Jateng tambah ekspor buah


Jateng tambah ekspor buah
Minggu, 28/02/2010 21:31:12 WIBOleh: Imung Yuniardi

SEMARANG (Bisnis.Com): Dinas Pertanian Jateng optimistis mampu menambah volume ekspor sejumlah komoditas buah ke China pascapemberlakuan ACFTA pada Maret. Saat ini Jateng telah mengekspor 422 ton salak ke China.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng Aris Budiono mengungkapkan salak yang telah diekspor ke China adalah varietas Nglumut.

“Itu nama daerah di Kabupaten Magelang. Kualitas Salak Nglumut maupun varietas buah khas Jateng lainnya tidak bisa disamai karena jenis tanah, iklim dan airnya harus sama persis dengan daerah asal. Itulah yang membuat kami optimistis justru pasca-ACFTA akan makin bisa menggenjot ekspor buah,” jelasnya kepada Bisnis kemarin.

Selama ini menurutnya, rintisan ekspor buah dan sayur dari Jateng dilakukan secara pasif yaitu menunggu order dan menyesuaikan spesifikasi buah dan sayur sesuai order tersebut. Rencananya Pemprov Jateng akan lebih agresif mengekspor buah dan sayur.

“Apalagi sudah ada jaminan penyerapan pasar dari beberapa kedutaan besar seperti di Singapura misalnya,” lanjutnya.

Potensi produksi Salak Nglumut yang berkualitas ekspor di Jateng mencapai lebih dari 5.000 ton per tahun dari sekitar 500 hektare lahan teregistrasi yang pengelolaannya didampingi secara khusus oleh Dinas Pertanian. Pendampingan tersebut mulai dari penyediaan benih, panen, pengemasan hingga pemasaran produk.

Selain Salak Nglumut, metode serupa juga diterapkan untuk komoditas lain. Melon misalnya, telah diekspor ke Malaysia dan China, demikian juga dengan Buncis Perancis, kentang dan bayam ke Singapura.

“Selama ini memang potensi buah dan sayur Jateng justru disadari oleh pihak di luar daerah, sehingga semua eksportir produk tersebut bukan dari Jateng,” ujarnya.

Aris juga menyayangkan tiadanya layanan kargo oleh maskapai penerbangan yang melayani rute Semarang ke luar negeri.

“Akhirnya kebanyakan dikirimkan dari Yogyakarta selain memang mayoritas daerah produsen ada di Jateng selatan. Namun seandainya bisa dari Semarang daerah pantura juga bisa mengembangkan komoditas khas mereka sehingga selain berkualitas, produk buah dan sayur Jateng bisa lebih massif,” jelasnya.

Potensi ekspor tersebut memicu Pemprov Jateng memperluas areal penanaman komoditas unggulan. Yang segera direalisasikan adalah 3.000 hektare lahan baru untuk ditanami kedelai.

“Kita kerja sama dengan Perhutani. Perluasan lahan di wilayah ini memang yang paling mungkin melalui kerja sama dengan Perhutani PTPN IX,” dan tuturnya.(K44/abr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: