Hutan tanaman rakyat cegah perubahan iklim


‘Hutan tanaman rakyat cegah perubahan iklim’
Selasa, 30/03/2010 13:45:15 WIBOleh: R. Fitriana
JAKARTA (Bisnis.com): Pembangunan dan pengembangan komoditas hutan tanaman rakyat (HTR) di kawasan transmigrasi kota terpadu mandiri (KTM) tidak hanya untuk menyejahterakan masyarakat transmigran, tapi juga mencegah perubahan iklim dunia (global climate change).

“Pembangunan KTM dengan pola trans HTR akan bermanfaat untuk menjaga perubahan iklim global, karena ini merupakan penghijauan hutan yang sudah rusak dan meningkatkan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, hari ini.

Dari 44 KTM yang akan dikembangkan sampai 5 tahun ke depan, tercatat sekitar 40% di antaranya tengah dikembangkan untuk komoditas HTR dengan pola trans.

Muhaimin mencontohkan pengembangan KTM Padauloyo di Kabupaten Tiki Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah, yang ditetapkan sebagai kawasan HTR sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.403/Menhut-II/2009 dan Surat Menteri Kehutanan No.S.603/Menhut-VI/2008 tertanggal 18 September 2008.

“Selain diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan KTM Padauloyo ini juga merupakan bagian sumbangsih bangsa Indonesia dalam menjaga perubahan iklim dunia,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Menteri Kehutanan telah menetapkan areal hutan tanaman rakyat 5.000 hektare lebih untuk diolah masyarakat. Dari luas tersebut, masyarakat akan memperoleh 8 hektare – 15 hektare per keluarga.

Muhaimin mengatakan selain pengembangan pola trans HTR, potensi ekonomi lainnya yang akan dikembangkan di KTM Padauloyo adalah perkebunan rakyat dengan komoditas kelapa-dalam, yang meliputi hamparan ribuan hektare lahan yang sudah berproduksi.

Total dana pembangunan KTM Padauloyo yang berada di atas lahan seluas 120 hektare itu diperkirakan mencapai Rp60 miliar, sedangkan pembangunan dan pengembangan komoditas trans HTR, perkebunan, serta perikanan akan menelan invesyasi Rp150 miliar dengan penyerapan tenaga kerja puluhan ribu orang.

“Di samping itu kondisi geografis KTM Padauloyo yang berada di tepi Teluk Tomini akan menjadikan potensi ekonomi daerah ini sebagai penghasil komoditas perikanan,” ungkapnya.

Sebagai mitra usahanya, dia menambahkan investor berbadan usaha yang menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan komoditas hasil perkebunan rakyat adalah PT Kartika Rona Usaha, yang akan bermitra dengan sekitar 750 keluarga transmigran.(er)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: