Bapepam Menelisik Rights Issue OKAS


Penawaran umum terbatas atau rights issue PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) tahun lalu ternyata masih menyisakan masalah. Kini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah memeriksa dugaan kejanggalan rights issue perusahaan yang dulu bernama PT TD Resources Tbk tersebut.

Wasit pasar modal itu sudah memanggil manajemen OKAS untuk meminta penjelasan soal duduk perkara rights issue tersebut. “Saat ini proses pemeriksaan rights issue OKAS sedang berjalan,” ujar Sardjito, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK di Jakarta, kemarin (10/8).

Tapi, Sardjito masih belum bersedia membeberkan lebih rinci apa dugaan pelanggaran yang dikenakan terhadap OKAS. Namun kabar yang beredar ada dugaan benturan kepentingan dalam rights issue OKAS tersebut.

Ada benturan kepentingan

Sedikit berkilas balik, Oktober 2008 lalu OKAS yang saat itu bernama TD Resources menggelar rights issue 832,5 juta saham, dengan harga Rp 170 per saham. PT Ancora Resources bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi itu.

Seusai rights issue, Ancora akhirnya memiliki 85,24% saham TD Resources dan mengganti nama perusahaan itu menjadi PT Ancora Indonesia Resources Tbk. Selebihnya saham milik publik. Sebelum rights issue, Ancora cuma menggenggam 18,84% saham OKAS.

Dari aksi korporasi itu OKAS meraup dana Rp 141,5 miliar. OKAS memakai sebagaian dana itu untuk membeli 40% saham PT Multi Nitrotama Kimia (MNK). Rupanya MNK masih merupakan anak usaha PT Ancora Mining Services.
Pemegang saham Ancora Mining Services adalah PT Ancora Mining Industries dan PT Ancora Capital. Jadi, singkat kata, sebagian dana rights issue itu sama saja dengan kembali lagi ke kantong Ancora.

Namun Sarjito belum bersedia berspekulasi soal dugaan terjadinya benturan kepentingan ini. “Saya tidak mau menyebutkan apa saja indikasi pemeriksaan ini. Tunggu proses pemeriksaan selesai,” tandas Sardjito.

Manajemen OKAS mengakui Bapepam-LK memang sedang memeriksa perusahaan itu karena proses rights issue Oktober 2008 lalu. “Itu pemeriksaan biasa, semua pelaksanaan rights issue OKAS sudah melalui persetujuan pemegang saham,” kata Meliza Musa, Direktur OKAS, kemarin (11/8).

Meliza menambahkan pembelian Multi Nitrotama Kimia juga sudah mendapat restu pemegang saham OKAS. Pokoknya, “Rencana penggunaan dana rights issue dan pelaksanaannya sudah kami laporkan ke pemegang saham,” ujarnya.

Wakil Presiden Riset dan Analis Valbury Asia Futures Nico Omer Jockheere bilang, ada beberapa kemungkinan rights issue suatu emiten bermasalah. Bisa karena terjadi benturan kepentingan atau penggunaan dana rights issue yang tidak sesuai prospektus.

Nah, “Kalau penggunaan dana melenceng dari rencana di prospektus, itu bisa ditindak,” katanya. Nico menilai saham OKAS tidak likuid sehingga ia tidak merekomendasikan saham ini. Kemarin (10/8), harga saham OKAS stabil di Rp 490 per saham.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: