BIN Minta Naik Anggaran


BIN Minta Naik Anggaran
SELASA, 08 JUNI 2010 | 15:30 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta – Badan Intelijen Negara (BIN) meminta kenaikan anggaran untuk rencana kerja tahun 2011. Besaran anggaran yang diminta mencapai Rp1 triliun. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat BIN dengan Komisi Pertahanan DPR di Jakarta pada Senin lalu.

Menurut anggota Komisi Pertahanan DPR, Ahmad Muzani, anggaran itu akan lebih banyak dihabiskan untuk kejahatan trans kejahatan ekonomi, penyelundupan. “Tidak ada untuk belanja senjata,” kata Ahmad Muzani, anggota Komisi Pertahanan DPR, kepada wartawan, Selasa (8/6).

Permintaan anggaran BIN untuk 2011, kata Muzani, meningkat meski tidak signifikan. Sebelumnya, Pada tahun 2010 BIN memiliki anggaran sekitar Rp 900 Miliar. Komisi I DPR memang pernah mengusulkan untuk meminta BIN menaikkan anggaran tahun sebelumnya, ” tapi justru BIN yang menolak.”

Muzani berpendapat, alasan penambahan anggaran yang dimintakan BIN, kurang argumentatif. Tapi, permintaan kali ini sudah cukup mewakili kebutuhan BIN. “Bisa jadi disetujui, nanti akan dibahas.” ujarnya.

Ditanya soal transparansi pertanggungjawaban anggaran BIN. Muzani hanya berkomentar, “Selama ini cukup baik.”

_+++

DPR Beri BIN Masukan Soal Akurasi Data Intelijen
SELASA, 08 JUNI 2010 | 15:51 WIB
Besar Kecil Normal
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperlihatkan foto laporan intelijen yang menjadikan dirinya sasaran tembak saat memberikan pernyataan pers soal peristiwa ledakan bom di halaman kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/7). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pertahanan DPR memberi masukan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) soal akurasi data intelijen. Masukan itu diungkapkan wakil rakyat saat bertemu rapat kerja dengan Kepala BIN dengan Komisi Pertahanan di Jakarta, Senin lalu.

Anggota Komisi Pertahanan dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani mengungkapkan komisi pertahanan meminta penjelasan soal akurasi data intelijen selama ini diberikan kepada pemerintah. “Terutama soal akurasi,” katanya.

Permintaan itu dimintakan atas dasar adanya kekhawatiran soal kualitas akurasi intelijen yang dikeluarkan badan telik sandi itu. Sebab, kata dia, ada beberapa kejadian yang menurutnya meleset dari analisis intelijen. Misalnya, ketika ada analisis intelijen yang diungkapkan oleh pemerintah soal akan adanya kerusuhan seputar demo hari anti korupsi di Jakarta. “Akurasi data memang perlu diperhatikan,” ujarnya. Namun, kata dia, “Itu sifatnya hanya masukan.”

Selain data intelijen soal peristiwa, kata Muzani, Komisi Pertahanan juga meminta akurasi data dalam penanganan terorisme. “Sebagai badan koordinasi intelijen BIN perlu ambil peran.”

SANDY INDRA PRATAMA

DPR Beri BIN Masukan Soal Akurasi Data Intelijen
SELASA, 08 JUNI 2010 | 15:51 WIB
Besar Kecil Normal
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperlihatkan foto laporan intelijen yang menjadikan dirinya sasaran tembak saat memberikan pernyataan pers soal peristiwa ledakan bom di halaman kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/7). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pertahanan DPR memberi masukan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) soal akurasi data intelijen. Masukan itu diungkapkan wakil rakyat saat bertemu rapat kerja dengan Kepala BIN dengan Komisi Pertahanan di Jakarta, Senin lalu.

Anggota Komisi Pertahanan dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani mengungkapkan komisi pertahanan meminta penjelasan soal akurasi data intelijen selama ini diberikan kepada pemerintah. “Terutama soal akurasi,” katanya.

Permintaan itu dimintakan atas dasar adanya kekhawatiran soal kualitas akurasi intelijen yang dikeluarkan badan telik sandi itu. Sebab, kata dia, ada beberapa kejadian yang menurutnya meleset dari analisis intelijen. Misalnya, ketika ada analisis intelijen yang diungkapkan oleh pemerintah soal akan adanya kerusuhan seputar demo hari anti korupsi di Jakarta. “Akurasi data memang perlu diperhatikan,” ujarnya. Namun, kata dia, “Itu sifatnya hanya masukan.”

Selain data intelijen soal peristiwa, kata Muzani, Komisi Pertahanan juga meminta akurasi data dalam penanganan terorisme. “Sebagai badan koordinasi intelijen BIN perlu ambil peran.”

SANDY INDRA PRATAMA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: