Industri galangan kapal dapat tambahan order


Selasa, 27/04/2010 18:34:21 WIB
Industri galangan kapal dapat tambahan order
Oleh: Yusuf Waluyo Jati
JAKARTA (Bisnis.com): Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyatakan industri galangan kapal nasional hingga kuartal II/2010 mendapatkan tambahan order kapal baru di atas US$100 juta.

Sekretaris Jenderal Iperindo Wing Wirjawan menjelaskan order itu datang dari beberapa perusahaan seperti PT Pertamina dan PT Intenational Nickel Indonesia Tbk (Inco).

Selain itu, galangan kapal domestik juga meraup order dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan PT Pelindo II. Tambahan order baru ini diprediksi mampu mengangkat kinerja bisnis industri galangan kapal.

Pelindo, jelasnya, mengorder 7 unit tug boat dengan harga per unit sekitar US$3 juta. Order ini dikerjakan oleh PT Daya Radar Utama yang berbasis di Jakarta, PT Sanur Marindo di Tegal dan PT Meranti Nusa Bahari di Banjarmasin.

“Adapun Kemenhub sedang menender pembuatan 5 unit kapal perintis, dan Inco memesan dua kapal,” katanya, hari ini.

Selain itu, Pertamina juga segera menyelesaikan tender pengadaan 6 unit kapal tanker. Harga kapal ditaksir sekitar US$12 juta per unit. “Total ordernya mungkin di atas US$100 juta. Adapun pengerjaannya, memakan waktu sekitar 14–18 bulan,” jelasnya.

Meski order masih tumbuh, lanjutnya, industri galangan kapal di dalam negeri hingga saat ini masih kesulitan menyerap fasilitas fiskal berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) pada periode 2010.

BM-DTP, jelasnya, merupakan fasilitas cukup penting dalam menopang pertumbuhan produksi kapal mengingat sebagian besar komponen kapal masih diimpor dengan bea masuk (BM) sekitar 5%-10%.

Namun, rendahnya daya serap BM-DTP di industri galangan pada 2010 sama sekali tak berbeda dengan kondisi pada tahun lalu. Akibatnya, struktur biaya produksi kapal tetap tidak kompetitif.

Di sisi lain, ujarnya, kerusuhan di industri galangan Batam baru-baru ini tak berpengaruh terhadap iklim investasi. Beberapa perusahaan galangan kapal asing justru tetap melanjutkan rencana investasi di Batam.

Sebelumnya, perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Engineering Co Ltd, dikabarkan berencana membangun galangan kapal di Batam mulai 2010. Daewoo akan menjalin usaha patungan (joint venture) dengan BUMN industri galangan kapal, PT Dok Koja Bahari.(yn)


Site Meter

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: