Hashim Djojohadikusumo Terjun ke Bisnis Film
Adik mantan calon wakil presiden Prabowo Subianto itu menjadi produser eksekutif film.
KAMIS, 1 APRIL 2010, 01:06 WIB
Heri Susanto

VIVAnews – Pengusaha papan atas nasional, Hashim Djojohadikusumo terjun ke industri film dengan membiayai produksi film Merah Putih.

Adik mantan calon wakil presiden Prabowo Subianto itu menjadi produser eksekutif film Merah Putih melalui perusahaan film PT Media Desa Indonesia bersama rumah produksi internasional Rob Allyn dari Margate House.

Sebelumnya, Hashim lebih dikenal sebagai sosok pengusaha di bidang energi. Dia menjadi eksekutif di Nusantara Energy yang bergerak di bisnis migas, tambang batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Dulunya, di jaman Orde Baru, Hashim pernah berjaya dengan bendera Grup Tirtamas. Ketika itu, dia dikenal sebagai seorang bankir yang memiliki sejumlah bank, seperti Bank Pelita, Bank Papan Sejahtera, Bank Istismarat. Hashim juga mantan pengendali petrokimia besar, yakni Tuban Petrochemical.

Sekarang, Hashim mempunyai mainan baru, yakni bisnis di dunia hiburan. Film pertama yang diproduksi dan sudah beredar di pasar berjudul Merah Putih. Dua seri film trilogi “Merdeka” berikutnya mulai diproduksi sejak Januari 2010 lalu, masing-masing berjudul Merah Putih 2 “Darah Garuda” dan Merah Putih 3 “Hati Merdeka”.

“Tujuan pembuatan film ini sebagai upaya meneruskan nilai-nilai kejuangan kepada generasi penerus bisa tercapai,” ujarnya mengawali acara nonton bareng pelajar dan veteran di bioskop 21, Plaza Semanggi, Jakarta, 31 Maret 2010.

Menurut Hashim, film ini bukan film sejarah, melainkan dibuat dengan inspirasi sejarah otentik perjuangan Indonesia. Diinspirasi oleh kisah nyata para kadet muda belia, dua pamannya, Sujono dan Subianto yang gugur sebagai pejuang pada masa perang kemerdekaan 1946.

“Generasi muda perlu meneladani perjuangan, patriotisme, nasionalisme dan pluralisme serta persatuan bangsa yang mendorong para kadet meraih dan mempertahankan kemerdekaan,” kata dia.

Riset dan penulisan skenario digarap oleh tim bapak dan anak, Rob dan Conor Allyn. Rob adalah penulis yang pernah menerbitkan buku terlaris versi New York Times 2007, Revolution of Hope yang ditulisnya bersama mantan presiden Meksiko Vicente Fox. Pengusaha lokal yang dilibatkan adalah Syzygy Productions yang berbasis di Jakarta, milik Gary Hayes yang memproduksi film Tropic of Emerald, Anak Seribu Pulau, Bali Cries, dan Harimau Yang Lapar.

Film bercerita tentang perang, cinta, intrik, dan persaudaraan. Kisahnya menelusuri kembali jejak, tragedi, roman, humor, dan petualangan para gerilyawan yang berasal dari kelas, etnis, dan agama berbeda namun bersatu untuk kemerdekaan.

Sekarang, Hashim dikenal ikut berperan di Nusantara Energy yang bergerak di bisnis migas. Nusantara Energy juga menguasai tambang-tambang batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: