Anggaran riset Kalbe Rp70 miliar


Anggaran riset Kalbe Rp70 miliar
Selasa, 23/03/2010 19:11:05 WIBOleh: Rahmayulis Saleh & Andreanto Indrodjanoe
JAKARTA (Bisnis.com): PT Kalbe Farma Tbk menyediakan anggaran riset sedikitnya Rp70 miliar tahun ini untuk mengembangkan berbagai penelitian produk baru dan teknologi, seperti sel punca (stem cell), drug delivery system, dan genomics.

Menurut Boenjamin Setiawan, Founder & Senior Advisor PT Kalbe Farma Tbk., perusahaannya mendukung penelitian yang dilakukan bersama, baik dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek), dan institusi pendidikan/pemerintahan, serta unsur masyarakat lainnya.

“Kalbe Farma sangat mendukung usaha-usaha kolaborasi akademisi, business, government dan community [ABGC],” ujarnya, hari ini.

Saat ini, ujarnya, Kalbe Farma tengah mendalami penelitian di bidang stem cell,

sejenis sel induk untuk terapi berbagai penyakit, yang bisa menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit.

Menurut dia, dunai akademisi harus lebih membuka diri dan bekerja sama lebih erat dengan dunia industri. Perguruan tinggi sebaiknya melakukan penelitian dasar sebanyak 80%, dan aplikasi 20%.

Sementara itu Amin Soebandrio, Deputi Bidang Pengembangan Sistem Iptek Nasional Kemen Ristek, menyatakan Indonesia masih tertinggal dalam hal penelitian, jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Hal itu terjadi karena minimnya anggaran yang disediakan pemerintah untuk pengembangan penelitian,” ujarnya.

Berdasarkan data, katanya, Indonesia hanya memiliki 200 peneliti untuk setiap 1 juta penduduknya, masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang memiliki sekitar 500/1 juta penduduknya. Bahkan Singapura memiliki 5.000 peneliti untuk setiap 1 juta penduduknya.

Amin mengaku tak berkecil hati mengingat wilayah Indonesia yang lebih luas, serta berpenduduk sekitar 240 juta jiwa, jika dibandingkan dengan kedua negara tetangga tersebut.

Saat ini, ujarnya, anggaran yang disediakan pemerintah untuk pengembangan penelitian masih sekitar Rp3,5 triliun, jauh di bawah India yang menyediakan US$40 miliar untuk kegiatan penelitiannya.

“Saya kira anggaran yang ideal untuk pengembangan penelitian di negara kita ini, minimal Rp10 triliun. Namun, kita juga harus realistis dengan keadaan ekonomi sekarang,” ujarnya.

Tahun ini, lanjutnya, Kemen Ristek memfasilitasi sekitar 500 penelitian, yang masih didominasi oleh penelitian di sektor pangan, disusul oleh sektor kesehatan dan teknologi informasi. (ts)

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: