Kepercayaan Pelaku Bisnis Mulai Terganggu


Kompas Senin, 30 November 2009 | 03:23 WIB

Bramanian Surendro

Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2009 tumbuh sebesar 4,29 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2008.

Komponen konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi mencatatkan pertumbuhan positif. Tren pemulihan ini sejalan dengan pemulihan ekonomi yang juga terjadi di negara-negara lain.

Dua indeks Danareksa Research Institute, CEI (Coincident Economic Index) dan LEI (Leading Economic Index), juga masih bergerak menguat. CEI merupakan indeks yang menggambarkan pergerakan ekonomi saat ini.

Adapun LEI menggambarkan arah pergerakan ekonomi mulai dari enam hingga dua belas bulan ke depan. CEI dan LEI yang meningkat menggambarkan penguatan kondisi dan prospek ekonomi Indonesia.

Terus membaiknya semua indikator tersebut menunjukkan bahwa prospek pemulihan ekonomi indonesia ke depan cukup cerah.

Namun, di tengah semua berita positif di atas, muncul isu dalam hal penegakan hukum yang kemudian menarik cukup banyak perhatian publik.

Beberapa pihak kemudian mulai mengkhawatirkan dampak negatif permasalahan tersebut terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

Mulai dari kemungkinan turunnya aktivitas investasi karena naiknya risiko ketidakpastian hukum, keamanan, dan politik, sampai dengan terganggunya aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Seberapa besar peluang terjadinya hal tersebut?

Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut, ada baiknya kita melihat gambaran persepsi pelaku ekonomi (konsumen dan pemilik usaha) terhadap kondisi perekonomian secara umum sekaligus apresiasi mereka atas kemampuan pemerintah di bidang penegakan hukum.

Persepsi konsumen

DRI mengadakan survei bulanan terhadap sekitar 1.700 responden yang tersebar di enam provinsi Indonesia, meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Selain indeks kepercayaan konsumen (IKK) yang menunjukkan persepsi masyarakat terhadap keadaan perekonomian, survei tersebut juga menghasilkan indikator lain yang disebut indeks kepercayaan konsumen terhadap pemerintah (IKKP).

IKKP menggambarkan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

Ada lima komponen persepsi masyarakat pembentuk IKKP, yaitu persepsi masyarakat atas kemampuan pemerintah mendorong perekonomian secara keseluruhan, kemampuan pemerintah menjaga kestabilan harga, kemampuan pemerintah dalam menyediakan dan menjaga infrastruktur publik, kemampuan pemerintah dalam menjaga keamanan, serta kemampuan pemerintah dalam menegakkan hukum.

Interpretasi IKK dan IKKP cukup sederhana. Indeks di atas 100 menunjukkan lebih banyak responden yang memberikan apresiasi positif dibandingkan dengan responden yang memberikan apresiasi negatif.

Peningkatan indeks menggambarkan perbaikan persepsi masyarakat dan sebaliknya penurunan indeks menggambarkan memburuknya persepsi masyarakat.

Sempat mengalami peningkatan dalam rentang waktu yang cukup panjang, IKKP turun pada bulan September 2009. Penurunan IKKP kemudian berlanjut sampai dengan November.

Komponen IKKP yang turun paling signifikan pada bulan November adalah komponen IKKP dalam hal penegakan hukum. IKKP penegakan hukum turun sebesar 4,2 persen dari 127,4 pada bulan Oktober menjadi 121,9 pada bulan November 2009.

Dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, penurunan IKKP penegakan hukum bahkan mencapai 9,6 persen.

Turunnya kepercayaan konsumen terhadap pemerintah dalam hal penegakan hukum tersebut seakan sejalan dengan mengemukanya sejumlah kasus penegakan hukum beberapa waktu terakhir.

Apabila diperinci berdasarkan demografi, IKKP penegakan hukum mengalami penurunan di hampir semua kelompok responden, misalnya, penurunan apresiasi terjadi, baik di lingkup masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan, dengan penurunan persepsi yang lebih dalam terjadi di kota. Penurunan apresiasi juga terjadi di empat provinsi daerah survei.

Sebagai pusat pemberitaan masalah yang mencuat di atas, Jakarta mengalami penurunan persepsi yang cukup dalam.

Selain itu, dibanding daerah survei lainnya, IKKP penegakan hukum di Jakarta berada di level yang cukup jauh di bawah.

Meskipun demikian, setidaknya sampai November, IKKP dan komponen IKKP penegakan hukum masih bertahan di atas level 100 (survei dilakukan sampai dengan pertengahan minggu kedua November).

Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya masih lebih banyak responden yang memberikan apresiasi positif terhadap pemerintah dibandingkan dengan yang memberikan apresiasi negatif.

Sementara itu, meskipun masih bertahan di bawah level 100, IKK mengalami sedikit peningkatan sebesar 1,2 persen dari 87,4 pada bulan Oktober menjadi 88,4 pada bulan November.

Tetap membaiknya IKK pada bulan November bisa jadi menunjukkan bahwa meskipun kepercayaan konsumen terhadap pemerintah dalam hal penegakan hukum terganggu, mereka relatif lebih optimistis dalam memandang prospek perekonomian Indonesia ke depan.

Masih membaiknya kepercayaan konsumen atas kondisi perekonomian dapat diartikan bahwa konsumen belum akan mengubah rencana konsumsi secara signifikan untuk beberapa waktu mendatang. Kondisi ini tentu berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ke depan.

Grafik kiri atas menunjukkan bahwa tidak lama setelah IKK bergerak dalam tren menurun, aktivitas ekonomi (yang digambarkan oleh CEI) ikut melemah. Sebaliknya, beberapa waktu setelah IKK bergerak dalam tren positif, aktivitas ekonomi juga mengalami penguatan.

Persepsi pelaku bisnis

Kondisi serupa sepertinya juga dirasakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Hal ini terungkap dari survei 2 bulanan yang dilakukan oleh DRI terhadap pelaku bisnis.

Selain indeks sentimen bisnis (ISB), survei ini juga menghasilkan indeks yang menunjukkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap pemerintah (ISBP).

Salah satu komponen pembentuknya adalah kepercayaan atas kemampuan pemerintah dalam hal penegakan hukum.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa apresiasi pelaku bisnis terhadap kemampuan pemerintah dalam hal penegakan hukum juga mengalami penurunan.

Nilai indeks komponen tersebut pada bulan September 2009 (survei berlangsung sampai dengan akhir September) mencapai 103.3.

Nilai yang sebenarnya masih dapat diartikan positif karena berada di atas level 100. Namun, apabila dilihat beberapa periode ke belakang, jelas sekali ada penurunan persepsi pelaku bisnis terhadap aspek ini.

Dalam satu tahun, indeks ini turun sebesar 3,73 persen. Dibanding 6 bulan sebelumnya, indeks ini turun 9,99 persen. Kemudian dibanding dengan hasil dua bulan sebelumnya, indeks ini turun sebesar 18,16 persen.

Nilai ISB sendiri masih mengalami peningkatan pada survei September. Untuk September 2009, ISB berada di level 133,8. ISB mengalami peningkatan berturut-turut sejak November 2008.

Survei sentimen bisnis terakhir masih berlangsung saat ini (sampai dengan akhir November).

Mulai terganggu

Uraian di atas mungkin dapat menunjukkan bahwa baik konsumen maupun pelaku bisnis secara umum mulai terganggu oleh ingar-bingar beberapa kasus penegakan hukum yang mengemuka akhir-akhir ini.

Akan tetapi, sampai saat ini belum tampak indikasi bahwa konsumen dan pelaku bisnis akan membuat perubahan signifikan atas aktivitas ekonomi mereka.

Hal ini dapat dilihat dari masih positifnya kecenderungan pergerakan IKK dan ISB.

Walaupun demikian, apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah yang dapat memulihkan persepsi konsumen dan pelaku bisnis dalam hal penegakan hukum, IKKP dan ISBP menjadi semakin tertekan dalam beberapa waktu mendatang (yang berarti kepercayaan terhadap pemerintah semakin turun).

Prospek berlanjutnya penurunan kepercayaan terhadap pemerintah ini ditakutkan dapat merusak persepsi pelaku ekonomi atas prospek ekonomi itu sendiri, yang kemudian diwujudkan dalam perubahan aktivitas ekonomi.

Konsumen akan menahan belanjanya atau pelaku bisnis membatalkan rencana ekspansinya. Kondisi ini tentu harus dihindari agar proses pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung dapat berkesinambungan.

Bramanian Surendro,Ekonom, Danareksa Research Institute

Advertisements

One Comment to “Kepercayaan Pelaku Bisnis Mulai Terganggu”

  1. good information,, vite my blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: