Bakrieland Kaji Ulang Kepemilikan Limitless di Anak Usaha


PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan membahas ulang porsi kepemilikan Limitless LLC di 3 anak usahanya. Finalisasi pembahasan ini diharapkan rampung pada triwulan I-2010.

“Kita punya opsi mengurangi porsi Limitless,” ujar Corporate Secretary ELTY, Nuzirman Nurdin saat dihubungi detikFinance, Senin (30/11/2009).

Menurut penjelasan Nuzirman, Limitless hingga saat ini belum menyetor lunas dana akuisisi 30% saham di 3 anak usaha ELTY. Oleh sebab itu, perseroan masih memiliki opsi untuk membahas ulang porsi kepemilikan Limitless.

“Dana akuisisi 30% saham di 3 anak usaha itu belum disetor semua. Jadi kita masih punya opsi untuk mengurangi porsi mereka. Nanti kita bahas lagi dengan mereka,” ujarnya.

Pada RUPSLB 9 April 2008, pemegang saham menyetujui divestasi 30% saham 3 anak usaha ke Limitless. Total nilai divestasi tersebut sebesar Rp 1 triliun. Rinciannya PT Bumi Daya Makmur Rp 130,13 miliar, PT Superwish Perkasa Rp 176,54 miliar dan PT Bakrie Swasakti Utama Rp 274,425 miliar. Kemudian ditambah pengalihan piutang sebesar Rp 419,904 miliar.

Sayangnya, Nuzirman tidak bisa membeberkan berapa besar dana yang telah disetor Limitless. “Kita terikat perjanjian kerahasiaan. Tapi yang jelas belum semua. Kta harap finalisasi pembahasan ini rampung di triwulan I-2010,” ujarnya.

Dampak Gagal Bayar Dubai World

Limitless merupakan anak usaha Dubai World, perusahaan properti raksasa asal Dubai. Akhir pekan lalu, Dubai World mengumumkan permintaan penundaan pembayaran utang obligasi jatuh tempo. Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar.

Menurut Nuzirman, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam menanggapi hal tersebut. Pertama, ia mengatakan kalau hubungan ELTY dengan Limitless bukan hubungan utang piutang. “Hubungan kita adalah strategic partnership. Jadi dampak dugaan gagal bayar Dubai World tidak mempengaruhi neraca keuangan kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan kalau posisi rasio utang ELTY saat ini masih sangat rendah, sehingga untuk pendanaan proyek-proyek tidak bergantung pada suntikan dana Limitless.

“Gearing ratio kita sangat rendah. Fasilitas pinjaman perbankan maupun dari pihak lain masih bisa kita dapatkan. Tahun depan kita rencana menerbitkan obligasi. Kemudian kita masih memiliki dana standby dari Avenue Capital sebesar US$ 55 juta, belum dari perbankan. Lagipula, Limitless itu hanya memiliki minoritas saja dari divisi properti kita. Jadi dampak secara langsung saya kira tidak ada. Proyek-proyek kita masih on track,” jelasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: