Archive for April, 2010

April 30, 2010

Bandara Adisucipto Cuma Didarati Pesawat Kecil

Bandara Adisucipto Cuma Didarati Pesawat Kecil
JUM’AT, 30 APRIL 2010 | 14:24 WIB
Besar Kecil Normal
Bandara Ngurah Rai, Bali. TEMPO/ Dimas Aryo

TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Manager Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Adisucipto Yogyakarta Halindra menyatakan bandara Adisucipto memang belum cukup representatif untuk menjadi akses penerbangan internasional. Infrastruktur bandara menjadi kendala.

Halindra mengatakan untuk menjadi bandara internasional harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya ada perusahaan yang akan melakukan penerbangan langsung ke luar negeri, penjagaan pabean dan imigrasi.

Dua syarat terakhir sudah tersedia di bandara Adisucipto. Sedangkan untuk perusahaan penerbangan yang mengadakan rute langsung ke negara lain adalah Air Asia dan Malaysia Air System yaitu penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura ke Adisucipto begitu pula sebaliknya.

“Yang melakukan route development study adalah pihak perusahaan penerbangan, jika bandara layak maka mereka akan menjadwalkan penerbangan di bandara yang disurvai,” kata dia.

Diakuinya, bandara Adisucipto maksimal bisa didarati oleh pesawat seri 200. Contohnya pesawat Boing 757 seri 200. Jika Boing 757 seri 300, bandara tersebut masih belum memenuhi syarat.

Ia menambahkan, pesawat dari Inggris yaitu Thomson dengan pesawat Boing 747 seri 200 pernah mendarat di bandara Adisucipto. Namun pesawat tersebut merupakan pesawat carteran, belum ada jadwal rutin.

Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Deddy Pranowo Eryono mempersoalkan kendala infrastruktur transportasi di DI Yogyakarta. Antara lain, infrastruktur bandara dan terminal sebagai penerima pertama wisatawan ke daerah ini.

Wisatawan asal Eropa yang akan berkunjung ke Yogyakarta harus melalui bandara Soekarno-Hatta Jakarta atau bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Sehingga banyak yang tidak mampir ke Yogyakarta. Mereka yang melakukan perjalanan ke Yogyakarta biasanya hanya mereka yang sudah berencana sebelumnya.

Deddy berharap dengan rencana penerbangan langsung oleh pesawat Garuda ke Eropa pada Juli mendatang, wisatawan Eropa yang berkunjung ke Indonesia khususnya ke Yogyakarta akan meningkat. Jika tahun lalu mencapai 160 ribu wisatawan mancanegara, maka ditargetkan pada 2010 ini meningkat 10 persen.


Site Meter

Advertisements
April 30, 2010

Satgas: Praktik Mafia Hukum di Medan Parah

Satgas: Praktik Mafia Hukum di Medan Parah
30/04/2010 14:56:40 WIB
MEDAN, investorindonesia.com
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengatakan, praktik mafia hukum dalam berbagai kasus di Medan cukup parah karena diduga melibatkan kelompok yang memiliki kekuatan.

Usai berdialog dengan jajaran Polda Sumut di Medan, Jumat, Denny mengatakan, Satgas mendapatkan berbagai informasi tentang dugaan praktik mafia hukum di daerah itu.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah adanya keterlibatan kelompok-kelompok atau oknum yang memiliki kekuasaan atau jaringan ke unsur penegak hukum.

Kelompok atau oknum yang menjadi mafia kasus itu berupaya untuk mempengaruhi pejabat penegak hukum untuk membela kepentingan tertentu.

Ia mencontohkan kasus tanah yang melibatkan nama pengusaha property Tony Wijaya yang bersengketa dengan lawan bisnisnya di Pengadilan Negeri (PN) Medan terkait masalah tanah.

Demikian juga dengan permasalahan hukum yang terjadi di Kawasan Industri Medan (KIM) yang akan mengalami proses eksekusi dari PN Lubuk Pakam. Namun Denny tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kelompok atau oknum yang menjadi mafia hukum dalam dua kasus tersebut.

Selain dua kasus itu, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum juga membicarakan masalah penerimaan uang oleh oknum jaksa di Medan dari keluarga korban pembunuhan yang bernama Sun Mei dan Aponk.

Demikian juga dengan kasus pembalakan liar (illegal logging) yang melibatkan nama pengusaha DL Sitorus untuk mengetahui penanganan dan status hukum terakhirnya di Sumut. (ant/gor)


Site Meter

April 30, 2010

PT KA Rambah Bisnis Hotel Di Malang dan Yogya

PT KA Rambah Bisnis Hotel Di Malang dan Yogya
JUM’AT, 30 APRIL 2010 | 13:08 WIB
Besar Kecil Normal
Kereta api. TEMPO/ Aris Andrianto

TEMPO Interaktif, Jakarta – Anak usaha PT Kereta Api (Persero), PT KA Properti Manajemen, mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 63 miliar tahun ini. “Dana itu untuk pembangunan dua hotel di sekitar stasiun kereta api,” kata Direktur PT KA Properti Manajemen Suaidi Haryanto dalam perjalanan peresmian KA Malabar ke Bandung, hari ini (30/4).

Investasi sebesar Rp 35 miliar digelontorkan untuk membangun hotel di sebelah utara Stasiun Tugu, Yogyakarta. Sementara dana sebesar Rp 28 miliar dialokasikan untuk membangun hotel di bangunan bersejarah di dekat Stasiun Malang, Jawa Timur.

Untuk proyek Yogyakarta, PT KA Properti bermitra dengan Tune Hotel untuk pengoperasian hotel 150 kamar yang ditargetkan untuk pebisnis. “Sedang tahap perizinan, semoga bisa dioperasikan akhir tahun ini,” ujar Suaidi.

Sementara proyek hotel di Malang dikerjakan bersama Dharmawangsa Group. Sekarang sudah masuk tahap desain dan ditargetkan sebagai hotel leisure (wisata).

Saat ini, perusahaan yang baru dibentuk September tahun lalu tersebut telah mengoperasikan Bandungan Indah Resort di Ambarawa, Jawa Tengah. “Resor itu dulu hanya dipakai oleh internal perusahaan, sekarang disewakan,” kata Suaidi.

Anak usaha ini memang dibentuk untuk mengoptimalkan pemberdayaan aset-aset PT Kereta Api di bidang properti. “Supaya perusahaan induk bisa fokus pada jasa kereta api,” tutur Suaidi.


Site Meter

Tags:
April 30, 2010

Pelantun Lagu Ketagihan Mengaku Diperkosa Politikus Golkar

Hmm.. lagi lagi politikus busuk ..

Pelantun Lagu Ketagihan Mengaku Diperkosa Politikus Golkar
JUM’AT, 30 APRIL 2010 | 13:47 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Surabaya – Penyanyi dangdut asal Sidoarjo, Diah Christine Pristiwanti, yang populer dengan nama Titin Karisma, 27 tahun, mendesak Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, agar melakukan tes DNA terhadap anaknya, Dinar Taliwangi, yang masih berusia 10 bulan.

Titin, yang juga salah seorang personel grup Trio Denok itu yakin Dinar adalah anak hasil hubungan paksanya dengan pengurus teras Partai Golkar Sidoarjo bernisial KA. “Selama ini, KA tidak mengakui bahwa Dinar itu anaknya, makanya saya meminta agar polisi membuktikan dengan tes DNA,” kata Titin kepada Tempo, seusai diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polwiltabes Surabaya, Jumat (30/4).

Titin mengaku diperkosa KA di kamar 316 Hotel Fortuna di Jalan Darmokali Surabaya pada 26 September 2008 sekitar pukul 24.00 WIB. Menurut Titin, kejadian itu berawal KA yang belum lama dikenalnya, menjemput Titin di rumahnya, Desa Panggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

KA berjanji akan mengorbitkan Titin menjadi penyanyi top, sekaligus mempopulerkan album solo berjudul Ketagihan, ciptaan Mochtar B, yang baru diluncurkannya. “Katanya dia mau mempertemukan saya dengan seorang produser dan orang televisi,” kata Titin, yang mengenakan t-shirt kuning ketat dan jins cokelat.

Tak hanya itu, menurut Titin, KA juga minta agar dirinya membawa contoh kasetnya sebanyak 500 keping. Semula, Titin keberatan karena kurang begitu akrab dengan KA. Titin baru kenal KA pada April 2008 saat mengisi acara di Tanggulangin, Sidoarjo. Namun, karena KA mengajak Abdillah, tetangga Titin, penyanyi berbibir sensual itu pun akhirnya bersedia berangkat.

Di tengah jalan, Abdillah turun dan berjanji akan menyusul ke lokasi. Selanjutnya, oleh KA, Titin di bawa ke sebuah supermarket di Jalan Bintoro, Surabaya, dengan dalih menunggu produser. Setelah satu jam ditunggu, produser yang dijanjikan KA tersebut tidak muncul. “Lalu, dia mengajak saya ke hotel dengan alasan produser itu sudah menunggu di sana,” kata Titin, yang didampingi pengacaranya, George Handiwiyanto..

Sebelum sampai ke hotel, keduanya sempat mampir ke Feranza Cafe dan berlanjut ke Hotel Fortuna. Titin tak curiga ketika diajak masuk ke dalam kamar. Dengan alasan menunggu kedatangan sang produser, KA sempat memberi Titin jus jeruk.

Tapi, tiba-tiba KA melepas celananya dan memegangi kedua tangan Titin agar melayani nafsunya. “Saya meronta-ronta dan berteriak, tapi tidak ada yang menolong sampai tubuh saya lemas,” kata dia.

Dalam kondisi tak berdaya, KA menyetubuhi Titin. Setelah melepaskan hasratnya, KA sempat ke luar kamar dan kembali lagi ke kamar tersebut pukul 02.00 dan tidur. Saat KA keluar, pintu kamar hotel dikunci dari luar. “Setelah puas, KA pergi sambil membawa uang saya Rp 2 juta dan kaset-kaset saya,” kata Titin.

Satu bulan kemudian, Titin mencoba menghubungi KA karena merasa dirinya hamil. Tapi, KA tak pernah bisa dihubungi. Dicari ke rumahnya di Desa Sedati pun yang bersangkutan tidak pernah ada.

Akhirnya, Titin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sidoarjo, yang kemudian melimpahkan kasusnya ke Polwiltabes Surabaya. Tapi, sampai anak yang dikandungnya lahir, kasusnya belum disentuh polisi. “Saya malah dibentak-bentak oleh polisi,” kata Titin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Anom Wibowo menyatakan, lamanya penanganan laporan Titin karena yang bersangkutan berada di Jakarta. Tapi, kata dia, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Hotel Fortuna, termasuk meminta keterangan pelaku. “Sekarang karena pelapor sudah di Surabaya, maka prosesnya bisa kami percepat,” kata dia.

Sampai saat ini KA belum berhasil dikonfirmasi. Nomor teleponnya tak bisa dikontak.

Sebagai artis dangdut, Titin menelorkan beberapa album, baik solo maupun bersama grupnya. Selain Ketagihan, album solo Titin yang lain ialah SMS versi house music pada 2005. Sedangkan album yang keluar bersama Trio Denok berjudul Bang Amin. Personel Trio Denok tersebut ialah Titin, Dara dan Dian.

April 28, 2010

Singapura Buka Lagi Pusat Perjudian

Negeri tukang tampung koruptor dan garong . Sekarang mau

+++
Singapura Buka Lagi Pusat Perjudian
Rabu, 28 April 2010 | 03:45 WIB

Singapura, Selasa – Kasino kedua Singapura dibuka, Selasa (27/4). Proyek milik Las Vegas Sands Corp ini dikabarkan memakan biaya hingga 5,7 miliar dollar AS. Pendirian kasino ini dimaksudkan untuk lebih menarik wisatawan ke Singapura.

Setelah peresmiannya tertunda beberapa saat dan biaya operasional membengkak, lebih dari sepertiga dari 2.500 kamar hotel dan sebagian pusat perbelanjaan dan pusat konferensi dibuka.

SkyPark seluas 1,2 hektar terhubung dengan hotel bertingkat 55 dengan tiga menara. Sebuah gedung teater akan dibuka pada 23 Juni dilanjutkan pembukaan museum pada Desember mendatang.

Pendapatan besar

Para pejabat setempat berharap, dengan adanya kasino di kawasan wisata terkenal, Marina Bay Sands yang menghadap kota tersebut, dapat juga mengukuhkan citra Singapura sebagai pusat finansial yang efisien, tetapi steril dari citra sebuah negara yang penuh aturan, seperti larangan mengunyah permen karet.

”Tidak ada kasino sebesar ini di tengah-tengah kota. Tidak dapat dibandingkan dengan apa pun,” ujar Aaron Fischer, analis CLSA di Hongkong.

Marina Bay and Resorts World Sentosa Genting—yang mengoperasikan kasino pertama di Singapura, Februari lalu—berniat membuat Singapura menjadi ibu kota perjudian di Asia Tenggara.

Kedua kasino tersebut akan menghasilkan pendapatan sebesar 3,5 miliar dollar AS tahun depan atau lebih dari separuh pendapatan tahunan Las Vegas yang sebesar 6 miliar dollar AS, kata Fischer. ”Nafsu berjudi di kawasan Asia sangat tinggi,” ujarnya mengemukakan alasan. Di Makau, rata-rata sekali taruhan sebesar 40 dollar AS, sementara di Las Vegas hanya 10 dollar AS. (AP/joe)

Tags:
April 28, 2010

ROAD MAP BUMN: 141 BUMN Diciutkan Menjadi 78 BUMN

141 BUMN Diciutkan Menjadi 78 BUMN
Rabu, 28 April 2010 | 04:07 WIB

Singapura, Kompas – Kementerian Badan Usaha Milik Negara merancang roadmap atau peta jalan pengembangan perusahaan milik negara yang akan menciutkan jumlah BUMN dari 141 perusahaan yang ada saat ini menjadi 78 perusahaan tahun 2014. Program ini diharapkan akan menambah nilai ekuitas dan aset BUMN lima kali lipat dari yang ada saat ini karena efisiensi dan penajaman bisnis.

”Saat ini nilai ekuitas semua BUMN mencapai Rp 500 triliun dan nilai aset Rp 2.200 triliun. Kami harap, dengan adanya penajaman nanti, nilai ekuitasnya bisa bertambah lima kali lipat menjadi Rp 2.500 triliun dan asetnya Rp 11.000 triliun,” ungkap Deputi Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Kementerian BUMN Mahmuddin Yasin di Singapura, Selasa (27/4).

Menurut Yasin, ada empat cara yang akan dilakukan dalam program penajaman bisnis BUMN, yakni dipertahankan tetap berdiri sendiri, likuidasi, divestasi, serta merger dan konsolidasi. Ada sekitar 39 BUMN yang akan dibiarkan tetap berdiri sendiri, yakni BUMN yang tergolong besar, berbentuk perusahaan umum (perum), dan BUMN pemegang tanggung jawab public service obligation (PSO/memberikan pelayanan publik).

”Road map terbaru sudah kami susun untuk periode 2010-2014 dan akan dilaksanakan setelah ditandatangani Menteri (Menteri BUMN Mustafa Abubakar). Kami harap dalam bulan April ini,” ungkap Yasin.

BUMN yang dikategorikan sebagai perusahaan besar antara lain adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Pertamina, dan PT PLN. Totalnya diperkirakan ada 25 BUMN.

BUMN yang berstatus perum ada 14 perusahaan, antara lain Bulog. Sementara BUMN yang saat ini menanggung tanggung jawab PSO ada 10 perusahaan.

”Dari 10 BUMN PSO itu, lima di antaranya adalah BUMN besar. BUMN PSO yang akan kami biarkan berdiri sendiri antara lain PT Pelni dan PT Kereta Api,” ungkap Yasin.

Adapun salah satu BUMN yang akan didivestasi (dilepas kepemilikan saham pemerintah) adalah PT Cambrics Primissima yang bergerak di industri pemintalan dan pertenunan. Perusahaan ini merupakan patungan pemerintah dengan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) dengan komposisi sahamnya saat ini pemerintah 52,79 persen dan GKBI 47,21 persen.

”Kami menganggap pemerintah tidak pantas lagi terjun langsung di sektor tekstil. Kami juga memandang sudah tak perlu lagi memegang bisnis buku di Balai Pustaka atau Percetakan Negara,” ungkap Yasin.

Pilihan merger

Pemerintah juga merancang ada empat kelompok usaha BUMN yang patut digabungkan, yakni BUMN di bidang perkebunan, farmasi, industri dok, dan tambang. Di kelompok perkebunan ada 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) plus PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang akan digabungkan dalam naungan sebuah perusahaan induk (holding).

”Jika holding perkebunan ini tuntas, kami perkirakan akan ada pembentukan modal sekitar Rp 15 triliun yang cukup untuk membuka 400.000 hektar lahan sawit baru, dengan asumsi setiap hektar membutuhkan Rp 40 juta investasi,” ujar Yasin.

Untuk BUMN farmasi, pemerintah mengkaji kemungkinan penggabungan Kimia Farma dengan Indofarma, yang masing-masing punya kelebihan pada penjualan ritel dan produksi. Untuk industri perkapalan, pemerintah mengkaji penggabungan tiga perusahaan, yakni PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, serta Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar.

”Adapun untuk perusahaan tambang, yang sebagian besar sudah masuk bursa, kami sudah mengkaji penggabungan dalam sebuah perusahaan baru bernama Indonesian Resources Company (IRC) untuk mengikuti kecenderungan di dunia yang dilakukan untuk menopang pertumbuhan korporasi dan keuntungan,” tutur Yasin.

Analis Equity Capital Market PT Danareksa, Chandra Pasaribu, mengatakan, BUMN yang mencatatkan sahamnya di pasar modal mampu bersaing dengan perusahaan swasta karena memiliki setidaknya delapan keunggulan. Dalam lima tahun terakhir, tingkat pengembalian modal (ROE), tingkat pengembalian aset (ROA), dan tingkat profitabilitas perusahaan-perusahaan BUMN lebih unggul dibandingkan dengan swasta. (Orin Basuki, dari Singapura)

April 28, 2010

Mandala Akan Kurangi Emisi Satu Persen per Tahun

Mandala Akan Kurangi Emisi Satu Persen per Tahun
RABU, 28 APRIL 2010 | 11:59 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Dimas Aryo

TEMPO Interaktif, Jakarta – Mandala Airlines menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar satu persen per tahun hingga 2015. Pengurangan emisi dilakukan dengan peremajaan armada pesawat.

Dengan demikian konsumsi bahan bakar semakin hemat. “Kami juga menerapkan penerbangan efisien dengan perencanaan jalur penerbangan yang mengurangi konsumsi bahan bakar,” kata Presiden Direktur Mandala Diono Nurjadin di Jakarta, Rabu (28/4).

Ia menambahkan, perusahaan mengembangkan program “fly carbon free”. Program tersebut memungkinkan penumpang menyumbang untuk program kelestarian lingkungan. “Ini program untuk menyeimbangkan emisi karbon yang dikeluarkan selama penerbangan,” ujarnya.

Penumpang bisa menghitung tingkat emisi yang dikeluarkan selama penerbangan di situs http://www.mandalaair.com. Penumpang lantas ditawarkan untuk menyumbang dana setara sejumlah pohon guna mengganti emisi itu. “Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola melalui kemitraan dengan Green Radio dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam bentuk reboisasi,” tutur dia.

Dia menjelaskan, pihaknya akan memberikan laporan tahunan tentang penghitungan emisi dan kompensasi karbon yang didapat dari penumpang. Selain itu Mandala juga tengah bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yangpeduli lingkungan.

Pada awal 2008 hingga akhir 2009 Mandala berhasil mengurangi lima persen emisi. Program tersebut merupakan seruan Asosiasi Penerbangan Internasional (IATA) untuk mengurangi emisi karbondioksida 50 persen pada 2050. Transportasi udara menyumbang dua persen dari total emisi karbondioksida.

!– Site Meter –>


Site Meter

April 28, 2010

Industri galangan kapal dapat tambahan order

Selasa, 27/04/2010 18:34:21 WIB
Industri galangan kapal dapat tambahan order
Oleh: Yusuf Waluyo Jati
JAKARTA (Bisnis.com): Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyatakan industri galangan kapal nasional hingga kuartal II/2010 mendapatkan tambahan order kapal baru di atas US$100 juta.

Sekretaris Jenderal Iperindo Wing Wirjawan menjelaskan order itu datang dari beberapa perusahaan seperti PT Pertamina dan PT Intenational Nickel Indonesia Tbk (Inco).

Selain itu, galangan kapal domestik juga meraup order dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan PT Pelindo II. Tambahan order baru ini diprediksi mampu mengangkat kinerja bisnis industri galangan kapal.

Pelindo, jelasnya, mengorder 7 unit tug boat dengan harga per unit sekitar US$3 juta. Order ini dikerjakan oleh PT Daya Radar Utama yang berbasis di Jakarta, PT Sanur Marindo di Tegal dan PT Meranti Nusa Bahari di Banjarmasin.

“Adapun Kemenhub sedang menender pembuatan 5 unit kapal perintis, dan Inco memesan dua kapal,” katanya, hari ini.

Selain itu, Pertamina juga segera menyelesaikan tender pengadaan 6 unit kapal tanker. Harga kapal ditaksir sekitar US$12 juta per unit. “Total ordernya mungkin di atas US$100 juta. Adapun pengerjaannya, memakan waktu sekitar 14–18 bulan,” jelasnya.

Meski order masih tumbuh, lanjutnya, industri galangan kapal di dalam negeri hingga saat ini masih kesulitan menyerap fasilitas fiskal berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) pada periode 2010.

BM-DTP, jelasnya, merupakan fasilitas cukup penting dalam menopang pertumbuhan produksi kapal mengingat sebagian besar komponen kapal masih diimpor dengan bea masuk (BM) sekitar 5%-10%.

Namun, rendahnya daya serap BM-DTP di industri galangan pada 2010 sama sekali tak berbeda dengan kondisi pada tahun lalu. Akibatnya, struktur biaya produksi kapal tetap tidak kompetitif.

Di sisi lain, ujarnya, kerusuhan di industri galangan Batam baru-baru ini tak berpengaruh terhadap iklim investasi. Beberapa perusahaan galangan kapal asing justru tetap melanjutkan rencana investasi di Batam.

Sebelumnya, perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Engineering Co Ltd, dikabarkan berencana membangun galangan kapal di Batam mulai 2010. Daewoo akan menjalin usaha patungan (joint venture) dengan BUMN industri galangan kapal, PT Dok Koja Bahari.(yn)


Site Meter

April 28, 2010

Hino garap mobil militer nasional

Hino garap mobil militer nasional
Rabu, 28/04/2010 11:32:33 WIBOleh: Siti Munawaroh
DENPASAR (Bisnis.com): PT Hino Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), produsen kendaraan truk merek Hino, memperluas pasar dengan menjajaki segmen baru dengan memasok sasis dan mesin mobil militer nasional.

Presiden Komisaris PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan sasis dan mesin Hino dinilai pas untuk memenuhi kebutuhan mobil militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena memiliki tingkat kandungan lokal yang tinggi.

“Hino dipilih karena kandungan lokalnya tinggi, mencapai 70%. Sasis dan mesin bisa saja disuplai merek lain asalkan local content-nya tinggi,” katanya ketika dikonfirmasi, hari ini.

HMMI merupakan perakit kendaraan truk Hino dengan fasilitas pabrik di Purwakarta, Jawa Barat. Adapun HMSI adalah pemasar kendaraan Hino.

Gunadi menegaskan kendaraan militer harus memenuhi kandungan lokal hingga 75%. Sementara itu, sasis keluaran Hino saat ini menggunakan baja produksi PT Krakatau Steel, BUMN baja nasional.

Gunadi yang juga selaku Ketua Umum Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif (AIPO) mengatakan kendaraan militer nantinya akan dirakit oleh perusahaan lokal berdasarkan spesifikasi dari Kementerian Pertahanan.

Gunadi menegaskan, mobil militer nantinya akan dirakit oleh perusahaan lokal dengan spesifikasi dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Beberapa perusahaan ‘plat merah’ dikabarkan siap terjun untuk ikut menggarap proyek ini, antara lain PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

Selain itu, beberapa perusahaan swasta juga siap terjun ke proyek ini dengan melebur ke dalam AIPO.

“Seluruh anggota asosiasi tengah mengembangkan produk kendaraan khusus militer. Untuk prototipe yang disiapkan, menggunakan pasokan sasis dari Hino yang sudah diproduksi lokal,” jelasnya.

Dalam menciptakan produk ini, lanjut Gunadi, asosiasi juga menggandeng PT Pindad dan perusahaan karoseri nasional untuk memenuhi kebutuhan kendaraan militer domestik.

Setidaknya sekitar 9-12 varian akan diciptakan, dimana satu unit prototipe kendaraan menyerap kebutuhan dana mencapai lebih dari Rp1 miliar. Nilai kendaraan tersebut diharapkan terus menurun, seiring permintaan yang diproyeksikan bertumbuh sehingga skala ekonomis terpenuhi.

“Prototipe mobil militer telah diproduksi. Untuk produksi perdana kendaraan militer ini diharapkan terwujud pada tahun ini. Produsen, tinggal menunggu pencairan anggaran dari Kemenhan,” tukasnya.

Gunadi melanjutkan, potensi pasar mobil militer diperkirakan mencapai sekitar 3.000 unit per tahun secara nasional.

Dengan produk ini, tegas Gunadi, kebutuhan kendaraan militer yang masih banyak dipenuhi dari pasar impor diharapkan bisa dialihkan ke industri lokal secara perlahan. (mrp)


Site Meter

April 27, 2010

ITB Buat Tiga Mobil Hemat Energi

INOVASI
ITB Buat Tiga Mobil Hemat Energi
Selasa, 27 April 2010 | 04:32 WIB

Bandung, Kompas – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung mengembangkan tiga mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan untuk ikut serta dalam ”Kompetisi Shell Eco-Marathon 2010” di Sirkuit Sepang, Malaysia, 8-10 Juli. Mereka akan bersaing dengan 112 tim dari 12 negara, seperti Jepang, China, Singapura, dan India.

Mereka terbagi dalam tiga kelompok. Tim HEAVe-Exia dan Rajawali turun di kelas ”Future Concept”. Adapun CikaL turun di ”Urban Concept”. Tiap-tiap kelompok pesertanya 12-17 orang.

Manajer Tim Rajawali, Ananta Bagas (22), saat peluncuran tiga mobil ini di Kampus ITB, Senin (26/4), mengatakan, timnya mengusung mesin pemotong rumput Honda GX 35 cc dengan modifikasi karburator injeksi. Selain itu, diterapkan juga teknologi bearing keramik untuk meminimalkan gesekan roda sehingga putaran mesin tidak banyak memerlukan bahan bakar. Pengurangan gesekan juga dilakukan pada sistem kopling. Jika umumnya menggunakan kopling gesek, Rajawali mengembangkan kopling magnet aplikasi dari mesin pendingin udara. Seluruh badan kendaraan menggunakan serat fiber ringan.

”Hasilnya mobil seberat 50 kilogram dengan 1 penumpang yang mampu melaju 30 kilometer per jam dengan kebutuhan bensin 1 liter bensin oktan 95 untuk 1.000-1.500 km,” ujarnya.

Untuk kategori yang sama, Tim HEAVe-Exia mengembangkan mobil hemat bahan bakar ramah lingkungan. Kepala Divisi Mesin Tim HEAVe-Exia, Bentang Arief Budiman (21), mengatakan, konsep ramah lingkungan menggunakan bahan bakar metanol dan anyaman bambu sebagai pelapis badan mobil. Untuk mengemat bahan bakar, mesinnya menggunakan Kanzen 80 cc berbahan etanol serta meminimalkan penggunaan material logam. ”Berat 48 kg tanpa penumpang dan 100 kg dengan seorang penumpang,” ujar Bentang.

Kehidupan sehari-hari

Sementara itu, konsep yang diusung CikaL berbeda dari dua kelompok lain karena harus bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Manajer Tim CikaL, Teuku Naraski Zahari (22), mengatakan, tidak seperti dua kendaraan lain yang menggunakan tiga roda, panitia mengharuskan kelas ”Urban Concept” menggunakan empat roda.

Untuk mewujudkannya, CikaL membangun badan kendaraan lebih besar dengan 2,5 m x 1,2 m x 1,2 m bermesin 125 cc dengan modifikasi sistem pembakaran injeksi dan drive by wire. Jika sebelumnya katup injektor dioperasikan mesin, CikaL menggunakan sistem elektronik menggunakan kabel sebagai penggerak utama. Gunanya untuk mengoptimalkan suhu, meringankan putaran mesin, dan meringankan berat kendaraan. CikaL menargetkan mobilnya menggunakan 1 liter bensin untuk menempuh 200 km dengan maksimal dua penumpang.

Rektor ITB Ahmaloka mengatakan, ketiga mobil ini seakan menjawab tantangan dunia otomotif masa depan. (CHE)