Instruktur Penerbang Tempur
09 Desember 2010
Latihan bersama Indonesia dan Singapura (photo : Antara)

Singapura-RI Bikin Sekolah Penerbang

DENPASAR, KOMPAS.com — Sebagai bentuk peningkatan kerja sama pertahanan dua negara, Indonesia dan Singapura, Rabu (8/12/2010), sepakat mendirikan sekolah untuk instruktur penerbang tempur di Indonesia. Hal itu merupakan salah satu hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil PM Singapura Teo Chee Hean di Nusa Dua, Bali, Rabu (8/12/2010) petang Wita.

Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang mendampingi Presiden dalam pertemuan itu, saat ditanya pers seusai pertemuan. “Kepakatan itu akan dibahas lagi oleh masing-masing Kepala Staf TNI AU dan Kasau Singapura,” ujar Purnomo.

Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah mengaku, hal itu belum dibahas. Namun, saat disebutkan bahwa hal itu disampaikan oleh Menhan kepada pers, Faizasyah mengaku akan mengeceknya lagi. “Saya akan lihat lagi dalam catatan saya,” ujar Faizasyah sambil melihat-lihat buku catatannya.

Sebelumnya, Faizasyah menyatakan, pertemuan antara Presiden dan Wakil PM Singapura banyak membahas tentang sejumlah persoalan, mulai dari peningkatan investasi Singapura di Indonesia sampai soal perbatasan laut.
(Kompas)

Tags:
November 16, 2010

Singapura Penjarakan Penulis Buku

Singapura Penjarakan Penulis Buku
Singapura tidak segan-segan menggunakan pasal penghinaan untuk membungkam kritik
Vivanews : SELASA, 16 NOVEMBER 2010, 12:44 WIB Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – Pengadilan di Singapura menghukum seorang penulis asal Inggris berupa enam pekan di penjara dan denda S$20.000 (sekitar Rp138,2 juta). Kesalahannya, pria berusia 76 tahun itu dinilai menghina pengadilan terkait buku yang dia tulis mengenai kritik atas sistem yudisial di Singapura.

Demikian putusan sidang pengadilan, Selasa 16 November 2010, atas terpidana bernama Alan Shadrake. Terpidana sudah minta maaf karena menyinggung sensitivitas yudisial Singapura, namun dia tidak akan pernah minta maaf atas buku yang dia tulis, berjudul “Once a Jolly Hangman: Singapore Justice in the Dock.” Buku itu mengundang kemarahan pihak berwenang Singapura.

“Kalau saja Bapak Shadrake mengubah sikapnya, saya mungkin akan memberi pendekatan yang berbeda,” kata Hakim Quentin Loh, yang menyidangkan kasus Shadrake. Terpidana pun tidak peduli dengan vonis itu. “Kalau mereka mau penjarakan saya, lakukan saja,” kata dia kepada kantor berita Associated Press (AP).

Hakim meluluskan gugatan dari Kejaksaan Agung bahwa buku karya Shandrake itu secara tidak berdasar telah menghina imparsialitas, integritas dan independensi yudisial Singapura.

Kasus itu, menurut AP, sekali menunjukkan bahwa pemerintah Singapura tidak segan-segan menggunakan pasal penghinaan atau pencemaraan nama baik (defamation) dalam undang-undang pidana mereka untuk membungkam kritik. Pemerintah menyatakan bahwa apapun pernyataan yang merendahkan reputasi pimpinan negara akan mengganggu kemampuan mereka dalam memerintah secara efektif.

Pengacara dari pihak penuntut, Hema Subramaniam, menyatakan bahwa terpidana sepenuhnya menunjukkan itikad yang tidak baik dalam melontarkan tuduhan-tuduhan atas institusi yudisial.

Shadrake sebenarnya telah ditahan pada 18 Juli lalu, namun dua hari kemudian diperbolehkan keluar dari penjara untuk sementara waktu sambil menunggu proses pengadilan setelah dia membayar denda. Tidak jelas, apakah dia akan mengajukan banding atas vonis itu.

Pemerintah Singapura selama ini tidak segan-segan menggugat jurnalis maupun lawan-lawan politik ke meja hijau atas kasus pencemaran nama baik. Bagi pemerintah, pembatasan berbicara dan berkumpul penting untuk menjaga stablilitas ekonomi sekaligus mempertahankan kerukunan antar warga di negeri yang dihuni lima juta orang itu.

Shadrake, kelahiran Essex dan ayah dari empat anak, sebelumnya mengaku tidak menyangka bakal ditangkap setelah dia menggelar pesta peluncuran buku pada 17 Juli lalu. Dia mengungkapkan saat itu pihak berwenang tidak menerapkan larangan atas penjualan bukunya di Singapura.

Dalam bukunya, Shadrake mewawancarai Darshan Singh, yang pernah bertugas algojo hukum gantung dari 1959 hingga 2006. Singapura menerapkan hukum gantung bagi pelaku kejahatan berat, seperti pembunuhan, peredaran narkoba, dan penggunaan senjata api secara ilegal.

Negara itu dikenal sebagai salah satu yang termakmur di dunia dan memiliki tingkat kriminalitas yang sangat rendah. (sj)
• VIVAnews

Tags:
September 27, 2010

Bandara Changi Singapura Terbaik di Muka Bumi

coba bandingkan dengan bandara Soekarno Hatta yang kerap mati lampu dan banjir….

Bandara Changi Singapura Terbaik di Muka Bumi
SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 | 05:47 WIB
Besar Kecil Normal
Bandara Changi, Singapura. TEMPO/ Arie Basuki

TEMPO Interaktif, London: Business Traveller Awards yang bermarkas di Inggris menganugerahi Bandara Changi Singapura sebagai Bandara terbaik di muka bumi. Selama Agustus hingga September 2010, Bandara yang dibuka sejak 29 tahun lalu ini menyabet enam penghargaan.

Masih dari negeri Ratu Elizabeth, Bandara Changi dinilai terbaik di dunia oleh Conde Nast Traveller dalam Reader’s Travel Awards 2010 untuk kali keenam. Pembaca majalah wisata asal Inggris ini menilai bandara dengan luas 13 kilometer persegi itu paling menarik dalam kategori fasilitas dan makanan. Bandra Changi menerima total skor 87,88 naik dari skor tahun lalu sebesar 86,38.
Sedangkan pembaca asal Amerika Serikat memilih Changi sebagai Bandara Internasional Terbaik untuk ketujuh kalinya dalam Annual Business Travel Awards. Changi dipilih sebagai yang terbaik karena makanan, toko, fasilitas, kenyamanan, desain, dan kemudahan berkomunikasi. Penghargaan ini diberikan setelah melakukan wawancara tertutup dengan para pelancong bisnis.

Pembaca Business Traveller Asia, Travel Weekly Cina, serta Majalah Daring Smart Travel Asia juga menempatkan Cahngi sebagai bandara terbaik.
Lee Seow Hiang, Chief Executive Officer Bandara Changi, mengucapkan terimakasih atas penghargaan ini. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan dengan kelas pertama dan terbaik,” katanya. Sejak dibuka Bandara Changi telah memenangkan lebih dari 350 penghargaan.

Tags:
August 23, 2010

Penjajahan Singapura atas TI Indonesia Menyakitkan

Penjajahan Singapura atas TI Indonesia Menyakitkan
23/08/2010 09:43:58 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com
Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) di Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, mengatakan penjajahan pihak Singapura atas teknologi informasi (TI) Indonesia benar-benar sangat menyakitkan.

“Jelas sekali, kedaulatan kita pada ranah cyber atau TI secara keseluruhan benar-benar porak-poranda, dan ini butuh atensi serius sejumlah kementerian serta perguruan tinggi,” katanya kepada Antara, di Jakarta, Minggu (22/8) malam.

Ia mengatakan itu merespons pernyataan seorang pakar IT alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia pada sebuah diskusi terbatas di Jakarta, akhir pekan lalu, yang mengungkapkan, RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan.

Situasi ini, menurut dia, semakin diperparah oleh penguasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas satelit yang sekarang berada di bawah perusahaan Indosat.

“Dan, kita tahu bersama, siapa pemilih mayoritas (sahamnya) Indosat itu kan? Bukan lagi negara kita toh? Saham mayoritasnya kini milik negara lain,” ungkapnya.

Padahal, demikian Fayakhun, hak orbit satelit merupakan milik suatu negara, bukan corporate.

“Ini bahaya dan sangat serius dampaknya bagi kita, masa depan bangsa. Celaka kita jika semua urusan TI dikendalikan dari luar (Singapura) karena mereka yang menguasai saham perusahaan yang mengoperasikan satelit yang dibikin atas nama negara kita itu,” katanya menandaskan.

Buat Internet Sendiri
Untuk mengatasi begitu lemahnya RI dalam penguasaan TI, dan malah terkesan didikte pihak asing, Fayakhun Andriadi bersama fraksinya menawarkan pembuatan internet exchange sendiri.

“Internet exchange yang tidak melewati negera persemakmuran, yakni di Utara dengan Singapura, dan Selatan dengan Australia, lalu ke timur Laut ke Taiwan, dan ke Barat Laut dengan India,” katanya.

Dengan begitu, menurut dia, satu informasi rahasia yang utuh, dapat dipecah ke empat jurusan. “Dalam hal ini, pemerintah RI mestinya menegakkan kedaulatan cyber di wilayah republik,” tegas Fayakhun lagi.

Sebab, kenyataannya sekarang, dia menilai Indonesia sebagai Negara Berdaulat, ternyata harus tunduk kepada pihak lain dalam kedaulatan di bidang cyber atau teknologi informasi (TI).

“Saya sependepat, bahwa saat ini RI sebagai Negara Berdaulat, ternyata tidak berdaulat di ranah cyber yang digunakan oleh anak bangsa sendiri,” katanya.

Dalam kaitan itulah, demikian Fayakhun, FPG mendesak Menteri Negara Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) agar mampu berdaya upaya menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia di ranah cyber milik bangsa sendiri.

“Ranah cyber yang dimaksud, tidak hanya meliputi voice, namun juga data dan data khusus. Jika tidak, tidak ada Rahasia Negara (RHN) yang tidak `telanjang` keluar,” ujarnya. (gor)

Tags:
June 28, 2010

Indonesian Gamblers Help Singapore Visitor Arrivals Soar

Indonesian Gamblers Help Singapore Visitor Arrivals Soar
Singapore. Singapore welcomed 30.3 percent more visitors in May than the same month a year ago as the city-state’s two new casinos helped draw in tourists.

The Singapore Tourism Board said on Monday that 946,000 people visited the city-state last month, up from 939,000 in April and 726,000 in May 2009.

The figure was the largest ever for the month of May and followed record highs for the months of December to April.

Indonesia, India and Malaysia provided the largest number of visitors to the city-state, while arrivals from Hong Kong chalked up the strongest growth of 48.8 percent compared with a year ago.

Singapore hopes to double visitor arrivals to 17 million by 2015, and is counting on mega casino-resorts opened this year by Malaysia’s Genting Bhd and Las Vegas Sands to help fuel tourism and economic growth.

Las Vegas Sands, the world’s most valuable casino firm, said last week its $5.5 billion Singapore casino has exceeded forecasts since opening in April and could draw up to 150,000 visitors a day once operations are in full swing.

According to the tourism board, Singapore hotels reported an average occupancy rate of 85 percent in May, up 17.1 percent points from 68 percent a year earlier, pushing the average room rate up by 13.4 percent from a year ago to S$209 ($151) a night.

Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.