Bulog tunda impor kedelai 600.000 ton


Senin, 31/05/2010 14:05:12 WIB
Bulog tunda impor kedelai 600.000 ton
Oleh: Sepudin Zuhri
JAKARTA (Bisnis.com): Impor kedelai oleh Perum Bulog sebanyak 600.000 ton yang dijadwalkan masuk awal bulan depan diundur karena harga kedelai impor di dalam negeri terus turun ke level Rp4.100 per kg dari sekitar Rp5.500 per kg.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Asep Nurdin mengatakan harga kedelai impor di dalam negeri terus bergerak turun, dan harga di Amerika Serikat tidak berubah.

“Itu yang membuat Bulog menunda impor kedelai,” ujarnya kepada Bisnis.com, hari ini.

Menurut dia, sejak Bulog menyatakan impor kedelai sekitar 600.000 ton pada awal bulan depan, harga kedelai terus bergerak turun.

Kendati Bulog masih akan mendapatkan keuntungan dalam kegiatan impor kedelai, kata dia, sebagai perusahaan umum harus sangat hati-hati mengingat harga kedelai terus bergerak turun.

Saat dikonfirmasi soal impor kedelai oleh Bulog sebanyak 600.000 ton pada Juni 2010, Direktur Pengembangan dan Perencanaan Bulog Deddy S.A. Khodir menyatakan kedelai itu belum mulai masuk. Namun, dia enggan menjelaskan alasan Bulog menunda importasi komoditas tersebut.

Menurut Asep, jika harga kedelai terus turun dapat mengancam program swasembada kedelai pada 2014. “Petani semakin enggan untuk menanam kedelai karena harganya tidak menarik lagi. Seharusnya pemerintah menjamin harga kedelai di dalam negeri,” ujarnya.

Dia mengimbau agar importir kedelai tidak khwatir dengan masuknya Bulog sebagai importir kedelai karena hanya akan memasok kebutuhan koperasi tempe tahu sebanyak 30%.

Salah satu importir kedelai, PT Sekar Makmur, menyatakan tidak keberatan dengan masuknya Bulog menjadi importir kedelai.

Direktur Pembelian Sekar Makmur Audric Haryadi mengatakan margin keuntungan dalam impor kedelai sangat kecil, sehingga dikhawatirkan pelaku usaha yang hendak berbisnis kedelai tidak dapat bertahan. “Margin kecil, kami hanya mengandalkan volume saja. Silakan saja bagi pihak lain untuk masuk menjadi importir kedelai, apakah bisa bertahan?” ujarnya.

Sekar Makmur mengimpor kedelai sebanyak 350.000 ton selama 2009. Harga kedelai pada tahun lalu tercatat mencapai Rp7.500 per kg, sedangkan saat ini turun menjadi Rp4.100 per kg.

“Kami serba salah, harga kedelai turun, kami disalahkan. Saat harga kedelai naik juga mengganggu perajin tempe tahu,” keluhnya.(er)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: