Archive for March, 2010

March 31, 2010

Hashim Djojohadikusumo Terjun ke Bisnis Film
Adik mantan calon wakil presiden Prabowo Subianto itu menjadi produser eksekutif film.
KAMIS, 1 APRIL 2010, 01:06 WIB
Heri Susanto

VIVAnews – Pengusaha papan atas nasional, Hashim Djojohadikusumo terjun ke industri film dengan membiayai produksi film Merah Putih.

Adik mantan calon wakil presiden Prabowo Subianto itu menjadi produser eksekutif film Merah Putih melalui perusahaan film PT Media Desa Indonesia bersama rumah produksi internasional Rob Allyn dari Margate House.

Sebelumnya, Hashim lebih dikenal sebagai sosok pengusaha di bidang energi. Dia menjadi eksekutif di Nusantara Energy yang bergerak di bisnis migas, tambang batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Dulunya, di jaman Orde Baru, Hashim pernah berjaya dengan bendera Grup Tirtamas. Ketika itu, dia dikenal sebagai seorang bankir yang memiliki sejumlah bank, seperti Bank Pelita, Bank Papan Sejahtera, Bank Istismarat. Hashim juga mantan pengendali petrokimia besar, yakni Tuban Petrochemical.

Sekarang, Hashim mempunyai mainan baru, yakni bisnis di dunia hiburan. Film pertama yang diproduksi dan sudah beredar di pasar berjudul Merah Putih. Dua seri film trilogi “Merdeka” berikutnya mulai diproduksi sejak Januari 2010 lalu, masing-masing berjudul Merah Putih 2 “Darah Garuda” dan Merah Putih 3 “Hati Merdeka”.

“Tujuan pembuatan film ini sebagai upaya meneruskan nilai-nilai kejuangan kepada generasi penerus bisa tercapai,” ujarnya mengawali acara nonton bareng pelajar dan veteran di bioskop 21, Plaza Semanggi, Jakarta, 31 Maret 2010.

Menurut Hashim, film ini bukan film sejarah, melainkan dibuat dengan inspirasi sejarah otentik perjuangan Indonesia. Diinspirasi oleh kisah nyata para kadet muda belia, dua pamannya, Sujono dan Subianto yang gugur sebagai pejuang pada masa perang kemerdekaan 1946.

“Generasi muda perlu meneladani perjuangan, patriotisme, nasionalisme dan pluralisme serta persatuan bangsa yang mendorong para kadet meraih dan mempertahankan kemerdekaan,” kata dia.

Riset dan penulisan skenario digarap oleh tim bapak dan anak, Rob dan Conor Allyn. Rob adalah penulis yang pernah menerbitkan buku terlaris versi New York Times 2007, Revolution of Hope yang ditulisnya bersama mantan presiden Meksiko Vicente Fox. Pengusaha lokal yang dilibatkan adalah Syzygy Productions yang berbasis di Jakarta, milik Gary Hayes yang memproduksi film Tropic of Emerald, Anak Seribu Pulau, Bali Cries, dan Harimau Yang Lapar.

Film bercerita tentang perang, cinta, intrik, dan persaudaraan. Kisahnya menelusuri kembali jejak, tragedi, roman, humor, dan petualangan para gerilyawan yang berasal dari kelas, etnis, dan agama berbeda namun bersatu untuk kemerdekaan.

Sekarang, Hashim dikenal ikut berperan di Nusantara Energy yang bergerak di bisnis migas. Nusantara Energy juga menguasai tambang-tambang batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Advertisements
March 31, 2010

Dua Jenderal Diperiksa Terkait Kasus Gayus

Dua Jenderal Diperiksa Terkait Kasus Gayus
RABU, 31 MARET 2010 | 21:01 WIB
Besar Kecil Normal
Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Edmon Iliyas. TEMPO/Subekti

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal Edmond Ilyas dan Direktur II Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Raja Erisman saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh tim independen di Gedung Transnasional Crime Centre Mabes Polri. Pemeriksaan itu terkait dugaan adanya makelar kasus dalam penanganan kasus Gayus Tambunan.

“Pemeriksaan masih berlangsung dalam dua tim terpisah,” kata juru bicara Markas Besar Kepolisian Inspektur Jenderal Edward Aritonang, Rabu (31/3). Namun Edward belum memastikan apakah keduanya akan menjadi tersangka terkait adanya dugaan makelar kasus dalam penanganan kasus Gayus.

Mengenai status Gayus, penyidik sudah menetapkannya menjadi tersangka dalam dugaan kasus pencucian uang dan keterangan bohong. Keterangan bohong itu terkait permintaan Gayus kepada Andi Kosasih untuk mengakui uang senilai Rp 24,6 miliar sebagai milik Andi. “Kalau kasus tindak pidana korupsinya akan menyusul.”

Penyidik, lanjut Edward, mengarahkan pemeriksaan pada mengklarifikasi keterangan Gayus terkait hal-hal yang pernah dikatakan pada pemeriksaan terdahulu. Penyidik juga mancari tahu pengaturan skenario cara pencairan dana dan pertemuan di Hotel S. “Dalam pertemuan itu, yang hadir hanya HH, AK, dan Gayus.”

Penyidik Komisaris Arafat dan Ajun Komisaris M bergabung dengan ketiga tersangka itu setelah skenario usai dibahas, di pertemuan kedua di Hotel KCK. “Dari skenario itu terindikasi ada aliran dana, sepenuhnya diserahkan pada HH,” ujar Edward.

Namun hingga sekarang penyidik belum mengetahui apakah pertemuan itu atas inisiatif penyidik atau arahan atasannya. “Dan sampai sekarang belum ada tersangka baru.”

Sampai malam ini, Gayus masih menjalani pemeriksaan di ruang rapat Deputi Operasi, Gedung Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Gayus tidak akan dipindahkan dari ruangan itu. Bahkan beberapa petugas sudah memindahkan alat tidur dan mandi dari ruang tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri ke gedung utama.

March 31, 2010

Kota Makassar Butuh 30 Ribu Kondom

Kota Makassar Butuh 30 Ribu Kondom
Kekurangan kondom harus segera dipenuhi. Alasannya, alat ini bisa cegah HIV/AIDS.
RABU, 31 MARET 2010, 23:07 WIB

VIVAnews – Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Makassar Andi Sulolipu mengatakan Kota Makassar membutuhkan sebanyak 30.400 kondom pada 2010.

“Kebutuhan rata-rata kondom di Kota Makassar sekitar 32.304 tiap tahun. Sekarang, kondom di sini tersisa 1.872, atau kami masih butuh 30 ribu lebih kondom,” kata Andi Sulolipu di Makassar, Rabu 31 Maret 2010.

Sulolipu menjelaskan kekurangan kondom harus segera dipenuhi. Alasannya, alat ini merupakan bagian dari kontrasepsi seksual yang saat ini diyakini bisa mencegah penyebaran HIV/AIDS di Makassar.

Andi Sulolipu juga menyebutkan tingkat pengguna kondom di Makassar didominasi laki-laki, yakni sebanyak 25.635. Sedangkan kondom untuk perempuan, hanya 6.408 buah.

“Jika dirata-ratakan, dari pengguna itu 80 persen pengguna laki-laki, sedangkan perempuan hanya sekitar 20 persen,” katanya.

Tags:
March 31, 2010

Gayus Sebut Haposan Sebagai Sutradara Kasus

Gayus Sebut Haposan Sebagai Sutradara Kasus
“Ada peran penting oknum lawyer yang mendampingi untuk mengatur skenario.”
RABU, 31 MARET 2010, 22:21 WIB

VIVAnews – Penyidik Polri masih memeriksa tersangka Gayus Tambunan. Dalam pemeriksaan, dia menyebut mantan pengacaranya, Haposan Hutagalung, sebagai sutradara kasus yang membelitnya.

“Ada peran penting oknum lawyer yang mendampingi untuk mengatur skenario bagaimana mencairkan dana itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Rabu 31 Maret 2010.

Edward mengatakan sebenarnya Haposan sudah tidak menjadi kuasa hukum Gayus sejak 1 September 2009. Gayus telah mencabut kuasanya pada waktu itu.

“Pada 1 September kuasa dicabut tapi masih berperan penting untuk mengatur bagaimana bisa mencairkan sisa uang itu,” kata dia. “Termasuk mencari orang yang bisa mengakui uang itu.”

Untuk mengatur skenario pencairan dana, kata dia, Gayus, Haposan, dan Andi Kosasih mengadakan pertemuan sebanyak dua kali. Pertama pertemuan dilakukan di Hotel S, hanya dihadiri oleh ketiga orang itu. Kemudian, pertemuan kedua diadakan di Hotel KC dengan dihadiri oleh penyidik.

“Setelah mereka rampung mereka mengadakan pertemuan kedua dengan mengundang penyidik, Kompol A dan salah seorang temannya dari administrasi penyidikan di hotel KC,” kata dia. “Di sinilah dirumuskan bagaimana pemeriksaan dan arah pemeriksaan itu dilakukan.”

Dari skenario yang diungkapkan oleh Gayus, Polri mengindikasikan adanya aliran dana dari rekening Gayus ke beberapa orang.

“Sepenuhnya diserahkan pada HH yang disebut sebagai sutradara yang mengatur skenario ini,” kata dia.

Gayus merupakan tersangka dugaan makelar kasus pajak karena di rekeningnya terdapat uang senilai Rp 25 miliar yang diduga merupakan titipan pengusaha kenalannya yang ingin membeli tanah.

March 31, 2010

Proyek Patungan KS-Posco Sulit Dapat Insentif Fiskal

Rabu, 31/03/2010 17:57 WIB
Proyek Patungan KS-Posco Sulit Dapat Insentif Fiskal
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Proyek pembangunan pabrik baja patungan antara PT Krakatau Steel (KS) dengan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco) dipastikan sulit mendapat insentif fiskal (pajak) yang selama ini diinginkan pihak Posco. Pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan sulit memberikan insentif fiskal.

“Insentif fiskal agak berat kelihatannya, tapi saya dan Menperin (Menteri Perindustrian) tetap meng-explore bersama Menkeu,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan kepada detikFinance, Rabu (31/3/2010).

Gita menambahkan pihak Posco meminta kepastian kepada pemerintah terkait keinginannya mendapatkan insentif pajak. “Tidak molor, justru menunggu penegasan dari kita mengenai fiskal saja,” katanya saat ditanya molornya penandatanganan joint venture KS-Posco.

Dikabarkan sebelumnya penandatanganan (signing) pembangunan pabrik baja patungan (joint venture agreement) antara PT Krakatau Steel (KS) dengan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco) molor dari jadwal sebelumnya akhir Maret 2010. Rencananya signing baru akan dilakukan pada minggu keempat bulan April 2010.

Sementara itu Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan masalah mundurnya jadwal penandatangan joint venture disebabkan oleh adanya pergantian dua direksi di pihak Posco. Ia juga membantah mundurnya kesepakatan joint venture kedua pihak karena masalah insentif pajak.

Menurutnya masalah insentif fiskal itu kewenangan pemerintah yang sudah memiliki aturan yang jelas. Fazwar mengatakan sampai saat ini posisi pemerintah tetap untuk tidak melakukan langkah diskriminatif dalam memberikan insentif fiskal. “Harapannya begitu, biasanya memang investor minta lebih (insentif),” katanya.

Seperti diketahui pihak KS dengan Posco telah menandatangani memorandum of agreement (MoA) pada tanggal 2 Desember 2009 lalu. Pembangunan pabrik akan dilakukan dua tahap yang akan menelan dana hingga US$ 6 miliar dengan kapasitas 6 juta ton baja per tahun.

Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik berkapasitas 3 juta ton yang akan selesai pada tahun 2013 dengan investasi US$ 2,5-3 miliar yang akan menghasilkan produk-produk seperti HRC (hot rolled coil), slab, dan plate.

Sedangkan untuk tahap kedua akan dilakukan konstruksi pada tahun 2011 dengan kapasitas 3 juta ton, sehingga total pembangunan dari tahap pertama dan kedua dilakukan selama 5 tahun. Lokasi pabrik baja patungan itu akan berada di Krakatau Industrial Estate Cilegon Banten.

Posco merupakan produsen baja terbesar di di Korea Selatan dengan kapasitas produksi baja 30,5 juta ton per tahun, sedangkan KS merupakan perusahaan baja pelat merah yang memproduksi baja terbesar di Indonesia hanya 2,5 juta ton per tahun.

March 31, 2010

Percepatan Tol Bawen-Solo Butuh Rp 600 Miliar

Percepatan Tol Bawen-Solo Butuh Rp 600 Miliar
31/03/2010 17:51:34 WIB
SEMARANG, investorindonesia.com
Percepatan pembangunan jalan tol Bawen-Solo dari target 2015 menjadi 2014 membutuhkan subsidi dari pemerintah sekitar Rp 600 miliar.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung menjelaskan hal itu di sela acara konsultasi regional Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah Barat Tahun 2010 di Semarang, Rabu (31/3).

Dia mengatakan, jalan tol Bawen-Solo secara hitung-hitungan bisnis untuk layak menjadi jalan tol pada tahun 2015. Akan tetapi, lanjut dia, jika ingin dipercepat pembangunannya, membutuhkan subsidi dari pemerintah sebesar Rp 600 miliar. “Ini usulan dari kami. Tahun ini sudah sampai Bawen. Jadi, anggaran masuknya tahun 2011 untuk Bawen-Solo,” katanya.

Untuk menambah 700 kilometer jalan tol yang ada sekarang ini, Nurdin menargetkan pembangunan jalan tol untuk lima tahun mendatang mencapai 800 km.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di hadapan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan bahwa saat ini ada beberapa kegiatan strategis infrastruktur pekerjaan umum yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sejumlah pekerjaan yang sedang berjalan, yakni di bidang sumber daya air berupa pembangunan Waduk Jatibarang dan normalisasi Banjir Kanal Barat yang saat ini memasuki tahap persiapan pelaksanaan dan diharapkan dapat selesai 2014.

“Irigasi Kalilanang sudah dilaksanakan sejak 2009 dan ditargetkan selesai 2012 dengan cakupan layanan irigasi seluas 1.900 hektare,” kata Bibit Waluyo seperti dikutip Antara.

Sementara untuk pembangunan jalan tol Trans-Jawa banyak yang masih dalam proses pengadaan tanah, seperti ruas Pejagan-Pemalang (57,5 km), Pemalang-Batang (39,2 km), dan Batang-Semarang (75 km). Khusus ruas Kanci-Pejagan (12 km) konstruksinya sudah 100%.

Kegiatan lain, yakni pembangunan tol Semarang-Solo (75 km) yang dibagi dua seksi, yakni seksi I Semarang-Ungaran (14,1 km) terdiri atas tiga paket dengan progres fisik, paket pertama 60,48%, paket kedua 74,29%, dan paket tiga 18,83%.

“Seksi II Ungaran-Bawen (9 km) sedang dalam proses pengadaan lahan 64 persen dan saat ini sedang persiapan proses lelang konstruksi,” katanya. (tk)

++++

March 31, 2010

Laba Benakat Melonjak 185%

Laba Benakat Melonjak 185%
31/03/2010 15:54:05 WIB

JAKARTA, investorindonesia.com
PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) membukukan kenaikan laba bersih 2009 sebesar 185% yang mencapai Rp 6,9 miliar, dari sebelumnya menderita rugi bersih Rp 8,1 miliar pada 2008.

“Kenaikan laba didorong oleh naiknya pendapatan usaha yang mencapai Rp 158,2 miliar dibanding Rp 97,5 juta pada 2008,” kata Direktur Utama BIPI Arifin Wiguna dalam siaran persnya, Kamis (31/3).

Arifin menjelaskan, salah satu kontributor terbesar kenaikan laba bersih perseroan berasal dari bisnis yang terkait dengan minyak dan gas bumi sebesar 18,29%.

“Hal itu sejalan dengan strategi portfolio optimization kami untuk menjadi pemain utama di industri energi terintegrasi,” ujarnya.

BIPI telah menjual blok Lemang yang memberikan kontribusi pendapatan lain-lain sbesar Rp 72 miliar. BIPI juga mengakuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA), yang tahap pertamanya sudah diselesaikan 12 Maret 2010.

“BIPI berharap tahap kedua pembelian saham PT Elnusa akan selesai 12 April 2010,” ujar Arifin.

Direktur BIPI Michael Rusli mengatakan, kepemilikan saham ELSA sebesar 37,15% diproyeksikan mampu mengangkat laba bersih BIPI sejalan dengan proyeksi pendapatan usaha perseroan sebesar Rp 1,7 triliun pada 2010. (tk

March 31, 2010

Bakrie Life Belum Juga Bayar Dana Pokok Nasabah

Rabu, 31/03/2010 17:38 WIB
Bakrie Life Belum Juga Bayar Dana Pokok Nasabah
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) belum membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa sebesar Rp 22,5 miliar atau 6,25% dari total dana pokok nasabah. Padahal, manajemen menjanjikan pengembalian dana pokok sebesar 25% tahun 2010 yang dicicil sebanyak empat kali dan dimulai pada bulan Maret 2010.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan sampai dengan 31 Maret 2010 dirinya belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak manajemen.

“Saya kira belum, karena sampai sekarang saya belum mendapatakan laporan. tanya saja sama Pak Timoer (Direktur Utama Bakrie Life),” ujar Isa di kantor Bapepam-LK, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu (31/03/2010).

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto mengakui belum mulai membayarkan dana pokok nasabah. “Masih dalam proses,” ujar Timoer melalui pesan singkatnya.

Timoer menambahkan,rencananya pihak manajemen akan mulai membayarkan dana pokok nasabah pada awal bulan April 2010. “Dananya untuk bayar diperoleh dari pemegang saham Bakrie Life melalui Sub Loan,” ungkapnya.

Nasabah Diamond Investa Bakrie Life saat ini masih gusar menunggu cicilan dana mereka dibayarkan. Salah seorang nasabah mengakui bahwa sampai saat ini merasa cemas karena Manajemen Bakrie Life tidak menepati janjinya.

“Sampai sekarang belum dibayarkan, padahal kita menunggu terus. Karena pada awalnya mereka (manajemen) menjanjikan pada bulan Maret 2010 ini akan dibayarkan,” tutur nasabah yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.

Sebagaimana diketahui, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011 dan sisanya 50% di 2012. Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012. Angsuran pokok sesuai skema tersebut, lanjut Timoer akan mulai dibayarkan pada akhir bulan Maret 2010.

Untuk diketahui Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%) dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

“Setiap bulannya bunga tetap dibayarkan masing-masing sebesar 9,5% dari dana pokok,” tambah Timoer.

March 31, 2010

Mafia Hukum Terbukti Ada

Mafia Hukum Terbukti Ada
Mahkamah Agung Langsung Berhentikan Hakim yang Terima Suap
Rabu, 31 Maret 2010 | 03:19 WIB

Jakarta, Kompas – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Ibrahim, yang tengah menerima suap dari pengacara Adner Sirait di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (30/3). Dari tangan Ibrahim, disita uang Rp 300 juta.

Penangkapan pengacara dan hakim itu, menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto, membuktikan mafia hukum itu memang ada. Mafia kasus itu ada di pengacara, institusi kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman.

”Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Suap itu dimaksudkan agar kasus yang ditangani pengacara itu dimenangkan hakim,” papar Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa.

Bibit menambahkan, penyuapan itu diduga terkait kasus kepemilikan tanah yang ditangani Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, tetapi ia tak merinci kasus itu.

Berdasarkan data dari Mahkamah Agung (MA), kasus yang sedang ditangani Ibrahim terkait sengketa tanah yang melibatkan PT SG. Kasus itu ditangani majelis banding PT TUN Jakarta.

Pasca-penangkapan Ibrahim, MA menggelar rapat pimpinan mendadak. Ibrahim diberhentikan sementara dari jabatan hakim tinggi sejak Selasa kemarin.

”Pimpinan MA memerintahkan kepada Direktur Jenderal Peradilan Militer dan TUN untuk membuat surat keputusan pemberhentian sementara. Mengapa diberhentikan sementara? Karena kasus ini masih terus berproses,” tutur Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi, Selasa.

Nurhadi menambahkan, keputusan pemberhentian sementara atas Ibrahim menunjukkan MA memang serius dalam menindak hakim-hakim yang bermasalah.

Terus dikembangkan

Johan menyebutkan, Ibrahim sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 6 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adner dijerat dengan Pasal 6 Ayat (1) UU Antikorupsi.

Menurut Bibit, KPK akan mengembangkan kasus ini lebih jauh. KPK juga akan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. ”Tempatnya tidak bisa disampaikan. Yang jelas tempat yang dicurigai ada barang bukti,” katanya.

Harry Ponto, penasihat hukum Ibrahim, menyebutkan, kliennya sampai Selasa malam belum diperiksa KPK karena masih dirawat di sebuah rumah sakit di Jatinegara, Jakarta Timur. ”Hari Selasa, saat penangkapan, Pak Ibrahim memang harus menjalani cuci darah. Ia melakukan cuci darah dua kali seminggu,” tuturnya.

Harry mengakui, ia belum bertemu kliennya. KPK melarangnya bertemu Ibrahim. ”Dari keluarganya, saya tahu Pak Ibrahim tak tahu kalau sedang diikuti KPK,” katanya.

Kronologi penangkapan

Johan mengatakan, kedua tersangka dipantau sejak sepekan terakhir setelah KPK mendapat informasi akan adanya transaksi di antaranya keduanya. Selasa sekitar pukul 9.00, keduanya bertemu di PT TUN Jakarta.

Mereka lalu bergerak ke Cempaka Putih Barat dengan mobil masing-masing. Adner menyetir sendiri mobilnya Honda Jazz. Ibrahim naik Toyota Kijang Innova yang dikendarai sopirnya.

Ibrahim sempat mengganti sopir. Pukul 10.30, di Jalan Mardani Raya, kedua mobil berhenti. Ibrahim dan Adner turun. Ia langsung menyerahkan kantong plastik hitam ke Ibrahim dan bergegas ke mobil masing-masing.

Saat kedua mobil hendak bergerak, mobil KPK menghalangi jalan. Penyidik KPK langsung menyergap keduanya. Dari tangan Ibrahim, KPK menyita barang bukti berupa tas plastik berisi uang Rp 300 juta dalam pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Sebagian uang itu kumal.

KPK menyita telepon genggam milik kedua tersangka. ”Tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu. Mereka hanya kaget saja,” ujar Johan. Setelah ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Namun, pukul 14.00, Ibrahim dibawa ke rumah sakit untuk cuci darah. Ia mengeluh sakit. (AIK/ANA/TRA)

March 31, 2010

Hutan tanaman rakyat cegah perubahan iklim

‘Hutan tanaman rakyat cegah perubahan iklim’
Selasa, 30/03/2010 13:45:15 WIBOleh: R. Fitriana
JAKARTA (Bisnis.com): Pembangunan dan pengembangan komoditas hutan tanaman rakyat (HTR) di kawasan transmigrasi kota terpadu mandiri (KTM) tidak hanya untuk menyejahterakan masyarakat transmigran, tapi juga mencegah perubahan iklim dunia (global climate change).

“Pembangunan KTM dengan pola trans HTR akan bermanfaat untuk menjaga perubahan iklim global, karena ini merupakan penghijauan hutan yang sudah rusak dan meningkatkan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, hari ini.

Dari 44 KTM yang akan dikembangkan sampai 5 tahun ke depan, tercatat sekitar 40% di antaranya tengah dikembangkan untuk komoditas HTR dengan pola trans.

Muhaimin mencontohkan pengembangan KTM Padauloyo di Kabupaten Tiki Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah, yang ditetapkan sebagai kawasan HTR sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.403/Menhut-II/2009 dan Surat Menteri Kehutanan No.S.603/Menhut-VI/2008 tertanggal 18 September 2008.

“Selain diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan KTM Padauloyo ini juga merupakan bagian sumbangsih bangsa Indonesia dalam menjaga perubahan iklim dunia,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Menteri Kehutanan telah menetapkan areal hutan tanaman rakyat 5.000 hektare lebih untuk diolah masyarakat. Dari luas tersebut, masyarakat akan memperoleh 8 hektare – 15 hektare per keluarga.

Muhaimin mengatakan selain pengembangan pola trans HTR, potensi ekonomi lainnya yang akan dikembangkan di KTM Padauloyo adalah perkebunan rakyat dengan komoditas kelapa-dalam, yang meliputi hamparan ribuan hektare lahan yang sudah berproduksi.

Total dana pembangunan KTM Padauloyo yang berada di atas lahan seluas 120 hektare itu diperkirakan mencapai Rp60 miliar, sedangkan pembangunan dan pengembangan komoditas trans HTR, perkebunan, serta perikanan akan menelan invesyasi Rp150 miliar dengan penyerapan tenaga kerja puluhan ribu orang.

“Di samping itu kondisi geografis KTM Padauloyo yang berada di tepi Teluk Tomini akan menjadikan potensi ekonomi daerah ini sebagai penghasil komoditas perikanan,” ungkapnya.

Sebagai mitra usahanya, dia menambahkan investor berbadan usaha yang menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan komoditas hasil perkebunan rakyat adalah PT Kartika Rona Usaha, yang akan bermitra dengan sekitar 750 keluarga transmigran.(er)