Politikus Dituding Membarter dengan Kasus Mereka


Koran Tempo 28-2-2010
Dugaan LC bodong politikus PKS dilaporkan ke polisi.

— Anggota staf khusus Presiden, Deny Indrayana, menu- ding sejumlah politikus partai berupaya membarter hasil angket Century dengan kasus hukum mereka. Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono me- nampik cara ini.”Dengan jelas Presiden mengatakan tak bisa,” kata Deny di Jakarta kemarin.
Deny mengatakan, upaya itu sangat jelas terlihat menjelang kesimpulan akhir Angket Centu- ry yang akan dibawa ke rapat paripurna DPR pekan depan. “Saya mendengar dan mengeta- hui, memang ada upaya dari partai tertentu untuk menego- siasikan antara proses penega- kan hukum dan posisi mereka dalam angket Century,” ujarnya.

Saat ini ada beberapa kasus yang merepotkan para politikus, termasuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Salah satu perusahaan Grup Bakrie, PT Kaltim Prima Coal, dijerat kasus pajak triliunan rupiah. Lalu, ada kasus impor beras Vietnam yang menyeret nama Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto. Se- mentara itu, sejumlah politikus PDI Perjuangan dijerat dalam kasus cek pelawat.

Hanya, politikus Senayan ra- mai-ramai menampik tudingan tersebut. Anggota Panitia Ang- ket dari Fraksi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengaku tidak tahu. “Saya tidak pernah dengar dan tidak percaya karena itu tak masuk akal,” kata dia.

Bantahan senada datang dari Partai Golkar. “Itu tidak benar.
Tak ada barter-barteran,” kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso kemarin.

Partai Persatuan Pembangun- an pun menampik soal barter itu. “Enggak bener,” kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin. “Kalau itu terjadi, berarti KPK bisa dipolitisasi.”

Kemarin anggota staf khusus Presiden bidang penanganan bencana, Andi Arief, juga meng- ungkap kasus M. Misbakhun, inisiator angket Century dari Fraksi PKS. Menurut dia, Mis- bakhun memiliki letter of credits (LC) senilai US$ 22,5 juta yang dikeluarkan oleh Bank Century atas PT Silalang Prima Internu- sa. Arif mengaku sudah menge- cek ke pabean soal ekspor gan- dum PT Silalang ke Arab Saudi itu, yang ternyata bodong.

Arif mengaku sudah melapor- kan soal ini ke polisi dan Satuan Tugas Mafia Hukum.

Misbakhun menampik tuding- an itu. “LC saya aktif, tidak fiktif.
Tanyakan saja pada Bank Mutia- ra,” kata Misbakhun. Dia juga menilai bukan porsinya Arif bica- ra soal ini. “Orang seperti ini layak dipecat,” kata Misbakhun.

EKO ARI WIBOWO | FEBRIANA FIRDAUS | KARTIKA CANDR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: