Elpiji Langka, Kayu Bakar Dipakai Lagi* Rayonisasi Distribusi Kurangi Jatah Distributor


Elpiji Langka, Kayu Bakar Dipakai Lagi* Rayonisasi Distribusi Kurangi Jatah Distributor

KOMPAS Jogja – Senin, 21 Jun 2010
ELPIJI LANGKA, KAYU BAKAR DIPAKAI LAGI
Rayonisasi Distribusi Kurangi Jatah Distributor

Bantul, Kompas
Berkurangnya pasokan elpiji kemasan 3 kilogram menyebabkan
terjadi kelangkaan stok di sejumlah distributor. Sebagian masyarakat
beralih ke kayu bakar untuk memasak. Selain harganya lebih
terjangkau, kayu bakar juga mudah didapat. Masyarakat yang enggan
memasak dengan kayu bakar dan memiliki kemampuan lebih memilih
pindah menggunakan elpiji kemasan 12 kilogram.
Sumarni, warga Trirenggo, Bantul, mengaku sudah sejak pekan lalu
menggunakan kayu bakar. Beruntung tungku yang didiamkan setelah
mendapat kompor gas dan tabung elpiji masih disimpan. “Sebenarnya
saya sudah lama meninggalkan kayu bakar karena bikin kotor dapur,
tetapi karena elpiji enggak ada, saya terpaksa memakainya lagi,”
ujar Sumarni, Sabtu (19/6).
Ia mengaku sudah berkeliling ke warung-warung di desanya, tetapi
sudah kehabisan stok. Sebenarnya ia lebih tertarik menggunakan
kompor, tetapi harga minyak tanah saat ini sangat mahal yakni
sekitar Rp 8.500 per liter. “Yang paling terjangkau hanya kayu
bakar. Kalau tidak beli, kayu bakar juga bisa dikumpulkan dari kebun
sendiri,” katanya.
Beralihnya para pengguna elpiji ke kayu bakar membuat permintaan
kayu bakar meningkat. Rosidi, penjual kayu bakar di Palbapang,
Bantul, mengatakan, omzetnya meningkat hingga dua kali lipat sepekan
terakhir. Biasanya ia hanya mampu menjual 10 ikat kayu bakar, tetapi
sekarang melonjak hingga 20 ikat. Harga jualnya bervariasi dari Rp
3.000 sampai Rp 11.000 bergantung besar kecil ikatan.
Kayu-kayu tersebut dibeli Rosidi dari pedagang Gunung Kidul.
Selama ini, pengguna kayu bakar di Bantul adalah pengusaha kecil di
bidang usaha makanan. Kalangan rumah tangga biasanya menggunakan
kayu bakar kalau sedang kepepet.
“Sebagian besar pelanggan saya adalah para pedagang pasar yang
menjual aneka makanan. Menurut mereka, menggunakan kayu bakar
panasnya lebih tahan lama sehingga biayanya bisa diirit,” katanya.

Rayonisasi distribusi
Heru Wibowo, pemilik Toko Bantul Jaya, yang menjadi
distributor elpiji 3 kilogram mengatakan, tersendatnya pasokan
elpiji karena pengurangan jatah yang diterima distributor.
Pengurangan tersebut terkait dengan kebijakan rayonisasi distribusi
elpiji. Sebelumnya ia menerima jatah 500 tabung elpiji 3 kilogram
tiap hari, tetapi sekarang jatahnya hanya 150-200 tabung per hari.
“Kami belum tahu kondisi ini akan bertahan sampai kapan karena
tidak ada pemberitahuan resmi. Tak hanya menyulitkan konsumen,
minimnya pasokan juga merugikan distributor karena keuntungan yang
diperoleh ikut berkurang,” katanya.
Ia menambahkan, konsumen yang memiliki kemampuan ekonomi lebih
memilih beralih ke elpiji 12 kg yang harganya lebih mahal. (ENY)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: