Archive for October, 2009

October 31, 2009

Penahanan Pemimpin KPK Pengaruhi Persepsi Investasi

TEMPO Interaktif, Jakarta –
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penahanan dua orang pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, oleh kepolisian dapat mempengaruhi persepsi investasi Indonesia.

Sri menuturkan, untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif pemerintah harus memberikan kepastian hukum. Sinyal pengurangan tingkat korupsi, ia melanjutkan, bisa diartikan beragam oleh investor.

“Apa pun perdebatannya akan sangat mempengaruhi persepsi apakah Indonesia menjalankan pemberantasan korupsi atau tidak,” ujarnya di sela-sela National Summit (rembuk nasional) kemarin.

Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pendapat senada. Menurutnya, komitmen pemerintah memberantas korupsi akan mempengaruhi investasi asing pada sektor riil dan pasar modal.

“Pasar butuh ketegasan soal pemberantasan korupsi,” kata Purbaya ketika dihubungi.

Namun, ia menambahkan, secara spesifik penahanan dua pemimpin Komisi yang kini nonaktif tidak akan mempengaruhi investasi asing. “Jika Komisi sekarang yang dipimpin Tumpak Hatorangan bisa memberantas korupsi dengan baik, maka investasi tidak akan terpengaruh,” kata Purbaya.

Ia menyebutkan, Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi pagi kemarin sempat naik 56 poin. Tapi, pada penutupan perdagangan sesi sore, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidatonya, indeks menurun sehingga kenaikan hanya mencapai 23 poin.

“Namun, belum bisa dipastikan apakah penurunan itu akibat pidato Presiden,” kata Purbaya.

Sedangkan Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, memastikan penangkapan kedua pemimpin Komisi tidak akan mempengaruhi iklim invetasi. Sayangnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia itu enggan berkomentar lebih banyak.

Advertisements
Tags:
October 31, 2009

Shell Ingin Perluasan Distribusi

Shell Indonesia tengah berkonsultasi dengan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas terkait penetapan perusahaan itu sebagai pendamping PT Pertamina dalam pendistribusian bahan bakar minyak bersubsidi tahun 2010 di luar Jawa. Sebab, hal itu mengubah rencana bisnis mereka.

”Sekarang sedang dalam tahap pembahasan,” kata General Manager Ritel Shell Indonesia Sammy DeGuzman dalam temu media, Jumat (30/10) di Jakarta.

Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi menjelaskan, Shell ekspansi ke Indonesia agar bisa jadi penyedia BBM bagi semua konsumen di Indonesia. Karena itu, Shell berharap tidak dibatasi wilayah pendistribusian BBM, terutama yang bersubsidi.

Atas dasar itu, Shell Indonesia dan perusahaan swasta lain yang menjadi pendamping Pertamina dalam mendistribusikan BBM bersubsidi berharap bisa ikut menyalurkannya di area Jawa-Bali. ”Jika hanya di luar Jawa, itu membatasi rencana bisnis kami semula,” kata Darwin.

”Pelibatan swasta dalam pendistribusian BBM bersubsidi merupakan sinyal positif. Sekarang kami sedang berkonsultasi dengan pihak regulator agar bisa mendapat akses untuk melayani semua pelanggan ritel,” ujarnya.

”Dalam dua bulan ke depan, mereka harus membuktikan memiliki fasilitas seperti yang ditawarkan,” kata anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo, pekan lalu. Kesiapan infrastruktur jadi syarat utama apakah badan usaha yang sudah dicalonkan bisa menjalankan tugas atau tidak. (EVY)

October 31, 2009

Indofood Lakukan Merger Lima Anak Usaha

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk berencana menggabungkan (merger) lima anak usahanya kepada PT Indofood Consumer Branded Products (CBP) Sukses Makmur. Pengalihan kepemilikan saham beserta kewajiban tanpa bunga di lima anak usaha itu merupakan upaya restrukturisasi.

“Perusahaan yang bergabung akan bubar demi hukum tanpa dilakukan proses likuidasi terlebih dulu. Rencana penggabungan ini tergantung persetujuan BKPM, kreditor, dan RUPS masing-masing perusahaan yang bergabung,” kata Direktur & Corporate Secretary PT Indofood Sukses Makmur Werianty Setiawan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, kemarin (29/10).

Pengalihan saham anak usaha itu meliputi 51 persen saham PT Indofood Fritolay Makmur, 100 persen saham Drayton Pte Ltd (Drayton) yang memiliki secara tidak langsung 68,57 persen saham PT Indolakto berikut obligasi konversi Drayton sebesar Rp1,09 triliun.

Selain itu, 60 persen saham PT Surya Rengo Containers, 50 persen saham PT Nestle Indofood Industries Sdn Bhd (IMFI) berikut pinjaman tanpa bunga per 30 September 2009 sebesar USD3,09 juta yang diperoleh IMFI dari Indofood Sukses Makmur.

Indofood CBP selanjutnya akan dimerger dengan empat anak usaha yang lain, yaitu PT Gizindo Prima Nusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Cipta Kemas Abadi, dan PT Indobiskuit Mandiri Makmur. (luq/fat)

October 31, 2009

LKM Banglades Segera Beroperasi di Jabodetabek

Antara.co.id
Association for Social Advancement (ASA), sebuah lembaga keuangan mikro (LKM) asal Banglades, akan segera beroperasi di Jabodetabek pada 2010.

“Akan ada 10 cabang rencananya dibuka pada 2010,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Usaha Mikro Kecil Memengah, dan Koperasi, Sandiaga S Uno, di Jakarta, Jumat.

Kesepuluh cabang lembaga keuangan mikro tersebut, menurut Sandiaga, akan beroperasi di wilayah Jabodetabek.

“Pebisnis mereka (ASA) ada yang di Indonesia. Lembaga keuangan mikro yang mereka kelola sama dengan lembaga keuangan mikro Grameen Bank,” ujar dia.

Pertemuan antara Kadin dengan pebisnis asal Banglades, menurut Sandiaga, tidak hanya membicarakan pembiayaan untuk kelas Usaha Kecil Menengah (UKM), tetapi juga membicarakan investasi untuk energi.

Dibukanya LKM model ASA, ungkap dia, merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Kadin ke Dhaka, Bangladesh pada 2-6 Juli 2009 lalu.

Kunjungan tersebut dinilai produktif karena telah menghasilkan beberapa rumusan rekomendasi berikut, di antaranya mendirikan LKM.

LKM tersebut dalam bentuk modal ventura, merupakan kerjasama antara ASA International dengan perusahaan Kelompok Sandiaga S Uno. (*)

October 30, 2009

Capex Timah US$50 Juta

Dari Indofinanz
PT Timah Tbk (TINS) menganggarkan dana belanja modal (capital expanditure/capex) tahun 2009 sekitar US$50 juta atau sama dengan alokasi tahun 2008.

Direktur Utama TINS Wachid Usman, di sela-sela acara National Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/10), menuturkan, capex yang terealisasi sekitar US$50 juta digunakan untuk melanjutkan proyek tahun 2008.

Proyek-proyek yang digarap diantaranya pembangunan kapal truk, tin chemical, dok kapal, dan pembangunan aspal. Dari proyek tersebut, investasi yang ditujukan untuk kapal keruk mencapai US$32 juta.

October 30, 2009

2010, Pemerintah Bagikan 200.000 Panel Surya

Dari Investor Daily
Pemerintah berencana membagikan 150.000-200.000 unit panel surya senilai total Rp 800 miliar kepada kepala keluarga di seluruh Indonesia pada tahun 2010. Jumlah panel surya tersebut lebih tinggi 50-100% dibandingkan 2009 yang dibagikan 100.000 unit dengan nilai Rp 600 miliar.
“Kami akan terus tingkatkan pemakaian panel surya yang merupakan energi terbarukan ini,” kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, J Purwono di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, panel surya yang masing-masing berdaya 50 watt tersebut khususnya akan dibagikan kepada kepala keluarga (KK) di daerah terpencil atau perbatasan yang jauh dari jangkauan jaringan listrik milik PT PLN (Persero).
Purwono mencontohkan, masyarakat di Propinsi Riau akan mendapat jatah 3.000 KK.
Pengadaan panel surya yang dananya berasal dari APBN itu cukup mahal yakni hingga mencapai Rp 8 juta per unit. Namun, selanjutnya pemakainya tidak perlu mengeluarkan biaya khususnya bahan bakar seperti penyedia listrik lainnya.
Panel surya tersebut cukup mendapat paparan sinar matahari selama waktu tertentu, sebelum digunakan, sehingga tidak memberatkan pemakainya. (*)

October 30, 2009

NTB Kembangkan Kebun Kelapa Rakyat

+++
Rabu, 29 Juli 2009
TEMPO Interaktif, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tahun ini mengembangkan kebun kelapa rakyat seluas 800 hektar, masing-masing 500 hektare di Kabupaten Dompu dan 300 hektare di Kabupaten Bima. Tahun depan, luas lahan ditambah 1.200 hektar masing-masing 400 hektar untuk Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah pusat.

Pengembangan kelapa rakyat tersebut dilakukan di sepanjang kebun yang cocok untuk ditanami kelapa Genjah dan kelapa Dalam sebagai terobosan unggulan daerah yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan NTB. ‘’Selama ini kelapa rakyat dari NTB termasuk urutan besar di Indonesia,’’ kata Kepala Bidang Pengelolaan Lahan Dinas Perkebunan NTB Sukma Wijaya kepada Tempo, Rabu (29/7) pagi.

Selama ini luas lahan kebun kelapa rakyat di NTB mencapai 120.000 hektar tetapi yang produktif baru 66.800 hektar. Setiap hektar terdapat 100 pohon dan baru bisa menghasilkan satu ton. Ini berarti total produksi kelapa NTB sebanyak 66.800 ton yang rinciannya 60 persen untuk kebutuhan rakyat dan 40 persen untuk industri minyak.

October 30, 2009

Malaysia Investasi Sawit Rp 1,7 Triliun di Jawa Barat

Apa bisa ekonomis ??
+++
Jum’at, 30 Oktober 2009 | 17:18 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung – Investor asal Malaysia berencana menanamkan Rp 1,7 triliun di bidang pengembangan kelapa sawit di kawasan Jawa Barat selatan. Realisasi investasi ini bakal dimulai pada tahun ini hingga 2014. saat ini rencana investasi itu tengah dalam proses administrasi penanaman modal asing (PMA).

“Sekarang sedang dalam proses pembenihan. Sudah riil, mungkin pada 2009 ini diupayakan bisa dua ribu hektare dulu,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jawa Barat, Iwa Karniwa, di Bandung, Jumat (30/10).

Saat ini kawasan Jawa Barat tengah membuka peluang investasi agribisnis di bagian selatan provinsi itu. Lokasi yang ditawarkan berupa lahan-lahan kurang produktif yang pada umumnya relatif gundul seperti di Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Ciamis, termasuk di Majalengka hingga Kuningan.

Investor asal Malaysia itu tidak hanya sebatas mengembangkan kebun saja tapi termasuk pabrik pengolahannya. Lahan yang dibutuhkan sendiri masih dihitung. “Sementara lokasinya kita fokus dulu di Garut, mungkin bisa melebar ke Cianjur Selatan dan Sukabumi Selatan,” ucap Iwa.

Iwa mengatakan, kebun sawit tersebut tidak akan menyentuh hutan yang berada di bagian selatan Jawa Barat. Pihaknya mempertimbangan sisi konservasi dan tata ruang yang sudah disepakati bersama. Lahan bakal kebun sawit tersebut kini tengah diverifikasi dari sisi tata ruang dan konservasi. “Justru kita mengoptimalkan tanah-tanah kurang produktif yang pada umumnya relatif gundul,” ujar dia.

Iwa menambahkan, pihaknya menargetkan dengan investasi itu dapat membawa efek berganda bagi warga di sekitar kebun itu. “Kita coba optimalkan mengejar penyerapan tenaga kerja melalui investasi,” tutur Iwa.

Catatan Badan Koordinasi, Malaysia kini menempati peringkat lima dalam besaran investasi di Jawa Barat. Posisi pertama hingga ke empat berturut-turut diduduki Korea Selatan, Jepang, serta Singapura. Realisasi PMA/PMDN di Jawa Barat hingga September 2009 sudah mencapai Rp 19,6 triliun. Angka realisasi itu dihitung dari investasi yang telah mengantongi Iain Usaha Tetap. Namun, angka realisasi itu belum menghitung investasi sawit dari Malaysia tadi.
++

October 30, 2009

Anak perusahaan Pertamina IPO 2010

Dari Kontan online:
PT Pertamina (Persero) merencanakan akan menggelar penawaran saham umum perdana terbatas alias initial public offering/IPO untuk ketiga anak usahanya yang bergerak di sektor hulu. Kamis (29/10), Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, rencana tersebut akan direalisasikan pada tahun 2013.

Ketiga anak usaha Pertamina tersebut adalah PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Pertagas dan PT Pertahulu Energi. “Nanti yang kita IPO hanya anak usaha hulu, kita sudah berfikir untuk anak perusahaan dulu,” ungkap Karen.

Menurut Karen, ada beberapa alasan mengapa Pertamina memilih ketiga perusahaan tersebut. Diantaranya, pemilihan IPO untuk Pertamina Drilling Services karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan pendukung. Dus, dengan melantai di bursa, perusahaan bakalan akan maju.

Pertamina hanya akan menjadi non listed public company pada tahun 2010. Rencana itu, menurut Karen, untuk menjaga transformasi dan menjaga kemampuan finansial perusahaan.

October 30, 2009

PTBA Serius Bungkus Perusahaan Tambang BHP Billiton

dr Kontan +++
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) serius untuk membungkus perusahaan tambang milik BHP Biliton. Namun, PTBA itu akan mencari mitra lain selain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk melakukan pembelian tersebut.

“Kita juga masih menjajaki pinjaman dari BUMN finansial untuk pembelian tambang BHP Biliton tersebut dan mau menjadi konsorsium,” jelas Direktur Utama PTBA Sukrisno, Jumat (30/10).

Sayangnya, Sukrisno menyembunyikan nama-nama BUMN Finansial yang bersedia membantu pendanaan. Sedangkan wacana untuk menggandeng Antam, Sukrisno mengatakan masih belum ada pembicaraan dan masih jalan sendiri. “Sudah ada lirik-lirikan sama Antam, tapi belum ada keputusan pasti,” imbuhnya.

Soal proyek rel kereta api di Tanjung Enim menurut Sukrisno masih berjalan. Ia juga membantah bahwa pemilik mayoritas PT Bukit Asam Trans Railway, PT Transpasific Railway Infrastructure hengkang dari proyek tersebut. Menurutnya, semuanya sesuai jadwal, dan sesuai dengan rencana.