Panen Padi Banyak Gagal


Panen Padi Banyak Gagal
Penggilingan Padi Berhenti Beroperasi
Selasa, 15 Juni 2010 | 04:51 WIB

Jakarta, Kompas – Panen padi tahap kedua pada tahun 2010 tidak menggembirakan. Biasanya pada panen kedua kualitas beras selalu bagus, tetapi sekarang ini kurang bagus. Bulir beras banyak yang menguning, bahkan terdapat sejumlah noda hitam pada bulir-bulir beras.

Menurut Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir, Senin (14/6) di Jakarta, kualitas gabah yang kurang baik pada panen kali ini tidak semata karena gangguan iklim yang ekstrem, tetapi juga karena serangan wereng coklat, penggerek batang, dan hama tikus.

”Buruknya musim tanam padi kali ini terjadi merata dan nasional. Diperkirakan berdampak penurunan produksi padi 5-8 persen,” katanya. Produksi gabah kering giling Indonesia tahun 2010 diperkirakan 64,9 juta ton.

Harus ada upaya khusus yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi terus meluasnya serangan hama penyakit, baik berbentuk wereng coklat, penggerek batang, maupun hama tikus.

Tikus memakan tanaman padi muda sehingga terlambat pertumbuhannya dan membuat panen tidak merata. Adapun wereng coklat dan penggerek batang mengakibatkan gagal panen.

Penggilingan berhenti

Pengusaha penggilingan beras di Tegal, Jawa Tengah, Tan Ing Djie, saat dihubungi di Tegal memutuskan untuk menghentikan produksi beras karena kualitas gabah buruk. Ing Djie bahkan tidak membeli gabah untuk sementara waktu.

”Maunya terus berproduksi, tapi kualitas gabah kurang baik,” katanya. Kadar rendemen gabah kering panen saat ini hanya 40-42 persen. Biasanya pada musim panen seperti ini rendemen beras bisa 58-60 persen.

”Dengan kata lain, untuk tiap 60 kilogram beras terjadi kehilangan hasil 15-20 kilogram karena gabah rusak dan banyak yang hampa,” katanya. Biasanya Ing Djie membeli gabah 150-200 ton per hari, tetapi sekarang hanya membeli 15-20 ton.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Pengusaha Beras dan Penggilingan Padi Jakarta Nellys Sukidi juga menyatakan produksi beras kualitas bagus dengan kadar patahan maksimal 10 persen berkurang.

Nellys menyatakan, gangguan iklim dan hama mengakibatkan kualitas beras bagus turun dan memenuhi pasar beras kualitas medium. Akibatnya, pasokan beras kualitas medium naik, sementara kualitas bagus merosot.

Indikasinya harga beras kualitas bagus mulai naik senilai Rp 200-Rp 300 per kg menjadi sekitar Rp 6.800 per kg.

Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Billy Haryanto, mengungkapkan, beras kualitas bagus menjadi rebutan. Biasanya harga beras dengan kadar patahan maksimal 10 persen sekitar Rp 6.000 per kg atau Rp 500 lebih mahal dari harga pembelian pemerintah (HPP) beras. ”Yang terjadi sekarang harga beras kualitas yang sama Rp 7.000 per kg, itu pun barangnya terbatas karena jadi rebutan,” katanya. Billy biasa mengambil beras kualitas bagus 200 ton per hari, tapi kini hanya Rp 100 ton.

Billy meminta Kementerian Pertanian agar tidak berpangku tangan. Harus ada langkah tertentu menyelamatkan hasil panen petani. Harga sekarang bagus, tetapi kondisi seperti ini rawan fluktuasi harga.

Winarno meminta pemerintah memberikan subsidi obat-obatan dalam memerangi hama penyakit secara serentak. Melawan serangan hama penyakit tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi per kawasan secara serentak.

”Dulu dalam menanggulangi hama penyakit pemerintah selalu memberikan subsidi obat-obatan, sekarang tidak ada,” katanya.

Wakil Menteri Pertanian Bayu menyatakan, serangan wereng coklat terus meluas. Harus ada gerakan bersama petani, pemerintah pusat, dan daerah. Meluasnya serangan wereng akibat perubahan iklim, introduksi padi hibrida, pola tanam tidak serempak, dan petani sudah lupa cara penanggulangan. (MAS)

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: