Singapura digandeng untuk hidupkan Kota Maja


Minggu, 28/02/2010 21:09:01 WIBOleh: A. Dadan Muhanda
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Perumahan Rakyat menggandeng Singapura untuk mengembangkan kota kekerabatan Maja di Banten yang sudah telantar hampir 12 tahun.

Asisten Deputi Sistem Pengembangan Kawasan Deputi Menpera Bidang Pengembangan Kawasan Hazadin Tende Sitepu mengatakan bahwa pemerintah Singapura melalui lembaga Singapore Urbanizing Asia (Surbana) Corporation dan Singapore Corporation Enterprise (SCE) yang dibantu Bank Dunia akan mengkaji ulang rencana induk kawasan yang akan dikembangkan menjadi kota mandiri baru sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta.

Kawasan permukiman di wilayah DKI Jakarta sudah terlalu padat. Untuk itu diperlukan pengembangan untuk hunian masyarakat di Kota Kekerabatan Maja. “Singapura akan membantu mengkaji ulang master plan, ” ujarnya saat memberikan penjelasan kepada perwakilan dari Bank Dunia, SCE dan Surbana, pekan lalu.

Penjajakan kerja sama ini adalah tindak lanjut dari kunjungan delegasi Kemenpera dengan Bank Dunia ke Singapura tanggal 7-8 Desember 2009 lalu, serta tindak lanjut nota kesepahaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Menurut Hazadin, kawasan Kota Kekerabatan Maja memiliki potensi untuk dikembangkan. Pasalnya selain harga tanah yang masih cukup murah, wilayah tersebut juga mudah dijangkau oleh masyarakat karena adanya akses transportasi seperti kereta api serta jalan yang cukup memadai. Kota Kekerabatan Maja sendiri berada di tiga wilayah yakni Banten, Tangerang dan Bogor.

Ide pengembangan kota kekerabatan Maja menjadi kawasan baru terpadu dicetuskan saat Menteri Perumahan dijabat Akbar Tandjung. Ide ini kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 02/KPTS/M/1998 yang menetapkan Kota Kekerabatan Maja sebagai suatu kawasan yang siap dibangun untuk perumahan dan permukiman bagi masyarakat.

Namun demikian, sejak krisis tahun 1998 yang melanda Indonesia, perkembangan Kota Kekerabatan Maja yang memiliki luas sekitar 10.900 hektar menjadi sangat lambat. Sejumlah developer nasional bahkan sudah menguasai beberapa hektare lahan di ilayah tersebut.

“Kami berharap Surbana, SCE dan Bank Dunia bisa membantu Kemenpera dalam pengembangan kawasan itu. Sebab faktanya hingga saat ini baru sekitar 3.000 rumah yang dibangun dari target sekitar 545.000 unit,” terangnya.

Sementara itu, Program Direktur World Bank Singapura Kamran Khan menjelaskan, pihaknya melihat potensi pengembangan kawasan di Indonesia memiliki prospek yang cukup cerah. Bank Dunia akan melakukan kajian terlebih dulu sebelum melakukan investasi di Kota Kekerabatan Maja.

“Kerja sama antara Singapura dan Indonesia telah berjalan sejak lama. Kami harap program kerjasama di bidang perumahan dan permukiman bisa lebih ditingkatkan dan berkesinambungan,” tandasnya. (ln)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: