Archive for May, 2010

May 31, 2010

Ayo! Buka penerbangan ke Bandung!

Senin, 31/05/2010 17:55:53 WIB
Ayo! Buka penerbangan ke Bandung!
Oleh: Raydion Subiantoro
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Perhubungan akan mendorong maskapai lokal lainnya membuka penerbangan rute regional dari dan ke Bandung, untuk mengantisipasi jika Indonesia AirAsia (IAA) benar-benar menutup rute di Ibu Kota Jawa Barat itu.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan rute regional cukup berperan dalam memicu pertumbuhan perekonomian di Bandung dan kota lainnya.

“Kalau memang mereka [IAA] terpaksa menutup rute, ya kami akan mendorong maskapai lain agar mau membuka rute regional di Bandung,” paparnya hari ini.

Sebelumya, Direktur Pemasaran dan Distribusi IAA Widijastoro Nugroho mengatakan pihaknya terpaksa menutup rute domestik dan regional dari dan ke Bandung jika hingga November tahun ini landasan Bandara Husein Sastranegara belum bisa didarati oleh Airbus 320.

“Kalau Bandara Husein belum bisa didarati A320 hingga November, dan lessor menarik Boeing, kami terpaksa tutup rute. Itu akan berdampak pada perekonomian di Bandung,” kata Widijastoro.

IAA merupakan satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan regional di Bandung. Maskapai itu saat ini masih mengoperasikan Boeing 737 series, khusus untuk rute dari dan ke Bandung, karena Bandara Husein Sastranegara belum bisa disinggahi Airbus 320.

Di rute lain, IAA sudah menggunakan Airbus 320 sebagai bagian dari modernisasi armada. Dari Bandung, IAA melayani penerbangan ke Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), Denpasar, dan Medan.

Landasan pacu di Bandara Husein Sastranegara hanya mempunyai ketebalan 37 cm, sehingga maksimal hanya bisa disinggahi Boeing 737-300, yang memiliki bobot maksimal mendarat 51,7 ton.

Sementara, berat maksimal Airbus 320 mendarat mencapai 64,5 ton. Sementara, lebar dan panjang lintasan masih dianggap layak untuk pendaratan serta penerbangan Airbus 320.(htr)

Advertisements
May 31, 2010

Pemerintah suntik modal Askrindo & Jamkrindo

Senin, 31/05/2010 16:50:18 WIB
Pemerintah suntik modal Askrindo & Jamkrindo
Oleh: M. Tahir Saleh

JAKARTA (Bisnis.Com): Suntikan modal pemerintah sebesar Rp1,8 triliun kepada PT Askrindo dan Perum Jamkrindo tahun ini kemungkinan dialokasikan masing-masing 50% guna mendorong pertumbuhan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Nahid Hudaya mengatakan suntikan modal diperlukan guna mendorong pengembangan penyaluran KUR kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Suntikan modal di APBN Rp1,8 triliun, tetapi inginnya lebih dari itu. Mekanisme pembagiannya belum tahu tetapi kemungkinan fifty-fifty [50%-50%],” katanya seusai Rapat Dengar Pendapar dengan Komisi VI DPR hari ini.

Adapun dengan suntikan dana tahun ini, keduanya, akan menjaminkan KUR sebesar Rp18 triliun untuk tahun ini.

Pada pertengahan 2009, kedua lembaga ini juga meminta suntikan modal karena gearing ratio atau perbandingan nilai akumulasi penjaminan dengan modal sudah di atas 10 kali.

Pada kuartal I/2010, gearing ratio kredit produktif Jamkrindo sebesar 6,93 kali karena outstanding kredit sebesar Rp10,24 triliun, sementara modal sendiri Rp1,47 triliun. Tahun lalu, gearing ratio lebih rendah 5,04 kali dari 2008 yakni 8,69 kali. (wiw)

May 31, 2010

Multistrada jajaki kredit dengan CIMB & HSBC

Multistrada jajaki kredit dengan CIMB & HSBC
Senin, 31/05/2010 16:35:12 WIBOleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) sedang bernegosiasi dengan dua bank asing yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan The Hongkong and Shanghai Corporation Limited (HSBC) untuk memperoleh kredit investasi US$154,56 juta.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia sore ini disebutkan kredit investasi itu akan digunakan untuk membiayai ekspansi penambahan kapasitas produksi ban luar roda empat dan roda dua yang memerlukan total biaya US$179.22 juta.

Kredit investasi itu direncanakan memberikan bunga per tahun sebesar 7%.

Selain itu, Multistrada juga memerlukan modal kerja sebanyak US$30 juta pada 2010 dan 2011.

Dari kebutuhan total investasi itu, produsen ban merek Achilles, Strada, dan Corsa itu akan menggunakan modal internal US$24,66 juta.

Pada tahap pertama peningkatan kapasitas produksi itu, Multistrada memerlukan biaya US$71,49 juta atau setara dengan Rp709,83 miliar (di luar biaya pengadaan tanah).

Pada tahap kedua, emiten penghasil ban itu membutuhkan dana US$108.07 juta atau Rp1,08 triliun (di luar biasa pengadaan tanah). (wiw)


Site Meter

May 31, 2010

Menkominfo Resmi Cabut Tiga Izin Wimax

Senin, 31/05/2010 15:52 WIB

Menkominfo Resmi Cabut Tiga Izin Wimax
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring akhirnya resmi mencabut tiga izin Wimax perusahaan pemenang lisensi broadband wireless access (BWA) di pita 2,3 GHz Ketiga perusahaan itu adalah Internux, Konsorsium Wireless Telecom Universal (WTU), serta Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

“Izin prinsip Internux dan dua konsorsium lainnya sudah resmi dicabut. Surat pencabutan ketiganya sudah ditandatangani bersamaan oleh Pak Tifatul tertanggal 27 Mei 2010 kemarin,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto kepada detikINET di Gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Ketiga perusahaan ini akhirnya batal menyelenggarakan jaringan pita lebar lokal Wimax 16.d berbasis paket switched karena dianggap gagal memenuhi kewajiban pembayaran up front fee dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi hingga batas waktu yang ditentukan.

Internux memiliki kewajiban kepada negara berupa BHP frekuensi tahun pertama dan up front fee dengan total Rp 220,06 miliar. Sementara Konsorsium WTU memiliki kewajiban sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan Konsorsium Comtronics punya kewajiban Rp 66,008 miliar.

Dari delapan pemenang tender, Kominfo cuma menerima pembayaran dari lima perusahaan, yakni Telkom, Indosat Mega Media, First Media, Berca Hardayaperkasa, dan Jasnita Telekomindo.

May 31, 2010

Dewan Tak Respons Protokol Krisis

Ini menunjukan karakter anggota Dewamm yang senang apabila bangsa ini terjerumus dalam krisis. Krisis bagi para politisi senayan = dengan kesempatan. Persis yang pernah lakukan terhadap Mantan Menkeu Sri Mulyani

+++++
Koran Tempo 31 Mei 2010
Akan dibahas setelah Tim Pengawas Kasus Century selesai bekerja.

sepakat tak meresponsnya.“Itu hasil rapat pimpinan sekitar dua bulan yang lalu,” kata Eva kepada Tempo kemarin.
Sebelumnya, pemerintah dan Bank Indonesia mulai mempersiapkan langkah-langkah mengantisipasi dampak krisis ekonomi di kawasan Eropa yang mungkin merembet hingga ke Indonesia. Kamis lalu, bersama sejumlah lembaga terkait, otoritas fiskal dan moneter melakukan rapat koordinasi membahas payung hukum protokol penanganan krisis dan risiko penempatan portofolio Indonesia di Eropa.

Menurut Eva, Dewan baru akan membahas undang-undang tersebut setelah Tim Pengawas Kasus Century atas tindak lanjut rekomendasi Panitia Khusus Kasus Bank Century selesai bekerja. “Karena ini terkait implikasi

politik,” katanya. Eva menambahkan, DPR tak mau masuknya undang-undang ini lantas menegasi kerja Panitia Khusus Bank Century.
Pengamat ekonomi Aviliani menilai Undang-Undang JPSK sangat penting karena menjadi poin penting dalam protokol krisis. “Tanpa undang-undang ini, enggak ada artinya,” katanya kepada Tempo kemarin. Di dalamnya akan diatur siapa yang akan memutuskan saat krisis terjadi, pemberian talangan likuiditas dan siapa yang bisa diberi bantuan likuiditas tersebut.

Ia meminta DPR segera membahas undang-undang tersebut ketimbang mengurus Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan maupun UndangUndang Transfer Dana.“Karena kita tidak bisa memprediksi kapan krisis akan terjadi,” kata Aviliani kepada

Tempo kemarin Eva mengatakan memperkirakan Tim Pengawas akan bekerja selama tiga bulan dan setelahnya bisa diperpanjang atau selesai. Karena itu, kata dia, setidaknya butuh tiga bulan untuk pemerintah mengajukan Undang-Undang JPSK.
Ia menilai rentang waktu tiga bulan itu tidak terlalu riskan meskipun saat ini terjadi krisis di Eropa.“Saya kira tidak berpengaruh, karena hubungan kita dengan Eropa kecil,”katanya.

Eva juga mendasarkan pada laporan keuangan pemerintah yang menyebut kondisi perekonomian dalam keadaan baik.“Saya tidak khawatir,” katanya. Meski begitu, ia mengakui Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan diperlukan. “Undang-undang ini sangat penting,”katanya. ● IQBAL MUHTAROM


Site Meter

Tags:
May 31, 2010

Garuda Berencana Terbangi Amerika Serikat

/ Home / Bisnis

Senin, 31 Mei 2010 | 07:26

Garuda Berencana Terbangi Amerika Serikat

JAKARTA. Belum juga sukses memulai terbang ke Amsterdam Belanda pada 1 Juni 2010 ini, PT Garuda Indonesia (Persero) sudah memasang target baru. Maskapai pelat merah ini berniat untuk menerbangi Negeri Barrack Obama, yaitu Amerika Serikat (AS).

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, rencana untuk terbang ke AS memang baru akan dilakoni maskapainya pada 2013. Namun, segala urusan perizinan ke otoritas penerbangan Indonesia dan AS sudah mulai digarap dari sekarang.

“Saat ini kami memang baru fokus untuk terbang ke Eropa. Setelah Amsterdam, target jangka pendek kami berikutnya adalah Frankfurt, London, Paris dan Roma. Tetapi AS sudah masuk dalam rencana penerbangan internasional Garuda,” kata Emirsyah, akhir pekan lalu.

Sayangnya, Emir belum mau menjelaskan secara gamblang rencana membuka penerbangan langsung ke AS, karena rencana itu baru akan dilakukan dalam 3 tahun ke depan. Namun, ia memastikan pasar penumpang dari dan menuju negara adidaya itu sangat besar. Pasalnya, sampai saat ini belum ada maskapai nasional maupun asing yang memiliki jadwal penerbangan langsung Indonesia-AS.

Emir sangat optimis, otoritas penerbangan AS tidak akan keberatan memberikan slot penerbangan untuk salah satu kota di AS kepada Garuda. Status maskapai bintang empat dari lembaga pemeringkat Sky Trax yang dimiliki Garuda saat ini menurutnya akan sangat membantu mewujudkan rencana tersebut.

“Dari ratusan maskapai di dunia ini, hanya ada 27 maskapai yang memiliki kategori maskapai bintang empat. Ini tentu menjadi keunggulan kami,” jelasnya.

Selain itu, Emir menambahkan, upaya Garuda untuk menurunkan rata-rata umur pesawat yang dioperasikannya menjadi delapan tahun dipenghujung 2010 juga akan mendukung rencana tersebut. Dimana, lima tahun lalu rata-rata umur pesawat Garuda adalah 14 tahun.


Site Meter

May 31, 2010

Sepatu Bata masih fokus garap pasar domestik

Minggu, 30/05/2010 13:05:38 WIB
Sepatu Bata masih fokus garap pasar domestik
Oleh: Sepudin Zuhri
JAKARTA (Bisnis.com): PT Sepatu Bata Tbk masih fokus menggarap pasar domestik, sehingga ekspor produk tersebut selama kuartal I/2010 hanya mencapai 3,5% atau Rp4,3 miliar dari total penjualan selama periode itu Rp120,8 miliar.

Direktur Utama PT Sepatu Bata Tbk. Alberto Errico mengakui ekspor produk alas kaki Bata dari Indonesia masih sangat kecil kurang dari 4%. Namun, Sepatu Bata, kata dia, akan berupaya untuk mengembangkan potensi pasar ekspor.

“Upaya untuk meningkatkan ekspor Bata dengan mencari pelanggan baru di luar negeri terutama di wilayah Eropa dan daerah sekitar serta wilayah Amerika Selatan,” ujarnya.

Dengan pelanggan baru itu, kata dia, maka akan meningkatkan jumlah ekspor dibandingkan dengan saat ini.

Errico menambahkan upaya lain dalam memperluas pasar ekspor dengan memaksimalkan pelanggan yang sudah ada dan menawarkan produk baru Sepatu Bata. Produk baru tersebut, lanjutnya, dengan melakukan inovasi dari perusahaan sehingga dapat meningkatkan volume pemesanan dari pelanggan yang sudah ada.

Penjualan Sepatu Bata pada tahun lalu mencapai Rp579,58 miliar dengan komposisi 96,8% dipasarkan di dalam negeri dan 3,2% atau Rp18,8 miliar diekspor. Adapun, penjualan selama kuartal I/2010 mencapai Rp120,8 miliar dengan rincian 96,5% dijual di dalam negeri, sedangkan yang diekspor hanya 3,5% atau Rp4,3 miliar.

Upaya perusahaan untuk meningkatkan penjualan, kata dia, dengan meningkatkan kualitas produk melalui tekhnologi canggih dan membeli mesin-mesin terbaru. Selain itu, PT Bata, menurutnya, akan memperluas bisnis di wilayah baru untuk ritel, brand trading dan ekspor.

Dia menargetkan penjualan produk sepatu asal Swiss tersebut dapat tercapai dengan puncak penjualan pada Lebaran, musim anak masuk sekolah dan ajang piala dunia. “Piala dunia, back to school dan lebaran diharapkan bisa membantu target penjualan kami tahun ini,” ujarnya.

Sepatu Bata, kata dia, menargetkan nilai penjualan naik sekitar 10% dibandingkan dengan tahun lalu. (mrp)


Site Meter

May 31, 2010

Garuda Berencana Terbangi Amerika Serikat

Senin, 31 Mei 2010 | 07:26

INDUSTRI PENERBANGAN

Garuda Berencana Terbangi Amerika Serikat

JAKARTA. Belum juga sukses memulai terbang ke Amsterdam Belanda pada 1 Juni 2010 ini, PT Garuda Indonesia (Persero) sudah memasang target baru. Maskapai pelat merah ini berniat untuk menerbangi Negeri Barrack Obama, yaitu Amerika Serikat (AS).

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, rencana untuk terbang ke AS memang baru akan dilakoni maskapainya pada 2013. Namun, segala urusan perizinan ke otoritas penerbangan Indonesia dan AS sudah mulai digarap dari sekarang.

“Saat ini kami memang baru fokus untuk terbang ke Eropa. Setelah Amsterdam, target jangka pendek kami berikutnya adalah Frankfurt, London, Paris dan Roma. Tetapi AS sudah masuk dalam rencana penerbangan internasional Garuda,” kata Emirsyah, akhir pekan lalu.

Sayangnya, Emir belum mau menjelaskan secara gamblang rencana membuka penerbangan langsung ke AS, karena rencana itu baru akan dilakukan dalam 3 tahun ke depan. Namun, ia memastikan pasar penumpang dari dan menuju negara adidaya itu sangat besar. Pasalnya, sampai saat ini belum ada maskapai nasional maupun asing yang memiliki jadwal penerbangan langsung Indonesia-AS.

Emir sangat optimis, otoritas penerbangan AS tidak akan keberatan memberikan slot penerbangan untuk salah satu kota di AS kepada Garuda. Status maskapai bintang empat dari lembaga pemeringkat Sky Trax yang dimiliki Garuda saat ini menurutnya akan sangat membantu mewujudkan rencana tersebut.

“Dari ratusan maskapai di dunia ini, hanya ada 27 maskapai yang memiliki kategori maskapai bintang empat. Ini tentu menjadi keunggulan kami,” jelasnya.

Selain itu, Emir menambahkan, upaya Garuda untuk menurunkan rata-rata umur pesawat yang dioperasikannya menjadi delapan tahun dipenghujung 2010 juga akan mendukung rencana tersebut. Dimana, lima tahun lalu rata-rata umur pesawat Garuda adalah 14 tahun.


Site Meter

May 31, 2010

Al Wafeer terbangi Jakarta-Jeddah 2 kali seminggu

Senin, 31/05/2010 12:58:51 WIB
Al Wafeer terbangi Jakarta-Jeddah 2 kali seminggu
Oleh: Raydion Subiantoro
JAKARTA (Bisnis.com): Al Wafeer Air, maskapai asal Arab Saudi, membuka penerbangan langsung Jakarta-Jeddah seminggu dua kali mulai pertengahan Juni tahun ini, dengan target calon haji dan umroh.

Fakhri Bawazier, Deputy Director Al Wafeer untuk Indonesia, mengatakan pihaknya menggandeng Al Bayan Tour & Travel sebagai konsolidator, dan Travelindo untuk menjual tiket penerbangan.

“Al Bayan yang akan berperan dalam tingkat isian penumpang pesawat. Al Bayan memiliki paket ibadah haji dan umroh dengan menggunakan pesawat Al Wafeer. Kalau Travelindo baru menjual tiket saja. Calon penumpang lain juga bisa beli tiket langsung di Al Wafeer,” katanya saat konferensi pers prapeluncuran rute Jakarta-Jeddah oleh Al Wafeer, siang ini.

Dia menuturkan jadwal keberangkatan Al Wafeer saat ini sebanyak dua kali seminggu, yakni pada Sabtu dan Minggu. Di kedua hari itu, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.30, dan berangkat dari Jeddah pukul 19.00 waktu setempat.

Al Wafeer Air saat ini memiliki tiga unit armada Boeing 747-400 berkapasitas 450 penumpang. Al Wafeer berencana menambah tiga unit pesawat berbadan lebar dan empat unit pesawat berbadan kecil.

Fakhri mengatakan ketiga unit Boeint 747-400 itu masih berumur relatif muda, yakni 9 tahun, dan dibeli dari Malaysia Airlines. “Jam penerbangan juga masih sedikit. Pesawat itu masih muda, sehingga nyaman bagi penumpang,” katanya.(yn)


Site Meter

May 31, 2010

Bulog tunda impor kedelai 600.000 ton

Senin, 31/05/2010 14:05:12 WIB
Bulog tunda impor kedelai 600.000 ton
Oleh: Sepudin Zuhri
JAKARTA (Bisnis.com): Impor kedelai oleh Perum Bulog sebanyak 600.000 ton yang dijadwalkan masuk awal bulan depan diundur karena harga kedelai impor di dalam negeri terus turun ke level Rp4.100 per kg dari sekitar Rp5.500 per kg.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Asep Nurdin mengatakan harga kedelai impor di dalam negeri terus bergerak turun, dan harga di Amerika Serikat tidak berubah.

“Itu yang membuat Bulog menunda impor kedelai,” ujarnya kepada Bisnis.com, hari ini.

Menurut dia, sejak Bulog menyatakan impor kedelai sekitar 600.000 ton pada awal bulan depan, harga kedelai terus bergerak turun.

Kendati Bulog masih akan mendapatkan keuntungan dalam kegiatan impor kedelai, kata dia, sebagai perusahaan umum harus sangat hati-hati mengingat harga kedelai terus bergerak turun.

Saat dikonfirmasi soal impor kedelai oleh Bulog sebanyak 600.000 ton pada Juni 2010, Direktur Pengembangan dan Perencanaan Bulog Deddy S.A. Khodir menyatakan kedelai itu belum mulai masuk. Namun, dia enggan menjelaskan alasan Bulog menunda importasi komoditas tersebut.

Menurut Asep, jika harga kedelai terus turun dapat mengancam program swasembada kedelai pada 2014. “Petani semakin enggan untuk menanam kedelai karena harganya tidak menarik lagi. Seharusnya pemerintah menjamin harga kedelai di dalam negeri,” ujarnya.

Dia mengimbau agar importir kedelai tidak khwatir dengan masuknya Bulog sebagai importir kedelai karena hanya akan memasok kebutuhan koperasi tempe tahu sebanyak 30%.

Salah satu importir kedelai, PT Sekar Makmur, menyatakan tidak keberatan dengan masuknya Bulog menjadi importir kedelai.

Direktur Pembelian Sekar Makmur Audric Haryadi mengatakan margin keuntungan dalam impor kedelai sangat kecil, sehingga dikhawatirkan pelaku usaha yang hendak berbisnis kedelai tidak dapat bertahan. “Margin kecil, kami hanya mengandalkan volume saja. Silakan saja bagi pihak lain untuk masuk menjadi importir kedelai, apakah bisa bertahan?” ujarnya.

Sekar Makmur mengimpor kedelai sebanyak 350.000 ton selama 2009. Harga kedelai pada tahun lalu tercatat mencapai Rp7.500 per kg, sedangkan saat ini turun menjadi Rp4.100 per kg.

“Kami serba salah, harga kedelai turun, kami disalahkan. Saat harga kedelai naik juga mengganggu perajin tempe tahu,” keluhnya.(er)